Sara menatap Naruto dengan tatapan sayu miliknya, gadis yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama itu seakan terpesona dengan wajah tampan yang dimiliki sang kakak. Gadis itu mengunci pintu kamarnya, kemudian berjalan mendekati Naruto yang sedang menatapnya takut, wajah Sara sudah mulai diselimuti oleh rona merah saat ia mendekati Naruto.
"Niisan..."
Naruto berkeringat dingin saat ia dipanggil oleh adik kecilnnya itu, ia terus melangkah mundur hingga dirinya terpojok. 'Tolonglah...'
Sara pun mulai membuka kancing pakaiannya, kancing pertama dan kedua pun sudah terlepas, gadis itu langsung memeluk tubuh telanjang Naruto. Ia mencium aroma citrus yang menguar dari tubuh sang Kakak, sesekali ia menjilati permukaan kulit Naruto, membuat pemuda itu merinding merasakannya. Jemari lentik milik Sara mulai menyusuri setiap lekuk tubuh Naruto.
Sara terus menyusuri tubuh Naruto, hingga sampai di bagian sensitif milik Naruto. Ia tersenyum menatap sang Kakak. "Daisuki yo, Niisan."
.
Naruto by Masashi Kishimoto.
Warning: Incest, OOC, Harem, Lemon? Smut? Lime?, AU, Typo, Etc.
Cast: Naruto, Kushina, Naruko, and Sara
.
..
...
Uzumaki Family
...
..
.
Chapter 3
Sara memasukan penis Naruto ke dalam mulutnya, sesekali dia menjilati kejantanan milik sang kakak. Sementara Naruto mulai menikmati Blowjob yang diberikan oleh Sara, ia meremas surai merah milik adiknya itu. "Sa-sara...!"
Gadis berambut merah itu menatap Naruto yang saat ini sedang merasakan sebuah sensasi yang berbeda. "Ada apa Niisan?" tanya Sara yang terus saja mengocok kejantanan Naruto. "Lihat, mulai membesarkan Niisan." Lanjutnya sambil menunjuk ke penis Naruto yang mulai ereksi. Sara pun melanjutkan rangsangannya terhadap Naruto, ia membuka kemeja miliknya hingga branya, lalu mengapit penis Naruto di antara kedua dada yang ukurannya hampir menyamai Kakak perempuannya. Dengan pelan, Sara menggesek kedua dadanya, ia juga memberikan saliva miiknya hanya untuk membuat penis Naruto menjadi licin. "Bagaimana, Niisan?"
"Sara... uhh..."
Naruto hanya bisa mendesah memanggil adiknya itu, ia terlalu menikmati Sara yang tengah mengapit penisnya menggunakan kedua dadanya. Detik selanjutnya, Sara melepaskan apitannya dipenis Naruto, ia berdiri menghadap kakak lelakinya itu, kemudian menciumnya dengan mesra.
Naruto membalas ciuman tersebut, kedua tangannya mulai meraba buah dada Sara, ia meremasnya dengan lembut membuat sang adik itu mendesah di antara ciuman mereka. Salah satu tangan Naruto mulai turun ke bawah, ia menyentuh bagian paha milik Sara, pemuda itu mengangkat paha Sara, dia juga mendorong pinggulnya maju untuk menempelkan penisnya di antara kedua kaki Sara.
Selang beberapa menit.
Naruto melepas ciumannya, ia mulai melakukan aktivitas lainnya. Menjilati wajah cantik milik adiknya tersebut menggunakan lidahnya, jilatannya mulai turun hingga ke dua dada Sara. Sepintas, Naruto menatap kedua buah dada milik Sara, puting susu milik Sara sudah mengeras akibat jilatan serta ciuman yang Naruto berikan. Pemuda itupun mulai menjilati puting Sara, sesekali ia menghisapnya kuat seakan-akan keluar sebuah cairan dari dalam sana.
Sara mendesah saat ia mulai dirangsang lagi oleh Naruto, ia meremas kepala pirang kakaknya itu. "Niisan...!" desah Sara sambil memanggil sang Kakak. Ia menikmati rangsangan yang diberikan Naruto.
Naruto pun kembali melepas kulumannya terhadap Sara, ia beralih ke perut datar milik adiknya itu. Naruto melepas paha Sara, ia kemudian menggendong tubuh mungil Sara, dan merebahkannya di atas kasur. Mereka berdua kembali berpagut ria, dengan jemari milik Naruto yang mulai menyentuh area kewanitaan milik Sara. Kedua kaki jenjang Sara mengejang saat Naruto menyentuh area sensitif yang masih dibalut celana dalam milik gadis itu.
Keduanya menikmati kegiatan tersebut, sampai saat Naruto kembali melepas pagutannya. Ia menatap Sara dengan senyuman miliknya, kemudian menarik celana dalam yang dipakai oleh adiknya tersebut, Sara dengan reflek menutup vagina miliknya dari Naruto, ia terlalu malu karena area sensitifnya dibuka oleh Naruto.
"Lepas saja, jangan malu seperti itu!" pinta Naruto dengan lembut, ia membuang sembarangan celana dalam milik Sara.
Adiknya itu pun membuka kedua telapak tangannya yang menutupi area kewanitaannya, Naruto menatap area sensitif yang dimiliki oleh adiknya tersebut, ia kemudian mendekatkan wajahnya ke area tersebut, pemuda itu menjulurkan lidahnya dan menjilati area itu. Sara sedikit tersentak kaget karena jilatan yang diberikan oleh Kakaknya tersebut.
Ia secara reflek meremas kepala pirang Naruto, disaat dia dirangsang oleh kakaknya sendiri. "Ahh...! Niisan...!" Sara langsung menggigit bibir bawahnya untuk meredam desahannya itu, dia tidak mau kalau ada seseorang yang mendengar desahannya. Kembali kepada Naruto, ia terus menjilati vagina Sara, sesekali ia juga memasukkan lidahnya ke dalam. "Niisan...! Berhentilah! Kumohon...!"
Naruto pun menghentikannya, ia beranjak dari tempatnya menjilati vagina Sara. "Ada apa?"
"Aku merasakan geli disana, serta... uhhh.."
"Baik, kita akan ke menu utama."
Sara mengangguk, ia menyiapkan mentalnya karena sebentar lagi dia akan melepas keperawanannya kepada Naruto. Ia membuka kedua kakinya lebar-lebar untuk memberikan akses kepada Naruto.
Naruto sendiri sudah siap memasukkan penisnya ke dalam vagina Sara, ia pun mengarahkannya untuk mulai memasuki lubang senggama milik Sara, dengan pelan Naruto mendorong masuk penisnya. Ia merasakan begitu sesaknya area kewanitaan milik Sara, berbeda dengan Kushina serta Naruko yang agak mudah untuk dimasuki.
"Ahhkk...!" Sara memekik pelan merasakan sebuah benda yang menurutnya besar itu mulai masuk ke dalam tubuhnya. Ia juga meringis karena merasakan betapa sakitnya liang miliknya setelah dimasuki oleh benda besar milik Naruto itu.
Naruto pun segera mendorong pinggulnya, ia merasakan selaput dara milik Sara robek karena dirinya mendorong penisnya masuk. Darah serta cairan pun keluar dari dalam vagina Sara. Naruto menghentikan dorongnya, ia menatap Sara yang sekarang ini sedang meringis kesakitan akibat selaput dara miliknya robek. Pemuda mengusap peluh yang ada di dahinya. "Sara..."
"Niisan... lakukan...!"
Naruto mengangguk, ia kemudian menarik serta mendorong pinggulnya. Penis miliknya keluar masuk dari dalam vagina milik Sara, kejantanannya itu terasa dijepit oleh benda lunak nan lembut di dalam sana. "Milikmu sungguh sempit Sara..." gumam Naruto yang merasakan kenikmatan di dalam sana.
Begitupula dengan Sara, ia merasa gesekan penis Naruto sangat nikmat saat memasuki tubuhnya, semua bagian tubuhnya bergoyang mengikuti irama yang Naruto berikan. Kedua buah dadanya pun ikut bergoyang, membuat Naruto ingin sekali meremasnya. "Niisan... niisan... unngh... Nii-niisan..." Sara terus memanggil sang Kakak. Ia mendesah sembari memanggil Kakaknya itu, kedua tangan putihnya terangkat untuk menggapai pundak lebar milik Naruto, ia meremas kedua pundak kokoh itu.
Naruto terus menggoyangkan pinggulnya, ia tidak peduli dengan remasan kedua tangan Sara di pundaknya. Tubuhnya pun turun, ia mengarahkan bibirnya ke buah dada milik Sara, kemudian kembali menghisap puting susu Sara, membuat adiknya itu mendesah keras. Gadis itu tidak menyangka kalau Kakaknya sangat pandai merangsang dirinya.
Naruto melepas kulumannya terhadap puting susu Sara, ia meringis merasakan sebuah cairan yang akan keluar dari dalam penisnya. "Sara, aku..."
"Ha'i niisan! Keluarkan semua! Penuhi vaginaku dengan sperma hangatmu itu! Aku juga akan... ungghh!"
Naruto pun mendesah menyemburkan spermanya dari dalam penis besar miliknya, ia menenggelamkan semua batang kemaluannya di dalam liang milik Sara. Bersamaan saat itu juga, Sara sudah mencapai climaxnya.
Naruto langsung ambruk di atas tubuh Sara, sementara gadis itu memeluk tubuh sang Kakak dengan senyuman puas yang terpatri di wajahnya.
...
..
Siang hari.
Naruto membuka kelopak matanya, manik shappire miliknya itu mengekplorasi ruangan yang sekarang sedang ditempati olehnya. Ia juga sadar kalau disampingnya ada Sara yang tengah tidur nyenyak. Ia pun mulai mengingat serangkaian kejadian beberapa waktu yang lalu, dimulai dari dia yang diperkosa oleh Kushina—Ibunya, lalu sekarang Sara yang berhubungan intim dengan dirinya.
Ada perasaan menyesal yang mengganjal di hati Naruto. Ini salah, sangat salah. Mereka itu keluarganya, dan sekarang mereka telah berhubungan intim dengan dirinya. Inikah yang namanya Incest? Hubungan intim antar keluarga sedarah? Naruto sendiri tidak menyangka kalau dirinya berhubungan intim dengan keluarga kandungnya.
Tapi Naruto berjanji pada dirinya sendiri, dia akan membahagiakan para wanita yang ada di dalam kediaman Uzumaki ini.
"Ummm... Niisan..." Sara melenguh saat dia baru saja membuka matanya. Ia menatap sang Kakak yang tengah tersenyum kepada dirinya.
"Selamat siang, Sara."
Wajah Sara mulai diselimuti rona merah, ia menatap kakaknya dengan pandangan malu miliknya. "Um, selamat siang Niisan."
"Apa tidurmu nyenyak?" Sara mengangguk kecil, ia menenggelamkan kepalanya di dada Naruto untuk menyembunyikan rona merah yang menyelimuti wajahnya. "Kau imut Sara."
"Te-terima kasih... dan maaf kalau aku menyuruhmu untuk mengambil keperawananku." Gumam Sara yang terus saja menenggelamkan kepalanya di dada Naruto. Ia terlalu malu untuk menatap manik biru indah milik Naruto.
Naruto pun membalasnya dengan elusan lembut dikepala merahnya. "Aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu Sara." Naruto mencium kening Sara dengan lembut. "Tapi, aku akan mencoba untuk membahagiakan kalian semua."
*Brakk!
Naruto dan Sara sangat terkejut dengan pintu kamar yang di dobrak oleh dua orang. Kushina serta Naruko masuk ke dalam dengan wajah yang mengerikan, membuat Sara ketakutan melihatnya. Naruto sendiri mulai merasakan aura tidak mengenakkan yang keluar dari kedua wanita cantik itu.
"Oh, jadi kalian bersenang-senang sekarang?"
"Sehabis kaachan, lalu aku, sekarang Sara yang kau embat, Naruto."
Tubuh Naruto bergetar hebat, wajahnya membiru menatap kedua wanita itu. "A-apa yang akan kalian lakukan?" kedua wanita cantik itu menarik selimut yang menutupi kedua tubuh telanjang Sara serta Naruto.
Kushina dan Naruko melepas seluruh pakaiannya hingga telanjang bulat. Mereka berdua menyeringai menatap Naruto yang tengah ketakutan. Kedua wanita itu berjalan mendekati Naruto yang masih telanjang bulat, Penis Naruto kembali ereksi melihat tubuh telanjang dari Kushina serta Naruko, sementara Sara hanya bisa menatap mereka dari dekat.
Keduanya pun langsung menggenggam penis ereksi milik Naruto, mereka meremasnya dengan keras membuat Naruto meringis kesakitan. 'Oi, kenapa penisku diremas begitu!?"
"Kau berselingkuh."
"Adikmu juga kau embat."
"Kami akan membuatmu lemas, Naru-chan/Sochi!"
Perkataan terakhir mereka membuat Naruto merinding ngeri, sementara Sara hanya bisa menatap bingung pembicaraan antara mereka bertiga.
...
..
.
Keesokan harinya.
Kushina sedang memasak sarapan, ia memakai sebuah apron berwarna putih, lalu sebuah kaos berwarna hijau dan rok mini. Wanita itu bersenandung ria saat membuatkan sarapan kepada anak-anaknya.
Tiba-tiba dari belakang Kushina terlihat seorang pemuda berambut pirang berantakan, bagian bawahnya telanjang dan menampilkan penisnya yang sudah tegang saat melihat kushina yang sedang memasak. Pemuda itu kemudian berjalan maju, salah satu tangannya menggenggam pinggul seksi Kushina, sementara tangannya yang lain menyibak rok mini yang dipakai oleh Kushina.
Kushina terkejut saat merasakan seseorang yang ingin memperkosa dirinya, ia melirik ke belakang. "Na-naruto! Ahhk...!" penis ereksi milik Naruto mulai merengsek masuk ke dalam vagina Kushina, pemuda itu beruntung sekali karena Kushina tidak memakai celana dalam sama sekali.
Naruto mendorong pinggulnya maju mundur untuk merasakan bagaimana nikmatnya gesekan penisnya di dalam rahim Kushina, salah satu tangan pemuda itu mulai beranjak ke wajah Kushina. Ia menarik wajah ayu Kushina, lalu mencium lembut bibir seksi milik Kushina, sembari terus menggerakkan pinggulnya.
Dilain pihak, Naruko menatap tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang, Sara yang berada disamping Kakak perempuannya itu menatap kagum Naruto yang baru saja bangun langsung memperkosa Kushina.
"Puaah, Naru... Naruko dan Sara melihat kita... unngh... ahhnn...!"
"Tidak usah diperdulikan. Nikmati saja, 'sarapan' ini." Naruto terus menggerakkan pinggulnya hingga ia dan Kushina mencapai klimaksnya, Naruto mengeluarkan semua spermanya di dalam rahim Kushina. "Terima kasih sarapannya, Kaachan."
Naruko dan Sara pun tidak mau kalah, mereka berdua berjalan mendekati Naruto. "Sekarang, kami akan meminta jatah darimu Naru-chan!" Sara mengangguk saat Naruko mengatakan hal tersebut.
"Sochi, aku harap kau bisa membahagiakan kami." Kushina mencium bibir Naruto dengan lembut, kemudian mendorong pemuda itu kepada Naruko dan Sara. "Sekarang, selamat bersenang-senang kalian!" seru Kushina dengan nada riangnya, ia kembali memasak sarapan setelah tadi Naruto meminta jatah pagi harinya. Wanita berambut merah itu mendengar desahan-desahan yang keluar dari mulut mereka bertiga, ia sendiri tersenyum geli mendengar desahan tersebut.
"Ah, pagi yang sangat indah."
...
..
.
END?
...
..
.
A/N: Maaf lama, tapi keknya ini yang terakhir. Oke, adios!
