"Never sure, never know how far we could fall
But it's all an adventure
That comes with a breathtaking view
Walking the tightrope, With you"

Do Not EDIT and REPOST.


Etuviel Palace, February 16, 1850

Dentingan Grand Watch di jantung istana menunjukkan pukul 8 pagi ketika calon ratu dan ibu suri kerajaan Alderth sedang asik berbincang di dalam ruangan kaca yang berisi berbagai macam bunga. Dua pasang tangan itu tampak asik merangkai bunga yang memang sudah menjadi kegiatan favorit mereka. Sesekali sang ibu suri tertawa dan mengomentari selera calon menantunya dalam mencampurkan bunga-bunga tersebut.

"Ah rasanya sangat menyenangkan memilikimu di istana ini Baek, Yoora tidak tertarik dengan bunga, dan tentu saja si raja pemarah itu melihat bunga saja tidak mau. Hidupku sangat membosankan", ujar sang ibu suri. Senyuman cantik menghiasi wajahnya yang sudah tidak lagi muda.

"Tapi yang mulia, selama di Erith yang mulia raja tampak sangat tertarik bunga. Ia bersemangat ketika aku mengajaknya ke Anubis untuk memanen bunga dan setiap siang selama seminggu, beliau akan menyiram semua bunga di toko ku".

Pernyataan Baekhyun sontak membuat ibu suri membulatkan matanya kaget. Tidak disangka anak lelaki nya yang sungguh keras kepala itu mau berurusan dengan bunga hanya karena Baekhyun. Sejak kecil, Chanyeol selalu menolak jika diajak ibunya menanam bunga atau bahkan merangkai bunga, menurut Chanyeol itu terlalu feminine.

"benarkah? Anak itu bahkan marah-marah ketika aku menyuruhnya memberikan bunga untuk Charlie kala itu. Benar-benar", kekeh Tiffany.

Senyuman malu-malu kemudian menghiasi wajah manis sang calon ratu Alderth, tidak menyangka dirinya memiliki efek sedemikian rupa terhadap orang nomor satu Alderth tersebut.

"Tetapi yang mulia raja tampaknya banyak memahami soal bunga. Beliau bahkan mengerti arti beberapa bunga, yang mulia".

"itu karena ketika ia kecil sering menemaniku merangkai bunga. Biarpun dia lebih focus pada mainannya, tak kusangka beberapa ilmu masuk juga ke otaknya".

Tawa memenuhi ruangan luas itu kemudian, tidak hanya kedua manusia cantik disana, melainkan Kyungsoo dan Sunny yang merupakan pelayan khusus mereka dan beberapa pelayan lain juga ikut tersenyum mendengar bagaimana raja mereka sangat tergila-gila pada perangkai bunga dari Erith itu.

"omong-omong, berhentilah memanggilku yang mulia atau ibu suri Baek. Bagaimanapun aku adalah calon mertuamu. Anggap aku seperti ibumu sendiri ya? Jangan terlalu formal seperti itu", ucap Tiffany. Tangannya perlahan terulur untuk memberikan setangkai bunga matahari yang merekah dengan indah. Warna kuning cerahnya membuat siapapun yang melihat bunga itu ingin ikut merasa bahagia.

"Bunga matahari berarti kehangatan, kebahagiaan serta kasih sayang. Sebagai seorang ibu, aku ingin memberikan kasih sayangku dan berbagi kebahagiaan bersamamu sebagai salah satu anakku. Selain itu, aku titipkan raja kepadamu. Temani dia dan bantulah dia memimpin Alderth. Jadilah rumah baginya ketika aku tiada nanti, tempatnya berkeluh kesah dan melepas penat di ujung hari".

Calon ratu Alderth itu terenyuh mendengar kata-kata Tiffany. Sejak kecil ia belum pernah merasakan kasih sayang seorang ibu selain neneknya. Ucapan sang ibu suri membuat hatinya bergetar dan air mata tidak bisa ditahan untuk tidak memenuhi pelupuk matanya.

Anggukan kepala menjadi respon yang Baekhyun berikan karena kata tidak dapat terucap dari bibir mungilnya. Rasanya ia sangat bahagia mendapat perlakuan sangat baik dari Tiffany. Jujur saja, yang paling ia takuti adalah bertemu dengan sang ibu suri.

Baekhyun mengira, Tiffany adalah orang yang tegas dan menyeramkan. Mengingat julukannya dulu sebagai 'Alpha Female' kerajaan Alderth. Perkiraannya, Tiffany akan menjadi yang paling sulit untuk didekati. Apalagi, Baekhyun adalah calon pasangan anaknya tentu Tiffany akan melihat dengan seksama apakah si perangkai bunga Erith itu cocok mendampingi Chanyeol. Lelaki mungil itu kira, akan sulit untuk dekat dengan ibu suri tetapi ia salah, Tiffany adalah orang pertama di istana yang dengan mudah menerima kehadirannya. Bahkan baru beberapa hari, mantan orang nomer dua Alderth itu sudah banyak bercerita tanpa canggung mengenai kiat-kiat serta pengalamannya selama menemani mendiang raja Charlie memimpin Alderth. Karena bagaimanapun, keberadaan ratu dalam sebuah tatanan monarki itu sangat penting.

"jangan menangis, menantuku yang manis. Kau berbahagialah. Kami semua disini adalah keluargamu sekarang. Jika terjadi sesuatu jangan sungkan untuk langsung bercerita ya? Mulai sekarang, aku ingin kau memanggilku ibu. Tanpa embel-embel yang mulia atau apapun. Mengerti?", tutur sang ibu suri sembari tangannya mengusap pipi calon menantu cantiknya itu.

"y…ya bu, terimakasih karena sudah menerimaku disini. Aku akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan kalian".

Kekehan disertai anggukan menjadi jawaban sang ibu suri sebelum mereka memutuskan untuk kembali fokus pada kegiatan awal. Beberapa buket bunga sudah tergeletak di sekitaran meja luas dari kayu mahoni itu. Tetapi tidak terlihat tanda-tanda mereka akan berhenti. Kyungsoo, Sunny serta beberapa pelayan yang ada diruangan itu masih setia berdiri dan memperhatikan bagaimana pasangan calon mertua dan menantu itu berinteraksi dengan asik sejak tadi. Sesekali Kyungsoo tersenyum melihat tingkah calon ratu Alderth yang menurutnya sangat lucu itu.

"Baek, apakah berat melepaskan impian demi lelaki yang kau cintai?", pertanyaan sang ibu suri memecah keheningan di ruangan kaca itu.

Fokus Baekhyun yang awalnya pada bunga mawar merah itu seketika beralih untuk menatap Tiffany. Jujur saja, agaknya pertanyaan itu sedikit berat dan membingunkan untuk ia jawab. Lelaki mungil itu sendiri bahkan belum tahu jawaban atas pertanyaan yang diajukan sang ibu suri.

"Bohong jika saya mengatakan itu adalah hal mudah. Tetapi, sejak kecil takdir seolah membuat saya selalu berpisah dengan orang-orang yang saya cintai. Saya adalah seorang lelaki hancur ketika Chanyeol datang. Menjadi sebatang kara tentunya tidak mudah bagi saya, tetapi sejak kunjungannya ke Erith, rumah yang sepi sejak perginya nenek menjadi ramai lagi. Seolah Chanyeol memberikan warna tersendiri disana. Hanya butuh seminggu, dan setelahnya semua kesunyian serta kesendirian dirumah itu menjadi sangat asing bagi saya. Dan akhirnya saya memutuskan, saya tidak akan membiarkan orang yang saya cintai pergi lagi. Saya akan pergi mengikuti kemanapun Chanyeol pergi dan mendampinginya. Itu adalah janji saya kepada anda bu, saya akan menjaga Chanyeol dan mendampinginya hingga ia yang meminta saya pergi".

Pelukan erat serta usapan sayang di surai terang Baekhyun adalah jawaban sang ibu suri. Tanpa canggung, si lelaki mungil memutuskan melingkarkan tangannya ke pinggang Tiffany. Merasakan kasih sayang yang disalurkan oleh wanita cantik paruh baya itu. Rasanya seperti sudah sangat lama sejak Baekhyun merasakan kasih sayang dari sosok seorang ibu.

Diujung sana, perlahan Kyungsoo berbalik dan menyeka cepat air mata yang menuruni pipinya. Berusaha tidak ada yang mengetahui jika ia menangis. Tetapi, Sunny sebagai wanita yang sudah berpengalaman tentu tahu juniornya itu terharu melihat interaksi manis antara mantan ratu dan calon ratu Alderth itu.

"omong-omong Baek, apa kau sudah mempersiapkan semuanya untuk Alyssum of The Throne?", tanya Tiffany begitu pelukan mereka sudah terlepas.

"Apa itu bu? Tidak ada yang memberitahuku soal ini", kedipan polos Baekhyun seketika membuat Tiffany gemas dan langsung mencubit pipinya.

"Alyssum of The Throne itu bisa juga diartikan Beauty of The Throne yang merupakan symbol seorang ratu. Kecantikan, keanggunan, kecerdasan dan segala kesempurnaan merupakan tuntutan yang harus kita jalani sebagai seorang ratu Alderth. Apakah benar-benar tidak ada yang menjelaskannya padamu?", kekeh sang ibu suri.

Gelengan menjadi jawaban Baekhyun sebelum ia menoleh kearah Kyungsoo dan menatap penuh tanya pada pelayannya itu. Kyungsoo mengangguk canggung, merasa bersalah telah melupakan hal esensial yang seharusnya ia jelaskan pada Baekhyun sejak hari pertama. Lelaki bermata bulat yang kini bertugas menjadi pelayan Baekhyun itu hanya berharap sang raja tidak akan mengamuk padanya.

"Baiklah, aku akan menjelaskannya padamu. Kau tahu kan, raja memiliki kebebasan untuk memilih ratu mereka, tanpa melihat gender dan kasta mereka asalkan calonnya itu 'pantas'. Pantas atau tidaknya calon yang diajukan raja akan dibuktikan pada prosesi Alyssum of The Throne ini. Seorang calon ratu Alderth wajib hukumnya untuk bisa membaca. Seseorang yang bisa membaca berarti ia memiliki wawasan luas serta cerdas. Apalagi, kau tahu hanya segelintir orang saja di kerajaan ini yang bisa membaca. Dan kebanyakan dari orang-orang tersebut adalah bangsawan. Karenanya, kau diharuskan membaca beberapa potong bait dari buku favoritmu dihadapan para Lord dan wakil petinggi rakyat nanti. Selanjutnya adalah etika mu dalam bersikap, bagaimana kau menyapa, berbicara, menggunakan alat makan, berjalan, dan berdansa bersama raja. Karena yah, menjadi ratu berarti kau akan sering mendatangi jamuan pesta dansa ke kerajaan lain. Dan yang terakhir adalah, menunjukkan hobi atau bakatmu. Aku tidak menyarankan kau merangkai bunga disana Baek, kau harus menunjukkan sesuatu yang special. Yang akan membuat para Lord kaku itu terkesan dan berbalik menganggap kau pantas mendampingi Chanyeol", jelas ibu suri.

Rahang Baekhyun sudah jatuh sejak ia mendengar penjelasan ibu suri. Chanyeol tidak pernah cerita apapun soal prosesi itu. Ia tidak mengira dirinya akan dilihat oleh para Lord dan beberapa wakil rakyat yang akan memutuskan nanti. Baekhyun takut ia tidak dapat melakukannya dengan baik dan membuat Chanyeol serta yang lainnya kecewa.

"Aku yakin kau bisa membaca dengan baik, Kyungsoo mengatakan kau sering menghabiskan waktu membaca Hamlet di perpustakaan pribadi Chanyeol. Jadi tugasmu hanya belajar mengenai etika dan memikirkan apa yang akan ditampilkan nanti. Aku yakin kau bisa melakukannya Baek. Jangan khawatir", tepukan pemberi semangat diberikan ibu suri ke pipi mulus Baekhyun.

"aku yakin Kyungsoo akan bersedia membantumu. Bersemangatlah menantuku sayang", tambah ibu suri.

Perlahan, Baekhyun kembali menoleh menatap lelaki bermata bulat itu yang dijawab anggukan serta senyuman manis oleh Kyungsoo. Reflek bibir Baekhyun membalas senyuman itu dan mengalihkan pandangannya kembali pada ibu suri.

"Aku akan berusaha dengan keras bu", ujarnya, kilatan terlihat jelas di mata indah Baekhyun. Membuat sang ibu suri terkekeh dan kembali mengusak surai terang calon menantunya itu.


Etuviel Palace, February 20, 1850

"Bagaimana persiapan yang mulia Baekhyun untuk prosesi tiga hari mendatang?", tanya Jenderal Oh sembari meneguk bir yang disediakan oleh Kyungsoo. Pakaian perang masih melekat di tubuh berototnya. Sisa-sisa tanah bekas latihan tampak mengotori wajah tampan itu.

"Yang mulia baik, beliau sangat cepat dalam mempelajari hal baru. Beliau memang orang yang cerdas. Tetapi aku berharap sekali saja yang mulia raja tidak menginterupsi sesi pembelajaran yang mulia Baekhyun", ucap si kepala pelayan sayap barat itu dibarengi dengan hembusan nafas kesal.

Kekehan menjadi jawaban sang jenderal. Ia tahu bagaimana sang raja yang sangat protektif pada tuan Byun dan terus menempelinya. Bahkan ketika usai latihan pedang kemarin, tanpa meneguk limun dinginnya seperti biasa, sang raja langsung berlari kembali memasuki istana untuk menemui calon pendampingnya itu. Semua orang di istana tahu, betapa tergila-gilanya sang raja tampan itu pada calon ratu mereka.

"biarkan saja, kau tahu kan yang mulia raja tidak dapat terlalu lama berjauhan dengan yang mulia Baekhyun. Jika begitu, kau harus melatih beliau lebih keras ketika tidak ada raja di sekelilingnya. Agar tidak banyak waktu yang terbuang. Tiga hari itu hanya seperti jentikan jari saja jika kau sadar".

"well, kau tidak mengalaminya sendiri Jenderal Oh yang terhormat. Baru saja tiga jam berlalu, tiba-tiba yang mulia muncul entah darimana dan setelahnya mereka akan sibuk sendiri dan latihan akan terbengkalai begitu saja".

"jika kalian tahu, membicarakan yang mulia raja serta pendampingnya itu termasuk pelanggaran hukum kerajaan Alderth dengan kurungan selama 40 tahun tanpa remisi", kali ini Kim Jongin yang menyahut sembari berjalan mendekat kearah Kyungsoo. Senyuman miring menghiasi wajah tampan penasihat raja tersebut.

Kerucutan bibir menjadi jawaban Kyungsoo sebelum penasihat Kim itu menarik dagu yang lebih mungil perlahan dan memberikan kecupan lembut di bibir berbentuk hati milik Kyungsoo.

Perasaan kesal itu seolah menguap entah kemana ketika bibir mereka bertemu, membuat si lelaki bermata bulat itu membalas kecupan bibir kekasihnya. Setelah berbagi beberapa ciuman manis, mereka memutuskan menyudahi kegiatan itu karena sadar Jenderal Oh sedang memperhatikan dengan wajah malas nya. Mungkin mereka harus lebih mengasihani Jenderal Oh yang tengah sendiri.

"jika kalian sadar, ini adalah tempat umum dan tidak seharusnya kalian berbagi ciuman panas seperti itu. Ini merupakan pelanggaran hukum kerajaan Alderth", ucap Sehun dengan nada yang sama persis dengan Jongin ketika ia masuk tadi. Menimbulkan dengusan dari si penasihat.

"hukum bagi orang-orang tidak laku sepertimu kan oh?".

"maaf Kim, aku bukan tidak laku. Hanya standarku terlalu tinggi dan belum ada yang bisa mencapai standar itu".

"Kalau begitu bersiaplah menjadi perjaka tua, Jenderal Oh yang terhormat", kekeh Jongin sebelum meneguk bir yang ada dihadapan Kyungsoo.

"kau tampak lelah, sesuatu terjadi?", tanya Kyungsoo. Perlahan tangannya terulur untuk mengusap pundak serta lengan berotot kekasihnya.

Suara benturan dasar gelas dengan meja yang diikuti desahan lega Jongin memenuhi ruangan. Ia benar terlihat seperti orang yang kelelahan dan kehausan. Lihat saja, bahkan bir yang tadinya masih penuh langsung habis sekali tegukan.

"hm, aku baru mengurus pemindahan seorang pelayan bagian utama istana untuk dipindahkan ke Falkirk", ucap Jongin.

"Falkirk? Berarti ia akan menjadi budak cuci? Kenapa?".

"aku memergokinya berbicara buruk mengenai Yang Mulia Baekhyun. Mengatakan hal yang tidak sepantasnya dikatakan kepada calon ratu Alderth".

Desahan lelah lolos dari bibir Kyungsoo setelahnya. Tidak bisa dipungkiri, ia juga beberapa kali mendengar beberapa pelayan sayap barat membicarakan hal buruk mengenai Baekhyun. Tetapi Kyungsoo masih punya hati untuk tidak melaporkan mereka dan membuat mereka berakhir di Falkirk untuk menjadi budak cuci.

Menjadi budak cuci sama saja kasta seseorang diturunkan menjadi yang terendah. Posisi dimana ia dianggap remeh oleh orang lain dan diperlakukan kasar. Berbeda dengan menjadi pelayan kerajaaan.

"aku juga menghukum salah satu prajurit kemarin. Biarpun ia tidak mengatai yang mulia secara langsung, tetapi aku tahu yang ia bicarakan adalah yang mulia Baekhyun. Berlari mengelilingi istana Alderth sebanyak 70 kali kurasa membuatnya jera", ujar Sehun.

"mereka benar-benar keterlaluan. Hanya karena yang mulia berasal dari kalangan rakyat biasa mereka bisa seenaknya menghina. Aku bahkan mendengar salah satu dari pelayan sayap timur bertaruh yang mulia tidak akan lolos prosesi ini", Kyungsoo menyenderkan punggungnya pada kursi pelan. Wajahnya terlihat berkerut sedih.

"siapa ia? Aku akan mengirimnya ke Falkirk, seharusnya mereka sadar, mereka adalah pelayan tugas mereka bukan menggosip".

"tidak, tidak perlu. Kau tahu dia adalah Helena, ia memang selalu begitu. Aku hanya menunggu waktu yang mulia Baekhyun 'menamparnya' dengan kenyataan bahwa beliau memang pantas. Gadis itu harusnya sadar, sampai matipun yang mulia raja tidak akan menikahinya", decak Kyungsoo emosi. Api imaginer seperti muncul keluar dari kepalanya.

"baiklah jika menurutmu itu yang terbaik baby", kekeh Jongin sebelum mengacak gemas surai kekasihnya.

Lagi, si jenderal hanya bisa mendengus melihat kelakuan dua orang dimabuk cinta ini. Disaat segenting apapun mereka akan tetap bermesraan, benar-benat tidak bisa membaca suasana.

"aku hanya berharap yang mulia Baekhyun bisa melakukanya dengan baik dan lolos dalam prosesi ini. Beliau memiliki wajah dan aura yang bisa memikat orang terdingin dan paling berkuasa di Alderth. Tentu meyakinkan para Lord akan mudah. Kini menjadi tugasmu kepala pelayan Do untuk membuat yang mulia sempurna di prosesi itu nanti. Dan sekarang ijinkan aku pamit, karena aku sudah lelah melihat orang bermesraan. Permisi penasihat Kim dan kepala pelayan Do", ucap Sehun sebelum ia membungkuk pada dua orang dihadapannya dan pergi begitu saja dari ruangan Kyungsoo.

Kikikan menjadi respon yang paling mungil diantara mereka bertiga, sedangkan Jongin, ia sudah bersiap melemparkan gelas kearah Sehun jika Kyungsoo tidak segera menahannya.

"Jenderal Oh benar, aku harus berusaha lebih keras lagi untuk membantu yang mulia".

"benar, itu memang tugasmu sayang. Tetapi sekarang sudah malam, yang mulia tentu sudah tidur. Lebih baik siapkan aku air mandi dan temani aku tidur malam ini bagaimana?", senyuman miring menghiasi wajah tampan Jongin. Membuat Kyungsoo bergidik pelan, tahu kemana arah kegiatan ini nantinya. Tetapi ia tidak memiliki pilihan lain selain mengikuti kekasihnya menuju kamar dan hanya tuhan serta mereka berdua yang tahu apa yang terjadi selanjutnya.


Etuviel Palace, February 22, 1850

Langit sudah sangat gelap ketika pimpinan Alderth itu berjalan lelah kembali ke sayap barat. Sejak pagi tadi, ia harus mengunjungi kerajaan Vaisea untuk membahas mengenai perjanjian bisnis antar dua kerajaan raksasa itu. Sebenarnya ini harus menjadi kunjungan selama dua hari satu malam, tetapi sang raja memaksa untuk kembali malam itu juga. Ia sangat merindukan Baekhyun dan sejak tadi fokusnya terpecah-pecah. Sepanjang perjalanan, Chanyeol terus menyuruh kusir memacu kudanya berlari lebih cepat, agar ia bisa segera sampai dan bertemu dengan si lelaki mungil yang akan segera menjadi ratu Alderth itu.

Tetapi cukup disayangkan, jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari ketika kereta kudanya memasuki pelataran istana. Suasana sangat sepi, ia yakin kebanyakan pelayan sudah beristirahat sekarang. Tetapi, Chanyeol tidak menyangka Kyungsoo masih terjaga dan segera berlari menyiapkan air mandi untuk sang raja.

Seharusnya, yang ia lakukan begitu tiba di sayap barat adalah mengikuti Kyungsoo dan segera mandi lalu beristirahat. Tetapi semua itu urung ia lakukan ketika melihat pintu Rose Chamber terbuka separuh. Rasa penasaran yang tinggi mendorongnya untuk perlahan membuka pintu dan melihat apa yang sedang kekasihnya lakukan.

Dengan hati-hati agar tidak membuat kegaduhan, kaki sang raja menapak mendekati ranjang. Tetapi ia tidak menemukan kekasihnya disana. Matanya langsung menatap keseluruh ruangan dan ia melihat pintu kaca besar yang menuju ke balkon terbuka lebar. Angin malam yang bertiup mengibarkan tirai tipis berwarna putih yang menggantung disana. Perlahan sang raja melangkah menuju balkon, dan begitu tangan kekarnya berhasil menyibak tirai, sosok manis itu langsung masuk ke indera penglihatannya.

Baekhyun sedang duduk bersandar pada sofa. Setumpuk buku yang dari sampul merupakan buku etika berserakan di lantai dan di sofa, sedangkan satu buku yang terbuka berada di pangkuannya. Pemandangan itu membuat senyuman muncul di wajah tampan sang raja, melihat bagaimana calon ratunya berusaha dengan keras agar bisa diterima dan dapat mendampinginya memimpin Alderth. Sungguh membuat hatinya berdesir.

Tetapi, semua itu tidak berlangsung lama dan berganti kekhawatiran ketika sang raja menyadari kekasihnya hanya mengenakan jubah tidur tipis yang terbuat dari sutera berwarna merah, sangat kontras dengan kulit putih mulus si lelaki mungil. Dengan segera ia beranjak mendekat dan menggendong kekasihnya dengan pelan. Berusaha sebisa mungkin agar tidak mengganggu tidur cantiknya.

Kedua lengan kekar itu membopong si mungil dengan mudah dan membawanya masuk kembali ke kamar. Dengan gerakan lembut, sang raja membaringkan si mungil ke tempat tidur. Tetapi dewa diatas sana seperti sedang mengujinya. Begitu tubuh mungil itu terbaring sempurna di Kasur, bagian pundak jubah yang ia kenakan harus jatuh hingga mengekspos pundak dan separuh lengan mulus milik kekasihnya. Sang raja hanya bisa meneguk ludah dan mengulurkan tangannya untuk mengelus lengan mulus itu. Berusaha selembut mungkin agar Baekhyun tidak terbangun.

Sensasi ketika telapak tangannya bersentuhan dengan bagian tubuh mulus Baekhyun itu benar luar biasa sehingga membuat sang raja tergoda untuk mengecup pundak putih itu. Dan itulah yang ia lakukan, hati-hati ia mendekat dan memberikan kecupan-kecupan lembut di pundak telanjang sang kekasih. Menyalurkan rasa cinta dan rindu yang ia rasakan seharian ini.

"Chan? Apakah itu kau?", suara serak khas bangun tidur Baekhyun membuat Chanyeol kaget dan menjauhkan wajahnya untuk menatap si mungil.

Dan benar saja, mata indah itu sudah terbuka dan sedang menatap kearahnya. Ia harus mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan pandangangannya menatap ke ke wajah tampan sang raja yang hanya sedikit terkena bias lilin.

"hey sayang, ini aku. Maaf mengganggu tidurmu", kekeh Chanyeol.

Senyuman kemudian merekah di wajah cantik itu sebelum ia mengulurkan jemari lentik miliknya untuk mengelus pipi dan rahang sang raja.

"jam berapa ini? Kenapa kau tidak langsung beristirahat?".

"jam setengah tiga dini hari, aku melihat kamarmu terbuka dan berakhir menemukanmu tertidur di balkon. Aku takut kau sakit, udaranya sangat dingin".

Baekhyun terkikik manis dan menangkup kedua pipi Chanyeol sebelum akhirnya memberikan kecupan lembut di bibir merah milik sang raja.

"beristirahatlah disini bersamaku, yang mulia", ucap Baekhyun setelah kecupan itu ia berikan.

"apakah aku tidak akan menginvasi tempat tidurmu ratuku?", kekeh Chanyeol.

Pukulan pelan Baekhyun berikan pada dada sang raja sembari tertawa renyah. Membuat jantung sang raja berdebar mendengar tawa menyenangkan itu.

"tentu saja tidak. Kemarilah". Ucap yang paling mungil diantara mereka, sebelum ia menggeser tubuhnya untuk memberikan tempat pada sang pimpinan Alderth.

Tanpa melayangkan protes lagi, sang raja segera berdiri dan melepaskan jas bludru yang ia kenakan. Selanjutnya adalah kemeja putih yang terjatuh begitu saja di lantai, menyisakan Chanyeol yang bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana panjang. Sepatu nya ia lepaskan dengan cepat dan akhirnya ia beranjak menyibak selimut untuk berbaring di belakang si mungil.

Raja Alderth itu menggeser posisinya mendekat dan melingkarkan lengan berototnya untuk memeluk sang pujaan hati dari belakang. Baekhyun hanya pasrah dengan apa yang dominannya lakukan. Chanyeol memang sangat senang menempelinya, dan Baekhyun tentu tidak keberatan.

"aku tidak mau melihatmu hanya menggunakan jubah tidur ini diluar kamar. Pengawal bisa saja melihatmu sayang", ujar Chanyeol, sembari bibir nya melanjutkan kegiatan mengecupi pundak dan leher kekasihnya yang terekspos.

Baekhyun memejam dan mendesah pelan merasakan sensasi bibir favoritnya itu bersentuhan dengan bagian kulit sensitifnya. Anggukan menjadi satu-satunya respon yang ia berikan. Perlahan Baekhyun menoleh dan wajahnya langsung berhadapan dengan wajah tampan sang raja.

Bibir mereka hanya berjarak beberapa senti saja, dan ini membuat Chanyeol langsung mengambil kesempatan untuk melumat bibir mungil itu. Mengecapnya dan menghisapnya. Merasakan betapa manisnya benda kenyal merah milik kekasihnya itu. Beberapa kali, ia bahkan dengan berani menjilati bibir manis itu dan menggigitnya. Membuat Baekhyun kembali mendesah dan tanpa sadar memberikan akses pada lidah Chanyeol untuk masuk dan mengeksplor bagian dalam mulutnya sebelum lidah pimpinan Alderth itu bertemu dengan lidah si mungil dan mulai beradu bersama. Saling membelit, menjilat dan mengecap merasakan sensasi manis yang menguar.

"mmh…", desah Baekhyun sembari salah satu tangan mungilnya tanpa sadar mengelus dada berotot sang kekasih yang telanjang.

Sensasi itu seolah membuat suasana diantara mereka semakin panas, tetapi sang raja memutuskan sudah saatnya mereka berhenti. Sehingga dengan lembut ia menghisap bibir bawah Baekhyun untuk terakhir kali sebelum melepaskannya. Hal ini membuat si lelaki mungil akhirnya menghirup nafas dengan serakah untuk paru-parunya. Semburat merah kentara sekali di wajah manis itu.

"belum saatnya aku melakukan ini sayang, ketika aku memilikimu nanti, aku akan memilikimu seutuhnya. Dan aku akan melakukannya disaat yang tepat. Sekarang, kau harus beristirahat. Aku yakin Kyungsoo akan memberikanmu banyak materi lagi besok", Ucap sang raja, bibir nya kemudian memberikan ciuman sayang di kening calon ratu Alderth itu.

Anggukan Baekhyun berikan sebelum ia kembali membelakangi Chanyeol, membuat sang raja mengeratkan pelukannya dan berbisik, "selamat malam ratuku, aku sangat mencintaimu".

Perlahan Baekhyun menggigit bibirnya sebelum dengan pelan membalas ucapan raja.

"aku juga mencintaimu, rajaku. Selamat malam".

Setelah itu, sepasang iris yang ada diruangan tersebut terpejam dan tidak lama kemudian, alam mimpi menjemput mereka.

...

"Aku yakin, ia hanyalah seorang yang gila harta. Ia tidak akan bisa lolos prosesi ini! Aku bertaruh. Bahkan ia tidak bisa membaca. Tidak lama lagi raja akan sadar bahwa ia hanya pembawa sial bagi kerajaan ini".

"Akupun juga berfikiran begitu. Kau tidak dengar? Kemarin beberapa pelayan yang ikut merangkai bunga dengan lelaki itu dan yang mulia ibu suri mengatakan, rangkaian bunga yang ia buat bahkan tidak serasi. Cih aku yakin, ia tidak tahu apa-apa mengenai bunga. Hah dasar lelaki kampungan!".

Tawa mereka kemudian membahana memenuhi ruangan tempat merangkai bunga untuk acara Alyssum of The Throne. Sayangnya, kedua pelayan itu tidak menyadari bahwa ada sosok lelaki cantik mungil yang sedari tadi mendengar pembicaraan tidak pantas itu.

Ini pertama kalinya bagi Baekhyun mendengar ada pelayan yang membicarakannya seperti itu, sebenarnya ia sudah bisa memprediksi hal seperti ini akan terjadi mengingat dirinya hanyalah rakyat biasa. Tentu banyak yang berfikir ia tidak cocok bersanding dengan orang nomor satu Alderth. Sekuat tenaga, Baekhyun menahan air matanya agar tidak jatuh. Ia sudah berjanji akan kuat apapun yang terjadi, dan itulah yang akan Baekhyun lakukan.

BRAK! "KALIAN! SUDAH CUKUP AKU MEMBIARKAN KALIAN BERBICARA SEPERTI ITU MENGENAI YANG MULIA", suara gebrakan pintu serta teriakan Kyungsoo tepat di belakang Baekhyun membuat semua orang diruangan itu menoleh kaget. Terutama dua pelayan wanita yang melihat sosok Baekhyun berdiri disana. Ditambah kemarahan kepala pelayan sayap barat yang jelas ditujukan kepada mereka. Sorot wajah mengejek yang sedari tadi terpampang di wajah dua wanita itu berganti dengan ekspresi terkejut serta takut yang nyata.

"y…yang mulia", ujar Kyungsoo begitu menyadari Baekhyun ada disana, dan ia yakin calon ratu Alderth itu sudah mendengar semuanya.

Perlahan tangan Baekhyun terangkat, isyarat kepada Kyungsoo agar ia diam sebelum kakinya melangkah mendekati dua pelayan wanita yang kini sudah menunduk ketakutan. Takut dengan apa yang akan diperbuat calon ratu Alderth kepada mereka.

"Kalian salah, tidak seharusnya bunga red spider lily digabungkan dengan pink rose. Memang warnanya serasi jika dipadukan, tetapi red spider lily adalah symbol kematian, dan pink rose merupakan symbol kebahagiaan. Sangat tidak etis menggabungkan kedua unsur itu menjadi satu buket. Jika ingin menggunakan bunga berwarna merah, kalian bisa memilih tulip merah ini, yang berarti kepercayaan atau pernyataan cinta. Jika digabungkan dengan mawar merah muda artinya rangkaian bunga ini akan membawa kebahagiaan bagi mereka yang menerimanya. Tidak selamanya warna dan bentuk bunga itu menjadi fokus utama dalam merangkai buket yang sempurna. Pahamilah maknanya, karena selain indah bunga juga merupakan symbol atau komunikasi non-verbal yang ingin seseorang sampaikan pada orang lainnya", Ucap Baekhyun sembari tangannya dengan telaten menata ulang rangkaian bunga yang awalnya sudah dibuat oleh kedua pelayan itu. Wajahnya tidak menampakkan emosi apapun.

Mendengar penjelasan Baekhyun, semua orang diruangan itu saling melirik dan kemudian fokus pada dua pelayan yang sekarang sudah mati kutu tersebut.

"jika kalian tidak bisa membaca, kalian bisa bertanya pada orang yang mengerti bunga. Aku tidak mau di istana ini terdapat rangkaian bunga yang nantinya membawa masalah atau merusak citra kerajaan Alderth dimata kerajaan lain", senyuman manis timbul di wajah calon orang nomor dua Alderth itu, sebelum ia berbalik dan keluar dari ruangan.

Kyungsoo membungkuk kepada junjungannya sebelum tersenyum lebar kearah pelayan yang ia kenal bernama Helena dan Luis itu. Ia tidak akan memaafkan mereka kali ini.

"oh tidakkah kalian pikir yang mulia terlalu baik pada mereka? Sayang sekali, aku bukanlah beliau yang berhati baik. Jadi Helena dan Luis, segera temui tuan Herbert untuk mengurus kepindahan kalian ke Falkirk", ucap Kyungsoo.

Seketika rahang kedua pelayan itu jatuh dan air mata sudah mulai menggenang dimatanya. Tetapi tentu saja, Kyungsoo tidak peduli. Mereka sudah keterlaluan.

"dan untuk yang lainnya, jika kalian tidak ingin mengalami hal yang sama dengan kedua orang ini, berhati-hatilah dalam berbicara. Lanjutkan pekerjaan kalian", final Kyungsoo, sebelum ia berbalik keluar untuk menemui Baekhyun. Kyungsoo yakin, lelaki cantik itu pasti sangat sedih sekarang.

...

"yang mulia?", ucap Kyungsoo begitu pintu ruangan rose chamber sudah terbuka dan menampakkan punggung mungil Baekhyun yang bergetar membelakangi dirinya.

Perlahan Kyungsoo berjalan mendekat dan dengan hati-hati memberikan usapan pada pundak Baekhyun. Mungkin kalian akan mengira sebenarnya tidak pantas bagi pelayan melakukan ini pada anggota keluarga kerajaan. Tetapi, di hari pertama Baekhyun tiba di Rissingshire, lelaki manis itu sudah memberikan senyuman cantik dan mengajaknya berteman. Sejak hari itu, Kyungsoo berjanji akan selalu berada di samping Baekhyun dan melindunginya.

"a…aku tidak apa Kyung", ucap Baekhyun pelan.

Tentu saja ia berbohong, lelaki mungil tersebut kenapa-kenapa dan Kyungsoo tahu itu.

"Baek, aku tahu mungkin jalanmu disini tidak akan mudah. Tetapi percayalah, ada yang mulia raja, yang mulia ibu suri, penasihat Kim, jenderal Oh, dan tentu saja aku yang akan selalu membelamu. Kami akan selalu ada untukmu. Jika hari terasa sulit nanti, jangan segan untuk bercerita padaku. Aku bersumpah atas nama dewa dan kerajaan Alderth, aku mengabdi kepadamu sejak hari pertama kita bertemu. Aku bersumpah akan melindungimu dan menemanimu, menjadi sahabat dan keluargamu disaat kau membutuhkanku".

Mendengar itu, Baekhyun langsung berbalik, membiarkan matanya yang basah terlihat oleh Kyungsoo. Sebelum tangannya memeluk Kyungsoo dan membenamkan wajah di perut lelaki bermata bulat itu. Membuat si kepala pelayan sayap barat itu tersenyum lalu mengelus surai terang milik Baekhyun

"Kyung… apakah benar aku tidak pantas? Benarkah kau yakin raja melakukan ini tidak karena aku telah menyelamatkan nyawanya?", ujar Baekhyun pelan.

Dengan hati-hati, Kyungsoo melepaskan pelukan Baekhyun dan berjongkok dihadapan calon ratu Alderth itu. Kedua tangannya menggenggam erat tangan lelaki cantik itu.

"dengarkan aku Baek, Yang mulia raja adalah orang paling dingin, cerdas, dan logis yang pernah kutemui. Jika itu hanya rasa terimakasih, mungkin beliau akan memberimu rumah atau bahkan membangunkanmu toko di Rissingshire seperti mimpimu. Selama ini, aku tidak pernah melihat beliau seperti ini. Ia sangat sangat jatuh hati padamu Baek. Pertama kalinya aku melihat beliau rela menempuh perjalanan dari Vaisea ke Alderth dalam sehari hanya karena tidak mau berpisah lama denganmu. Dan ingin mendampingimu bersiap untuk prosesi Alyssum of The Throne besok. Percayalah padanya Baek. Beliau memilihmu pun tentu tidak hanya karena beliau sangat mencintaimu. Tetapi sudah pasti ada pertimbangan-pertimbangan yang sudah beliau pikirkan sehingga ia berani menikahimu dan menjadikanmu ratu Alderth", ucap Kyungsoo sembari tangannya terulur untuk mengusap air mata lelaki cantik dihadapannya. Ia terlihat sangat lemah dan menyedihkan, membuat Kyungsoo rasanya ingin menangis juga.

"Aku hanya, aku takut aku tidak bisa membuatnya bahagia dan malah mengecewakannya".

"Kau adalah orang yang cerdas, baik hati, dan lelaki paling cantik yang pernah kutemui. Mereka akan menyukaimu. Kau akan berhasil melakukan prosesi besok. Aku yakin. Percayalah pada dirimu sendiri Baek. Kau bisa melakukannya", kekeh Kyungsoo yang akhirnya mendapat anggukan dari Baekhyun. Senyuman manis kembali merekah di bibirnya.

"Kyung, bisakah kau tidak memberitahu raja soal kejadian tadi? Aku takut beliau akan memberi hukuman kepada mereka", ucap Baekhyun.

"tentu saja aku tidak akan memberitahu raja, karena aku sudah memberi hukuman untuk mereka. Menjadi budak cuci di Falkirk tidak buruk kan?", ujar Kyungsoo dibarengi dengan senyuman lebar. Yang kemudian membuat Baekhyun membelalak kaget.

"yatuhan! Budak cuci adalah kasta terendah di kerjaan kita Kyung. Tidakkah itu terlalu berlebihan? Lagipula mungkin mereka berkata begitu karena belum percaya padaku. Aku yakin seiring berjalannya waktu mereka akan mempercayaiku".

"ah tentu tidak! Istana Etuviel tidak membutuhkan penggosip, melainkan mereka yang berkualitas dan sopan. Lagipula biarkan itu menjadi pelajaran bagi yang lain agar berhati-hati dalam berbicara".

Mendengar itu, Baekhyun hanya menghela nafas dan mengangguk. Ia tidak dapat berbuat apa-apa. Lelaki mungil itu hanya berharap kejadian seperti ini tidak perlu terulang lagi.

Tok Tok

"permisi yang mulia, maaf mengganggu waktu anda. Tuan Milton Miller sudah tiba untuk melakukan fitting pakaian yang akan anda kenakan besok. Apakah saya bisa membiarkannya menemui yang mulia sekarang?", ujar suara diluar sana yang menginterupsi percakapan hangat antara Baekhyun dan Kyungsoo.

Mereka berdua saling menatap sambil akhirnya terkekeh pelan. Benar, hari ini akan menjadi hari yang sibuk. Tidak ada waktu lagi untuk bersantai dan menangis seperti ini.

"aku tidak akan mengijinkanmu terlihat sembab besok! Jadi berhentilah menangis oke?", peringat Kyungsoo. Baekhyun hanya terkikik pelan sambil mengangguk dan mengusap bersih sisa air mata yang ada di wajahnya.

"Tentu saja! Biarkan ia masuk", ujar Baekhyun dengan nada ceria sebelum ia beranjak berdiri didepan kaca dan Kyungsoo berjalan cepat untuk membuka pintu.


Etuviel Palace (Velvet Main Hall), February 23, 1850

Velvet main hall terletak di bagian utama istana, hiasan dinding dan karpetnya semua berwarna merah gelap dengan beberapa aksen emas, warna utama kerajaan Alderth. Ruangan luas ini biasanya digunakan untuk acara-acara penting seperti upacara pernikahan anggota kerajaan, pesta dansa, jamuan makan malam, pengangkatan raja dan ratu serta acara-acara penting lainnya.

Hari ini prosesi Alyssum of The Throne akan dilaksanakan, seluruh lord yang berjumlah 25 orang sudah berkumpul dan beberapa perwakilan rakyat seperti kepala sekolah atau pimpinan lainnya pun ikut hadir. Mereka sudah siap untuk menilai apakah calon yang diajukan oleh raja menjadi pendampingnya akan pantas memimpin Alderth atau malah sebaliknya. Wajah orang-orang tersebut tampak serius, membuat si pemeran utama dalam prosesi ini semakin gugup ketika mengintip dibalik tirai.

Berkali-kali Baekhyun berjalan kesana kemari dengan gugup sambil meremat tangannya sendiri. Jantungnya seakan lepas memikirkan bagaimana ia akan berdiri dihadapan orang-orang menyeramkan itu. Semuanya diperparah dengan sang raja yang sejak kemarin menghilang entah kemana dan tidak bisa ia temui sama sekali. Bahkan, hingga detik ini Baekhyun masih tidak melihat tanda-tanda kedatangan raja. Benar-benar membuatnya khawatir.

"jangan gugup Baek, kau sangat memukau. Mereka pasti menyukaimu", ucap ibu suri sembari menangkup pipi calon menantunya itu. Sesekali jemari itu ia gunakan untuk memindahkan anak rambut Baekhyun ke tempat yang seharusnya.

Memang benar, hari ini Baekhyun terlihat sangat sangat sangat memukau. Setelan jas berwana hijau zamrud terlihat pas di tubuh mungilnya. Bagian jas dihiasi dengan Swarovski berbagai warna yang membentuk ukiran-ukiran indah. Kemeja putih sutera dengan pita besar di bagian tengah kerah melengkapi satu set jas mahal itu. Jika kalian tahu, Baekhyun sendiri lah alasan utama kenapa pakaian itu bisa menjadi sangat memukau. Rambut berwarna terangnya ditata rapih menutupi kening, tetapi mata indahnya tetap terlihat. Sapuan riasan tipis yang dilakukan Kyungsoo menambah kecantikan di wajah calon ratu Alderth itu menjadi berkali-kali lipat. Semua orang yang sudah melihat penampilan Baekhyun pagi itu yakin, para lord akan terpukau.

"yang mulia, sudah waktunya", ucap jenderal Oh yang mengintip dari balik tirai.

Perlahan Baekhyun memejamkan mata dan mengembuskan nafas panjang untuk memantapkan hatinya. Setelah merasa siap, kemudian ia mengangguk serta memeluk ibu suri dengan erat. Tepukan dan usapan lembut ibu suri berikan pada punggung lelaki mungil itu.

"kau pasti bisa melakukannya", bisik ibu suri. Diujung ruangan, Kyungsoo mengangguk sambil mengepalkan tangannya untuk memberi semangat. Sedangkan Yoora dengan sayang mengelus bagian belakang kepala Baekhyun.

Kedua belah bibir merah Baekhyun tertarik membentuk senyuman manis, ia memutuskan inilah saatnya ia keluar dari balik tirai dan membuktikan bahwa dirinya pantas.

Sejak prosesi dimulai sekitar dua jam lalu, Baekhyun tidak henti-hentinya membuat para lord tersenyum kagum. Bahkan beberapa dari mereka terang-terangan bertepuk tangan ketika Baekhyun selesai melakukan praktek etika yang sudah diajarkan oleh Kyungsoo. Baekhyun bersyukur meskipun dirinya gugup, semua yang dia hafalkan dan pelajari tidak mendadak hilang begitu saja. Ia bahkan sangat terkejut dengan dirinya sendiri yang sebelumnya tidak pernah berdansa, dapat berdansa dengan lancar tanpa menginjak kaki jenderal Oh sama sekali. Well, seharusnya Chanyeol yang berdansa dengannya, tetapi raja muda itu masih belum terlihat sehingga Sehun lah yang menggantikan. Sebenarnya Baekhyun kecewa, tetapi ia berusaha mengerti mungkin Chanyeol memiliki acara penting yang tidak bisa ditinggal.

Bagian kedua yang harus Baekhyun lakukan adalah membaca. Calon ratu Alderth diharuskan bisa membaca, dan di hadapan para lord ia harus membaca bagian favorit dari buku yang paling sering dibacanya. Kini, Baekhyun sedang berdiri di depan meja tinggi dengan buku Hamlet yang terbuka lebar dihadapannya. Untuk terakhir kali, matanya menatap ke sekeliling ruangan, beberapa lord tampak menunggu, dan beberapa lainnya tampak mengintimidasi.

Perlahan, Baekhyun menghembuskan nafas dan tersenyum kemudian mulai fokus pada buku dihadapannya.

"Ini sudah ke sepuluh kalinya saya membaca Hamlet. Hamlet adalah hadiah pertama yang nenek berikan ketika saya baru bisa membaca. Dan menjadi favorit saya setelahnya", ucap Baekhyun yang ia akhiri dengan senyuman.

Kemudian, dengan lancar Baekhyun membacakan bagian yang paling ia sukai dimana Ophelia diberitahu oleh sang kakak, Laertes bahwa sesungguhnya ia tidak setuju dengan Ophelia yang mencintai Hamlet. Laertes memperingatkan Ophelia bahwa Hamlet terlalu tinggi untuk ia raih. Selain bertanggung jawab untuk dirinya, Hamlet juga mengemban tugas untuk negaranya. Laertes meminta sang adik untuk menyadari posisinya yang jauh dibawah Hamlet.

Sejak ia bertemu Chanyeol, setiap kali Baekhyun membaca bagian ini, air matanya akan turun. Sekilas ada kesamaan cerita dengan dirinya, dan itu membuat Baekhyun dirundung keraguan bahwa dirinya mampu dan layak untuk sang raja.

Kali ini pun, air matanya turun. Membuat para lord dan perwakilan rakyat saling menoleh dan beberapa terdiam seperti mendalami cerita yang ia bacakan. Baekhyun hanya membaca seperti biasa, tetapi entah kenapa terdengar seperti sedang membacakan puisi di telinga mereka.

Perlahan Baekhyun menutup buku dan membungkuk hormat kepada para lord. Ia memutuskan untuk kembali kedalam dan mengusap air matanya. Ia harus menenangkan diri untuk bagian terakhir dari prosesi ini. Sejauh ini Baekhyun merasa lord tidak terlihat membencinya, dan itu pertanda bagus. Ia berharap di bagian terakhir nanti mereka akan menyukai penampilan yang akan ia bawakan.

Nyatanya, begitu 30 menit berlalu dan Baekhyun sudah dipanggil keluar oleh Sehun. Ia bahkan belum merasa tenang. Membaca Hamlet serta menangis dihadapan para lord seperti menghilangkan semua kepercayaan dirinya. Hatinya dilingkupi kesedihan serta ketidakyakinan. Baekhyun benar-benar membutuhkan Chanyeol sekarang.

Dengan langkah gontai, Baekhyun berjalan keluar dari balik tirai. Meskipun begitu kepalanya tetap menatap lurus kedepan dengan percaya diri. Senyumannya masih lebar, tetapi binar di matanya sedikit redup.

Perlahan, Baekhyun melangkahkan kaki menuju grand piano berwarna putih yang sudah diletakkan di tengah bagian depan hall. Ia mendudukkan dirinya sebelum kembali memejamkan mata sejenak. Berharap ketika membuka mata, Chanyeol berdiri di hadapannya.

Tetapi sayang sekali, ketika ia membuka mata Chanyeol masih tidak ada disana. Baekhyun tidak dapat melakukan apapun selain pasrah dan memutuskan memainkan lagunya sekarang. Semakin cepat selesai, semakin baik.

Perlahan tangan lentik itu menari diatas tuts piano, menimbulkan rangkaian nada yang sangat indah dan menenangkan di telinga.

"Every night I lie in bed
The brightest colors fill my head
A million dreams are keeping me awake
I think of what the world could be
A vision of the one I see
A million dreams is all it's gonna take
A million dreams for the world we're gonna make"

Suara Baekhyun mengalun indah bersamaan dengan nada yang keluar dari piano, membuat ibu suri, puteri Yoora dan Kyungsoo yang berada di balik tirai tersenyum senang. Yoora bahkan memekik senang mendengar suara indah calon adik iparnya itu. Sehun yang berdiri di depan tirai pun tidak ketinggalan, wajah datarnya sudah berubah dihiasi senyuman simpul yang tampan.

"However big, however small
Let me be part of it all
Share your dreams with me
You may be right, you may be wrong
But say that you'll bring me along
To the world you see
To the world I close my eyes to see
I close my eyes to see"

Sudah akan mencapai bagian akhir lagu, tetapi air mata Baekhyun kembali menggenang di pelupuk matanya. Sesungguhnya lelaki mungil itu merasa kecewa karena orang yang seharusnya mendengarkan lagu ini tidak hadir disana. Benar, Baekhyun menyanyikan lagu ini untuk sang raja, meyakinkan sang raja bahwa lelaki mungil itu akan mengikuti orang nomor satu Alderth itu kemanapun ia pergi.

Luapan perasaan yang begitu hebat membuat Baekhyun memejamkan mata dan mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya untuk melanjutkan lagu yang ia nyanyikan. Berusaha menekan tangisan kecewa yang sudah hampir keluar. Tetapi, baru saja bibirnya terbuka, suara lain terdengar. Suara yang sangat familiar di telinganya. Sehingga, perlahan lelaki cantik itu membuka mata, dan ia menemukan sosok sang raja sedang berdiri di hadapan grand piano itu sembari menggenggam sebuket besar bunga mawar merah. Jika dikira-kira jumlahnya bisa lebih dari 500 tangkai. Bibir manis favorit Baekhyun itu sedang mendendangkan lagu yang sama.

"Every night I lie in bed
The brightest colors fill my head
A million dreams are keeping me awake
A million dreams, a million dreams".

Meskipun sempat tercengang beberapa saat mendengar suara berat itu mengalun lembut, Baekhyun langsung memahami sorot mata sang raja yang memberinya isyarat untuk melanjutkan.

"I think of what the world could be
A vision of the one I see
A million dreams is all it's gonna take
A million dreams for the world we're gonna make"

Kemudian, suara mereka berdua seperti membaur bersama membentuk harmoni yang sangat indah. Membuat siapapun disana tersenyum dan tercengang. Sejujurnya kaget mengetahui bahwa sang raja yang terkenal dingin dan tidak memiliki emosi itu bisa bernyanyi.

Melihat tatapan dalam dari Chanyeol membuat Baekhyun sudah tidak dapat menahan perasaan bahagianya lagi. Sehingga dengan segera ia menyelesaikan permainan pianonya dan berdiri untuk berjalan mendekat kearah sang raja. Jarak mereka hanya terpisah oleh buket bunga itu sekarang, kedua pasang iris itu saling menatap dalam, menyelami perasaan masing-masing.

"For the world we're gonna make"

Bersamaan dengan kedua anak adam itu menyelesaikan lirik lagunya secara bersamaan, seorang lord yang diketahui bernama Suho, berdiri dari tempat duduknya dan bertepuk tangan dengan keras. Membuat semua yang ada diruangan itu ikut berdiri dan bertepuk tangan. Riuh suara tepuk tangan memenuhi ruangan itu, Baekhyun mengakhiri penampilannya dengan membungkuk dihadapan para lord, dan Chanyeol yang melambaikan tangannya seperti yang biasa ia lakukan. Para lord dan wakil rakyat menerimanya. Terlihat dari betapa keras dan riuhnya tepukan tangan itu.

"untukmu", ujar sang raja sembari mengulurkan buket yang sangat besar itu. Baekhyun menerimanya dengan malu-malu.

Semburat merah yang muncul di pipi mulus Baekhyun membuat sang raja tidak bisa menahan dirinya lagi lebih lama dan memutuskan untuk menarik si mungil kedalam pangutan bibir yang mesra.


Etuviel Palace, March 10, 1850

"Saya mengambil engkau Byun Baekhyun menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Tuhan, dan inilah janji setiaku yang tulus".

Tepat 14 hari sudah berlalu sejak hari dimana Baekhyun melakukan prosesi Alyssum of The Throne di ruangan ini dan kini ia sudah mengucapkan janji sucinya dengan sang raja. Mereka berdiri berhadapan didepan pendeta serta disaksikan oleh keluarga Danvers dan seluruh Lord serta beberapa rakyat yang mendapat kesempatan berharga untuk diundang menjadi saksi.

Setelan jas putih indah berbahan sutera membalut tubuh mungil itu dengan sempurna, di bagian luarnya Baekhyun mengenakan jubah merah yang menjuntai panjang di bagian bawahnya dengan ukiran-ukiran berwarna emas menghiasi jubah tersebut. Sebuket bunga mawar merah dan baby breath ia genggam dengan erat. Menekan perasaan gugupnya disana.

Sang raja juga tampak sangat tampan mengenakan setelan seragam kebanggannya. Mahkota besar dan berkilauan bertengger diatas rambut hitam legamnya yang ditata hair up. Sempurna adalah satu kata yang dapat menggambarkan kedua manusia itu.

Ketika tiba waktunya Baekhyun mengucapkan janjinya, perlahan ia mendongak dan menatap dalam ke mata sang raja. Berusaha menghilangkan rasa gugupnya.

"Saya mengambil engkau King Edmund Danvers menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Tuhan, dan inilah janji setiaku yang tulus".

Senyuman tampan menghiasi wajah sang raja mendengar lelaki yang kini menjadi suaminya itu mengucapkan ikrar pernikahan dengan lancar dan tanpa keraguan.

"dengan ini saya menyatakan kalian menjadi sepasang suami yang sah dimata Tuhan dan seluruh saksi yang ada diruangan ini. Serta dengan ini Tuan Byun Baekhyun dari Erith, resmi menjadi Aidyn Danvers The 6th, Queen of Alderth", tepukan lalu memenuhi ruangan itu. Ibu suri bahkan sudah menghapus air matanya dengan sapu tangan miliknya. Semuanya terlihat bahagia. Senyuman bangga mengembang di bibir Kim Jongin dan Oh Sehun.

Tepukan yang riuh akhirnya berubah menjadi suitan-suitan menggoda ketika raja dan ratu Alderth itu berbagi ciuman manis mereka sebagai pasangan suami untuk pertama kali.

...

"Apakah kau siap ratuku?", ujar sang raja yang dibarengi dengan mempererat genggaman tangannya pada sang ratu.

Anggukan menjadi jawaban Baekhyun sebelum pintu balkon di menara tertinggi di istana Etuviel terbuka. Teriakan dan suara riuh rakyat Alderth yang sudah berkumpul seketika terdengar dengan jelas.

Sang raja menggandeng ratunya dengan bangga keluar dari ruangan dan berdiri di ujung balkon, tersenyum sambil melambaikan tangan mereka.

"LONG LIVE THE KING! LONG LIVE THE QUEEN! LONG LIVE THE KING! LONG LIVE THE QUEEN!", beriringan dengan teriakan serempak rakyat Alderth, kedua insan itu kembali berbagi pangutan bibir manis yang membuat semua orang disana berteriak bahagia kemudian.

To Be Continued

HOLAA ada yang kangen sama aku? /dih siapa lo (dalam hati kalian)/

ehehe maaf ya updatenya lamaa, masih harus istirahat kemarin. But i'm totally fine now! YUHUU. BTW makasih banyak yang udah ucapin cepet sembuh kemarin sumpah sayang banget sama kaliaan! udah mau baca, fav, follow, review. Pokoknya loveeee /kecup virtual yang lalu dielap sama kalian/ :(

Anyway makasih banget sama kak Valbi yang selalu membimbingku dalam tiap reviewnya! pokoknya sayang sekalii sama kak Valbi 3 ehehe..

Oke sudah segitu duluu pidatonya! selamat membaca! jangan lupa review ya, review kalian sungguh berarti bagiku 3