Sudah dua minggu Chanyeol berada di rumah sakit. Kali ini kondisinya sudah cukup baik. Bahkan dokter sudah memperbolehkannya untuk pulang.
Sayangnya Chanyeol harus di amankan pihak kepolisian. Mafia ini di bawa ke kantor kejaksaan untuk penyeledikan.
Terdapat Chanyeol, Jongdae, Sehun, dan Kyungsoo yang berada di ruang introgasi. Sedangkan Minseok dan Baekhyun hanya bisa memperhatikan dari balik kaca.
Chanyeol dengan tangan terborgol, duduk berhadapan dengan Jongdae dan Kyungsoo. Sedangkan Sehun hanya berdiri di samping Kyungsoo.
"Apakah lukamu masih sakit?" Tanya Jongdae.
"Apakah itu pertanyaan penting?" Balas Chanyeol.
"Aigoo...sangar sekali mafia ini." Sindir Kyungsoo.
"Mafioso Park Chanyeol, kau banyak melanggar aturan negara dan undang-undang. Berkas ini terdapat namamu pada beberapa kriminal."
"Kau sempat di penjara bukan? Tapi sayangnya pihak kepolisian menyesal telah membebaskanmu." Jelas Jongdae.
"Itu karena kalian terlalu lemah dengan uang. Uang memang memberikan segalanya bukan?" Balas Chanyeol menyeringai.
"Tapi dalam penyelidikan kali ini, kami akan bekerja secara teliti dan benar. Kau adalah mafia cerdik."
"Gamsahamnida."
Ingin sekali Kyungsoo melemparkan berkas ini di wajahnya yang membuat orang kesal jika melihat ekspresi wajahnya dan jawabannya.
"Kau sudah menyandra seorang gadis yang tidak mempunyai urusan apa-apa denganmu."
"Kau melakukan apa saja pada Byun Baekhyun?" Tanya Jongdae.
Baekhyun dapat melihat Chanyeol yang terdiam saat mendapati pertanyaan tersebut.
"Kau melakukan kekerasan padanya?" Tanya Jongdae kembali.
"Aku tidak melakukan kekerasan padanya."
"Kau selalu menarik tangannya dengan kasar." Sambung Sehun.
Pandangan Chanyeol menjadi tajam ketika Sehun mulai angkat bicara.
"Kalian bisa tanyakan padanya. Apakah aku melakukan kekerasan?"
"Kau melalukan pelecehan seksual pada Baekhyun bukan?" Tanya Jongdae.
"Kami sudah memeriksanya secara fisik. Banyak jejak kemerahan disana." Sambung Sehun.
"--ya aku melakukannya."
"Kenapa kau melakukannya? Kau menyandranya hanya untuk mengancam pihak kepolisian. Tidak seharusnya kau melakukan hal keji itu." Ucap Kyungsoo.
"Bagi seorang penjahat seperti ku, berbuat kejahatan bisa dilakukan dengan cara apapun."
"Siapa nama pimpinanmu?" Tanya Jongdae.
"Suho adalah pimpinanmu bukan?" Lanjut Jongdae.
'sudah tau, kenapa dia masih bertanya? ckck..' Batin Chanyeol.
"Apakah semua kriminal yang kau perbuat karena perintahnya?" Tanya Sehun.
"Kau memperkosa Baekhyun karena pimpinanmu?" Tanya Kyungsoo.
"Ani! Itu bukan karenanya." Bantah Chanyeol.
"Lalu kenapa kau melakukan itu? Apakah ada alasan lain?" Sambung Sehun.
"Karena Wu Yifan, bandar narkoba yang ku bunuh itu."
"Apa yang terjadi diantara kalian?" Tanya Jongdae.
"Karena dia menginginkan Baekhyun untuk dijual ke luar negeri."
"Benarkah? Atau karena kau takut tidak mendapat barang narkoba itu. Kau rela mengabdi pada pimpinanmu hingga memperlakukan Baekhyun seperti itu." Pikir Sehun membuat Chanyeol ingin sekali memukulnya.
"Pengedaran narkoba, penyandraan, pemerkosaan, pencurian, perjudian, bahkan masih banyak kriminal yang kau lakukan Park Chanyeol." Jelas Kyungsoo.
"Kau tau seberapa beratnya hukumanmu? Dari semua daftar mafia, kau paling terbanyak berbuat kriminal." Ucap Jongdae.
"Mungkin kau akan di tahan seumur hidup jika dilihat dari daftar perbuatanmu." Lanjut Kyungsoo.
"Sidang akan di lakukan seminggu lagi. Dan kami sudah memberitahu pada pimpinanmu. Persiapkan dirimu pada sidang nanti." Jelas Jongdae.
Introgasi telah selesai. Dua orang polisi penjaga membawa Chanyeol pada sel tahanan untuk sementara. Baekhyun dan Chanyeol saling melihat ketika namja itu melewati pintu keluar.
"Oh my...mafia itu membuatku gemas!" Gerutu Kyungsoo ketika mereka keluar dari ruang introgasi.
"Begitulah seorang Park Chanyeol." Balas Jongdae.
"Dia sangat santai menjawab pertanyaanya. Tapi ekspresinya berubah ketika Sehun bertanya. Entahlah mungkin dia dendam dengan Sehun yang sudah berhasil melukainya." Pikir Minseok.
"Nde! aku setuju denganmu!" Seru Kyungsoo.
"Dia akan di tahan seumur hidup?" Tanya Baekhyun.
"Jika tidak ada keringan untuknya maka penjara seumur hidup adalah hukumannya." Jawab Sehun.
"Ku harap kalian bisa menyelidiki kasus ini dengan teliti dan adil." Ucap Baekhyun.
"Tidak hanya Chanyeol yang kami selidiki. Tapi Suho pun sedang kami selidiki. Karena setelah mendapat penjelasan darimu, pihak kepolisian langsung bertindak." Jelas Jongdae.
"Chanyeol tetap teguh untuk tidak mengatakan apa-apa soal Suho pimpinannya." Pikir Sehun.
"Semoga kasus ini cepat selesai!" Harap Minseok.
Park Chanyeol POV
Polisi penjaga membawaku keluar dari jeruji ini menuju tempat pertemuan tamu.
Ku lihat Baekhyun sudah duduk manis dengan sebuah bungkusan yang di bawanya.
"Kau sudah makan? Aku membawakan makan siang untukmu." Serunya membuka tempat bekal itu.
"Kenapa kau masih memperdulikan ku?" Tanyaku membuatnya menatapku.
"..." Gadis mungil ini terdiam menatapku.
"Aku sudah banyak membuatmu celaka. Bahkan aku sudah merusakmu. Bukankah kau mengatakan kalau kau sangat membenciku?"
Manik indah itu masih terus memandangku.
"Mereka mengatakan aku akan di hukum seumur hidup. Apakah takdir tidak menginzinkan diriku untuk bersamamu?"
"Kau benar Baek. Nasibku pasti akan berakhir pada sel tahanan. Dan kau akan terlepas dariku."
"Sidang belum di jalankan. Hukumanmu belum jelas. Berdoalah agar mereka memberimu keringanan."
"Keringanan? Bahkan terlalu banyak yang sudah ku perbuat secara kriminal."
"Aku akan mencabut tuntutanku atas pemerkosaan itu." Ucapnya membuatku sedikit tertegun.
"Aku sudah menceritakan semua yang terjadi pada mereka."
"Kenapa kau cabut tuntunanmu? Kau rusak karenaku. Kau membenciku karena itu."
"Secara logika kau memang kejam karena melakukan hal itu padaku. Tapi disisi lain, kau lakukan itu karena berniat untuk melindungiku."
"Makanlah... kau terlihat kurus!" Ujarnya.
"Bisakah kau menyuapi untukku?" Pintaku.
"Aigoo...mafia ini memaksakan dirinya untuk bertingkah manja eoh?" Baekhyun langsung memberi suapan padaku.
Walau aku tidak nafsu untuk makan, tapi aku tidak bisa menolak suapan darinya.
"Baek..." Panggilku pelan.
"Ye?"
"Kau tau? Di mimpiku kau datang bersama Sehun. Kau sedang hamil calon anak dariku. Tapi kau tidak ingin aku bertanggung jawab untuk menjadi ayah dari anak itu."
"Sehun pun berkeinginan untuk menjadi ayah dari anak itu. Kau menjauh dariku dan meninggalkanku bersama Sehun."
"Apakah mimpi itu menjawab semuanya untuk kehidupan nyataku?"
"Jika mimpi menjadi nyata, sesungguhnya aku tidak ingin kau bersama namja lain. Tapi ketika melihat keadaanku seperti ini, mau tak mau aku harus merelakanmu dengan orang lain."
"Bagaimanapun calon anak itu membutuhkan sosok ayah."
"Sepertinya sampai kapan pun aku tidak bisa merasakan menjadi figur ayah."
Tes~
Entah kenapa air mata ini terjun begitu saja. Sekarang aku semakin terlihat lemah di hadapan Baekhyun.
"Jika malaikat kecil itu jadi dan tumbuh di rahimmu hingga terlahir dengan sempurna, jangan pernah tunjukkan padanya kalau diriku adalah ayahnya."
"Aku hanya tidak ingin dia kecewa. Dia pasti akan kecewa dengan sosok sepertiku yang tak layak menjadi ayahnya."
"Jagalah dia dan didik dia menjadi orang yang baik sepertimu. Jadikan dia orang yang berhati lembut sepertimu."
Kedua tangan Baekhyun mendekap wajahku lalu menghapus air mataku dengan pelan.
"Jangan membuatku ikut menangis disini. Jangan membuatku memandangmu iba."
"Kau adalah Park Chanyeol yang ku kenal dengan semangatnya menjalani hidup keras. Sosok yang tak pernah menunjukan kelemahannya pada orang lain." Ucapnya dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.
"Kau rela melawan bahaya karena godfather itu. Kau memilih diriku daripada berkas itu. Sekarang jika aku memberimu pilihan, kau akan memilih godfather atau diriku?"
"..." Aku terdiam dengan pertanyaannya seperti itu.
"Kenapa kau diam? Apakah pilihan itu sulit? Apakah keduanya penting bagimu?"
"Aku sudah cukup lama bekerja dengannya. Dia sudah ku anggap sebagai hyung."
"Kau pernah katakan kalau kau tidak mau seseorang mengambilku atau melukaiku. Jika Suho melukaiku, apa yang akan kau lakukan?"
Aku tidak tau kenapa dia bertanya hal seperti itu.
"Banyak yang mengatakan cinta itu membuat orang buta. Mungkin bisa saja Suho akan marah padaku karena kau terus memikirkanku daripada kerjamu."
"Itu tidak akan terjadi. Dia tidak akan berbuat itu padamu. Karena aku sudah mengatakan padanya kalau aku..."
"Kenapa denganmu?"
"..." Sepertinya aku tidak bisa katakan padanya.
"Aku mau kau lepaskan pekerjaanmu sebagai mafioso. Hiduplah dengan sehat dan benar. Hiduplah tanpa melukai orang lain dan dirimu sendiri."
"Waktu jenguk habis, bisakah aku memelukmu?" Pintaku mengalihkan pembicaraan.
Tiba-tiba Baekhyun langsung memelukku sebelum aku memeluknya.
Tangannya memelukku cukup erat. Baekhyun mengusap punggungku dengan lembut dan ini cukup memberiku ketenangan.
"Gomawo...! Terima kasih kau selalu melindungiku pada situasi berbahaya." Ucapnya.
Kedua tanganku membalas pelukannya dengan erat. Ku tenggelamkan wajahku pada bahunya.
'Maaf aku belum bisa mengatakan kalau aku mencintaimu Baek.'
'Aku hanya merasa diriku tidak pantas mengatakan itu pada seseorang sepertimu.'
'Kau terlalu sempurna untukku. Mencintaimu membuatku berpikir berulang kali karena aku sadar aku ini tetap seorang Monster untukmu.'
'Jika waktu dapat ku mundurkan, aku tidak ingin menyandramu kalau akhirnya akan seperti ini.'
'Kau lebih dari senjata yang melumpuhkanku.'
TBC~
