My love begins with unlucky
Disclaimer: Furudate Haruichi
By: Step129807
Warning: Ooc, Ic, Typo
Explanation:
Flashback: ...
Falshback end: ...
Chapter 6
"Ah, lelahnya..."
Shouyou pun menatap lampu lalu lintas untuk para pejalan kaki. Lampu sudah berwarna hijau, Shouyou pun menyeberang jalan menuju mobil Osamu yang sudah menjemputnya tanpa menyadari tatapan seorang pria yang tidak jauh dari mobil Osamu.
"Shouyou... " bisiknya dengan nada yang kentara sekali sedang menggambarkan perasaan rindu. "Aku akan kembali kepadamu, sekali lagi..." ia pun berlalu dari sana.
"Moshi-moshi, Kuroo kau dimana?"
"Hm, kemarin aku baru sampai di Tokyo. Okey, aku akan kesana... "
.
.
.
.
.
"Kau terlihat sangat lelah? Mau makan?" tanya Osamu sambil mengecup dahi Shouyou.
"Aku lapar tapi juga mau tidur, aku merindukan ranjang ku... "
"Aku akan memasak di rumahmu, dan kau dapat istirahat."
"Rumah ku tidak ada bahan makanan."
Osamu tidak menyahut ia hanya menyetirkan mobilnya kearah supermarket terdekat.
Shouyou hanya bisa mendorong troli dengan malas sedangkan Osamu sedang asik memilih-milih daging, Shouyou pun berjalan kearah rak senck dan mengambil banyak potato chip berukuran besar dan juga biskuit goodtime.
"Sayang, kau mengambilnya terlalu banyak. Kau bisa gendut kalau makan itu semua." tegur Osamu saat melihat didalam troli sudah penuh dengan cemilan Shouyou.
"Kau mau masak apa Osamu-kun?"
'Dia tidak mendengarkanku... '
"Beef Teriyaki..." Osamu pun mengambil alih kemudi troli dan berjalan kearah bagian bumbu-bumbu masakan dan mengambil kecap kikkoman dan segala macam bumbu yang dibutuhkan.
Osamu pun celingak-celinguk mencari Shouyou yang tidak ada di dekatnya.
'Kemana gadis itu pergi...'
Tenang Osamu-kun, Shouyou hanya pergi kebagian minuman. Ia sedang mengambil banyak Yogurt loh...
.
.
.
.
.
"Yo, lama sekali tidak ketemu! Aku kangen loh." ujar Kuroo sambil berlari kearah pria yang sedang menatapnya jijik dan bagaikan kucing ia pun dengan lincah menghindar pelukan maut Kuroo.
"Oya?"
"Hentikan Kuroo, itu menjijikan... " ujar pria itu dengan nada yang malas.
"Kau tidak berubah yah, kupikir pindah ke Amerika akan mengubah kepribadian mu." ujar Kuroo sambil mengacak pinggang sedangkan yang ditegur menghiraukan Kuroo, ia lebih memilih mengambil psp berwarna merah punyanya mengabaikan Kuroo yang menatapnya dongkol.
"Hey, ayo lah! Jangan fokus ke game mu, tidak ada yang mau kau ceritakan pada ku yah..."
Pria itu hanya menatap Kuroo sebentar dan kembali fokus kepada gamenya, Kuroo pun mengeluarkan perempatan di pelipisnya.
"Oi!"
"Kuroo, apakah Shouyou kuliah di Tokyo?"
Kuroo pun menatap temannya itu dengan pandangan menyelidiki. "Iya, kenapa? Belum move on?" kata Kuroo ketus.
"Jangan terlalu berharap, kau yang meninggalkannya tanpa pamit. Chibi-chan sangat sedih waktu itu loh..."
Mendengar apa yang dikatakan Kuroo menohok hatinya. Ia berhenti memainkan gamenya dan menatap Kuroo. "Aku pergi un-"
"Untuk menjalani perusahaan ayah mu karena beliau meninggal tapi kau tidak pamit kepada kami semua dan memutus hubungan dari kami. Sebenarnya aku ingin memukul mu tadi, karena baru memberi kabar sekarang." ujar Kuroo memotong perkataan teman masa kecilnya itu.
"Maaf kan aku utuk semuanya, tapi aku tidak pernah menyerah soal Shouyou."
Kuroo yang mendengar pun hanya bisa mengela nafas. "Terserah, tapi jangan pernah memaksakan kehendak yah, Chibi-chan itu gadis yan-"
"Tidak, dia adalah milikku dari dulu sampai sekarang." ujarnya dengan hawa mengidiminasi yang kuat serta tatapan tajam bagai kucing menatap langsung ke mata Kuroo.
"Mengerikan! Jangan membuatku takut by the way beberapa hari yang lalu aku ulang tahun loh! Mana hadiah untuk ku... " ujar Kuroo mengalihkan pembicaraan sekaligus mencairkan suasana.
"Aku lupa, nanti aku carikan sikat gigi yang baru saja..."
"Oi!"
.
.
.
.
.
TAK! TAK! TAK!
Bunyi pisau yang dipakai Osamu untuk memotong daging terdengar sampai ketempat tidur Shouyou.
'Itu Om Om masaknya kok ribut banget sih!' gerutu Shouyou dalam hati.
Eh, Bocah orange! Tempat tinggal lu aja yang kecil. Osamu nya masaknya biasa aja tuh!
Shouyou pun berbalik ia menatap pintu yang menuju ke dapur tempat Osamu berada. Shouyou sebenarnya merasa tidak enak karena tidak membantu tapi Osamu bersikeras menyuruh Shouyou istirahat. Walaupun Shouyou membantu enggak ngaruh juga, soalnya gadis ini nggak bisa masak.
"Sayang, makanannya sudah jadi... " panggil Osamu menampakkan sosoknya, ia sedang memakai celemek Shouyou yang berwarna Deep Pink bergambar kelinci. Hmm, terlihat sangat nikmat, benarkah Shouyou?
"Wah! Makan!"
Oi! Tuh ada pria yang minta disentuh kenapa kamu malah milih makan sihhh.
Selama makan Shouyou dan Osamu hanya diam. Shouyou mencuri-curi kesempatan untuk menatap Osamu.
'Dia akan pulang kan! Aku nggak mau kepergok tetangga dan diarak sambil telanjang! Habis ini kumohon pulang lah kau Om Om ganteng!' teriak Shouyou dalam hati.
Selesai makan Osamu pun mendudukan dirinya di sofa depan tv.
"Mau Kopi, aku membuatkannya untuk mu."
Shouyou menyerah kan mug berwarna kuning dengan gambar kucing itu kepada Osamu.
"Arigatou."
Osamu pun menarik tangan Shouyou dengan lembut dan menuntunnya duduk dipangkuan lelaki mantan pemain voli itu.
"Osamu-kun ini memalukan."
"Hmm... " sahut Osamu sambil mengecup leher jenjang Shouyou, ia pun menaruh mug itu kemeja kecil disamping sofa setelah menghirupnya sedikit.
"Numero Uno."
Pria itu pun melingkarkan kedua tangannya di tubuh mungil Shouyou sambil mencium rambut lembut yang panjang sepinggang itu.
"Apa Osamu-kun akan pulang?"
"Apa kau mengusir ku..."
"Tidak! Aku tidak bermaksud begitu." balas Shouyou kocar kacir.
"Tenang saja, aku pulang tapi biarkan aku menghabiskan kopi ini dulu." ujar Osamu ia pun meminum sedikit kopinya lalu menempelkan bibirnya ke bibir Shouyou.
"Aku memberinya sedikit kepadamu."
Shouyou pun berbalik ia menenggelamkan wajahnya di balik kedua tangannya bermaksud menutupi kedua wajahnya yang memerah.
"Manisnya." Osamu pun meniup telinga Shouyou dan terkekeh kecil, dan itu berhasil membuat wajah Shouyou berkukus.
Osamu pun menghabiskan semua kopinya dan memindahkan Shouyou ke sampingnya ia pun berdiri lalu mengecup jidat Shouyou.
"Aku pulang dulu."
Shouyou mengikuti Osamu sampai kedepan pintu.
"Oh iya, besok aku tidak dapat mengantar atau menjemput mu."
"Benarkah!"
"Kau terlihat sangat senang." ujar Osamu yang sudah mengeluarkan perempatan di pelipisnya.
"Eh, tidak-tidak!"
Osamu pun tersenyum manis ia pun berbalik membuka pintu, "I love you." ujarnya sebelum menutup pintu.
Shouyou pun berbalik dan berjalan kearah tempat tidurnya dengan wajah bengong.
"Aku tidak mungkin menyukai Om Om pemaksa macam dia kan." ujar Shouyou, tak lama kemudian suara rintone handphone Shouyou berbunyi.
"Halo, ada apa Tou-chan?" ujar Shouyou yang menerima nada sambung dari sang ayah.
"Shouyou, uang bulanan yang baru Tou-chan kirim masih banyakan?"
"Iya masih banyak."
"Tumben! Shouyou sekarang pinter nyimpen uang ya..."
"Tou-chan..."
"Hehehe, Shouyou bisa belikan Tou-chan obat ekstrak kunyit putih."
"Bukankah obat itu tersedia di apotek Miyagi?"
"Iya nak... Tapi mereka kehabisan stok dan kudengar Tokyo memiliki apotik dengan obat-obatan terlengkap."
"Baiklah Tou-chan... Nanti akan ku kirim ke tempat mu, aku sayang Tou-chan."
"Arigatou sayang, aku juga sayang Shouyou."
.
.
.
.
.
Osamu menjatuhkan tubuh ke atas ranjang, tangannya terlentang, matanya terpejam. pria itu masih lengkap mengenakan pakaian jas, bahkan sepatunya belum dilepas saat ia memasuki kamar tidurnya.
Pikiran Osamu menerawang pada apa saja yang terjadi hari ini, tidak ada yang spesial kecuali saat besama Shouyou pikirnya. Ia pun tersenyum tipis dan bangkit dari ranjang, ia menuju lemari dan mengambil pakaian rumah yang nyaman. Saat hendak berjalan kekamar mandi terdengar lagu Butterfly dari smile yang berasal dari handphone Osamu. Ia pun mengambil handphone itu dan menatap layarnya sebelum menjawab.
"Ada apa Tsumu?"
"Samu!" Osamu tidak terkejut dengan suara nyaring itu karena setiap kali sang kembarannya itu menelepon pasti manggil namanya teriak-teriak.
"Ada apa?" saut Osamu dengan nada malas.
"Aku lupa memberi tau mu, besok CEO dari Kozume grup tidak dapat hadir dan diganti dengan asistennya saja."
"Aku juga mau menghabiskan waktu ku dengan pacar ku saja esok, kau saja yang menemui dia yah."
"Tidak! Enak saja, ini kan membahas kerja sama membuat baju olahraga Voli, jadi ini bagian mu. Bagian ku adalah bola Voli, kan Papah sudah membagi dua proyek perusahaannya kepada kita." omelan Atsumu pun hanya dibalas helaan nafas oleh Osumu.
Perusahaan mereka memang bergerak dibidang pembuatan bola voli dan baju olahraga voli yang sudah mendunia. Dan perusahaan itu dibagi dua oleh Papah mereka tiga tahun lalu, jadi Atsumu kena bagian bola voli dan Osamu bagain baju olahraga voli.
"Baiklah, besok aku datang..."
"Gitu dong! Besok aku juga akan mendampingi mu."
"Hm..." Osamu menutup sambungan telpon dan melempar ponselnya ke ranjang dan kembali berjalan ketujuan awal yaitu kamar mandi.
.
.
.
.
.
"Sensei, saya ingin ijin hari ini." ujar Shouyou sambil menatap Semi yang sepertinya tengah disibuk melakukan sesuatu kepada laptop nya.
"Memang kau mau kemana hari ini?" Semi pun berhenti sesaat dan mulai memperhatikan gadis imut yang berdiri disampingnya ini.
"Hari ini saya mau ke apotek membelikan ayah saya obat lalu mengantarkannya ke Miyagi."
"Dari sini kesana kan menempuh waktu empat jam kalau bolak balik pasti capek, aku akan mengijinkan mu tiga hari jadi kau bisa menginap disana."
"Wah, makasih sensai!"
Semi pun tersenyum tipis menanggapi perkataan Shouyou.
"Kalau begitu saya Permisi dulu Sensai... "
.
.
.
.
.
Shouyou tiba di toko apotek terbesar di Tokyo , bahkan apotek itu terlihat seperti sebuah Klinik kesehatan. Shouyou mulai meragukan keberadaan obat yang dimaksud Tou-chan nya setelah limabelas menit lamanya ia menunggu seorang apoteker mengambil kapsul kunyit putih di ruang penyimpanan obat.
"Maaf nona, obat ekstra kunyit putihnya sedang kosong."
"Lalu dimana aku bisa mendapatkannya selain di apotek ini?" tanya Shouyou dengan wajah bingung. Jujur saja dia tidak teralalu hafal dengan daerah sini selain sekitar kampusnya.
"Nona, cabang kami memiliki stok obat ekstrak kunyit putihnya."
"Dimana letak cabagnya?"
"Di Kozume Mall."
Shouyou pun langsung merubah raut wajahnya, ia merasa sangat familiar dengan nama itu.
"Kalau begitu terimakasih." ujar Shouyou sebelum pergi dari Apotik itu.
"Namanya seperti nama dia, apakah mall itu punya dia?" gumam Shouyou sebelum naik bus menuju pusat kota.
.
.
.
.
.
"Wah besarnya, sepertinya aku harus keliling-keliling dulu baru mendapatkan Apotek itu." gumam Shouyou yang menatap seluruh isi mall berlantai delapan itu.
Untung hari ini hari selasa jadi mall itu tidak terlalu dipenuhi dengan orang-orang. Tapi masalahnya Shouyou itu suka tersesat, dulu waktu pertama masuk kampus saja selama sebulan penuh dia selalu tersesat kalau mau ngmalll pasti sama Yachi dan Kiyoko. Mungkin ini akan memakan banyak waktu.
"Yosh! Ini untuk Tou-chan ujarnya." Shouyou mulai melakukan pencarian.
"Bisa tolong ambilkan aku satu pak kapsul ekstrak kunyit putih." ujar Shouyou dengan wajah yang kentara sekali sudah kelelahan, bisa dibayangkan sudah berapa lama Shouyou berjalan.
"Baik nona, " tanpa bertanya ini itu, apoteker segera mengambil kapsul ekstra kunyit putih, mungkin berfikir Shouyou akan mati jika tidak meminum kapsul itu sekarang.
"Ini nona." apoteker dengan cekatan membungkus dan menyerahkannya pada Shouyou.
"Anda baik-baik saja?" apoteker itu mencemaskan Shouyou.
"Ahaha, aku baik-baik saja. Hanya sedikit kelelahan." Shouyou pun mengeluarkan beberapa uang dari dalam dompet dan menyerahkannya kekasir.
.
.
.
.
.
"Kuzume-sama ini adalah toko Apotek yang baru dibuka, Apotek ini cabang dari Apotek terbesar di Tokyo." ujar pria tua berjas, dan mengarahkan ceo sekaligus owner mall itu ke Apotek.
"Shouyou!"
Seseorang yang memanggil namanya itu membuat Shouyou terkejut, ia tidak percaya apa yang dilihatnya sekarang. Pria dari masa lalunya muncul begitu saja didepannya.
"Kenma..." bisiknya.
"Shouyou," Kenma pun dengan cepat mendekati Shouyou dan itu membuat semua karyawan yang mendampinginya dibuat bingung karena kelakuan bos mereka.
"Aku merindukanmu, maaf untuk semuanya." ujar Kenma sambil meneluk Shouyou tapi Shouyou memberontak setelah lepas dari pelukan Kenma, Shouyou menampar Kenma.
Seorang pegawai ingin menarik Shouyou menjauh namun dihalang oleh Kenma.
"Kau pergi begitu saja dan sekarang kau kembali lalu memeluk ku begitu saja." Shouyou pun mulai menangis dan memukul dada yang tingginya 170 cm itu.
"Kau tidak tau seberapa sakit dan sedihnya aku waktu kau menghilang begitu saja! Kenma baka!" Shouyou pun pergi tanpa menghadap kebelakang dan tidak memperdulikan tatapan dari pengunjung lain.
"Shouyou... " bisik Kenma.
"Kenma-sa-"
"Yaku, cari tahu semua tentang Hinata Shouyou." ujar Kenma memotong perkataan asisten nya.
"Baik, Kenma-sama."
"Lev, kau pergi ke perusahaan Miya menggantikan Yaku."
"Baik, Kenma-sama."
.
.
.
.
.
Shouyou hanya bisa bengong seperti orang kehilangan tujuan hidup.
"Mama, One-chan itu kenapa." ujar seorang anak yang melihat Shouyou, ia pun kena tegur sang Mama.
"Huss, jangan seperti itu."
Shouyou pun merasa handphone bergetar di kantong celana. Ia menatap layar dan tertulis Osamu dilayar.
"Moshi-moshi, ada apa Osamu-kun?"
"Kau dimana?"
"Ah, aku lupa mengatakannya kepada mu... Aku pergi ke Miyagi karena Tou-chan ku meminta mengirimkan obat."
"Apakah beliau sakit?"
"Sakit maag nya parah, ini aku membawakan obat tradisional. Kebetulan persediaan di Miyagi sedang kosong."
"Kapan kau akan pulang?"
"Hari ini aku akan menginap, mungkin besok aku akan pulang."
"Kalau begitu hati-hati."
"Iya..." Shouyou pun memutuskan sambungan telpon itu dan kembali mengingatkan saat dia pertama kali bertemu dengan Kenma.
...
"Apakah itu Tokyo tower?!" tanya Shouyou dengan semangat kepada Tsukishima.
"Itu hanya menara pemancar biasa." ujar Tsukishima.
"Jadi itu bukan Tokyo tower..." gumam Kageyama.
"Apakah di Miyagi tidak ada menara pemancar dan siapa dia?" ujar Kuroo dengan nada mengejek ke Daichi.
"Kami juga punya dasar city boy bangsat."
"Berhenti mengatakan itu, memalukan sekali." ujar Sugawara.
"Lalu siapa gadis imut itu? Dia menejer baru yah?"
"Dia bukan manajer baru, dan jangan dekat-dekat dengan malaikat kecil ku. Kau aliansi City boy!" ancam Sugawara yang membuat sebagian orang disana merinding.
"Kau baru saja mengatakan City Boy, Suga-san." tegur Tsukishima.
"Anoo, toilet dimana ya?" tanya Shouyou kepada Kuroo.
"Mau aku antar kan saja, Chibi-chan?" Kuroo pun menggoda Shouyou sambil mengeluarkan senyuman mautnya.
"Tidak, beritahu saja jalannya senpai." ujar Shouyou yang tidak mempan pada senyum maut Kuroo dan membuat captain Nekoma itu pundung seketika.
"Oya?"
"Hahahahaha! Sok ganteng sih... " ujar Sugawara dan Daichi bersamaan.
.
.
.
.
.
"Hmmm..." ujar Shouyou menahan muntah, ia pun berlari dengan cepat ke arah Toilet.
BUK!
Shouyou pun menabrak seseorang pria berambut seperti puding.
"Kau tidak apa?" suara datar pria yang ditabrak Shouyou menyadarkannya bahwa sekarang ia tengah dalam pelukan pria itu.
"Maaf, uww... " ujar Shouyou sambil menutup mulutnya menggunakan tangan.
"O-Oi?"
"Uuuuwwwwweeeeee!" Kenma pun langsung mendapatkan air suci yang berasal dari mulut Shouyou.
"Eh?" ujar Kenma yang masih memperoses apa yang sedang terjadi kepadanya selagi kedua tangannya menompang tubuh Shouyou yang pingsan.
"Menjijikan... " ujar Akaashi yang kebetulan melihat kejadian itu.
"Eh, dia muntah? Gadis itu muntah?" teriak Bokuto lebay.
"Tolong ambilkan pel Bokuto-san... " ujar Akaashi, ia mengambil alih Shouyou dari Kenma, lalu Ia pun menggendong Shouyou dengan cara bridal style.
"Kenma-san, silahkan bersihkan dirimu dan aku akan membawanya ke ruang kesehatan." ujar Akaashi.
...
Shouyou pun hanya bisa tersenyum gaje mengingat kenangan memalukan saat pertama kali ketemu Kenma namun setelah itu mereka pun menjadi sangat dekat karena Karasuno, Nekoma dan Fukurodani sering melakukan latihan tanding di Tokyo mau pun di Miyagi.
"Untuk para penumpang yang terhormat, kita telah sampai di Miyagi Prefecture. Trimakasih."
Shouyou bersiap-siap keluar dari kereta saat dia sudah keluar dari stasiun dia melihat sang Tou-chan sedang menunggu dipakiran besama Natsu.
"One-chan!" teriak Natsu sambil melambaikan tangannya.
"Natsu!" Shouyou pun berlari dan memeluk adiknya yang berusia 14 tahun.
"Wah, kau tambah tinggi."
"Tentu, karena aku sering makan ikan makanya aku cepat tumbuh keatas." ujar Natsu yang tinggi nya sudah setinggi Shouyou, mereka seperti anak kembar saja namun rambut Natsu pendek sepundak sedangkan Shouyou rambutnya panjang sepinggang.
"Harusnya Shouyou mengantarkan pakai kurir saja tidak usah repot-repot kesini."
"Tidak apa-apa aku mendapatkan ijin selama tiga hari dari dosen ku."
"Jadi Shouyou akan pulang hari kamis yah?"
"Mungkin," Shouyou pun membuka pintu mobil dan duduk di samping Tou-channya.
.
.
.
.
.
"Kaa-chan... " Shouyou yang melihat Kaa-chan nya yang sedang memasak makan malam pun berlari dan memeluk nya dari belakang.
"Ara? Shouyou, selamat datang."
"Hmm, masakan Kaa-chan baunya enak."
"Bisa aja, mandi sana setelah itu kita makan sama-sama."
"Okey!" Shouyou pun bergegas menuju kamar mandi.
TOK! TOK! TOK!
Suara pintu yang diketok terdengar. "Nat-chan, tolong bukan pintu..."
"Ha'i Kaa-chan." Natsu pun berjalan dengan cepat kearah pintu dan membukanya.
"Yamaguchi-nii? Yamaguchi-nii juga pulang yah? Dan siapa?" Natsu pun menatap dua pria yang berdiri dibelakang Yamaguchi.
"Etoo, Aku cuma mengantar mereka. Aku juga sudah diberi izin sama dosen ku, katanya mereka berdua ingin bertemu Hinata-chan dan keluarganya."
Natsu pun menarik Yamaguchi supaya mendekat dengannya. "Jadi siapa kedua nii-chan ini? Mereka terlihat tampan dan kaya, wajahnya juga mirip banget! Kembar yah?" bisiknya, Yamaguchi pun sweatdrop mendengarnya.
"Sepertinya mereke kenalan Ushijima-sensei, aku langsung diberi ijin waktu tahu aku mau mengantar mereka..." Yamaguchi pun ikut-ikutan bisik-bisik.
"Ehem..." tegur Atsumu yang membuat Yamaguchi dan Natsu tersentak.
"Nat-chan, kok lama sekali... Ara Yamaguchi-kun sudah lama tidak berjumpa, ada tamu yang lain juga..." ujar Kaa-chan nya Shouyou yang datang dari dapur.
"Senang bertemu dengan anda, saya Miya Osamu dan ini kembaran saya Miya Atsumu." Osamu pun menunduk 45 derajat dan diikuti Atsamu kepada Kaa-chan Shouyou.
"Ara? Tidak usah terlalu formal." tegur Kaa-chan Shouyou, ia pun menepuk bahu kedua pria kembar itu.
"Kalian temannya Yamaguchi-kun yah?"
"Bukan, Yamaguchi-san cuma mengantar kami kesini. Kami kesini ingin bertemu anda sekeluarga." ujar Osamu dengan sangat sopan. Calon minantu idaman banget dah.
"Ara, silahkan masuk..."
"Ano, bibi aku akan pulang saja..." ujar Yamaguchi sambil membungkuk meminta maaf.
"Kenapa tidak ikut makan malam dengan kami saja..."
"Ehehe, aku sudah lama tidak bertemu kedua orang tua ku, jadi aku akan makan dirumah saja..."
"Baiklah, hati-hati..."
"Ha'i." Yamaguchi pun membungkuk sekali lagi sebelum pergi.
"Ayo silahkan, maaf yah sedikit berantakan..."
"Ahahaha, ini tidak berantakan bi... " ujar Atsamu kaku, mereka pun duduk didapur dan langsung berhadapan dengan Tou-chan Shouyou yang menatap mereka bingung.
"Ano, dare?"
"Mungkin mereka mau menagih hutang, aku dengar dari Tsukishima-nii One-chan suka ngutang di kantin." sahut Natsu asal.
"Benarkah!"
"Tidak-tidak..." Osamu dan Atsamu pun kelabakan.
"Kami kesini bukan karena itu, kami kesini ingin bertemu anda sekeluarga." jelas Osamu.
"Kalian ini siapa yah?" tanya Tou-chan Shouyou dengan nada yang sopan.
"Saya ini adalah pacar anak anda dan ini kembarannya saya."
"Senang bertemu dengan anda... " Atsamu pun sedikit membungkuk kepada Tou-chan Shouyou tanpa menyadari raut wajah bapak dua anak itu sudah berubah.
"Maksud mu, kau pacarnya Shouyou?"
"Ha'i..." Osamu pun mulai kuwatir dengan perubahan mimik calon mertua.
"Aaaaaa! Akhirnya Shouyou laku juga..." teriak Tou-chan Shouyou senang dan membuat kembar Miya terkejut. Sekarang kita tau dari mana hobi teriak Shouyou berasal.
"Kami membawa Mochi untuk anda," ujar Atsamu dan sepertinya Tou-chan Shouyou tidak mendengarkan lagi karena terlalu bersemangat.
"Kaa-chan, Shouyou kita sudah punya pacar!" teriak Tou-chan Shouyou, Ayah yang kelewatan ceria itu pergi ketempat istrinya yang sedang memasak sambil teriak-teriak.
"Anata, berisik... " tegur sang Istri. Si kembar Miya pun hanya bisa sweatdrop.
"Apakah kalian memang terlahir mempunyai rambut yang berbeda nii-chan?" tanya Natsu kepada Atsamu yang duduk disampingnya.
"Tidak, rambut kami yang asli berwarna hitam. Kami mewarnainya supaya orang mudah membedakan kami."
"Oh..."
"Lalalala! Segarnya habis mandi!" suara nyanyian Shouyou pun terdengar dari pintu kamar mandi yang terbuka, tak lama kemudian keluarlah malaikat kecil yang hanya dililit selembar handuk ditubuhnya dan itu sukses membuat kedua Miya melotot dengan wajah yang memerah.
"Uuuuaaaaa! Kenapa kalian ada disini?!" teriak Shouyou saat baru menyadari keberadaan si kembar.
"Nee-chan! Cepat pakai bajumu!" teriak Natsu menyadarkan Shouyou, gadis berumur 20 tahun itu pun langsung melesat kembali kedalam kamar mandi.
"Natsu tolong ambilkan bajuku!" teriak Shouyou dan sang adik pun langsung bergegas kekamar Shouyou untuk mengambilkan baju.
.
.
.
.
.
To be continued
CERITA TAMBAH HAIKYUU!
Warning! Cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan cerita diatas!
Karena ini hanya translated dari doushinji
"Kenma! Aku punya pertanyaan..." ujar Yaku kepada Kenma yang sedang asik bermain dengan pspnya.
"Apa itu?!"
"Kenapa jadi kau yang bersemangat?" balas Yaku sambil menatap aneh Kuroo.
"Jadi begini, misalkan ada tiga orang yang terdampar dipulau dan itu adalah Lev, Hinata dan, Kuroo dan hanya dua orang yang boleh kau selamatkan. Siapa yang akan kau selamatkan?"
"Heh! Pasti yang diselamatkan Kenma itu ak-"
"Shouyou... " ujar Kenma memotong perkataan Kuroo.
"Siapa satunya?"
"Shouyou..."
"Kau harus menyelamatkan dua oran-"
"Shouyou."
"Eh?"
"Cuma Shouyou dan hanya Shouyou."
"Kau dengar itu tuan percaya diri!" ujar Yaku kepada Kuroo yang pundung dipojokan dinding.
Author note:
Aku bingung mau nulis apa jadi aku langsung saja balas review yang not loging
-Guest
Iya ini udah lanjut, makasih udah review nanti review lagiyah...
-Haikyuu big fans
Wkwkwk, makasih udah review nanti review lagiyah...
-Nuning Hanger
Saya suka sama Tanaka dan Kiyoko, itu salah satu OTP sih...
makasih udah review nanti review lagiyah...
Nah itu balasan untuk yang non Loging
Sekali lagi makasih untuk yang udah Review sama baca Fic ini yah...
Jangan lupa untuk Review
.
.
.
.
.
Do not Forget to Review
