KEBAHAGIAAN MU
...
by:Miftha zoldyck
.
.
.
.
.
Enjoy
Chapter 2
Suasan di kelas Naruto terlihat sangat berisik karena bisikan-bisikan dari para siswa dan siswi,orang-orang memandang aneh seorang gadis berambut indigo,hal itu terjadi karena sang gadis sedang menyerahkan bento pada Naruto yang memang memiliki banyak fans.
"Ng...Ini apa?"tanya Naruto sembari mengambil bento yang di berikan Hinata padanya.
"Hanabi-chan membuatkan bento untukmu"jawab Hinata tanpa menatap Naruto
'berani sekali dia memberikan bento pada Naruto-kun'
'Apa yang dilakukannya'
'wah beruntung sekali Naruto mendapatkan bento dari Hinata-chan'
Bisik-bisik para siswa-siswi yang mebuat Hinata semkin malu,jika saja dia tidak di paksa oleh adiknya maka Hinata tidak akan melakukan ini karena menurutnya itu sangat memalukan. Dan tambah lagi ketika dia mendengar bisikan-bisikan yang mengatakan kalau dia tidak pantas memberikan bento untuk Naruto.
Naruto yang melihat Hinata semakin menundukkan kepalanya ketika mendengar bisikan-bisikan dari para siswa-siswi langsung angkat bicara "Ehm,semuanya aku ingin memberikan pengumuman pada kalian..."Naruto melirik Hinata kemudian melanjutkan perkataanya"...Aku dan Hinata,kami berdua sebentar lagi akan menjadi tunangan jadi,kalian tidak boleh mengejeknya ketika dia memberikan sesuatu padaku"perkataan Naruto sukses membuat Hinata kaget,Hinata membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan Naruto 'kenapa..kenapa dia mengatakannya'batin Hinata. Tak jauh beda dengan Hinata orang-orang yang berada di kelas itu juga terkejut mendengar penuturan Naruto tadi,bahkan para siswi banyak yang menghelah nafas,kecewa karena mereka tidak akan bisa membuat Naruto menyukai mereka sebagai seorang wanita.
"Arigatou,Wahhh aku tidak menyangka akan di buatkan bento oleh adik iparku"kata Narito kemudian mengusap kepala Hinta yang membuat Hinata blushing.
"Ayo kita ke kantin"ajak Kiba pada teman-temannya yang memang waktu Hinata memberikan bento pada Naruto ketika bel istirahat telah berbunyi.
"Kau ikut Naruto atau...kau akan makan dengan calon tu-na-ngan mu itu"kata Ino dengan menekankan kata tunangan untuk menggoda Naruto.
"Umm...bagaimana Hinata-chan apa kau mau ikut dengan mereka?"tanya Naruto pada Hinata
"Ano..aku tidak ikut,aku akan ke perpustakaan"kata Hinata yang kembali menjadi datar
"Tidak bisa,Hinata-chan harus ikut,memangnya Hinata-chan tidak makan? Ingat kalau Hinata-chan itu saat ini sudah menjadi bagian dari kami dan juga berhentilah memasang muka datar ketika bersama kami. Sudah cukup Sasuke-kun dan Gaara yang memiliki wajah seperti itu"kata Sakura panjang lebar
"Sepertinya kau harus ikut Hinata,kalau tidak Sakura-chan akan mengamuk"bisik Naruto yang sudah berada di samping ini. Hinata menghelah nafasnya kemudian tersenyum tipis pada Sakura "Baiklah"katanya dengan nada pasrah
"Kyaaa...Hinata-chan sangat manis saat tersenyum"teriak Sakura yang membuat teman-temannya memutar bola mata malas melihat tingkah kekanakan Sakura. Tanpa menunggu lagi Sakura langsung menggandeng tangan Hinata menuju kantin.
"Ayo"
.
.
.
Hinata hanya terdiam,dia hanya menjadi pendengar yang baik. Respon yang dibeikannya ketika menjawab perkataan dari Sakura dan Ino hanya sebuah anggukan jika iya dan gelengan jika tidak. Berbeda dengan ketiga gadis yang sedang bergosip walaupun hanya sakura dan Inolah yang bicara,para laki-laki lebih memilih menikmati makanan merekamasing-masing walaupun masih ada percakapan antara mereka. Naruto memakan bento yang dibuatkan adik Hinata untuknya dengan lahap ketika sudah selesai dia langsung memberikan kotak bento yang sudah menjadi kosong pada Hinata "Enak,ucapkan terima kasihku pada Hanabi-chan"kata Naruto pada Hinata yang di balas anggukan oleh Hinata.
"Hinata,apa kau hanya akan bebicara jika itu penting?"tanya Naruto yang menarik perhatian teman-temannya untuk melihat percakapan antara Naruto dan Hinata. Naruto mengangkat dagu Hinata untuk menatapnya "Jika orang bertanya padamu kau harus melihatnya untuk menghargai orang itu"Hinata menatap mata Naruto 'shappire bertemu lavender'kemudian memalingkan wajahnya yang sudah merona karena tatapan Naruto padanya.
"G-gomen,aku harus kembali ke kelas"Hinata pergi meninggalkan kantin dengan tergesa-gesa.
Naruto memejamkan matanya menahan kekesalan karena pertanyaannya tidak di jawab oleh Hinata. Bibir teman-temannya berkedut karena menahan tawa,melihat Naruto yang di tinggal pergi oleh calonnya tunangannya sangatlah lucu. "Pft,berhentilah memasang wajah seperti itu hahah"kata Sakura dan tertawa karena tidak bisa menahan tawanya di ikuti oleh yang lain juga ikut tertawa. Naruto mengerucutkan bibirnya,perasaan kesalnya bertambah karena di tertawakan oleh teman-temannya.
.
.
.
"Tadaima" Naruto memasuki rumahnya dengan lesu
"Okaeri"sambut Kushina
Kushina memandang wajah lesunya kemudian menaikkan sudut bibirnya "Naru-chan,kaa-chan membuatkanmu ramen"kata kushina yang semakin melebarkan senyumnya saat melihat Naruto yang berubah menjadi ceria "Aku ganti baju dulu kaa-chan"kata Naruto semangat dan berlari menuju kamarnya untuk berganti pakaian. "dasar,ketika mendengar kata ramen langsung bersemangat"guman Kushina menggeleng-gelengkan kepalanya.
.
.
.
Hari ke hari hubungan Naruto dan Hinata semakin dekat walaupun Hinata masih belum mau membuka dirinya pada Naruto dan teman-temannya tapi Hinata sudah mulai menjawab perkataan mereka. Dan itu merupakan sebuah kemajuan bagi mereka karena Hinata tidak terlalu tertutup lagi di depan mereka.
Hari ini adalah hari sabtu,hari dimana sekolah di liburkan,terlihat seonggok tubuh yang masih tertidur di tempat tidur king sizenya. Menghiraukan ketokan pintu yang sudah berkali-kali tnpa ada niat untuk membukakannya. Sedangkan orang yang mengetok pintu sudah mencapai puncak kekesalannya,dengan sekali hantaman pintu itu terbuka dengan kondisi yang mengenaskan,jika di hitung mungkin pintu itu sudah untuk yang ke berapa kalinya hancur oleh orang yang sama.
"NARUTO BANGUN"teriak Kushina yang melihat anaknya masih tidur di tempat tidurnya. Naruto terduduk kaget ketika mendengar teriakan dari kaa-channya "Kenapa kaa-chan membangunknku sepagi ini,apa kaa-chan lupa kalau hari ini tidak sekolah"kata Naruto kesal.
"Cepat mandi kemudian pakai pakaian yang bagus"perintah Kushina tanpa menjawab perkataan Naruto. Naruto mengangkat sebelah alisnya "Memangnya kita akan kemana?"tanya Naruto yang penasaran mendengar kaa-channya menyuruh memakai pakaian yang bagus.
"setelah siap kebawah sarapan kemudian jembut Hinata-chan,ini..."lagi-lagi Kushina tidak menjawab pertanyaan anaknya dan memberikan sebuah tiket untuk menonton film horor di bioskop. Naruto memandang horor kaa-channya 'apa kaa-chan lupa kalau aku sangat anti dengan hal yang berbau mistis'batinnya
"Jika kaa-chan menyuruhku menontonnya maka aku akan menolaknya dengan segala hormat"Naruto kembali memberikan tiket itu pad kaa-channya.
"Baiklah ini..."Kushina mengambil tiket itu kemudian memberikan tiket ke taman bermain pada Naruto "Untuk yang satu ini kau tidak boleh menolaknya,sekarang pergilah bersiap-siap"Kushina langsung keluar tanpa mendengar protesan-protesan dari Naruto.
.
.
.
Hinata memandang dirinya di cermin yang ada di kamarnya,dia sudah siap dengan persiapan untuk pergi kencan dengan Naruto-kencan- apa bisa di bilang seperti itu,sudahlah tidak usah di pikirkan. Tadi katika dia sedang sarapan bersama keluarganya,tou-sannya mengatakan kalau Naruto akan datang menjemputnya,jadi Hinata langsung bersiap-siap. Sebenarnya Hinata sangat malas untuk pergi bersama Naruto tapi mau bagaimana lagi,itu semua adalah perintah tou-saanya dan Hinata tidak bisa untuk menolak apa yang di perintahkan tou-sannya pada drinya.
Tok tok tok
"Nee-chan,Naruto-nii sudah datang"teriak Hanabi dari luar kamar Hinata. Hinata kembali memandang penampilannya di cermin kemudian beranjak keluar kamar untuk menemui Naruto.
Naruto menatap Hinata kagum,penampilannya saat ini sangat SANGAT manis dengan dres selutut berlengan panjang berwarna lavender yang sesuai dengan bola matanya,rambutnya yang panjang dibiarkan bergerai yang dihiasi dengan bando berwarna putih yang menghiasi rambut indigonya,tas selempang berwarna putih juga juga semakin membuat penampilannya semakin perfect tak lupa dengan sepatu boots putih menghiasi kaki mungilnya. Tak jau berbeda dengan Naruto Hinata juga terkesima melihat penampilan Naruto,dia memakai t-shirt hitam yang diluarnya memakai kemeja berwarna cream dengan lengan yang digulung sampai siku,dan celana jeans warna hitam yang kakinya dibaluti sepatu kets warna cream,Naruto juga memakai jam tangan hitam yang menambahkan kesan cool pada dirinya.
"Wahhh Naruto-nii sangat tampan"puji Hanabi. Mendengar pujian Hanabi membuat Naruto dan Hinata tersadar dari lamunan tentang betapa indahnya makhluk yang mereka lihat saat ini. "Ah..terima kasih Hanabi-chan"balas Naruto
"Aku tidak menyangka akan memiliki kakak ipar yang sangat keren"teriak Hanbi senang.
Hinata memutar bola matanya malas "Tou-san mana?"tanya Hinata
"Tou-san sudah berangkat ke kantor"jawab Hanabi
Naruto melihat Hinata kemudian berpamitan pada Hanabi. Di dalam mobil Naruto dan Hinata di landa keheningan yang membuat Naruto frustasi karena Naruto sangat tidak menyukai keheningan."Hinata,apa kau mau mengunjungi suatu tempat sebelum kita ke taman bermain"tanya Naruto memecahkan keheningan. Hinata tampak berpikir kemudian mengangguk. "Kau ingin kemana?"tanya Naruto lagi.
"Sebenarnya...aku ingin ke toko buku dulu"jawab Hinata pelan
Naruto menganggukkan kepalanya"Baiklah kalau begitu kita ke toko buku dulu"Naruto melajukan mobilnya menuju toko buku. Sesampainya di toko buku Hinata dan Naruto langsung memasuki toko buku tersebut,terlihtat penjaga toko tersebut tersenyum ramah pada mereka berdua. "Hinata-chan datang bersama siapa?"tanya penjaga itu dengan nada menggoda "te.." "calon tunangannya"potong Naruto "Waaa,Hinata-chan pasanganmu sangat tampan"pujinya
"Maaf Yoshino-san,saya permisi dulu"kata Hinata yang sudah malu karena di goda oleh penjaga toko yang di ketahui bernama yoshino. Naruto juga ikut permisi pada Yoshino. "Hinata,aku tunggu di meja itu"Naruto menunjuk sebuah bangku yang berada di dekat rak buku. Hinata menganggukkan kepalanya kemudian kembali berjalan mencari buku yang di carinya. Sudah setengah jam Hinata mencari buku yang di inginkannya ketika dia sudah menemukannya,dia kembali mendapatkan kesussahan karena buku yang di carinya berada di rak yang paling tinggi. Hinata menjinjitkan kakinya untuk mencapai buku yang di inginkannya 'sedikit lagi'batinnya dan ketika di semakin menjinjitkan kakinya keseimbangannya pun oleng,Hinata memejamkan matanya bersiap-siap merasakan sakit di tubuhnya namun rasa sakit itu tak kunjung dirasakannya melainkan rasa hangat di tubuhnya. Hinata membuka matanya melihat tangan tan seorang laki-laki tengah memeluk pinggang rampingnya.
"Kau tidak apa-apa Hinata"kata Naruto yang telah menyelamatkan Hinata
"I-iya"jawab Hinata gugup karena tubuhnya sangat dekat dengan Naruto. Naruto melepaskan tangannya dari pinggang Hinata "buku apa yang ingin kau ambil?"tanya Naruto,Hinata menunjuk sebuah buku bersampul biru. Menatap tunjukan tangan Hinata kemudian Naruto mengambilkannya untuk Hinata "A-arigatou"kata Hinata gugup dengan wajah yang mulai memerah
Hinata merasakan perasaan yang belum pernah di rasakannya begitu pun Naruto. Mereka tidak mengetahui apa yang telah mereka rasakan,perasaab nyaman itu sangat di sukai oleh keduanya. Mungkin sebentar lagi kalian akan mengetahuinya apa yang telah kalian rasakan. Apa itu cinta? Sayang? Hanya kalianlah yang akan mengetahuinya
.
.
.
.
Tbc
Miftha seneng banget karena masih ada orang yang mau baca cerita Miftha.
Sankyu...
Btw,maksih ya buat yang udah follow dan review Miftha. Bagi yang review makasih banyak ya udah mau ngasih kritik dan sarannya,insya allah akan Miftha ingat.
Jangan lupa ya untuk review chapter ini
Jaa ne,see u next chapter
XXD
