My love begins with unlucky
Disclaimer: Furudate Haruichi
By: Step129807
Warning: Ooc, Ic, Typo
Chapter 5
"I'm shock!" teriak keduanya dan mereka pun berlari ke arah restaurant Sakanoshita tempat Shouyou tengah berada.
.
.
.
.
.
"Aku mau pesan chicken mozarella nya satu, udang masak pedas manisnya satu, nasi goreng istimewa satu, es creamnya satu, es jeruk nya satu," kata Shouyou kepada waiter.
"Pakai nasi?" tanya waiter, dan Shouyou menganguk lalu berkata dia butuh empat porsi nasi.
"Osamu-kun, memesan apa?"
Osamu membaca menu,dan memesan makanan tak kalah banyak dari shoyou.
'Aku tidak menyangka gadis sekecil dia mampu makan sebanyak itu.' batin Osamu sambil tersenyum tipis menatap Shouyou.
'Kenapa nih orang senyum-senyum enggak jelas begitu.'
'Auuu, pasangan yang sempurna. Eike nanti kalo cari cowok yang tipe kaya ini aja ah...'
Batin ketiganya tanpa menyadari ada dua orang dengan warna rambut berbeda tengah menatap mereka dengan tajam dibalik pintu kaca Restaurant. Dan tiba-tiba saja kedua orang itu telah duduk disamping Shouyou dan Osamu.
"Aku pesan jus miwon extra salt satu." pesan Tsukishima yang duduk disamping Shouyou.
"Sop Ajinomoto with royco sapi, satu." Kageyama pun memesan sambil sekali-kali matanya menatap Osamu yang duduk disampingnya.
"Are, kebetulan kalian juga makan disini! Bagaimana tesnya lancar?" tanya Shouyou tanpa menyadari perubahan aura keduanya.
"Lancar sekali."
"Tak apa kan kami ikut duduk disini Osamu-san?" tanya Kageyama sambil tersenyum dan itu sangat mengerikan.
"Tentu," Osamu pun mengemgam tangan Shouyou dan tersenyum lembut. "Selama pacarku tidak keberatan..."
Kageyama pun menatap Tsukishima yang ekspresi wajahnya datar tapi dia tau kalau Tsukishima sedang kebakaran jenggot didalam.
'Ini Om Om ganjen banget sih, main pegang pegang lagi! Hinata ini masih suci tau!' batin Tsukishima bejelorak.
Maaf Tsukishima tapi Shouyou sudah tidak sesuci pikiran mu, sekarang Little Sunshine kita semua sudah sedikit ternodai oleh Osamu.
"Pacar!" teriak dua sahabat Shouyou yang sepertinya kepribadian sedang ada masalah, sepertinya mereka juga baru connected dengan kata pacar.
"Pacar? Apa itu? Apakah itu nama makan?"
"Hinata, kau tidak perlu sampai seperti ini untuk membayar hutang mu kepada ku!"
Osamu dan Shouyou pun menatap kedua orang yang sedang histeris sendiri itu.
"Ada apa dengan mereka, Sayang."
"Mereka bukan teman ku, nggak kenal tuh!"
.
.
.
.
.
"Kenapa kalian berwajah seperti itu kepadaku?" teriak Shouyou yang duduk dikursi belakang mobil Kageyama.
Shouyou ikut mereka pulang setelah acara makan mereka yang sedikit kacau karena Kageyama dan Tsukishima terus menggagu Osamu, mereka menambahkan banyak garam dan merica ke minumannya juga memaksa Osamu minum jus Miwon punya Tsukishima. Andai tidak ada Shouyou disana mungkin sekarang Kageyama sama Tsukishima bakal kena bogem mentah dari Osamu.
"Sejak kapan kau mengenal Osamu-san? "
"Kenapa kau harus pacaran sama Om Om?! Untuk bayar utang?! Enggak perlu aku ikhlas kok."
"Osamu-kun bukan Om Om?" protes Shouyou.
"Sejak kapan kau mengenal Osamu-san dan juga saat kau ketemu dia waktu dikampus kemarin, kenapa kau lari?" tanya Kageyama yang membuat Shouyou tersentak.
"A-Aku mengenalnya secara tidak sengaja saat membeli bakpao daging dari situ kami mulai saling suka." kata Shouyou sambil menunduk, menyembunyikan wajah berbohongnya.
"Lalu kenapa kau lari waktu itu?"
"Karena aku malu! Udah ah, kok aku di introgasi kaya gini sih?!"
"Akan sangat berbahaya anak kecil seperti mu sampai salah pergaulan." ujar Tsukishima sambil menatap tajam Shouyou.
"Oi! Kau mau mengajakku bertengkar yah!" teriak Shouyou.
.
.
.
.
.
"Osamu aku datang bawa puding loh!" teriak Atsumu.
"Osamu kau dimana? Aku mau balikin celana yang aku pinjam kemarin."
Atsumu pun masuk kekamar sang kembaran. "Mau kemana kau?" tanya Atsumu saat melihat Osamu yang sibuk memasukan baju kedalam ransel.
"Aku inggin menginap dirumah pacar ku." jawab Osamu dengan santai tanpa peduli wajah Atsumu yang sudah waspada tingkat satu.
"Kau bodoh ya? Baru juga jadian, main nginep di rumah orang aja! Enggak boleh, kau dengan aku saja disini!"
"Aku ingin dengan pacar aku saja... " jawab Osamu kalem, ia pun berjalan keluar kamar tapi belum sampai ia keruang tamu Atsumu sudah memeluk pinggang nya dari belakang.
"Kau tidak boleh pergi! Kau dilarang ke rumah seorang gadis malam-malam begini!" teriak Atsumu sambil berusaha menarik Osamu kembali kedalam kamarnya.
"Kenapa tidak boleh?" Osamu tetap ngotot untuk keluar tapi sang kembaran entah dapat kekuatan dari mana ia mampu menyeret Osamu sampai kembali dan menduduk kan ia di kasur.
"Malam ini kau harus tetap dirumah?! Nggak boleh kemana-mana, titik!"
Osamu hanya bisa pundung diatas kasur.
"Atsumu sialan!" bisiknya.
Atsumu mengambil bungkusan yang ia bawa tadi dan menyerahkan nya ke Osamu.
"Nih ambil, supaya kau enggak berulah macam-macam lagi... "
Osamu pun memakan puding pemberian Atsumu dengan tenang, mungkin bukan malam ini pikirnya.
"Jangan berpikiran mau kabur, aku akan tidur dengan mu."
"Maho..."
"Maho apa? Kita ini bersaudara bodoh..."
.
.
.
.
.
Kageyama dan Tsukishima tampak menunggu seseorang didepan gerbang kampus.
"Kenapa Chibi itu lama sekali! Tsk, tks, tsk, tsk, ts-"
"Berisik! Kenapa kau jadi ikut-ikutan menunggu Hinata, Megane sialan!" teriak Kageyama.
"Aku hanya ingin saja, bukan berarti aku khawatir atau apapun itu. Walaupun pacar si Chibi itu Om Om aku sama sekali enggak perduli kok..."
"Cih, terserah..."
Tidak lama sebuah mobil Maybach Exelero singgah diseberang jalan. Terlihat Osamu yang menurunkan jendela mobilnya, ia pun menatap Kageyama aambil menyeringai ditariknya leher Shouyou dengan lembut dan ia mengecup bibir gadis mungil itu.
Kageyama and Tsukishima yang melihat itu pun terkejut. Terlihat jelas ketidak sukaan dan kecemburuan dimata mereka.
"Apa maksud dia melakukan itu?!" ujar Kageyama sambil menggeram menahan amarah bahkan Tsukishima yang disampingnya pun mengepalkan tangannya sampai kukunya memutih.
"Hilang sudah kepolosan Chibi ku."
Shouyou berlari kecil ke arah dua sahabat lelakinya itu.
"Halo!" sapa Shouyou yang engga peka sama tatapan Kageyama dan Tsukishima yang sudah seperti orang tua yang memergoki anaknya tengah mesum sama pacar.
Yamaguchi dan Yachi yang kebetulan lewat pun langsung tancap gas dari situ, dia tidak mau menjadi penonton drama dadakan didepan kampusnya.
"Hinata..." panggil Kageyama dengan aura hitam disekitarnya membuat Shouyou pun mengidik ketakutan.
"Hii, apa? Mau ngajak berantem?" teriak Shouyou sambil bersembunyi di belakang Tsukishima.
"Hinata, aku kan sudah bilang jangan pacaran sama Om Om! Nanti kau malah hamil diluar nikah, Om om itu nafsunya gede." ujar Tsukishima sambil mengguncang-guncang pundak Shouyou.
"Aku nggak begitu tau! " teriak Azumane.
"Nggak ngomongin elu!" balas Kageyama dan Tsukishima.
"Apa salahnya sih? Lagian juga kalau pun kau menganggap Osamu-kun itu Om Om, dia kan masih lajang. Aku tidak merebut pacar atau pun suami orang! Jadi dimana letak kesalahannya!" teriak Shouyou ia pun berlari meninggalkan Kageyama dan Tsukishima yang membeku saat mendengar perkataan Shouyou.
"Woi, ngapai berdiri disini cepat masuk!" tegur Oikawa yang baru saja datang.
"Sensei ada yang mau kami pertanyaan kan!" ucap kedua sambil berteriak dan membuat Oikawa terkejut.
"Ngomongnya biasa aja kali..."
.
.
.
.
.
Shouyou pun berjalan kearah kantin dengan wajah yang kentara lagi kesal. Moodnya hancur gara-gara Kageyama dan Tsukishima.
"Hinata-chan."
Shouyou pun berbalik dan melihat Yachi dan Kiyoko yang sedang berjalan kearah nya.
"Yachi, Kiyoko-san mau ke kantin juga? Aku lapar loh."
"Iya, Ayo Hinata-chan." balas Kiyoko.
Mereka pun pergi ke kantin yang sedang dijaga Tanaka.
"Selamat siang Kiyoko-san! Kau cantik sekali hari ini." ujar Tanaka Fansboy mode on.
"Aku ingin pesan Shoyu ramen." ujar Kiyoko cuek.
"Ah, aku dicuekin!" bisik Tanaka berbunga-bunga.
"Aku mau pesan salad buah saja."
"Eh, kau sedang diet yah Ya-chan!"
"Iya..."
"Aku mau pesan Chicken mozzarella!" ujar Shouyou dengan semangat.
"Kau enggak ngutang lagi kan? Kemarin aja belum dibayar."
"Enggak hari ini aku bayar, sisanya aku bayar besok yah Tanaka-san... " balas Shouyou dengan wajah yang sangat imut.
"Untung kau itu pelanggan kesayangan ku, meskipun kau suka ngutang."
"Bang Tanaka pesanannya sudah jadi!" ujar karyawan Tanaka.
Mereka pun mengambil pesanan mereka dan mereka pun duduk yang mempunyai empat kursi dan juga dekat dengan penngahat ruangan. Mereka pun berbicara sambil makan.
"Kiyoko-san maaf ya kemarin aku tiba-tiba saja membatalkan janji kita."
"Tidak apa-apa, mungkin pacar mu mau menghabiskan waktunya dengan mu."
"Eh, Hinata-chan punya pacar?"
"Iya... " jawab Shouyou sambil tersenyum manis.
"Ngomong-ngomong kenapa Kageyama-kun dan Tsukishima-kun menatap mu seperti itu tadi pagi?" tanya Yachi.
Shouyou pun mengembungkan pipinya ia menjadi kesal.
"Mereka terlalu berlebihan hanya karena pacarku lebih tua dari ku. Mereka bilang kalau Om Om itu nafsunya gede." ujar Shouyou sambil memakan makanannya dengan rakus dan akhirnya ia pun tersedak, Shouyou pun diberi minum oleh Kiyoko.
"Kalau boleh tau, kau sudah melakukan apa saja dengan pacar mu." tanya Kiyoko.
"Eh?!"
"Bukannya penasaran, aku hanya ingin memberi saran mungkin bisa bermanfaat."
Shouyou menunduk ia agak ragu untuk memberi tahu Kiyoko.
"Hinata-chan kalau kau tidak mau, tidak apa..." ujar Yachi sambil menepuk pundak Shouyou.
"Tidak, aku ingin menceritakannya." Shouyou pun menatap serius Kiyoko dan Yachi.
"Dia pernah hampir memperkosa ku saat ia merasa cemburu dengan Kageyama, kemarin tapi saat aku mengatakan ia menyakiti ku, Osamu-kun langsung berhenti dan meminta maaf kepada ku. Ia juga janji tidak akan melakukannya lagi."
"Hinata-chan, sebenarnya aku juga seperti itu kalau cemburu. Aku cenderung memperkosa Tanaka dan meninggalkannya begitu saja saat pagi."
"Eh?! Tanaka-san!" kedua gadis yang cantik itu terkejut saat mendengar perkataan Kiyoko.
"Tanaka-san yang itu dan sejak kapan?" ujar Yachi.
"Iya, sejak aku semester 4."
"Wow!" ujar Yachi dan Shouyou bersamaan.
"Yamaguchi-kun kalau sedang cemburu kadang ia suka mencium ku dengan sangat, yah begitu lah." ujar Yachi dengan malu-malu.
"Jadi Hinata-chan, Laki-laki memang seperti itu, ada juga sih yang hanya diam aja tapi kebanyakan seperti itu." Kiyoko pun menepuk-nepuk tangan Shouyou sambil tersenyum cantik. "Dan untuk Kageyama dan Tsukishima. Mungkin mereka berdua hanya belum terbiasa dan merasa sedikit cemburu sahabat kecil mereka jadi milik orang."
"Kau benar Kiyoko-san! Arigatou Yachi, Kiyoko-san. Kalian sangat membantu..."
.
.
.
.
.
Oikawa menatap kedua muridnya dengan pandangan menyelidiki.
"Jadi apa yang ingin kalian bicarakan? Cepat yah aku ini orangnya sibuk... " ujar Oikawa dengan gaya yang sok ganteng.
Kageyama dan Tsukishima pun mengerutkan dahinya.
'Sok ganteng nih orang...'
"Oikawa-san kau sudah tua kan?" tanya Tsukishima.
"Hn, Oikawa-san lebih tua empat tahun dari si kembar Miya-san."
"Siapa yang kau panggil tua?! Aku tidak tua!"
"Oh, jadi Oikawa-san sudah kepala tiga yah... " ujar Tsukishima dengan nada mengejek.
"Kalian ini sebenarnya mau apa sama aku, huh?!"
Melihat Oikawa yang sudah mau meledak Kageyama pun menepuk punggung Tsukishima memberi kode Kalau dosen sekaligus pelatih Voli mereka nanti bisa ngambek.
"Jadi begini, aku hanya mau tahu cara pacaran orang yang umurnya sudah sangat dewasa seperti mu, Oikawa-san."
Oikawa pun menatap Kageyama aneh.
"Langsung saja ke intinya, kenapa kau ingin tau? Jawab yang jujur."
"Hinata sedang berpacaran dengan Om Om, namanya Osima kalau tidak salah."
"Osamu, tumben sekali kau tidak mengingat nama orang." koreksi Kageyama yang dibalas Tsukishima dengan jari tengah.
"Are, Chibi-chan pacaran dengan Osamu-chan? Tumben Atsumu-chan enggak menceritakannya pada ku."
"Jadi bagaimana cara pacaran pria dewasa seperti kalian? Kalian pasti suka mesum kan?"
Oikawa pun menjitak kepala Tsukishima, ia sudah menahan kesal kepada lelaki berkacamata itu. Bagaimana enggak kesal, tadi diejek tua sekarang diejek mesum. Emak nya ngidam apa sih dulu jadi bisa punya anak nyebelin begini.
"Jadi orang dewasa seperti aku dan si kembar miya-chan itu gaya pacarannya hanya satu yaitu bersunguh-sunguh mencintai perempuan kami."
Tsukishima pun berdiri ia menatap mata Oikawa. "Tapi itu tidak mengubah fakta bahwa Osamu-san itu seorang pedofil." ujarnya dengan dingin. Ia pun pergi dari ruangan sang dosen muda itu.
"Dia kenapa, Tobio-chan?"
"Entahlah, kalau begitu saya Permisi dulu. "
Kageyama pun mengejar Tsukishima yang berjalan dengan sangat cepat.
"Oi, kacamata!" teriak Kageyama dan berhasil membuat Tsukishima menghentikan kakinya.
"Kau ini kenapa?! Harusnya aku yang sangat tersakiti disini! Tapi kenapa malah kau yang terlihat sangat tersakiti?"
Tsukishima pun tersenyum suram ia menatap Kageyama dengan pandangan sedih. "Kau tau dulu saat kau bilang kau menyukai Hinata kepada ku dan Yamaguchi, dan juga saat kau menyatakan perasaan mu kepada Hinata. Aku tidak cemburu atau pun sangat sakit hati," Kageyama tertegun ia menatap Tsukishima tidak percaya.
"Tsukishima ka-"
"Karena itu adalah kau, aku sangat percaya kepada mu tapi tidak dengan orang lain.. "
"Tsukishima ka-"
"Perasaan ini lebih menyakitkan daripada saat Hinata sedang dekat dengan orang itu..."
.
.
.
.
.
To be continued
CERITA TAMBAH HAIKYUU!
Warning! Cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan cerita diatas!
"Hinata, wajahmu ada nasi... " ujar Akaashi sambil mengambil nasi di dekat bibir itu mengunakan ibu jarinya.
Bakuto yang melihat itu pun terkejut, ia lalu mengambil banyak nasi dan daging panggang.
"Kau mengambil bagian ku, bro." tegur kuroo dan secara tiba-tiba Bakuto melempar semangkuk nasi dan daging itu ke wajahnya.
"Oi, apa yang kau lakukan bodoh! "teriak Kuroo.
Bakuto pun berlari kearah Akaashi yang menatap horro padanya.
"Akaashi aku juga! Wajahku belepotan!"
Kuroo hanya bisa speechless. "HAHAHAHAHAHA!" Kuroo pun tertawa terbahak-bahak. "Sebegitu inginnya kah kau untuk diperhatikan bro?!" teriaknya.
Shouyou yang melihat pun tersenyum tipis. 'Mereka bersenang-senang.' batin si cewek manis yang ikut-ikutan tim Voli putra ke Tokyo saat ada latihan tanding, sebenarnya Shouyou dipaksa Sugawara ikut. Takut kalau nanti tiba-tiba kangen katanya.
Kageyama pun menatap wajah Shoyo dengan datar.
GRAB!
Kageyama tiba-tiba saja menangkap wajah Shouyou. Ia pun mendekat dan tersenyum sangat mengerikan sampai-sampai aura mengerikan yang berwarna ungu keluar dari tubuhnya.
"Hinata, wajahmu ada nasi!"
'Mirip seperti Akaashi-san kan?' batin Kageyama. Ia mencoba menjadi baik dan perhatian tapi sepertinya gagal dan membuat roh Shouyou keluar dari mulutnya.
"Tidaaakkkkk! Shouyou Ku... " teriak Sugawara yang tidak jauh dari Shouyou dan Kageyama ia pun jatuh terduduk dan bersujud sambil meninju tanah yang ada dibawahnya.
"Kau kenapa?" tanya Daichi bingung.
"Aku terlambat menyelamatkan malaikat kecil ku." ujar Sugawara yang pundung sendiri.
END
Author note:
Aku bingung mau nulis apa jadi aku langsung saja balas review yang not loging
-Mob
Tau Tuh si saltyshima kenapa jadi ooc gitu :p, makasih yah udah review jangan lupa review lagi :D
-Hsegawa pyo
Ini sudah ada kelanjutannya, Makasih yoo udah review :*
Jangan lupa review lagi :D
-nuning Hanger
Hahaha, Makasih yah udah review nanti review lagi yoo :D
-Haikyuu big fans
Untuk saat ini produksi dede nya ditunda dulu :p, makasih yoo udah review, nanti review lagi yahh :*
-Geust
Iya ini udah lanjut :D, makasih yah udah review nanti review lagi yoo :*
Nah itu balasan untuk yang non Loging
Sekali lagi makasih untuk yang udah Review sama baca Fic ini yah...
Jangan lupa untuk Review
.
.
.
.
.
Do not Forget to Review
