"Maksud kamu apa, kamu mau nyerahin bayi ini ke kantor polisi?"
Yixing menatap junmyeon dengan tatapan nggak suka. Dia ngedengus "Ya iyalah, menurut kamu? Kamu kira aku mau-mau aja gitu ngurusin bayi ini, big no!" balas yixing yang kelihatan egois banget dimata junmyeon sekarang.
"Kok kamu gitu, emangnya kamu yakin sama keputusan yang kamu ambil ini? Udah difikirin mateng-mateng, bukanya didalam surat itu ibu kandung sean juga udah ngejelasin semuanya, kamu nggak bisa ngambil keputusan seenaknya gini dong xing!" Balas junmyeon yang nggak terima sama keputusan yixing.
Tentu aja junmyeon ngerasa gak terima. Hey, bayi itu adalah bayi yatim piatu yang secara nggak langsung ibunya udah menitipkanya pada yixing, seharusnya yixing sadar dong kalau tanggung jawab bayi itu kini juga udah jadi tanggung jawabnya.
Tapi sekarang apa? Dengan gampangnya yixing malah mau nyerahin bayi malang itu ke kantor polisi. Tch polisi, pasti ujung-ujungnya pihak polisi juga akan nyerahin bayi itu ke panti asuhan.
Junmyeon fikir, dari pada bayi malang itu tinggal di panti asuhan, bukankah hidupnya akan lebih terjamin jika bersama yixing. Iya kan? Lebih baik begitu kan.
"Pokoknya aku nggak mau ngurus bayi ini, titik" kata yixing yang tetap kekeuh sama pendirianya.
Yixing tahu kok, keputusanya ini mungkin bisa dibilang cukup gila, menyerahkan sean ke kantor polisi menurut dia adalah hal yang tepat untuk saat ini, oh ayolah. Berfikir seribu kalipun yixing juga akan tetap menyerahkan sean ke pihak yang berwajib, karena apa? Karena yixing berfikir dia nggak akan mampu mengurus bayi itu seorang diri.
Junmyeon menghela nafas "Kamu serius?" katanya lagi.
Yixing langsung ngalihin pandanganya dari junmyeon ke arah lain, sebelum pemuda pemilik shio kambing itu berujar "Seriuslah, lagi pula memangnya kamu pikir mengurus bayi itu gampang, aku juga musti kerja jun, kamu tahu sendirikan gimana padatnya schedule mengajarku ahir-ahir ini... Aku berangkat pagi ke agensi, pulangnya malem, ditambah lagi murid-muridku juga susah banget di atur. Bentar lagi udah mau debut tapi pada nggak tahu diri. Apalagi itu yang namanya haechan, susah banget kalo disuruh belajar serius, aku marah-marah malah dia ketawa, gimana nggak kesal aku jun, belum kelar masalah haechan, ada lagi si jaehyun yang sikapnya persis kayak bocah, dikerasin nggak bisa di alusin ngelunjak. Dan masih banyak lagi. Kamu tahu jadi aku itu berat. Nggak kayak yang kamu fikirin" balas yixing yang kedengeranya malah kayak sedang sesi curhat ke junmyeon.
Junmyeon mendengus "Apa peduliku, itu urusan kamu, pokoknya kamu nggak boleh nyerahin sean ke kantor polisi." perintah junmyeon, nada bicaranya terkesan jutek plus menyebalkan gitu didengar telinga.
"Kok gitu?!" yixing berdiri, udah nggak berjongkok lagi disamping junmyeon.
"Kenapa?" kata junmyeon enteng.
Yixing memajukan bibirnya, dia masih nggak terima sama perintah junmyeon yang seenaknya itu. Emangnya yixing budaknya atau apa, harus nurutin semua kata-kata dia.
"Pokonya aku tetep nggak mau ngurusin! Aku nggak mau ribet."
Junmyeon ngedongak, natap retina cokelat milik yixing dengan tatapan penuh dengan tekat dan keyakinan.
"Kalo kamu emang nggak mau ngurus bayi ini, biar aku aja yang ngurus." katanya yakin.
Yixing bungkam.
Habis ngomong gitu, nggak nghirauin keberadaan yixing sama sekali, junmyeon langsung ngambil tubuh mungil sean dari dalam kardus, junmyeon rengkuh tubuh mungil itu kedalam gendonganya.
"Sean anak pinter, kamu ikut paman junmyeon ya mulai sekarang. Jangan nakal. Harus jadi anak baik"
"Tatatatatatata. . " oceh sean yang kelihatan seneng banget berada digendongan junmyeon.
Junmyeon pun yang ngerasa gemash sendiri langsung mendaratkan bibirnya ke pipi gembil sean. "Duhh, gemesnya anak siapa sih. Anak paman junmyeon ya?"
"Dududududu"
Melihat hal itu entah kenapa yixing ngerasa hatinya seakan tercubit gitu, apalagi menyaksikan wajah polos sean yang mengoceh senang didalam gendongan junmyeon.
Apa sean juga bakalan ngoceh senang kayak gitu kalau berada didalam gendonganya.
Sebenarnya didalam hati kecil yixing yang paling dalam, juga terbesit keinginan buat ngerawat bayi itu. Tapi dia itu lebih mentingin egonya yang nganggap sean adalah sebuah beban.
Tapi apa sekarang yixing benar-benar udah yakin sama keputusan yang diambilnya itu. Ugh, yixing mulai jadi ragu sekarang kan.
Dengan menggigit bibir bawahnya, yixing menatap junmyeon ragu-ragu "J-jun aku, aku. ."
Junmyeon mendecakkan lidah, kayak nggak suka gitu mendengar yixing ngomong.
"Udah lah xing, kalo kamu emang menganggap sean itu sebuah beban, dan dengan keberadaanya bakal mengacaukan hidup kamu, biar aku aja yang nanggung beban itu. Aku aja yang akan nanggung sean, bukanya didalam surat itu juga udah dijelasin kalo sebelumnya sean mau diletakkin didepan pagar rumah aku. Jadi sekarang kamu tenang aja, dan nggak perlu lapor polisi karena kalo hanya untuk ngerawat sean. Aku masih mampu xing" habis ngomong gitu, junmyeon langsung melangkah pergi ninggalin yixing sendiri.
Junmyeon kelihatan marah banget, dan yixing juga masih bisa dengar suara sean yang menangis, bukanya terlalu percaya diri atau apa, tapi yixing benar-benar merasa yakin kalau sean nangis itu karena nggak pengen dijauhin dari dia. Benar kok, yixing nggak bohong waktu ngelihat tatapan sedih sean sebelum dibawa pergi sama junmyeon.
Bibir plum milik yixing mulai melengkung kebawah, waktu mata cokelatnya menatap junmyeon dan sean udah masuk kedalam rumah.
Yixing nundukkin kepalnya sedih, entah kenapa dadanya tiba-tiba terasa sesak.
"Nggak gitu jun, kamu salah paham. Aku juga mau ngurusin sean," yixing nggak sadar waktu dia ngomong gitu, matanya mulai basah.
"Tapi, tapi aku nggak yakin bisa ngurusin sean sendirian. Hiks . . K-kok, kok aku malah jadi nangis gini sih, hiks junmyeon,"
Yixing mengusap pipinya yang basah pake punggung tanganya dengan kasar, sambil terus ngelihat ke arah pintu rumah junmyeon yang udah ketutup rapat, yixing sesegukan.
"Aku juga mau ngurusin sean jun, kalo.. Ngurusinya bareng-bareng sama kamu"
~Baby Stranger~
"Jun, junmyeon! Buka pintunya jun, please.. Aku serius nggak akan pergi dari sini sebelum kamu buka pintunya."
Sedari setengah jam yang lalu, yixing nggak nyerah buat ngetuk-ngetuk pintu rumah junmyeon yang ketutup rapat, seolah nggak ngijinin siapapun buat masuk kedalam tanpa persetujuan sang pemilik rumah.
"Jun, Aku pengen ngomong sama kamu, aku juga pengen ketemu sean. Jun please buka pintunya. Ijinin aku masuk!"
Masih nggak ada tanggapan juga dari dalam, yixing mulai lelah buat ngetuk pintu rumah junmyeon, akhirnya dia ngebalikin badan untuk pulang ke rumahnya, mungkin saat ini junmyeon emang benar-benar sedang marah sama dia, tapi yixing tidak akan nyerah gitu aja kok.
Yixing tetap akan berusaha buat ketemu sean, dan bilang ke junmyeon kalau dia benar-benar serius mau ikut ambil adil buat ngerawat sean. Dan menarik kembali ucapanya beberapa saat yang lalu.
Dengan berat hati, yixing pun ahirnya jalan ninggalin rumah junmyeon. Untuk pulang kerumahnya dengan tangan hampa.
"Maafin paman yixing, sean. Paman benar-benar menyesal sekarang" Ujarnya lirih, menatap pintu rumah junmyeon yang masih ketutup rapat dari teras rumahnya.
~Baby Stranger~
09:45, malam.
Yixing menggeliat dari tidurnya waktu telinganya terus-terusan mendengar suara tangisan bayi yang berasal dari arah rumah junmyeon.
Seketika yixing jadi ingat sama sean.
"Apa sean rewel ya,"
Yixing terus ngelihat jam yang tertera dilayar ponselnya, sekarang udah hampir tengah malam tapi sean masih belum berhenti nangis, kok yixing jadi ngerasa kasihan sama junmyeon ya, pasti junmyeon kerepotan banget ngurusin sean sendirian.
"Lagian salah siapa juga ngebawa sean pergi gitu aja, sekarang rasa'in" habis ngomong gitu yixing beranjak dari atas ranjang, dia jalan ke arah jendela terus nyibak tirainya dan yixing kini bisa ngelihat pemandangan yang teramat miris.
Diluar sana, di balkon kamarnya junmyeon lagi nimang-nimang sean, yang terus-terusan rewel sambil berusaha ngasih botol susu ke sean. Junmyeon kelihatan kualahan banget, apalagi sean nangisnya semakin kenceng waktu ujung botol susunya junmyeon paksa masukin ke mulut.
Yixing yang melihat adegan itu secara live, langsung merasa terenyuh hatinya.
"Pokoknya aku harus kesana sekarang, persetan kalaupun nantinya si lucifer bakal ngusir aku."
Yixing menutup kembali tirai jendelanya, dia langsung ngambil ponselnya diatas kasur sama jaket sebelum buru-buru keluar dari kamarnya.
"Sean, tunggu paman yixing"
Nggak butuh waktu lama, sekarang yixing udah berdiri didepan pintu rumah junmyeon, yixing memutar handle pintu itu, entah sedang beruntung atau apa karena pintu rumah junmyeon nggak dikunci.
Sampai didalam, yixing bisa melihat banyak banget tumpukan kardus berlabel shop*e di ruang tamu junmyeon, yixing yakin kalau isi kardus-kardus itu adalah perlengkapan sean yang junmyeon beli dari online shop.
Karena tadi sore yixing juga ngelihat kurir sampai ngebawa mobil box gitu buat nganterin pesanan junmyeon.
Sambil menggenggam ponselnya kuat, yixing berlari menaiki tangga, bergegas langsungmenuju kekamar junmyeon di lantai dua.
"Hweeee . . Hweee"
Suara sean makin kedengaran jelas, sedikit menormalkan deru nafasnya yang tak teratur akibat lari-larian, yixing berhenti didepan pintu kamar junmyeon.
"Kamu pasti bisa yixing," gumamnya.
Nggak berselang lama, yixing akhirnya masuk kedalam kamar junmyeon. Dia bisa lihat junmyeon yang udah masuk kedalam, lelaki tinggi itu menelentangkan tubuh kecil sean diatas ranjangnya, sambil terus berusaha menenangkan bayi itu dengan usapan-usapan kecil.
"Hweeee hweeeee" sean berguling ke kiri dan kekanan.
Junmyeon mengacak rambutnya, dia udah kelihatan frustasi gitu. "Sean, minum dulu susunya ya. Sstt jangan nangis terus, kamu jangan bikin paman junmyeon khawatir"
"Hweee hweeee"
Merasa udah nggak tahan lagi, akhirnya yixing mendekat kemudian ngambil sean kedalam gendongnya. Tanpa melihat sedikitpun kearah junmyeon yang menatapnya dengan tatapan terkejut. Yixing mulai nimang-nimang bayi berumur satu tahun itu.
"Sean anak baik, jagoanya paman yixing jangan nangis lagi ya," kata yixing dengan nada yang super lembut, sean langsung menghentikan tangisanya.
Junmyeon cuma bisa duduk diam disisi ranjang, menyaksikan bagaimana hebatnya yixing yang notabenya bertubuh lebih kecil darinya, dengan gampang bisa nanganin sean yang lagi rewel.
"Kamu haus," tanya yixing yang ngelihat sean merengek didalam dekapanya, diapun menoleh ke arah junmyeon terus bilang "Jun, tolong botol susunya sean sini'in. Kayaknya dia udah ngantuk" perintah yixing yang langsung dituruti sama junmyeon.
"Astaga junmyeon! Kamu itu bego atau apa sih" kata yixing yang tiba-tiba jadi emosi gitu, jadi sekarang dia tahu penyebab mengapa sean dari tadi jadi rewel.
"Apa sih!"
Yixing menghela nafas, terus tanpa junmyeon duga, yixing nempelin botol susu formula milik sean ke wajah gantengnya junmyeon.
Junmyeon seketika mengumpat karena merasakan panas. "Apa-apaan sih xing!?"
Yixing menarik kembali botol itu dari wajah junmyeon, "Panas kan! Kamu mau ngebunuh sean dengan ngasih dia susu pake air mendidih kayak gitu!? Iya! Mikir sedikit dong jun, kamu aja ngerasa kepanasan gitu apalagi sean yang masih bayi. Pantes aja dia rewel"
"Ya mana kutahu," balas junmyeon membela diri.
"Makanya bego itu jangan dipelihara."
Yixing yang lagi emosi langsung mengganti susu didalam botol sean dengan takaran yang sesuai, kemudian menidurkan sean yang sudah mengantuk itu keatas ranjang junmyeon, berlanjut dengan dia yang ngambil posisi tepat disamping sean.
Yixing sedikit menarik kedua sudut bibirnya, watu ngelihat piyama sean yang berbentuk hamster berwarna cokelat. Astaga, sean sekarang berkali-kali lipat jadi kelihatan unyu.
Yixing seketika jadi lupa sama masalah susu panas yang tadi.
"Jun, kamu yang beliin piyama ini ya?" Ujar yixing tiba-tiba.
Junmyeon berdeham sekilas sebelum menjawab, "Ya, err aku nggak terlalu paham sih mengenai perlengkapan bayi dan semacamnya, jadi yang kelihatan bagus. Aku beli"
"Ini bagus kok. Lucu malah, sean jadi kelihatan tambah unyu" komentar yixing, terus noleh ke junmyeon dengan senyuman manis yang terpatri dibibir plumnya.
Junmyeon mengerjap "Y-ya kamu bener" jawabnya gugup, oh ayolah seumur hidup baru kali ini junmyeon melihat yixing yang notabenya adalah rival abadinya kini sedang tersenyum manis kearahnya.
"Seleramu bagus," puji yixing lagi, kemudian menarik botol susu dari mulut kecil sean, karena berhubung seanya udah tidur nyenyak.
Setelah menyelimuti sean dengan selimut khusus bayi yang junmyeon beli, yixing mulai beranjak dari atas ranjang.
"Sean udah tidur. Emm, kalo gitu aku pulang dulu ya"
"Ya," jawab junmyeon singkat, tanpa mengalihkan perhatianya dari sean yang lagi tidur lelap.
"Oh iya, nanti jangan lupa ya jun, kalo seanya bangun lagi. Kasih aja dia susu formulanya, aku udah nyiapin kok yang sesuai takaran." pesan yixing yang udah berdiri diambang pintu.
Junmyeon diam cukup lama sebelum dia noleh ke yixing.
"Xing," pangilnya pelan.
Yixing langsung jadi salah tingkah gitu karena dilihatin sama junmyeon. "K-kenapa?" balas yixing sambil menggaruk kepala bagian belakangnya.
"Apa nggak sebaiknya kamu nginep aja disini? Nemenin sean, takutnya nanti dia rewel lagi gitu. Kalo nggak ada kamu"
Yixing ngerjapin matanya, dia nggak lagi mimpi kan sekarang. Biasanya yixing nginjek rumput junmyeon aja langsung jadi masalah besar, tapi sekarang junmyeon nyuruh dia nginep dirumahnya! Hell. Ini benar-benar keajaiban dunia ke delapan.
"Kamu serius? Nyuruh aku nginep"
Junmyeon ngangguk, "Kayaknya sean lebih lengket sama kamu" ujar junmyeon, nggak lupa senyum simpul tersungging dibibir tipisnya.
Yixing juga ikut senyum tipis.
"Jun sebenernya aku, aku mau minta maaf juga soal masalah err, you know. aku nggak serius waktu bilang kalo aku nggak mau ngurusin sean. Aku benar-benar minta maaf, I'm very repent junmyeon" sesal yixing tulus.
"Hm, aku nggak masalah kalo kamu emang benar-benar menyesal. Dan permintaan maaf, diterima" kata junmyeon enteng sambil ngedikin bahunya.
Yixing menatap junmyeon dengan mata yang membola lucu.
"Kamu serius?"
"Udah lah xing, sebaiknya kita bahas masalah ini besok pagi aja" junmyeon melihat jam tanganya.
"Ya" yixing ngangguk aja, walaupun sebenarnya dia masih bingung kenapa junmyeon tiba-tiba jadi baik kayak gini.
"Kamu temenin sean disini ya, aku tidur di kamar sebelah. Kalo ada apa-apa langsung panggil aku"
"Sip" yixing mengacungkan kedua jempolnya.
"Good night tetangga, nice dream ya" junmyeon nepuk pucuk kepala yixing sebelum ahirnya melangkah keluar kamar.
Yixing cuma bisa mematung, udah mirip kayak arca. Tanganya terangkat buat megang pucuk kepalanya.
"Kok junmyeon beneran jadi baik gini" yixing ngegembungin pipinya, terus tanganya ngeraba area dadanya yang berdegub aneh. "Kok didalam sini ada yang berdebar-debar sih. Jangan-jangan... No!"
TBC.
