Bujang pelangi, bujangan ganteng kualitas boyband.
Mereka cukup tenar di gang Kembang Seroja. Penggemarnya banyak. Mulai dari anak gadis, tante-tante, ibu-ibu, anak SD sampai bapak-bapak.
Kalau pengantin baru yang gak sengaja melihat mereka, pasti malam-malam berdoa agar wajah anaknya bisa seganteng mereka. Wajah si rambut kuning dan merah sudah jadi langgangan masuk doa. kalau bisa gantengnya rambut merah sama kuning dipadukan. Biar double tampan, gitu.
Tapi di balik ketenaran itu, mereka berenam terlalu polos untuk menyadari pesona mereka yang sesungguhnya. Karena, sampai masuk umur 20 tahun, belum ada satu anak gadis pun yang berani mendekat.
Jadilah mereka berpikir kalau mereka bukan anak yang tampan. Kecuali Kise. Dia sangat sadar kalau dia itu ganteng. Tapi akan jadi sangat pemalu kalau ada gadis di dekatnya.
Intinya mereka ini kuper karena dari bayi sampai besar mainnya sama orang-orang itu saja. Sudah berenam sejak mereka lahir.
Herannya, mereka tidak pernah bosan. Yang ada semakin dekat, bahkan pernah saling tukar pinjam semvak. Saking dekatnya. Saking begoknya.
Aomine suka pinjam punya Kise, Mura.
Kise suka pinjam punya Aomine, Kuroko.
Kuroko suka pinjam punya Kise.
Akashi cuman sebatas pinjam boxer saja, punya Kuroko.
Kalau Midor, gak usah ditanya. Gak bisa diajak kompromi. Dia terlalu higenis, sangat higenis dan sangat sangat higenis. (untuk kali ini, cuman dia yang waras di antara lima orang itu. Untuk kali ini)
Mereka berasal dari Ibu kota. Sengaja jauh-jauh kuliah di provinsi ini karena segala jenis universitas ada di provinsi ini. Jadi bisa always berenam. T.T
Akashi berkuliah di universitas nom 23 sedunia. Dia ambil jurusan Manajeman Bisnis. Diumur semuda itu, Akashi berhasil mengumpulkan kekayaan 15 juta dollar atas usaha sendiri.
Maka dari itu, Akashi tidak pernah keberatan menjadi bandar dari segala bandar. Sangat dermawan. Dermawan yang naif bin oon. Akashi juga sanggup memberikan apa saja miliknya. Kecuali satu, energen kacang hijau yang disimpan baik dalam lemari makanan dia.
Midorima Satu universitas sama Akashi. Jurusan kedokteran. Midorima memiliki cita-cita yang sangat mulia. Setelah lulus nanti dia akan menjadi sukarelawan dinegeri timur tengah, dia ingin menjadi tenaga medik di sana. (*sungguh mengharukan).
Midor juga sangat pandai membuat bisnis. Kalau temanya jatuh sakit, dia akan merawat dengan baik, memberikan kasih sayang seorang ibu (biar teman gak merasa homesick). Lalu membuat kwitansi pembayaran dengan harga yang sangat fantastis.
Aomine di Universitas UNK, jurusan kriminologi. Cocok lah sama wajahnya itu. Wajah-wajah seorang kriminal. Macho nan bengis. Tapi kalau sudah tersenyum sangatlah manis. Dibalik itu, justru wajahnya yang paling menguntungkan. Dia akan sangat berguna di lapangan.
Aomine juga suka bergaul sama hansip setempat. Dia mengajarkan apa yang dia tahu sama hansip-hansip itu agar kampung kontrakannya bisa sejahtera dari kejahatan maling, begal biasa, begal pocong, dan begal hati.
Kuroko jurusan psikologi. Anak UNK juga. Kuroko itu adalah anak licik sejak kecil. Kuroko selalu mendapat apa yang dia mau dari teman pelanginya itu. Korban langganannya adalah adalah Kise. Yang paling kejam Kuroko pernah lakukan kepada Kise adalah, dia memanfaatkan status sosial Kise.
Si biru bersiasat agar Kise mau memposting story ig Kuroko yang sedang main gitar. Biar banyak orang nanya, siapa tau ada anak gadis nyangkut dan bernyata "Kise-kun, yang main gitar tadi namanya siapa?"
sebenarnya Kuroko sendirilah menganggap dirinya licik. Yang lain menganggap dia itu ubur-ubur. Tidak licik sama sekali. Mereka hanya suka kasihan sama Kuroko karena terlihat tidak pernah berdaya.
Kise di sekolah penerbangan. Dia punya cita-citamenjadi pilot paling menawan. Dengan begitu semua pramugari single nan cantik jadi miliknya. Sungguh cita-cita yang sangat dangkal dan bahkan bobrok. Palung laut saja tidak sudi jadi tempat persinggahan impian Kise.
Kalau Mura, dia sekolah perhotelan. Ambil kelas untuk executive chef. Karena kelima temannya sudah seperti saudara, maka urusan perut mereka adalah urusan Mura. Kalau saudaranya kenyang, Mura pasti jadi senang. (Sungguh mulia sekali hatinya.)
Mura kadang pintar sekali berbisnis, seperti Midor. (Midor yang mengajarkan ilmu bisnis itu pada Mura yang malas berpikir).
Anak pelangi baru satu minggu kemarin pindah rumah kontrakan baru. Lokasinya dekat kampusnya Kise. Lumayan jauh dari kembang Seroja.
Atas info dari Wak Reo, mereka sekarang tinggal di rumah dua lantai, tiga kamar mandi, empat kamar tidur, lima pohon mangga. Rumah itu milik Bapak Izuki Shuun tapi atas nama istrinya.
