Disclaimer: Naruto Masashi Kishimoto.

Author: key sakura

Title : Bloody Love

Rating: 17

Genre: Action Romace

Warning: Typo dan gaje

#Chapter(2)

6 tahun kemudian

"Sasuke," sapa Itachi seiring merentangkan tangannya menyambut kedatangan adiknya yang barusaja pulang dari luar negri.

Ya, Setelah kematian Fugaku, Sasuke dikirim ke luar negri untuk persiapan mental dan juga fisiknya yang sangat lemah. Mengingat Sasuke saat itu berusia 19 tahun, dan selalu merasa kasihan kepada setiap pemberontak bagaimana bisa ia membalaskan dendam ayahnya ?, Itachi tau kalau Sasuke tidak seperti dirinya yang sudah menjadi pembunuh berdarah dingin. Maka dari itu butuh waktu 6 tahun untuk Sasuke agar menyiapkan mental dan fisiknya untuk membalas dendam atas kematian ayahnya.

Kenapa harus Sasuke ?, padahal Itachi bisa melakukan pembantaian terhadap keluarga Haruno sendirian. Ya, Itachi menginginkan Sasuke sendiri yang membalaskan dendam ayahnya. Itachi ingin, Sasuke yang selalu merasa kasihan kepada setiap orang berubah menjadi monster seperti dirinya.

"Bagaimana pelatihanmu selama 6 tahun ini ?" tanya Itachi seraya duduk dikursi di halaman rumahnya.

Kemudian beberapa pelaynpun datang dengan membawa satu botol wine dan dua gelas kosong yang mereka letakan diatas meja disana.

"Aku belajar banyak disana" jawab Sasuke kemudian meneguk sedikit wine yang telah disajikan para pelayannya itu.

Itachi mengirim Sasuke ke luar negri bukan tanpa tujuan. Tapi, Sasuke di kirim kepada rekan bisnis ayahnya. Sasuke menjadi bagian organisasi mafia disana ia di bina untuk menjadi seorang pembunuh yang buas, dan keterlibatannya itu berhasil melahirkan Sasuke yang baru.

"Bagus!, apa kau sudah siap ?" tanya Itachi seraya melirik Sasuke dan menyeringai padanya.

"Aku rasa begitu" jawabnya dan kembali meneguk wine miliknya.

"Apa Ibu baik-baik saja ?" tanya Sasuke seiring meletakan gelas diatas meja.

"Tentu saja, aku menjaga Ibu sesuai dengan janjiku" jawab Itachi sambil menggoyangkan gelasnya yang berisi wine.

"Aku ingin menemui Ibu dulu, nanti kita bahas soal Kizashi" ucap Sasuke kemudian bangkit dari duduknya dan beranjak pergi meninggalkan Itachi.

"Hnn" gumam Itachi.

"Bagus, Sasuke telah menjadi seperti yang Ayah harapkan sebentar lagi Ayah, kau akan tenang disana" batin Itachi, diiringi seringai iblisnya.

Bloody Love

Dikediaman Haruno

Kizashi dan keluarga tampak sangat bahagia merayakan ulang tahun putrinya Sakura yang kini berusia 20 tahun. Sakura tumbuh menjadi gadis cantik yang pintar dan juga baik hati. Seburuk apapun Kizashi sebagai seorang Ayah. Tetap saja ia menginginkan hal yang terbaik untuk putrinya.

"Tiup lilinnya.. tiup lilinnya.. tiup lilinnya sekarang juga.. sekarang juga... sekarang juga..."

Suara sorak-sorai teman-temannya menyanyikan lagu ulang tahun terdengar sangat meriah, Sakura pun meniup lilinnya, dan tepuk tangan para tamu undangan pun memenuhi ruangan itu.

Alunan musik dansa, mengalun lembut mengiringi setiap tamu yang berdansa. Kizashi pun mencium kening putrinya diiringi Mebuki ibunya.

"Ayah, Ibu, terimakasih" ucap Sakura kemudian memeluk kedua orangtuanya.

Dipelukan Kizashi, Sakura merasakan suatu kegelisahan yang mengganjal dibenaknya.

"Ayah, jangan pernah tinggalkan aku" ucap Sakura.

"Sayang, apapun yang terjadi kau tetap putri Ayah yang sangat kuat dan tegar" gumam Kizashi, entah sebuah firasat atau memang karena pekerjaannya yang memang selalu membahayakan nyawanya, yang membuat Kizashi berkata seperti itu. Sakura tidak pernah tau dan tidak pernah di beri tau pekerjaan apa yang sebenarnya Ayahnya kerjakan.

Bloody Love

Pukul 23:00 pm.

Sasuke, Itachi dan kelompoknya tengah menyusun rencana di markasnya. Pembalasan dendam yang tertunda selama 6 tahun kini mulai mereka jalankan.

4 mobil BMW hitam melaju cukup cepat dijalanan kota Konoha. 4 mobil itu berhenti tepat disebrang jalan, didepan gerbang kediaman Haruno yang sangat mewah. Penjagaan ketat yang menjaga kediaman Haruno sangat menyulitkan untuk Sasuke dan anggotanya masuk. Sasuke memasuki gedung yang cukup tinggi disebrang jalan tepat didepan kediaman Haruno.

Sasuke mulai merakit senjatanya di atap gedung itu, karena darisana cukup terlihat jelas posisi para penjaga-penjaga itu.

Sasuke mulai membidik sasarannya dengan senjata sniper ditangannya.

JLEEPP!!

Satu tembakan dengan suara senyap ia luncurkan tepat dikepala sasarannya.

JLEEPP!!

JLEEPP!!

JLEEPP!!

Sasuke mulai menghabisi setiap kepala yang berdiri di halaman rumah besar itu. Sedangkan Itachi bertugas menyusup kedalam dan menghabisi setiap penjaga dengan tangannya.

Melihat semua penjaga yang bertugas jatuh Satu per Satu. Penjaga yang lainnya mulai bertindak dan menyalakan alarm bahaya.

Suara serine alarm pun menggema di setiap ruangan di rumah itu. Membangunkan Kizashi dan istrinya, serta Sakura putrinya.

DUWARR!!

Suara tembakan terdengar nyaring, diluncurkan oleh penjaga Kizashi kepada anggota kelompok Sasuke.

DUWAARR!!

BRUKK!!

Mendengar keributan yang telah dimulai didalam rumah besar itu, Sasuke pun segera beranjak menuruni setiap anak tangga menuju rumah tujuannya.

Sasuke menyusup kesetiap ruangan, sementara Itachi menghabisi setiap penjaga yang ada.

"HEII!!"

DUWARR!!

BRUUK!!

Sasuke menembak mati penjaga yang memergokinya kemudian ia bersandar ditembok, sesekali ia mengintip kearah belakangnya memastikan tidak ada penjaga lain yang akan menghalangi niatnya. Dengan senapan yang ia bawa, Sasuke langsung menuju kesebuah kamar yang berada dilantai dua. Beruntung!, kamar itu adalah kamar milik Kizashi Haruno.

Ceklekh..

Sasuke membuka pintu kamar sambil menodongkan senapan yang ia bawa tepat di kepala Kizashi. Bahkan Kizashi sudah siap dengan Kedatangan Sasuke dan berbalik menodongkan pistol ke kepala Sasuke.

"Kau ingat denganku ?" tanya Sasuke.

"K-kau ?" gumam Kizashi

"Ya, Sasuke Uchiha. Aku datang menuntut balas atas kematian ayahku!" ucap Sasuke

"Bunuh saja aku, dan lepaskan keluargaku" ucap Kizashi.

"Ouh, penawaranmu terlambat Kizashi" ucap Sasuke

Mebuki, istri Kizashi gemetar hebat ketakutan dan perlahan ia juga mengambil senjata api yang berada dilaci nakas dekat ranjangnya. Dan dengan cepat Mebuki juga menodongkan senjata itu ke kepala Sasuke.

Cklek

"J-jangan lakukan apapun!, a-atau k-kau akan mati" ucap Mebuki bergetar.

Tanpa diduga Itachi pun masuk dari jendela dan menodongkan senjata api ke kepala Mebuki.

Cklek

"Wah.. wah, drama yang sangat mengharukan" ucap Itachi menyeringai.

"Apalagi yang kau tunggu Sasuke ?" ucap Itachi

"Habisi saja dia! Dan aku akan mengurus yang satunya lagi" ucap Itachi tertuju pada Mebuki.

"Jangan lukai istriku, bebaskan dia aku mohon putriku akan sangat tersiksa jika harus hidup sendirian" ucap Kizashi memelas.

"Seharusnya kau juga memikirkan itu sebelum kau membunuh ayah kami" bentak Itachi.

"Sasuke, apalagi yang kau tunggu ? cepat habisi dia!!" perintah Itachi.

Cklek..

Mebuki menarik pelatuk senjatanya tapi, sangat di sayangkan ia telat beberapa detik dengan Itachi yang terlebih dahulu menarik pelatuk senjatanya.

DUWAAR!!

DUWAAR!!

Itachi menembak tepat di jantung Mebuki, dan ia berhasil menghindar dari tembakan Mebuki.

"Aakhh!!" Pekik Mebuki seiring terhempas keatas tempat tidurnya.

"KEPARATT!!"

DUWAARR!!

Teriak Kizashi dan melepaskan tembakan yang mengenai lengan atas Sasuke. Bagaimanapun Sasuke tetap belum bisa benar-benar membunuh rasa kasihan itu selalu melintas dibenaknya. Membuat Sasuke sangat berat untuk menarik pelatuk senjata api itu.

"Akhh!!" Pekik Sasuke

DUWAAR!!

Itachi menembak kaki Kizashi hingga lumpuh.

"Akkhh!" Pekik Kizashi

"Sisanya kuserahkan padamu!, kau harus menepati janjimu pada Ayah. Bantai seluruh keluarganya!" ucap Itachi dan segera melompat dari jendela meninggalkan mereka.

"Andai saja kau tidak pernah membunuh Ayahku. Mungkin ini semua tidak akan terjadi" bentak Sasuke dan detik berikutnya.

DUWAARR!!

Tepat dikepala Kizashi, sama seperti saat ia membunuh Fugaku. Sasuke melepaskan tembakannya.

"Aakhhh!!"

Sasuke pun menghampiri Kizashi yang sekarat diatas lantai yang dilumuri darah.

"Maafkan aku" ucap Sasuke.

"T-t-olong... j-jang--anh... s-s-sakith-i .. p-p-ut-t-trikuh.."

Sasuke terdiam sejenak mendengar pesan terakhir Kizashi. Dan ia pun mengusap wajah Kizashi menutup mata Kizashi yang melotot.

Kemudian Sasuke segera keluar dari kamar itu dan menuju kamar berikutnya.

Terlihat seorang gadis cantik, tengah duduk bergetar dipojok ruangan. Ia cukup takut untuk kabur dan melihat keadaan diluar. Terlebih lagi sekarang melihat Sasuke yang menodongkan pistol dikepalanya.

"J-jangan Sakiti aku hikss.." ucapnya bergetar diiringi isak tangisnya.

Tiba-tiba Itachi datang menghampiri Sasuke, dan...

DUWARR!!

Sasuke meluncurkan tembakannya kearah gadis itu dan segera menutup pintu kamar dan menghampiri Itachi.

"Apa sudah kau habisi semuanya ?" tanya Itachi.

"Ya, aku sudah menghabisi semuanya" jawab Sasuke.

"Putrinya ?" tanya Itachi.

"Ya, aku sudah menghabisinya. Mayatnya ada didalam" ucap Sasuke menunjuk pintu kamar yang ada didepannya.

"Bagus!, ayo pergi!" ajak Itachi

"Kau pergilah dulu, ada milikku yang tertinggal disini" jawab Sasuke.

"Baiklah, aku pergi dulu" ucap Itachi dan pergi meninggalkan Sasuke.

Setega itukah Sasuke membunuh Sakura ?. Gadis cantik yang dulu membuatnya merasa kasihan.

See u next chapter