Bunda...

adalah seorang sosok wanita sudah beranak yang punya sisi keanggunan, keramah-tamahan dan senyum menawan. Seharusnya sih, begitu kan woi.

Lain ceritanya sama kasus tetangga Wak Roe sama Tante Tatsuya. Dia ini adalah seorang bunda yang jauh sangat dari sifat ke-bundaan.

Namanya saja Junpei, laki sekali kan woi. Makanya kawan sekolahnya dulu suka panggil dia Juni, biar ada wanita-wanitanya dikit. Bukan cuma itu, suaranya juga macam toa dipoles sama oli repsol, makanya selalu ngegas kalo dia ngomong. Wajahnya juga mirip penjagal sapi di perternakan dekat pemakanan sana.

Warga komplek selalu bingung sama mekanisme kasih sayang dalam rumah tangga laki bini itu. Heran juga, kenapa bisa suaminya, Bapak Izuki yang ganteng itu, mau saja kasih panggilan 'bunda' ke orang yang perawakannya sangar.

Dipikirnya sama tetangga, pasti ada ilmu sihir dalam ikatan rumah tangga itu. Istilahnya, pelet permanen. Pak Izuki diguna-guna sampai mati.

nyinyir saja kerjaan tetangganya itu.

Suaminya, Pak Izuki bekerja di Pertamina. Bekerja di kilangnya, bukan pom bensinya woi. Bunda Junpei juga punya usaha ketering makan harian. Lumayan berrezeki lah keluarga ini walaupun agak kurang sehat pikirannya. Apalagi anak gadisnya itu, gak ada yang paham sama apa yang dipikirkan. Tiba-tiba saja pergi memancing, tiba-tiba saja nyalon.

Suatu hari jam 9 pagi, di gang Kembang Seroja.

Terjadi kegaduhan yang memekakkan telinga. Lagi-lagi Wak Reo sama Tante Tatsuya beradu bacot. Biasalah, ngeributin fandom.

Langsung keluar lah Bunda Junpei.

"Woi!! Kalian ini ya, kalo gak ribut ngomongin Rossa atau cik siti pasti udah mati belatungan."

"Bun, Kasih tau sapi besolek satu ini ya. Kalo nyetel lagu, volumenya gak usah sampe ngepol. Dipikirnya dia aja yang punya sound sistem. " Ini wak Reo yang membacot. Oh iya, Wak Reo warga pendatang, jadi dia masih pakek bahasa Ibu kota campur-campur.

"Heh kutil, situ yang harusnya ngaca. Kukasihkan kawat beha awak. berkacalah situ dari sana." Ini tante Tatsuya yang ngomongnya juga campur-campur.

"Berisik kalian nih ya. Pagi-pagi udah ribut. COBA KALIAN TENGOK KOYOK DI KENING SAMA DI TENGKUKKU INI. NAH! NAH!" Bunda pamer koyok yang ada di tengkuknya.

"Gara-gara kalian makin pusing la aku. RASANYA PINGIN KU PIJAKKAN BATANG LEHER KALIAN SATU SATU. BIAR GAK BISA BERSUARA LAGI KALIAN. BARU TAU RASA KALIAN."

Wak Reo sama Tante Tatyusa termingkem.

"APA PULA INI?? MANA SI BEBI? BEBI!! BEBI!! KEMBANG BUNDA GAK KAU SIRAM KAN YA, PAGI TADI? HEBAT KAU YA, BUNDA NGOMONG GAK KAU DENGERIN. BEBI!!! SINI KAU!"

mendadak curhat.

"KEK MANA LAH INI KAK... AKU NGOMONG GAK PERNAH DIDENGARKANNYA. ADA DOSA APA AKU SAMA DIA? KURANG KUSUSUI APA WAKTU DIA BAYI DULU?"

"BEBI!!! BEBII!!!"

"UCOK!!!"

"KUPATAHKAN HAPE NYA, BARU TAU RASA DIA YA. HMM!!" Kata bunda Junpei sambil pegang sendal jepit buat nabok si bebi, anak gadisnya.

-TBC on ep kisedai -

pertanyaan dan jawaban

- setting nya dimana ini?

di Jepang, di suatu tempat, dengan kearifan lokal kita.

- Bebi itu nama asli?

bukan, nama aslinya (y/n)/ [Name]. panggilannya Bebi atau ucok.