My love begins with unlucky
Disclaimer: Furudate Haruichi
By: Step129807
Warning: Ooc, Ic, Typo
Chapter 8
"Fuuuh..." Kenma menghela nafas, sebelum mengetuk pintu apartemen kecil di depannya, diketoknya pintu itu tiga kali tapi tidak ada jawaban, diketoknya sekali lagi tapi jawabannya tetap sama.
"Apa yang kau lakukan disini?"
Suara imut itu membuat Kenma sedikit terkejut, ia membalikan badannya untuk menatap pemilik suara yang sangat ia rindukan.
"Dari mana kau tahu alamatku?"
"Shouyou..." Kenma berusaha menggenggam tangan mungil Shouyou namun yang punya malah menempisnya.
"Shouyou, setidaknya dengarkan dulu penjelasan ku..." Kenma pun menggenggam tangan Shouyou dan kali ini tidak ia tepis.
"Ku mohon, Love... "
"Berhenti memanggilku seperti itu, kita berdua sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi." Shouyou pun membuka pintu dan mempersihlahkan Kenma masuk.
"Shouyou, a-"
"Duduklah dulu, mau minum apa?"
Kenma tersenyum dan berjalan dua langkah mendekati Shouyou.
"Kopi, kopi buatanmu lah yang paling aku sukai dari dulu sampai sekarang."
Shouyou menatap Kenma dengan pandangan yang sulit dibaca. Gadis manis itupun mengangguk lalu pergi meninggalkan Kenma ke dapur, sepuluh menit kemudian Shouyou kembali membawa dua buah kopi hitam yang aromanya sangat nikmat.
Setelah minum sedikit kopi itu Kenma tersenyum tipis, betapa ia merindukan rasa kopi buatan gadis cantik yang duduk disampingnya ini.
"Lov-"
Sebelum Kenma menyelesaikan panggilan sayang yang dulu sering dia lakukan, Shouyou terlebih dahulu menatapnya tajam.
"Shouyou, aku akan menceritakan semuanya kepada mu..."
"Semua?" Shouyou mencoba menatap mata keemasan yang menatapnya tapi gagal, ia tidak sanggup menatap mata indah itu.
"Semua..." Kenma menghela nafas lalu tangan kasar karena terlalu banyak berlatih voli dulu itu mengemgam tangan Shouyou lalu mengecupnya.
"Pertama, maafkan aku karena meninggalkanmu begitu saja..." Sebelah tangannya membelai pipi Shouyou.
Betapa ia merindukan saat seperti ini...
Minum kopi buatan Shouyou, mengemgam tangan mungil Shouyou, membelai pipi gadis itu...
Dia sebenarnya ingin mencium setiap inci wajah cantik gadis ini seperti dulu tapi ia takut kalau gadis ini akan marah dan menangis lagi...
"Aku meninggalkan mu dan semua orang disini karena aku harus mengurus perusahaan ayah ku sudah yang meninggal... Aku ingin menghubungi kalian, tapi karena keadaan aku tidak bisa."
Shouyou mengerutkan dahinya tidak mengerti.
"Kenapa?"
"Dulu ayah ku pernah bekerja sama bisnis dengan Gangster Amerika, tapi sepertinya tidak berjalan lancar..." Kenma pun membimbing tangan Shouyou untuk menangkup kedua pipinya dan Shouyou membiarkannya saja.
"Ayahku... Ayahku," Shouyou yang iba membelai pipi Kenma lembut.
"Kalau kau tidak sanggup, tidak usah dipaksakan..."
Kenma menggelengkan kepalanya.
"Ayahku meninggal karena tembakan tepat di kepalanya saat dalam perjalanan menuju ke bandara dan yang melakukan penembakan itu adalah salah satu anggota Gangster yang pernah bekerja sama dengan ayah ku... Lalu aku dipilih untuk menggantikan posisi ayahku yang kosong. Minggu pertama masih baik-baik saja tapi minggu berikutnya para Gangster itu mulai meneror kami, akupun sudah beberapa kali hampir kehilangan nyawa, bukan hanya itu... Ibuku yang hanya tinggal di Jepang pun hampir terancam nyawa nya, bahkan polisi yang menangani ini kesulitan. Itulah kenapa aku takut menghubungi kalian semua, aku takut kalian kena imbas apa yang terjadi kepada keluarga ku..."
Shouyou hanya bisa menatap Kenma bersalah, lalu hendak ia menunduk sebelum sebuah tangan mencegahnya lalu memberikan Shouyou sebuah senyuman yang hanya ia perlihatkan ke keluarga dan Shouyou saja.
"Tak apa, sekali lagi maaf..."
"Tidak, aku yang sal-"
Kenma menutup mulut Shouyou dengan jari telunjuknya, menyuruh Shouyou untuk diam.
"Kau tidak salah, ini semua karena keadaan..."
Kenma pun membelai rambut orange itu pelan dan mengecupnya lembut.
"Shouyou, aku mencintai mu... Dari dulu hingga sekarang tidak pernah berubah."
Shouyou menatap Kenma dengan tidak nyaman, ia ingin membuang muka tapi tangan Kenma menghalanginya.
"Shouyou..." panggil Kenma meminta jawaban tapi Shouyou ragu untuk menjawab, ia memang masih mencintai lelaki didepannya ini namun nama seseorang langsung muncul di pikirannya atau mungkin di hatinya.
'Osamu-kun...'
Gadis yang cantik itu bingung ada apa dengannya, kenapa malah nama Om Om pemaksa dan mesum itu terus muncul dalam dirinya. Ayo lah, dia Hinata Shouyou masih sangat mencintai Kenma walau pernah sakit hati karena ditinggal begitu saja...
'Osamu-kun...'
'Osamu-kun.'
'Osamu-kun.'
"Shouyou..." panggilan Kenma membuat Shouyou sadar dan sedikit tersentak.
Shouyou pun melepaskan tangan Kenma yang memegang kedua pipinya, ia mengambil nafas dan mengeluarkannya pelan.
"Kenma, maaf... Aku tidak bisa, karena aku sudah punya orang lain."
Kenma tersenyum sinis.
"Aku tau, Love... Tapi dari dulu hingga sekarang kau itu milik ku." dengan santainya lelaki berambut puding itu bicara seolah ini hal yang biasa saja, ia pun kembali membelai pipi gadis didepannya dan mengucapkan sesuatu yang membuat sang gadis terkejut, lalu ia mengecup bibir yang dulu selau ia cicipi itu dan setelahnya pergi meninggalkan sang gadis sendirian.
"Akan aku buat kau kembali kepada ku dan meninggalkan si Miya Osamu."
.
.
.
.
.
Tsukishima hanya bisa menatap televisi yang menampilkan acara comedi dengan pandangan kosong. Walaupun dia sudah menumpahkan semua perasaannya kepada Shouyou melalui ciuman panas yang membuat bibir Shouyou membengkak, tapi itu tidak bisa mengobati hatinya yang begitu rapuh.
Tapi dia sudah berjanji kepada dirinya untuk membiarkan gadis itu bahagia dengan pilihannya, ia hanya bisa berharap pilihan Shouyou salah lalu gadis itu berlari kepelukannya.
Mungkin Tsukishima harus menunggu Shouyou jadi mantan Osamu atau janda Osamu dulu lalu ia bisa memiliki cintanya itu.
Itu pun kalau Shouyou berlari ke pelukannya lalu menjadi miliknya...
Tsukishima pun mengambil mantel hitamnya dan mematikan televisi itu lalu pergi meninggalkan rumahnya. Mungkin sebuah buku tentang botani mampu untuk menyembuhkan luka hatinya walau sedikit dan juga sedikit membantu untuk tugas kuliah nya nanti.
Kakinya pun melangkah menuju gedung kampus yang masih ramai oleh mahasiswa, dalam perjalanan ia bertemu dengan Kageyama yang menatap nya.
'Tumben kau kemari saat tidak memiliki jadwal kuliah.'
"Aku hanya ingin membaca buku di perpustakaan untuk membantu ku mengerjakan tugas."
Kageyama menatap Tsukishima dengan pandangan kagum sekaligus menjijikan, dia bingung kenapa lelaki ini bisa membaca pikirannya, apakah Tsukishima sekarang menjadi seorang Cenayang?
"Aku bukan seorang Cenayang yang bisa membaca pikiranmu, Raja..."
Sekali lagi Kageyama dibuat terkejut karena perkataan yang keluar dari mulut Tsukishima yang meninggalkan dirinya.
Mungkin berciuman dengan Shouyou membuatnya memiliki kekuatan Cenayang sehebat Saiki Kusuo.
'Author-san, kau menyebut character dari anime sebelah.' ujar Tsukishima dari dalam hati yang membuat aku terkejut.
Okey, terbukti ciuman Shouyou membuat Tsukishima mempunyai kekuatan cenayang.
'Aku tidak memilikinya, Author-san...'
.
.
.
.
.
Atsumu menatap bosan desain bola voli yang dianggapnya tidak menarik. Dalam hati ia menggerutu karena menurutnya karyawan tidak etis dalam membuat desain baru untuk bola voli. Lelaki tampan itu pun menatap kembarannya yang sedang asik menatap foto Shouyou yang sedang tidur dilayar handphone nya.
"Oi, kerja oi..." tegur Atsumu dengan wajah yang menurut Osamu sangat menyebalkan. Begini nih kalau Atsumu yang lapar dipaksa kerja, moodnya selalu menjadi buruk kalau seperti ini solusinya hanya satu yaitu makan.
"Oi, Ayo kita makan..." ujar Osamu tapi saat ia hendak mengambil kunci mobilnya, tanpa sengaja tangannya menyengol mug kopi di atas meja kerjanya. Cairan berwarna hitam pekat itu pun mengotori lantai marmer berwarna putih.
"Hati-hati Samu, kau membuat cleaning service kita repot." ujar Atsumu yang marah-marah karena dari awal moodnya sudah tidak bagus, pria berambut pirang itu pun memanggil seorang cleaning service melalui telepon kantor untuk membersihkan ulah kembarannya.
Sedangkan Osamu entah mengapa perasaannya langsung tidak nyaman.
"Sayang..." bisiknya.
"Memang sayang, kenapa juga nggak hati-hati... Pecahkan!" sahut Atsumu dengan cemberut yang membuat Osamu semakin kesal.
Okey sepertinya si kembar Miya mempunyai mood yang buruk hari ini.
Mereka pun memutuskan makan di restoran Sakanoshita tempat kesukaan Shouyou.
Mereka pun memakan dengan tenang karena mood mereka sudah membaik.
"Ah, Miya-san..."
Merasa dipanggil si kembar pun langsung menatap ke sumber suara.
"Are Kenma-san..." sapa Atsumu.
"Konnichiwa..." sapa Osamu.
Dan entah mengapa Osamu merasa Kenma sedang menatapnya sangat dingin.
"Konnichiwa..." balasannya.
"Bolehkan, aku ikut duduk dengan kalian?" tanya Kenma dengan nada malasnya.
"Tentu, silahkan..." ujar Atsumu.
Tidak lama kemudian Osamu merasa handphonenya bergetar, ia menatap layar handphonenya dan menerima panggilannya.
"Ada apa Sayang?" ujar Osamu yang langsung mendapat perhatian Kenma.
"Tidak, aku tidak sibuk..." merasa dipandang Osamu pun membalas mata yang menatapnya datar.
"Okey, kau sudah makan? Mau aku bungkuskan? Sekarang aku sedang di Sakanoshita." kedua mata yang terlihat datar itu saling beradu tatapan. Mungkin orang biasa yang melihat tidak akan merasakan tatapan yang menusuk dari kedua mata itu.
"Tsumu, aku duluan..."
"Mau ketemu Shou-chan yah..."
"Shou-chan?" tanya Kenma pura-pura tidak tau.
"Pacarnya Samu..." balas Atsumu.
"Aku Permisi dulu, Kenma-san."
Kenma pun mengangguk menanggapi perkataan Osamu.
.
.
.
.
.
"Wah sebentar lagi cuti panjang musim dingin..." ujar Sugawara bersemangat. Ia pun mengambil handphone di laci meja kantornya dan mencari nama Daichi dikontak nya.
"Moshi-moshi, Daichi kau saat cuti kemana?"
"Ah Sugawara, tidak tau... Aku tidak punya rencana." sahut suara berat yang diketahui bernama Daichi.
"Ikut aku aja ke Tokyo."
"Ngapain?"
Sugawara tersenyum cerah bagaikan musim panas walaupun sekarang sedang awal musim dingin yang membuat para ibu guru ngebet membuat dia menjadi menantu mereka.
Ibu- ibu jangan nilai seseorang dari sampulnya, karena ini orang berpotensi menjadi mertua galak di kemudian hari.
"Sebagai senpai yang baik, kita harus selalu menjaga tali silaturahmi dengan Kohai kita dong."
"Geh!"
"Geh, apa? Pokoknya kau ikut aku ke Tokyo!" teriak Sugawara, ia pun langsung memutuskan sepihak panggilan teleponnya dengan Daichi.
.
.
.
.
.
"Hashire soriyo, kazeno youni~"
Didalam sebuah apartemen kecil terdengar suara Shouyou yang sedang bernyanyi Jingle Bells, ia berusaha melupakan perkataan Kenma sekarang dan mencoba fokus ke urusan yang lain.
Dia sedang menunggu kedatangan Osamu, ia ingin membawa sang kekasih ke pesta barbeque Kiyoko yang besok sudah wisuda.
"Yukino naka wo~"
Shouyou memutarkan badannya yang dibalut dress merah yang manis di kulit pucatnya.
"Karuku hayaku~"
Ia pun sedikit memoleskan pipinya dengan Blush on berwarna soft pink.
"Waraigoewo yukini makeba~"
Ia menyisir rambut orangenya dan menatap pantulan dirinya dicermin.
"Akarui hikarino hanani naruyo~"
Tak lama terdengar suara pintu apartemennya diketok, ia pun berlari dan membukakan pintu.
"Kau cantik..." puji Osamu tapi yang dipuji hanya tersenyum manis.
"Jinguru beru jinguru beru, suzuga naru~ suzuno rizumu ni hikarino waga mau~" nanyian Shouyou yang memiliki suara imut itu membuat Osamu tersenyum. Dia jadi kepikiran untuk memakaikan Shouyou baju Santa Claus saat Natal nanti.
"Osamu-kun, pestanya diadakan nanti jam tujuh malam jadi temenin aku beli bedak dulu yah... Bedak ku mulai habis."
Osamu hanya mengangguk dan tersenyum, ia pun mendekati Shouyou yang sedang memakai liptint dan mengecup pipi itu sekilas.
.
.
.
.
.
Desisan dari sepotong daging yang diletakkan Kuroo di atas alat pemanggang terdengar sangat merdu, ya, untuk beberapa orang yang sudah kelaparan.
"Kau harus menambahkan cuka di atas dagingnya ketika daging itu dibakar." ucap Kageyama yang memperdebatkan tips makan Yakiniku bersama Tanaka.
Dua pria itu tidak sependapat dengan cara apa daging panggang terasa enak ketika ditambahkan dengan cuka asin. Ini perdebatan yang tidak menarik tapi menjadi satu-satunya obrolan yang bisa disimak beberapa orang seperti Shouyou, Osamu, Oikawa, Kuroo, Kiyoko, Ushiwaka dan juga Yachi. Sedangkan Yamaguchi ia tengah asik bermain AOV di handphone nya.
"Kau salah! cuka akan terkena panas dan menguap, bumbunya tidak akan terlalu terasa di lidah jika dibandingkan mencelupnya secara langsung setelah dagingnya masak." Sanggah Tanaka.
"Jangan remehkan seorang koki yah." tambah Tanaka.
"Sepertinya aku terlambat..." sebuah suara bernada malas membuat Shouyou dan Kageyama terkejut.
"Ah, Kenma jadi kau beneran sudah kembali." ujar Oikawa.
"Hm..." dia pun berjalan dan duduk disampingnya Ushiwaka dan berhadapan dengan Shouyou sepertinya Osamu sedikit merasa ada perubahan dengan gadisnya. Sedangkan Kageyama hanya menatap Kenma dengan datar tapi syarat dengan kemarahan yang hanya disadari oleh Shouyou dan Kenma. Kalau ada yang bertanya siapa yang mengundang Kenma... Jawabannya ya si Kuroo.
"Kita bertemu lagi Miya-san..."
"Ya..."
"Eh? Kau kenal dengan pacarnya Chibi-chan ya Kenma?" tanya Kuroo.
"Bisa dibilang kami ini rekan bisnis..." jawab Kenma yang dibalas Kuroo dengan gumaman yang tidak jelas. Tidak lama seorang pelayan datang membawa bir pesanan mereka dan satu orange jus untuk Kiyoko. Oikawa pun mengambil segelas bir dan mengangkat nya tinggi-tinggi.
"Untuk kelulusan salah satu murid ku yang ku bangakan, Kampai!" teriak Oikawa yang diikuti semua orang diruang itu.
"Aku mengambil jurusan yang berbeda dari kelasmu, Sensei."
Dan tiba-tiba saja Tanaka berdiri dan juga ia mengikuti sertakan Kiyoko, otomatis semua langsung menatap mereka.
"Kiyoko-san, sudah lama aku ingin mengatakan ini dan kau sebagai perempuan pasti mengharapkan ini kan..."
Ia pun bersujud dihadapan Kiyoko yang membuat Kuroo dan Oikawa bersorak auuuu, lelaki bertampang sangar itu pun mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru dari kantong bajunya dan memperlihatkan isinya kepada Kiyoko dan sukses membuat mata Kiyoko berkaca-kaca bahagia.
"Cieeee, bikin iri aja lu botak!" teriak Kuroo dan Oikawa yang jomblo.
"Kiyoko-san, maaf karena membuatmu hamil anak kita diluar nikah... Sebenarnya aku ingin mengatakan ini jauh sebelum kau mengandung anak kita tapi aku takut untuk mengangu kegiatanmu menuntut ilmu, sekarang kau sudah lulus dan menjadi sarjana jadi mau kah kau menjadi Istri ku?"
Perkataan Tanaka membuat Osamu terkagum-kagum, ia berpikir akan melakukan hal yang sama kepada Shouyou yaitu menghamilinya duluan lalu bertemu dengan sang calon mertua lalu bilang bahwa dia sudah menabungkan benihnya di rahim Shouyou. Hmm betapa pemikiran yang sangat haqiqi.
"Tanpa kau tanyakan seperti itu, dari dulu aku mau menjadi Istri mu." ujar Kiyoko dan langsung mencium Tanaka dihapan yang lainnya.
"Tutup mata Chibi-chan Ushiwaka! Dia masih kecil!" teriak Oikawa yang sedang menutup mata Kageyama supaya tidak melihat pemandangan hot dari Tanaka dan Kiyoko. Ushijima pun dengan cepat menutup kedua mata Shouyou tanpa peduli tatapan bingung Osamu dan Kenma.
"Kita harus menjaga kepolosan dan kemurnian kedua murid kita ini, Ushiwaka!" ujar Oikawa yang sepertinya tidak tau kalau murid perempuan mereka itu sudah melakukan apa yang dilakukan kedua sejoli didepan yang masih asik berciuman.
.
.
.
.
.
To be continued
CERITA TAMBAH HAIKYUU!
Warning! Cerita ini tidak ada sangkut pautnya dengan cerita diatas!
Tinggi dan berat badan Hinata fem! Aku samakan dengan tinggi dan berat badan ku... Jadi mohon maaf karena Hinata saya buat semakin pendek...
"Hashire soriyo kazeno youni~"
"Bisa kau berhenti bernyanyi itu, kau sudah mennayinyikannya berulang-ulang." tegur Tsukishima yang sudah bosan mendengar suara Shouyou yang sedang bernyanyi Jingle Bells berulang-ulang kali.
"Hey! Hey! Hey! Tidak apa Tsukki-kun, itu tandanya dia sedang bersemangat dimalam natal ini." teriak Bokuto tidak kalah semangat yang dibalas Tsukishima dengan pandangan malas.
"Ho ho ho, here we go!" teriak Kuroo dan Lev.
Mereka pun berjalan kesebuah rumah yang ditunjuk Kuroo, mereka memakai pakaian Santa Claus lengkap dengan kumisnya. Terlihat sekali yang terpaksa mengikuti ini hanya Tsukishima dan Akaashi.
"Anoo, apakah tidak terlalu awal memakai baju Santa Claus dan berbagi-bagi hadiah. Ini baru awal bulan kan..." ujar Akaashi.
"Akaashi, ini namanya semangat natal hey! Hey! Hey!"
"Mungkin Santa Claus yang sebenarnya akan marah karena kita mendahului perkerjaanya." sahut Akaashi malas.
"Ini rumahnya, Lev ambil tangga dekat pohon itu."
"Ha'i Kuroo-san!"
Mereka pun naik ke atap satu persatu dan berjalan kearah cerobong.
Mereka semua melihat kedalam cerobong dan Kuroo mendesah kecewa.
"Terlalu sempit..." ujarnya ia pun menatap satu persatu mulai dari Bokuto.
Bokuto Koutarou, tinggi badan 185.3 cm, berat badan 78,3 kg. Tidak muat.
Tatapan matanya pun beralih kearah Akaashi Keiji, tinggi badan 182.3 cm, berat badan 70,7 kg. Tidak muat juga.
Tsukishima Kei, tinggi badan 190.1 cm, berat badan 68,4 kg. Kurus sih tapi tetep tidak muat masuk kedalam cerobong.
Haiba Lev, tinggi badan 194.5 cm, berat badan 79,7 kg. Terlalu besar.
Kuroo pun menghela nafas dan menatap cerobong dengan kecewa.
"Tidak ada yang muat unt-" ia pun menghentikan perkataannya saat melihat Shouyou yang menatapnya polos, bukan hanya Kuroo yang menatap nya tapi semua yang ada disana menatap si cebol imut itu.
Hinata Shouyou, tinggi badan 157.8 cm, berat badan 47,9 kg. Sempurna.
"Chibi-chan aku sangat senang kau ikut loh..." ujarnya sambil mengangkat Shouyou seperti boneka.
"Kuroo-san, itu anak orang loh..." tegur Akaashi.
Tanpa mendengarkan Akaashi, Kuroo memasukkan Shouyou kedalam cerobong sambil tersenyum khas dirinya.
"Oya, oya, oya... Selamat menjalankan tugasmu mba Santa Claus yang manis."
"Eh?" Kuroo pun melepaskan Shouyou sehingga gadis itu meluncur kedalam cerobong dengan mulus.
"Ayo kita pulang, kita telah selesai mengirimkan hadiahnya."
"Apa tidak masalah jika kita meninggalkan Hinata-chan begitu saja, Kuroo?" tanya Bokuto yang melihat kedalam cerobong untuk memastikan muridnya baik-baik saja.
"Chibi-chan itu hadiahnya..."
"Kuroo-san kau memberikan Hinata ke sembarang orang..." tegur Akaashi.
"Huh? Tidak dong... Ini kan rumah Kenma." ujar Kuroo yang membuat Tsukishima dan Akaashi kesal.
.
.
.
.
.
"Aaaaaaaa!" teriak Shouyou membuat Kenma yang sedang bermain di psp nya terkejut.
"Eh, Shouyou..."
"Kenma, ini rumahmu?" tanya Shouyou yang cemong karena kena abu cerobong.
"Iya, kenapa kau masuk lewat cerobong? Dan kenapa kau memakai baju Santa Claus lebih awal? Ini belum malam natal." tanya Kenma.
Lelaki berambut puding itu mengambil tisu basah di atas meja dan mengelap wajah Shouyou.
"Aku ikut Kuroo-san membagikan hadiah dan aku berakhir seperti ini."
"Lalu mana hadiah ku, hmm?" Kenma pun membawa Shouyou duduk dipangkuannya tanpa perduli baju Shouyou yang kotor.
"Eh, hadiahnya dengan Kuroo-san! Dia hanya melempar ku disini tanpa memberikan hadiahnya..."
Kenma pun tersenyum dan menegelamkan wajahnya di leher Shouyou.
"Berati kau lah hadiah ku, Love..."
.
.
.
.
.
END
Author note:
Aku bingung mau nulis apa jadi aku langsung saja balas review yang not loging
-Guest : Iya, makasih yah udah nyemangatin...
Ini udah lanjut loh :D
Jangan lupa review chapter 8 yahh
-Haikyuu big fans: Iya untung Tsukihina enggak tercyduk bang Samu...
Nanti Mama Suga muncul lagi ko tunggu aja yah...
Makasih loh udah review jangan lupa review chapter 8 yah
-nuning Hanger: Ini udah lanjut :D, makasih yah udah review... Jangan lupa review chapter 8 yoo :*
Nah itu balasan untuk yang non Loging
Sekali lagi makasih untuk yang udah Review sama baca Fic ini yah...
Jangan lupa untuk Review chapter 8 ini yah...
.
.
.
.
.
Do not Forget to Review
