Author POV
5 tahun kemudian...
"Baek eomma! Hun appa!" Seru namja kecil yang sangat menggemaskan berlari menghampiri Baekhyun dan Sehun.
"Aigoo...Jangan berlari nanti Jeje terjatuh bagaimana hemm?" Baekhyun merendahkan posisi berdirinya untuk menyimbangi tinggi namja Kecil itu.
Sehun pun ikut menyeimbangi tingginya untuk menatap namja kecil itu lalu mengusap lembut rambut namja kecil bernama Jesper tersebut.
"Jika Jeje seperti ini, Baek eomma tau kau pasti ingin bermain bukan?" Tanya Baekhyun yang dibalas anggukan semangat dan senyuman menggemaskan dari anak itu.
"Jeje mau main kemana hemm?" Tanya Sehun.
"Ke taman belmain..."
"Mmm...tapi sepertinya Hun appa ini harus bekerja lagi." Baekhyun memasang wajah menyedihkan di hadapan Jesper.
Melihat Baekhyun seperti itu dan Jesper yang ikut memasang wajah kecewa, membuat Sehun ingin sekali mencubit keduanya.
"Aiisshhh... Baek eomma hanya mengerjaimu saja! Hari ini Hun appa libur..." Seru Sehun.
"Baek eomma jahil nde? Jeje malah..." Jesper melipatkan kedua tangan di dadanya lalu membuang pandangan dari Baekhyun.
"Hun appa gendong Jeje! Ayo belangkat..." Pinta Jesper merentangkan tangannya di hadapan Sehun.
Sehun pun menggendong Jesper dan segera melangkah.
"Aigoo...Baek eomma hanya bercanda..."
"Mianhae..."
"Eoh? Jeje tidak mau memaafkan Baek eomma?"
Baekhyun terus saja berjalan dan memohon pada Jesper yang tidak mau melihat Baekhyun. Sementara Sehun hanya menahan tawanya melihat tingkah keduanya.
"Jika Jeje mau memaafkan Baek eomma, nanti Jeje akan dibelikan es krim sepuasanya..."
"Jeje tidak cuka ecklim!"
"Mwo? Sejak kapan Jeje tidak suka es krim? Aigoo...Baek eomma janji tidak akan menjahili lagi."
Baekhyun masih berusaha untuk mendapatkan permintaan maaf dari Jesper. Hingga ia berhenti melangkah dan berpikir sejenak.
"Aigoo!" Rintih Baekhyun yang berpura-pura terjatuh.
Sesekali ia melirik Jesper yang menolehnya. Baekhyun semakin terlihat kesakitan ketika Sehun dan Jesper berhenti melangkah lalu mencoba menghampirinya.
"Baek eomma! Gwaenchanayo?" Tanya Jesper berubah menjadi khawatir.
Dalam hati Baekhyun, ia merasa berhasil menarik perhatian Jesper. Sementara Sehun tau kalau Baekhyun hanya berpura-pura.
Sehun pun menurunkan Jesper dari gendongannya.
Sebenarnya ada seseorang yang terus memperhatikan mereka.
Park Chanyeol.
Ya, Chanyeol telah bebas dari sel tahanan.
Namja ini mencari keberadaan Baekhyun. Karena sudah 3 tahun terakhir Baekhyun tidak datang menjenguknya bahkan tidak ada kabar yang ia dapatkan.
Hingga akhirnya Chanyeol mencari informasi tentang keberadaan Baekhyun yang ternyata pindah ke Busan.
Ketika berhasil menemukan Baekhyun kembali, perasaan rindu semakin menghantuinya dan ingin sekali langsung memeluknya. Namun melihat pemandangan ini, ia tidak tau apa yang terjadi antara Baekhyun dan Sehun dengan seorang anak kecil itu. Mereka terlihat seperti sebuah keluarga kecil.
"Apakah Baekhyun dan Sehun menikah dan anak itu adalah anak mereka?" Pikir Chanyeol.
Chanyeol masih belum berani untuk muncul dihadapan mereka. Namja ini terus mengikuti Baekhyun dan Sehun hingga berada di taman bermain.
Ada rasa kecewa dan ingin marah, namun Chanyeol menyadari kalau dia tidak berhak untuk itu. Bahkan sejak awal dia pun belum mengatakan satu kalimat ungkapan pada Baekhyun.
Sebuah bola terhempas tepat di bawah kakinya. Tak lama, seorang namja kecil menghampiri bola tersebut.
Ya, Jesper yang menghampiri bola itu. Anak ini terdiam sejenak ketika mendapati bola yang berada di bawah kaki Chanyeol.
Keduanya saling menatap dalam diam. Seulas senyuman terlukis di bibir Chanyeol. Ya, walau tidak terlihat karena tertutup masker, namun mata besar itu sedikit menyipit dan membuktikan kalau dia sedang tersenyum di hadapan Jesper.
Namja ini menunduk lalu mengambil bola tersebut.
"Apa ini bola milikmu?" Tanyanya yang hanya dibalas anggukan pelan.
"Jangan takut. Aku bukan orang jahat."
Melihat penampilan Chanyeol yang serba hitam dengan topi dan masker, tentu saja membuat Jesper cukup takut.
"Mendekatlah, dan ambil bola ini."
Chanyeol mengulurkan tangannya dihadapan Jesper yang memegang bola.
Jesper pun mendekati dan mengambil bola itu.
"Kenapa lama sekali eoh?" Tanya Baekhyun menghampiri.
Chanyeol segera berdiri lalu menatap Baekhyun yang mematung.
Wajah Baekhyun sedikit terkejut dengan sosok namja tinggi di hadapannya. Walau wajah itu tertutup setengah, namun sampai sekarang ia tetap mengenalinya.
Chanyeol membuka topi dan maskernya di hadapan Baekhyun.
Kini terlihat jelas Chanyeol yang sedikit berbeda karena kumis dan jenggot tipis pada wajahnya.
"Apa kabar Baek?" Tanya Chanyeol.
Tak lama kemudian Sehun pun datang menghampiri. Namja ini ikut terkejut dengan kehadiran Chanyeol.
"Chanyeol?" Kejut Sehun.
"Lama tidak ada kabar. Ini sudah 5 tahun dan aku bukan lagi seorang narapidana."
"Bagaimana kau bisa sampai kesini?" Tanya Sehun kembali. Sementara Baekhyun masih terdiam.
"Aku tidak kalah pintar dari seorang detektif sepertimu."
"Maaf kami menghilang tiba-tiba darimu. Aku sedang bertugas di Busan ini. Dan kebetulan Baekhyun dan ibunya pindah kesini untuk membantu mengurusi panti asuhan." Jelas Sehun.
"Dan anak itu adalah anak yang tinggal di panti asuhan."
"Apakah kau pikir kami terlihat seperti keluarga kecil?" Goda Sehun.
'Jadi mereka tidak menikah? Dan anak ini bukan anak mereka?' Batin Chanyeol.
"Jeje-ya! Ayo kembali ke panti. Halmeoni akan marah jika pulang terlalu sore." Seru Sehun pada Jesper.
"Baek eomma tidak ikut pulang?" Tanya Jesper.
"Baek eomma ada kesibukan. Jadi tidak bisa ke panti dengan kita." Jelas Sehun.
Sehun pun menuntun Jesper untuk segera kembali ke panti. Baekhyun melirik Sehun yang tersenyum dengan anggukan kepala.
Park Chanyeol POV
Aku duduk terdiam menatap wajah Baekhyun yang tidak ada perubahan sama sekali walau tidak bertemu dengannya selama 3 tahun ini. Bahkan dia semakin terlihat cantik.
Baekhyun masih fokus dengan alat cukur itu untuk membersihkan kumis dan jenggot tipis ini. Selama dalam sel tahanan, diriku sangat tidak terawat.
Saat ini aku sudah berada di rumah Baekhyun tepatnya di kamar mandi karena dia ingin merapihkan diriku yang terlihat berantakan ini.
"Ok ini sudah bersih!" Seru Baekhyun tersenyum manis.
"Apakah aku terlihat semakin tampan setelah kau bersihkan?" Godaku.
"Ingin sekali aku membantah. Tapi ku akui kau memang tampan." Balasnya.
"Ku pikir Sehun benar-benar menikahimu. Yang tadi itu kalian terlihat seperti sepasang suami istri dengan seorang anak." Ucapku.
"Jesper memanggil kami eomma dan appa. Sebenarnya anak-anak panti lainnya pun memanggil hal yang sama. Karena mereka ingin merasakan sosok ibu dan ayah. Dan itu tidak masalah untuk kami."
"Wae? Kau cemburu?" Godanya menatapku lekat.
"Rasa cemburuku sudah tidak menyeramkan seperti dulu." Balasku.
"Kau merindukanku? Bahkan kau berhasil menemukan anak anjingmu ini."
Tangan kananku mendekap pipi kirinya lalu mengusapnya dengan lembut.
"Apapun yang terjadi, aku akan bertemu denganmu lagi."
"Dan kau bukan lagi Bubunie atau anak anjing. Kau adalah sosok bidadari yang menuntunku menjadi orang yang lebih baik lagi." Ucapku.
"Alasanku masih seorang yang sendiri adalah karenamu. Aku menunggumu."
"Menunggu 5 tahun cukup berat. Tapi aku yakin kau akan menjadi orang yang berbeda. Orang yang akan meninggalkan hidup kerasnya dan mencoba untuk hidup dengan benar."
"Aku sangat sangat merindukanmu Park Chanyeol."
"Apakah sekarang aku pantas untuk mengatakan sesuatu yang terus tertahan dalam hatiku?" Pikirku.
"Katakanlah. Katakan semuanya di hadapanku."
Kami saling mengunci pandangan satu sama lain. Tidak ada yang rela untuk melepaskan pandangan masing-masing.
"Saranghae..."
"Manhi saranghae..."
"Menahan perasaan membuatku gila. Kalimat itu sangat sulit untuk ku ungkapkan padamu karena saat itu aku merasa tidak pantas untukmu."
"Jadilah milikku dan tuntun aku pada kehidupan yang indah."
Dapat ku lihat cairan bening itu turun dari kedua mata sipit Baekhyun bersama dengan senyumannya.
"Nado saranghae..."
"Manhi..." Balasnya.
Mendengar balasannya membuatku merasakan kebahagiaan yang belum pernah ku dapatkan.
Chu~
Kami saling bertautan melepas rasa rindu masing-masing.
Baekhyun melingkari kedua tangannya pada leherku. Tanpa melepas tautan, dia menuntunku dengan menarik tengkukku hingga masuk ke dalam sebuah kamar.
Tepat ketika ia mendorong tengkukku, tubuhnya pun terjatuh pada ranjang ini. Aku menahan beban tubuhku yang setengah menindihnya.
Jemari lentiknya bermain pada kancing bajuku. Lalu dibukanya semua kancing ini.
Baekhyun melepaskan tautan kami dan menatapku teduh.
"I miss you so much Chan..."
Entah telingaku yang salah dengar atau memang suara Baekhyun terdengar sexy ketika mengucapkan kalimat itu dalam suasana seperti ini.
"Making love with me..."
Mendengar suaranya membuatku sedikit merinding dan menaikan libido ku.
Ya, kami melakukan aktifitas yang sudah lama tidak ku lakukan padanya.
Dan sepertinya kami akan melepas rindu pada malam yang terasa panjang ini.
"Nghh Chanhh~"
"Faster please hhh~"
Baekhyun terus melenguh dengan suara sexy membuatku semakin berbuat lebih di bawah sana.
Ya, junior sangat merindukan rumah yang ada di bawah sana. Aku memasukkan sepenuhnya di dalam sana.
Jemari Baekhyun mencengkram rambutku lalu mendorong kepalaku hingga terbenam pada belahan dadanya.
Ia membusungkan dadanya membuatku semakin menyesap nipple miliknya.
Gerakanku semakin cepat bahkan menghentakannya cukup kuat. Ku lihat Baekhyun tidak terlihat kesakitan melainkan menikmati setiap gerakan dan sentuhanku.
"Inihh membuatku gila nghh~"
"Asshh~"
Aku meraup kembali bibirnya saat dia mengigit bibir bawahnya yang terlihat menggoda.
"Mmmpphh~"
Kedua kaki Baekhyun terlingkar erat pada pinggangku. Sesekali aku menghapus keringat yang keluar dari keningnya.
Cum~
Cairan itu berhasil menembak di dalam sana.
"Hhhh~" Lenguhku menindih tubuh mungil di bawahku.
"Kau memang terbaik dalam hal ini Park Chanyeol!" Ucap Baekhyun tersenyum menghapus keringat pada wajahku.
Ku jatuhkan tubuhku di sampingnya. Kaki Baekhyun ku tarik untuk tetap berada di pinggangku. Ya, aku masih belum rela melepaskan yang ada di dalam sana. Ku tarik selimut untuk menutupi setengah tubuh kami.
Baekhyun semakin mendekatiku hingga tak ada jarak diantara kami. Ia menenggelamkan wajahnya pada dada bidangku. Aku pun mendekapnya erat. Mungkin terlihat seperti aku tidak ingin kehilangannya untuk kesekian kali.
"Kau tau? Saat itu aku selalu mengikat tanganmu ketika melakukan hal ini karena aku tidak ingin kau menyentuhku."
"Aku tidak ingin kau menyentuhku lebih karena itu membuatku semakin jatuh cinta denganmu."
"..." Baekhyun menoleh keatas mengarahku.
"I love you Byun Baekhyun! I love you so much." Bisikku membuatnya tersenyum lembut.
"Jika yang pertama aku gagal bertanggung jawab, untuk kali ini aku akan kembali bertanggung jawab. Dan ku pastikan tidak ada lagi yang berani mencelakaimu."
Baekhyun kembali menenggelamkan wajahnya dan mendekapku sangat erat.
"Ingatkan aku untuk setiap hari mengatakan i love you. Aku akan lakukan itu setiap hari karena kau selalu membuatku jatuh cinta. Dan aku tidak akan bosan untuk mengatakan itu."
"I love you Park Chanyeol! Aku tidak peduli seberapa buruk dirimu di masa lalu. Karena aku jatuh cinta padamu di masa lalu. Dan aku mencintaimu di masa kini."
Aku tersenyum bahagia mendengar kalimat indah yang keluar dari bibirnya.
"Ku pastikan semuanya akan indah." Bisikku mengecup puncak kepalanya.
Satu hal yang membuatku sadar. Mencintai seseorang tidak di lihat dari seberapa pantas dirimu untuknya. Namun di lihat dari seberapa besar perjuanganmu untuknya.
END~
gomawo untuk kalian yang udah tertarik baca ff ini
