Aku kembali terjaga dari tidurku. Tidak ada sosok gadis yang duduk di sampingku lagi. Dia sudah pergi meninggalkanku sendiri disini.
Tanpa ragu, aku beranjak dari tidur lalu membuka selang infus dan oksigen dari tubuhku. Ada rasa ngilu pada bagian perutku. Tapi aku mencoba untuk menahan rasa sakit ini.
"Jika aku keluar lewat pintu, disana banyak penjagaan."
Beruntung ketika aku lihat kearah jendela, ruang rawatku berada di lantai dasar. Ya, aku bisa keluar dari jendela ini.
Perlahan aku membuka jendela dan mencoba keluar tanpa ketahuan orang luar.
"Arggh!" Aku sedikit mengerang menahan rasa sakit pada bagian perutku.
Aku berhasil keluar dari rumah sakit itu. Dengan penampilanku masih mengenakan baju pasien, aku tidak pedulikan ini. Kakiku terus melangkah menjauh dari rumah sakit.
"Dimana Baekhyun? Aku harus mencarinya!"
Author POV
Ketika suster masuk ke ruang rawat Chanyeol, namja itu sudah tak ada. Polisi penjaga pun memeriksa seisi ruangan yang kosong ini.
Diantara mereka pun menghubungi Jongdae untuk melapor kalau mafia itu telah melarikan diri.
Dengan cepat, pihak kepolisian mulai mencari keberadaan Chanyeol yang belum sepenuhnya membaik.
"Mafia itu benar-benar tidak takut mati. Bahkan dalam keadaanya seperti itu, dia tak ragu untuk melarikan diri." Gerutu Minseok.
"Aku sudah meminta polisi sana untuk mencarinya. Mungkin dia belum jauh dari rumah sakit." Ucap Jongdae.
"Sebaiknya minta Sehun untuk mencari. Bukankah dia pintar dalam hal pencarian?" Usul Minseok.
"Kau yakin? Anak itu masih dalam kondisi terluka."
"Bagaimana jika Chanyeol tidak bisa di temukan? Karena dia sangat cerdik."
"Tenanglah dengan kondisinya yang seperti itu, dia tidak bisa melakukan lebih."
Sudah cukup lama Chanyeol berjalan tanpa tujuan. Bahkan saat ini salju turun cukup lebat. Tubuhnya mulai bergetar kedinginan. Bibirnya kering dan pucat. Tangannya terus memegang bagian perut bekas operasian.
Namja ini terhenti pada lorong kecil saat pertama kali dia bertemu dengan Baekhyun.
Ketika mendengar suara sirene polisi, Chanyeol segera bersembunyi pada lorong kecil tersebut. Dia terduduk lemah bersandar pada dinding.
"Seorang Park Chanyeol tidak boleh lemah!" Gumamnya bergetar dan menahan rasa sakit yang semakin menjadi.
Byun Baekhyun POV
Dengan rasa khawatir aku melangkah gusar sepanjang jalan mencari sosok Chanyeol yang melarikan diri dari rumah sakit.
'Pasien itu sedang di cari polisi karena melarikan diri.'
Penjelasan suster terus terbayang pada pikiranku.
Bahkan di markas pun dia tak ada.
"Park Chanyeol bodoh! Kenapa dia melarikan diri disaat keadaannya belum benar-benar membaik?!"
"Kemana dia pergi?"
Udara hari ini sangat dingin. Sudah hampir dua jam aku mencarinya namun belum ku temukan.
Aku istirahat sejenak pada sebuah gang yang tak asing untukku.
"Eoh? Bukankah tempat ini ketika aku di culik Chanyeol?"
Perlahan langkahku menelusuri setiap lorong yang ku lewati.
Dejavu!
Langkahku terhenti dengan kedua mataku membulat sempurna ketika mendapati sosok namja yang meringkuk kedinginan.
"C-Chanyeol?" Kejutku segera mendekatinya.
"Gwaenchanayo?" Aku mendekap wajahnya yang sangat dingin.
"Kau sangat dingin Chan. Berlama di luar kau akan membeku--"
Deg!
Tiba-tiba Chanyeol memelukku erat. Sangat erat.
"Aku kembali menemukanmu. Jangan pergi lagi!" Ucapnya dengan lemah.
"..." Aku terdiam mendengar bisikannya.
"Aku benar-benar seperti orang gila jika kau tidak bersamaku."
"Sakit yang ku rasakan pada perutku ini tidak seberapa dari pada aku harus kehilanganmu Baek."
Aku melepaskan pelukannya lalu menatapnya lekat.
"Jangan bahayakan dirimu karenaku. Kau membuatku sangat khawatir. Jika terjadi apa-apa denganmu, mungkin aku akan menyalahkan diriku."
"Kau harus kembali ke rumah sakit. Tubuhmu masih lemah. Jangan memaksakan dirimu untuk terlihat kuat."
"Berjanjilah padaku, kau akan menemaniku di rumah sakit."
"Jika tidak, aku tidak akan kembali kesana."
"Baiklah! Aku akan menemanimu. Aku akan terus menjengukmu."
"Sekarang ayo kembali ke rumah sakit." Pintaku mencoba untuk merangkulnya.
"Arrggh!" Chanyeol mengerang kesakitan saat dirinya kembali berdiri.
Dapat ku lihat perban itu berdarah bahkan tembus pada bajunya.
"Lukamu! Omo...eotteokhae?" Panikku.
"Tenanglah aku masih bisa menahannya. Aku akan kuat karena dirimu seperti obat untukku."
Aku menghentikan taxi yang lewat untuk membawa kami menuju rumah sakit.
Skip time
Chanyeol sudah ditangani oleh dokter dan suster kembali.
Selama menunggu, aku menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan kalau Chanyeol sudah kembali ke ruang rawat.
"Bagaimana dok? Apakah tidak ada masalah dengan lukanya?" Tanyaku saat dokter keluar dari ruangan.
"Beruntung dia cepat di bawa kesini kembali. Karena jika terlambat, luka itu akan infeksi."
"Tubuhnya sekarang benar-benar lemah karena dia terlalu memaksakan diri untuk menahan sakit dan cuaca dingin." Jelas dokter.
"Baiklah terima kasih sudah menanginya~!" Ucapku tersenyum.
Aku masuk ke dalam ruangan ketika dokter sudah mengizinkan ku.
Ku dapati Chanyeol yang tertidur tenang. Sepertinya namja ini di beri obat penenang.
"Melihatmu seperti ini aku tidak tega."
"Karena biasanya yang aku lihat adalah sosok Chanyeol yang terlalu kuat walau terluka."
"Sekarang kau harus terbaring lemah disini."
"Bukan hanya itu, setelah ini kau harus melakukan sidang oleh pihak kepolisian. Mungkin ini sangat berat untukmu."
Krek~
Pintu terbuka dan ku dapati Sehun, Jongdae juga Minseok yang datang.
"Omo...kenapa bisa kau menemukannya?" Tanya Minseok.
"Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Jongdae.
"Tubuhnya lebih lemah dari sebelumnya karena dia terlalu memaksakan diri untuk menahan sakitnya ketika melarikan diri." Jelasku.
"Bagaimana bisa kau tau dia melarikan diri?" Tanya Sehun.
"Mmm...saat aku ingin menjenguknya, suster mengatakan kalau dia melarikan diri dan polisi sedang mencarinya."
"Bahkan polisi pun tak berhasil menemukannya." Pikir Jongdae.
"Sepertinya kau sangat mengkhawatirkannya Baek." Tebak Sehun.
"Kenapa kau peduli dengan mafia sepertinya?" Tanya Minseok.
"Karena bagaimanapun dia selalu melindungiku walau posisiku adalah gadis sandraannya."
"Itulah yang kami pertanyakan juga. Kenapa seorang mafia sepertinya sangat peduli denganmu bahkan rela terluka." Lanjut Minseok.
"Jangan banyak bicara. Kita akan mengganggu istirahat namja ini." Ujar Sehun.
"Baiklah aku dan Minseok akan kembali ke kantor. Hari ini Kyungsoo akan memintaku memberi berkas itu untuk di pahaminya." Jelas Jongdae.
"Titipkan salamku padanya..." Pintaku.
"Nde!" Balas Minseok.
Kedua polisi itu pun pergi. Sementara Sehun masih disini bersamaku.
"Sidang akan di tunda. Karena kondisi Chanyeol yang tak menentu." Ucap Sehun.
"Jika dia harus di penjara, berapa lama dia di sel tahanan?" Tanyaku.
"Tergantung berat atau tidaknya hukuman untuk namja ini. Jika terlalu banyak pelanggaran, mungkin hukumannya pun akan berat."
"Kalau aku mencabut hukuman untuknya, apakah dia akan mendapat hukuman ringan?"
"Mungkin. Tapi dia tetap bersalah karena pelanggaran lainnya."
"Kau yakin ingin mencabut hukuman untuknya?" Tanyanya.
"Dia memang telihat kejam. Bahkan licik. Tapi aku sebagai sandraannya tidak merasa dirinya kejam terhadapku."
"Dia tidak pernah berniat untuk melukaiku."
"Mafia ini menyukaimu. Atau mungkin dia mencintaimu hingga menimbulkan rasa sayang yang berlebih."
Aku tertegun mendengar ucapannya.
"Jika aku simpulkan dari beberapa fakta, sepertinya dia jatuh hati padamu. Maka dari itu dia tidak ingin seseorang mengambil mu darinya."
"Itu terlihat seperti obsesi. Tapi menurutku dia terlalu nyaman dan ketergantungan dengan keberadaanmu."
"Dia ingin kau selalu bersamanya. Dan dia ingin memilikimu seutuhnya."
"Sepertinya kau pun sadar untuk ini. Tapi kau terus menutupinya."
"Sebuah perasaan telah terbangun pada diri kalian masing-masing."
"Pada posisi Chanyeol, karena dia terlalu hidup di dunia kekerasan maka dia tidak begitu peka dengan perasaannya sendiri."
"Dan pada posisimu, kau masih bingung pada dirimu sendiri. Kau terlalu berpikir logis tanpa menggunakan perasaanmu yang ternyata memiliki perasaaan sama dengannya."
Sehun terus saja mengeluarkan pemikirannya membuat kedua polisi ini pun terdiam mendengarkannya.
"Walau aku seorang detektif, aku cukup paham untuk masalah ini. Dan masalah kalian terbilang cukup aneh."
"Tapi Baek, bagaimanapun nanti kalian harus siap menjalani hal yang terjadi pada kalian."
"Jika Chanyeol harus di tahan, maka kau harus relakan dia menjalani hukuman."
"Tapi aku yakin kau akan mengubah kehidupannya menjadi yang lebih baik."
Aku benar-benar tidak bisa berkata apapun saa Sehun terus bicara. Semua ucapannya sangat menamparku menyadarkan segalanya.
TBC~
