"Tetsuya-sama adalah Pangeran dari Kerajaan Seirin" jawab Izuki yang membuat pada Kisedai kaget seketika.

oOo oOo

Fallen Angel 04 – Kerajaan Seirin

Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

Pairing : AkaKuro

Rating : T

Genre : Drama, Romance, Friendship

Warning : Typo dimana-dimana XD

oOo oOo

"Jadi? Jelaskan apa maksud dari perkataan tadi" ucap Akashi yang sedang duduk di sebelah ranjang yanh ada di apartemen nya.

Setelah Kuroko pingsan dan perkataan dari Izuki yang membuat semua orang terkaget, Akashi langsung membawa Kuroko ke apartemen nya dan menuntut penjelasan dari para Ksatria.

"Untuk apa penjelasan? Bukannya kau sudah mengenal Pangeran Tetsuya? Dan karena kau juga kehancuran terjadi di Kerajaan Seirin" ucap Kagami yang memandang sinis ke arah Akashi.

"Oy Kagami, sudah ku bilang padamu mereka itu orang yang berbeda!" balas Hyuga yang langaung memukul kepala Kagami.

"Maaf atas apa yang di katakan oleh Kagami, dia hanya masih kesal atas kejadian itu" balas Kiyoshi mencoba menangkan Akashi yang mulai memunculkan aura hitam nya.

"Akan ku maafkan dia asal kalian jelaskan secara rinci siapa Tetsuya dan semua hal yang berhubungan dengan Tetsuya tanpa kecuali" jawab Akashi dengan aura mencekam yang keluar.

"Cih, walaupun kalian berbeda tapi tetap saja sama-sama sadisnya" balas Kagami kesal.

"Abaikan apa yang dia katakan" ucap Izuki "Aku akan menceritakan semua hal tentang Tetsuya-sama" lanjutnya.

oOo oOo

Di pagi yang cerah di Kerajaan Seirin terlihat seseorang yang sedang berjalan menyusuri taman kerajaan dengan senyum yang terus terpancar di wajahnya, para penghuni istana terpesona dengan senyum sang pangeran karna pada dasarnya dia tidak pernah memperlihatkan ekspresi selain muka datarnya.

"Tidak biasanya anda tersenyum seperti itu Tetsuya-sama" ucap seseorang denga suara lembutnya.

"Ah Kagami-kun? Sejak kapan kau di situ?" tanya Kuroko yang seketika senyuman nya hilang.

"Sejak Tetsuya-sama tersenyum" balas Kagami namun hanya di balas dengan tatapan binggung oleh Kuroko.

"Apa ada sesuatu hal yang membuat mu senang Tetsuya-sama?" tanya Kagami lagi yang di balas kembali oleh wajah datar Kuroko.

"Apa ada yang ingin Kagami-kun sampaikan?" tanya Kuroko.

"Yang mulia Raja memanggil anda Tetsuya-sama" jawab Kagami.

Tanpa menunggu lama lagi, Kuroko segera beranjak dari tempatnya sekarang dan berjalan menuju kedalam Istana dan langsung menuju ke ruangan sang Ayah.

"Apa otousama memanggilku?" tanya Kuroko begitu memasuki ruangan sang Ayah. "Eh? Ada okaasama?" binggung Kuroko.

"Apa salah jika okaasan ada di sini Tecchan?" tanua sang Ibu dengan senyuman hangatnya.

"Tidak, hanya saja pasti ada hal penting yang akan di bicarakan, apa Tetsuya benar?" tanyanya kembali sambil melihat wajah kedua orang tuanya.

"Kau benar Tetsuya, sebenarnya besok Pangeran Seijuuro dari Kerajaan Rakuzan akan datang berkunjung" ucap sang Ayah.

"Sei-kun akan berkunjung?!" jawab Kuroko dengan antusisas.

"Kau senang sekali Tetsuya?" tanya sang Ayah meminta keyakinan.

"Tentu saja Otousama" jawab Kuroko dengan senyuman khas nya.

"Baik kalau begitu Tecchan sekarang kembali ke kamarmu, dan sebaiknya Tecchan istirahat ya"

"Baik okaasama, Tetsuya permisi" balas Kuroko yang langsung meninggalkan ruangan sang Ayah.

oOo oOo

Malam pun tiba, di saat semua penghuni istana sedang menikmati tidur nyenyak mereka. Hanya satu orang yang masih terbangun memandang bintang-bintang yang bertaburan di langit sambil menikmati angis sejuk di malam hari.

"Kau bisa sakit jika terus terkena angin malam Tetsuya" panggil seseorang dari belakang.

"Eh?" binggung, Kuroko langsung memalingkan wajah nya dan langsung terkaget begitu melihat siapa yang memamggilnya "Se...sei-kun?!"

"Iya Tetsuya ini aku, Seijuurou" ucapnya dengan senyuman khasnya.

"Kenapa Sei-kun di sini? Bukannya besok Sei-kun baru datang?" tanya Kuroko dengan wajah binggung.

"Kau tidak senang aku datang lebih cepat Tetsuya? Aku dengar dari Ibumu kau begitu bersema-" belum Akashi menyelesaikan perkataannya, Kuroko tiba-tiba memeluk Akashi dengan erat.

"Sebegitu ingin bertemunya kah kau dengan ku, Tetsuya?" tanya Akashi sambil membalas pelukan Kuroko.

"Tentu saja, Sei-kun sudah hampir setahun kau tidak berkunjung kemari. Tapi tidak apa-apa karna Sei-kun sudah ada di sini" balas Kuroko dengan senyum yang terpancar di wajahnya.

"Terima kasih Tetsuya" balas Akashi sambil mengelus lembut surai baby blue Kuroko.

"Sei-kun datang dengan siapa?"

"Seperti biasa Tetsuya, hanya mereka yang selalu menemaniku berpergian"

"Mereka tidak masuk kemari Sei-kun?" binggung Tetsuya.

Namun belum sempat Akashi menjawab pertanyaan Kuroko, terdengar suara ledakan dari arah halaman Kerajaan yang sontak membuat Kuroko kaget.

"A...apa itu Sei-kun?" tanya Kuroko dengan perasaan takut yang tiba-tiba muncul.

'Cih sesuai dugaan ku, mereka akan memyerang pada malam hari' pikir Akashi dengan segala kemungkinannya.

"Tetsuya ikut aku" jawab Akashi yang langsung menarik Kuroko agar keluar dari kamarnya.

"Kita kau kemana Sei-kun?" binggung Kuroko yang pasrah dibawa pergi oleh Akashi. Dan tepat setelah mereka keluar dari kamar, ledakan kedua kembali terjadi di dalam sana.

"Sial, mereka benar-benar merepotkan" kesal Akashi yang langsung mengeluarkan sepasang sayap berwana merah darah dan langsung menggendong Kuroko di tangannya.

"Sei-kun sebenarnya ada apa?" tanya Kuroko yang masih binggung dengan apa yang sedang terjadi.

"Jangan banyak bertanya Tetsuya, kau sebaiknya diam saja" balas Akashi.

Sampai di suatu ruangan, Akashi menyuruh Kuroko untuk masuk ke ruangan tersebut. "Dengar Tetsuya, kau diam disini jangan pergi kemana-mana, aku akan kembali kalau keadaan sudah membaik mengerti?"

"Baik Sei-kun" balas Kuroko dan seketika Akashi kembali pergi keluar ruangan tersebut dan pergi menuju halaman kerajaan.

"Shintarou, Atsushi, Daiki, Ryota!" teriak Akashi yang menghampiri para pengawal setianya. "Kita lakukan apa yang harus di lakukan, dan sesuai dengan perintah dari Yang Mulia Raja dan Ratu Kerajaan Seirin kita fokus melindungi Tetsuya selagi para Ksatria yang bertugas melindungi Tetsuya sedang pergi karena perintah Raja"

"Sesuai dugaanmu Pangeran, mereka menyerang malam ini" ujar Midorima.

"Sebaiknya kalian tetap siaga, dan lakukan apa yang harus kalian lakukan" perintah Akashi yang kembali pergi untuk mencari 'dia'. 'Awas saja kau jika berani melukai Tetsuya' ucap Akashi dalam hati.

Namun tanpa di sangka kejadian di luar dugaan mereka datang.

oOo oOo

"Kenapa Sei-kun lama sekali~" khawatir Kuroko "Apa keadaan di luar sudah aman?" pikir Kuroko meninbang-nimbang keadaan di luar ruangan tersebut.

'Kurasa aku sudah boleh keluar' pikir Kuroko yang bersiap untuk keluar dari ruangan tersebut dengan perlahan.

Setelah berhasil keluar dari ruangan tersebut dengan aman, pemandangan yang menyeramkan tersaji di hadapan Kuroko. Beberapa dari pelayan istana terkapar dengan darah yang berceceran di sekitarnya.

"A...apa yang terjadi" ucap Kuroko dengan terbata-bata. Seketika Kuroko lari dari tempat tersebut, namun tetap pemandangan yang sama selalu tersaji di hadapannya sampai pada sebuah ruangan yang begitu Kuroko kenal yang merupakan ruangan sang Ayah.

Perasaan khawatir serta takut seketika datang menghampiri Kuroko dan tanpa berfikir lagi Kuroko langsung masuk kedalam dan pemandangan yang ada di sana lebih mengerikan dari yang ada di lorong istana.

Banyak sekali darah yang berceceran di sana dan jangan lupa sesuatu yang terkapar di lantai ruangan tersebut.

"O...otousama Okaasama" ucap Kuroko dengan suara lirih "A...apa yang terjadi di sini" lanjut Kuroko dengan suara yang pelan.

Sedetik kemudian terdengar suara seseorang yang terjatuh dengan sangat keras, marasa pemasaran dengan suara tersebut Kuroko berjalan menghampiri asal suara itu dan mendapatkan keterjutan lain

"SEI-KUN!" teriak Kuroko sambil menghampiri Akashi.

"Te...tetsuya" balas Akashi seraya mencoba berdiri "Tetsuya kau...kau harus pergi dari sini sekarang" lanjut Akashi dengan lirih.

"Apa yang terjadi disini Sei-kun, kenapa Otousama dan Okaasama-" belum selesai Kuroko menyelesaikan kalimatnya, Akashi tiba-tiba melindungi tubuh Kuroko.

"Se...seijuurou...kun..." ucap Kuroko dengan suara pelan.

"Te...tetsuya cepat pergi...kau harus segera pergi dari sini sekarang" ucap Akashi dengan suara lemah.

"Tapi bagaimana dengan Sei-kun" balas Kuroko sambil menahan tangisnya.

"CEPAT PERGI TETSUYA!" teriak Akashi sambil mendorong pelan Kuroko "Aku mohon Tetsuya pergi sekarang juga ... CEPAT PERGI!" teriak kembali Akashi.

Seketika air mata keluar dari mata Kuroko dan tanpa berfikir panjang lagi Kuroko mengeluarkan sayang biru indahnya dan pergi dari istana Kerajaan Seirin dengan air mata yang terus keluar.

Tanpa Kuroko sadari cairan yang sama keluar dari kelopak mata Akashi. 'Maafkan aku Tetsuya tapi ini yang terbaik' ucap nya dalam hati.

"Hahahaha kau terlalu baik Pangeran Seijuuro, jika kau tidak ikut campur dengan urusan ini Kerajaan Rakuzan tidak akan berakhir sama seperti Kerajaan Seirin sekarang" ucapnya dengan nada meremehkan.

Namun bukan jawaban yang di terima oleh orang itu tetapi tatapan yang begitu tajam dan aura yang begitu mencekam.

"Kau akan menyesal telah melakukan ini" balas Akashi dan sedetik kemudian sebuah ledakan dengan cahaya merah keluar dan menghancurkan Istana Seirin dalam sekali serang yang menyebabkan semua yang ada di sana hilang tanpa bekas.

'Maafkan aku Tetsuya'

TBC