Fallen Angel 06 - Keanehan Akashi part 1
Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Pairing : AkaKuro
Rating : T
Genre : Drama, Romance, Friendship, Fantasy
Warning : Typo dimana-dimana XD
oOo oOo
Setelah mendengarkan penjelasan dari Izuki, semua yang ada di sana hanya bias terdiam. Para Kisedai tidak akan mengira bahwa Kuroko bukanlah seorang manusia melainkan adalah Malaikat Jatuh. Dan mereka akui kalau wajahnya memang seperti seorang malaikat walah selalu terlihat datar. Dan yang paling membuat mereka kaget bahwa tunangan Kuroko itu begitu mirip dengan kapten mereka, Akashi.
Jika mereka boleh berpendapat Akashi lebih pantas di sebut sebagai Raja Iblis dibandingkan dengan Malaikat. Jika di sekolah mereka ada penobatan Raja Iblis sedunia mungkin tanpa di seleksi Akashi akan langsung menjadi juaranya karna, walau mukanya tampan tetapi sangat menyeramkan dan akan tambah seram jika sudah bersama dengan gunting merahnya.
Saat para Kisedai sedang focus dengan pemikiran mereka masimg-masing. Akashi sejak tadi hanya focus memperhatikan Kuroko yang masih belum sadar. Entah kenapa saat melihat wajah Kuroko pertama kali Akashi selalu merasa bahwa dia harus melindunginya. Aneh memang tapi memang benar itu yang dirasakannya.
'Cepatlah sadar Tetsuya' ucap Akashi dalam hati sambil mengelus surai baby blue Tetsuya yang terasa begitu lembut.
"Anoo" satu suara keluar membuat keheningan yang sempat melamda itu hilang "Apa kami boleh tau, kenapa merek mengincar kekuatan Kurokocchi?" Tanya Kise.
"Kurokocchi? Siapa dia?" binggung para Ksatria Seirin.
"Tetsuya, Kuroko Tetsuya" tambah Akashi yang masih melakukan hal yang sama.
"Kenapa kalian memanggil Tetsuya-sama dengan nama aneh itu?" binggung Kagami.
"Aku yang memberikan nama itu, kenapa kalian keberatan? Lagipula Tetsuya menerima nama itu" balas Akashi dengan muka yang datar, namun kesal.
"Hahhh, walau warna mata kalian berbeda tapi tetap sama-sama kejam" kesal Kagami.
"Apa maksud mu itu nanodayo?" Tanya Midorima.
Sebelum pertanyaa Midorima terjawab, suara erangan pelan terdengar dari satu eksistensi yang sejak tadi tidak sadarkan diri, dan begitu mereka semua melihat kedua kelopak mata Kuroko terbuka mereka merasa lega. Namun satu kaya yang keluar dari mulu Kuroko membuat semua kembali terdiam.
"Sei-kun?" ucap Kuroko dengan suara pelan.
"Aku bukan tunanganmu Tetsuya" ucap Akashi yang memasang wajah datarnya.
Mencoba memfokuskan kembali pandangannya, dan begitu focus pandangannya telah kembali Kuroko kaget begitu melihat para pengawal nya ada di hadapan dia dengan muka cemas.
"Kagami-kun!" teriak Kuroko sambil bangun dari posisinya.
"Iya Tetsuya-sama?" balas memberikan hormat pada Kuroko dan di ikuti oleh Kiyoshi dan yang lain.
Melihat para setianya, Kuroko langsung turun dari kasur dan menyentuh wajah pengawalnya satu persatu. "Ini benar-benar kalian? Aku tidak sedang bermimpikan?"
"Ini memang benar kami Tetsuya-sama" balas Kagami dengan senyumannya untuk meyakinkan Kuroko.
"Di….dimana Sei-kun? Bukannya kalian di perintahkan Otousama untuk mengawal Sei-kun kemari?" Tanya Kuroko dengan wajah cemas. "Sei-kun baik-baik saja kan? Dimana dia?" Tanya Kuroko sambil mengenggam erat pundak Kagami. Di wajahnya yang datar tersebut terlihat jelas bahwa dia sedang merasa cemas dan khawatir.
"Katakan dimana Sei-kun, Kagami-kun!" teriak Kuroko.
"Maaf Tetsuya-sama, begitu kami sampai di Kerajaan pada malam hari Kerajaan Seirin sudah hancur dan Pangeran Seijuurou sudah-" belum selesai Kagami mengucapkan kalimatnya.
Tiba-tiba aura yang mencekam keluar dari tubuh Tetsuya yang mengeluarkan cahaya biru. Tanda kupu-kupu yang ada di dadanya pun ikut bersinar. Jika biasanya cahaya tersebut begitu menenangkan, maka cahaya yang sekarang adalah kebalikannya.
'Ga…gawat, sepertinya Tetsuya-sama sedang murka' keluh Kagami yang hanya bias terpaku di tempatnya.
"Katakan dimana Sei-kun sekarang" ucap Kuroko dengan suara yang terdengar begitu sinis.
"Katakan dimana dia Kagami-Kun!" Kuroko kembali teriak dengan aura yang semakin mencekam.
"Katakan atau" ucap Kuroko yang tiba-tiba mengeluarkan sebuah bola cahaya yang tiba-tiba berubah menjadi sebuah pedang, dan seketika pedang tersebut dia simpah di dekat leher Kagami.
"Kami mohon maaf Tetsuya-sama, tapi Pangeran Seijuurou sudah me…meninggal" ucap Kagami yang merasa Ketakutan.
"Tidak…itu tidak mungkin, Sei-kun tidak mungkin mati…..TIDAK!" teriak Kuroko yang siap mengaunkan pedangnya untuk menebas leher Kagami. Namun, sebelum pedang itu menebas leher Kagami, Akashi tiba-tiba memeluk Kuroko dari belakang dan menggumamkan sesuatu yang hanya bisa di dengar oleh mereka berdua saja.
"Hentikan Tetsuya, walau aku sudah tidak ada tapi aku tetap akan menjagamu" ucap Akashi di telinga Kuroko. Dan dengan seketika aura menyeramkan yang tadi keluar dari hilang seketika, dan Akashi masih belum melepaskan pelukannya pada Kuroko.
Semua yang ada di sana hanya bisa terdiam, dan untuk pertama kalinya Kagami bertetima kasih pada Raja Iblis jadi-jadian di hadapannya ini karena secara tidak langsung telah menyelamatkannya. Namun entah mata Kagami yang bermasalah atau memang warna mata Akashi yang ada di hadapannya itu berbeda warna mirip seperti warna mata Pangeran Seijuurou sedangkan seingat Kagami warna mata Akashi itu keduanya merah.
Sadar ada yang aneh dengan warna mata Akashi, Kagami langsung bangkit dan segera melepaskan pelukan yang menurut Kagami itu sudah terlalu lama. Begitu Kagami melepaskan pelukannya dia langsung melihat pada sepasang mata Akashi yang anehnya kembali berwarna merah. Kagami hanya bisa berdiam diri, kebinggungan melanda otaknya yang pas-pas'an itu.
"Apa yang kau lihat hah?" Tanya Akashi yang merasa rishi di tatap seperti menelanjangi begitu oleh Kagami. Tanpa pikir panjang lagi Kagami berhenti menatap mata Akashi yang sudah kembali menjadi warna merah.
"Te..Tetsuya-sama?!" panic Izuki yang melihat sebuah cairan keluar dari kelopak mata aquamarine nya.
"Hiks….hiks….maafkan aku Kagami-kun" ucap Kuroko sambil terisak. "Maaf aku hampi membunuhmu" lanjutnya.
"Ti…tidak apa-apa Tetsuya-sama, aku bisa memakluminya jika anda belum bisa merelakan Pangeran Seijuurou" balas Kagami mencoba menenagkan Kuroko yang terus menangis itu. Tapi tangis Kuroko tidak juga mereda. Mereka tau bahwa Kuroko sangat merindunkan sang Pangeran Rakuzan itu, tapi apa daya jika saat mereka sampai di Kerajaan Seirin tubuh kaku sang Pangeran beserta pengawalnya sudah ada di hadapan mereka.
Tidak hanya Kagami, Kiyoshi, Hyuga dan Izuki saja yang merasakan bagaimana sakit nya hati Kuroko, tetapi para Kisedai juga merasakan hal yang sama. Kise terlihat menangis melihat Kuroko yang di kaguminya seperti itu, Aomine mencoba acuh walau dia juga sedang menahan tangisnya, Murasakibara juga mencoba menahan tangisnya dengan memakan camilan yang entah darimana datangnya, dan Midorima terlihat acuh dengan keadaan Kuroko yang menangis, tetapi sebenarnya dia juga sama seperti yang lain hanya ke-tsundere-an nya sudah melekat jadi tidak terlihat.
Berbeda dengan Kisedai, Akashi hanya memperhatikan Kuroko dengan tatapan kosong seperti tengah memikirkan sesuatu. Entah di sengaja atau tidak Midorima melihat bahwa mata kanan Akashi berubah warna menjadi emas. Entah apa yang terjadi Akashi tiba-tiba menarik Kuroko yang sedang menangis dalam pelukan Kagami dan langsung mencium lembur bibir Kuroko.
Hening kembali melanda, semua eksistensi yang ada di sana berusaha mencerna kejadian apa yang terjadi di hadapan mereka. Apakah sebuah mimpi atau memang kenyataan Akashi tengah mencium bibir Kuroko. Sedangkan sang korban hanya bisa diam saat mendapatkan ciuman tersebut, dan entah kenapa Kuroko merasakan Akashi yang ada di hadapannya ini adalah tunangannya Seijuurou.
Mencoba untuk melepaskan diri dari Akashi yang entah kenapa tiba-tiba menciumnya, namun hanya dengan dua kata dari mulut Akashi dapat membuat Kuroko diam dengan tenang dan pasrah menerima ciuman tersebut.
"Tenang Tetsuya" ucap Akashi dengan suara pelan dan kembali mencium bibir lembut Kuroko namun dengan nafsu yang entah darimana datangnya itu. Sementara Kuroko hanya bisa pasra saja. Tidak mencoba berontak lagi dengan tindakan Akashi dan bahkan Kuroko malah menikmati ciuman dari Akashi yang terlihat begitu panas dimata Kisedai dan pengawalnya.
"Hnn~ A…Akashi-kun" desah Kuroko yang mulai kehabisan pasokan oksigen.
Kagami yang akhirnya telah kembali kesadarannya karna suara desahan Kuroko itu langsung menarik Akashi dan memukul pipi Akashi yang membuat sang empu yang menerima pukulan itu terlempar kebelakang dan langsung di tahan oleh Midorima. Dan seketika kesadaran semua yang ada di sana telah kembali.
"Oy Teme! Apa yang kau lakukan pada Tetsuya-sama hah?!" kesal Kagami.
Midorima, Murasakibara, Aomine dan Kise yang melihat Akashi di pukul sedemikian keras itu oleh Kagami hanya bisa terdiam dan berdoa semoga sang Malaikat penjaga itu dapat beristirahat dengan tenang. Tapi lain halnya dengan para Ksatria Seirin, mereka justru telah mengeluarkan pedang tajam mereka yang sedari tadi tersimpan di samping dengan tenang.
Namun, belum sempat mereka menyerang Akashi, lima gunting merah tiba-tiba melesat di sebelah mereka dan hamper mengenai mata kirinya. Seketika keringat dingin keluar dari tubuh mereka. Oke mereka lupa bahwa orang yang ada di hadapannya ini sama menakutkan nya dengan Pangeran Seijuurou. Dan sementara sang Korban hanya bisa teriam dengan wajah yang sudah memerah sama sekali tidak berniat untuk melerai.
"Kagami, kau tau balasan untuk seseorang yang telah memukulku sampai seperti ini?" Tanya Akashi dan aura yang begitu menyeramkan persis Raja Iblis yang pernah Kagami lawan dulu keluar dari dalam tubuh Akashi. Dan apa yang terjadi pada Kagami selanjutnya hanya Kisedai dan pengawal Kuroko saja yang tau.
TBC
