Siang yang cerah di langit kota Tokyo, terlihat seseorang dengan surai baby blue nya terdiam sambil memandang kelopak sakura yang berguguran. Begitu tenang suasana pagi hari tersebut, sebelum terdengar suara panggilan dari seseorang bersurai kuning cerah yang berlari menuju si surai baby blue.
"Kurokocchi!" teriaknya yang langsung memeluk satu eksistensi yang sedang duduk santai itu.
"Ohayou Kise-kun" sapa Kuroko dengan tenang.
"Apa yang Kurokocchi perthatikan-ssu?" Tanya Kise masih betah memeluk Kuroko.
"Memperhatikan kelopak bunga yang jatuh. Di tempatku dulu tidak ada bunga seperti itu" balas Kuroko masih memperhatikan kelopak bunga sakura yang berjatuhan.
"Eh? Memangnya di tempat Kurokocchi tidak ada bunga sakura?" binggung Kise yang masih tetap betah memeluk Kuroko.
"Hanya bunga berwarna putih saja, tetapi ada satu bunga yang berbeda warna di antara bunga yang pernah kulihat. Bunga itu memiliki banyak warna" jawab Kuroko dengan muka berbinar.
"Heeee~ itu pasti bunga yang indah" balas Kise sambil membayangkan bunga tersebut.
Focus dengan percakapan dan muka berbinar Kuroko, Kise tidak menyadari ada tanda bahaya yang sedari tadi menguar kuat dari arah pintu masuk kelas.
"Ryouta" dan seketika setelah mendengar namanya di panggil oleh suara yang begitu dia kenal, Kise langsung melepaskan pelukannya dan menengok pada suara yang memanggil dengan gerakan patah-patah.
"A…akashicchi" ucap Kise dengan suara yang bergetar.
"Ah, Akashi-kun. Urusan mu sudah selesai? Berapa lama lagi aku harus menunggu?" Tanya Kuroko dengan muka datarnya mengabaikan muka Akashi yang sudah seperti raja setan itu.
"Semua sudah di gym, Ryouta. Dan kau malah asik-asikan dengan Tetsuya?" Tanya Akashi dengan senyum yang menyeramkan.
"Ba…baik Akashicchi aku akan kesana sekarang" balasnya masih dengan suara gugup.
"Kalau begitu pergi sekarang dan ingat, latihanmu ku tambah 2 kali" ucap Akashi yang membuat Kise langsung pergi menuju gym.
"Akashi-kun, sampai kapan aku harus menunggu? aku bisa bosan jika terus di sini tanpa kegiatan" protes Kuroko dengan wajah datarnya.
"Tetsuya, sudah berapa kali ku bilang panggil aku dengan namaku" ucap Seijuurou sambil mengehela nafas.
"Tapi Akashi-kun itu bukan Sei-kun!"
"Apa yang kau katakan Tetsuya, aku Seijuurou tunanganmu" balas Akashi sambil memegang pundak Kuroko.
"Tidak! Sei-kun sudah mati! Dan kau hanya orang yang mirip dengannya!" elak Kuroko.
"Tetsuya, kumohon tatap mataku, aku ini benar-benar Seijuurou. Aku hanya meminjam tubuh Akashi untuk melindungimu, ku mohon percayalah Tetsuya" pinta Seijuurou.
"Tidak…..Sei-kun sudah mati! Jangan mengarang cerita Akashi-kun!" teriak Kuroko, menepis tangan Seijuurou dan pergi meninggalkannya sendirian di kelas.
"Tetsuya…" lirih Seijuurou mencoba menahan tangis nya.
Kesal, sedih itu yang Kuroko rasakan saat Akashi mengatakan bahwa dia adalah sosok tuangannya Seijuurou yang sudah meninggal. Kesal saat mendengarkan pernyataan dari Akashi dan sedih saat tau bahwa tuangannya itu memang sudah tiada.
Dia masih merindukan sosok yang sudah menemaninya sejak kecil, selalu melindunginya dari bahaya dan merupakan sosok yang sangat dia cintai. Tapi takdir berkata lain, saat Seijuurou datang ke Istana Seirin tepat saat itu terjadi sebuah penyerangan yang entah siapa pelakunya Kuroko tidak mengerti. Tapi kenapa semua orang yang berada di Istana dan Kerajaannya ikut menjadi korban? Bahkan sang tunangan ikut menjadi Korban dan hanya menyisakan Kuroko seorang.
Sibuk dengan kesedihan yang terus menerus ada di pikirannya tanpa sadar Kuroko masuk ke sebuah garis pembatas yang menghubungkannya dengan sebuah dunia ilusi yang di buat oleh seseorang.
"Kena kau Pangeran Tetsuya" ucapnya dengan seringai yang tercetak jelas di wajahnya itu.
oOo oOo
Fallen Angel 08 – Penyerangan (Bag. Awal)
Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Pairing : AkaKuro
Rating : T
Genre : Drama, Romance, Friendship
Warning : Typo dimana-dimana XD
oOo oOo
Entah apa yang terjadi pada kapten mereka sehingga berubah menjadi Raja Iblis, menyiksa mereka dengan latihan yang benar-benar melelahkan. Bahkan semua anggota inti mendapatkan jatah latihan yang lebih berat dari anggota lain. Terutama Kise yang mendapatkan hukuman dari Akashi sudah tergeletak tidak berdaya dengan nyawanya yang sudah terbang entah kemana. Anggota inti yang lain pun bernasib sama tergeletak tidak berdaya di lantai gym tapi tidak separah Kise.
Sungguh mereka berharap Kuroko datang agar mood si Kapten yang memang sejak awal sudah buruk dan menjadi lebih buruk ini kembali menjadi mood baik. Tapi sayang alasan Akashi berubah menjadi Raja setan ini karena bertengkar dengan si malaikat baby blue itu. Dan lenyaplah harapan mereka datap hidup dengan tenang saat ini.
Tidak tahan dengan sikap Akashi yang sedang dalam mood paling buruk, Midorima mencoba untuk menenangkan Akashi namun sayang jalan yang di pilih Midorima salah karena menanyakan alasan si Kapten bertengkar dengan malaikat jatuh Kuroko.
"Akashi sudahlah jika ma uterus seperti ini kita semua bisa mati kelelahan. Kau sudah seperti malaikat penjabut nyawa jika terus menyiksa kita seperti ini" keluh Midorima.
"Aku memang malaikat tapi bukan malaikat pencabut nyawa seperti yang kau tuduhkan dan sayang sekali aku bukan Akashi" balasnya dengan aura aneh yang menguar kuat.
"Apa maksudmu Akashi?" binggung Aomine dan di sambung dengan anggukan dari anggota yang lain.
Belum sempat Akashi atau lebih tepatnya Seijuurou menjawab pertanyaan Aomine, Akashi merasakan tanda bahaya yang akan mengancam tuangan tercintanya Tetsuya. Tanpa pikir panjang lagi Akashi (Pangeran Seijuurou) pergi keluar gym untuk mencari keberadaan Kuroko.
Binggung dengan sikap sang Kapten yang entah kenapa menjadi lebih aneh dari sebelumnya, dengan serempak mereka pergi mengikuti kemana Akashi berjalan.
oOo oOo
Terus berlari di koridor sekolah tidak membuat Kuroko sadar bahwa dia sudah terjebak di sebuah dunia ilusi, entah pikirannya kalut jika sudah menyangkut soal tuangannya Seijuurou. Terlalu lama berfikir tanpa sadar seseorang dengan surai merah darah muncul di hadapan Kuroko. Dan tanpa sengaja Kuroko menabrak sosok yang ada di hadapannya itu. Namun betapa kagetnya dia saat melihat siapa yang telah dia tabrak tadi.
Sungguh apa mata dia sedang mempermainkannya? Kenapa Seijuurou tuangannya yang seharusnya sudah tiada itu ada di hadapannya dan kenapa wajahnya terlihat bersedih sarat akah rasa bersalah yang besar. Dan tanpa sadar sosok yang ada di hadapannya itu memeluk tubuh Kuroko dengan erat.
"Maafkan aku Tetsuya" ucapnya.
"Se….Seijuurou?" ucap Kuroko dengan suara lirih.
"Iya ini aku Seijuurou, tuanganmu" balas Seijuurou sambil tersenyum lembut pada Kuroko.
Dan seketika Kuroko memeluk erat sosok yang ada di hadapannya. Ini nyata, sosok yang ada di hadapannya ini adalah Seijuurou orang yang dia sayangi.
"Maaf Tetsuya, aku telah meninggalkanmu. Tapi tenang saja aku akan selalu berada di sinimu dan tidak akan pernah meninggalkanmu lagi" ucapnya.
"Bernarkah itu Sei-kun? Kau tidak akan meninggalkan aku lagi?" Tanya Kuroko memastikan apa yang di ucapkan oleh sosk tunangan di hadapannya.
"Tentu Tetsuya, tentu saja" balasnya yang seketika mencium lembut bibir Kuroko.
Kuroko yang sama sekali tidak merasakan akan bahaya yang sejak tadi berada di sekiarnya menikmati apa yang tunangannya lakukan tanpa sadar sebuah senyuman terukir di bibirnya. Dan seketika tubuh Kuroko melemas dan cahaya pada matanya meredup. Seketika tubuh itu jatuh kepelukan Seijuurou.
"Hahahahahaa!" teriaknya setelah mengetahui Kuroko atau Pangeran Tetsuya terbaring tidak berdaya di hadapannya karena sihir yang dia gunakan. Bukan sihir biasa tapi sihir tersebut membuat jiwa Kuroko tersegel, terbukti dengan tanda kupu-kupu biru yang ada di dadanya berubah warna menjadi hitam.
"Tidur yang nyenyak Pangeran Tetsuya" ucapnya sambil mengelus pipi Kuroko yang tidak sadarkan diri. Dan seketika sosok yang seharusnya adalah Pangeran Seijuurou berubah menjadi sosok orang lain dengan surai hitamnya.
Namun sayang belum lama dia merasakan kemenangannya, Akashi dan para Kisedai datang mengahmpiri sosok yang sedang mengendong Kuroko yang tidak sadarkan diri itu di tangannya. Tanpa pikir pajang Akashi yang sekarang adalah Pangeran Seijuurou mengeluarkan sebuah bola api dari tangannya dan melemparkannya pada sosok dengan surai hitam di hadapannya.
Tetapi serangan tersebut berhasil di halau oleh seseorang yang datang dengan surai abu-abunya. Melindungi si surai hitam yang membawa 'barang' berharga mereka.
"Wah wah kita lihat ini, apa mungkin Pangeran Seijuurou?" ucap si surai abu-abu.
"Kau" geram Akashi yang melihat siapa sebenarnya sosok yang ada di hadapannya itu.
"Kerja bagus Haizaki dan oh, selamat datang Pangeran Seijuurou, atau harus ku panggil Tuan Muda Akashi?" ucap si sosok bersurai hitam.
"Hanamiya" geram Akashi "Kembalikan Tetsuya!" ucapnya dengan mengeluarkan bola api yang lebih besar.
"Sayang sekali aku tidak bisa memberikan 'barang' berharga ini padamu Tuan Muda Akashi" balas Hanamiya dengan senyuman mengejek.
Dan seketika kekesalan Akashi makin memuncak, tanpa pikir panjang lagi dia melemparkan bola api itu pada dua sosok di hadapannya. Namun sayang serangan tersebut kembali di halau oleh Haizaki, dan segera mereka berdua menghilang setelah asap yang di timbulkan dari bola api itu muncul.
Sadar bahwa musuh yang membawa pergi sang tunangan telah tiada, Akashi berniat mengejar namun sayang Akashi kehilangan jejak mereka.
"SIAALLLLL!"
TBC
