Hari sabtu pagi, secara tumben ada Pajero dengan plat N 4N0D YO di depan warung Wak Reo.
Itu pertanda ada bujangan pelangi yang lagi nyarap di sana. Mungkin sehabis basketan.
Warung masih sepi. Cuman ada enam orang itu saja. Tadi, wak Reo minta tolong mereka buat jagain rumah sama warung sebentar, karena ada urusan mendesak. Wak Reo dak bisa mempercayakan itu pada anak kesayangan. Karena si anak memang gak bisa dipercaya.
Kata Wak Reo anggap saja rumah sendiri. Mau bikin minuman silahkan. Mau ke toilet gak usah sungkan. Buka TV juga boleh-boleh saja. Asal jangan chanel yang suka menanyangkan fashion show victoria secret. Karena Taiga masih di rumah. Itu kata Wak Reo sambil ngelirik Daiki.
Tapi sepertinga, Wak Reo gak bilang kalau Daiki sama Kise boleh mainin PS punya anaknya, Taiga. Wak juga bilang gak usah pegang sapu apalagi tongkat ngepel. Midorima karena gabut dia bersih-bersih warungnya Wak Reo. Si Mura disuruh cuci piring sama dia. Si Kuroko dia suruh beli pengharum lantai di warung Tatsuya.
Si Tante Tatsuya waktu tau apa yang terjadi di rumah depan, langsung nyinyir di grup. Saking semangatnya nyinyir via text, muncungnya pun sudah maju satu dua senti.
Tiba-tiba terjadi kegaduhan. Anak yang punya rumah sedang turun tangga sambil tertawa riang bersama teman-temannya.
"Gimana boy? Jadi kan kita beli pistolan?"
"Dijadiin lah boy." Lalu mereka ber tos-tosan dengan gaya sok seru untuk suasana tidak seru sama sekali.
Terkejutlah si Taiga melihat Daiki sama Kise mainin PS dia, main PES. Terkejutlah pulak Daiki dan Kise melihat rambut Taiga dan ketiga temannya itu. Mengkilap sekali. Klimis sekali. Entah berapa banyak pomade di kepala bocil-bocil itu.
"Lu mau kemana dek?" Ini Kise yang berbicara.
Mendengar Kise ngomong 'Elu-elu-an', tiga teman Taiga langsung berbisik sambil terkikik-kikik. "Orang Ibu kota woi. Ngomongnya kayak di tipi-tipi."
Tiga teman Taiga tadi langsung caper, duduk di sebelah mereka. Terkikik-kikik sendiri. Bisik-bisik sambil terkikik-kikik lagi.
Kise yang baperan tersinggung. Apa mungkin dia ditertawakan karena bau badan? Keteknya bau bawang karena kebanyakan makan bakwan?
Tiga bocil itu jadi memperkenalkan diri sendiri. PD Sekali. Mereka berdiri berjajar, tangan pun sudah di belakang macam sedang upacara.
"Siap gerak!!" Bahunya harus tegap sekali.
Lalu Abang rambut merah tiba-tiba datang, duduk di sebelah Daiki.
Perkenalan dari sebelah kanan.
"NAMA!! HANAMIYA, KELAS 3 SD KENGIBULAN."
Tiga abang pelangi terkejut, ternyata suaranya ganas, seganas wajahnya.
Selanjutanya,
"NAMA!!! HAIZAAKEEEEE. KELAS TIGGAAAA SD KENGIBULAN. CITA-CITA..."
"Next!" kata Akashi. Dia gak sadar hampir bikin nangis anak orang.
"MY NAME IS NASHHH. BULE ASLI DARI EMERIKAA!!!! KELAS THREEE. ESDI KENGAIBULEN."
Ingin rasanga ngikik di tempat, tiga bujang pelangi tadi. Mereka juga memaklumi suara toa dari bocil berwajah bengis tapi ada imutnya dikit.
Bocil itu terkikik-kikik lagi. Karena mengharap dipuji tentang betapa kompaknya mereka hari ini. Bukan hanya rambut pomadean, melainkan kaos mobel legen sablonan beli di pasar malam.
Tapi sayang si Abang tidak peka.
Kuroko tiba-tiba datang, "Adik-adik... Tunjukan bakat kalian!!"
Mereka mulanya menampakan tingkah malu-malu dalam wajah bengis-imutnya itu. Lalu mereka berdiskusi karena kakak wajah Kriminal sudah melototi mereka.
Bocil berdiri berjajar lagi, membuat suatu formasi. Taiga pun ikut ke dalam formasi itu. Ingin ikut bergabung menunjukan bakat.
Mereka pun bernyanyi dengan bagusnya. Tapi yang dinyanykan lagu cinta. Lagu mereka joget ditengah-tengah lagu.
"Mungkin... ini kah rasanya, rasa suka pada dirinya... Sejak pertama aku bertanya...Fesbukmu apa..nomormu berapa."
Bujangan pelangi meradang sampai ke ulu hati. Mereka kompak punya muka muka menghina. Bukan menghina anak-anak itu, tapi menghina diri sendiri. Dirasa-rasakan, kalah sama SD yang dengan mudahnya bernyanyi soal cinta.
"HEH!! ANAK SD GAK USAH NYANYI CINTA-CINTAAN. BELAJAR YANG BENAR!! PERKALIAN TUJUH AJA PASTI MASIH NGAK NGEK NGAK NGEK." Kise ngegas.
Lalu dari luar terdengar, "HUUUUU!!"
Bujang pelangi dan bocil berwajah bengis menoleh keluar.
"HUUU!!!" Kata bocil perempuan yang rambutnya abu-abu sambil kasih jempol ke bawah. Dua teman perempuan di belakang ikutan 'HUUU'.
Tiga bocil perempuan itu juga kompak dandannya. Sama-sama pakai dress warna pink. Rambut kuncir dua. Bedak putih gak rata. tercium juga bau minyak telon campur sedikit parfum Bienbi.
"Kek gitu lah Bang, mereka. Generasi kami bisa dirusak sama orang-orang macam merekat"
Tiga bocil perempuan terikik-kikik melihat rambut pomedan geng Taiga.
Empat bocil lelaki balas terkikik-kikik garang melihat bedakan yang gak rata itu.
Lalu, dua kubu berbeda jenis hampir perang tak tertahankan. Perang 'bwee bwee' menjadi dominasi dalam pertengkaran.
Kise Dan Daiki datang untuk mengkompori kedua belah kubu. Suasana makin mencekam ketika Daiki membisiki bocah perempuan dengan kalimat panas.
"MOBA KOK ANALOG? MOBA KOK 8 bit " teriak tiga bocil perempuan, hasil ajaran si Daiki. Makin panas lah empat bocil lelaki.
Ada satu bujang pelangi yang diam-fiam tersinggung. Midorima namanya. Dia main mobel lejen jugak ternyata.
Batin Kuroko, "untung main AOV."
Kuroko datang menenangkan. Ada aura keabangan sejati di sana. Tidak seperti Daiki dan Kise yang punya aura kebangsatan. Ade-ade itu diam juga akhirnya. Kuroko meminta bocil perempuan untuk memperkenalkan diri dan menunjukan bakat juga.
Perkenalan di mulai dari sebelah kanan. Ada gelagat cari perhatian sama abang tampan dari bocil perempuan itu.
"Perkenalkan, ihihihi. Nama, Mayuzumi. Kelas tiga SD Kengibulan. Cita-cita, menjadi presiden. Menghapuskan sistem penindasan di sekolah, misal meniadakan PR anak sekolah. Lalu, menikahi seseorang yang rambutnya merah seperti bara api..."
"NEXT!" Kata Akashi. Lalu bujang rambut merah itu dilirik tajam. Kelima temannya tiba-tiba sudah pakai topi bertuliskan FBI.
"Nama Saya Miyaji, eehehehe. Kelas tiga SD Kengibulan. Cita-cita menghapuskan segala bentuk buli yang ada di dunia ini. termasuk orang-orangnya. Karena mereka tidak diterima di masyarakat."
Cita-cita yang sangat mulia, walaupun ada penyindiran keras di akhir-akhir. Bocil perempuan melotot pada bocil lelaki. Kise dan Tetsuya, melirik tajam ke Akashi dan Midorima.
Gadis cilik bernama Miyaji lanjut ber-banyak patah kata, "lalu Saya akan mengontrol pertelivisian negara kita, guna menjujung hak tontonan pantas untuk anak SD. ahem Saya menyukai lelaki yang tinggi berkacamata. "
Ada yang terbatuk-batuk. Kini topi FBI Midor dipakai sama Akashi.
Selanjutnya,
"Nama saya Kasamatsu. Kelas tiga Juga. Singkat saja, Saya bercita-cita menghilangkan kealayan, kenarsisan, dan bully dimuka bumi ini."
Lima bujang pelangi langsung melirik ke bujang rambut kuning. "Lu harus dimusnahkan, Se. Katanya." Daiki memperjelas.
Percaya lah, Para bocil itu cuman berusaha keras agar dipuji-puji sama abang pelangi.
Lanjut berucap tiga bocah berkuncir dua. " Maka dari Itu, kami, The power fluffy girls..." Tiga bocil perempuan langsung memasang formasi. Mereka akan menunjukan bakat bernyanyi juga.
"...akan menyanyikan lagu Naura, Bully."
Formasi susah terpang, tapi...
gaya nyanyi macam kena strap guru saja. Kaku. Tangan di belakang. angkat dagu seolah natap masa depan yang sulit dijangkau. Pipi merah malu-malu. Bedaknya pun lama-lama diluntirkan sama keringat akibat gugup.
Formasi yang gak guna.
Semua anak gadis pun bisa salah tingkah, kalo dilihat sama abang-abang tampan. Apalagi dilihat sama calon suami idaman.
Dasar bocah polos...
-tbc-
cek work ku yang lain wattpad: ssoursugarplum
