Kali ini Baekhyun yang bangun terlebih dahulu dari Chanyeol. Posisi mereka masih sama seperti malam tadi. Tangan kekar itu belum terlepas dari pinggang Baekhyun dan tubuhnya masih mendekap punggung gadis ini.
Baekhyun merasakan suhu badan Chanyeol sedikit panas. Ya dia bisa merasakan karena tubuh mereka bersentuhan. Gadis ini mencoba melepaskan tangan Chanyeol dari pinggangnya lalu balik arah berhadapan dengan namja ini.
Telapak tangan mungil itu mendekap kening dan pipi Chanyeol yang terasa cukup panas.
"Suhu badannya panas. Sepertinya dia terkena demam." Gumam Baekhyun.
Gadis ini beranjak dari tempat tidur lalu segera mandi.
Setelah dirinya sudah terlihat segar, Baekhyun segera melakukan kompres pada Chanyeol yang terbaring.
"Ummm~"
Selama kompres kening Chanyeol untuk meredakan suhu panasnya, namja itu terus bergumam tak jelas. Ya ini sudah biasa terjadi jika seseorang yang demam.
"Ku pikir monster sepertimu tidak bisa sakit. Ckck..." Celoteh Baekhyun.
Gadis ini mengganti perban lama dengan yang baru pada tangan Chanyeol. Selimut tebal ia tarik agar membungkus tubuh besar itu. Kemudian ke dapur untuk membuat air madu hangat.
"Chan...minumlah madu ini!" Baekhyun mencoba untuk membangunkan Chanyeol.
Kedua mata besar itu terbuka perlahan. Pandangannya sejenak menatap langit-langit.
"Ini ku buatkan madu hangat untukmu." Baekhyun memberi segelas madu hangat itu di hadapan Chanyeol.
Namja ini beranjak dari tidurnya lalu duduk menatap Baekhyun yang tersenyum dan memberinya segelas madu.
"Kata eomma, minuman ini cepat menurunkan demam."
"Cepat minum sebelum dingin."
Tanpa bicara, Chanyeol menerima minuman itu dan meminumnya hinggah habis.
"Jam berapa ini?" Tanyanya.
"Jam 8 pagi. Wae?"
"Siapkan pakaian dan perlengkapan lainnya." Perintah Chanyeol.
"Mwo? Untuk apa?"
"Kita akan pergi berlibur. Aku sudah minta pada Suho untuk ini. Dan semuanya sudah dia siapkan."
"Tapi kau sedang demam."
"Aku tidak selemah yang kau pikir. Lagi pula disana cuaca panas."
"Mau kemana?"
"Bali Indonesia. Satu jam lagi kita berangkat."
"Kenapa kau selalu melakukan tindakan secara dadakan?! Batalkan jadwalnya hari ini. Kita pergi ketika tubuhmu benar-benar baik."
"Demam bukan penyakit berat. Jangan terlalu berlebihan. Cepat siapkan pakaian."
Baekhyun selalu kalah dalam perdebatan mereka. Gadis ini akhirnya menuruti perintah Chanyeol. Beberapa koper sudah siap. Setelah Chanyeol menghubungi Suho, mereka pun segera menuju Incheon airport.
Skip time
Sekitar kurang lebih 8 jam penerbangan, mereka tiba di Bali. Ada seorang namja yang menjemput dan mengantar mereka menuju penginapan.
Kedua mata Baekhyun melihat penuh kagum dengan tempat inap untuk mereka berdua. Sangat mewah. Ruangan yang luas terdapat kolam renang dengan pemandangan lautan dan ruang spa yang menjadi impiannya.
"Daebak! Woahh bossmu yang menyiapkan ini semua? Ini pasti sangat mahal!" Celoteh Baekhyun.
"Ini adalah hadiah untukku darinya. Dia selalu memberiku bonus karena kerja kerasku."
Baekhyun terus melihat setiap ruangan seperti kamar, dapur, ruang santai, kamar mandi, ruang spa, dan kolam renang. Ia merasa seperti bermimpi indah.
"Kenapa selalu dengan satu kamar?!"
"Ranjang itu sangat besar. Kau bisa membatasinya dengan bantal guling."
"Aisshh..."
"Apakah demammu sudah membaik?" Tanya Baekhyun.
"Aku tidak pernah peduli dengan diriku sendiri. Walaupun aku sakit, aku membiarkan diriku hingga sakit itu hilang dengan sendirinya."
Telapak tangan Baekhyun mendekap kening dan pipi Chanyeol membuat namja ini terdiam mematung melihat wajah cantik gadis di hadapannya.
"Ok ini sudah lebih membaik dari sebelumnya." Ucap Baekhyun.
Chanyeol hanya diam mematung.
"Bisakah kita mendekati pantai? Ini waktunya untuk sunset!" Pinta Baekhyun.
"Sebaiknya ganti pakaian kita."
"Okay!"
Mereka sudah berpakaian santai. Baekhyun dengan baju pantai pendek bermotif bunga yang memperlihatkan setengah perut datarnya. Rambut yang digulung lalu diikat tinggi. Dan celana pendek yang mengekspos paha mulusnya.
Sedangkan Chanyeol dengan kaos lengan pendek dan celana selutut. Kali ini dia tidak mengenakan topi karena Baekhyun memintanya untuk memberi nafas pada rambut itu.
Langkah Baekhyun santai dengan menendang pelan pasir putih pantai tersebut.
"Aku tau kau lari ke luar negeri agar tak ada yang mengenalimu bukan?" Tanya Baekhyun.
"Jangan bertanya hal itu di negeri lain."
Seketika Baekhyun terbungkam.
"Jeogi..." Panggil seseorang menghentikan langkah mereka berdua.
Terdapat sepasang suami istri yang mendekati mereka. Seorang pria berkumis dan berjenggot tipis, bersama seorang wanita hamil berambut panjang dengan tahilalat yang terlihat jelas di dagunya.
"Tak sengaja aku mendengar kalian bicara bahasa korea. Kami senang bertemu orang yang berbahasa sama." Seru wanita itu tersenyum lebar.
"Omo...aku bisa bertemu orang korea juga disini." Balas Baekhyun.
"Kalian sedang berlibur disini? Apakah kalian sepasang kekasih? Atau sepasang pengantin baru?" Goda pria itu terkekeh.
"Ani! Kami tidak masuk pada keduanya." Sanggah Baekhyun.
"Lalu?" Tanya wanita itu.
"Kami..." Pikir Baekhyun melirik Chanyeol yang dari tadi hanya terdiam.
"Kami hanya teman!" Kekeh Baekhyun.
"Ok sepertinya akan bertahap ke status selanjutnya. Kalian sangatlah cocok!" Seru wanita itu.
Tidak tau harus menjawab apa, Baekhyun hanya diam menanggapi gurauan itu.
"Bisakah kau foto kami? Istriku ini menginginkan kami berdua foto disini." Pinta pria itu.
"Tentu saja!" Balas Baekhyun.
Pria itu pun memberi smartphone miliknya kepada Baekhyun.
Berbagai gaya sepasang suami istri itu di foto oleh Baekhyun. Chanyeol masih terdiam memperhatikan.
"Gamsahamnida~" Seru wanita itu.
"Siapa namamu?" Tanya pria itu.
"Byun Baekhyun!"
"Ok Baekhyun gamsahamnida~" Seru Pria itu.
"Ayo chagiya kita kembali. Aku takut melahirkan disini jika berlama-lama di pantai!" Pinta wanita itu.
"Kalau begitu kami permisi..." Ucap pria itu pada Baekhyun dan Chanyeol lalu merangkul istrinya untuk pergi.
Hingga sepasang suami istri itu hilang dari pandangan, Chanyeol terus berpikir.
'Sepertinya aku pernah melihat mereka berdua. Tapi dimana?' Batin Chanyeol.
"Gwaenchanayo?" Tanya Baekhyun menyadarkan Chanyeol dari lamunan.
"Kenapa kau begitu mudah memberi nama lengkapmu pada orang tak dikenal?"
"Karena mereka bertanya namaku. Aku selalu menjawab dengan nama lengkap."
"Sudahlah aku tidak mau debat denganmu lagi. Nikmatilah pantainya." Ucap Chanyeol duduk pada pasir putih ini.
Flashback on#
"Kau yakin mereka pergi ke Bali?" Tanya polisi pria bernama Jongdae.
"Seorang sherlock Oh Sehun mana mungkin salah info." Balas polisi wanita bernama Minseok.
"Aku selalu berhasil mengikuti jejak mereka. Saat di billiard bar, hingga pada sebuah villa di perdesaan terpencil. Aku pun menjadi saksi perkelahian dan pembunuhan yang di lakukan mafioso itu." Jelas namja berkacamata bernama Sehun.
"Aku memang tidak salah memilihmu dalam tugas ini!" Seru Minseok.
"Lalu apa rencana kita?" Tanya Jongdae.
"Lakukan penyamaran." Usul Sehun.
"Penyamaran?" Bingung Minseok.
"Kita awasi mereka di Bali. Kalian menyamar sebagai sepasang suami istri. Minseok nuna jadilah wanita hamil. Beraktinglah kalian layaknya sepasang suami istri."
"Lalu dekati mereka pada saat yang tepat. Usahakan dapat nama gadis sandraan itu."
"Oh my...bagaimana aku membuat perutku membesar?" Pikir Minseok.
"Pabo! Kau bisa lakukan dengan tumpukan kain." Timpal Jongdae menjitak pelan Minseok.
"Yak! Belum apa-apa kau sudah melakukan KDRT!" Balas Minseok.
"Jongdae hyung gunakan kumis atau jenggot palsu agar tidak dikenali." Ujar Sehun.
"Minseok nuna gunakan rambut wig panjang dan beri tahilalat pada bagian wajahmu." Lanjut Sehun.
"Ok kita coba lakukan contoh penyamaran." Usul Jongdae.
Kedua polisi itu sibuk merombak wajah mereka dan gaya pakaian mereka.
"Bagaimana dengan ini?" Tanya Jongdae terlihat sudah berkumis juga berjenggot tipis. Tak lupa dengan kacamatanya.
"Bagus hyung! Kau sudah terlihat seperti ahjussi tua." Balas Sehun menahan tawanya.
"Taraaa~ bagaimana denganku? Semakin terlihat cantik bukan?" Tanya Minseok dengan rambut wig panjang dan sebuah tahilalat di dagunya.
"Ok kalian sudah terlihat suami istri yang bahagia..." Goda Sehun terkekeh.
"Diam kau!" Timpal Jongdae.
"Ok mari kita liburan bersama~" Seru Minseok.
Flashback off#
TBC~
