Disclaim : All chara punyanya J. K. Rowling ya, saya cuma pinjem nama aja
Pairing : Drarry n lainnya, jadi jelas ini ada unsur yaoi. Buat yang anti ga usah baca aja
Setting: Tahun ke-6, kurang lebih kaya di novelnya ya. N ada sedikit perubahan karena nyesuai-in ama cerita aku.
Warning: Ini ff boyboy yg ga suka jgn baca. typo banyak.
Pagi ini suhu udara di kastil sedikit dingin karena semalam hujan tiba-tiba saja turun. Harry yang akhirnya bisa tidur selewat tengah malam bangun dengan sedikit malas-malasan. Tapi ternyata bukan hanya dia saja, semua teman sekamarnya juga baru saja bangun. Seamus menguap tanpa berusaha menutupinya. Ron malah terduduk di tempat tidurnya masih sambil terpejam. Tapi, karena ini adalah hari pertama mereka memulai pelajaran semuanya harus bergegas agar tidak terlambat.
Harry dan Ron baru bertemu dengan Hermione di Aula Besar. Lucia si anak baru duduk bersamanya.
" Kalian lama sekali sih, cepat makan atau kita akan terlambat masuk kelas Ramuan!" seru Hermione sambil menampakkan wajah galak walaupun itu tidak berpengaruh sama sekali untuk Harry dan Ron. Mereka sudah kebal dengan hal ini.
" Tenang saja, Mione. Kau bisa pergi ke kelas duluan. Aku dan Ron kan tidak ambil kelas Ramuan tahun ini karena nilai OWL-ku tidak memenuhi syarat." jawab Harry yang diangguki oleh Ron, mulutnya sudah penuh dengan makanan.
Sambil mengerling jijik pada Ron kemudian memandang Harry, " No Harry, barusan Profesor McGonagal memberitahuku kalau standar nilai OWL-nya Profesor Slughorn tidak setinggi Snape. Jadi, Kau bisa ikut kelas Ramuan tahun ini."
Jadilah Harry dan Ron menghabiskan sarapan mereka dengan terburu-buru. Membuat Hermione makin illfeel melihat cara makan Ron. Lucia hanya tersenyum melihatnya.
Mereka tiba tepat waktu di kelas Ramuan. Profesor Slughorn menyambut Harry sedikit berlebihan membuat beberapa anak Slytherin mencibir Harry n teman-temannya. Tak mau ambil pusing Harry segera duduk di meja yang masih kosong bersama Ron. Hermione dan Lucia duduk bersama.
Ada beberapa kuali yang menggelegak di atas meja. Rupanya Slughorn sudah menyiapkan ramuan untuk diperkenalkan pada murid-muridnya. Seperti biasa hanya Hermione-lah yang bisa menjawab dengan benar semua pertanyaan dari Slughorn.
Pada saat ramuan Amortentia di buka beberapa anak termenung sambil membaui ramuan yang berkilau menarik itu. Hermione menjelaskan bahwa ramuan itu memiliki bau yang berbeda bagi setiap orang sesuai dengan ketertarikan mereka masing-masing. Harry jelas-jelas bisa mencium bau apel hijau segar bercampur dengan aroma mint membuatnya berpikir keras pernah mencium aroma familiar ini di mana. Harry terkesiap kaget saat tanpa sengaja matanya melihat Malfoy yang juga tengah menatapnya penuh arti. Dia baru sadar kalau yang diciumnya tadi itu adalah aroma Malfoy.
' Kenapa aroma Malfoy yang kucium? Masa sih aku tertarik padanya? Tidak mungkin, sepertinya aku sedikit melamun jadi berpikir yang aneh.' batin Harry sambil kembali melirik Malfoy tapi pangeran Slytherin itu sudah tidak memandangnya lagi. ' Tuh kan, pasti tadi aku berkhayal.' batinnya lagi.
Kelas berlangsung dengan baik bahkan Harry berhasil memenangkan ramuan Felix Felicis di akhir pelajaran karena ramuan buatannya dinyatakan sempurna. Semua ini berkat buku pelajaran tua yang didapatkan Harry dari lemari penyimpanan. Di buku itu tertulis banyak petunjuk membuat ramuan yang ditulis tangan oleh pemilik sebelumnya.
Tapi kesuksesan di kelas ramuan tidak berlaku di kelas Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam dengan Snape sebagai gurunya. Sudah menjadi rahasia umum kalau Snape sangat membenci Harry. Ia selalu punya alasan untuk mengurangi poin dari Gryffindor maupun memberi detensi pada Harry dan teman-temannya, kecuali Lucia. Entah kenapa Harry merasa kalau Snape sangat memperhatikan Lucia.
" Mungkin hanya perasaanmu saja kalaupun memang iya, wajar saja karena Lucia adalah tunangan Malfoy." jawab Hermione saat Harry mengatakan tentang keanehan tersebut.
Tanpa terasa sudah hampir dua bulan berjalan. Harry masih menjadi favorit Slughorn di kelas atas prestasinya yang gemilang, ini semua berkat buku Pangeran Berdarah Campuran. Tanpa sengaja Harry melihat tulisan ini di bagian belakang buku pelajaran ramuannya.
Gosip tentang Lucia adalah tunangan dari seorang Draco Malfoy terus berhembus. Walaupun tidak pernah ada penjelasan apapun dari Lucia dan Draco tentang hubungan mereka. Lucia hanya melempar senyum setiap ada yang bertanya. Banyak murid maupun guru yang sering melihat mereka berduaan. Harry sendiri sudah beberapa kali melihat Malfoy dan Lucia berpelukan seperti saat ini. Harry sedang dalam perjalanan kembali ke asrama dari kantor Kepala Sekolah ketika berbelok di sebuah koridor dan melihat pemandangan yang membuat hatinya berdenyut sakit.
Di depan sana sekitar lima belas meter dari tempatnya berdiri terlihat Malfoy tengah memeluk Lucia. Harry berusaha pergi diam-diam karena sudah tidak tahan melihat hal itu namun Lucia yang menyadari kehadirannya berseru memanggilnya, " Harry, kau dari mana? Aku mencarimu sejak tadi. Ron dan Hermione juga." tanya Lucia menghampiri Harry.
" Maaf, tidak sempat pamit pada kalian. Aku ke ruangan Kepala Sekolah tadi." jawab Harry kaku sambil melirik Malfoy yang menyeringai padanya.
" Another detention, Saint Potter? Ah, tidak mungkin anak emas kesayangan Dumbledore mendapatkan detensi. Mungkin berdiskusi bagaimana cara untuk menaikkan popularitasmu lagi tahun ini, Potter?" kata Draco tanpa menghilangkan seringai diwajahnya. Tetapi Draco terkesiap saat melihat kilat marah dan terluka dari mata Harry namun dengan cepat dia memasang raut datar lagi.
' Ada apa dengannya? Kenapa dia marah? Apakah karena perkataanku? Tidak sepertinya dia marah karena hal lain dan tatapan terluka itu, kenapa?' berbagai pertanyaan berseliweran di otak Draco.
" Sudah, Draco. Jangan mencari masalah dengan Harry lagi. Dia selalu baik padaku jadi ku mohon hentikan." pinta Lucia pelan, " Dan jangan sakiti dirimu sendiri." sambungnya lagi di telinga Draco. Lucia mengecup pipi Draco kemudian menggamit lengan Harry mengajaknya pergi dari sana.
Harry lagi-lagi merasakan denyut sakit dihatinya melihat Lucia mencium Draco tapi dibiarkannya Lucia menarik lengannya untuk pergi.
" Harry, tolong maafkan Draco ya. Dia tidak bermaksud seperti itu, dia ..." mendengar Lucia meminta maaf membuat Harry gusar.
" Sudahlah, Lucia. Tidak perlu minta maaf untuk kesalahan tunanganmu itu. Sejak awal dia sudah membenciku sama seperti aku membencinya." jawab Harry mengabaikan rasa sakit yang semakin menjadi. Harry semakin sadar kalau dia mempunyai perasaan lain pada pangeran slytherin tersebut.
" Harry, Draco tidak membencimu. Dan tolong dengar aku, Draco dan aku tidak ..." Lucia berusaha menjelaskan.
" Kita kembali ke asrama sekarang Lucia. Sudah hampir jam malam." potong Harry cepat sambil berjalan pergi. Lucia hampir tertinggal karena Harry berjalan sangat cepat. Harry ingin segera menjauh dari Lucia yang membuatnya sakit hati meskipun ia sadar betul itu bukanlah kesalahan Lucia.
tbc or ...
a/n : thank you bgt buat yang udah review n ngasih masukan buat aku. thank you jg yang udah follow n bersedia baca ff ini. masih nunggu masukannya ya...
