Naruto Masashi Kishimoto
Story key sakura
Title Bloody Love
Rating 17
Genre Romance Action
[Saya tidak mengambil keuntungan materiel dari fanfiksi ini]
Warning: dapat menyebakan kebingungan, pusing yang berlebihan dan gangguan emosional. Apabila sakit berlanjut hubungi Author terdekat.
Happy Reading
Chapter 4
Di halaman rumah besar itu, Sakura duduk terdiam dibawah pohon Sakura yang cukup besar, emeraldnya menatap kelopak bunga Sakura yang berjatuhan tertiup angin. Sudah dua jam, sejak pukul 09:00 am tadi pagi sampai saat ini pukul 11:00.
Sesekali air mayanya menetes mengingat kematian orangtuanya.
"Tuhan, kenapa ini terjadi padaku ?, kenapa Ayah dan Ibu, harus pergi secepat ini ?..hikkss.." gumamnya disela isak tangis nya.
Bloody Love
"Ngh.." lenguhan pelan keluar dari bibir Sasuke, yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Sshhh" Sasuke meringis, memegangi lengan kanannya yang terluka. Kemudian ia segera memakai piama yang ada di dalam lemari pakaian di kamar itu, karena ia tidur tidak memakai baju, melainkan hanya mengenakan kaos putih dengan bercak darah.
Sasuke melangkah keluar dari dalam kamarnya dan menuju ruangan makan. Sudah ada Naruto disana, ya, Naruto Uzumaki si pemilik rumah itu. Sasuke duduk tepat dihadapan Naruto.
"Sedari tadi aku tidak melihat Sakura, kemana gadis itu ?" tanya Sasuke datar.
"Sejak tadi pagi, gadis itu hanya duduk diam dibawah pohon Sakura" ucap Naruto sambil melahap roti isi miliknya.
Mendengar ucapan Naruto, Sasuke langsung melirik kearah kanan, menatap kaca besar yang menunjukan pemandangan langsung ke halaman rumah itu. Terlihat Sakura masih terduduk disana. Sasuke meletakan kembali roti isi dengan ektra tomat kesukaannya, dan bangkit dari duduknya.
"Kau mwau kwemwana ?" tanya Naruto, sambil mengunyah roti dimulutnya.
"Menemuinya" jawab Sasuke sambil menatap Sakura yang jauh disana dengan kaca besar sebagai pembatasnya.
"Tunggu dulu!," ucap Naruto, dan meletakan roti isinya.
"Hnn?" gumam Sasuke dan memalingkan wajahnya menatap Naruto.
"Sebenarnya, apa yang terjadi ?" tanyanya. Sasuke hanya menghela nafas berat mendengar pertanyaan Naruto.
"Bukan apa-apa" jawab Sasuke datar.
"Teme, aku mengenalmu sejak kecil. Apa kau akan membohingiku kali ini ?, kau datang pagi-pagi buta, dengan lenganmu yang terluka dan gadis asing itu, bahkan aku belum pernah melihatmu berjalan bersamanya. Bahkan aku tidak tau kapan kau pulang dari Brazil" ucap Naruto panjang lebar membuat Sasuke duduk kembali dikursinya. Ya, itulah kebiasaan sahabatnya itu, sangat cerewet penuh tanya. Bahkan 6 tahun yang lalu, saat Sasuke pergi ke Brazil, Naruto mempertanyakan segalanya. Kenapa kau harus pergi ke Brazil ?, kenapa harus selama 6 tahun ?, kenapa, kenapa, dan kenapa. Banyak sekali yang Naruto tanyakan karena Sasuke tidak pernah memberitahu alasan kenapa ia melakukan semuanya itu.
"Kau ingin tau semuanya ?, bahkan pertanyaanmu 6 tahun lalu ?" tanya Sasuke.
"Tentu saja, kau belum menjawabnya selama 6 tahun" ucap Naruto.
"Baiklah!, dengarkan ini" ucap Sasuke, dan kemudian Sasuke mulai menceritakan semuanya.
"Aku baru pulang dua hari yang lalu, 6 tahun lalu, aku pergi ke Brazil karena perintah langsung dari Itachi, aku dikirim kesana sebagai alat untuk balas dendam atas kematian ayahku, dan sekarang aku kembali, menuntaskan semua yang tertunda selama 6 tahun" ucap Sasuke kemudian kembali menatap punggung Sakura yang jauh disana.
"Lalu, apa hubunganmu dengan gadis itu ?, dia kekasihmu ?" tanya Naruto.
"Ayahnya yang telah membunuh ayahku" jawab Sasuke.
"A-apa ??" Naruto terkejut dan membulatkan matanya.
"L-lau lukamu ?" lanjutnya.
"Semalam aku menghabisi kedua orangtuanya, sebagai rasa bersalahku, aku menyelamatkannya dan membawanya" jawab Sasuke dengan tatapan dinginya.
"APA ??, APA KAU SUDAH GILA ?, SEJAK KAPAN KAU JADI PEMBUNUH SEPERTI ITACHI ?, KAU TAU BAGAIMANA PERASAAN BIBI MIKOTO JIKA TAU KALAU KAU SEPERTI ITACHI ?" bentak Naruto
"Itu sumpahku pada Ayah, aku akan mambalaskan dendam atas kematiannya. Dan jika aku berubah pikiran, Itachi akan melakukan hal buruk pada Ibu" ucap Sasuke.
"Entah aku harus bersedih atau marah padamu, bisakah kau hentikan semuanya ?, hentikan bisnis ilegal ini yang dilanjutkan Itachi!" pinta Naruto.
"Berarti aku harus menghabisi Itachi" jawab asal Sasuke.
"Kau tidak harus selalu membunuh orang untuk menyelesaikan masalahmu Teme, banyak cara untuk menyelesaikannya"
"Bagaimana caraku menebus dosa-dosaku yang telah kulakukan ?" ucap Sasuke dengan nada membentak. Ia sangat kebingungan dengan apa yang telah terjadi. Memang akan lebih banyak korban jika ia membiarkan Itachi terus menjalankan bisnis itu. Tapi, bagaimanapun Itachi kakak Satu-satunya.
"Aku akan membantumu Teme" ucap Naruto.
"Untuk melawan Itachi ?" tanya Sasuke.
"Hmm" Naruto mengangguk.
"Kau gila ?, Itachi akan membunuh Ibu jika tau aku memberontak" ucap Sasuke.
"Sebelum itu, kita bawa bibi Mikoto pergi dari rumah itu" ucap Naruto.
"Baiklah aku akan memikirkannya lagi" jawab Sasuke dan kembali bangkit dari duduknya hendak pergi.
"Teme, aku harap kau memikirkan lagi ucapanku tadi, berhentilah mengikuti Itachi" ucap Naruto.
"Hnn" gumam Sasuke, dan melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Naruto di ruangan makan.
Bloody Love
Sasuke melangkah perlahan mendekati Sakura, dan duduk disampingnya.
"Kau sedang apa disini ?" tanya Sasuke tanpa melirik Sakura.
"K-kau ?" gumam Sakura menoleh kearah Sasuke.
"Panggil aku Sasuke" ucapnya.
"Eh??, S-sasuke" ucap Sakura.
"Sementara, kau tinggal dulu disini sampai keadaan aman" ucap Sasuke.
"Eh ?, t-tapi aku ingin pulang" ucap Sakura.
"Tidak bisa, kau harus mendengarkan perkataanku jika kau ingin selamat kau harus tetap tinggal disini. Nanti aku akan cari rumah" ucap Sasuke kini menatap Sakura.
"Mmhh ??, b-baiklah" jawab Sakura lemas.
Triling.. Triling..
Tiba-tiba ponsel Sasuke berbunyi, Sasuke segera mengambilnya dari dalam Sakunya dan aegera mengangkat telpon yang masuk itu. Dan melangkah menjauh dari Sakura
"Hallo ?" ucap Sasuke.
"Sasuke, dimana kau ?, dari semalam tidak pulang" tanya Itachi
"aku menemui Naruto dulu, memangnya ada apa ?, dari nada bicaramu, kau sperti ketakutan" ucap Sasuke
"Aku bukan takut, hanya saja aku sedikit khawatir" ucapnya.
"Khawatir ?, seperti bukan Itachi yang kukenal" ucap Sasuke
"Dengar Sasuke, karena semua tugas Ayah, aku yang ambil alih. Jadi kau harus menuruti semua perintahku!" ucap Itachi.
"Perintah apa lagi yang akan kau berikan padaku ?, tugasku telah selesai" ucap Sasuke.
"Tidak, tugasmu belum selesai, masih ada yang hidup dari keluarga Kizashi Haruno" ucap Itachi.
"Apa ??, apa maksudmu ?" tanya Sasuke
"Apa dia mengetahui tentang Sakura ?" gumam batin Sasuke.
"Sasori Haruno, putra pertama dari Kizashi Haruno, dia melayangkan ancaman kepada kita" ucap Itachi.
"Apa ??, apa maksudmu, aku tidak mengerti" ucap Sasuke sedikit berbisik, karena takut terdengar oleh Sakura.
"Aku tidak tau, tapi, seseorang telah mengancam kita atas kematian Kizashi. Ini tugasmu untuk menuntaskan semuanya, jika tidak, kau tau kan ?, Ibu ada bersamaku" ucap Itachi kemudian ia menutup teleponnya.
"Tapi kak, halo ?.. halo ??" tapi tidak ada jawaban.
"Agghh!!!, sial" gumam Sasuke.
Melihat kegelisahan Sasuke, Sakura bangkit dan menghampirinya.
"Ada apa ?" tanyanya dengan nada khawatir.
"Tidak ada" jawab Sasuke datar.
"Mmh" gumam Sakura
"Kalau begitu aku masuk dulu" ucap Sakura.
"Sakura ?" panggil Sasuke, menghentikan langkah Sakura.
"Ada apa ?" Sakura melirik kebelakang melihat Sasuke.
"Apa kau memiliki saudara ?" tanyanya.
"Hmm" Sakura mengangguk.
"Aku memiliki seorang kakak, dia bekerja di luar negri, di Amerika" jawab Sakura.
"Oh" gumam Sasuke
"Ada apa ?" tanya Sakura
"Tidak ada, masuklah!" ucap Sasuke. Sakura mengangguk pelan kemudian melanjutkan langkahnya memasuki rumah besar itu.
"Itachi benar, masih ada satu yang tersisa selain Sakura. Apa aku harus menghabisinya juga ?, aku harus cepat membawa Ibu keluar dari rumah itu (rumah Sasuke dan Itachi). Itachi tidak boleh mengetahui kalau aku menyelamatkan putri keluarga Haruno. Meskipun aku telah menghabisi keluarganya. Setidaknya, aku mendengarkan permintaan terakhir Kizashi" gumam batin Sasuke. Ia sangat berfikir keras untuk mencari jalan yang benar-benar harus ia tempuh. Apa ia harus mengikuti ucapan Naruto, untuk melawan Itachi ?, bahkan Sasuke tau, Itachi lebih buas dari seekor singa.
TBC
