Disclaimer: Naruto Masashi Kishimoto.

Author: key sakura

Title : Bloody Love

Rating: 17

Genre: Action Romace

Warning: Typo dan gaje

#Chapter(1)

"Aaaakkkk!!!"

Teriak seorang gadis remaja berparas cantik berusia 14 tahun terdengar cukup nyaring, membuat semua penjaga di sekitar rumah mewahnya berlari serempak menghampiri arah suara itu berasal. Sejanta api lengkap yang mereka bawa telah siap ditembakan kearah beberapa orang berjas hitam, yang membawa gadis remaja itu masuk kedalam mobil

"Akkkk!!!, AYAHHH!!"

Teriaknya lagi. Diatas bahu pria berjas hitam, berbadan kekar itu gadis remaja yang memiliki rambut merah muda seperti cotton candy itu mengayun-ayunkan kakinya memberontak, berharap lepas dari cengkraman orang-orang yang tidak ia kenali itu.

"SAKURAA!!!"

Teriak Sang Ayah, diiringi jari telunjuk kanannya menarik pelatuk senjata api ditangannya.

Duwarr!!

Satu tembakan diluncurkan

Duwarr!!

Disusul para penjaganya, berharap orang-orang itu melepaskan gadis yang bernama Sakura.

Duwarr!!

Duwarr!!

Tapi orang-orang berjas hitam itu balas menembak. Dan menewaskan satu orang penjaga, beberapa pengawal dan bodyguard dikerahkan untuk mengejar gadis remaja cantik itu. Pasalnya, dia adalah putri dari seorang mafia di Konoha.

Lima mobil BMW berwarna hitam, melaju sangat cepat di jalanan yang ramai mengejar dua mobil jeep didepannya.

Tak peduli ada pedagang, kendaraan lain, bahkan pejalan kaki didepan mereka. Semuanya mereka tabrak dalam aksi kejar-kejaran itu.

Namun sang putri gagal diselamatkan, Kizashi Haruno pun murka dan berniat akan membunuh siapapun yang menculik putrinya itu.

Trriilit... Trriilit!!

Suara telpon masuk pun mewarnai kabut duka didalam ruangan Kizashi. Dengan cepat ia mengangkat telpon rumahnya itu.

"Halo!" Suara baritonnya yang tgas mulai terdengar saat menjawab telpon.

"Kizashi," sapa seseorang yang jauh disana, dengan lembut tapi dengan nada mengejek.

"Siapa kau ?" tanya Kizashi

"Kau lupa ?, Kau telah menghancurkan bisnisku" ucapnya.

"Fugaku Uchiha ?" gumam Kizashi saat menyadarinya.

"Rupanya kau masih mengingatku, kau harus membayar semua kerugianku. Kalau tidak," ucapnya terhenti

"Aaaaakkkk, Ayah!!! Tolong aku!!!" tiba-tiba, teriakan Sakura langsung menusuk jantung Kizashi. Membuatnya menuju puncak kemurkaanya.

"Kau menculik putriku ?" ucap Kizashi sambil menggeram marah.

"Hahahaaa... kau hanya memiliki waktu 24 jam, sebelum putrimu ku kirim ke neraka" ancamnya.

"Jangan berani-beraninnya kau menyentuh putriku!"

"Kalau begitu, kau siapkan uang 1 juta dolar, dan antarkan ke gudang kosong yang berada di timur kota Konoha. Kau harus datang sendiri kalau tidak, putrimu akan mati"

Tut..Tut..Tut..

"Hallo ?, halo ? Arrghh"

BRUAAAKK!!

Fugaku pun langsung menutup telponya. Membuat Kizashi sangat marah dan membanting telponnya.

Tanpa berpikir panjang Kizashi langsung menyiapkan uang 1 juta dolar, dan berniat pergi menemui Fugaku. Tentu saja, Kizashi tidak sebodoh itu, untuk menuruti permintaan Fugaku yang menyuruhnya datang sendiri. Ia menyiapkan strategi untuk melawan Fugaku. Sejumlah anak buahnya ia siapkan dan menyamar menjadi orang-orang biasa pada umumnya.

Kizashi melajukan mobilnya diikuti beberapa taksi, yang tidak lain dan tidak bukan adalah anak buahnya sendiri yang memang disengaja menyamar.

Sementara itu.

Putra Fugaku Uchiha yang bernama Sasuke Uchiha berusia 19 tahun, menatap Sayu kearah gadis yang telah ayahnya ikat di atas kursi kayu, di gudang tua itu. Fugaku sudah mendidik kedua putranya sejak dini untuk dapat meneruskan usahanya. Putranya yang satu ini penuh dengan tekanan karena tuntutan Fugaku untuk mengikuti jejaknya. Sebenarnya ia sangat terpaksa melakukan ini tapi, ia harus melakukannya karena harus melindungi ibunya sendiri dari kejahatan sang ayah. Mikoto Uchiha, selalu menentang bisnis ilegal yang dijalani oleh suaminya itu, dan karena itulah ia selalu mendapat siksaan dan di kurung di dalam sebuah kamar di rumah mewahnya.

Kakaknya yang bernama Itachi Uchiha berusia kira-kira 25 tahun, telah lama mengikuti jejak ayahnya itu. Lain halnya dengan Sasuke yang selalu merasa iba dengan setiap tawanan yang memberontak terhadap organisasi ayahnya itu. Itachi Uchiha terbilang sangat sadis kepada para pemberontak. Ia menjadi pembunuh berdarah dingin demi melindungi ayahnya. Bahkan kepada ibunya sendiri ia tidak perduli.

"Kakak, gadis itu masih kecil. Kenapa ayah menculiknya ?" tanya Sasuke dengan nada iba

"Sasuke, kau tau berapa kerugian yang Ayah tanggung karena ulah ayahnya itu ?"

"Tapi kak,"

"Sasuke, jika kau terus lemah seperti ini kau tidak akan pernah bisa menjadi seperti yang Ayah harapkan"

"Aku mengerti" ucapnya

Kizashi pun tiba di tempat yang telah Fugaku tunjukan. Dengan satu koper uang yang ia bawa, ia memberanikan masuk sendiri kedalam gudang itu. Sementara, para anak buahnya menyelinap masuk melalui jalan lain.

"FUGAKU!! AKU MEMBAWA YANG KAU MINTA. SEKARANG LEPASKAN PUTRIKU!!" teriak Kizashi. Suaranya menggema diseluruh ruangan membuat Sakura dapat mendengar suara Ayahnya itu dengan sangat jelas.

"Ayah ?" gumamnya pelan

"AYAHH!!!" teriaknya memanggil ayahnya, berharap Kizashi mendengarnya.

"Kizashi, akhirnya kau datang juga" ucap Fugaku dari atas (lantai dua).

"Dimana putriku ?"

"Letakan dulu uangnya disana"

Perlahan-lahan Kizashi pun meletakan koper uang itu diatas lantai yang penuh debu disana.

Dan beberapa orang, anak buah Fugaku pun datang mengambil koper itu.

"Mana putriku ?"

"Jika kau menginginkannya, cari saja dia" ucap Fugaku dengan kelicikannya dan mulai pergi meninggalkan Kizashi.

"Pembohong!!"

Duwarr!!

Duwarr!!

Kizashi pun mengangkat senjata apinya dan meluncurkan beberapa tembakan kearah anak buah Fugaku, hingga tewas. Sontak Fugaku pun mengangkat senjata apinya dan membalas beberapa tembakan pada Kizashi. Dan anak buah Kizashi yang tadi menyelinap kini ikut berbaur dalam baku tembak itu.

Duwaarr!!

Duwaarr!!

Kizashi berlari mencari Sakura, dan melepaskan ikatannya dan menyuruh Sakura lari meninggalkan ruangan itu.

Sasuke dan Itachi pun ikut campur kedalam baku tembak itu.

"Kau tidak akan bisa lari dari sini KIZASHI" bentak Fugaku sambil menodongkan senjatanya tepat dikepala Kizashi.

"Aku,..." gumam Kizashi pelan, dengan tubuh yang bergetar menahan amarahnya.

"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN MU HIDUP!!" teriak Kizashi. Dengan cepat ia menepis tangan Fugaku dan membuat senjata yang Fugaku todongkan terlempar jauh darinya. Dan Kizashi berbalik menodongkan pistol dikepala Fugaku.

"Seharusnya kau berpikir dua kali untuk melawanku" bisik Kizashi.

Mata Fugaku membulat dan tangannya mengepal erat, giginya gemertak penuh dendam.

"Ucapkan selamat tinggal pada dunia" lanjut bisik Kizashi dan detik berikutnya.

DUWARRR!!

Tepat dikepala Fugaku, Kizashi melepaskan tembakannya. Darah segar menciprati wajah Kizashi.

Brukk

Fugaku terjatuh diatas lantai gudang yang berdebu, dengan darah yang mengalir deras dari kepalanya.

"K-k--ka-u..." ucapnya lemah terbata-bata.

"P-pu-p-put-ra-ku...a-k-k-an...m-mem-ba-las-kan..den-damnya"

"Pergilah dengan tenang!"

DUWARRR!!

Kizashi kembali menembak Fugaku, tepat dijantungnya. Mengakhiri semua kehidupan Fugaku. Dan segera meninggalkannya.

"AYAHHH!!!" teriak Sasuke Uchiha, setelah mendengar suara tembakan yang Kizashi luncurkan pada Fugaku.

Duwaarr!!

Duwaarr!!

Sasuke dan Itachi meluncurkan beberapa tembakan pada Kizashi. Tapi sial!, mereka berdua tidak mengenai Kizashi yang berhasil lolos. Kedua putra Fugaku itu pun berlari cepat menghampiri ayahnya yang telah terkulai tak bernyawa disana.

"Ayah!, ayah bangunlah!!" ucap Sasuke yang menopang kepala ayahnya dipangkuannya.

"Ayahh!!" teriak Itachi

"Ayah, bangunlah!!, hikss" ucapnya lagi diiringi isak tangisnya yang mulai tak terbendung lagi.

"Sasuke," gumam Itachi menepuk bahu adiknya itu. Bagaimanapun, sejahat apapun, tetap saja Fugaku adalah seorang ayah untuk Sasuke.

"Tidak kak. Ayah!!, hikss"

"Ayah sudah tidak ada Sasuke!" tegas Itachi.

"AARRGGHH!!!!" teriaknya sangat nyaring, membuat gema ditengah kabut duka.

"Kau tau kan apa yang harus kau lakukan ?" tanya Itachi.

"Akan kuhabisi kau Kizashi!!!" ucapnya penuh amarah.

"Akan kubantai seluruh keluargamu, dan tak akan kusisakan bahkan satu orang pun" sumpah Sasuke.

Rasa kasih sayang yang ada dalam dirinya kini mulai berubah menjadi dendam. Rasa iba yang selalu menyelimutinya kini hilang ditelan amarahnya.

Apa yang akan Sasuke lakukan selanjutnya ?

TBC