Kerajaan Rakuzan adalah daerah yang makmur yang terkenal dengan ketegasan dan ke-absolute-an Rajanya yaitu Masaomi dan keramahan sang Ratu yaitu Shiro juga ketangguhan sang Pangeran yaitu Seijuurou.
Kerajaan Rakuzan dan Kerajaan Seirin sudah bersahabat sejak lama dan demi mempererat hubungan tersebut kedua Pangeran di tunangkan secara resmi yang si sambut hangat oleh seluruh rakyat di sana.
Walau mereka sesama pria tapi mereka saling mencintai. Sesama pria tidak boleh mencintai karena mereka adalah Malaikat yang suci tetapi karna mereka melanggar peraturan tersebut. Baik Kerajaan Rakuzan maupun Seirin terancam akan di musnahkan.
Dan tepat setelah 2 tahun pertunangan mereka. Penyerangan terhadap Kerajaan Seirin pun dimulai. Para warga yang ada di sana di musnahkan sesuai dengan perintah dari para petinggi. Namun para petinggi hanya akan menghancurkan Kerajaan Seirin saja tidak dengan Kerajaan Rakuzan.
Mengetahui kebenaran itu sang Pangeran yang tau bahwa kerajaan sang tunangan akan di musnahkan bergegas pergi menuju Seirin dengan para pengawalnya. Dan orang-orang menyebut mereka sebagai Kiseki no Sedai.
Kemampuan mereka yang luar biasa dan melebihi kemampuan para petinggi itu dapat menghancurkan seluruh kerajaan yang ada. Dan mereka akan siap untuk melindungi tuangan tercinta Pangeran mereka Seijuurou.
Namun tanpa disadari salah satu dari prajurit yang di perintahkan oleh para petinggi menggunakan cara licik yang berakhir dengan kalahnya Kiseki no Sedai dan hancurnya Kerajaan Seirin karena Pangeran Seijuurou mengeluarkan seluruh kekuatan dari inti jiwanya untuk melenyapkan semua prajurit yang di utus para petinggi.
Tepat setelah hancurnya Kerajaan Seirin, kehancuran pun mulai melanda Kerajaan Rakuzan yang berakhir dengan kehancuran.
Para petinggi merasa senang bahwa kedua Kerajaan yang menurut mereka tidak bisa terkalahkan itu sudah hancur. Namun Pangeran Tetsuya masih di kabarkan hidup dan sedang bersembunyi di hutan terlarang.
"Kau tidak akan bisa pergi dengan selamat Pangeran Tetsuya"
oOo oOo
Fallen Angel 05 - Takdir
Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Pairing : AkaKuro
Rating : T
Genre : Drama, Romance, Friendship, Fantasy
Warning : Typo dimana-dimana XD
oOo oOo
Berlari sendirian, lebih tepatnya terbang sendirian di dalam hutan yang gelap dialam hari. Sedih, takut dan berbagai perasaan keluar dari hatinya. Ada apa dengan hari ini? Kenapa tiba-tiba kerajaannya di serang yang berujung dengan melihat kedua orangtuanya mati terbujur kaku dengan bersimbah darah. Dan bentakan sang tunangan yang membuat hatinya semakin sakit.
Dia sama sekali tidak tau apa yang terjadi pada malam itu. Yang dia tau bahwa saat tunangannya datang pada malam hari penyerangan yang entah dari siapa itu datang dengan tiba-tiba. Apa yang mereka incar dari Kerajaan Seirin? Itu yang terus terpikirkan olehnya.
Namun seketika dia mengingat sesuatu hal. Apa mungkin mereka datang menyerang Kerajaannya dan membunuh semua orang yang ada di sana karna mengincar apa yang ada dalam dirinya? Tapi apa perlu sampai membunuh semua orang yang ada disana?
Terlalu terfokus pada pemikirannya, dan tanpa sadar dia menabrak pohon besar yang ada di hadapannya. Dan seketika dia pun terjatuh dengan luka di sayapnya.
"Hahhh sial sekali hari ini" ucapnya meratapi nasibnya.
'Bagaimana ini? Aku tidak bisa pergi ke Kerajaan Rakuzan jika sayap ku terluka' batin nya yang merasa kesal.
Mencoba untuk tegar, Akhirnya Tetsuya pergi dengan cara berjalan kaki. Namun tanpa dia sadar ada bayangan hitam yang setia mengikutinya.
"Ketemu kau, Pangeran Tetsuya" ucapnya dengan senyuman menyeramkan.
oOo oOo
Di lain tempat.
Kagami dan para ksatria suruhan Raja yang baru pulang dari tugasnya di kejutkan dengan keadaan Kerajaan Seirin yang sudah hancur tanpa sisa. Bahkan rumah para warga di sanapun bernasib sama.
Entah apa yang terjadi tetapi satu yang mereka tau bahwa ini adalah perbuatan dari para petinggi yang menginginkan inti jiwa sang Pangeran.
"Sialan!" umpat Kagami yang langsung emosi begitu tau bahwa kerajaannya sudah tidak tersisa.
"Tahan emosi mu Kagami, sebaiknya kita harus mencari dimana Pangeran Tetsuya berada" usul Kiyoshi yang langsung di jawab anggukan kompak dari yang lain. Dengan pasrah Kagami pun ikut menganggukan kepalanya.
Saat mereka berusaha untuk tegar begitu melihat Kerajaannya sudah tak bersisa. Salah satu dari mereka yang menpunyai Eagle Eye melihat sesuatu yang tidak asing di sana. Seketika dia pun terkejut dengan apa yang tergeletak di sana.
"I...ini kan" ucap Izuki.
"Ada apa Izu...ki" tanya Hyuga namun begitu matanya tertuju dengan apa yang ada di hadapannya dia pun ikut terdiam.
"Ini tidak mungkin, bahkan mereka yang di katakan lebih hebat dan kuat dari para petinggi pun kalah. Apa yang sebenarnya terjadi di sini?!" teriak Kagami makin frustasi saat melihat tubuh tak bernyawa para pengawal Pangeran Seijuurou.
"Tapi kenapa hanya ada tubuh mereka saja?" binggung Kiyoshi yang merasakan adanya kejangalan.
"He..hey kalian li...lihat itu" ucap Izuki dengan nada yg bergetar sambil menunjuk sesuatu yang letaknya tidak jauh dari tubuh tak bernyawa Kisedai. Dan begitu mereka melihat ke arah sesuatu itu mereka kembali dikejutkan untuk kedua kalinya.
"Pangeran Seijuurou?!" teriak mereka bersamaan.
"Tidak mungkin! Bagaimana bisa Pangeran Seijuurou yang begitu kuat dan tak tertandingi bisa kalah?!" ucap Hyuga tidak percaya.
"Kita harus segera mencari Pangeran Tetsuya!" ucap Kagami dengan nada kesal namun terdengar khawatir.
Menganalisa semua kemugkinan yang terjadi akhirnya mereka sepakat untuk mencari Pangeran Tetsuya di hutan terlarang sebelah barat Kerajaan Seirin yang merupakan jalan tersembunyi untuk pergi ke Kerajaan Rakuzan.
oOo oOo
Setelah kepergian Kagami dkk
'Maafkan aku Tetsuya' ucapnya dalam hati setelah mengeluarkan kekuataan dari inti jiwa nya untuk menghancurkan para prajurit yang di kirim oleh para petinggi. Dan cara tersebut berhasil.
Para prajurit yang sedang menghancurkan permukiman warga dan para penghuni istana pun hancur seketika namun sayangnya para warga Seirin dan para penghuni istana juga ikut hancur.
Walau Pangeran Seijuurou sudah mengeluarkan seluruh kekuatan dari inti jiwanya, namum tubuhnya tidak ikut hancur seperti yang lainnya. Dan hal ini pun berlaku pada Kisedai.
Dengan tenaga yang masih tersisa Seijuurou mengumpulkan tubuh tak bernyawa para pengawalnya dan dia simpan tubub tersebut di atas sebuah lingkarang mantra yang telah dia buat.
Setelah semua yang dia perlukan siap, Seujuurou berdiri di tengah-tengah lingkaran tersebut dan membacakan sebuah mantra "Show me the holy soul of generation of miracle" dan begitu mantra itu diucapkan, muncul sinar dari tubuh para Kisedai.
Tubuh Shintarou yang mengeluarkan cahaya hijau, Atsushi yang mengeluarkan cahaya ungu, Daiki dengan cahaya biru tuanya dan Ryouta dengan cahaya kuningnya. Dan keempat cahaya tersebut menyinari tubuh Seijuurou yang juga mengeluarkan cahaya merahnya.
"Locked the holy soul with the power of generation of miracle into the eternal crystal" ucap Seijuurou dengan pelan. Dan setelah mengucapkan mantra kedua tesebut tubuh dari Kisedai dan Seijuurou menghilang di gantikan dengan sebuah kalung dengan batu kristal berwarna aquamarine.
Tetapi kalung tersebut jatuh ke dunia manusia. Tepatnya di mansion megah yang berada di Tokyo, dan mengenai kepala seorang remaja yang memiliki surai berwarna merah dengan kedua mata merahnya, melihat kalung tersebut yang entah datang darimana dan mengenai kepalanya dia langaung mengambil kalung tersebut.
"Indah" ucapnya yang terpesona dengan kalung tersebut. Entah kenapa dia merasakan sesuatu yang mengharuskannya menjaga kalung tersebut yang berkahir dengan selalu dipakainya kalung tesebut oleh si remaja bersurai merah.
oOo oOo
Hutan terlarang barat Seirin
Mengepakan sayap putih indahnya dengan cepat di dalam hutan terlarang demi mencari satu eksistensi yang begitu penting untuk mereka.
'Dimana kau Pangeran' keluh Kagami dalam hati saat sudah hampir memasuki bagian terdalam dari hutan tersebut dan sama sekali belum menemukan keberadaan sang Pangeran.
"Aku tau hawa keberadaan sang Pangeran begitu sulit di deteksi. Tapi tidak untuk saat ini! Dimana kau Pangeran!" teriak Kagami yang mulai frustasi.
"Tenanglah Kagami, jika kau mengeluh begitu kita akan susah untuk mencari Pangeran" balas Izuki yang sudah menggunakan Eagle Eye nya untuk mencari keberadaan sang Pangeran.
"Maafkan aku senpai, tapi aku benar-benat cemas dengan keadaan Pangeran. Kalian tau sendirikan Pangeran Tetsuya itu bagaimana, dan setelah melihat keadaan Kerajaan yang seperti itu dan Kiseki no Sedai juga Pangeran Seijuurou seperti itu aku tidak bisa tenang" balas Kagami yang sudah sangat frustasi.
"Sabar Kagami, sebentar lagi kita akan sampai di Kerajaan Rakuzan. Dan semoga Pangeran Tetsuya ada di sana" balas Hyuga mencoba menenangkan.
Tidak beberapa lama setelah Hyuga berbicara. Akhirnya mereka sampai di Kerajaan Rakuzan dan perasaan kaget yang mereka dapatkan saat melihat Kerajaan Rakuzan yang sudah hancur walau tidak separah Kerajaan Seirin.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Izuki kaget dan cemas.
"Dari pada kita berdiam diri di sini sebaiknya kita cari keberadaan Pangeran Tetsuya" usul Kiyoshi.
Dan langsung Kagami dengan cepat melesat kedalam Kerajaan Rakuzan untuk mencari keberadaan sang Pangeran.
oOo oOo
"Ini dimana?" tanya Tetsuya yang tersesat di dalam hutan terlarang tersebut.
Setelah berjalan cukup jauh dari tempat kecelakaan saat dirinya tidak sengaja menabrak pohon yang berakhir dengan pergi berjalan kaki untuk sampai ke Kerajaan Rakuzan, Tetsuya malah tersesat di dalam hutan terlarang tersebut.
Kesal dan sedih bercampur itu yang sia rasakan sekarang. Dia kesal karna di saat seperti ini sayapnya malah patah dan berujung dengan tersesat di dalam hutan. Dan bersedih karena kejadian yang menimpa Kerajaan tercintanya. Entah kenapa takdir begitu senang mempermainkan dirinya sekarang. Dan saat rasa sedih itu lebih mendominasi, dia teringat dengan sang tunangan tercintanya.
"Hiks Sei-ku" tangisnya yang tiba-tiba kehilangan kekuatan untuk berdiri dan berakhir dengan terduduk sambil memeluk kakinya menahan suara tangis yang mengema di dalam hutan.
Teringat dengan wajah penuh kasih sang tunangan yang selalu menunjukan kasih sayang dan perlakuan lembut terhadapnya dan dia merindukan itu semua, namun sesaat dia juga teringat bagaimana wajah sang tunangan yang membentaknya denga wajah yang penuh dengan kekhawatiran.
"Aku merindukanmu Sei-kun"
"Tapi sayang kau tidak akan pernah bisa melihatnya lagi, Pangeran Tetsuya"
"Siapa?!" teriak Tetsuya yang merasakan ancaman di sekitarnya.
Dan seketika sang bayangan hitam yang sejak tadi mengejarnya pun muncul di hadapan Tetsuya.
"Si..siapa kau!" teriaknya yang mulai waspada.
"Siapa aku itu tidak penting tapi satu yang perlu kau ingat, tunangan tercintamu Pangeran Seijuurou sudah mati!" balasnya dengan tawa yang mengerikan.
"TIDAK!" teriak Tetsuya tidak terima "Sei-kun tidak mungkin mati!"
"Kau perli bukti Pangeran? Haha baiklah akan ku berikan" balasnya yang langsung melemparkan sebuah benda ke hadapan Tetsuya.
Bola mata birunya melebar melihat apa yang ada di hadapannya. "I...ini" ucapnya lirih saat melihat benda yang merupakan jubah kerajaan milik Seijuurou "Tidak mungkin ... Sei-kun tidak mungkin mati!" teriak Tetsuya di sertai dengan air mata yang mulai keluar.
"Sayang sekali Pangeran tapi ini adalah kenyataan dan sudah saatnya kau ikut menyusul Pangeran Seijuuro" ucapnya yang kemudian muncul sinar keunguan melingkari tubuh Tetsuya dan seketika
"AAAAAAHHHHHHH!" teriak Tetsuya saat sinar keunguan itu melingkari tubuhnya. Tanda kelahiran berbentuk kupu-kupu biru yang ada di dadanya pun bersinar.
"Hahahaa rasakan itu Pangeran! Dengan ini kekuatan dari inti jiwamu akan menjadi milikku!" ucapnya dengan tawa yang menggema di dalam hutan.
"Hentikan! Kumohon hentikan!" teriakan kesakitan dari Tetsuya sambil memegang tanda kelahiran yang berada di dada kirinya itu terus terdengan jelas di dalam hutan tersebut.
Terus dan terus hingga perlahan kesadarannya mulai menghilang, namun sebelum kesadaraannya hilang dengan sempurna Tetsuya mendengar sebuah suara yang memanggilnya.
'Tetsuya sadarlah Tetsuya! Kau harus pergi dan menghindar darinya! Tetsuya! Cepat pergi! Tetsuya!'
Dan setika sinar biru menyelimuti tubuh Tetsuya mengantikan sinar keunguan yang menyelimutinya. Dan saat Tetsuya kesadarannya kembali, Tetsuya memberikan Ignite Pass Kai nya dengan bola cahaya yang di buatnya
Saat sang bayangan hitam terkena bola cahayanya, Tetsuya segera pergi dari tempat tersebut namun sayang Tetsuya malah terjatuh ke sebuah jurang karena kesadarannya yang tiba-tiba hilang dan berakhir dengan dia yang menjadi sebuah burung merpati biru yang jatuh tepat di hadapan remaja bersurai merah Akashi Seijuurou.
TBC
