My love begins with unlucky

Disclaimer: Furudate Haruichi

By: Step129807

Warning: Ooc, Ic, Typo

Explanation:

Flashback: ...

Falshback end: ...

Chapter 3

"Kau bisa membayar kerugian yang aku alami dengan ini, Sayang... " bisiknya sambil mengecup leher jenjang Shouyou. Dan detik itu juga Shouyou menebak kalau ibunya lupa mendoakan keselamatannya untuk bulan ini saat mengunjungi kuil.

.

.

.

Entah kenapa perasaan Kageyama enggak enak dari dia pulang tadi, padahal sudah ditraktir Frappuccino sama Atsumu tapi tetap aja perasaan menganjal ini tidak hilang-hilang. Ia pun membongkar isi tasnya dan menemukan sepatu wedges Shouyou.

DEG!

Perasaan tidak nyaman itu terus menjadi-jadi dia pun menelpon Shouyou.

"Moshi moshi," Suara Shouyou yang agak serak sama seperti habis menangis membuat Kageyama khawatir.

"Oi, Kau kenapa?"

"Kageyama..." Shouyou pun mulai menangis lagi.

"Tunggu aku akan kesana."

Kageyama pun dengan terburu-buru keluar daripintu Apartemennya. Saat sudah setengah jalan handphone Kageyama bergetar lagi.

"Moshi-moshi, ada apa Hinata?"

"Tolong sekalian bawakan makanan aku lapar."

perempatan siku-siku pun muncul di pelipis Kageyama.

"Kau menangis bukan karena lapar kan?"

"Tentu saja tidak, hanya kebetulan saja aku lapar..."

"Boge! Aku akan membelikanmu kare! Boge!"

"Makas-" Belum selesai Shouyou mengucapkan terimakasih Kageyama sudah menutup telponnya.

.

.

.

.

.

"Ih! Kageyama kok gitu... "

Shouyou pun menghela nafas dan menatap langit-langit apartemen kecilnya, pikirannya melayang saat bersama Osamu tadi.

...

"Aku akan membayarnya mengunakan uang ku sendiri! Aku tidak mau dibeginikan!" ucap Shouyou sambil menangis.

"Aku tidak mau uang mu, terima saja nasib mu..." sahut Osamu dingin.

"Kau brengsek! Kau pikir aku wanita murahan! " Shouyou pun memukul dada Osamu yang masih diatas tubuh mungilnya.

"Kau tidak murahan Sayang, karena hanya aku yang menyentuh mu." Osamu pun mengecup hidung mungil Shouyou sebelum kembali ke kursi mengemudi.

"Asin! Lap dulu hidung mu, ada ingusnya... " Osamu pun memberikan tisu untuk gadis yang masih menangis itu.

'Jadi ingus itu rasanya asin.' gumam mereka berdua dalam hati.

"Apa hubungan mu dengan Kageyama-kun?"

"Bukan urusan mu... "

Mendengar jawaban yang kurang mengenakan Osamu pun menatap tajam Shouyou.

"Hiii! Dia sahabat ku dari kecil!" teriak Shouyou ketakutan.

"Pacar punya?"

Shouyou hanya menggeleng lemah.

"Bagus, siapa saja teman pria mu?"

"Kageyama, Tsukishima and Yamaguchi."

"Hanya itu?"

Shouyou pun menganggukkan kepalanya.

"Jangan pernah mengadukan perbuatan ku ini kepada siapapun, mulai sekarang kau adalah kekasih ku."

"Eh! Aku enggak mau jadi pacar mu... " Shouyou pun menggeleng dengan cepat.

"Kau harus mau, kalau tidak belikan aku mobil baru merek Maybach Exelero. Itu sama seperti yang kau gores waktu itu." ucap Osamu, ia pun mengusap kepala orange itu dengan lembut. "Kau mengerti kan, Sayang..."

"Itu namanya pemaksaan! "

"Mengerti kan, Sayang..." ulang Osamu dengan nada yang dingin.

"Hiii, Iya... "

"Aku lupa menanyakan nama mu, Siapa nama mu?" ujarnya sambil memutar stir mobil nya megarah keluar gerbang.

"Hinata Shouyou... " ucap Shouyou sambil menahan sakit perut mau boker. Efek samping karena ia kebanyakan merasakan takut hari ini.

"Nama ku Miya Osamu. Tunjukkan arah tempat tinggal mu."

.

.

.

.

.

Mobil berwarna merah itu pun berhenti didepan gedung apartemen sederhana, saat hendak membuka pintu mobil Shouyou dicegah Osamu.

"Berikan handphone mu." ucap Osamu dengan nada memerintah namun masih ada nada malasnya juga. Karena takut di iya-iya kan lagi Shouyou pun dengan cepat memberikan handphone -nya.

Ai yai yai, I'm your little butterfly~

Shouyou pun hanya bisa sweatdrop mendengar nada dering Osamu.

'Cakep cakep tapi aneh kamu bang, hobi makan micin yah...' pikir Shouyou.

"Itu nomor telpon ku, mulai sekarang aku lah yang akan mengatar dan menjemput mu kemana pun." ucap Osamu dengan nada yang mutlak tidak bisa dibantah.

'Terserahmu, Bang...'

Shouyou pun keluar dan melihat mobil mewah itu melaju menjauhi dirinya, ia pun mulai menangis meratapi nasib sialnya.

...

TOK! TOK! TOK!

Suara ketokan kasar pada pintu apartemennya membuyarkan lamunan Shouyou.

"Iya, iya! Pintu ku bisa rusak tau!" teriak Shouyou.

Ia pun membuka pintu itu dan langsung disambut wajah Kageyama yang kasut. Sang tamu langsung saja Masuk dan duduk lalu menaruh bungkus makanan keatas meja Shouyou.

"Oi! Ganti baju mu. Kenapa kau harus pakai baju yang seperti itu terus setiap kali aku datang." ucap Kageyama saat melihat pakaian yang dipakai Shouyou.

"Apa yang salah dengan baju ku." balas Shouyou sambil menatap bajunya.

Gadis mungil ini hanya mengunakan tank top berwarna merah dan pants berwarna hitam.

"Walaupun kita sudah berteman dari kecil tetap saja aku ini seorang pria yang sehat, kau mau aku grep grep... " Kageyama pun membuat kedua tangannya bergera meremas-remas udara.

"Kau bilang tidak akan pernah nafsu pada ku."

"Dada mu tambah besar, aku jadi pengen memegangnya."

Sepontan saja Shouyou langsung menutup dadanya dengan kedua tangannya.

"Kageyama hentai!" teriak Shouyou, ia pun berjalan dengan cepat kearah lemari dan langsung berlari kearah kamar mandi. Kageyama yang melihat pun sedikit menyeringai.

Setelah mengganti pakaian Shouyou pun langsung memakan makanan bawaan Kageyama.

"Jadi kenapa kau menangis saat ku telpon, hmm?"

Shouyou pun sedikit tersentak dan membuat kerutan kecil di dahi Kageyama.

"I-Itu ka-karena... " Shouyou meneguk kare yang ada di mulutnya dengan susah payah,

"Aku kehilangan sepatu kesayangan ku!" ucap Shouyou dengan kaku.

Kageyama pun mengambil sesuatu didalam tasnya dan menyerahkannya pada Shouyou.

"Eh! Kau menemukannya yah, makasih Kageyama..." ucap Shouyou sambil tersenyum lebar.

"Kenapa itu bisa lepas?"

DEG!

Shouyou pun menjadi gugup, ia pun menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Itu karena aku berusaha lari dari paman penjual di kantin, aku ditagih hutang sama dia." ucap Shouyou sambil ketawa gaje.

"Cih! Berapa kali aku bilang perutmu itu dikondisikan! Ngutang terus, kasihan paman Tanaka engga dapat untung gara-gara kau, Boge!"

"Tapi kan sudah aku bayar pakai uangnya Tsukishima..."

"Boge!"

.

.

.

.

.

Kalau ada yang bertanya kenapa badan Shouyou tidak pernah gemuk walau makannya sangat banyak, jawabnya gampang. Shouyou itu kalau olahraga minimal jogging nya 6 km, seperti sekarang waktu baru menunjukkan 06.00 masih sangat pagi. Ayam baru mau berkokok, tapi Shouyou sudah berlari 3 km kuat kan? Dulu waktu masih Sma bukan hanya ikut ekskul voli putri tapi ia juga masuk ekskul voli putra, kenapa bisa masuk voli putra? Ya karena Shouyou itu kohai-nya kesayangan Sugawara, setiap kali liat Shouyou naluri keibuan Sugawara keluar rasanya mau meluk Shouyou aja, sampai pelatih Ukai aja nggak berani menegur kalau Sugawara berkehendak.

Daichi dan yang lainnya sebenarnya curiga kalau Sugawara itu sebenarnya modus tapi yang namanya Sugawara sudah berkehendak maka tidak ada ada yang berani membantah, bahaya kalau di bantah bisa terjadi perang dunia ke 3.
Okey, balik lagi ke Shouyou yang sudah menempuh jarak 4 km, namun ia berhenti berlari saat mereasakan Handphonenya bergetar.

'Siapa sih pagi-pagi begini yang nelpon?' Batin Shouyou.

'Ayang? Sejak kapan aku punya ayang?' ia pun dengan ragu menjawab.

"Moshi Moshi, Hinata desu..."

"Hm, apa hari ini kau ada jadwal kuliah?"

"Eh, i-ini O-Osamu-kun?"

"Apa kau ada jadwal kuliah hari ini?"

"Hari ini tidak ada, tapi aku ada janji den-"

"Kalau begitu kau akan bersamaku seharian."

"Tapi aku sudah janji dengan Kiyoko-san untuk menemani membeli buku." ujar Shouyou sambil menghentakkan kakinya.

"Baiklah, aku akan melaporkan mu ke polisi." Suara datar bernada ancaman itu pun membuat Shouyou ketakutan, tiba-tiba saja perutnya sakit.

"Baiklah aku akan bersamamu... " bisiknya sambil menahan ingin boker.

"Aku jemput kau jam 10, sampai jumpa nanti Sayang." Shouyou pun mendengar nada kecupan di Handphone yang menurut gadis imut itu malah menyeramkan.

Setelah sambungan dari Osamu terputus, Ia pun mencari kontak seseorang.

"Moshi-moshi, Shouyou ada apa menelepon pagi-pagi sekali?"

"Kaa-chan, aku kan pernah bilang jangan sampai lupa mendoakanku supaya aku terhindar dari kesialan. Pasti kaa-chan lupakan?"

"Hmm? Kaa-chan selalu mendoakan mu kok? Mungkin kau sedang lelah saja karena tugas mu, sudah dulu ya, Kaa-chan mau membuat sarapan untuk Tou-chan dan Nat-Chan."

"Hm, baiklah Kaa-chan."

"Aku sayang kamu~"

"Aku juga... " Shouyou pun berlari ke rumah dengan mewek. Ia tidak percaya kata-kata ibunya, ibunya pasti bohong. Buktinya ia Ketiban sial dan parahnya lagi Shouyou dipaksa menjadi kekasih lelaki macam Osamu.

"Nasib-nasib..." bisiknya.

.

.

.

.

.

Osamu pernah di bilang Papahnya.

'Kalau nanti kamu ketemu gadis yang kamu suka, lansung ambil aja. Jangan kelamaan pdkt kalau perlu hamili aja ceweknya supaya nikahnya dengan kamu aja.' begitulah amanat sang Papah yang sangat tidak patut di coba, meskipun begitu Osamu sedang ingin melakukannya pada gadis mungil berambut orange itu.

Sang Papah juga pernah bilang. 'Cewek itu hatinya lembut. Kalau dia bilang dia tidak suka kamu, Langsung aja lempar dia keatas ranjang. Kadang cinta itu bermulai dari ranjang.' Osamu pun tersenyum mengingat nasihat sang Papah yang sekali lagi tidak patut di contoh.

Osamu kamu nggak berencana menghamili Shouyou kan?

Osamu sekali lagi melihat pantulannya di cermin dan tersenyum dengan tipis. Sang kembaran yang kebetulan melihatnya dari belakang pun merinding. Atsumu pasti berpikir kalau kembarannya ini sudah gila.

"Ngapain kau disitu? Itukan puding ku." Osamu pun menatap sang kembaran yang wajahnya sok polos itu.

"Ini pudingku, puding mu masih dalam kulkas. Kau juga ngapain memakai jaket ku?"

"Pergi sana..."

"Mentang-mentang udah punya apartemen sendiri main mengusir aja, belum punya apartemen sendiri." Ujar Atsumu sambil berekspresi imut yang menurut Osamu malah membuatnya enek.

"Najis! Pergi sana, aku mau membawa pacar ku kesini."

Atsumu pun berwajah horor saat mendengar perkataan kembarannya.

"Eh? Aku enggak salah dengar kan? "

"Tidak, pulang sana..."

Osamu melewati Atsumu dengan santai nya tanpa peduli seperti apa wajah kembarannya.

"Kau tak berencana mengikuti nasihat Papah kan? "

Osamu pun berhenti sesaat dan berbalik menatap Atsumu sambil menyeringai lebar.

"Sebagai anak yang baik kita harus mengikuti apa kata orang tua kan."

Shouyou persiapkan rahimmu untuk melahirkan anak yang sehat dan cerdas yah...

.

.

.

.

.

"Hallo, pemirsa yang berbudiman, bertemu lagi dengan saya Reporter Akaashi Keiji. Hari ini saya akan memberitahukan pemenang voucher berhadiah 7 miliar. Langsung saja bagaimana berasaan anda memenangkan hadiah 7 miliar Bakuto-san?" seorang Reporter cantik padahal dia laki terlihat tengah menyodorkan mikrofon kepada laki-kali bermata burung hantu disampingnya.

"Aku sangat beruntung, hey! Hey! Hey! Padahal aku cuma dapat dari Voucher yang jatuh dijalan hahahaha!"

"Jadi maksudmu, kau mengambil sesuatu yang seharusnya milik orang lain, Bokuto-san?"

"Akaashii! Jangan bertanya seolah-olah aku pencuri!"

"Sekian dan terima kasih atas perhatian para permisa dirumah. Saya Akaashi keiji melaporkan."

"Hey! Akaashi dengar kan ak-"

Saluran berita itu pun berganti menjadi iklan komersial, Shouyou yang menonton pun hanya bisa menatap iri televisi didepannya.

"Enaknya, yang aku dapatkan malah menggores mobil mewah orang sialan itu." bisiknya sambil memasang Lip Tint berwarna pink.

TOK! TOK! TOK!

Shouyou pun bergegas membuka pintu dan dihadiahi kecupan manis di bibir oleh Osamu.

"Kau sudah siap, Sayang? " tanya Osamu.

"Tunggu aku mengambil tas ku dulu."

Setelah mengambil tasnya tangan mungil gadis itu pun digengam dengan lembut oleh Osamu, Shouyou pun sedikit tersipu karena perilaku manis Osamu.

"Kita kemana?"

"Kerumah ku, ayo nonton film bersama... "

Hati-hati loh dia itu berniat menghamili mu.

.

.

.

.

.

"Katanya mau nonton, kenapa kau malah sibuk dengan laptop mu?" tanya Shouyou dengan nada kesal. Ia bosan sudah menunggu Osamu yang sedang bermesraan dengan perkerjaannya. Tau begini lebih baik dia pergi dengan Kiyoko-san aja.

"Tunggu sebentar... " sahut Osamu lembut Shouyou pun merasakan handphone miliknya bergetar.

"Moshi-moshi, ada apa Kageyama?"

"Dimana kau? Tidak kuliah?"

"Hari ini tidak, apa kau sudah makan?"

"Sudah, ingat senin bayar hutang mu dengan Tsukishima, tuh orang nya marah-marah."

"Iya cerewet deh... "

"Hm, sudah dulu ya, bye..."

"Bye Bakayama... "

Shouyou pun terkejut saat melihat Osamu yang berdiri didepannya dengan tatapan marah.

Pria itu menggeram dan mengangkat tubuh Shouyou ala bridal style. Ia menghempaskan Shouyou keatas king bed -nya.

"Au! Osamu-kun, kau kanapa?"

Pria tinggi itu pergi ke lemari besarnya dan mengambil sebuah dasi.

"Osamu-kun! Kyaa!"

Shouyou pun berusaha memberontak saat kedua tanganya diikat dibagian headboard mengunakan dasi.

"Osamu-kun, apa-apaan ini! Lepaskan!"

"Diam, kau itu milikku! "

Osamu pun langsung menyerang bibir gadis itu dengan sangat kasar.

.

.

.

.

.

Pupil mata berbeda warna itu menatap Kageyama dengan pandangan menyelidiki dan yang ditatap cuek bebek aja.

"Kageyama, aku dari dulu penasaran apa kau dan Hinata-chan tidak mau melanjutkan hubungan yang lebih?" tanya Yamaguchi.

"Bukan nya kau dulu pernah mengungkapkan perasaan mu? Apakah sang raja telah ditolak cintanya, hmm?"

Mendengar pertanyaan bernada ejekan dari Tsukishima, Kageyama pun mengeluarkan persimpangan merah di pelipisnya.

"Diam kau, kacamata sialan."

"Wah Tsukki tau yah? Hebat!"

"Diam Yamaguchi."

"Maaf Tsukki... "

"Aku bukannya ditolak, tapi dia bilang akan menjawabnya nanti. Tapi dilihat dari kapasitas otaknya Hinata, mungkin dia sudah lupa." jawab Kageyama dengan santainya, padahal dia tengah berbohong sekarang.

"Kenapa tidak kau diungkapkan lagi? Nanti diambil orang nyesal loh... " ujar Tsukishima sekali lagi mengejek Kageyama.

"Tidak, aku tidak akan pernah menyesal."

"Hmm?" sahut Tsukishima dan Yamaguchi bersamaan.

"Because i set her free... "

Tsukishima dan Yamaguchi pun terdiam mendengar dan melihat senyuman tulus dari pria berwajah menyeramkan didepan mereka.

"Wah! Kageyama sekarang bisa bahasa inggris, padahal dulu dia sering dapat nilai dibawah rata-rata dalam mata pelajaran bahasa inggris." ujar Yamaguchi dengan semangat.

"Sok bahasa inggris, ngerti juga enggak artinya." ujar Tsukishima asin.

"Huh! Kalian ingin ku hajar yah!"

.

.

.

.

.

To be continued

Author note:

Yes! Akhirnya selesai juga chapter 3...

aku banyak dapat review dari yang not loging, jadi aku balas review -nya di Author note aja yah...

-Haikyuu big fans

Makasih loh udah review, nih kelanjutannya udah update. Jangan lupa review lagi yah..

-bini Sugawara

Hey kamu! Perkenalkan aku Istrinya Atsamu... #ditendang Atsamu

Makasih yah udah review. Jangan lupa review lagi yah... :*

-nuning hanger

Iya dong, Osamu keren tapi masih keren Bakuto... #Plakk! (Ditampar Osamu)

Makasih yah udah review, jangan lupa review lagi yooo...

-Mob

Ah! Saya jadi malu, apa bener nih bikin ngakak =^^=

Makasih yah udah review, jangan lupa review lagi yooo...

-Guest

Sama saya juga suka Shouyou di iya-iyain sama Osamu (Dilempar bola sama Shouyou), aku udah ngusahain loh supaya wordsnya banyak tapi susahnya minta ampun. Tapi makasih loh udah udah review, jangan lupa review lagi yah :*

Nah itu balasan untuk yang non Loging

Sekali lagi makasih untuk yang udah Review sama baca Fic ini yah...

Jangan lupa untuk Review

.

.

.

.

.

Do not Forget to Review