Author POV

Jam menunjukkan pukul 04.00 pagi. Baekhyun terbangun dari tidurnya. Dia merasa tidak bisa tertidur lelap karena rasa gelisah dan khawatir. Gadis ini melihat Sehun yang tertidur lelap.

Baekhyun beranjak dari sofa lalu keluar dari ruangan dengan perlahan agar tidak membangunkan si detektif itu.

Suasana rumah sakit sangatlah sepi. Bahkan gadis ini merasa seperti di film horor yang membuatnya takut.

Langkahnya menuju ke ruang rawat Chanyeol. Terlihat polisi penjaga yang ada yang tertidur dan ada yang menahan kantuknya.

"Bisakah aku masuk? Aku hanya ingin memastikan keadaannya." Pinta Baekhyun pada penjaga tersebut.

Senyum Baekhyun terangkat ketika dia diperbolehkan untuk masuk.

Merasa ruangan ini sedikit dingin, Baekhyun menyalakan penghangat ruangan lalu menarik selimut hingga perbatasan dada bidang milik Chanyeol yang tertidur.

"Apa kau tidur sangat nyenyak? Aku bahkan tidak bisa tidur karena entah kenapa selalu memikirkan keadaanmu."

"Ini sudah kedua kali aku melihat hal seperti ini. Namun saat itu kau yang melukai bahkan membunuh orang lain. Dan sekarang kau yang terluka dengan senjatamu sendiri."

Baekhyun duduk lalu melipat kedua tangannya untuk memapahkan kepalanya pada sisi ranjang Chanyeol. Wajahnya menghadap pada namja itu. Hingga kedua matanya perlahan terpejam.

Kedua mata besar milik Chanyeol terbuka tepat beberapa menit saat Baekhyun sudah tertidur. Sebenarnya namja ini mendengar semua ucapan Baekhyun. Setiap kali mendengar suara Baekhyun disaat tertidur, ia merasa semuanya hanya mimpi.

Namun untuk kali ini Chanyeol mendapati Baekhyun tertidur duduk di sampingnya.

'Apakah dia datang kesini sebelumnya? Karena aku selalu mendengar suaranya setiap aku tidur.' Pikir Chanyeol.

Tangan yang terdapat selang infus itu mencoba untuk meraih wajah Baekhyun.

Di dekapnya wajah itu dan mengusapnya lembut. Merasa sesuatu menyentuh wajahnya, Baekhyun langsung terjaga. Gadis ini sedikit terkejut mendapati Chanyeol yang terbangun.

"Kau sudah sadar?" Kejut Baekhyun kembali duduk tegap.

"Aku sudah sadar malam tadi."

"Apakah aku menganggumu hingga membuat tidurmu terjaga?" Tanya Baekhyun.

"Selama disini, aku selalu bermimpi tentangmu. Apakah sekarang aku bermimpi lagi?"

"Ani! Kau tidak bermimpi Chan. Aku disini untuk memastikan keadaanmu."

"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Chanyeol.

"Aisshh seharusnya aku yang bertanya itu padamu!"

"Dalam mimpiku, kau benar-benar terlepas dariku. Kau pergi dariku. Bahkan kau tidak ingin aku bersamamu--" Chanyeol meraih tangan Baekhyun untuk di genggamnya.

"Setelah keluar dari rumah sakit terkutuk ini, ku pastikan aku akan membawamu kembali padaku."

"Kau akan melakukan sidang nanti."

"Ya aku tau. Suho sudah memberitahuku."

"Dia menemuimu?"

"Semalam dia kesini tepat saat aku baru siuman."

"Mmm...aku tidak bisa berlama-lama disini. Aku harus kembali."

"Setengah jam saja. Temani aku setengah jam disini. Setelah itu kau bisa pergi." Chanyeol masih belum mau melepaskan tangannya dari tangan Baekhyun.

"Jeongmal bogoshipeo..." Lanjutnya.

Baekhyun pun menuruti permintaannya.

Chanyeol sudah kembali tertidur. Perlahan Baekhyun melepaskan tangan namja itu darinya.

"Istirahatlah yang banyak. Tubuhmu sangat membutuhkan istirahat lebih."

Gadis ini pun keluar dari ruangan lalu kembali pada ruangan Sehun.

Ketika tiba di ruangan Sehun, Baekhyun sedikit terkejut melihat Sehun terbangun dan memandangnya.

"Kau darimana?"

"Mmm...perutku lapar, aku keluar sebentar mencari makanan. Tapi tidak ada."

"Kalau begitu ayo kita kembali ke kantor. Lagi pula ini sudah jam 6 pagi. Kita bisa beli makanan di luar." Seru Sehun beranjak dari tidurnya.

"Kau sudah membaik?"

"Luka ini tidak berat. Hanya lebam saja jadi aku baik-baik saja."

"Kita pulang ke rumahku terlebih dahulu. Setelah itu kita ke kantor. Mungkin kau akan mendapat sarapan dari eomma ku."

"Baiklah! Kkaja..."

Skip time

Selesai dari rumah Baekhyun, mereka segera menuju kantor polisi dengan keadaan perut kenyang.

Tiba di kantor, mereka belum mendapati Jongdae dan Minseok di ruangan.

"Eomma mu sangat senang hingga membuatkan makanan begitu banyak untukku." Kekeh Sehun.

"Itu sebagai tanda terima kasih padamu."

"Jika ku ceritakan pada hyung dan nuna pasti mereka akan iri."

"Omo...haruskah eomma ku membuatkan makanan untuk kalian semua?"

"Woah lihat siapa yang sudah datang sepagi ini..." Seru Minseok datang bersama Jongdae.

"Kau baik-baik saja?" Tanya Jongdae pada Sehun.

"Omo...lihatlah wajah tampanmu jadi babak belur seperti ini." Sambung Minseok.

"Beruntung tulangku tidak ada yang patah." Balas Sehun.

"Kalian sudah makan?" Tanya Jongdae.

"Sangat kenyang! Eomma Baekhyun membuatkan ku makanan banyak karena telah membuat putrinya kembali pulang." Seru Sehun.

"Aisshh kau memakannya sendiri tanpa mengajak kami!" Timpal Minseok.

"Aku akan meminta eomma untuk memasakannya lagi untuk kalian."

"Tidak perlu Baek! Abaikan polisi gendut ini." Ucap Jongdae menjitak pelan Minseok.

"Yak aku tidak gendut!"

"Aigoo...ini masih pagi dilarang untuk ber-lovely dovey!" Sindir Sehun.

"Ah ya, kami sudah mendapat pengacaranya." Seru Jongdae.

"Pengacara ini teliti dan rapih dalam bekerja. Dia pun tak kalah pintar denganmu." Sambung Minseok.

"Apakah dia seorang namja tampan sepertiku?" Tanya Sehun.

"Ckck aku ingin sekali menolak kata tampan itu. Tapi mau bagaimana lagi, faktanya kau memang tampan! Sekalipun kau terluka seperti ini." Gerutu Minseok.

"Dia seorang wanita. Sepertinya dia akan datang beberapa menit lagi." Lanjut Jongdae.

"Kau yakin mengambil pengacara seorang wanita?" Tanya Sehun.

"Tenanglah dia cukup tegas dan sudah terbukti cara kerjanya yang bagus pada sidang lainnyan" Jawab Jongdae.

"Mau dia pria atau wanita, yang terpenting adalah melakukan hukum keadilan." Ucap Minseok.

"Annyeong haseyo~" Seru seseorang datang membuat mereka semua menoleh.

Sosok wanita bertubuh mungil, bermata bulat, dan dengan senyum manisnya membuat mereka memperhatikan tamu yang datang ini.

"Do Kyungsoo?!" Kejut Baekhyun membuat si pemilik nama ikut terkejut.

"Baekhyun? Byun Baekhyun?!"

"Eoh? Kalian saling mengenal?" Tanya Minseok.

"Dia Kyungsoo teman kecilku saat aku belum pindah rumah." Jawab Baekhyun.

"Omo...sudah lama kita tidak bertemu! Bisakah aku memelukmu?" Pinta Kyungsoo.

"Tentu saja! Kemarilah..." Seru Baekhyun.

Kedua gadis itu saling berpelukan melepas rindu.

"Kenapa kau ada disini?" Tanya Kyungsoo.

"Kebetulan sekali! Kau akan menjadi pengacara untuk temanmu ini." Ucap Sehun.

"Mwo? Kau ada masalah?" Tanya Kyungsoo kembali.

"Jika pengacaranya adalah dirimu, aku akan sangat berharap kau bisa menyelesaikannya dengan baik Kyung." Jawab Baekhyun.

"Baiklah ayo kita segera diskusikan." Ujar Jongdae.

Mereka pun segera duduk bersama merancang sesuatu untuk sidang nanti.

TBC~