Waktu terus berputar hingga hari yang di tentukan datang. Ya, tepat hari ini akan dilakukan persidangan.
Ada hakim, jaksa, pengacara, saksi, korban, pelaku, bahkan beberapa orang yang menyaksikan persidangan ini.
Chanyeol duduk pada kursi sebagai sang pelaku. Baekhyun duduk pada kursi sebagai korban. Kyungsoo duduk pada kursi sebagai pengacara dari pihak Baekhyun. Sedangkan Sehun menjadi saksi. Jongdae dan Minseok duduk pada kursi belakang barisan Jaksa.
"Sidang akan berlangsung berapa kali?" Bisik Minseok pada Jongdae.
"Tergantung penyelesaiannya." Balas Jongdae.
Tak lama kemudian, pihak pembela Chanyeol tiba. Ya, Suho datang bersama namja mengenakan jas coklat yang tak lain adalah seorang pengacara.
'Mwo? Jadi pengacaranya dia? Kim Jongin?!' Kejut Kyungsoo dalam hati.
Gadis ini tak menyangka harus melawan pengacara yang bernama Kim Jongin itu. Entah apa yang membuatnya terkejut seperti ini dengan lawan sidangnya.
Chanyeol melirik sekilas Suho bersama pengacara itu. Kemudian pandangannya mengarah pada Baekhyun yang terduduk diam. Gadis itu pun membalas pandangannya.
Beberapa menit kemudian sidang pun di mulai. Pintu ruangan di tutup selama persidangan berlangsung.
"Baiklah langsung saja kepada jaksa dan pengacara untuk memulai." Ucap hakim bernama Shin Shindong.
"Ini adalah persidangan untuk Park Chanyeol seorang mafioso yang telah melakukan banyak kriminal. Banyak bukti yang tertera pada berkas kepolisian. Dan sekarang ada seorang yang menjadi korban sandra. Silahkan kepada pembela korban angkat bicara." Ucap jaksa bernama Kim Heechul.
Kyungsoo pun berdiri tegap dan dengan percaya diri siap untuk menjelaskan beberapa perkara dalam masalah ini.
"Saya Do Kyungsoo pengacara dari Byun Baekhyun akan mengungkapkan beberapa perkara masalah ini."
"Park Chanyeol telah menyandra Byun Baekhyun yang menjadi korbannya. Dan dari penyelidikan kepolisian, menduga kalau Byun Baekhyun mendapat pelecehan seksual."
"Pada beberapa bagian tubuh korban terdapat bekas yang di lakukan tersangka."
"Maaf saya Kim Jongin pengacara dari Park Chanyeol." Jongin berdiri untuk membela pihaknya.
"Apakah yakin itu adalah perlakuan dari Park Chanyeol?" Tanyanya.
"Bahkan korban sendirilah yang mengatakannya." Jawab Kyungsoo.
"Kita mempunyai saksi untuk ini. Silahkan kepada saksi untuk angkat bicara." Lanjut Kyungsoo.
Sehun pun berdiri sebagai seorang saksi.
"Saya Oh Sehun adalah seorang detektif yang di perintahkan pihak kepolisian untuk masalah ini."
"Saya selalu mengikuti Park Chanyeol untuk memperhatikan setiap gerak geriknya."
"Ketika saya bertemu dengan Byun Baekhyun, ada sesuatu yang membuat saya merasa aneh pada tubuhnya. Terdapat bekas kemerahan."
"Namun saat itu Byun Baekhyun hanya mengatakan kalau itu adalah sebuah alergi."
"Dan ketika pihak kepolisian memeriksanya, bekas itu masih terlihat jelas bahkan berubah menjadi keunguan."
"Karena jika hanya sebuah alergi, seharusnya sudah hilang. Hingga pada akhirnya Byun Baekhyun mengakui kalau dirinya mendapat perlakuan seksual dari Park Chanyeol." Jelas Sehun.
"Bagaimana pihak dari Park Chanyeol? Apakah itu benar?" Tanya jaksa Heechul.
"Park Chanyeol melakukan itu karena ingin melindungi Byun Baekhyun. Karena dia mendapat ancaman dari seseorang untuk menjual Byun Baekhyun ke luar negeri."
"Park Chanyeol mencoba menolaknya. Orang itu membuat pilihan pada Park Chanyeol hingga ia harus melakukan tersebut." Jelas Jongin.
"Tapi haruskah dengan seperti itu? Park Chanyeol melindungi Byun Baekhyun dengan cara yang keji. Dan tetap saja itu melanggar hukum." Sanggah Kyungsoo.
"Karena pilihan hanya ada dua, Park Chanyeol terpaksa melakukanya. Itu artinya dia melakukan bukan dari keinginannya." Bela Jongin.
"Secara logis Park Chanyeol melindungi bukan karena kekhawatirannya pada Byun Baekhyun. Tapi dia takut jika pekerjaannya gagal untuk mendapatkan narkoba itu. Dan bisa dibuat kesimpulan, kalau dia berbuat itu semua karena pimpinannya." Jelas Kyungsoo.
"Disana tidak ada pilihan antara pimpinan atau Byun Baekhyun. Pilihan itu hanyalah jual Byun Baekhyun, atau lakukan seks padanya." Sanggah Jongin.
Kyungsoo semakin dibuat geram oleh namja itu.
"Bukankah Park Chanyeol menemui seorang bandar narkoba? Lalu kenapa orang itu tau kalau Byun Baekhyun bersamanya? Padahal saat itu Byun Baekhyun berada dalam villa. Apa hubungannya narkoba dengan Byun Baekhyun?" Tanya Kyungsoo.
"Villa tersebut milik Bandar narkoba itu. Dan terdapat cctv yang bisa dia lihat. Lalu dia meminta Park Chanyeol untuk menjual Byun Baekhyun padanya." Jawab Jongin.
"Jika tidak melakukan itu, narkoba yang dibelinya tidak akan ia terima bukan? Jadi kesimpulannya sama saja. Park Chanyeol memperlakukan Byun Baekhyun karena kepentingannya bukan karena rasa khawatirnya pada si korban." Balas Kyungsoo.
Mendengar pernyataan itu membuat Chanyeol ingin sekali menyanggah karena sebenarnya dia memang khawatir pada Baekhyun. Bukan karena kepentingannya.
"Park Chanyeol, kau sudah melakukan pengedaran narkoba, pembunuhan, penyandraan, dan pelecahan seksual untuk tahun ini." Ucap jaksa Heechul.
"Kau akan mendapatkan hukuman berat karena tindakanmu. Kepada pak hakim saya jaksa menuntunnya penjara seumur hidup." Lanjut Heechul.
"Bisakah aku angkat bicara?" Pinta Baekhyun membuat Chanyeol menoleh padanya.
"Silahkan.." Balas hakim Shindong.
"Aku Byun Baekhyun selaku korban dari Park Chanyeol."
"Masalah pelecehan seksual itu memang benar--"
"Awalnya aku sangat mengutuknya karena perbuatannya yang sangat tidak manusiawi."
"Tapi--" Sekilas Baekhyun menatap Chanyeol yang juga menatapnya.
"Beberapa perlindungan telah dilakukan olehnya."
"Aku memang korban sandraan. Tapi Park Chanyeol selalu mencoba melindungiku dari bahaya."
"Saat aku mendapat pelecehan di billiard bar oleh seorang ahjussi, Chanyeol menolongku. Walaupun awalnya yang menolongku adalah Sehun, tapi tak lama Chanyeol pun menolongku dan pergi dari tempat itu."
Seketika suasana hening. Dan mereka semua fokus mendengarkan ucapan Baekhyun.
"Dan untuk pelecehan seksual, walau terlihat kejam tapi kalian pun harus lihat sisi lainnya. Mungkin kalau dia tidak melakukan hal itu, aku sudah di jual ke luar negeri dan mendapat pelecehan yang lebih disana."
"Ketika dia membunuh bandar narkoba itu pun ada alasan. Dia membunuh karena bandar narkoba itu menculikku dan melakukan penyerangan padanya dengan beberapa orang yang menggunakan senjata tajam. Saat itu Chanyeol tidak membawa senjata apapun."
"Dan luka pada pipiku ini karena ketidak sengajaan. Ini pun karena ulahku sendiri. Foto ancaman yang di kirim untuk pihak kepolisian itu hanyalah rekayasa. Suho yang tak lain adalah pimpinannya meminta Chanyeol untuk mengikatku dan menodong pisau."
"Bahkan luka ini Chanyeol yang obati setelah hasil foto selesai."
"Dalam kasus ini aku tidak ingin kalian hanya memandang Chanyeol sebagai monsternya. Kalian harus melihat pimpinannya."
"Bukankah seorang mafia bertindak atas perintah pimpinannya? Akan sangat tidak adil jika kalian hanya menghukum Park Chanyeol."
"Park Chanyeol baru bekerja 4 tahun pada pimpinannya. Itu artinya sebelum 4 tahun, banyak hal kriminal yang dilakukan pimpinannya. Hanya saja tindakannya tidak menggunakan tangannya sendiri. Melainkan tangan orang lain."
Semua orang terdiam mendengar penjelasan dari Baekhyun. Bahkan Kyungsoo tak percaya dengan ucapan Baekhyun yang sangat realistis.
"Aku Byun Baekhyun sebagai korban mencabut tuntutan Park Chanyeol yang telah berbuat kriminal padaku."
Banyak yang terkejut dengan ucapan Baekhyun tersebut.
"Kau yakin ingin mencabut tuntutan untuknya?" Tanya jaksa Heechul.
"Bagaimanapun aku tidak bisa menuntut orang yang selalu melindungiku. Bagi kalian dia adalah penjahat. Tapi bagiku dia adalah pelindung secara diam."
"Bagaimana pak hakim?" Tanya jaksa Heechul.
"Sidang akan berlanjut di waktu selanjutnya." Jawab hakim Shindong.
"Dan untuk sidang selanjutnya, Kim Suho selaku pimpinannya akan ikut melalukan sidang." Lanjutnya.
"Sidang hari ini sata tutup." Hakim Shindong mengetuk palunya tanda sidang selesai.
Selesai sidang, semuanya meninggalkan ruangan. Chanyeol kembali pada sel tahanan. Suho segera kembali ke apartment. Sedangkan Jongin tidak pulang begitu saja. Namja ini menghampiri Kyungsoo yang bersiap untuk pulang.
"Aku pulang nde...! Kau hati-hati di Jalan Kyung." Seru Baekhyun meninggalkan ruangan bersama Sehun.
Kyungsoo hanya tersenyum memperhatikan Baekhyun dan Sehun hingga hilang dari pandangannya.
"Kita bertemu lagi Do Kyungsoo pengacara wanita yang pintar." Ucap Jongin menyeringai.
Kedua mata Kyungsoo menatap tajam namja yang sudah berada di hadapannya ini.
"Apakah ini dapat diartikan jodoh?" Goda Jongin.
"Ckck jangan harap!" Dengan singkat Kyungsoo menjawab.
"Ku akui kau memang pintar. Tapi tetap saja kau akan kalah jika melawan pengacara sepertiku." Jongin tertawa licik membuat Kyungsoo semakin geram.
"Sidang masih berlanjut pengacara Kim Jongin. Untuk yang tadi itu bukan kekalahan. Tapi itu masalah pribadi antara korban dan pelaku. Aku tidak akan ikut campur untuk itu."
"Aku hanya akan menjalankan tugasku untuk membela pada pihak yang benar."
"Membela pada pihak yang salah, sama saja kau terlihat bodoh!" Tegas Kyungsoo.
"Permisi tuan Kim Jongin." Lanjut Kyungsoo segera pergi meninggalkan Jongin dengan menabrak sedikit bahu namja itu.
Jika kalian bertanya ada apa dengan kedua pengacara itu?
Kyungsoo dan Jongin adalah pengacara yang cukup diandalkan oleh setiap masalah. Mereka selalu di pertemukan pada kasus persidangan. Namun Kyungsoo selalu kalah dalam membela dengan kelicikan Jongin.
Dan sebenarnya mereka pun kuliah pada tempat yang sama. Bahkan sejak masa kuliah, mereka sudah menjadi musuh dingin. Kyungsoo sangatlah sensitif jika berhadapan dengan Jongin. Sementara Jongin senang jika lawannya adalah Kyungsoo.
TBC~
