Chanyeol dan Baekhyun sudah berada di ruang spa. Tidak hanya tempat pijat, namun terdapat dua bathup spa.
"Kita mau panggil pelayan untuk pijat?" Tanya Baekhyun.
"Tidak perlu. Kita gunakan bathup saja. Sepertinya itu air hangat." Jawab Chanyeol.
"Kita akan berendam air bersama?" Tanya Baekhyun kembali sedikit tertegun.
"Wae? Bukankah itu ada dua tempat?" Pikir Chanyeol.
"Bukan maksudku seperti itu. Mmm...baju!"
"Akan lebih baik jika naked."
"Mwo? Andwae!"
"Kau masih malu padaku?"
"Tentu saja!"
"Bahkan aku sudah melihat semuanya untuk kesekian kali."
"Diam! Ok mari kita beri kesepakatan."
"Kesepakatan?"
"Tutup mata masing-masing hingga selesai. Eottae?" Usul Baekhyun.
"Terserah padamu saja."
Baekhyun mengambil dua menutup mata. Keduanya saling menutup mata mereka lalu membuka semua pakaian. Perlahan mereka memasuki bathup yang sudah tersedia dua.
"Jangan mengintip Park Chanyeol!" Timpal Baekhyun.
"Mataku masih tertutup rapat."
"Ok nikmatilah air hangat ini~" Seru Baekhyun.
"Apa kau senang liburan ini?" Tanya Chanyeol.
"Bossmu sangat hebat! Berapa uang yang dia keluarkan untuk liburan ini?" Pikir Baekhyun.
"Bagi dia ini belum seberapa." Balas Chanyeol.
"Kau sudah lama bersamanya?"
"Kurang lebih 4 tahun aku berkerja bersamanya."
"Kenapa kau memilih kehidupanmu sebagai mafia?"
"Haruskah aku jawab?"
"Aku bertanya hanya ingin tau kenapa namja sepertimu berkerja di dunia yang sangat kejam ini."
"Duniaku penuh tantangan. Aku tak pernah bosan dengan pekerjaanku ini."
"Sebelum diriku, apakah ada gadis sandraan atau yang kau culik?"
"Ani! Kau sandraan pertamaku."
Suasana menjadi hening. Baekhyun bersandar pada bathup hingga membuatnya tertidur.
Chanyeol membuka penutup matanya lalu mendapati gadis mungil itu yang tertidur.
Namja ini keluar dari bathup. Ia pindah pada bathup Baekhyun. Perlahan Chanyeol masuk ke dalam bathup itu tanpa di sadari Baekhyun.
Kedua mata Chanyeol memandang setiap lekukan tubuh mungil itu. Tangannya mencoba untuk menyentuh paha mulus milik Baekhyun.
Tubuh besar itu menindih tubuh yang lebih kecil darinya. Hingga sampai saat ini Baekhyun masih belum menyadari.
Cup~
Bibir plum Chanyeol berhasil menyentuh bibir tipis Baekhyun. Namja itu pun melumatnya dengan lembut.
Tangan kekar itu membuka penutup mata Baekhyun. Mata sipit itu sudah terbuka sempurna. Saat Chanyeol menciumnya, Dia terkejut dan membuka kedua matanya.
Keempat pasang mata itu saling menatap lekat. Nafas keduanya saling beradu dengan hangat. Tubuh Baekhyun tidak bisa bergerak karena tindihan dari Chanyeol juga bathup yang berukuran standar.
Tangan Chanyeol menarik tangan Baekhyun untuk melingkari leher jenjangnya.
Lumatan itu masih berlangsung membuat Baekhyun bingung.
'A-apa yang dia lakukan?'
'Tapi jika dia terbawa nafsu, dia tidak akan melakukan secara lembut seperti ini.'
'Ciuman ini sama seperti kemarin. Hanya saja kali ini dia membiarkanku untuk menatapnya.'
Gadis ini terus berpikir dalam hatinya. Ia masih terdiam dengan tindakan Chanyeol padanya.
Chanyeol melepaskan ciumannya lalu menatap Baekhyun dengan tatapan teduh.
"Kau pernah mengatakan, yang kau tau melakukan hal bercinta hanya dilakukan pada seseorang yang saling mencintai."
"Seseorang yang memiliki sebuah perasaan terhadap lawannya. Bukan karena nafsu semata."
"Aku akan tunjukan padamu."
"Jangan menolakku. Believe me Baek.." Bisik Chanyeol membuat Baekhyun mematung dan berdebar.
Ya gadis ini berdebar karena semua ucapan Chanyeol yang membuatnya sedikit khawatir.
Namja ini kembali mengulum bibir Baekhyun.
"Mmpphh..." Baekhyun berdesah ditengah tautan mereka.
Byun Baekhyun merasa dirinya penuh di dalam sana.
Ya, Chanyeol berhasil memasukkan kepemilikannya ke dalam bawah sana tanpa membuat gadis ini merasa sakit.
Suara decakan air pada bathup mengisi atmosfir ruangan ini karena pergerakan Chanyeol.
Ciuman itu turun ke leher Baekhyun dan membuat jejak kemerahan disana. Kedua tangannya meremas pelan belahan dada itu.
"Nghhh~"
"Sebut namaku Baek.."
Entah kenapa Baekhyun seperti terhipnotis dengan perlakukan Chanyeol kali ini. Bahkan saat dirinya sadar seperti ini, tidak ada pemberontakan darinya. Ia merasa sudah terbiasa dengan ini untuk kesekian kalinya. Namun untuk permainan kali ini, Baekhyun merasa sangat menikmati.
Chanyeol membuat dirinya benar-benar mabuk dengan semua sentuhannya. Ini sangat berbeda dari yang sudah-sudah.
"Chanhh nghh~"
Seulas senyum terlukis di bibir Chanyeol ketika melihat Baekhyun merasa menikmati dalam keadaan sadar tanpa harus membuatnya mabuk dengan alkohol.
Chanyeol menahan nafas lalu memendamkan wajahnya ke dalam air untuk mengulum nipple gadis ini.
"Ashhh~"
Baekhyun membusungkan dadanya saat Chanyeol bermain pada benda kenyal itu.
Tak kuat lama-lama, Chanyeol kembali mengangkat wajahnya untuk mengambil oksigen. Ia meraup kembali meraup bibir Baekhyun.
Kedua tangan Baekhyun terlingkar manis pada leher jenjang namja ini. Dengan sedikit keberanian, ia mendorong tengkuk itu lalu membalas ciuman yang tak kalah lembut. Bahkan kedua kakinya ikut melingkari pinggang Chanyeol dengan erat.
"Mmmpphh~"
Tidak ada yang sadar sudah berapa lama mereka bercumbu. Waktu seperti berhenti berputar saat keduanya saling menikmati.
Jika permainan sebelumnya Chanyeol akan mengeluarkan junior ketika merasa ingin menembak cairannya, namun kali ini tanpa ragu ia menembak semua semua cairan itu di dalam sana.
"Hhhh~" Lenguh Chanyeol dengan suara beratnya.
Tidak hanya sekali, bahkan dua kali ia berhasil menanam semuanya di dalam sana dan membuat Baekhyun merasa sangat penuh.
Chanyeol ambruk menindih Baekhyun di bawah sana. Ia memeluk tubuh mungil itu. Wajahnya ia pendamkan pada bahu mulus Baekhyun. Sesekali ia menciumi bahu itu. Bahkan juniornya masih tertanam di dalam sana.
Untuk beberapa detik Chanyeol menahan tubuhnya agar tidak menindih Baekhyun dengan waktu lama.
Keduanya masih terdiam dan menatap satu sama lain.
"Kau-- mengeluarkannya di dalam sana?" Dengan nafas masih terengah Baekhyun bertanya.
"Sekarang kau tidak akan terlepas dariku Byun Baekhyun." Balas Chanyeol sedikit berbisik.
Baekhyun benar-benar tak percaya dengan apa yang di lakukan mafia itu.
"Semoga itu akan jadi di dalam sana." Lanjutnya menyeringai.
"Aku tidak mengerti denganmu. Sebenarnya apa yang kau inginkan?"
"Aku menginginkanmu tetap bersamaku."
Gadis mungil itu terdiam.
"Kau tidak memberontak dan menolakku, apakah kau menikmati?"
Dan masih terdiam.
"Katakanlah bahwa kau menikmatinya tadi. Bagaimana rasanya bercumbu tanpa paksaan?"
Bahkan terus terdiam tidak tau harus mengatakan apa.
"Jangan diam saja Baek. Katakanlah sesuatu.."
"Sudah kesekian kali kau lakukan ini pada anak anjing--" Baekhyun terbungkam ketika jari telunjuk Chanyeol mengunci bibirnya.
"Ketika aku melakukan hal ini padamu, aku tidak memandangmu sebagai anak anjing atau binatang lainnya."
"Aku memandangmu sebagai seorang gadis."
"Aku tidak tau apa yang ku rasakan saat ini atau bahkan beberapa hari ini. Semuanya seperti ada yang berbeda ketika kau berada di kehidupanku."
"Seakan akan kau adalah berlian berharga yang juga harus ku lindungi agar tidak ada seorang pun yang mengambilmu dariku."
"Kau tau apa yang ku alami saat ini? Tanya Chanyeol membuat Baekhyun tidak tau harus berkata apa.
"Bisakah kau lepaskan yang di bawah sana?" Pinta Baekhyun.
Perlahan Chanyeol melepaskan junior itu dari dalam sana membuat Baekhyun sedikit mengerang.
Keduanya keluar dari bathup itu. Chanyeol mengambil handuk lalu membungkusnya pada tubuh Baekhyun.
Keduanya kembali saling berhadapan.
"Baek, bisakah kau beri ciuman untukku?" Pinta Chanyeol.
"Saat kau membalas ciumanku tadi, aku merasa sesuatu aneh pada diriku. Itu terasa seperti adrenalin."
"Aku hanya ingin tau jawaban dari diriku sendiri."
Cup~
Tanpa di sangka, Baekhyun mencium bibir plum milik Chanyeol. Tidak hanya sekilas bahkan sesekali ia mencoba untuk mengulum dan melumat pelan.
Chanyeol merasakan hal yang sama seperti sebelumnya. Namja ini bahkan merasakan lebih jelas jantungnya yang berdebar hebat.
TBC~
