"Mountains and valleys, and all that will come in between
Desert and ocean
You pulled me in and together we're lost in a dream
Always in motion"

WARNING MATURE SCENE AHEAD.

Do Not EDIT and REPOST.


Etuviel Palace, March 15, 1850

"Aidyn Danvers, apakah anda bersungguh-sungguh berjanji serta bersumpah untuk memimpin rakyat Alderth, menurut undang-undang di parlemen yang sudah disepakati dan dengan hukum serta adat kebiasaan? Akankah anda dengan segala kekuasaan yang menaungi akan melibatkan hukum, keadilan, dan pengampunan dalam setiap keputusan? Serta bersedia menjadi ratu yang bisa menjadi contoh dan memberikan pembelajaran kepada mereka yang membutuhkan?", Ucap pendeta.

Dihadapan mereka, pasukan militer berseragam sudah berbaris saling berhadapan dengan rapih. Para bangsawan Alderth berkumpul dan tampak antusias menyaksikan pesta pengangkatan resmi ratu ke enam mereka.

Hari ini adalah hari pengangkatan resmi Baekhyun sebagai seorang ratu. Sejak tadi pagi, ia sudah sangat gugup, tetapi kali ini ada sang raja yang terus menempelinya dan memberikan kata-kata manis. Sedikit membuat Baekhyun merasa lebih tenang. Berkali-kali sebelum ia memasuki velvet hall, Baekhyun menarik-narik jubah panjang merahnya yang menjuntai. Serta tiada henti menatap pantulan dirinya di kaca. Kyungsoo sudah berkali-kali mengatakan bahwa setelan jas sutera hitam itu terlihat pas di tubuhnya. Kilauan bros berbentuk mahkota besar yang tertempel di bagian tengah kerah kemeja putihnya seolah berlomba-lomba dengan wajah si pemakai untuk menunjukkan kecantikannya. Ditambah lagi jubah panjang tebal berwarna merah itu melengkapi keseluruhan penampilan glamor dan mahal sang ratu. Tetapi tetap saja, Baekhyun merasa gugup dan ia tidak bisa mengabaikan perasaan itu dengan mudah.

Hal-hal yang berkecamuk diotaknya adalah, bagaimana jika setelah ini ia akan mengacau atau salah dalam membuat keputusan dan banyak hal-hal buruk lainnya. Bagaimanapun sebelum ini, Baekhyun tidak pernah mendapatkan pengajaran intensif bagaimana menjadi seorang ratu. Tidak seperti sang raja yang sejak kecil sudah sangat familiar dengan hal-hal yang berbau memimpin rakyat.

Meskipun perasaan gugup seolah menelannya hidup-hidup, Baekhyun tetap berusaha tersenyum semanis mungkin dan menegakkan kepalanya. Berusaha menutupi perasaan yang membuncah itu. Disamping si mungil, sang raja berdiri tegap dengan mahkotanya yang berkilauan. Senyuman bahagia tidak meninggalkan wajah tampannya.

"ya, saya berjanji akan melaksanakannya", ujar Baekhyun mantap, dan bersamaan dengan itu kru pemain musik mulai memainkan lagu kebangsaan Alderth.

Mengiringi pemasangan mahkota di kepala Baekhyun. Mahkota besar berbahan emas berkilauan itu dihiasi dengan permata berwarna merah kualitas terbaik yang harganya tentu fantastis. Mereka yang disana setuju bahwa benda itu sangat cocok dengan ratu baru mereka.

Tepukan tangan meriah terdengar setelahnya. Baekhyun bangkit dari kursi dan menggandeng lengan sang raja. Isyarat bagi pasukan militer untuk menghentakkan kakinya, mengeluarkan pedang berkilauan yang ada di sisian tubuh mereka dan kemudian mengangkat pedang itu tinggi-tinggi seperti membentuk jalan bagi junjungan mereka.

Tepukan tangan meriah serta lagu kebangsaan Alderth mengiringi sang raja dan ratu yang melewati barisan tersebut. Senyuman cerah tidak lepas dari wajah keduanya. Hari itu, petualangan sang perangkai bunga dimulai


Rissingshire, March 25, 1850

Pasukan berkuda hitam berbaris rapih dan berjalan pelan membelah jalanan tengah kota Rissingshire. Seluruh rakyat sudah berkumpul di pinggiran jalan dengan antusias untuk bertemu dengan raja dan ratu mereka. Hari ini, pawai pengenalan sang ratu dilakukan untuk pertama kalinya. Hal ini bertujuan agar rakyat Alderth mengenali serta mengetahui bagaimana sosok yang akhir-akhir ini sering dibicarakan itu. Bendera kebangsaan Alderth dengan ukuran yang jauh lebih kecil berada di genggaman masing-masing orang yang berada di sana.

Rakyat yang sudah sejak pagi berada di sana langsung bersorak begitu terompet terdengar dan pintu gerbang utama istana terbuka lebar. Pasukan berkuda hitam berjalan maju, tepat dibelakang mereka berbaris sekitar 16 lelaki berseragam merah. Derap langkah mereka seirama dengan derap langkah para kuda gagah itu.

Sorakan yang sudah riuh itu, semakin bertambah volumenya ketika sepasang kuda putih mulai terlihat untuk memimpin barisan 8 kuda cokelat lainnya yang menarik kereta kuda dengan bagian atas yang terbuka, milik sang junjungan. Raja nampak menawan dengan seragam kerajaannya, mahkota besar itu berkilauan diterpa sinar matahari. Sedangkan sang ratu, yang untuk pertama kalinya terlihat, hampir membuat semua orang tercengang. Wajah cantik itu terlihat berseri-seri. Kemeja baby blue dengan pita besar di bagian tengah kerahnya seperti menonjolkan kulit putih sang ratu. Sama seperti raja, mahkota indah yang menghiasi rambut terang Baekhyun tampak berkilauan.

Sepasang pimpinan Alderth itu tersenyum sembari melambaikan tangannya untuk menyapa para rakyat. Bahkan sesekali mereka mengangguk untuk merespon teriakan beberapa warga yang dengan lantang memanggil nama mereka.

Jika satu tangan mereka sibuk melambai, dipangkuan sang raja, tangan mereka lainnya saling menggenggam dengan erat. Sesekali sang raja akan memberikan elusan lembut di punggung tangan Baekhyun. Usaha kecilnya untuk menenangkan si pujaan hati. Hal itu sepertinya membantu, karena bisa dilihat senyuman lebar sang ratu tidak lenyap sejak tadi.

Namun, setengah jalan mereka melewati rute pawai, sesuatu menarik perhatian Baekhyun. Seorang anak kecil dengan rambut blonde yang dikepang dua terlihat menunduk sedih. Dibelakangnya tiga anak lelaki yang tampak lebih tua tertawa mengejek di dekat telinga si anak kecil itu. Pemandangan ini membuat sang ratu tanpa berfikir dua kali langsung meminta sang kusir memberhentikan kereta mereka. Hal ini membuat seluruh barisan ikut berhenti.

"sayang? Ada apa?", bisik sang raja.

Didepan mereka, para prajurit yang berbaris saling menatap bingung. Begitupun dengan pasukan berkuda yang berada di belakang kereta mereka. Semuanya bertanya-tanya apa yang akan dilakukan sang ratu.

"percayalah padaku", ucap sang ratu dibarengi dengan senyuman manis yang terkembang di wajah cantiknya.

Perlahan ia melepaskan genggaman tangan mereka dan sang ratu melangkah turun dari kereta. Ia berjalan dengan anggun menuju tempat dimana segerombolan anak itu berdiri. Padahal lelaki mungil itu hanya berjalan seperti biasa, tetapi dimata para rakyat, mereka seperti melihat sang ratu sedang menari dengan indah. Semua karena pergerakan tubuh dan kakinya yang terlihat sempurna.

Dibelakang sana, sang raja membalikkan badan untuk melihat apa yang sedang dilakukan suaminya. Dari atas kereta, lelaki tampan itu hanya bisa terkekeh pelan begitu tahu kemana arah tujuan Baekhyun.

"hey, apakah kau tidak apa?", tanya Baekhyun.

Anggukan pelan menjadi jawaban dari si gadis kecil. Memicu senyuman manis di wajah sang ratu.

"apakah kau yakin? Kau bisa memberitahuku".

Tanpa kembali memikirkan tindakan dan statusnya, sang ratu berjongkok dihadapan gadis mungil yang tingginya hanya mencapai pinggang Baekhyun itu. Satu tangan si Baekhyun perlahan terulur untuk mengusap lembut surai blonde itu.

Semua rakyat yang ada disana melebarkan mata dan melongo melihat apa yang dilakukan oleh junjungan mereka. Pertama kalinya dalam sejarah Alderth, mereka melihat seorang ratu berjongkok, di jalanan, di hadapan semua rakyat.

"m…mereka menertawakan kakiku, mereka bilang aku manusia berkaki satu", ucapnya takut-takut.

Seketika Baekhyun mengerutkan keningnya dan melihat kebawah. Dan benar, si anak kecil cantik itu hanya memiliki satu kaki yang menyangga tubuhnya. Satu kakinya lagi disangga oleh besi yang dibagian bawahnya dipasang sepatu. Seperti sebuah kaki palsu.

Helaan nafas keluar dari bibir Baekhyun sebelum ia kembali mendongak dan tersenyum.

"mereka berbicara begitu karena mereka menganggap kau terlalu cantik. Mereka iri dengan kecantikanmu", kekehnya.

Perlahan, sang ratu bangkit dan menoleh kepada salah satu wanita dewasa yang berdiri disana.

"apakah anda orang tua anak ini?".

"tidak yang mulia, mereka adalah anak-anak yatim piatu yang bekerja untuk tuan Burke", ucap wanita itu dibarengi dengan bungkukan penghormatan kepada sang ratu.

"bekerja?", gumam sang ratu yang lebih ditujukan kepada dirinya sendiri.

Helaan nafas untuk kesekian kalinya kembali lolos dari bibir Baekhyun sebelum ia kembali menunjukkan senyuman lebar.

"siapa namamu, nak?".

"n…nama saya Lily, yang mulia".

"Lily, apakah kau mau menjadi seorang ratu dan menemaniku hari ini?", usapan lembut kembali Baekhyun berikan pada surai blonde itu.

"t…tidak bisa yang mulia, mereka akan menertawakanku", ujar Lily. Membuat hati orang nomor dua di Alderth itu tersentuh.

"tentu tidak. Kau adalah seorang ratu. Tidak ada yang berani menertawaimu. Nah sekarang… ah! Tuan, bisakah kau memberikan satu mahkota itu kepadaku", kekeh sang ratu sembari melambai pada salah satu pria yang sedang menawarkan mahkota mainan yang dijualnya.

Dengan semangat, pria tersebut berjalan menghampiri Baekhyun dan memberikan mahkota yang dimaksud. Mengulurkan benda tersebut sembari membungkukkan badannya dengan hormat.

Perlahan Baekhyun mengambil mahkota mainan berbahan emas itu dan memakaikannya di kepala si cantik Lily. Kemudian, sang ratu menoleh dan tersenyum kepada anak-anak perempuan lainnya yang sedang menyaksikan adegan manis antara Baekhyun dan Lily.

"apakah kalian semua mau menjadi ratu hari ini?", kekeh Baekhyun.

Anggukan menjadi jawaban mereka.

"kalau begitu pilihlah mahkota mana yang kalian mau dan segera pasangkan di kepala kalian, ya?", ujar sang ratu bersemangat. Sebelum kaki mungilnya ia bawa mendekat pada lelaki penjual mainan itu.

"aku yang akan mengurus pembayarannya nanti tuan".

"tentu saja, yang mulia".

Melihat itu, mereka mengerubungi sang penjual yang sibuk membantuk memberikan mahkota mana yang anak-anak itu inginkan. Dari kejauhan, senyuman tampan terkembang di bibir sang raja yang menyaksikan adegan itu tanpa terlewat sedikitpun. Bangga dengan apa yang dilakukan suaminya itu.

Ketika semua anak sudah terlihat memakai mahkota, Baekhyun tersenyum dan sesekali memuji mereka. Membuat semua yang menyaksikan kejadian itu terkagum-kagum melihat bagaimana perlakuan sang ratu pada anak-anak tersebut.

"menjadi ratu hari ini sangat mudah, kalian hanya perlu berjalan tegak, tersenyum dan melambai. Apa kalian mengerti?".

"ya!", teriak anak-anak itu serempak.

Kekehan lolos dari bibir sang ratu sebelum ia menggandeng tangan Lily. Kemudian bersama diikuti sebelas anak lainnya, Baekhyun berjalan kembali ke rombongan pawai.

Melihat itu, pasukan kuda kembali pada posisi tegap, diikuti rombongan dibelakangnya. "apakah kau berniat meninggalkan rajamu begitu saja?", ujar sebuah suara berat yang Baekhyun kira pemiliknya masih duduk dengan berwibawa di kereta.

Tetapi ia salah, sang raja kini berjalan di sampingnya dengan tegap. Satu tangan sang raja sedang menggandeng anak perempuan lainnya. Beberapa pekikan dari warga Alderth terdengar ketika melihat yang mulia raja menapakkan kakinya di jalanan kota dan memilih berjalan dengan sang ratu.

Baekhyun melebarkan matanya kaget lalu perlahan tertawa. Suaminya memang penuh kejutan.

"aku hanya tidak mau membuatmu berjalan kaki, yang mulia", ucap Baekhyun. Dengusan menjadi jawaban sang raja.

Sebelum lelaki tampan itu mengangguk pada Jenderal Oh yang sedang menoleh kearahnya, tanda untuk melanjutkan pawai mereka yang sempat tertunda.

Senyuman lebar terpampang di wajah kedua pimpinan Alderth itu. Satu tangan mereka menggenggam erat tangan milik anak-anak kecil itu serta satu tangan lainnya melambai pada rakyat yang bersorak dengan senang. Lily yang tadinya tampak takut, dengan ragu-ragu mengangkat tangan dan ikut melambaikan tangan. Sebelum akhirnya senyuman manis merekah di bibir mungil itu.

Hari itu, kalimat 'ratu dengan hati secantik bunga mawar' tersebar di seluruh penjuru kerajaan sebagai julukan baru ratu Alderth itu. Cerita bagaimana ia tidak gengsi berjongkok dan berjalan bersama anak-anak yatim tersebar luas. Sosok yang awalnya dipertanyakan kemampuannya itu, mulai mendapat cinta dari rakyatnya.


Etuviel Palace, April 3, 1850

Dentingan jam sebanyak sepuluh kali terdengar menggema di penjuru istana. Beberapa pelayan tampak sudah bersiap kembali ke tempat mereka beristirahat. Para penjaga dan pengawal beberapa sudah berganti shift untuk memulai tugas mereka menjaga malam. Meskipun begitu, sang raja yang diketahui sejak pagi mengunjungi desa Glimmerhelm untuk menyaksikan panen kentang terbesar di tahun ini, belum terlihat tiba di istana.

Seharusnya sang ratu menemaninya, tetapi Chanyeol meyakinkan bahwa lebih cepat jika ia pergi bersama Jillian dan ditemani oleh Sehun serta Jongin. Jadilah, sang ratu terjebak di istana dan menghabiskan waktunya mengajari para pelayan wanita untuk merangkai bunga.

"Kyung, menurutmu kenapa mereka belum kembali? Setahuku Glimmerhelm tidak terlalu jauh dari Rissingshire. Seharusnya mereka sudah tiba sejak tadi", ucap sang ratu sembari menatap teman sekaligus pelayan kepercayaannya yang sedang berdiri tepat di sampingnya.

"yang mulia, anda tahu jika tiga lelaki kelebihan kalsium itu pergi bersama, mereka tidak akan ingat waktu. Jadi jangan heran jika sampai sekarang batang hidung mereka belum tampak. Benar bukan Jaehwan?".

Kekehan menjadi jawaban sang kepala pelayan baru sayap barat, lelaki itu sedang fokus menuangkan air hangat ke baskom yang digunakan untuk menghangatkan telapak kaki sang ratu. Salah satu ritual malam lelaki mungil itu akhir-akhir ini sebelum tidur.

"Yang mulia raja mungkin sedang dalam perjalanan. Jangan khawatir yang mulia", ucap Jaehwan akhirnya. Tangannya dengan lihai memberikan pijatan ringan pada telapak kaki sang ratu.

Sejak pengangkatan Baekhyun, Chanyeol memutuskan untuk menunjuk Kyungsoo juga menjadi pelayan utama sang ratu. Sehingga jabatannya sebagai kepala pelayan sayap barat diserahkan pada Jaehwan. Seorang lelaki humoris yang selalu tersenyum. Tidak membutuhkan waktu lama, sang ratu sudah akrab dengan lelaki tampan itu. Jika Kyungsoo akan menatap tajam pada Jaehwan jika humor nya terlalu aneh, sang ratu akan tetap terkekeh manis menanggapinya. Menurut Jaehwan, lelaki mungil cantik itu adalah ratu terbaik yang pernah ada di Alderth. Sehingga ia berharap, sang raja yang dulunya dikenal pecinta wanita itu tidak akan menyakiti hati junjungannya. Karena jika ya, selain Kyungsoo, Jaehwan juga akan menjadi salah satu yang memasang badan untuk melindungi sang ratu.

"sudah Jaehwan, kau beristirahatlah", ucap Baekhyun akhirnya ketika dirasa kaki lelahnya sudah lebih baik.

Mendengar itu, Jaehwan langsung berdiri dan membungkuk hormat pada sang ratu sebelum beranjak keluar dari Eagle Room. Meninggalkan Kyungsoo yang masih setia berdiri di samping sang ratu.

"tidurlah yang mulia, saya akan menemani anda".

"tidak Kyung, aku akan menanti Edmund dan memberikan tarikan pelan di telinganya jika memang ia lupa waktu karena bersenang-senang dengan Jongin dan Sehun", jawab sang ratu. Perlahan menyandarkan punggungnya di sofa single mahal yang empuk itu.

Kyungsoo terkekeh mendengarnya, sang ratu hanya akan memanggil sang raja dengan 'Edmund', jika ia merasa teramat kesal pada suami tingginya itu. Dan sekarang adalah salah satu contohnya.

"saya akan membangunkan anda jika yang mulia raja Edmund sudah tiba".

Baekhyun merasa, melawan Kyungsoo itu mendekati mustahil jadi lebih baik ia memejamkan mata dan merasakan hangat dan nyamannya air yang merendam kakinya itu. Berpura-pura tidur agar sahabatnya tidak terus mengomel.

Beberapa menit berlalu dengan hening. Sedikit lagi Baekhyun akan masuk untuk mengarungi mimpinya jika saja tidak ada suara-suara menyebalkan yang tiba-tiba saja merusak keheningan itu.

"kyung, suara apa itu", gumam sang ratu yang masih membiarkan mata indahnya terpejam.

TAK

TAK

TAK

"Kyung?".

TAK

TAK

Karena tidak kunjung mendapat jawaban dari si lelaki bermata lebar itu, akhirnya dengan berat hati Baekhyun membuka mata dan menatap ke sekeliling kamar.

Benar saja, Kyungsoo yang sejak tadi berada di sampingnya kini berpindah posisi berada di balkon luas Eagle room. Pantas saja ia tidak merespon panggilan sang ratu.

Erangan pelan Baekhyun keluarkan ketika dengan terpaksa ia membangkitkan tubuhnya untuk turun dari sofa. Ia membiarkan kaki basahnya menapak pada karpet begitu saja dan berjalan menuju balkon. Ingin menyaksikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi disana.

"Kyungsoo, ada apa?", ucapnya lagi.

Pertanyaan Baekhyun membuat si pelayan bermata bulat itu menoleh kaget dan tersenyum lebar setelahnya.

"lihatlah kebawah yang mulia".

Kening Baekhyun berkerut mendengar itu, tetapi tetap saja kakinya melangkah mendekati pinggiran balkon untuk melihat secara langsung apa yang dimaksud Kyungsoo.

Dan begitu mata indahnya menatap ke bawah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari balkon Eagle room, kekehan menjadi respon sang ratu.

Ia melihat rajanya sedang berdiri dibawah sana, disamping kiri dan kanannya terdapat Jillian dan Jasmine yang sedang asik memakan rumput liar yang tumbuh disekitar taman. Pakaian resmi yang ia gunakan tadi pagi sudah berganti dengan kemeja putih yang bagian lengannya digulung sampai ke siku. Tiga kancing teratasnya sudah terbuka, membuat dada berotot itu sedikit mengintip. Bahkan di waktu semalam ini, sang raja masih terlihat sangat menawan.

"selamat malam yang mulia ratu, sudikah anda berkuda bersama hamba di malam indah yang dipenuhi bintang-bintang ini?", ucap sang raja sembari membungkukkan badannya, kemudian tersenyum tampan pada suami mungilnya.

Kyungsoo setengah mati menahan tawa mendengar kata-kata puitis yang sebenarnya sangat bertolak belakang dengan image yang sudah melekat pada sang pimpinan Alderth itu.

"Maaf tuan, saya sedang menanti suami saya yang sejak pagi mengunjungi Glimmerhelm dan tidak kunjung kembali hingga sekarang", sindir Baekhyun.

Satu hal yang Chanyeol pelajari seiring berjalannya waktu hidup bersama si lelaki mungil, bahwa sebenarnya Baekhyun sedikit memiliki sisi galak yang memang tidak sering ia tunjukkan. Si lelaki manis dengan binar-binar cahaya imajiner yang melingkupinya itu akan menjadi sarkastik jika ia sangat kesal akan suatu hal. Momen itu memang sangat jarang terjadi, tetapi ketika si mungil sedang dalam mode sarkastik, sang raja malah akan menjadi gemas berlebihan dan menghujani ciuman ke seluruh wajah suami mungilnya tanpa ampun.

"Oh, lupakan saja suami menyebalkanmu itu dan pergilah bersama saya yang mulia. Biarkan ia tidur sendirian dan kedinginan sampai mati malam ini", goda sang raja yang hanya direspon dengan dengusan pelan oleh Baekhyun.

"hmmm, aku tidak tahu. Haruskah aku pergi denganmu? Kau terlihat seperti lelaki yang akan memangsaku kapanpun aku mulai lengah", dengan gerakan seduktif, sang ratu menjulurkan tubuhnya kedepan dan menompa dagunya dengan tangan yang bersandar manis di bagian atas pinggiran balkon.

Senyuman miring tercetak di wajah tampan Chanyeol melihat tingkah menggoda suami mungilnya itu. Jika tidak ada Kyungsoo disana, mungkin sang raja sudah melompat dan memanjat pohon untuk segera menerkam suami mungilnya itu.

"tenang saja yang mulia, saya tidak akan menyentuh anda sedikitpun".

Perlahan, Baekhyun menoleh kearah Kyungsoo dan anggukan menjadi jawaban si lelaki bermata bulat itu. Seolah sudah siap sejak tadi, satu tangannya terangkat menunjukkan coat tebal yang panjangnya mencapai lutut Baekhyun.

"harusnya aku tahu kalian sudah merencakan ini", kikikan manis keluar dari bibir sang ratu. Sebelum kemudian ia berbalik pasrah dan membiarkan Kyungsoo memasangkan coat di tubuh mungilnya.

"baiklah aku akan pergi denganmu tuan. Tapi kau harus menangkapku. Aku tidak mau bajuku kotor terkena rumput", ucap Baekhyun dengan nada angkuh yang dibuat-buat. Membuatnya tampak sangat menggemaskan dimata sang raja. Tetapi, beberapa detik kemudian mata sang raja membulat kaget ketika menyadari maksud sang ratu sebenarnya.

"tunggu! Baek jangan pernah berfikiran untuk melompat dari sana! Tunggu! BAEKHYUN".

Namun terlambat, Kyungsoo bahkan tidak bisa menghentikan Baekhyun yang sudah bergelantungan di pohon tinggi yang berada tepat di sebelah balkon sebelum ia melompat dengan lincah kebawah. Mendarat tepat dihadapan sang raja dengan senyuman manis.

"tenang saja, aku hidup di Erith sejak kecil, pohon sudah menjadi temanku. Aku biasa memanjatnya. Hihi, keahlian yang kusembunyikan darimu dan semua orang", kikik Baekhyun dengan manis.

Sang raja yang hampir saja kehilangan jantungnya langsung menarik tubuh sang ratu kedalam pelukannya. Membenamkan tubuh mungil itu didalam perangkap tubuh tegap berototnya.

"aku tidak peduli, jangan pernah melakukan itu lagi. Aku tidak mau kau terluka", bisik sang raja.

"baiklah suamiku", angguk yang lebih mungil, sebelum kakinya berjinjit untuk memberikan kecupan pada bibir tebal sang raja yang sudah ia rindukan sejak pagi.

Disana, mereka kembali berbagi ciuman manis. Kedua belah bibir itu kemudian saling menghisap dan melumat hingga dehaman Kyungsoo menyadarkan mereka.

"mohon maaf yang mulia, sekarang adalah saat yang tepat untuk berkuda. Semakin malam akan semakin dingin".

Perlahan sepasang pimpinan Alderth itu melepaskan tautan bibir mereka dan terkekeh. Benar, mereka hampir saja lupa tujuan utama kenapa berada disana.

"silahkan yang mulia". Tangan sang raja terulur untuk memberikan bantuan pada sang ratu menaiki punggung Jasmine.

Setelah si mungil terlihat nyaman dengan posisi dan tali kendali sudah berada di genggamanya, sang raja akhirnya beranjak dan melompat dengan mudah ke punggung Jillian. Tidak lama kemudian derap langkah sepasang kuda itu terdengar mulai menjauh. Meninggalkan Kyungsoo yang menggeleng-gelengkan kepala menatap junjungannya itu.

...

"hasil panen tahun ini meningkat hampir tiga kali lipat. Ternyata usahaku memberikan subsidi pupuk terbaik kepada para petani membuahkan hasil", ucap sang raja.

Setelah berkuda sekitar dua jam mengitari wonderbush, sang raja mengajak Baekhyun beristirahat dibawah sebuah pohon tanjung. Suasana sekitar sangat sepi. Penjaga terdekat berjarak sekitar 200meter dari tempat mereka. Remang cahaya obor besar yang tersebar di beberapa titik taman membuat suasana semakin romantis

Chanyeol menyandarkan punggungnya pada batang pohon sedangkan si mungil bersandar nyaman di dadanya. Satu tangan kekar sang raja melingkar untuk memeluk tubuh mungil itu. Ini adalah salah satu posisi favorit Baekhyun karena ia bisa mendengarkan detak jantung sang raja yang teratur dan menenangkan. Selain itu, pelukan Chanyeol terasa hangat dan membuatnya nyaman.

"benarkah? Aku sangat bangga padamu rajaku".

Jemari lentik itu terulur untuk mengusap lembut rahang Chanyeol. Membuat yang lebih tinggi kemudian menggenggam tangan itu dan memberikan kecupan-kecupan manis di punggung tangan Baekhyun.

"Itu karenamu ratuku. Seminggu berada di Erith aku bisa melihat betapa mahal harga pupuk kualitas terbaik. Tentu sulit bagi petani miskin membeli pupuk itu. Aku hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk rakyatku".

"kau adalah raja yang baik, suamiku. Raja terbaik yang pernah kutemui".

"tanpamu, aku bukanlah apa-apa ratuku", sepasang iris berwarna gelap itu seolah memerangkap sepasang iris lainnya kedalam tatapan mata yang penuh makna. Saling menyelami satu sama lain.

"karena itulah tugasku, yang mulia. Untuk selalu bersamamu dan menemanimu memimpin Alderth. Membantumu menjadi seorang raja yang akan selalu diingat sebagai raja bijaksana dan rendah hati oleh rakyatnya".

"bahkan jika aku berbalik menjadi orang yang kejam suatu hari nanti?".

"ya, aku tidak akan meninggalkanmu. Jika bukan kau sendiri yang memintanya, yang mulia", ucap yang paling mungil diantara mereka berdua.

"kalau begitu, bersiaplah untuk tidak bosan bersama denganku hingga aku mati".

"bagaimana bisa aku bosan melihat wajah tampan ini setiap saat?".

Kekehan lolos di bibir Chanyeol mendengar pujian dari suami mungilnya.

"aku mencintaimu, ratuku. Sangat amat mencintaimu", bisik sang pimpinan Alderth itu.

"aku juga, amat sangat mencintaimu rajaku", jawab Baekhyun sembari mengeratkan tubuhnya pada sang raja. Telunjuk lentiknya secara tidak sadar menari-nari di dada bidang suaminya untuk membentuk pola-pola abstrak yang tidak kasat mata.

Setelahnya, suasana menjadi sunyi. Chanyeol dan Baekhyun sama-sama menyelami alam pikirannya sendiri. Tidak ada percakapan yang terjadi dan hanya terdengar hembusan nafas yang semakin lama semakin teratur. Tanda bahwa pemiliknya secara tidak sadar sudah mengarungi alam mimpi. Dibawah sebuah pohon tanjung besar ditengah taman wonderbush.


Aviria Kingdom, June 12, 1851

Kerjaan Aviria merupakan sebuah wilayah kecil yang terletak sekitar 90 km dari kerajaan Alderth. Setiap tahun, kerajaan ini akan mengadakan pesta besar untuk merayakan ulang tahun sang raja. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, Alderth sebagai pemasok bahan makanan terbesar bagi kerajaan Aviria akan diundang. Jika tahun-tahun sebelumnya merupakan tugas sang ayah, tahun ini adalah tugas Chanyeol untuk pertama kali hadir dalam pesta tersebut.

Biasanya sang raja akan menggerutu tidak senang atau memasang wajah kesal tiap kali dirinya wajib menghadiri pesta, tetapi kali ini tentu berbeda. Yang membuat sang raja muda itu bahagia adalah sosok sang ratu yang akan mendampinginya selama pesta berlangsung. Sejak ia melangkahkan kaki bersama Baekhyun memasuki hall, senyuman tampan sudah menghiasi wajahnya. Begitupun dengan wajah cantik sang ratu yang bisa dibilang menarik perhatian banyak orang.

Berita menikahnya Chanyeol dan pengangkatan Baekhyun sebagai ratu Alderth tentu sudah tersebar ke berbagai kerajaan. Ini adalah kunjungan pertama Baekhyun sebagai ratu dan tentu semua orang penasaran dengan sosoknya. Karenanya tidak heran jika si lelaki mungil cantik itu menjadi pusat perhatian sejak kakinya melangkah masuk tadi. Meskipun begitu ada saja beberapa dari para bangsawan yang melihatnya dengan tatapan tidak suka. Tetapi, setahun lebih menjadi ratu, agaknya sudah menjadi hal biasa bagi Baekhyun melihat mereka yang nampak tidak suka atau memandang rendah dirinya.

"sayang, apa kau baik-baik saja?", tanya Chanyeol berbisik. Nampak khawatir dengan sang suami yang nampak lebih diam sejak tadi.

Anggukan menjadi respon yang lebih mungil dibarengi dengan senyuman manis, yang menggetarkan hati sang raja ketika melihatnya.

"tersenyumlah ratuku, jangan pikirkan mereka. Kau tampak mengagumkan", kekeh sang raja sembari mengecup punggung si mungil dengan sayang.

Semburat merah menghiasi pipi sang ratu setelahnya. Seolah mengandung kata-kata magis, ucapan sang raja membuat si mungil merasa lebih tenang. Bahkan ketika pertama tadi dia merasa gugup dan tidak percaya diri, kini ia bisa menatap lurus kedepan tanpa ragu. Bahkan beberapa senyuman manis ia berikan kepada para bangsawan yang juga dengan ramah menyapanya.

Kira-kira satu jam setelah pesta dimulai, kini Baekhyun sudah berbincang dengan beberapa bangsawan yang ia bahkan tidak ketahui namanya. Beberapa kali sang ratu Alderth itu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Chanyeol. Tetapi, sang raja seolah menghilang ditelan bumi. Ia hanya mengatakan akan bertemu dengan raja William sebentar, namun hingga sekarang tidak ada tanda-tanda sang raja akan muncul. Benar-benar membuatnya seperti berada di sarang buaya sendirian. Ia membutuhkan penyelamatnya sekarang.

"yang mulia, apakah sulit menjadi ratu? Terutama anda tentu tidak terbiasa dengan kehidupan istana?", tanya seorang wanita dengan gelungan rambut yang amat tinggi. Bibir berlapis pemerah itu tersenyum. Namun Baekhyun tau, itu merupakan senyuman mengejek yang menyebalkan.

"tentu saja, awalnya aku bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Untung saja Kyungsoo memberiku banyak buku untuk dibaca sehingga aku tahu harus berbuat apa dan tidak mengecewakan rajaku", senyuman manis menjadi pengiring jawaban tegas sang ratu Alderth.

Seiring berjalannya waktu menjadi ratu memberinya pelajaran berharga bahwa seorang ratu tidak boleh merasa takut ataupun merasa rendah diri. Karena semua orang menaruh ekspektasi tinggi terhadapnya. Sehingga, jika ia nampak ragu-ragu dan takut tidak akan ada yang mau mempercayainya.

"Oh my goodness, apakah kau tidak pernah mendengar berita bahwa ratu Alderth ini sudah dijuluki menjadi ratu paling baik hati yang pernah ada di Alderth. Semua orang sangat menyukainya. Jadi berhentilah jika kau tidak bisa berbuat seperti apa yang beliau perbuat", kali ini seorang wanita cantik yang Baekhyun ketahui bernama Irene menyahut. Memberikan tatapan tidak suka pada wanita tadi.

Si tuan puteri kerajaan Celnaer itu sudah beberapa kali bertemu Baekhyun, dan ia merupakan wanita yang sangat baik meskipun terlihat dingin diluar. Tidak akan sungkan untuk membela Baekhyun dan menyindir bangsawan lain yang menurutnya sudah keterlaluan. Jika intensitas pertemuan mereka meningkat, tidak mustahil jika Baekhyun dan Irene bisa menjadi sahabat.

"kau terlalu sensitive Irene, aku hanya bertanya".

Kemudian perdebatan terjadi antara dua wanita tersebut. Meninggalkan Baekhyun yang hanya bisa menghela nafas sambil kembali mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Berusaha mencari keberadaan sang raja.

Tetapi sayangnya, ketika sepasang iris kecil itu menemukan sosok tinggi tampan itu, apa yang dilihatnya malah membuat hati terasa berdenyut. Sang raja sedang berada diujung ruangan dengan seorang wanita cantik. Segelas wine berada digenggaman mereka. Baekhyun tidak pernah bertemu wanita itu sebelumnya, ataupun sang raja menceritakan siapa sosok wanita itu.

"Namanya adalah puteri Subin. Ia berasal dari kerajaan Cratha. Benar yang mulia, kerajaan yang sudah hancur karena ketamakan rajanya sendiri, yakni kakak tiri dari puteri Subin. Rumor mengatakan ia adalah mantan kekasih yang paling dicintai oleh raja Edmund, tetapi mendiang raja Charlie dan ratu Tiffany tidak memberikan izin sehingga mereka harus terpisah. Puteri Subin menghilang setelah itu, kini ia kembali lagi. Tetapi tenang saja, yang mulia raja amat mencintaimu. Lagipula itu terjadi sekitar 6 tahun yang lalu ketika raja Edmund masih remaja. Jangan khawatir", Bisik Lisa, seorang ratu muda dari kerajaan Vrinada. Lisa adalah wanita muda cantik dan single yang harus memimpin kerajaan diusianya yang baru menginjak 20 tahun. Sama seperti Irene, Lisa adalah salah satu bangsawan yang sangat baik terhadap Baekhyun.

Mendengar itu, sang ratu Alderth hanya bisa mengangguk. Tenggorokannya seperti tercekat. Kekhawatiran mendadak melanda dirinya, bagaimana jika sang raja memutuskan untuk meninggalkan Baekhyun dan kembali pada puteri Subin. Terlebih raja Charlie sudah tidak ada. Dan kini Chanyeol menjadi orang nomer satu pengambil keputusan. Ia bisa melakukan apapun.

Baekhyun tidak bisa menahan dirinya lagi ketika melihat puteri Subin dengan pelan mengelus pipi sang raja tanpa mendapat penolakan apapun dari pimpinan Alderth itu. Seketika udara disekitar sang ratu menjadi sesak dan tanpa berfikir ia berjalan cepat keluar meninggalkan hall. Mengabaikan Lisa dan Irene yang meneriakkan namanya.

Baekhyun terus melangkahkan kaki mungilnya menuju bagian belakang istana, dan memutuskan untuk duduk di salah satu kursi taman yang ada disana. Ratu Alderth itu memejamkan matanya dan berusaha menahan segala gejolak perasaan serta seluruh ketakutan tidak beralasan yang ia rasakan.

"Jika aku raja Edmund, aku akan lebih memilih anda yang mulia. Anda sangat cantik, sekarang aku paham bagaimana Ed bisa langsung menyukaimu". Sebuah suara asing memasuki indera pendengar Baekhyun. Sejujurnya membuat Baekhyun kesal karena mengganggu waktu sendirinya.

Dengan terpaksa, ratu Alderth itu menoleh. Berusaha menunjukkan wajah ramah pada siapapun lelaki tinggi tampan yang berdiri disana itu.

"ah, mohon maaf atas kelancangan saya. Saya adalah Pangeran Changmin, yang mulia. Merupakan suatu kehormatan dapat bertemu secara langsung dengan anda".

"senang bertemu dengan anda pangeran Changmin", ucap Baekhyun yang disusul anggukan oleh lawan bicaranya.

Kemudian, entah bagaimana setelah Changmin memutuskan untuk duduk di kursi lain yang berada di samping kursi Baekhyun, mereka menjadi banyak bercerita.

Ternyata Changmin adalah seorang putera mahkota kerajaan Aviria, ia sudah dekat dengan Chanyeol sejak kecil. Bisa dibilang mereka adalah sahabat karib.

"Memang puteri Subin adalah mantan yang paling berkesan untuk Chanyeol, tetapi beliau menikahi anda tanpa ragu kan yang mulia? Percayalah padanya".

"aku hanya… entahlah, aku takut ia berubah pikiran dan menganggap aku tidak pantas. Lalu ia menyadari bahwa cintanya pada puteri Subin sebenarnya tidak pernah hilang", ucap Baekhyun pelan.

"Well, kuakui, Chanyeol itu seorang pecinta wanita. Sebelum menikah denganmu ia memiliki banyak mantan kekasih. Tetapi tidak ada satupun yang benar-benar dicintainya. Hanya Subin dan kau. Tetapi ia dan Subin sudah lama usai. Dan sekarang aku yakin ia hanya mencintaimu. Pertama kalinya aku melihat Chanyeol seperti ini. Tentu kau sudah sering mendengar itu dari Sehun dan Jongin kan", kekeh Changmin kemudian.

Sedikit banyak, ucapan Changmin menghibur Baekhyun dan membuat perasaannya lebih baik. Tetapi rasa kesal kenapa suaminya itu tidak menolak ketika disentuh sembarangan oleh wanita itu masih ada disana. Bagaimanapun, tidak sepantasnya seorang wanita biasa dengan bebas menyentuh seorang raja, terlebih raja tersebut sudah menikah.

"Sayang? Changmin?".

"ah, yang mulia raja. Selamat malam. Saya hanya menemani suami mungil anda yang sedang sendirian. Tidak ada pengawal disini, hanya takut sesuatu yang buruk terjadi", kekeh Changmin.

Seolah tidak ingin menjawab sang raja, Baekhyun langsung saja berdiri dari tempat duduknya dan menoleh kearah Changmin. Menganggukkan kepalanya sekilas sebagai tanda penghormatan sebelum berjalan mendekat ke sang raja.

"bisakah kita kembali? Saya merasa tidak enak badan yang mulia", ucap Baekhyun pelan.

Melihat sikap yang ditunjukkan sang ratu, raja Alderth itu hanya bisa menatap bingung kearah sahabatnya. Changmin hanya mengendikkan bahu sebagai respon, semakin membuat bingung sang pimpinan Alderth itu.

"tentu saja ratuku. Ayo kita kembali, lagipula sudah sangat larut. Kau pasti lelah".

Baekhyun hanya mengangguk dan pasrah membiarkan sang raja merangkul pundak serta membimbingnya berjalan kembali ke kereta.

...

Jika Chanyeol kira keterdiaman itu hanya akan berlangsung ketika berada di Aviria, ternyata salah. Baekhyun masih saja diam selama perjalanan mereka. Sang ratu hanya menatap keluar jendela kereta. Bahkan tidak memberikan respon apapun ketika sang raja menggenggam tangannya.

"sayang? Apakah aku berbuat sesuatu yang membuatmu marah?", ucap sang raja akhirnya. Berusaha mengakhiri keterdiaman yang menyiksa ini.

"tidak yang mulia, saya hanya tidak enak badan".

"jika ya, kenapa kau memanggilku dengan sopan begitu? Kita sudah menikah lebih dari setahun. Kau tahu jika sedang berdua aku tidak mau kau memanggilku seperti itu".

"maaf, aku hanya tidak enak badan Ed", jawab Baekhyun yang dibarengi dengan helaan nafas.

Ed…

Benar, Chanyeol tau pasti ini pertanda tidak baik. Baekhyun hanya akan memanggilnya Ed jika sedang kesal atau marah. Sang raja tahu pasti akan itu.

Menyerah adalah yang dilakukan Chanyeol, memaksa sang ratu yang sedang seperti ini tidak akan membuahkan hasil apa-apa. Sehingga, ia hanya bisa menyandarkan punggungnya sembari masih menggenggam erat tangan sang ratu. Berharap itu bisa sedikit menenangkannya.

...

"Kyungsoo, tolong buatkan jahe hangat untukku", ucap sang ratu pelan. Nada ceria yang biasanya terdengar itu lenyap entah kemana.

Ketika tiba dari kerajaan Aviria, tanpa menanti sang raja seperti biasanya, Baekhyun langsung berjalan begitu saja menuju dapur. Diikuti Kyungsoo yang langsung berjalan cepat untuk menyusul. Lelaki bermata lebar itu yakin, terjadi sesuatu diantara mereka berdua.

Setelah membuatkan jahe hangat untuk sahabat cantiknya itu, Kyungsoo memutuskan ini saatnya menjadi seorang teman, bukan pelayan. Karenanya, ia langsung saja duduk di samping sang ratu dan memberikan usapan lembut di punggung sempit itu.

"apakah terjadi sesuatu? Ingin berbagi denganku?".

"hm… hanya perasaan khawatir berlebihan".

Kerutan dalam muncul di kening Kyungsoo, tidak memahami betul apa maksud sahabatnya.

"apa yang terjadi?", ucap lelaki bermata bulat itu lembut.

"Hanya tidak sengaja melihat suamiku dielus pipinya oleh wanita cantik yang ternyata mantan kekasihnya", jawab Baekhyun pelan.

"maksudmu siapa Baek? Yang mulia raja adalah orang yang dingin, ia tidak akan membiarkan siapapun wanita itu menyentuhnya dengan mudah".

"Puteri Subin", ujar Baekhyun sembari tangannya meraih cangkir dan menyeruput sedikit jahe hangat yang sudah disediakan Kyungsoo.

"ah… wanita itu".

"benar, dua orang sudah menceritakan padaku bagaimana kisah mereka. Kau tidak perlu melakukannya lagi ya? Sudah cukup aku mendengarnya", ucap Baekhyun, berusaha menunjukkan senyuman terbaiknya pada Kyungsoo.

Tetapi, mata jeli Kyungsoo tidak dapat dibohongi begitu saja. Ia menyadari senyuman itu tidak mencapai ke mata indah Baekhyun. Hanya kesedihan yang terpancar disana.

"kau tahukan itu sudah terjadi lama sekali? Ketika yang mulia masih remaja?".

"ya… mereka terlihat serasi".

"ayolah Baek, jangan berfikir begitu. Aku yakin yang mulia raja tidak akan menyakitimu".

Perlahan kedua tangan Kyungsoo terulur untuk menangkup kedua pipi Baekhyun. Memberikan usapan lembut dengan ibu jarinya.

"aku tahu, bagaimanapun rasa cemburu dan khawatir tentu ada. Tetapi kau harus percaya pada suamimu Baek. Yakinlah satu hal, jika ia tidak mencintaimu, kau tidak akan berada disini sekarang. Dia memilihmu, dan kau harus bahagia karenanya. Dan soal wanita itu, jika berani-berani ia menyakitimu, aku akan memukulnya dengan sendok nasi nyonya Briana", senyuman berbentuk hati terkembang di bibir Kyungsoo. Membuat perasaan Baekhyun menghangat dan tanpa berfikir langsung memeluk sahabatnya itu.

"aku bersyukur setelah nenek meninggal, aku bisa bertemu denganmu. Kau tidak hanya sahabatku. Kadang kau terdengar seperti nenek", ucap Baaekhyun sambil mengerucutkan bibirnya. Membuat lelaki satunya gemas tidak karuan.

"hey! Aku tidak terima jika kau menyamakanku dengan nenekmu. Aku masih muda".

"tetapi aku sama-sama menyayangi kalian. Amat sangat sayang", kekeh Baekhyun.

Pelukan erat Kyungsoo berikan pada lelaki manis pimpinan Alderth ini. Merasa sifat keibuannya meningkat beratus-ratus kali lipat dan kadar protektifnya semakin tinggi. Kyungsoo bersumpah tidak peduli apa jabatan Chanyeol, jika ia berani menyakiti Baekhyun tandanya ia mencari masalah dengan Kyungsoo.

"nah sekarang, mandi dan beristirahatlah. Besok kau harus menemui beberapa warga dan mendengarkan keluhan mereka. Akan sangat melelahkan, jadi segera kembali ke kamar dan tidurlah", ujar Kyungsoo akhirnya, dan dibalas dengan anggukan oleh Baekhyun.

"selamat malam bu!", kekeh Baekhyun sebelum berbalik dan berjalan cepat keluar dari dapur. Menghindari omelan Kyungsoo yang dipanggilnya ibu.

...

Sang raja sudah tertidur ketika Baekhyun kembali ke kamar mereka. Tubuhnya hanya dibalut celana piyama tipis berwarna putih, sedang bagian atasnya dibiarkan telanjang. Memamerkan dada dan perut berototnya. Baekhyun berusaha bergerak sepelan mungkin agar tidak mengganggu tidur pimpinan Alderth itu. Karenanya, tanpa berusaha menyapa atau mendekat, Baekhyun langsung menuju kekamar mandi dan membersihkan dirinya.

Setelah menghabiskan 40 menit untuk membersihkan diri, Baekhyun langsung memakai jubah tidur sutera tipis berwarna putih yang sudah disiapkan oleh Kyungsoo. Para pelayan selalu seperti itu. Akan menyiapkan Chanyeol celana piyama berwarna sama dengan jubah tidur Baekhyun. Para pelayan sudah tahu kebiasaan sang junjungan yang tidak suka memakai atasan ketika tidur, karenanya mereka hanya akan menyiapkan celana piyama tipis untuk sang raja.

20 menit telah berlalu ketika Baekhyun sudah membaringkan tubuhnya di Kasur. Malam ini ia memutuskan untuk membelakangi sang raja. Pertama kalinya sejak setahun pernikahan mereka Baekhyun melakukan ini. Ia hanya berharap dapat tidur dengan nyenyak malam ini.

Tetapi, baru saja ia akan mengarungi alam mimpi sebuah lengan berotot melingkari pinggangnya dari belakang. Diikuti dengan kecupan-kecupan lembut di leher dan tengkuknya.

"maafkan aku ratuku. Aku tidak bermaksud menerima elusan itu. Aku hanya tidak enak jika harus menolaknya. Lagipula, kau sudah memiliki hatiku sejak lama. Aku tidak memiliki hati lainnya untuk kuberikan pada Subin atau siapapun itu bukan?", bisik sang raja. Mata Baekhyun membelalak kaget, ternyata diugaannya salah. Sang suami masih terjaga sejak tadi.

"aku tidak apa-apa yang mulia, tidak perlu membahasnya lagi".

"aku mendengar semuanya, ketika kau berbicara dengan Kyungsoo. Maafkan aku sayang, aku bersumpah tidak akan mengulanginya lagi. Bersediakah anda memaafkan lelaki bodoh ini, yang mulia?", bisik Chanyeol lagi.

Mendengar itu, seluruh pertahanan Baekhyun seketika luruh. Lelaki mungil itu akhirnya mengangguk dan membalikkan tubuh untuk menatap wajah suami tampannya.

"aku memaafkanmu. Kumohon jangan tinggalkan aku, Yeol", bisik Baekhyun.

Jemari lentiknya dengan lembut memberikan elusan di dada telanjang sang raja. Perlahan tangan raja menangkap tangan yang lebih mungil. Menghentikan kegiatan mengelusnya.

"bahkan jika aku mati, aku tidak akan meninggalkanmu", ucap sang raja, suaranya tanpa sadar merendah. Wajah mereka yang amat dekat membuat Baekhyun dapat merasakan hembusan nafas yang keluar dari mulut Chanyeol ketika ia sedang berbicara. Jantungnya berdegub tidak beraturan.

Entah setan dari mana yang mempengaruhi lelaki nomor satu Alderth itu, momen manis diantara mereka sepertinya harus berganti menjadi momen panas. Karena tidak ada sepersekian detik dari ucapan itu meluncur dari bibir sang raja, di detik berikutnya ia langsung menyerang bibir manis suami mungilnya.

Melumat bibir manis itu, serta beberapa kali memberikan gigitan lembut di bibir bawahnya. Hal itu berimbas pada Baekhyun yang mendesah dengan lembut, sebuah kesempatan bagi benda lunak sang raja untuk masuk dan menjelajahi mulut sang ratu.

Ciuman yang awalnya manis dan memabukkan itu berubah ketika sang raja memutuskan untuk membawa bibir tebalnya menghisap leher mulus ratu Alderth tersebut. Meninggalkan beberapa jejak merah keunguan disana. Kulit Baekhyun terasa seperti disengat oleh listrik yang langsung menjalar keseluruh tubuh. Membangunkan sesuatu dibawah sana.

"ah…", desahan pelan lolos dari bibir Baekhyun.

Sesuatu yang buas didalam tubuh Chanyeol memutuskan bahwa sudah saatnya ia keluar.

Hanya membutuhkan beberapa menit dan jubah Baekhyun sudah hilang entah dimana. Meninggalkan tubuh polos itu dibawah kungkungan sang raja.

"demi tuhan, kau sangat cantik sayang", bisik Chanyeol sembari memberikan hisapan lembut di daun telinga Baekhyun.

"hmmh, benarkah?", bisik Baekhyun seduktif. Merasa sudah waktunya ia bergerak dan membalas perlakuan sang raja.

Jemari lentiknya yang berada di dada polos sang raja bergerak turun dengan menggoda dan menghilang dibalik celana sang raja. Kemudian meremat benda keras yang nampaknya sudah terbangun sejak tadi.

"sayang", desahan berat keluar dari bibir sang raja. Membuat seluruh bulu kuduk Baekhyun meremang. Dengan cepat sang raja menangkap tangan itu sebelum dapat berbuat lebih jauh.

"kau benar-benar membuatku gila, yang mulia", kekeh Chanyeol.

Setelahnya desahan-desahan memenuhi ruangan itu. Celana piyama Chanyeol tampak terjatuh ke lantai begitu saja bersamaan dengan tubuh sang raja naik dan memerangkap tubuh yang lebih mungil dibawahnya.

"kau hanya milikku. Dan aku hanya milikmu. Percayalah padaku, ratuku", ucap Chanyeol. Sebelum dengan perlahan dan hati-hati melesakkan benda besar dan tumpul yang sudah mengeras sejak tadi untuk masuk kedalam lubang hangat yang amat didambanya.

Jeritan tertahan keluar dari bibir sang ratu yang kemudian diredam dengan ia mengigit kuat pundak sang suami. Chanyeol yang ketika itu merasakan kenikmatan luar biasa, membenamkan wajahnya di dada Baekhyun sambil sesekali mengecup, menghisap, dan menjilat tonjolan merah muda yang ada disana. Membuat sang ratu menggelinjang dan mendekap tubuh suami tingginya dengan erat.

"Yang mulia… ahhh, yatuhan!", pekik Baekhyun ketika benda tumpul itu menyentuh titik terdalam dan sensitive yang ada disana.

Baekhyun hanya bisa mendesah dan memejamkan matanya. Meraih apapun yang bisa ia gunakan untuk melampiaskan hasrat serta kenikmatan yang begitu membuncah. Otak Baekhyun seperti berhenti selama beberapa saat merasakan bagaimana benda keras didalam sana mendesak keluar dan masuk memenuhi miliknya. Membuatnya gila.

"Aku mencintaimu sshh ratuku", bisik sang raja dibarengi dengan desahan berat yang menambah sensasi panas dalam tubuh Baekhyun.

"a…ak…aku ahh juga mencintai anda hhh ngg yang mulia", ujar sang ratu dengan susah payah. Bibirnya seakan tidak bisa berucap dengan baik karena intensitas tusukan Chanyeol yang semakin lama semakin cepat dan dalam sana.

Di atasnya, sang pimpinan Alderth itu hanya bisa menggeram merasakan nikmatnya bagian tubuh Baekhyun yang menjepit dan memijat miliknya. Keringat mengucur dari wajah tampannya. Tubuh berotot yang dibanjiri keringat itu berkilauan terkena cahaya lilin.

Rasa nikmat yang begitu intens membuat Baekhyun mengeratkan dekapan sembari melingkarkan kakinya di pinggang sang raja. Menekan benda tumpul itu semakin dalam. Ciuman bibir panas kembali mereka lakukan bersamaan dengan ritme hentakan sang raja yang semakin cepat.

Kedua belah bibir itu saling menghisap dan melumat. Mengecap rasa manis dan asin dari keringat yang tercampur menjadi satu. Hingga akhirnya mereka merasakan puncaknya telah tiba. Sang ratu Alderth merasakan tubuhnya sudah berubah menjadi jelly. Ia hanya pasrah dan memejamkan mata. Menikmati tusukan dibawah sana yang semakin lama semakin menggila.

Sang ratu menjadi yang pertama mendapatkan puncaknya, sebelum akhirnya sang raja yang menghentakkan tubuhnya semakin dalam dan mengeluarkan semua cairan hangatnya didalam tubuh sang ratu. Nafas mereka terengah-engah, kedua tubuh yang menyatu itu saling memeluk dengan erat.

Ciuman manis kembali sang raja berikan pada bibir manis sang ratu. Menciumnya dalam dan penuh cinta.

"kumohon, percayalah padaku. Subin hanyalah masa laluku. Aku dan dia sudah lama berakhir. Hanya kau yang kucintai ratuku. Hanya kau yang bisa membuat jantungku berdetak. Aku akan sangat berterimakasih jika kau mau memberikan seluruh kepercayaanmu padaku dan mencintaiku tanpa meragu", ucap sang raja disela-sela nafasnya yang masih terngah. Matanya menatap dalam ke mata sang ratu.

Membuat lelaki nomor dua di Alderth itu tersenyum dan mengusap keringat di kening sang raja dengan lembut.

"aku tahu, aku juga mencintaimu. Maafkan aku yang sempat meragu yang mulia. Aku janji akan selalu mempercayaimu".

TO BE CONTINUED

Hola! Kayanya chapter 11 ff ini bakal end deh, soooo 5 chapter to go. btw kalian ga bosen kan baca ff ini? semoga nggak.

hehe lagi lagi aku berterimakasih bangett buat kalian yang udah bersedia baca, fav, follow, dan review di ff ini. Semoga di kedepannya nanti ff ini tidak mengecewakan kalian. Selamat membaca! jangan lupa review yaaa..

anyway, pertama kalinya aku bikin scene NC. monmaap kalo aneh atau gak sesuai ekspektasi. hehe. daan beberapa scene ada yang aku terinspirasi dari Princess Diary. My all time fav movie.

THANK YOUUUUUU /emoji love/