My love begins with unlucky
Disclaimer: Furudate Haruichi
By: Step129807
Warning: Ooc, Ic, Typo
Explanation:
Flashback: ...
Falshback end: ...
Chapter 7
"Natsu tolong ambilkan bajuku!" teriak Shouyou dan sang adik pun langsung bergegas kekamar Shouyou untuk mengambilkan baju.
.
.
.
.
.
Tsukishima sedang membaca buku penelitian Dinosaurus yang sudah beberapa kali dibacanya.
"Hina-chan hari ini ijin yah ..."
"Iya, kelas jadi sepi ..."
Tsukishima yang mendengar obrolan gadis-gadis dari kelas Hinata itu pun mengerutkan dahinya.
'Untuk apa dia ijin?' Tsukishima pun mengambil handphonenya dan mencari nama Shouyou dikontaknya.
TUT~
"Maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif."
Tsukishima pun kembali menelpon tapi jawaban yang dia terima tetap sama. Ia pun memutuskan memanggil Yamaguchi.
"Moshi-moshi, ada apa Tsukki?"
"Kau sedang di Miyagi kan? Bisa kau periksa apakah Hinata ada disana."
"Eh? Kau tidak tau yah... Hinata-chan memang di Miyagi malahan aku diberi ijin oleh Ushijima-sensei untuk mengantarkan Miya-san kemari..."
"Huh?! Benarkah..." Tsukishima langsung memutuskan sambungan teleponnya dan mencari kontak Kageyama, tanpa memperdulikan Yamaguchi yang menatap layar dengan bingung.
"Oi, kau dimana?"
"Kau menggangguku sa-oho oho!" ujar Kageyama sambil terbatuk batuk, bahkan sekilas terdengar suara Tanaka yang menyuruhnya makan dengan pelan.
"Tunggu aku disana..." Tsukishima sepertinya langsung tahu tempat Kageyama berada.
.
.
.
.
.
Di sebuah ruangan besar bernuansa putih, Kenma sedang menatap Action figure nya di lemari besar. Suara ketokan pintu membuat Kenma yang sedang melamun sedikit terkejut.
"Masuk."
Kai pun masuk setelah diberi izin, ia lalu berdiri di samping Kenma dan menyerahkan berkas itu kepada atasannya.
"Saya menggantikan Yaku-san untuk menyerahkan data tentang Hinata Shouyou, Kenma-sama."
"Arigatou," Kenma pun mengambil data itu dan kembali menatap Action figurenya.
"Apa kau tau siapa yang mematahkan tangan Action figure Eren Jaeger ku?"
"Ahahaha, itu kerjaannya Yaku-san dan Lev. Itulah kenapa Yaku-san meminta aku mengatikannya mengantar ini."
Kenma pun hanya bisa sweatdrop. "Katakan kepada mereka kalau tidak mencari yang baru, gaji mereka akan ku potong."
"Ha'i,"
Kai pun berjalan menuju pintu tapi dia berhenti dan kembali kesamping Kenma.
"Saya lupa memberi tahukan anda, saat Yaku-san bertanya kepada orang-orang yang kenal Hinata Shouyou, mereka bilang dia sering dijemput mobil Maybach Exelero."
"Hanya ada satu orang di jepang yang mempunyai mobil Maybach Exelero."
"Ha'i, dia adalah rekan bisnis kita Miya Osamu."
"Hmm, dia beruntung aku bukanlah orang yang mencampur aduk antara urusan pribadi dan perkerjaan."
Kenma pun menatap Kai sambil tersenyum dan menepuk bahu Kai, ia pun berjalan kearah meja kerjanya dan duduk disana memutar tempat duduknya kebelakang dan melihat jalanan besar dibalik kaca jendela besar itu.
"Tapi tetap saja Shouyou itu milik ku." ujarnya tanpa terdengar Kai.
"Saya Permisi dulu, Kenma-Sama."
"Ya, tolong sekalian bilang ke Yaku-san, aku minta bawakan laporan bulan ini dan bulan kemarin."
"Ha'i..."
.
.
.
.
.
"Kau sudah dengar... " ujar Tsukishima secara tiba-tiba di depan Kageyama yang asik memakan ramennya.
"Kiyoko-san mau mengadakan pesta karena sebentar lagi wisuda? Sudah dong..."
"Bukan, Bakageyama! Hinata pulang ke Miyagi."
"Kau ingin ku hajar, Kacamata sialan! Lalu kenapa misalkan dia di Miyagi? Berarti kan dia menjeguk orang tuanya."
Tsukishima memukul mejanya dan membuat kuah ramen Kageyama sedikit tumpah.
"Kau Sial-"
"Miya-san juga ikut kesana, bagaimana kalau dia berniat menikahi Hinata?!"
Kageyama menatap Tsukishima yang yang terlihat jelas sedang marah. Ia pun menghela nafas.
"Tsukishima, kau kan tau... Aku tidak pernah memaksa perasaannya. Kalau dia ingin menikah dengan Osamu-san ya kita sebagai sahabat yang baik harus mendukungnya, karena ini pilihan hidupnya."
"Aku tidak pernah mau mengikhlaskan nya! Kenapa kau tidak mau berjuang unt-"
"Because i set her free! Kau sendiri bagaimana dengan mu? Kenapa kau juga tidak berusaha mendapatkan hatinya? Kenapa kau malah mendorong ku? Asal kau tau saja, bagi ku melihat Hinata bahagia saja sudah cukup." Kageyama menatap Tsukishima dengan tajam lalu pergi ke tempat Tanaka berada.
"Tanaka-san aku pesan Kari dengan telur setengah masak satu." ujarnya dan kembali ketampat asalnya.
"Kita tidak bisa memaksa kehendak kita dengan orang lain, kacamata sialan."
Tanpa memperdulikan Kageyama, Tsukishima mengambil handphone nya dan mencari kontak seseorang yang sangat dia percaya.
"Sugawara-san,"
Kageyama langsung menatap Tsukishima dengan tatapan tidak percaya.
"Oi, ka-"
"Hinata sedang ada di Miyagi bersama pacar barunya."
"Ha'i..."
Tsukishima menyeringai dan menatap Kageyama dengan memantang.
"Kalau Sugawara-san tidak percaya dengan Osamu-san, maka aku juga akan terus tidak terima dengan hubungannya." Lelaki jangkung itu pun pergi, dan Kageyama hanya bisa menatap Tsukishima dengan sedih.
"Kasihan sekali..." bisiknya.
.
.
.
.
.
"Apakah tidur kalian nyenyak?" tanya Tou-chan Shouyou saat si kembar Miya baru keluar dari kamar tamu yang disediakan.
'Kamar tamu apa?! Itu kamar ku tau!' Shouyou menatap Osamu dan Atsumu dengan cemberut sambil berlalu ke dapur.
"Tou-chan, makanannya sudah jadi..." ujar Shouyou dari dapur.
...
"Natsu tolong ambilkan baju ku!" teriak Shouyou.
"Jangan teriak-teriak gitu dong Shouyou, kan malu didepan pacar."
"Kau juga teriak-teriak tadi, Anata." teguran dari istri pun membuat ayah dua anak itu sedikit tersipu.
"Ano... Kami membawakan mochi." sekali lagi Atsumu menawarkan pemberian mereka.
"Wah, terima kasih... Seharusnya tidak perlu repot-repot..."
"Tidak Ba-san, kami lah yang merepotkan..."
"Jadi yang mana pacar Shouyou?"
"Yang ini."
"Bukan, tapi yang ini Ji-san..." ujar Atsumu menunjuk Osamu yang kelihatannya lebih pendiam dari biasanya, kenapa bang? Gugup...
"Ara, ara... Kalian begitu mirip aku jadi bingung, kau kan pacarnya Shouyou."
"Bukan dia tapi saya Tou-san." kali ini Osamu yang mengoreksi.
"Lihatlah rambutnya Tou-chan, warnanya beda... Nee-chan ini bajunya!" ujar Natsu yang baru saja mengambilkan baju untuk Shouyou.
"Nat-chan, tolong bantu Kaa-chan meletakkan makanan keatas meja."
"Ha'i..."
Tak lama Shouyou keluar dengan wajah segar, ia masih menatap si kembar Miya dengan shock.
"Hai, Shou-chan... Aku Miya Atsumu kita pernah bertemu di ruangan Ushiwaka, senang bertemu dengan mu." ujar Atsumu dengan senyuman Pepsodent dan dibalas Shouyou dengan senyuman kikuk.
"Senang bertemu dengan mu juga, Atsumu-san."
Shouyou pun mendudukan dirinya disamping Osamu dan membuat sang Tou-chan berbunga-bunga. Maafkan Tou-chan zaman now mu ini nak...
"Osamu-kun, kenapa kau tidak bilang-bilang akan kesini?!" bisik Shouyou kesal.
"Wajah kesal mu sangat manis, kami tiba-tiba saja ingin kesini." Osamu pun ikut-ikutan berbisik.
"Oi, bisik-bisik! Bikin iri aja." sabar ya bang Tsumu...
Sehabis makan pun mereka sedikit mengobrol tapi saat waktu menunjukan waktu sembilan malam pas Natsu terlebih dahulu tidur karena besok ia harus pergi sekolah lalu Atsumu dan Shouyou dipaksa pergi tidur duluan karena Osamu ingin lebih lama mengobrol dengan kedua calon mertua.
"Jadi Tou-san rutin mengomsumsi Obat ekstra kunyit putih?"
"Iya, karena maag ku suka kambuh sih ..."
"Obat ini susah didapat di Miyagi, harganya mahal ... Untung di Tokyo ada dan harganya lebih murah ..." tambah Kaa-san Shouyou.
"Teman saya Ushijima yang juga dosen di Universitas Shouyou, ia menanam dan menjual kapsul kunyit putih, nanti saya saja yang mengirimkan kapsul itu tiap bulan."
"Benarkah! Terimakasih Osami-kun!"
"Osamu, Tou-san..."
"Osamu-kun maaf sebelumnya kau berkerja sebagai apa?" tanya Kaa-chan Shouyou dengan nada tidak enak.
"Pendidikan terakhir kamu apa nak Samu-kun?"
Okey sepertinya dimulai sesi wawancara calon mantu nya! Kamu siap bang Samu?
"Saya menjalankan perusahaan ayah saya bersama Atsumu dan saya lulusan S2 manajemen di UCL."
"UCL? Dimana itu..."
Osamu pun tersenyum tipis "University College London saya satu sekolah terus dengan Atsumu."
"London? Really?! London yang di Inggris kan?"
"Bukan, iya dong di Inggris... Anata, aku membuat minuman untuk kalian berdua dulu yah..."
"Umurmu berapa nak?"
"Umurku 26 tahun."
"Hmm, beda 6 tahun dari Shouyou."
"Ini minumannya, anata aku tidur duluan yah."
"Iya, terimakasih..."
Kaa-san Shouyou pun meninggalkan kedua pria itu untuk mengobrol lagi.
"Aku senang kau mau meluangkan waktu untuk bertemu dengan ku..."
"Saya ingin lebih mengenal keluarga Shouyou..."
Tou-chan Shouyou pun tersenyum dan mengambil sesuatu dibawah meja.
"Apakah kau bisa main Shogi?"
Osamu pun tersenyum manis saat ditawari permainan catur Jepang itu.
'Shit!' ujar batin nya.
...
"Natsu-chan!" teriak seorang yang tersenyum bagai malaikat.
"Selamat siang Sugawara Sensai..." tegur murid lain yang dilewatinya dan dibalas senyum seindah mentari darinya.
"Natsu-chan, apakah Hinata pulang kemarin?" tanya Sugawara saat sudah di depan gadis manis itu.
"Iya, Nee-chan udah dapat pacar loh! Cakep lagi..."
"Oho..." Sugawara pun tersenyum bagai malaikat tapi aura yang dikeluarkan tubuhnya bertolak belakang dengan senyumnya, bahkan aura nya membuat beberapa murid di lorong itu merinding. "Boleh aku bertemu dengan pacarnya Hinata nanti setelah pulang sekolah?"
"Eh?"
"Bolehkan?" tanya Sugawara yang kali ini aura nya benar-benar pekat.
.
.
.
.
.
"Nee-chan, akhirnya kau datang!" teriak Natsu dari kejauhan.
Setelah pulang sekolah Natsu meminta Shouyou dan Osamu untuk bertemu di taman kota dekat sekolahnya. 'Sugawara-nii kangen loh...' ujarnya untuk sang kakak.
Kedua pasangan itu pun mendekati Natsu yang di sebelahnya berdiri lelaki yang tersenyum bagai Pennywise yang membuat Osamu bingung karena pria itu hanya menatapnya.
"Hinata, Aku merindukanmu!" dengan seenak jidatnya Sugawara memeluk Shouyou didepan Osamu. Perempatan siku-siku keluar dari pelipis Osamu, ia menepuk pundak pria yang empat tahun lebih muda darinya itu.
"Ehem!" tegur Osamu tapi yang ditegur pura-pura tidak peka.
"Ehem!" masih sama.
"Bisa kah kau berhenti menyentuh milik orang."
Sugawara menatap Osamu dengan mata yang menyipit.
"Kau pacarnya Hinata yah? Salam kenal... Aku Sugawara koushi." ujar Sugawara sambil tersenyum. "Natsu-chan, bisa kau bawa Hinata jalan-jalan... Aku mau mengakrabkan diri dengan dia." Ia pun merangkul pundak pria yang lebih tinggi daripadanya itu dan memberikan senyuman yang dapat dipercaya bagi kakak beradik orange itu.
"Okey, ayo nee-chan..."
Setelah cukup jauh Natsu dan Hinata pergi, Sugawara pun menatap Osamu dengan pandangan menyelidiki persis seperti mertua jahat di drama Korea.
"Huh! Aku to the poin aja yah... Aku tidak suka dengan mu!" ujar Sugawara sambil menunjuk hidung mancung Osamu.
Mata sayu Osamu menatap pria yang sedang berkacak pinggang didepannya dengan bingung. 'Apakah dia orang yang diceritakan Yamaguchi-san.'
"Walaupun Oba-san dan Oji-san merestui mu bukan berati aku menerima mu!"
"Ano... Memangnya kau siapanya Hinata?" mendengar pertanyaan Osamu Sugawara pun tersenyum dengan sombong.
'Songong nih orang...'
"Aku adalah orang yang menjaga kesucian, kepolosan dan kecantikannya Hinata dari dia baru masuk Sma! Tidak satu pun pria yang mau menodainya, kubiarkan mendekat! Jadi dia tetap perawan hingga sekarang!" Ujar Sugawara yang sepertinya mulai ooc.
'Ah, dia orangnya... Mother from Karasuno...' pikir Osamu dengan wajah Kagum ia menatap Sugawara yang tiba-tiba disinari cahaya seprti seorang malaikat.
"Kau tidak moduskan?"
"Huh?!" tiba-tiba saja Sugawara mengeluarkan aura gelapnya dan wajah yang merengut. "Negatif Out!" teriak Sugawara sambil memukul pinggang sebelah kanan Osamu.
"Ahk!"
"Apa kau bisa mengajarkan aku cara bermain Shogi? Tou-san kemarin ingin bermain dengan ku kemarin malam tapi aku tidak bisa memainkanya." ujar Osamu dengan wajah kagum.
"Ooh..." ujar Sugawara yang sepertinya mulai luluh.
"Sayang sekali, aku tidak bisa."
Osamu pun hanya bisa kecewa dan itu membuat Sugawara sekit tersenyum.
.
.
.
.
.
"Moshi-moshi, ada apa Suga-san?" suara datar Tsukishima Kai terdengar diseluruh ruang tamu bernuasa minimalis itu.
"Maaf Tsukishima, aku tidak mau lagi memisahkan Hinata dengan pacarnya."
Tsukishima mengerutkan dahinya.
"Kenapa, Sugawara?" nada suara Tsukishima terdengar samgat kecewa ia melepaskan kacamatanya dan memijat batang hidungnya.
"Aku sudah bayak bicara dengan Osamu-san, tapi dia tidak seperti yang kau katakan dan terlihat sekali ia sangat menyayangi Hinata."
"Kenma dulu juga begitu..."
"Bisa kau tidak menyangkut pautkan masa lalu dengan sekarang, saat itu Kenma dan Hinata masih sangat muda... Pikiran mereka masih labil berbeda dengan sekarang, Osamu-kun sangat dewasa ia tau apa yang harus dilakukan. Tsukishima, aku harap kau mengerti."
Sugawara menutup sambungan telepon dan menyisakan Tsukishima yang menunduk dan menutup kedua matanya dengan tangan. Tangannya yang satunya bergetar mengepal kuat sampai kuku-kukunya berwarna putih.
"Kenapa? Kenapa aku begitu pengecut?!" ujarnya dengan nada yang kentara sekali sedang terisak.
"Hinata..."
.
.
.
.
.
Kageyama keluar dari kamar mandi hanya dengan berbalut handuk saja di pinggang nya otot perut yang terbentuk karena latihan yang selama ini rutin dilakukannya terlihat jelas. Ia menatap handphone nya yang tergeletak di atas meja belajarnya.
Ia mengambil handphone itu dan mencari nama Hinata di kontak, ia tampak ragu-ragu saat ingin menelepon gadis cantik itu tapi perasaan itu langsung ditempisnya dan langsung menghubungi Shouyou.
"Oi, Hinata..."
"Apa?" sahut Shouyou yang sedang asik menonton Tou-chan nya, Sugawara, Osamu dan Atsumu bermain kartu uno.
"Besok kau sudah di Tokyo kan?"
"Ya, mungkin aku sore sudah disana. Kenapa?"
"Besok kelasku dan Tsukishima kosong, temuilah dia sebentar, bisakah?" Kageyama pun menyelipkan handphone nya diantara leher dan telinganya karena tangannya sibuk mencari baju rumahan dilemarinya.
"Tapi aku belum punya cukup uang untuk bayar hutangnya..."
Perempat siku-siku keluar dari pelipis Kageyama, ia menjatuhkan pantatnya keatas ranjang dan menggosok rambutnya mengunakan handuk.
"Boge! Aku bukan menyuruhmu membayar hutang tapi temui dia dan tanyakan apa yang mengganggunya selama ini... Mungkin dengan bicara denganmu masalahnya akan selesai, tunggu sebentar aku memakai pakaian ku dulu." Kageyama memakai pakaiannya dan kembali mengambil handphone nya dan menempelkannya di telinga.
"Memangnya ada apa dengan Tsukishima?"
"Kau akan tau saat berbicara dengannya, sudah dulu yah aku mau makan."
"Hm, okey..."
"Siapa yang menelepon?" Tanya Osamu yang mengejutkan Shouyou karena ia tiba-tiba sudah duduk disampingnya.
"Eh, Sudah selesai mainnya?" tanya Shouyou sambil menatap coretan bedak diwajah Osamu karena kalah bermain.
"Tou-san sedang mencari Uno Stacko... Siapa yang menelepon?"
"Kageyama, dia bilang Tsukishima tengah galau..."ujar Shouyou, Sugawara yang mendengar itu pun hanya bisa mengela nafas berat dan membuat Atsumu yang disampingnya nya menatapnya bertanya.
"Ahaha, aku hanya memikirkan muridku..." ujar Sugawara yang dibalas angguk kan kepala oleh Atsumu. Sepertinya kau tau apa yang terjadi dengan Tsukishima kan, Suga-san?
"Hm..." saat Shouyou hendak menghapus coretan bedak dipipi Osamu, Sugawara menegur kalau coretan itu tidak boleh hilang sampai esok.
"Ini dia Uno Stacko dan Sake nya... " teriak Tou-chan Shouyou dari pintu dapur dan membuat keempat Pria itu berkumpul lagi di meja tengah.
"Ano, Suga-san bukankah besok kau harus masuk kerja?" tegur Shouyou yang melihat Sugawara yang tampak kegirangan saat dituangkan sake oleh Atsumu.
"Hm, persetan dengan murid, mereka suka jam kosong kok..."
"Kampai!" teriak keempat pria itu sambil mengangkat gelas tinggi-tinggi.
"Suga-san, masa depan Jepang ada ditangan mu loh..." ujar Shouyou yang dihiraukan oleh para pria itu.
.
.
.
.
.
"Ahh! Kepala ku sakit, Samu jangan cepat-cepat bawa mobilnya..." ujar Atsumu dari kursi belakang. Sepertinya ia masih hangover akibat pesta tadi malam dan bagaimana dengan Osamu? Dia baik-baik saja, memang agak pusing saat baru bangun tidur tapi setelah itu dia baik-baik saja...
Dan jangan tanyakan tentang Sugawara, karena orangnya masih tepar diruang tamu keluarga Hinata dan membuat para muridnya senang karena jam pelajaran kosong. Mereka terpaksa pulang tanpa pamit dengan Sugawara, karena si kembar ini ada rapat jam tiga siang nanti.
"Diam dan tidurlah Tsumu, aku hanya berjalan dengan kecepatan 40, dasar Babi."
"Jaga mulut mu, sampah!"
Shouyou yang mendengar umpatan-umpatan dari kembar miya hanya bisa speechless, betapa indahnya kosa kata yang dikeluarkan mereka pikir Shouyou.
"Ano, kalau Atsumu-san meminum sup jagung hangat kau akan merasa lebih baik..." ujar Shouyou yang sudah tidak tahan lagi mendengar umpatan indah.
"Wah, Shou-chan apa kau seorang malaikat? Kau terlalu baik untuk Samu."
"Bicara seperti itu lagi maka aku tidak akan berhenti untuk membelikan mu sup jagung."
Dan adu mulut mereka pun berlanjut, Shouyou hanya bisa menghela nafas karenanya. Sekarang dia tau perasaan Yamaguchi saat dia dan Kageyama yang juga sering adu mulut.
.
.
.
.
.
TING~ TONG~
Suara bel terdengar memenuhi apartemen yang lumayan mewah itu.
'Tumben ada tamu...' batin Tsukishima yang sedang berjalan kedepan pintu dan menatap layar monitor yang tampak Shouyou yang tengah menunggu untuk dibuka kan pintu.
"Tumben dia kesini..." bisiknya.
Ia pun bergegas membuka pintu dan terpampang lah wajah Shouyou yang sangat cantik bagi Tsukishima.
"Ada perlu apa, tamu tidak diundang?" tanya Tsukishima dengan nada mengejek seperti biasa.
"Boleh aku masuk?"
"Tanpa ditanya pun kau bisa masuk kapan saja." ujar Tsukishima yang memberi jalan untuk Shouyou masuk. Setelah melihat Shouyou yang duduk di sofa nya lelaki berkacamata itu pun berjalan kedapur dan mengambil dua buah soda kaleng.
"Jadi kenapa kau kesini? Tumben sekali..." ujar Tsukishima yang duduk disamping Shouyou.
"Kemarin Kageyama menelepon ku..."
"Lalu?"
Mata berwarna ke emasan itu melirik gadis yang duduk disampingnya, ia merasa tertarik dengan pembicaraan ini.
"Dia bilang kau ada masalah dan aku harus tau apa masalah mu..."
Tsukishima melepas Kacamatanya dan menaruhnya di atas meja, ia memutar badannya sehingga menghadap Shouyou.
"Lalu, menurutmu apa masalah ku?"
"Aku juga tidak tau, tentang hutang ku mungkin..."
"Baka onna, bukan itu..." ujar Tsukishima dengan lembut dan tidak ada unsur Songong seperti biasanya.
"Baiklah akan aku beritahu... Apa kau masih ingat Kageyama pernah menyatakan cinta kepadamu?"
"Iya, waktu Sma kan? Tapi aku sudah mengatakan padanya kalau aku hanya ingin bersahabat dengannya karena waktu itu aku sudah menyukai Kenma."
"Orang yang paling sakit hati waktu itu adalah aku, tapi aku paling tidak suka kau dengan Kenma." ujar Tsukishima sambil mengemgam tangan Shouyou.
"Apa maksud m-"
"Dan aku juga merasakan nya lagi sekarang, saat kau bersama Osamu-san. Bahkan ini lebih menyakitkan dibanding yang dulu. " potong Tsukishima, ia menatap Shouyou degan tatapan mata yang berkaca-kaca.
"I love you to the moon and back..." bisik Tsukishima yang membuat Shouyou terkejut.
"Tsukishima, aku tidak bisa. Dari awal aku hanya mengapmu sahabat terbaik ku... Tapi aku hargai perasaan mu terimakasih dan maaf." ujar Shouyou. Gadis itu pun berdiri dan menghadap Tsukishima lalu menarik kepala itu mendekat dan memeluknya erat.
"Aku tau, tapi saat dia membuatmu sakit... Kumohon pergilah kepada Kageyama atau kepada ku..." ujar Tsukishima yang sedang tenggelam didalam dada besar Shouyou.
Ia pun melepaskan pelukan hangat gadis itu lalu menariknya sehingga terlentang diatas sofa. Ia pun mengurung Shouyou dengan kedua tangannya.
"Tapi biarkan aku melakukan ini sekali ini saja..." tatapan mata Tsukishima yang berkaca-kaca serta suara yang bergetar membuat Shouyou iba dan tidak sanggup untuk menolak pria yang berada di atasnya ini, saat bibir itu mulai mengecup lembut bibirnya dan saat Shouyou merasakan ada air yang menetes ke pipinya, Shouyou pun memeluk leher pria yang sedang menangis dalam diam sambil mencumbunya itu.
'Untuk kali ini saja...' batin Shouyou sambil membalas kecupan-kecupan Tsukishima yang mulai memanas.
.
.
.
.
.
To be continued
CERITA TAMBAH HAIKYUU!
Warning! Cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan cerita diatas!
"Kyaa! Ah! Ah! Ah! Tana- Ah!" suara desahan terdengar jelas dari kamar di kediaman Kiyoko dan kebetulan sekali Shouyou yang sedang menginap dirumah itu lewat didapan kamar Kiyoko karena ia ingin minum.
Karena penasaran ia pun membuka pintu itu dan membuat sepasang kekasih yang sedang main kuda-kudaan itu terkejut.
"Kalian sedang apa?" tanya Shouyou yang kentara sekali sedang mengantuk dan pasti belum dapat berpikir apa yang sedang terjadi didepannya.
Kiyoko dan Tanaka hanya bisa speechless dengan posisi Doggy Style.
"Kami bermain Twister." ujar Tanaka.
"Iya benar hahaha..."
Dan saat pagi hari saat Shouyou ingin memakan serealnya dia mengingat apa yang terjadi tadi malam. Ia pun menatap jijik serealnya dan menjauhi dari hadapannya.
"Mereka tidak bermain Twister!" teriak Shouyou yang memenuhi rumah Kiyoko.
.
.
.
.
.
Author note:
Aku bingung mau nulis apa jadi aku langsung saja balas review yang not loging
-Guest: Makasih yah udah review, jangan lupa review lagi :D
-nuning Hanger: Bapaknya Shouyou kaga tau kalau anaknya laku :D
makasih yah udah review jangan lupa review lagi yoo :D
-Haikyuu big fans: Wkwkwk, Mama Suga nggak gigit kok cuma mukul doang :v
makasih yah review :* jangan lupa review lagi :D
-Mob: Ini udah lanjut loh :v
Makasih yah udah review jangan lupa review lagi :*
Nah itu balasan untuk yang non Loging
Sekali lagi makasih untuk yang udah Review sama baca Fic ini yah...
Jangan lupa untuk Review
.
.
.
.
.
Do not Forget to Review
