Hari ini adalah sidang ketiga yang di laksanakan. Mungkin ini akan menjadi sidang penutup untuk kasus Park Chanyeol dan Kim Suho.
"Bagaimana untuk penyelidikan pihak kepolisian?" Tanya jaksa Heechul.
Kali ini Jongdae ikut serta dalam sidang mewakili pihak kepolisian.
"Kami menyelidiki beberapa tentang Kim Suho." Ucap Jongdae.
"Mobil itu adalah benar milik Kim Suho. Kami sudah memeriksa catatan pembelian mobil itu. Pada tahun 2014 mobil itu pindah kepemilikan atas nama Park Chanyeol."
"2014 adalah tahun kerja Park Chanyeol pada Kim Suho."
"Dan kami memiliki catatan kriminal yang di lakukan oleh tangan Kim Suho sendiri."
"Pada tahun 2010 Kim Suho memiliki catatan tindak kriminal. Pada tahun itu Kim Suho belum menjadi seorang pimpinan."
"Namun saat itu identitasnya adalah Kim Junmyeon. Lalu setelah menjadi seorang pimpinan, dia mengubah identitasnya menjadi Kim Suho."
"Maka dari itu pihak kepolisian belum pernah berhasil menangkapnya dan memberinya hukum penjara."
"Ketik Park Chanyeol bergabung bersamanya, semua tindak kriminal dilimpahkan pada Park Chanyeol sehingga itu terlihat bukan Kim Suho pelakunya."
"Pak hakim, kami pihak kepolisian meminta untuk menuntut hukuman Kim Suho yang setimpal dengan semua pelanggarannya."
Suasana hening mendengar semua penjelasan Jongdae. Senyum kemenangan Kyungsoo terangkat dibibirnya lalu menatap Jongin yang terdiam.
"Lalu bagaimana pengacara Kim Jongin? Apakah ada pembelaan untuk ini?" Tanya jaksa Heechul.
"Maaf pak jaksa. Saya ingin angkat bicara." Pinta Kyungsoo.
"Silahkan.."
"Pengacara Kim Jongin, bukti kuat sudah ada di tangan pihak kepolisian tentang Kim Suho. Mau menyangkal seperti apa lagi?"
"Kau tidak bisa membela orang yang jelas-jelas sudah terbukti salah. Ini adalah sidang penutup, jangan menyulitkanmu untuk terus membela orang yang bersalah."
"Kau membela orang yang salah, sama saja kau membuang waktumu. Dan mengancam negara tempat kelahiranmu." Sindir Kyungsoo.
"Itu benar! Hukum saja tersangka itu seberat-beratnya..." Seru para tamu yang menyaksikan.
Suasana mulai ramai ketika meminta Kim Suho untuk segera di hukum. Dan tepat saat itu juga, Baekhyun datang.
Gadis ini memaksakan dirinya untuk datang ke persidangan. Dia hanya ingin memastikan akhir dari persidangan ini.
"Tenang..." Ujar hakim Shindong.
Seketika kembali hening.
"Berdasarkan laporan pihak kepolisian dan tuntutannya, saudara Kim Suho mendapat hukuman penjara seumur hidup."
"Dan kepada saudara Park Chanyeol, walau memiliki pelanggaran namun beberapa pihak meminta untuk meringankan hukuman padanya dengan alasan dia sudah melakukan pertolongan pada sang korban. Hukuman untuknya adalah 5 tahun penjara." Jelas jaksa Heechul.
"Dengan ini saya menyatakan Kim Suho bersalah dan penjara seumur hidup adalah hukumannya. Dan Park Chanyeol 5 tahun penjara."
"Sidang saya tutup dan kasus telah selesai!" Hakim Shindong mengetuk palunya tanda sidang selesai.
Sidang ketiga sekaligus penutup telah selesai. Semuanya segera meninggalkan tempat.
Dua orang polisi segera menangkap Suho untuk memasukannya kedalam sel tahanan. Kedua tangan Suho diborgol.
"Membusuklah kau di sel tahanan Kim Suho!" Ucap Chanyeol menyeringai menatap Suho.
Suho lebih dulu di bawa ke sel tahanan. Ketika Chanyeol ingin di bawa oleh dua orang polisi lainnya, Baekhyun menghentikannya.
"Jjakaman!" Baekhyun pun menghampiri.
Sehun, Kyungsoo, Jongdae, dan Minseok cukup terkejut mendapati Baekhyun sudah berada disini.
"Baek?" Kejut Kyungsoo.
"Sejak kapan kau datang?" Tanya Sehun.
"Ketika suasana ricuh tadi." Jawab Baekhyun.
"Kau sudah membaik?" Tanya Kyungsoo yang hanya dibalas dengan anggukan kepala.
"Sidang telah berakhir. Kasus ini sudah di tutup. Dan aku senang sidang kali ini berhasil menangkap tersangka yang sesungguhnya." Ucap Jongdae.
"Kau terlihat cool saat bicara tadi!" Puji Minseok.
"Terima kasih untuk kalian semua..." Seru Baekhyun tersenyum manis.
"Sepertinya ada yang membutuhkan waktu berdua. Ayo kita tinggalkan tempat ini." Sindir Sehun merangkul Kyungsoo, Jongdae dan Minseok untuk segera pergi.
"Mmm...bisakah tinggalkan kami berdua? Tunggulah di depan pintu. Tenang saja namja ini tidak akan berani melarikan diri lagi." Pinta Baekhyun pada kedua polisi tersebut.
Polisi pun memberi waktu untuk keduanya.
Saat ini Baekhyun dan Chanyeol benar-benar hanya berdua di dalam ruangan. Keduanya saling menatap diam.
"Kau masih terlihat pucat." Ucap Chanyeol.
"Aku sudah membaik. Tenanglah aku tak kalah kuat darimu." Balas Baekhyun.
"Kenapa kau datang? Kau masih butuh istirahat Baek."
"Aku hanya ingin memastikan semuanya. Dan walaupun kau tetap dipenjara, setidaknya itu cukup ringan."
"Itu karenamu yang melepas tuntutan dan mereka meringankan hukumannya untukku."
"Ani. Ini bukan karenaku. Tapi dirimu sendiri. Kau selalu menolongku dan melindungiku. Itu adalah bayaran untukmu."
"Aku benar-benar tak percaya kalau kau yang telah menolongku dari racun itu. Gomawo..."
Chanyeol hanya tersenyum simpul. Melihat Chanyeol tersenyum walau hanya sedikit, Baekhyun cukup senang karena ini pertama kalinya namja itu tersenyum dengan tulus.
Tangan Chanyeol yang terborgol meraih pipi Baekhyun lalu mendekapnya.
"Manhi bogoshipeo.." Ucap Chanyeol menatap iris indah milik gadis di hadapannya ini.
"Nado! I miss you so much Park Chanyeol." Balas Baekhyun tersenyum manis.
Keduanya saling menghapus jarak wajah mereka. Pandangan mereka meneduh satu sama lain. Nafas hangat saling beradu hingga hidung mereka bersentuhan.
Chu~
Kedua bibir itu saling bertemu dan menyentuh dengan lembut. Tak bisa dipungkiri kalau Baekhyun tidak malu untuk ikut melumatnya.
Gadis ini membiarkan Chanyeol terus memberikan sentuhan lembut padanya. Ya, Baekhyun pun tak bisa membohongi kalau dirinya sangat merindukan Chanyeol.
Hingga di menit selanjutnya Chanyeol melepaskan tautan mereka. Ia menghapus saliva yang tertinggal pada bibir Baekhyun.
"Kemarin aku belum bisa memilih tentang pertanyaanmu."
"Sekarang aku sudah tau jawaban dari pertanyaanmu Baek."
"Ye?"
"Kau adalah pilihanku. Dan untuk pertanyaan-pertanyaan berikutnya, aku akan tetap memilihmu. Hidupku adalah dirimu."
"Aku akan hidup untuk dirimu." Ucap Chanyeol membuat Baekhyun terdiam menatapnya.
"Ku harap setelah kau keluar dari penjara nanti, tidak ada lagi dunia keras untukmu." Balas Baekhyun.
"Bisakah kau menungguku?" Tanya Chanyeol mendekap tangan Baekhyun.
"..." Gadis mungil itu terdiam dengan pertanyaan tersebut.
Kyungsoo POV
Ketika aku ingin masuk ke dalam mobil, tiba-tiba seseorang menahan pintu mobil yang ku buka.
"Kau?! Apa yang kau lakukan?" Timpalku ketika mendapati Jongin adalah orang yang menahan pintu mobil ini.
"Lepaskan tanganmu dari pintu mobilku Kim Jongin!"
"Haruskah aku mengatakan selamat atas kemenanganmu yang berhasil mengalahkanku kali ini?" Tanyanya.
"Jika kau tidak ikhlas, itu tidak perlu!" Balasku.
"Baiklah!" Namja ini melepaskan tangannya dari pintu mobil.
Dengan segera aku masuk ke dalam mobil. Namun tiba-tiba Jongin ikut masuk ke dalam pada pintu satunya.
"Yak! Apa yang kau lakukan disini?"
"Bukankah kau orang baik? Jadi berikan tumpangan untukku."
"Keluarlah! Aku baik pun memilih orang yang tepat."
"Aigooo...ternyata kau sangat menggemaskan jika marah seperti ini."
"Ckck menjijikan mendengarmu berkata seperti itu."
"Ayo jalankan mobilmu Kyung! Atau kau mau aku yang mengemudi? Itu akan terlihat seperti sepasang kekasih yang harmonis."
"Jauhkan pikiranmu itu Kim Jongin! Baiklah aku akan memberimu tumpangan."
Aku langsung menginjak gas dengan cepat membuat namja ini terkejut dan berpegang tangan pada sabuk pengaman.
"Apa yang kau lakukan? Kau ingin mati bersama?" Timpalnya dengan wajah ketakutan. Dan itu berhasil membuatku menahan tawa.
"Kau ingin melanggar aturan lalu lintas? Hentikan Do Kyungsoo!"
Bugh!
Dengan rem mendadak, kepala Jongin sedikit terbentur.
"Aisshh...kau berniat untuk mencelakaiku?"
"Bukankah kau sendiri yang mau ikut denganku? Jadi nikmatilah perjalanan ini bersamaku."
"Turunlah..." Pintanya.
"Mwo? Yak seharusnya aku yang bicara seperti itu. Ini mobilku kenapa aku yang harus turun?"
"Kau tidak mau turun?"
"Tidak!"
"Yakin?"
"Ya! Aku tidak ingin turmmmpp--"
Bibirku terbungkam seketika. Namja ini mengunci bibirku dengan ciumannya.
Kedua mataku membulat sempurna dengan tindakannya.
"Masih tidak ingin turun? Atau mau aku menyentuhmu lebih dari ini?" Godanya.
"Yak! Aisshh..." Gerutuku segera turun.
Ku lihat dia pindah tempat pada kursi satunya dan memegang stir. Mau tak mau aku duduk di kursi tanpa stir.
"Hari ini kita sah untuk berkencan. Aku akan tanggung jawab untuk ciumanku tadi. Jadi tenanglah..."
"MWO-YA?!"
TBC~
