Setelah sampai di apartemennya, Akashi segera membuka pintu apartemenya dengan perlahan dan betapa kagetnya Akashi saat melihat seseorang bersayap yang warna sama dengan surai baby bluenya sedang membersihakan apartemenya.

'Siapa dia? Kenapa bisa masuk ke apartemenku?' pikir Akashi dalam hati 'Tunggu, warna surai dan sayapnya sama dengan …..' ucapan dalam hati Akashi terhenti karena mendengar suapa piring pecah.

"Ke…kenapa kau sudah pulang…" ucap seseorang yang melihat Akashi di depan pintu rumah.

oOo oOo

Fallen Angel 02 – Kuroko Tetsuya

Kuroko no Basuke Fujimaki Tadatoshi

Pairing : AkaKuro

Rating : T

Genre : Drama, Romance, Friendship

Warning : Typo dimana-dimana XD

oOo oOo

Kelopak bunga Sakura yang berjatuhan menambah kesan menawan yang ada pada dua orang yang sedang berjalan menuju gerbang sekolah mereka. Semua pandangan yang ada tertuju pada mereka, namun satu orang yang menjadi pusat perhatian itu terlihat tidak nyaman, namun rasa tidak nyaman itu di biarkannya.

"Merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka?" tanya si surai merah yang menyadari ada yang aneh dengan raut muka si surai biru walau sebenarmua muka itu terlihat datar.

"Aku hanya tidak suka jadi pusat perhatian saja, Akashi-kun" balas si surai biru.

"Jika orang lain melihat sayapmu mungkin kau akan menjadi satu-satunya pusat perhatian mereka, Tetsuya" balas Akashi dengan tenang.

"Hentikan itu Akashi-kun" balas Kuroko dengan kesal walau wajahnya masih tetap datar.

Kuroko yang memang tidak terbiasa dengan keramaian, mempercepat langkahnya agar bisa masuk kedalam gedung sekolah dengan cepat. Namun setelah memasuki gedung sekolah, Kuroko tidak tahu apa yang harus di lakukannya, hal itu wajar karena Kuroko tidak pernah sekalipun berada di bangku sekolah dan dengan terpaksa Kuroko menunggu kedatangan Akashi di depan pintu masuk sekolah.

"Kenapa hanya diam saja Tetsuya?" tanya Akashi yang berjalan menuju loker sepatunya.

"Aku tidak tahu harus melakukan apa setelah masuk ke sini" balas Kuroko dengan wajah datar.

"Kau belum tahu dimana loker sepatumu? Bukannya sudah di beritahu kemarin?" tanya Akashi yang sudah menggunakan sepatu ruangannya.

"Aku lupa soal itu Akashi-kun, apa Akashi-kun ingat?" tanya Kuroko kembali masih dengan wajah datarnya.

Menghela nafas panjang Akashi member tahu dimana letak loker sepatu Kuroko yang sebenarnya berada di sebelah loker sepatu Akashi. Entah bagaimana ceritanya seorang malaikat seperti Kuroko ini bergitu pelupa dan jangan lupa dia selalu memasang wajah datar. Benarkah dia seorang malaikat? Pikir Akashi dalam hati. Dari yang Akashi tahu selama ini seorang malaikat pasti akan selalu tersenyum dan tahu segala hal, tetapi berbeda dengan Kuroko yang katanya dia adalah seorang malaikat. Kuroko mudah lupa dengan suatu hal dan jarang sekali memperlihatkan senyumannya.

"Apa yang Akashi-kun pikirkan?" binggung Kuroko yang sudah selesai mengenakan sepatu dalam ruangannya itu. Belum sempat menjawab pertanyaan dari Kuroko, Akashi tiba-tiba berpindah posisi sedikit bergeser dari tempat nya berdiri dan seketika seekor makhluk kuning muncul dan menerjang Kuroko yang tidak bersalah.

"Akashicchi, Ohayou-ssu!" teriaknya sambil memeluk makhluk biru yang mulai tidak bisa bernafas.

"Are, Akashicchi sejak kapan kau menjadi tambah pendek? Dan kemana rambut merah mu itu-ssu?" tanya Kise yang sepertinya belum menyadari kalau yang di peluknya adalah Kuroko.

"Ryouta" panggil Akashi dengan mengeluarkan aura hitamnya "Siapa yang kau bilang pendek hah?"
Mengerakan kepalanya dengan patah-patah ke arah Akashi yang ada di sebelahnya, keringan dingin Kise mulai keluar karena rasa panik dan takut yang tiba-tiba melanda. "A…Akashicchi?" tanya Kise dengan muka yang sudah berubah menjadi pias.

"Lepaskan Tetsuya atau kau akan berhadapan dengan gunting merahku" balas Akashi yang siap mengambil gunting saktinya yang berada di saku celana.

"E..eh? Kalau Akashicchi di sini, siapa yang ku peluk-ssu?" binggung Kise yang langsung memusatkan perhatiannya pada makhluk biru yang hampir pingsan karena pelukan maut Kise. "Huwaaa gomen-ssu, sepertinya aku salah memeluk orang" ucap Kise sambil melepas pelukannya pada Kuroko.

"Hahhh~~" Kuroko langsung mengambil nafas sebanyak-banyaknya seletah pelukan dari Kise terlepas. "Terima kasih Akashi-kun, kau telah menyelamatkan ku untuk kedua kalinya" ucap Kuroko masih dengan wajah datarnya, tapi Akashi dapat melihat sedikit senyuman yang terukir di mukanya yg datar itu.

"Kau yang waktu itu kan-ssu?" tanya Kise yang sepertinya pernah melihat Kuroko. Namun, sebelum Kuroko sempat menjawab pertanyaan dari Kise, Kuroko sudah di tarik lebih dulu oleh Akashi untuk memasuki ruang kelas. Tetapi tanpa di sadari oleh Akashi, Kise dan Kuroko ada seseorang yang sedang memperhatikan gerak-gerik Kuroko dari kejauhan.

"Akhirnya aku menemukanmu Pangeran Tetsuya" ucapnya dengan seringai yang terukir di wajahnya.

oOo oOo

Keheningan tiba-tiba melanda kelas yang di tempati oleh Kisedai, mereka semua sibuk memperhatikan siswa yang sedang berdiri di hadapan mereka dengan tatapan datar. Walau siswa tersebut berwaah datar sedater teflon semua orang (kecuali Akashi) terpesona dengan cantiknya wajah yang di padu dengan surai berwarna Baby Blue dengan warna mata yang sama juga.

"Kuroko Tetsuya desu" ucapnya sebagai perkenalan dirinya di dalam kelas. Setelah memperkenalkan dirinya, Kuroko kemudian duduk di bangku belakang dekat jendela bersebelahan dengan bangku Akashi. Kemudian di mulailah pelajaran hari itu yang merupakan pelajaran paling di benci oleh semua siswa di SMA Teiko.

Selama pelajaran berlangsung Kuroko dapat melihat semua orang yang ada di kelas memasang waah suram, entah apa yang terjadi Kuroko sama sekali tidak mengerti. Meresa bosan dengan keadaan yang begitu monoton, Kuroko melihat keluar jendela sambil memperhatikan pemandangan sekitar. Namun, seketika Kuroko melihat bayangan hitam sedang memperhatikannya, merasa tidak asing dengan baying hitam tersebut Kuroko memfokuskan padangannya, seketika raut wajahnya berubah menjadi ketakutan dan keringat dingin mulai keluar.

Akashi yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik Kurok merasa curiga dengan perubahan ekspresi Kuroko 'Ada yang tidak beres' ucapnya dalam hati begitu melihat tubuh Kuroko yang mulai mengigil seperti ketakutan.

SRAAKK

Terdengar suara kursi yang bergeser dengan keras. Dengan seketika semua yang ada disana memperhatikan asal suara tersebut dan di sana mereka dapat melihat Kuroko yang berdiri ketakutan dengan keringat dingin yang bercucuran.

"Kau kenapa Tetsuya" tanya Akashi yang ternyata sudah berdri dan berada di sebelahnya.

"A…Akashi-kun…to…tolong aku…" tiba-tiba kilauan mata Kuroko meredup dan seketika tubuhnya jatuh ke belakang dan dengan sigap Akashi menahan tubuh Kuroko sebelum kepalanya membentur meja yang ada di bekalangnya.

Seketika ruang kelas menjadi ribut karena Kuroko yang tiba-tiba pingsan itu, tanpa menunggu lama lagi Akashi segera membawa Kuroko menuju ruang kesehatan. Setelah sampai di ruang kesehatan Akashi segera membaringkan Kuroko di kasur yang tersedia di sana. Namun keanehan kembali melanda pikiran Akashi.

"Ada apa denganmu Tetsuya" gumam Akashi melihat wajah Kuroko yang di banjiri oleh keringat dingin, tubuhnya yang mengigil dan nafasnya yang tersengal-sengal.

"Tetsuya" ucap Akashi yang merasa khawatir pada keadaan Kuroko.

TBC