Author POV
Byun Baekhyun terjatuh pingsan di kamar mandi, namun tangan kekar Chanyeol menahan tubuh mungil itu lalu menggendongnya kembali ke tempat tidur.
Semua pakaian Baekhyun sudah tak bisa dipakai lagi karena Chanyeol telah merobeknya. Namja ini pun mencari pakaiannya yang sedikit kecil kemudian dipakaikannya pada tubuh mungil itu.
Sebuah hoodie berwarna hitam sudah membungkus tubuh Baekhyun. Walau itu menurut Chanyeol hoodie yang kecil untuknya, namun tidak untuk Baekhyun. Hoodie itu masih menenggelamkan tubuhnya.
Hampir seharian Baekhyun tidak sadarkan diri. Karena perlakuan Chanyeol, tubuh gadis itu terlalu shock dan sangat lelah karena belum siap mengalami kejadian ini.
"Umm~" Gumam Baekhyun mulai sadarkan diri.
Kedua matanya terbuka perlahan mendapati Chanyeol yang duduk di hadapannya.
"Kau sudah bangun? Ayo keluar kita cari makanan." Ucap Chanyeol beranjak dari duduk dan segera memakai topi, masker, serta mantel besarnya itu.
Baekhyun mencoba beranjak dari tidurnya. Kepalanya masih sedikit pusing hingga ia harus menyeimbangkan dirinya untuk berdiri.
Gadis ini memperhatikan dirinya yang tenggelam dalam hoodie besar ini. Tangannya sudah tak terlihat, bahkan panjang hoodie ini satu jengkal dari lututnya.
"Asss..." Baekhyun sedikit merintih karena merasa perih ketikan berjalan.
Merasa gemas dengan langkah pelan Baekhyun, Chanyeol kembali menggendongnya menuju mobil.
Namja itu tidak membawa Baekhyun ke sebuah cafe melainkan sebuah butik pakaian.
"Pilihlah beberapa baju untuk pakaianmu." Ujar Chanyeol.
Ingin sekali Baekhyun menolak, tapi dia memang membutuhkan baju karena sudah tak ada pakaian yang ia punya.
Sementara gadia itu memilih baju santai, Chanyeol ikut memilih dress untuk Baekhyun.
Satu dress berwarna merah berhasil Chanyeol pilih lalu meminta Baekhyun untuk segera mengganti hoodie itu dengan dress pilihannya. Dan meminta pelayan butik untuk merias sedikit wajah Baekhyun.
Baekhyun menuruti permintaan namja itu. Sebuah mini dress diatas lutut yang memperlihatkan paha mulusnya, belahan depan bagian dada yang lebar memperlihatkan sedikit kedua belahan dadanya, dan punggung mulus tanpa tertutupi kain. Gadis ini benar-benar terlihat sangat sexy. Jangan lupakan heels hitam dan rambut curly yang tergerai.
"Untuk apa aku berdandan seperti ini?" Tanya Baekhyun.
"Seorang wanita tidak ada salahnya merias diri." Balas Chanyeol.
Namja itu pun mendekati Baekhyun lalu berdiri dibelakangnya untuk memasangkan sebuah kalung bertaling hitam yang sangat pas di leher Baekhyun.
"Bubunie sudah memiliki kalung sekarang..."
"Yak! Kau pikir aku anak anjing?!"
"Jangan pernah lepas kalung itu. Kalung itu sudah ku beri cctv kecil yang tidak bisa disadari orang lain." Bisik Chanyeol.
"Mwo? Untuk apa?"
"Jangan banyak tanya! Ayo bayar dan kita langsung pergi ke tempat favoritku."
Selesai Chanyeol membayar semua belanjaan Baekhyun, mereka langsung kembali ke mobil.
Skip time
Beberapa menit kemudian mereka tiba di sebuah tempat seperti club atau lebih tepatnya billiard bar.
Baekhyun memperhatikan setiap sudut ruangan ini. Kebanyakan dari mereka yang berkunjung adalah pria. Ada beberapa wanita yang berpakaian sexy sepertinya.
Chanyeol membawa Baekhyun pada sebuah bar.
"Anak anjing ini belum makan. Beri dia makanan enak." Perintah Chanyeol pada bar tender wanita itu.
Baekhyun duduk terdiam pada bari tersebut. Sedangkan Chanyeol melangkah menuju sekumpulan pria yang bermain billiard.
Tak lama makanan Baekhyun datang bersama minumannya. Gadis ini pun segera menyantapnya karena ia merasa sangat lapar. Kedua matanya sesekali melirik Chanyeol yang asik bermain billiard.
"Ku pikir ini sebuah club malam, tapi ternyata hanya tempat permainan para pria malam." Gumam Baekhyun melanjutkan makananya.
Bosan dengan billiard, Chanyeol beralih pada perkumpulan orang yang melakukan perjudian. Ya, namja ini ikut bermain.
Kedua mata Baekhyun mencari sosok Chanyeol yang menghilang dari tempat billiard. Namun dia tenang kembali saat mendapati Chanyeol yang bermain kartu pada perkumpulan pria. Bahkan ada seorang pria tua disana. Mata sipit itu mempertajam pandangannya ketika melihat seorang wanita sexy mendekati Chanyeol dan terlihat seperti menggodanya.
Baekhyun tidak perduli itu. Dia kembali melanjutkan makanannya dan menghabiskan minumannya.
"Kau sendiri?" Tanya seorang ahjussi pada Baekhyun.
"Umm?" Baekhyun bergumam menatap ahjussi itu dengan pandangan sedikit kabur.
Seperti yang di duga, gadis ini sudah berada pada efek alkohol dari minumannya.
"Kau mau main denganku?" Ahjussi itu mulai menggoda Baekhyun dengan tangan yang menyentuh paha mulus gadis ini.
"Don't touch me!" Gertak Baekhyun dengan suara berat karena efek mabuk.
"Gadis cantik sepertimu sebaiknya tidak keluar malam. Bagaimana jika ada yang menggodamu sepertiku?" Goda ahjussi itu mulai lancang ingin mencium gadis lugu ini.
Baekhyun mencoba menolak dengan memberontak mendorong ahjussi untuk menjauh darinya.
"Menjauh dariku!"
Bugh!
Bukan ahjussi itu yang terjatuh melainkan Baekhyun yang terjatuh dari kursi bar. Tidak ada pertolongan dari ahjussi itu, melainkan dia menindih Baekhyun untuk melakukan penyerangan menjijikannya. Pada tempat seperti ini, semuanya tidak ikut campur karena sudah biasa untuk mereka.
"Menyingkirlah ahjussi!" Gertak Baekhyun.
"PARK CHANYEOL!" Pekik Baekhyun memanggil namja yang di harapkan untuk menolongnya.
Bugh!
Sebuah tinjuan melayang pada wajah ahjussi itu hingga terjatuh ke lantai.
Baekhyun cukup terkejut, karena bukan Chanyeol yang memukul ahjussi itu. Melainkan seorang namja berkacamata dan topi hitam yang telah memukul.
Mendengar pekikan dan kegaduhan di bar, membuat Chanyeol menoleh pada sumber suara. Namja ini segera menghampiri Baekhyun dengan cepat.
Tepat ketika Chanyeol membangunkan Baekhyun yang terjatuh, beberapa bodyguard berbadan besar mendekati mereka atas perintah ahjussi itu.
Para bodyguard itu menyerang Chanyeol dan namja yang telah menolong Baekhyun. Keributan ini membuat bar cukup kacau.
Baekhyun mematung dengan rasa takut melihat keributan ini. Bahkan para bodyguard itu menyerang sangat kuat hingga pertahan Chanyeol dan namja yang menolongnya mendapat beberapa pukulan keras pada wajah mereka.
Bukan Park Chanyeol namanya kalau dirinya kalah dari para bodyguard ini. Walau sempat mendapat serangan, namun ia berhasil melumpuhkan bodyguard itu.
"Kalian tidak tau sedang berurusan dengan siapa? Jika kalian berani berhadapan denganku lagi, habis kalian semua ku jadikan potongan daging mentah!" Ancam Chanyeol menginjak salah satu bodyguard tersebut lalu menarik Baekhyun untuk meninggalkan tempat ini dengan cepat.
Pandangan Baekhyun melihat sosok namja berkacamata itu dengan wajah cukup lembab. Namja itu pun melihat Baekhyun yang menatapnya tidak tega.
"Aku belum mengucapkan terima kasih pada namja itu." Ucap Baekhyun ketika Chanyeol sudah menginjak gas melajukan mobilnya.
"Jangan pikirkan dia. Yang terpenting kau sudah selamat dari bajingan tua itu."
"Bagaimana aku tidak memikirkan orang yang telah menyelamatkanku? Aku bukan seperti kau yang tidak mempunyai perasaan!"
Chanyeol hanya terdiam tak membalas. Dia tetap fokus dengan kemudinya hingga tiba di markas.
Kembali ke markas, Baekhyun segera mengganti dress sexy itu dengan baju yang telah dibeli. Wajahnya kembali natural tanpa sedikit make up yang menempel di wajahnya.
Gadis ini mendapati Chanyeol berbaring di tempat tidur dengan kedua mata terpejam. Bisa dilihat dengan jelas kalau wajah tampan itu lebam akibat perkelahian tadi. Sudut bibirnya pun terlihat berdarah.
Baekhyun mengambil handuk kecil dan sebuah air hangat untuk mengompres lebam pada wajah Chanyeol.
Dengan perlahan tanpa membangunkan Chanyeol, Baekhyun mengompres wajah itu dan membersihkan bekas darah pada sudut bibir namja yang tertidur ini.
'Ya bagaimana pun dia sudah menolongku juga. Apakah dia selalu mendapat sebuah luka?' Batin Baekhyun.
'Harusnya aku pun mengobati namja berkacamata itu yang menolongku juga. Baiklah jika aku bertemu dengannya lagi, akan ku bayar balas budiku padanya.'
TBC~
