Chanyeol kembali ke villa dengan kecepatan mobil diatas 100/km. Kedua tangannya mencengkram stir dengan erat bahkan memukul benda lingkaran itu.
"Shit! Terkutuk iblis itu!!" Kesal Chanyeol.
Tiba di villa, Chanyeol melihat tidak ada yang terjadi apa-apa dengan Baekhyun.
"Kau sudah kembali? Kenapa lama sekali? Bahkan ini sudah menjelang malam." Tanya Baekhyun.
"Tidak ada orang yang datang kesini?" Tanya Chanyeol.
"Tidak ada. Wae?"
Tidak ada jawaban dari Chanyeol. Namja ini melepaskan kacamata dan topi lalu menutup pintu dan jendela hingga ruangan ini menjadi gelap.
Satu meja dan dua kursi diletakkan di tengah kamar tidur. Chanyeol mengambil dua gelas dan sebotol wine untuk di letakkan diatas meja tersebut. Tidak lupa dengan beberapa lilin sebagai pencahayaan kamar.
Baekhyun terdiam melihat Chanyeol yang sibuk menyiapkan itu semua. Entah untuk apa dia menyiapkan itu.
"Untuk apa kau menyiapkan ini?" Tanya Baekhyun.
"Untuk kita."
"Kita?"
"Kau dan aku."
"Mwo? Kenapa tiba-tiba kau menyiapkan ini?"
"Anggap saja kita lagi liburan. Gantilah bajumu! Pakai baju yang ku beli ini." Perintah Chanyeol memberi sebuah bungkusan pada Baekhyun.
"Aku tidak mau! Sudah ku katakan aku akan tidur di luar saja."
"Kau yakin? Villa ini cukup menyeramkan."
"Aku tidak takut!" Baekhyun melangkah keluar menuju ruang tengah.
Gadis itu tidur di atas sofa namun dia tidak bisa tidur begitu saja. Ada rasa gelisah dan sedikit takut dengan suasana sunyi di villa ini. Ditambah suara raungan anjing yang tak ada hentinya.
Chanyeol yang berada di dalam kamar tau kalau Baekhyun pasti akan menghampirinya kembali. Sudah 2 jam dia menunggu.
Krek~
Pintu kamar terbuka.
Ya, Baekhyun akhirnya menyerah. Gadis ini takut untuk tidur di luar.
"Bukankah menyeramkan tidur di luar?" Goda Chanyeol menahan tawanya.
"Diam kau! Biarkan aku tidur disini."
"Tentu saja! Tapi kau harus menuruti perintahku tadi."
Kedua mata Baekhyun melirik meja dan kursi yang masih dengan posisi sama.
"Aisshh baiklah!"
Lagi dan lagi Baekhyun menyerah. Dia menuruti perintah Chanyeol untuk mengenakan baju tersebut. Gadis ini pun mengganti pakaiannya di kamar mandi. Sementara Chanyeol pun mengenakan kemeja putihnya dengan tiga kancing atas terbuka memperlihatkan dada bidangnya.
"Yak! Untuk apa kau memintaku berpakaian seperti ini? Bahkan ini lebih parah dari baju sexy kemarin!" Protes Baekhyun dari balik pintu kamar mandi. Hanya kepalanya yang ia keluarkan.
"Disini hanya ada aku tidak akan ada yang melihat selain aku. Tidak perlu malu. Karena aku pun sudah melihat tubuhmu sebelumnya bukan?"
"Oh my...ingin sekali ku cincang dirimu itu Park Chanyeol!"
Mau tak mau Baekhyun keluar dari balik pintu itu dan mendekati Chanyeol yang sudah duduk di kursi tersebut.
Kedua mata namja ini memperhatikan setiap lekukan tubuh Baekhyun yang hanya memakai lingerie. Tubuh mungilnya terlihat sexy.
"Kau ingin aku mati kedinginan? Terkutuk orang yang membuat lingerie ini!"
Chanyeol menuangkan wine itu di kedua gelas yang ada di hadapannya.
"Minumlah..." Pinta Chanyeol.
"Minuman apa itu?"
"Ini favorit ku. Sangat manis seperti stoberi."
"Mwo? Jjinja?" Dengan semangat Baekhyun meminum wine itu hingga habis.
"Ini tidak ada rasa stoberi! Dan rasanya sedikit aneh." Pikir Baekhyun.
Chanyeol kembali menuangkan wine itu hingga berhasil membuat Baekhyun mabuk dan dirinya sudah berada dalam efek alkohol yang cukup tinggi. Sedangkan Chanyeol? Namja ini sudah terbiasa minum dan kuat dengan alkohol.
Wajah Baekhyun terpapah di atas meja. Chanyeol mendekati kursinya di hadapan Baekhyun. Jemari Chanyeol bermain pada rambut halus gadis yang sudah mabuk ini. Bahkan jemarinya menyentuh setiap lekukan tubuh mulus Baekhyun.
Chanyeol menarik tangan Baekhyun lalu meletakkan kedua tangan itu pada lehernya. Pandangan Baekhyun teduh menatapnya dan sedikit senyuman dari gadis dengan kesadaran rendah.
Wajah mereka saling menghapus jarak. Tidak ada hindaran atau penolakan dari Baekhyun, bahkan ia menerima ciuman dari namja yang di hadapannya ini. Kedua tangannya terlingkar erat pada leher jenjang itu bahkan seperti mendekap Chanyeol.
Kali ini Baekhyun membalas lumatan Chanyeol. Keduanya saling bertautan bertarung lidah, menyesap, menjilat, bahkan menggigit.
Chanyeol menggendong Baekhyun ke tempat tidur tanpa melepas tautan mereka.
Kedua tangan Baekhyun terikat pada ranjang ini. Chanyeol membuka kemejanya, lalu merobek lingerie Baekhyun dengan kasar dan membuangnya sembarang.
"Hhhh~" Lenguh Baekhyun ketika Chanyeol menjilat pahanya, perutnya, bahkan dadanya.
"Nghh~"
Chanyeol mengulum dan bermain pada nipple milik Baekhyun. Tubuh mungil itu menggelinjang tak beraturan.
Bibir plum Chanyeol memberikan kissmark pada setiap kulit mulus gadis ini. Dari leher bahkan hingga paha banyak jejak kemerahan yang Chanyeol tinggalkan.
Namja bertubuh besar itu beranjak dari tempat tidur membuat Baekhyun mengambil nafas sebanyak-banyaknya.
Kini Chanyeol full naked. Wine itu kembali ia minum, namun tertahan dalam mulutnya. Tubuh besarnya kembali menindih tubuh mungil Baekhyun.
"Mmpphh~"
Baekhyun hampir tersendak ketika Chanyeol menyalurkan wine itu langsung dari mulutnya. Bibir tipis Baekhyun kembali ia raup dan melumatnya dengan agresif.
Paha Baekhyun dibuka sangat lebar. Tanpa melakukan foreplay, Chanyeol dengan tanpa perasaan menghentakkan junior sepenuhnya masuk ke dalam miss v itu.
"Arrgghh..." Baekhyun mengerang kesakitan.
Tidak seperti sebelumnya, kali ini Chanyeol bermain kasar pada Baekhyun.
"Ashh sakithh..."
Pinggul namja ini terus bergerak cepat bahkan membuat suara decitan pada tempat tidur.
Chanyeol melepaskan junior itu dari dalam sana. Tubuh Baekhyun ia balikan dengan posisi tengkurap.
Baekhyun mengigit seprai menahan rasa sakit dan perih saat Chanyeol dengan enaknya melakukan in out secara kasar padanya.
Tangan namja ini menepuk-nepuk bokong berisi milik Baekhyun bahkan meremasnya dengan gemas. Ia kembali menindih dan mengecup punggung mulus gadis ini.
"Jebalhh nghh lepaskan tangankuhh..."
"Aku tidakhh tahanh dengan posisi seperti ini nghh..."
Baekhun berusaha bicara pada Chanyeol yang sibuk diatasnya.
Namja ini kembali membalikan tubuh Baekhyun. Terlihat gadis ini sudah berlinang air mata karena menahan sakit. Ikatan pada tangan Baekhyun ia lepaskan membuat gadis ini menjatuhkan kedua tangannya lemas.
Chanyeol berhenti sejenak menatap Baekhyun yang terengah-engah dengan nafasnya.
Kedua mata sipit itu membalas tatapan Chanyeol.
"Aku sudah rusak olehmu. Kau sudah merusakku diriku."
"Aku tidak bisa bayangkan bagaimana perasaan eomma ketika mengetahui anaknya telah rusak serusak rusaknya."
"Itu terlihat kalau dia telah sia-sia melahirkanku jika nasibku seperti ini."
"Masa depanku hancur. Aku tidak tau dengan cara seperti apa aku hidup sekarang."
"Aku sangat membencimu Park Chanyeol."
Tiba-tiba Baekhyun membalikkan posisi mereka berdua. Saat ini dirinya sudah berada di atas tubuh Chanyeol. Jemari lentiknya menari disetiap otot kekar itu hingga terhenti tepat pada benda panjang yang sudah keras.
Smirk Baekhyun keluar dari bibirnya. Ia meremas kuat kepemilikan Chanyeol.
"Arrgghh..." Kali ini Chanyeol mengerang.
Mendengar erangan itu, membuat Baekhyun semakin ingin melakukan lebih. Ia memijat lembut junior itu bahkan menggelitiknya membuat Chanyeol meremas seprai.
Tanpa jijik, Baekhyun mengulum junior itu seperti ia memakan lolipop besar. Di jilat, hisap, bahkan mengigit gemas junior itu.
"Asshh..." Chanyeol menahan rasa nikmat yang diberikan Baekhyun padanya.
Cum~
Cairan itu berhasil menembak di dalam mulut Baekhyun. Gadis itu menelan habis cairan tersebut. Ia menjilat bibirnya dengan erotis membuatnya terlihat sexy dan menggoda. Lidahnya menjilat kepala junior itu membuat si pemilik tak tahan dan membanting tubuh Baekhyun hingga posisinya kembali di bawah Chanyeol.
"Jangan bermain-main denganku Baek!" Bisik Chanyeol penuh penekanan.
Namja itu kembali menyerang bibir Baekhyun tanpa ampun. Tidak ada penolakan dari gadis itu, bahkan tangannya melingkar erat pada leher dan mendorong kepala Chanyeol untuk memperdalam ciuman mereka.
"Nghhh Park Chanyeol hhh~"
"Ya nghh disana..."
"Ahh..ahh.."
Desahan demi desahan terus keluar dari bibir Baekhyun. Kedua kakinya melingkari pinggang Chanyeol dengan erat. Jemarinya bermain pada perut abs milik Chanyeol.
'Keparat kau Wu Yifan!' Batin Chanyeol mengingat perjanjiannya bersama bandar narkoba itu.
Sejak awal permainan keduanya, sebuah kamera yang Chanyeol letakkan di meja terus merekam aktifitasnta bersama Baekhyun.
Flashback on#
"Lakukan sex bersamanya dengan durasi lama. Rekam permainan kalian lalu berikan copy-an itu padaku besok."
"Film panas akan menjadi uang. Aku akan jual pada para boss yang ku kenal. Mereka sangat tertarik dengan itu."
"Ketika kau memberikan copy-an itu, kau bisa mengambil barang-barangku ini."
"Jika tidak, gadis itu tidak akan aman."
Rahang Chanyeol mengeras, kedua telapak tangannya terkepal erat. Auranya saat ini seperti ingin membunuh pria yang ada di hadapannya.
"Akan ku berikan besok! Jangan mengusiknya."
"Ku tunggu!"
Flashback off#
TBC~
