My love begins with unlucky
Disclaimer: Furudate Haruichi
By: Step129807
Warning: Ooc, Ic, Typo
Chapter 2
"Kau tak apa?" Suara datar pria yang ditabrak Shouyou menyadarkannya. Pupil mata coklat besar itu pun membulat saat tahu siapa yang tengah memeluknya.
'Ada dua! Mereka ada dua!' Teriak Shouyou dalam hati.
Lelaki itu pun menyeringai tipis, Shouyou yang melihat seringai itu pun dibuat merinding. Shouyou pun bergegas melepaskan diri dan belari keluar.
"Ada apa dengan gadis itu? Apa dia takut dengan Osamu...? " tanya Atsumu.
"Mungkin dia mau boker... " kata Kageyama asal.
Osamu pun makin menyeringai lebar tanpa ketahuan dua lelaki kurang peka itu.
.
.
.
.
.
"Gila! Gila! Gila! "Ucap Shouyou dalam kecepatan penuh menuju Toilet. Perutnya sakit. Ini semua gara-gara dua orang itu. Bagaimana bisa Kageyama sang sahabat tercinta dan tersayang itu berteman dengan sang pemilik mobil yang telah dilecehkan oleh Shouyou! Sungguh dunia tidak selebar daun kelor.
"Au!" Shouyou kembali menabrak seseorang.
"Eh, maaf... Aku tidak melihat mu karena terlalu kecil... " ujar Tsukishima dengan nada mengejek andalannya.
"Hmm, tak apa..." ujar Shouyou dengan wajah yang mendadak tua.
"Oi, kau kenapa? " ujar Tsukishima bingung, tapi yang ditanya malah berlalu bergitu saja tidak mendengarkan lagi apa yang diucapkan sahabat asinnya.
Shouyou pun membasuh wajahnya di Toilet. "Cobaan apa lagi yang kau berikan Kami-sama, sekarang aku harus bagaimana..."
Shouyou pun berjalan keluar dan sekali lagi ia menabrak dada seseorang.
"Hai..."
Bulu kuduk Shouyou langsung berdiri ia pun menatap wajah pria setinggi 183 cm itu.
"Kenapa kau lari, hmm? Tidak mau tanggung jawab... " ujar Osamu sambil membelai pipi Shouyou.
"Hiiiiih!"
Shouyou pun mencoba lari, tapi belum sempat mengambil langkah seribu. Sebuah tangan kekar sudah menangkap pinggangnya dan mengangkat nya layaknya karung.
"Hey! Lepaskan aku!" Shouyou pun terus berontak sampai tidak sadar sepatunya terlepas sebelah.
"Tolong!" teriaknya, tapi tidak ada yang menggubris gadis mungil itu. Siapa juga yang bakal notice, mereka pikir kalian pasangan kekasih yang sedang bertengkar.
Osamu pun mengambil Handphone nya dan menelepon seseorang.
"Moshi moshi, ada apa samu?"
"Aku pulang, kau ikut Ushijima atau Kageyama-kun aja."
"Eh! Tunggu, itu kan mobil k-" Belum sempat Atsamu menyelesaikan perkataannya sang kembaran langsung saja mematikan panggilnya.
"lepaskan!" teriak Shouyou lebih kencang lagi dan membuat Satpam yang berjaga-jaga mendatangi mereka berdua.
"Ano, ada apa ini? Kenapa Hinata-chan kau angkat seperti itu?"
"Asahi-san tolong aku!" ujar Shouyou dengan nada memelas.
"Ah, maaf kalau kekasih ku sangat ribut. Kami baru saja bertengkar. Dan aku mau menyelesaikannya, tapi dia tidak mau mendengarkan penjelasan ku." Ujar Osamu dengan nada yang datar tapi tetap meyakinkan, tangannya pun sambil menepuk-nepuk pantat shouyou.
"Kyaaa! Bohong! Itu bohong!"
Azumane yang mendengarkan pun hanya bisa mengela nafas dan menatap Shouyou.
"Hinata-chan, kau harus mendengarkan dulu penjelasan pacarmu. Jangan keras kepala yah, kalau begitu saya Permisi dulu" ujar Azumane sok bijak.
"Eh! Asahi-san tidak percaya padaku! Asahi-san! " teriak Shouyou.
.
.
.
.
.
"Cih, Baka Samu! Dasar saudara durhaka! Tobio-kun apa kau masih lama disini?"
"Hari ini dosennya tidak masuk jadi aku mau langsung pulang saja."
"Aku ikut yah, mobil ku dibawa Osamu... "
"Pulang saja dengan Ushijima-sensei."
"Dia pulangnya masih lama."
"Mobil ku jelek, tidak mewah seperti punyamu."
"Aku mau pulang dengan Tobio-kun."
"Menjijikan senpai, aku tidak mau pulang denganmu."
"Tapi aku mau pulangnya dengan mu..."
"Tidak."
"Iih, Tobio-kun jahat! Aku ngambek nih! "
"Tidak peduli."
"Ikut Yah..."
"Enggak... "
"Yah..."
"Enggak. "
Mereka terus seperti itu tanpa sadar sudah ada Ushijima yang berdiri didepan pintu memperhatikan mereka berdua.
"Menjijikan, dasar Maho..."
"Eh? Ushijima, ini hanya bercanda... "
"Ushijima-sensei, tolong aku dari predator ini..."
"Oi!"
"Atsumu kau apakan murid ku?"
"Sudah ku bilang itu hanya bercanda! Yang aku mau hanyalah ikut nebeng!"
Semi yang kebetulan lewat pun hanya bisa sweatdrop melihat drama dadakan itu. "Aku nggak kenal mereka, nggak kenal." ucapnya sambil berlalu.
.
.
.
.
.
"Kau mau membawaku kemana? Turunkan aku! Ini namanya penculikan... " teriak Shouyou sambil mewek dan yang ditanya diam aja.
"Aku ngamuk nih!"
"Silahkan saja dan biaya kerugian yang harus kau bayar makin besar."
Shouyou pun langsung diam dan memperhatikan jalanan yang mulai sepi.
"Eh, ini kemana? Ini jalannya kok makin sepi?"
Osamu pun membelokan mobilnya kearah sebuah gerbang yang sangat besar yang dibaliknya hanya ada tanah kosong.
'Kami-sama, Kaa-chan, Tou-chan, Natsu, Kageyama, Tsukishima! Siapa pun tolong aku! Sepertinya aku mau dibunuh, aku janji enggak bakal ngutang lagi, enggak bakal boros saat belanja makan, enggak bakal muntah sembarangan tempat lagi...'
Osamu pun menghentikan mobilnya dan menatap Shouyou disampingnya.
"Kenapa kita berhenti disini... "
"Ini tanah milik ku, sangat sepi yah..."
Shouyou menahan nafasnya dan sedikit melebarkan matanya, ia menatap Osamu was-was bercampur takut.
"Kira-kira apa yang bisa aku lakukan dengan mu, hmm?"
Jok tempat duduk Shouyou pun diturunkan dan tiba-tiba saja Osamu sudah diatas tubuh gadis mungil itu.
"Hiiih!" teriak Shouyou ketakutan dan membuat Osamu menyeringai lebar.
.
.
.
.
.
"Tobio-kun nanti kita mampir ke Starb*cks dulu yah, aku mau beli puding..."
"Ha'i."
"Heh! Siapa yang membuang sepatu sembarangan? Aku hampir terjatuh kerena menginjaknya..." ujar Atsumu sambil memungut sepatu wedges berwarna putih itu.
"Senpai, bisa aku liat sebentar? Itu seperti sepatu teman ku." Kageyama pun memperhatikan sepatu itu dengan serius. 'Ini kan sepatu kesayangan Hinata, belum lunas lagi bayarannya.'
"Hmm, Tobio-kun? " panggil Atsumu pun memotong lamunan Kageyama, ia meletakkan sepatu itu didalam tasnya.
"Ayo, senpai..." ujar Kageyama yang menyampingkan firasat tidak enaknya.
.
.
.
.
.
"Apa kau mau bertanggung jawab, hmm?" bisik Osamu ditelinga Shouyou.
"Maaf sudah mengores mobil mu, aku akan membayarnya dengan menyicil." Ujar Shouyou sambil menahan geli saat merasakan nafas Osamu di lehernya.
"Uangmu tidak akan cukup... " Osamu pun menatap wajah Shouyou, ibu jarinya mengusap bibir bawah Shouyou.
"Aku tau bagaimana caranya kau akan membayarnya... "
"Hmm!" Osamu pun menempel bibirnya diatas bibir Shouyou, saat Shouyou ingin memberontak kedua tangannya dicengkaram erat oleh tangan kanan Osamu. Dan tangan kirinnya sedang sibuk mengelus dan mencekaram pinggang nya, tangan itu terus naik sampai kebagian paling menonjol ditubuh Shouyou. Ia meremas bongkahan daging besar itu dan membuat Shouyou memekik dan berontak. Kesempatan ini tidak di sia-siakan Osamu, ia memasukkan lidahnya dan mengobrak abik isi mulut Shouyou. Saat dirasanya gadis itu mulai kehabisan nafas, barulah Osamu melepaskan pagutannya. Memberikan gadis itu waktu beberapa detik sebelum kembali menyerang bibir yang mulai memerah dan membengkak itu.
Dan setelah sekian menit lamanya, Osamu akhirnya melepaskan ciumannya dan matanya bergerak memperhatikan bagaimana bibir memar basah gadis di depannya langsung terbuka lebar mencari pasokan udara. Dari sudut bibir gadis itu, saliva mengalir turun membuat jalur kecil menuju dagu. Ia pun menjilat saliva yang mengalir itu sambil meremas dada Shouyou.
"Ah! Lepaskan brengsek!"
"Kau bisa membayar kerugian yang aku alami dengan ini, Sayang... " bisiknya sambil mengecup leher jenjang Shouyou. Dan detik itu juga Shouyou menebak kalau ibunya lupa mendoakan keselamatannya untuk bulan ini saat mengunjungi kuil.
.
.
To be continued
Author note:
Aku liat loh banyak yang baca Fic buatan ku dan aku sangat berterimakasih, tapi yang review cuma satu...
padahal review nya kalian membuat ku tau dimana letak kesalahan ku dalam menulis fic ini dan membuat aku tambah semangat membuat kelanjutannya loh...
Jadi aku mohon bangat di review yah...
