Author POV

Sidang kedua kembali dilaksanakan. Namun kali ini Baekhyun tidak bisa menghadiri karena kondisinya yang belum sepenuhnya baik.

Saat ini terdapat 2 pelaku. Chanyeol dan Suho. Sehun masih tetap menjadi saksi begitu pun Kyungsoo masih bertugas sebagai pengacara. Sementara Jongin akan membela pihak Suho.

"Sidang bisa di mulai!" Ucap hakim Shindong mengetuk palu.

"Berdasarkan laporan dari saksi, Byun Baekhyun mengalami sebuah ancaman bahaya tepat saat sidang kemarin selesai. Saksi menduga ini berkaitan dengan Kim Suho dibalik bahayanya Byun Baekhyun. Terdapat gas beracun pada rumah sang korban." Ucap jaksa Heechul.

"Selesai sidang Kim Suho kembali ke apartment. Dan tidak ada waktu untuk melakukan hal itu." Bela Jongin.

"Dalam penyelidikan sidik jari, tidak ada jejak disana. Kemungkinan mereka mengenakan sarung tangan. Dan berdasarkan penyelidikan kedua, tindakan ini di duga atas perintah seseorang untuk membahayakan Byun Baekhyun." Balas Kyungsoo.

"Apakah bisa di perlihatkan bukti?" Pinta jaksa Heechul.

Jongdae dan Minseok segera memutar rekaman cctv. Mereka semua pun ikut menyaksikan.

"Kita bisa lihat, seseorang masuk kedalam rumah Byun Baekhyun yang saat itu tidak ada orang."

"Dan ketika Byun Baekhyun kembali pulang, orang itu bersembunyi dan mengunci Byun Baekhyun ketika sudah berada di dalam." Jelas Kyungsoo.

"Namun..." Lanjut Kyungsoo menghentikan rekaman cctv tersebut.

"Fokuskan pandangan kalian pada mobil yang terparkir disana." Ucap Kyungsoo.

"Sayangnya mereka belum begitu licik untuk ini. Nomor plat mobil terekam oleh cctv. Dan pihak kepolisian sudah menyelidiki." Kyungsoo menyeringai menatap Jongin.

Chanyeol cukup terkejut dengan mobil dan nomor plat tersebut. Ya, itu tidak asing untuknya.

"Kalian menduga itu mobil milik Kim Suho?" Tanya Jongin.

"Ya kami kira itu adalah milik Kim Suho. Tapi ternyata salah." Jawab Kyungsoo membuat Jongin menahan tawanya.

"Setelah diselidiki mobil itu milik identitas Park Chanyeol." Lanjut Kyungsoo membuat yang menyaksikan sidang kembali terkejut.

"Apakah itu artinya Park Chanyeol yang melakukannya?" Tanya Jongin.

"Saya membantah untuk ini!" Tegas Sehun mulai angkat bicara.

"Sebelum itu terjadi, saya menemui Park Chanyeol di sel tahanan. Dan bagaimana bisa di waktu yang sama, Park Chanyeol melakukan itu semua? Lagi pula dalam rekaman cctv itu bukan hanya satu orang. Tapi lebih." Jelas Sehun.

"Sebaiknya mari tanyakan pada Park Chanyeol." Ujar jaksa Heechul.

Chanyeol menatap tajam penuh mematikan ke arah Suho. Ingin sekali dia menghabisi orang itu. Rasa kecewanya sangat besar pada orang yang dianggapnya godfather.

"Park Chanyeol, apakah benar itu mobil milikmu?" Tanya jaksa Heechul.

'Sekarang jika aku memberimu pilihan, kau akan memilih godfather atau diriku?'

'Kau pernah katakan kalau kau tidak mau seseorang mengambilku atau melukaiku. Jika Suho melukaiku, apa yang akan kau lakukan?'

Ucapan Baekhyun terlintas dipikiran Chanyeol membuat namja ini ingin sekali meluapkan emosinya.

"Ya itu memang mobil yang sering ku kendarai." Jawab Chanyeol.

"Lalu bagaimana bisa mobilmu ada disana? Kau benar sedang bersama Sehun?" Tanya jaksa Heechul.

"Benar. Saat itu Sehun sedang menjengukku di sel tahanan."

"Dan kenapa saat itu kau melarikan diri dari sel tahanan?" Tanya jaksa Heechul kembali.

Chanyeol terdiam.

"Bukankah bisa saja dia yang memerintah seseorang untuk melakukan itu?" Pikir Jongin.

"Dan ku dengar dia yang menolong Baekhyun. Bisa saja dia melakukan itu untuk rencananya agar kalian meringankan hukuman." Lanjut Jongin membuat Chanyeol menatapnya tajam.

"Maaf pengacara Kim Jongin, bukankah kemarin kau membelanya. Sekarang kenapa kau menjatuhkannya? Bahkan hanya membela Kim Suho."

"Bukankah seharusnya kau membela keduanya?"

Skak mat!

Jongin dibuat mematung dengan ucapan Kyungsoo.

"Para penjaga kepolisian memantau Park Chanyeol. Bahkan dia tidak pernah menghubungi siapapun." Bela Sehun.

"Sebenarnya mobil itu adalah milik Kim Suho." Ucap Chanyeol kembali angkat bicara.

"Sebelum mobil itu adalah milikku, itu adalah mobil Kim Suho. Dia memberikannya dan memindahkan nama kepemilikannya padaku." Jelasnya.

"Bisakah ucapannya dipercaya?" Pikir Jongin.

"Pak hakim, bisakah kita lakukan dengan alat detektor kejujuran?" Pinta Kyungsoo.

Hakim Shindong berpikir sejenak. Namun ia menyetujui permintaan Kyungsoo.

Beberapa pihak kepolisian membawa alat detektor kejujuran ke ruang sidang.

Chanyeol di minta untuk duduk di alat itu. Jaksa Heechul bertugas untuk bertanya padanya.

"Alat ini akan mengetahui kalau kau jujur atau tidak. Untuk percobaan pertama, namamu Park Chanyeol seorang mafioso bukan?" Tanya jaksa Heechul.

"Ya." Jawab Chanyeol dan alat itu mendeteksi adanya kejujuran dengan lampu berwarna biru.

"Kau melakukan pelecehan seksual pada Byun Baekhyun?"

"Ya."

Lampu biru.

"Kau mempunyai dendam padanya?"

"Tidak."

Lampu biru.

"Apakah kau yang melakukan gas beracun itu pada Byun Baekhun?"

"Tidak."

Lampu biru.

"Mobil itu milikmu?"

"Ya."

Lampu biru.

"Sebelumnya mobil itu adalah milik Suho?"

"Ya."

Lampu biru.

Semua pandangan beralih pada Suho.

"Apakah mesin itu berfungsi baik? Sepertinya hanya lampu biru yang menyala." Tanya Jongin.

"Itu karena dia menjawab dengan kejujuran." Jawab Kyungsoo.

"Kau ingin melihat lampu itu merah dan dia menjawab sebuah kebohongan?" Sehun beranjak dari kursinya lalu mendekati Chanyeol.

"Satu pertanyaan ini sepertinya akan membuatnya berbohong." Lanjut Sehun membuat Chanyeol merasa khawatir dengan pertanyaannya.

"Park Chanyeol jawab dengan jujur pertanyaan dariku--"

"Kau mencintai Byun Baekhyun?"

Dalam hati Chanyeol ingin sekali menendang Sehun dari sini.

Mafia itu belum berani untuk menjawab.

"Jawablah..."

Sehun menahan tawanya ketika melihat Chanyeol menjadi gugup. Bahkan pertanyaan ringan seperti ini lebih membuatnya gugup dari pada pertanyaan tentang kriminalnya.

"Tidak."

Lampu merah.

Semua yang melihat lampu merah itu cukup terkejut dan tak percaya. Bahkan Kyungsoo membulatkan kedua matanya dengan kebohongan dari mafia itu.

"Kau berbohong?" Tanya Sehun kembali.

"Tidak."

Lampu merah.

Sehun tersenyum geli dengan situasi ini.

"Lihatlah mesin ini masih berkerja dengan baik." Seru Sehun mengarah pada Jongin yang terdiam.

Namja detektif itu pun kembali ke tempatnya karena sudah merasa puas.

"Park Chanyeol, apakah kau menduga kalau Kim Suho adalah pelaku dari bahayanya Byun Baekhyun." Tanya jaksa Heechul.

"Ya. Dia yang membahayakan Byun Baekhyun." Jawab Chanyeol dengan mencengkram telapak tangannya menahan emosi.

Selesai dengan alat detektor itu, Chanyeol kembali ke tempat.

"Menurut alat detektor kejujuran, Park Chanyeol menjawab 99% dengan jujur."

"Sidang hari ini cukup sampai disini. Sidang selanjutnya adalah penentuan untuk kedua pelaku. Kepada pihak kepolisian dimohon untuk menyelidiki lagi." Ucap hakim Shindong.

"Sidang hari ini saya tutup!" Ketukan palu menutup sidang kedua hari ini.

Ketika hakim dan jaksa sudah meninggalkan tempat, Chanyeol berdiri lalu mendekati Suho. Namun Polisi menahannya agar tidak terjadi keributan.

"Kau! Jika menyentuhnya lagi akan ku habisi kau Kim Suho! Dan ingat, aku bukan lagi mafioso untukmu." Chanyeol membuang ludahnya tepat di hadapan Suho.

Polisi menarik Chanyeol untuk segera kembali ke sel tahanan.

"JANGAN MENYENTUH BYUN BAEKHYUN! INGAT ITU..." Tegas Chanyeol menaikan intonasi suaranya.

Suho segera meninggalkan ruang sidang ini. Sementara Sehun, Kyungsoo, Jongdae, dan Minseok masih bersiap untuk keluar dari sini.

"Sehun-ah, kenapa kau bertanya hal itu?" Tanya Kyungsoo.

"Hal apa?" Bingung Sehun.

"Kau tau kalau Chanyeol menyukai Baekhyun?! Kejut Minseok.

"Apakah mafia itu menceritakannya padamu?" Sambung Jongdae.

"Aigoo...kalian kenapa melakukan introgasi padaku? Annyeong~" Sehun melangkahkan kedua kakinya untuk keluar dari tempat ini. Jongdae dan Minseok tak terima jika Sehun tidak menjawab pertanyaan mereka hingga keduanya berlari menghampiri Sehun.

Sementara Kyungsoo terdiam lalu melihat Jongin yang ingin keluar.

Untuk kali ini Kyungsoo yang mendekatinya. Bahkan menutup jalan namja itu dengan berdiri di hadapannya.

"Bersiaplah Kim Jongin, kali ini kau akan kalah dariku!"

"Karena terlalu sering menjadi lawanmu, aku bisa belajar banyak dari kesalahanku yang lalu." Ucap Kyungsoo menyeringai.

Namja itu mendekati wajah Kyungsoo hingga membuat gadis ini sedikit menjauhi jarak darinya.

"Kita lihat saja Do Kyungsoo!"

"Jika aku menang, kau harus berkencan denganku."

"Dan jika aku kalah, aku harus berkencan denganmu."

Jongin menahan tawanya lalu pergi meninggalkan Kyungsoo yang mematung.

"Mwo? Bukankah itu tidak ada bedanya?" Pikir Kyungsoo.

"YAK KIM JONGIN!!" Pekiknya.

TBC~