My love begins with unlucky
Disclaimer: Furudate Haruichi
By: Step129807
Warning: Ooc, Ic, Typo
Chapter 11
Sudah sebulan dari acara lamaran Kiyoko, dan besok adalah hari pernikahan Senior sekaligus sahabat si gadis bersurai Orange itu.
Dia bingung mau memakai apa ke acara pernikahan Kiyoko nanti, ia sama sekali tidak punya gaun untuk pestanya Kiyoko.
Mau beli di butik, mahal... Shouyou nggak punya uang sebanyak itu, yang ia punya hanya cukup untuk makan. Saat sedang asik meratapi nasibnya Handphone Shouyou bergetar tanda ada yang menelepon.
"Kenma..." ujarnya Shouyou sebelum menjawab panggilan Kenma.
"Moshi-moshi..."
"Apa kau sudah punya gaun untuk pesta Kiyoko-san?"
Shouyou terdiam sebentar memikirkan jawaban yang tepat untuk Kenma, ia pun agak ragu menjawab...
"Belum punya..."
"Bagus, aku mengirimkan gaun ke apartemenmu..."
"Eh, tidak usah... Itu akan merepotkan Ken-"
Sebelum Shouyou menyelesaikan perkataannya Kenma memotongnya.
"Shouyou, aku tidak memaksa mu memakainya... Kalau kau suka pakai saja."
"Baiklah, terimakasih Kenma."
"Hm, sama-sama..."
Tak lama kemudian terdengar suara seseorang mengetuk pintu apartemennya. Kaki kaki mungil milik Shouyou pun bergerak ke arah pintu dan membukanya, ada dua orang berpakaian setanlan jas membawa kotak. Shouyou menatap bingung kedua pria itu.
"Saya mengantarkan barang untuk anda nona." ujar kedua orang memakai pakaian yang rapi itu, hmm... Shouyou meletakkan jari gelujuknya di dagunya, ia sedang berpikir... Kalau pria satunya dia yakin itu suruhan Kenma, tapi satunya siapa? Kalau Kaa-chan yang mengirim barang dari Miyagi, pasti yang datang adalah abang abang memakai baju biru putih dengan garis merah serta logo J.*e di dada kirinya.
"Ano... Boleh tau siapa yang mengirimnya?"
Setelah bertanya Handphone di kantong celana Shouyou bergetar, ia pun menerima panggilan dari Osamu.
"Ada apa Osamu-kun?"
"Aku mengirimkan kau gaun, kalau kau suka pakailah... Sudah dulu ya Sayang, aku ada rapat."
Osamu langsung menutup sambungan teleponnya tanpa membiarkan Shouyou menbalas perkataannya. Sekarang dia tahu siapa yang mengirimkan barang satunya. Shouyou mengambil kedua barang itu dan memberikan senyuman dan ucapan terimakasih kedapa dua orang itu.
.
.
.
.
.
Shouyou menatap kedua gaun itu dengan pandangan horor, ada apa dengan selera berpakaian kedua pria itu! Dari Kenma adalah gaun yang dipakai Anna Kushina di anime K. 'Memang gua mau pergi cosplay!' gaun dari Osamu nggak kalah noraknya, masa dia harus pakai gaun pedek berwarna merah dengan bling bling disana sini... 'Memang gua mau pergi dugem!' Shouyou hanya bisa mengela nafas, kalau begini dia tidak punya gaun yang dipakai untuk pesta pernikahan Kiyoko.
Sedang asik meratapi nasibnya Shouyou mendengar suara ketukan pintu membuatnya tersadar. Ia kembali berjalan dan membuka pintu, dan langsung menemukan wajah bertekuk Kageyama dan Tsukishima, ciri khas mereka sekali.
"Siap-siap kita cari gaun untuk mu."
"Huh?"
"Cepat siap-siap boge."
Shouyou pun berbalik dan bersiap-siap pergi dengan Kageyama dan Tsukishima.
"Jadi kalian membantu aku mencari gaun untuk ku?" tanya Shouyou dari kursi penumpang belakang di mobil Kageyama.
"Hn..." balas Kageyama yang lagi fokus nyetir.
"Lalu kenapa tidak sekalian dengan Yachi?"
"Yachi sudah mencarinya dengan Yamaguchi." kali ini Tsukishima yang menjawab dengan wajah sedikit memerah tapi tetap berwajah datar. Cieee masih ingat me 'anu' Shouyou yah Tsukki...
Setelah 30 menit mengendarai mobil dengan kecepatan 25, Kageyama menghentikan mobilnya di salah satu toko butik ternama yang Shouyou ketahui harga barangnya selangit.
"Ano... Uang bulanan ku tidak akan cukup untuk membeli satu gaun disini..." ujar Shouyou takut-takut, habis sudah uang aku yang baru di transfer Kaa-chan, Batin Shouyou teriak-teriak heboh.
"Soal gaun, aku yang akan bayar..." ujar Tsukishima dan langsung mendapatkan back hug dari Shouyou, tahan Tsukishima, tahan... Itu pacar orang loh.
"Makasih ya Tsukki!"
"Hm..."
"Aku juga ikut patungan membayar gaun mu..."
.
.
.
.
.
"Tadashi-kun?" panggil sang kekasih dari balik tirai tempat mencoba gaun. "Aku malu..."
Yamaguchi tersenyum 'Betapa manisnya kekasih ku' pikir lelaki berusia Dua puluh tahun itu. "Tidak perlu malu, kau selalu terlihat cantik..."
Dengan ragu Yachi pun membuka tirai dan menampilkan dirinya dalam balutan gaun berwarna putih, sangat cantik tapi...
"Yachi-chan, kau bukan pengantin... Jangan pakai gaun warna putih.*"
Keluar Perempatan merah di jidatnya tanda ia kesal namun, ia tetap tersenyum manis kepada Yamaguchi dan kembali menutup tirai untuk menganti gaun.
'Dasar, cowok nggak peka! Yang aku pakai ini memang gaun pengantin... Masa dia engga ngerti kode aku sih, paling tidak puji aku cantik...' omel Yachi dalam hati sambil menggigit gaunnya. hati-hati rusak, gaun mahal loh itu.
Akhirnya Yachi pun memakai gaun berwarna plum berbahan Chiffon. Bentuk gaun yang menampilkan punggung mulusnya, roknya jatuh menjuntai menutupi sampai mata kakinya. Yachi yang manis terlihat sangat anggun.
Yachi membuka tirai dan menampakkan sosoknya yang wow, gadis berambut pirang itu tersenyum manis saat melihat wajah Yamaguchi yang tidak dapat menutupi rasa kagumnya.
"Kau... Sangat cantik."
.
.
.
.
.
Kliting Klinting!
Bunyi lonceng berbunyi saat Tsukishima mendorong pintu butik dan langsung disambut oleh pelayan pria berambut merah, Tunggu dulu! Mereka sangat kenal dengan orang yang menyambut mereka ini.
"Ala ala ala? Anak-anak Karasuno yah..."
"Satori-san!!" teriak Shouyou.
Mereka cukup terkejut saat melihat pelayanan pria yang ternyata adalah senior mereka dari sekolah Shirotorizawa, yang dulu juga sempat jadi konsultan tata rambut Kageyama saat hendak menyatakan cinta.
"Biar ku tebak, apakah kalian mengantar Chibi-chan untuk cari gaun." ujar Tendo dengan gaya khasnya, sedangkan tiga sahabat itu masih menatap senior nyentrik mereka tidak percaya.
"Ngapain Satori-san disini?" tanya Kageyama masih dengan wajah tidak percaya.
"Eeeh, ini kan butik punya ku..."
Shouyou, Kageyama dan Tsukishima pun hanya bisa speechless, manusia memang tidak mudah ditebak. Siapa yang sangka kalau Guess Monster dari Shirotorizawa nantinya akan memiliki salah satu butik gaun ternama di Jepang.
"Jadi gaun seperti apa yang kau inginkan, Chibi-chan?" tanya Tendo dengan senyuman khas dirinya sekali.
"Sebenarnya aku tidak terlalu mengerti gaun seperti apa yang cocok untukku, bisakah kalian memilihkannya untukku?" Shouyou tampak bingung saat melihat beberapa koleksi gaun yang dipajang, semua terlihat bagus dan cantik.
Tendo pun memperhatikan postur tubuh Shouyou , mengamati gaun seperti apa yang cocok dipakai pada tubuh mungil itu. "Emm.., mungkin gaun pendek, kira-kira panjangnya selutut atau diatasnya, oh.., dan juga tanpa lengan." ujar Tendo, lelaki berambut merah itu beranjak memilah gaun yang dia anggap cocok untuk Shouyou.
Shouyou mencoba beberapa gaun yang dipilihkan oleh Tendo. Ada tiga yang cocok untuknya, namun Tsukishima dan Kageyama merasa tidak puas dan menyuruh Shouyou mencari gaun yang lain.
"Sempurna!!! Kau tampak seperti miracle girl!" ujar Tendo heboh melihat betapa cantiknya Shouyou dan jangan tanyakan ekspresi seperti apa yang ditampilkan kedua pria yang lainnya.
Shouyou mengunakan gaun pilihan terakhir. Gaun itu berbahan katun silk, berwarna Light Green. Roknya berbentuk Flared Skirt yang mengembang sangat cocok untuk badan mungilnya, bagian atas gaunya pun tidak ada kerah dan lengan sehingga memperlihatkan tulang dada dan pundak Shouyou secara terbuka. Kain yang menutupi bagian tubuh atas melilit seperti serat. Gaun itu bermotif dan berwarna seperti daun di pohon di tengah hutan. Shouyou tampak seperti peri penjaga hutan.
"Apakah ini benar-benar cocok untuk ku?" ujar Shouyou yang menatap tidak percaya pantulan dirinya.
"Itu sangat cocok untukmu, kau sangat manis Chibi-chan!" ujar Tendo sambil menepuk kedua bahu Shouyou dari belakang, lalu lelaki berambut merah itu menari-nari sendiri.
"Kita ambil yang ini, Satori-san." ujar Tsukishima dan Kageyama bersamaan.
"Aku, menambah ini." Shouyou mengangkat tas genggam yang sewarna dengan gaunnya itu sambil tersenyum.Oi ingat, yang bayar itu Tsukishima.
"Gaun-gaunmu sangat indah Satori-san." puji Shouyou saat Tsukishima melakukan transaksi di meja kasir.
"Terima kasih, itu karena kerja keras desainer jeniusku." ujar Tendo sambil menunjuk sebuah foto yang asalnya tidak mereka sadari terpajang diatas pintu masuk.
"Ushijima-sensei!" ujar ketigannya kaget. Sungguh si Ushiwaka itu memiliki beberapa profesi sih?! Dosen, tukang kebun, Peternak sapi, dan sekarang desainer! Nanti apa lagi.
"Tidak semua sih, beberapa aku yang mendesainnya." ujar Tendo santai.
"Ini gaun dan tas mu nona." petugas kasir menyerahkan kantung belanjaan. "Terimakasih." ucapnya.
"Dan biar ku beri tahu kau sesuatu Chibi-chan, gaun yang kau beli itu yang mendesainnya Wakatoshi-kun."
"Wow!" ujar Shouyou kagum, dosen mereka memang luar biasa.
"Ngomong-ngomong Satori-san, kenapa kau memajang foto Ushijima-sensei di atas disitu?" kali ini Tsukishima yang bertanya.
"Oh, itu untuk pelaris." sahut Tendo dengan cerianya.
"Ok. Kami pergi. Sampai jumpa..." Kageyama dan Tsukishima melangkah menuju pintu keluar.
"Terimakasih Satori-san, sampai jumpa..." Shouyou mengangguk.
"Hati-hati di jalan, datang lagi ke sini ya..." Tendo melambaikan tangan. Kageyama, Tsukishima dan Shouyou beranjak dari butiknya.
Kageyama dan Tsukishima mengantar Shouyou sampai ke depan gedung apartemen. sebelum keluar dari mobil, Shouyou memastikan semua barang belanjaannya terlebih dahulu.
"Terimakasih untuk gaun dan tumpangannya Kageyama, Tsukishima." ujarnya sambil tersenyum manis, ia pun tak ragu mengecup singkat kedua pipi sahabatnya itu tanpa mengetahui efeknya bagi keduanya.
"Bo-Boge!" Kageyama malu-malu.
"Sampai ketemu di pernikahannya Kiyoko-san." Tsukishima tampak cool namun itu tidak menutupi wajahnya yang sedikit memerah.
.
.
.
.
.
Shouyou merebahkan tubuhnya di sofa, ia menatap layar handphonenya hendak menelepon Osamu namun takut akan mengganggu lelaki berambut kelabu itu.
Namun saat ia hendak meletakkan alat komunikasi itu, benda itu bergetar. Sebuah panggilan dari Osamu, membuat Shouyou tersenyum.
"Osamu-kun..."
"Shouyou sayang, apa kau akan memakai gaun pemberian ku?"
"Sebenarnya aku menemukan gaun yang aku suka..." ujar Shouyou agak ragu, ia takut mengecewakan Osamu. Cieeee...
"Benarkah, warna apa gaun mu..."
"Akan aku kirim kepadamu, sebentar yah."
Shouyou mematikan sambungan teleponnya dan mengeluarkan gaunnya dari bungkus, lalu membenbentangnya di sofa. Ia memfoto gaun itu dan mengirimnya melalui Line.
Tidak lama kemudian Shouyou mendapatkan balasan berupa gambar heels polos berwarna serupa dengan gaunnya, 'Ini untuk mempercantik tampilan mu nanti, sebenarnya Atsamu yang memilihkannya.' Shouyou tersenyum, ia membalas pesan Osamu. 'Heels yang bagus, sampaikan terimakasih ku kepada Atsamu-san.'
.
.
.
.
.
Tok! Tok!
Pintu diketok saat Shouyou tengah memperhatikan penampilannya, ia tampak berbeda. Make-up natural menghias wajah manisnya dan membuatnya semakin manis, bisa diabetes Osamu nanti. Rambutnya di kepang dan digelung keatas, memperlihatkan leher mulusnya. Shouyou mengambil tas diatas ranjang dan beranjak keluar kamar.
"Kau sangat cantik..." puji Osamu saat gadis itu membuka pintu.
"Terimakasih..."
"Yo, kau lumayan cantik..." ujar Kageyama yang baru saja datang bersama Tsukishima. Shouyou menatap heran kedua sahabatnya itu.
"Bukankah kalian akan langsung ke acara Kiyoko-san?"
"Kami memutuskan akan berangkat bersama dengan kalian, tak apa kan Osamu-san?" kali ini Tsukishima yang berbicara.
"Ya, tak masalah..." ujar Osamu dengan datar dan sedikit nada malas.
"Senyum, aku akan mengirimkan fotonya untuk Suga-san." Kageyama mengeluarkan ponsel. Keduanya berdempetan dan mengambil pose selfie lelaki itu tetap berwajah datar namun gadis yang sudah menjadi sahabatnya dari kecil itu tersenyum lebar. Tsukishima juga tidak ketinggalan, ia juga memfoto Shouyou sebanyak lima kali.
.
.
.
.
.
Mereka berangkat bersama, namun dengan mobil yang berbeda. Mereka ke Apartemen Yachi dulu sebelum ke pesta Kiyoko. Gadis manis itu dan kekasihnya mau nebeng mobil Kageyama. Mereka berangkat jam 8 pagi karena tempat pestanya agak jauh dari pusat kota.
Suasana hening selama perjalanan. Mobil Osamu melewati jalan raya lurus tanpa kelokan saat menempuh jarak tiga puluh kilometer meninggalkan pusat kota dan dibelakang mereka mobil Kageyama mengikuti.
"Aku baru tau kalau Tanaka-san punya restoran bintang lima yang agak jauh dari pusat kota." ujar Shouyou membuka percakapan diatara mereka.
"Itu restoran yang sangat mahal, kau harus memesan tempat jauh-jauh hari kalau mau makan disana..."
"Benarkah? Jadi selama ini dia hanya ingin dekat dengan Kiyoko-san... Ku pikir dia hanya paman kantin biasa." ujar Shouyou tidak percaya, lelaki bisa melakukan apa pun saat jatuh cinta. Begitu juga Tanaka, siapa sangka paman kantin bertampang sangar seperti preman tempat Shouyou suka ngutang adalah pemilik sekaligus Chef di salah satu restoran termewah.
Apakah Tanaka tetap bekerja di kantin kampusnya nanti? Shouyou ragu, pasti dia akan mefokuskan pada pekerjaannya di restoran miliknya dan keluarga kecilnya, apa lagi usia kandungan Kiyoko-san sudah memasuki bulan ke tiga.
.
.
.
.
.
Mereka tiba di pesta pernikahan Kiyoko dan Tanaka. Banyak tamu yang sudah hadir, ini pesta yang cukup besar melihat banyak sekali tamu undangan yang datang, sebagian besar adalah orang yang tidak dikenal Shouyou, mungkin itu adalah kolega Tanaka. Dan sisanya adalah teman, senior, dan Dosen mereka di kampus.
Shouyou mengedarkan pandangan, terpaku saat melihat jejeran aktor dan aktris, wow Shouyou melihat ada Yamazaki Kento.
Dekorasi pernikahan sangat indah, mereka mendekorasinya dengan warna coklat, putih dan emas. Disetiap sudut banyak bunga Angelica, Carnation merah, dan Forget me not yang memiliki makna masing-masing.
Bunga Angelica bermakna niat yang tulus dan murni, bunga Carnation merah bermakna rasa kagum dan cinta, sedangkan bunga Forget me not adalah tanda kesetiaan dan keabadian dan cinta sejati.
"Ku pikir Osamu-san mengandeng peri dari hutan, ternyata itu kau Shouyou." ujar Kenma yang ikut bergabung dengan mereka, sebenarnya Tsukishima dan Kageyama tidak suka dengan kehadiran Kenma, namun mereka membiarkannya.
"Yahoo..." ujar Oikawa yang baru bergabung, ia baru datang bersama Ushijima, mata Ushijima langsung menatap Shouyou dan tersenyum kecil. "Gaun yang Indah, sangat cocok untukmu." pujinya.
"Iya, Kau sangat cantik Chibi-chan..." Ujar Oikawa ikut memuji.
"Terima Kasih sensei, seorang desainer jenius yang membuat gaun ini..." ujar Shouyou secara tidak langsung memuji Ushijima.
Tak lama ada pengumuman kalau pengantin sebentar lagi datang. Para tamu, mulai duduk di bangku yang disediakan. Para tamu pun memusatkan perhatian mereka ketika pengantin datang diiringin tarian Jepang oleh beberapa bidadari cantik.
Semua perhatian tamu mengarah pada sepasang pengantin yang berjalan anggun di atas karpet merah menuju ke podium tengah. Kiyoko mengunakan hanayome isho yang merupakan kimono pernikahan Jepang, Kiyoko-san terlihat sangat cantik mendampingi Tanaka yang terlihat gagah. Namun liat wajahnya Tanaka, Ya ampun! Tolong wajah di kondisikan, Tanaka terlihat sangat tegang dan memancing Tsukishima untuk berteriak mengejek.
"Biasa aja dong wajahnya Tanaka-san, kau seperti orang yang sembelit." dasar Tsukishima kebiasaan deh.
Mereka pun mengungkapkan janji pernikahan, muka Tanaka bertambah konyol saat mereka resmi menjadi suami istri dan diminta berciuman. Terdengar siulan siulan dari para tamu undangan, Tsukishima pun sekali lagi berteriak mengejek Tanaka. "Sudah dulu ciumannya, lanjut nanti malam aja! Wajahmu aneh Tanaka-san!" Tsukishima suka banget mengejek Tanaka...
Pesta masih berlangsung, Tanaka memberi beberapa kata sambutan. Tanaka mengucapkan terimakasih pada para tamu yang hadir di resepsi pernikahan mereka. Pria itu mengakhiri sambutannya dengan memotong kue lalu mencium Kiyoko sekali lagi. Seorang bridesmaid membawa sebuah buket bunga Akasia kuning dan daun Clover.
Bridesmaid itu memberikan buket bunga itu kepada Kiyoko, para undangan wanita yang lajang dan belum menikah dipersilahkan untuk berbaris di depan podium, Shoyo dan Yachi juga ikut kedalam barisan itu.
Kiyoko menghadap belakang memunggungi para wanita yang berharap mendapatkan buket bunga. Kiyoko menghitung mundur dari tiga, dan melemparkan buket bunga. Shouyou dan Yachi sedikit mundur dari kerumunan wanita wanita yang memperebutkan buket seperti memperebutkan sembako.
Namun sepertinya si buket bunga itu memilih sendiri kepada siapa dia jatuh, tanpa kesusahan dan usaha buket bunga itu jatuh di tangan Shouyou, Shouyou tersenyum senang dan Yachi langsung mengucapkan selamat, ia juga dapat tatapan iri dari para undangan wanita yang memperebutkan buket itu.
Buket bunga dari pembelai wanita yang dilemparkan melambangkan harapan sang membelai wanita, untuk orang yang mendapatkan bunga itu agar dapat menyusul untuk segera menikah dan hidup bahagia bersama pasangan hidupnya kelak.
Dari jauh Osamu hanya tersenyum dan berharap dialah yang akan menjadi pasangan Shouyou dihari pernikahannya kelak.
.
.
.
.
.
Alunan musik dari piano terdengar di seluruh restoran, para tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati makanan.
Osamu bertemu dengan seseorang koleganya. Mereka sedang mengobrol tentang perusahaan, yah bisa dibilang hanya kologenya saja yang berbicara. Sedangkan Osamu hanya menanggapi seperlunya saja, matanya sesekali mengawasi kekasihnya yang sedang asik memakan cake coklat.
"Cakenya lezat?" tanya Kenma, Shouyou menoleh dan langsung menelan cake dalam mulutnya. Shouyou terlihat susah payah menelan, Kenma tersenyum dan mrngambil minum dari pelayanan yang lewat dan memberikannya kepada Shouyou.
"Kenma..." mereka berdua pun terus mengobrol tanpa menyadari tatapan Osamu yang menajam.
Entah mengapa Osamu merasa, Kenma berbahaya. Ia pura-pura baik kepadanya namun sebenarnya ia mempersulit urusan bisnis mereka, dan tatapan mata Kenma kepada Osamu terasa berbeda menurut Osamu dan juga ia seperti memiliki sesuatu niat terhadap Shouyou kekasihnya.
Osamu telah selesai berbicara dengan koleganya, lebih tepatnya mendengarkan koleganya. Lelaki tinggi itu mendekati Shouyou dan Kenma. Dan langsung meletakkan tangannya di pinggang Shouyou, dan itu tidak lepas dari penglihatan Kenma.
"Oh iya, dimana Kuroo-san? Aku tidak melihatnya..." tanya Shouyou.
"Dia sedang bekerja. Menjadi Polisi membuatnya memiliki waktu luang yang sedikit."
Mereka pun mendekati pengantin, mereka ingin berfoto bersama pasangan yang paling bahagia itu.
Pak fotografer pun siap mengambil foto, ia membidik tangkapan lensa dan aksinya terinterupsi saat melihat Shouyou menyempil di paling ujung.
"Kau, nona manis..." menunjuk Shouyou. "bergeserlah agak ketengah bersama kekasihmu..."
Shouyou dan Osamu pun berpindah tepat disamping Tanaka. Shouyou berdiri didepan Osamu, karena tingginya yang hanya sedada Osamu. Padahal gadis itu sudah memakai heels setinggi 12 cm.
"Okey, 1... 2...3...!"
Satu momen indah pun terabadikan.
.
.
.
.
.
Mobil Osamu diselimuti keheningan, karena Shouyou tengah terlelap dengan nyenyak. Mungkin karena efek lelah dan perut kenyang.
Handphone Osamu berbunyi mengeluarkan rintone lebay.
"Ada apa Tsumu?"
"Bisa kau pulang ke rumah Papah sekarang?"
"Kenapa?"
"Kangen katanya, kalau bersama Chibi-chan... Bawa aja kesini."
Osamu pun menatap Shouyou yang masih molor dengan mulut yang terbuka.
"Okey..." ujarnya sambil tersenyum.
Shouyou, sepertinya saat kau bangun nanti kau akan mendapatkan kejutan.
.
.
.
.
.
To be continued
CERITA TAMBAH HAIKYUU!!!
"Wah, ada hadiah untukku! Hey! Hey! Hey!" teriak Bokuto saat mendapatkan bingkisan dari salah satu temannya, ace Fukurodani itu membuka dan membentangkan hadiah yang ternyata adalah baju kaos.
"Bro..." ujar Kuroo dengan nada dan mimik wajah yang kecewa membuat Bokuto terkejut. Ia menatap Kuroo bingung, kenapa sahabatnya itu menetapnya seperti itu. Sampai ia membaca tulisan di kaosnya.
'BE A DOG!
We do not need!
NO MEOWS!
We don't need!
NO CATS!
We need more,DOG!'
"Kuroo, ini tidak seperti yang-"
"Aku percaya padamu kok ..." kata Kuroo, lelaki berambut hitam itu lari ke Bokuto.
"Kuroo, tunggu biar ku jelaskan!" teriak Bokuto sambil naik Kuroo.
"Aku nggak kenal mereka, mereka bukan teman ku ..." kata Akaashi yang malu melihat kelakuan kedua pria itu.
.
.
.
.
.
END
Author note: *Di Jepang kita tidak boleh memakai gaun putih ke pesta pernikahan untuk menghormati sang pembelai wanita.
.
.
.
.
.
Do not Forget to Review
