Byun Baekhyun POV

Karena penyerangan tanpa ampun itu membuat Sehun harus menginap semalam di rumah sakit ini. Aku pun menemaninya disini karena Sehun tidak mengizinkan ku untuk pulang. Namja ini takut jika terjadi sesuatu padaku di luar sana.

"Sepertinya aku pernah melihat beberapa orang itu." Pikirku.

"Apakah kau pernah bertemu mereka sebelumnya?" Tanyanya yang terbaring.

"..." Sejenak aku berpikir untuk mengingat.

"Ahh...salah satu dari mereka adalah bodyguard godfather."

"Godfather?"

"Chanyeol memanggilnya seperti itu. Dia seperti pemimpinan dari agen mafia."

"Apakah Chanyeol menceritakan beberapa hal padamu?"

"Aku selalu bertanya padanya hingga membuatnya sedikit bercerita."

"Apa saja yang dia ceritakan?"

"Seseorang yang berkuasa dapat menjadikan orang lain sebagai bonekanya. Itu adalah kalimat pertama yang dia ucapkan."

"Karena disini hanya ada kau dan aku, berceritalah apa saja yang terjadi pada kalian. Anggap saja kau sedang mencurahkan hatimu pada seorang teman."

Aku terdiam sejenak menatapnya yang meyakiniku.

"Chanyeol sudah bekerja pada godfather itu selama 4 tahun. Dia selalu menjalankan perintah orang itu. Bahkan dia rela di penjara untuk melindungi bossnya itu."

"Berkas itu apakah berisi nama Chanyeol?" Tanyaku.

"Berkas itu adalah beberapa bukti kriminal yang di lakukan para mafia. Namun nama Chanyeol banyak yang tertera di berkas itu."

"Apakah yang kau maksud godfather itu Suho?" Tanyanya.

"Bagaimana kau tau?"

"Di berkas pun terdapat nama pimpinan mafia."

"Ya pimpinan Chanyeol adalah Suho."

"Dan sebenarnya saat kita bertemu di villa, Chanyeol sedang menjalankan tugas untuk mengambil barang pada bandar narkoba yang di bunuhnya."

"Ya aku melihat kejadian itu tanpa sepengetahuan kalian."

"Omo...jadi benar kau detektif?"

"Aku detektif yang sudah di percayakan oleh agen kepolisian."

"Mmm...soal pemerkosaan itu. Chanyeol tidak sepenuhnya bersalah."

"Wae? Apa yang terjadi?"

"Dia melakukan itu karena menurutnya tindakan tersebut benar. Chanyeol telah di ancam oleh bandar narkoba itu."

"Di ancam?"

"Bandar narkoba itu meminta Chanyeol untuk menyerahkan diriku padanya. Lalu aku akan di jual ke luar negeri."

"Lalu kenapa berujung dengan pemerkosaan?"

"Chanyeol berusaha keras untuk menolaknya. Lalu dia diminta untuk memilih kesepakatan. Orang itu meminta Chanyeol untuk melakukan sex dan merekamnya."

"Ketika Chanyeol sudah menuruti permintaannya, orang itu tetap ingin menculikku dari Chanyeol. Hingga berujung tewasnya bandar narkoba itu karena emosi Chanyeol yang mencoba melindungiku."

"Kenapa dia mempertahankanmu? Karena jika secara logika, seorang mafioso akan melakukan apapun agar mendapatkan uang dan kepuasan. Dia tidak memperdulikan nasib korban." Pikir Sehun.

"Dan saat kami memberinya berkas itu, dia tetap tidak ingin melepaskanmu pada kami." Lanjutnya.

"Mmm...bisakah kalian meringankan hukumannya? Aku memang seorang gadis yang di sandranya. Tapi sejujurnya dia melakukan perlindungan padaku."

"Saat di billiard bar lalu, walaupun kau lebih dulu menolongku tapi dia pun datang untuk melindungiku ketika dirinya sedang sibuk bermain."

"Dan luka di pipiku ini karena ulahku sendiri. Sebelumnya dia memintaku untuk tidak bergerak karena posisi Chanyeol sedang mengarahkan pisau pada wajahku."

"Foto-foto yang kalian dapatkan untuk mengancam itu hanya rencana Suho agar kalian cepat memberi berkas itu."

"Kau ingin hukuman Chanyeol di ringankan karena itu semua?" Tanya Sehun.

"Mmm...bagaimanapun juga aku akan selalu berterima kasih pada orang yang telah menolong atau melindungiku."

Sehun terdiam sejenak. Namja ini mengeluarkan smartphonenya. Ku lihat dia sedang menghubungi seseorang.

"Jongdae hyung, aku masih di rumah sakit karena harus menginap semalam."

'Wae?'

"Aku mendapat serangan dari anak buah Suho. Sepertinya dia marah karena aku telah melukai Chanyeol."

'MWO? BAGAIMANA KEADAANMU SEKARANG?'

Sehun langsung menjauhkan benda itu dari wajahnya. Bahkan aku pun ikut terkejut dengan pekikan suara polisi itu. Sepertinya suaranya memang sangat keras bahkan aku dapat mendengarnya dengan jelas.

"Aku hanya luka sedikt. Dan Baekhyun disini. Aku tidak mengizinkannya pulang sendiri."

'Arraseo!'

"Hyung tolong siapkan seorang pengacara untuk sidang nanti. Dan minta pengacara itu untuk datang ke kantor. Aku dan Baekhyun akan kesana besok."

'Nde! istirahatlah~'

"Baiklah aku akan istirahat.."

Pembicaraan telepon itu berakhir. Aku hanya terdiam saat namja ini menatapku dengan senyum simpul.

"Tidurlah. Kau butuh istirahat lebih. Besok kita akan pergi ke kantor polisi lagi." Ujarnya.

Aku hanya mengangguk lalu melangkah menuju sofa ruangan ini.

'Ku harap persidangan nanti akan datang keadilan.'

Park Chanyeol POV

Aku membuka kedua mataku yang berat. Ku dapati sebuah ruangan yang asing. Saat melihat infusan merekat pada tanganku, sudah bisa di tebak kalau aku berada di rumah sakit.

Ketika aku ingin beranjak dari tidur, seseorang menghentikanku.

"Jangan banyak bergerak!" Timpal seseorang yang tak lain adalah Baekhyun.

Baekhyun mendekatiku dengan seseorang yang sangat ingin sekali ku lenyapnya dari muka bumi ini.

Ya, gadis itu datang bersama Sehun. Tapi pandanganku teralihkan pada perut Baekhyun yang membesar.

"Kau hamil?" Tanyaku.

"Kau sudah membuatnya hamil. Aku tidak akan membiarkanmu menjadi ayah dari anak ini." Ucap Sehun.

"Sehun yang akan bertanggung jawab untuk ini." Sambung Baekhyun.

"Aku yang membuatmu hamil, seharusnya aku yang bertanggung jawab!"

"Anak ini tidak boleh mempunyai ayah sepertimu. Tenanglah, aku akan menjadi ayah yang baik untuk calon anak ini." Sehun mengusap lembut perut Baekhyun.

Melihat pemandangan itu membuatku tak tahan hingga mencabut selang infus dan beranjak dari tidur agar bisa menghabisi namja itu sekarang juga.

"Argghh!" Erangku yang baru saja berdiri.

"C-chan..." Baekhyun terlihat terkejut ketika melihat perban perutku yang berdarah.

Rasa ngilu ini membuatku kesakitan hingga semua pandanganku kabur.

Gelap.

"Baek~"

Kedua mataku terbuka sempurna memandang langit-langit.

"Kau sudah sadar?" Tanya Suho yang duduk di sampingku.

Aku terdiam mencerna semua yang terjadi padaku.

"Gwaenchana? Sebelum kau sadar kau terus memanggil nama seseorang."

'Yang tadi hanya mimpi? Ahh bagus kalau begitu.'

"Kau tau? Aku sudah membalas penyerangan pada pemuda yang melukaimu."

"Dimana gadis sandraan ku?" Tanyaku.

"Dia sudah di amankan agen kepolisian. Dan kau tau? Mereka membuat berkas palsu yang diberikan kepadamu."

"Di luar ruangan ini terdapat beberapa polisi yang menjagamu. Sepertinya akan dilakukan persidangan."

"Persidangan?"

"Tenanglah aku akan siapkan pengacara untukmu."

"Kapan akan di mulai sidang?"

"Mereka menunggu keadaanmu membaik."

"Bisakah kau ambil gadis itu dari tangan mereka?"

"Kenapa kau memikirkan gadis itu? Biarkan dia. Sekarang kau harus mempersiapkan dirimu pada sidang nanti."

"Aku sudah bekerja dengan keras untukmu selama 4 tahun ini. Apapun yang kau perintahkan tidak pernah ku tolak. Jadi bisakah kau melakukan sesuatu untukku?"

"Aku ingin gadis itu kembali padaku. Dia tidak bisa lepas begitu saja padaku. Lagi pula dia pasti akan mengandung anak dariku."

"Mwo? Kau--"

"Ya aku melakukan itu untuk senjataku agar mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Karena mau tak mau mereka pasti akan menyetujui kalau aku akan bertanggung jawab."

"Kau menyukai gadis itu?"

"Sama sepertimu, aku pun pasti menginginkan hidup bersama pasangan hidupku dan membangun keluarga."

"Baiklah aku akan usahakan gadis itu akan kembali padamu dan mereka yang akan menyerahkannya."

"Kalau begitu istirahatlah dan kumpulan semua tenagamu." Ujar Suho.

Pria itu pun pergi meninggalkanku sendiri di ruang rawat ini.

'Jika aku bisa membuatmu menjadi lebih baik, jatuh cintalah padaku.'

'Sekejam apapun dirimu, kau akan merasakan jatuh cinta pada seseorang.'

'Aku berharap ketika kau terbangun, kau bukanlah sosok yang menyeramkan. Kau sosok namja yang menutupi perasaanmu sendiri.'

'Cepatlah bangun! Dan temui kembali anak anjingmu ini.'

Suara Baekhyun telintas dibenakku. Entah itu mimpi atau tidak, tapi semua ucapan itu benar-benar seperti nyata.

"Aku akan membawaku kembali dalam dekapanku Byun Baekhyun!"

TBC~