Gacha

Naruto Mashasi Kisimoto

Seketika aku melihat kebelakang, berharap itu hanyalah lemparan tupai kecil yang sangat keras. Namun tidak, yang kulihat adalah orang yang sedang mengarahkan anak panahnya tepat ke kepalaku. Oi ini bercanda kan? Aku bahkan belum menuju kota pertama dan akan langsung dibunuh? Shit.

Dia melepaskan anak panahnya, tidak seakurat kemampuanku, namun cukup untuk membuatku kehilangan banyak darah, apalagi diujung anak panah itu terdapat mana yang terkompres, skill dasar pemain dengan tipe pembunuh. Dengan cepat aku menundukkan tubuhku, panah yang semula mengincar kepalaku lewat begitu saja, dapat kulihat dia mendecih, namun tidak menunggu lama dia menarik anak panahnya kembali.

Aku mendirikan tubuhku kembali, mencari celah untuk menyerang. Bagaimanapun, jika aku berhasil mengalahkannya, aku pasti akan naik minimal 2 level, ditambah mendapatkan perlengkapan rank S seperti itu, dijual pasti akan untung.

Sret!

Tanpa aba-aba, dia langsung melepaskan anak panah keduanya. Aku berlari mencoba menghindar, seakan tak puas dengan hal itu dia terus saja menembakkan anak panahnya kearahku.

Sret! Sret! Sret!

"Hoy jangan menghindar terus! Aku tidak bisa membunuhmu!" Bangsat! Dia kira dia siapa memerintahku seenaknya?! Ayo berpikir Naruto! Kalau aku menghindar terus, aku akan kalah karena stamina karakter baru sangat sedikit. Tunggu! Bukankah dia terlihat seperti pemain baru? Sip kalau begitu aku punya kesempatan untuk mengalahkannya.

"Bom api!" Sambil meneriakkan skill, aku berlari mendekati dirinya, seakan terkejut akibat kedatangan diriku, dia melepaskan anak panahnya keudara, tak menyangka seorang penyihir akan nekat maju seperti ini. Saat channeling tinggal sebentar dan jarakku dengan dia tinggal beberapa meter lagi, aku mengarahkan tongkatku kearahnya dan langsung melompat mundur.

Boom!

Dapat kulihat dia terkena seranganku dengan telak, namun sepertinya armor miliknya memiliki penetrasi terhadap serangan sihir, itu dibuktikan dengan bar HPnya yang hanya berkurang seperempat, setidaknya jika dia tidak memakai armor itu darahnya pasti berkurang setengah.

"Hebat juga kau ya!" Jelas, Naruto sang penguasa gitu!

"Beritahu aku namamu, akan kukenang kau dengan layak." What the? Dia bodoh ya? Padahal dia bisa melihat namaku di layar informasi secara langsung, juga aku akan respawn jika mati disini! Jadi jangan kenang aku!

"Uzumaki Naruto." Aku hanya menjawab seperlunya. Setelah mengamati sesaat aku baru sadar, nampaknya dia hanyalah tipe orang kaya yang melakukan top up untuk melakukan gacha, pantas saja perlengkapannya sudah tinggi. Aku tersenyum maniak, bagaimanapun aku adalah mantan penguasa game ini, akan kubuktikan aku layak!

Tidak lagi menggunakan panah, dia mengambil pedang yang tersimpan di balik punggungnya, dan yah, itu mengubah pemikiranku. Itu excalibur! Dari warnanya menunjukkan rank SS! Oh shit, ini bukan hari keberuntunganku!

"Dari raut wajahmu, sepertinya kau sudah tau ini adalah item mahal, hahahaha." Setelah mengucapkan itu, dia memasang kuda-kuda, walaupun aku tau itu hanyalah gerakan formalitas agar dia terlihat keren.

"Hyaah!" Benar kan? Seorang pro dari kelas pembunuh tidak akan bersuara jika menyerang. Kesampingkan hal itu, kalau aku tidak menghindar aku hanya akan menjadi samsak pribadinya!

"Konsumsi 20 daging kelinci liar!" Aku berteriak sambil berlari, mencoba mengisi darah dan stamina.

[HP +400]

Darahku kembali penuh, cooldown skill ku pun sudah selesai. Aku langsung mengaktifkan satu-satunya skill aktif milikku.

"Bom Api!"

Trank!

Untung saja aku bisa membelokkan tebasan pedang itu dengan tongkatku, namun gantinya tongkatku sedikit retak. Dia nampak terkejut lagi karena melihat caraku menahan itemnya.

"Aduh panas-panas!" Aku seketika berteriak, efek dari item ini adalah radiance, memancarkan radiasi disekelilingnya, fak!

[-120/second]

Aku mencoba tak menghiraukan hal itu, tak menunggu dia bangkit dari keterkejutan, aku langsung menendang pinggulnya yang tidak tertutupi armor sehingga membuat dia terjungkal. Aku langsung mengarahkan tongkatku kearahnya.

Boom!

[HP -400] [Burned (-30 over 10 second)

Yah, dan betapa bodohnya aku. Aku juga terkena seranganku sendiri karena terlalu dekat, sialan. Dia langsung bangkit setelah terkena serangan tadi. What? Sekuat apa dia?

"Rasakan ini!" Dia menyerangku dengan asal-asalan, nampaknya benda itu terlalu berat untuk dirinya. Apakah dia tidak menaikkan agility nya? Pantas saja dia nampak kewalahan. Aku berhasil menghindar dari segala serangannya, tak menyerah dia mencoba melompat dan menyerangku dari atas.

"Hyahhh, terima ini bangsat! Berani-beraninya kau melawanku!" Dengan serangan seperti itu, aku hanya perlu bergerak kebelakang sedikit, dan

Boom!

Dia menghantam tanah dan menciptakan retakan besar disana, wew. Jika aku terkena serangan itu, pasti aku akan mati. Dia belum bergerak karena berusaha mengambil pedangnya yang tertancap ketanah. Serangannya keren, tiru ah. Sesaat kemudian aku mengumpulkan mana di tongkatku, lalu berucap

"Bom api" Setelah berucap hal tersebut, aku langsung melemparkan tongkatku keatas, dia kelihatannya kaget karena lagi-lagi aku melakukan hal aneh. Masih dilanda kekagetan, aku menjadikan tubuhnya sebagai pijakan dan meloncat keatas, dari sini dapat kulihat darahnya tinggal seperempat. Saat mencapai titik dimana aku dapat memegang tongkat, aku langsung meraihnya dan mengarahkan ujung tongkatku tepat ke kepalanya. Seketika dia sadar dan hendak berlari meninggalkan pedangnya tertancap di tanah, namun sayang sekali dia melawan orang yang salah, aku menggeser posisi ujung tongkat sihirku keatas dan membiarkan bola api milikku melesat. Seperti biasa, aku tidak akan meleset.

"Rasakan ini, oryaa!" Menambah efek drama, aku juga meniru berteriak seperti dia. Ternyata rasanya cukup menyenangkan.

Blar!

Suara itu berasal dari suara ledakan skill milikku dan suaraku terjatuh menghantam tanah, sepertinya aku terlalu banyak bergaya.

[Naik level x4]

[Anda mendapatkan poin kemampuan x4]

[Critical HP]

Wah gawat, gara-gara terkena skill ku tadi dan terjatuh ya?

"Konsumsi 15 daging kelinci liar!" Pepatah mengatakan, hemat pangkal kaya, jadi aku harus hemat menggunakan daging kelinci liar ini. Lagipula aku memiliki HP regen yang cukup, setidaknya untuk sampai ke kota, mungkin.

"Nah sekarang lihat apa yang dia punya, harvest!"

[Excalibur (SS), Cloack (R), Bow of quincy (S), Power threads (R), Potion (M) x20 didapatkan. Otomatis disimpan ke inventory]

VIP bangsat! Itemnya bisa sebagus itu! Andai aku punya uang banyak dikehidupan nyata, aku pasti akan langsung top up!

"Gunakan item Cloack (R) dan Power threads (R)!"

[Cloack (R) dan Power threads (R) berhasil dipasang]

.

.

"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Cantiknya gadis didepanku ini! Telinga dan ekor kucing yang bergerak-gerak, bola mata hijau yang indah, sempurna!

"Tuan?" Dia berkata untuk kedua kalinya, membuatku tersentak dari lamunanku.

"Aku ingin menjual beberapa peralatan dan melakukan upgrade rank senjata, bisa?" Yap, aku telah berhasil sampai di kota terdekat, dan saat ini sedang ada di blacksmith.

"Tentu saja bisa! Silahkan keluarkan yang anda ingin jual tuan." Aku langsung mengeluarkan excalibur dan bow of the quincy dari inventory milikku. Dia nampak terkejut karena tak menyangka aku akan membawa item sekuat ini.

"Tuan, benarkah ini excalibur yang legendaris itu?!" Dia berkata sambil menyentuh pedang itu, aku mengangguk mendengarnya. Hey ayolah aku lapar jadi tak seenerjik itu untuk jungkir balik hanya untuk mengiyakan pertanyaannya!

"Wah! Dan ini adalah bow of the quincy kan?! Item yang dikatakan dapat menembak 5 panah sekaligus itu?!" Seingatku tadi pemiliknya hanya bisa menembak 1 anak panah, dan itupun selalu meleset, jadi mungkin itu hanyalah hoax.

"M-mungkin" Namun hanya itu yang keluar dari mulutku. Jujur aku bahkan belum melakukan cek terhadap semua item yang aku dapatkan tadi, aku terlalu lapar!

Dia tampak mengelus dagunya, sepertinya sesi tawar menawar harga akan dimulai kali ini. Hey walaupun dia AI, dia tetap saja dapat berkembang seperti manusia! Namun aku penasaran tentang suatu hal.

"Baiklah, bagaimana jika kedua benda ini aku hargai 2000 diamond? Itu harga yang sangat pas tuan!" "Apakah telinga dan ekor itu asli?"

Aku sangat malu karena refleks bertanya hal seperti itu, dia juga terlihat kaget. Hey, aku tau itu tidak, ralat, sangat tidak penting! Tapi aku penasaran dan tidak ada yang boleh menghalangi rasa penasaranku!

Dia juga terlihat salah tingkah "Anu, sebenarnya ini hanyalah buatan pabrik. Aku membelinya karena terlihat imut. Yah begitu!" Hoy hoy, aku tidak sedang menuduhmu membunuh! Jangan terlihat seperti orang yang bersalah disini.

"Ekhem" Aku berdehem mencoba mencarikan suasana tegang yang aku buat tadi. "Jadi? Apa harganya tidak bisa dinaikkan? Itu adalah item rank S dan SS loh. Jarang-jarang ada yang mau menjualnya." Ini adalah trik dalam menjual barang yang pertama, tawar lebih tinggi! Ingat itu wahai pramudi!

Dia nampak berpikir kembali, menimang berapa harga yang pas untuk ini. Kheh, kau tidak akan bisa menipuku nona manis, setelah ini aku akan membawamu ke penginapan dan dan, fak! Hentikan pikiranmu itu Naruto!

"2500 diamond, bagaimana?" Aku tersenyum mendengar ucapannya, langsung saja dia yang melihat aku tersenyum menjulurkan tangannya, aku pun ikut menjulurkan tangan, namun bukan untuk menyalaminya, melainkan hendak mengambil barangku kembali.

"Tambah lagi atau aku akan mencari blacksmith lain." Kita sampai pada trik kedua, yaitu trik ibu-ibu! Pura-pura pergi, dan berharap akan dipanggil. Ingat ini juga pramuda!

"Baiklah kau menang tuan, 3500 diamond atau tidak sama sekali!" Dengan cepat aku menyalaminya dan berkata

"Setuju!" Aku langsung menyalaminya tanda persetujuan.

"Ngomong-ngomong siapa namamu?"

"Shizuka."

"Temannya Doraemon* dong?" Dan dia memukulku, tak memperdulikan aku seorang pelanggan yang terhormat.

[Critical hit! -700]

Bersambung


Pesan penulis :

Ini pertama kalinya hamba membuat adegan bertarung, untung saja hamba dibantu oleh penulis dengan penname "Enyong", hamba sangat bersyukur atas itu. Sudah terlihat kan apa yang hamba maksud kemarin? Itu juga berlaku di armor. Gatau deh chapter ini membosankan juga atau enggak menurut kalin, tapi saya rasa ini cukup. Saya tunggu kritik, saran dan hinaan kalian di kolom review. Sekian dan terimakasih, Zanan log out.

Edit : Anu ada yang mau buat grup WA? Kalau mau silahkan PM saya, dan cantumkan nomor WA kalian. "Bang gapunya akun buat PM, gimana dong?" buat atuh cinta.

Keterangan :

*Doraemon= Karakter robot berbentuk kucing pada anime "Doraemon".