.


.


.

.

.

.

Kehidupan Yang Sama Akan Tetapi Berbeda

.

Gintama milik Sorachi Hideaki

.

Pasangan: Okikagu atau SouKagu (?)

.

Genre: Fantasi, Romance, Humor

.

.

.

.


.


.

.

.

Untuk Minna-San yang telah membaca fanfition Hanami dimana saja, Hontou ni Arigatou Gozaimasu karena sudah membaca Hanami.

Sekali lagi Hontou ni ARIGATOU GOZAIMASU: D

Nah sekarang kita lanjut ke chapter ketiga. Di chapter ketiga ini misteri-misteri akan mulai terungkap (walaupun hanya sedikit sih) dan misteri-misteri baru akan datang (walaupun akan lebih banyak humor sih).

Di chapter ketiga ini, duo Kagura bakalan ketemu dengan "dasar nenek sialan" dan "nenek aneh sialan", dan akan terungkap siapa sebenarnya "dasar nenek sialan" "nenek aneh sialan".

Jadi, Author sangat berharap Minna-San dapat menikmati Fanfictin yang Author buat ini.

Selamat Membaca ^. ^

.

.

.

.


.


.

.

.

Sesuatu yang sama tapi berbeda ..? Mencari arti KEHIDUPAN dan CINTA SEJATI yang SEBENARNYA (?)

Apa yang dialami oleh kedua manusia yang sama tetapi berbeda (?) Itu.

Dimana mereka harus terbangun ditempat yang mereka tidak tahu dan bertemu dengan orang-orang yang mereka kenal Tapi tidak mereka kenal (?)

Apa yang harus mereka lakukan ..?

"dasar nenek sialan" "nenek aneh sialan" " saat ketemu lagi akan keremukkan semua tulangnya "

.

.

.


.


.

.

.

.

.

.

"Kagura-Chan, sudah siap belum ..? Kita sudah mau berangkat.! Kasihan Kliennya menunggu lama .."

.

"Ia..ia .. Megane .. Ini sudah siap, aru ..!" Shinpachi hanya bisa memutar mata bosan dan masih mengomel-ngomel tidak jelas karena berkat Kagura mereka harus menunggu lama.

.

"Sudahlah Shinpachi. Kamu tahu sendiri gimana persiapan anak perempuan, pasti lama .."

.

"Tapi Gin-San .. Kagura-Chan itu berbeda. Dia tidak seperti anak perempuan pada umumnya ..! Malahan kita sendiri meragukan kalau dia anak perempuan ..!" Shinpachi yang sudah kesal, semakin kesal karena Gin-San membela Kagura yang menurutnya jelas-jelas salah.

.

"Hmnn ... Benar juga sih .." Gintoki yang awal ingin membela Kagura, akhirnya meragukan belaannya. Pasalnya, apa yang dikatakan Shinpachi itu benar. Mana ada anak perempuan yang porsi 'makan'nya sama seperti Kagura ..? Dan mana ada anak perempuan yang punya tenaga seperti monster gorila seperti Kagura ..?

.

'Cukup meragukan ..' Bantin Gintoki yang mulai meragukan kelamin (?) Kagura.

.

"SIAPA YANG KALIAN MAKSUD BUKAN ANAK PEREMPUAN HAHH ...!" Kagura dengan baiknya(?) memberhentikan(menendang) pembicaraan dari dua orang yang sudah dia anggap sebagai keluarga tersebut.

.

" ichhh ..." Shinpachi dan Gintoki hanya bisa meringis kesakitan dibawah lantai, sambil memegang bagian(?) tubuh mereka yang ditendang Kagura tadi.

.

"Ayo .." Kagura yang tanpa mengasihani nasib(?) dari dua orang yang sudah dianggapnya keluarga tersebut, akhirnya pergi meninggalkan mereka yang sudah tekapar tak berdaya berkat perbuatannya itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

SKIP TIME

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Kagura-Chan ..." Terlihat seorang gadis berambut hitam melambaikan tangannya kearah Kagura dan berjalan menuju tempat Kagura berada.

.

"Soyo-Chan .." Kagura membalas lambaiaan dari gadis berambut hitam itu, dan melangkah kearah gadis berambut hitam panjang itu.

.

Gadis berambut hitam yang bernama Soyo-Chan atau yang bernama lengkap Tokugawa Soyo itu tersenyum melihat Kagura yang membalas lambaiannya dan berjalan menuju dirinya.

.

"Soyo-Chan, aku merindukanmu aru. Sangat, sangat merindukanmmu aru ..!" Soyo yang awalnya kaget saat Kagura yang tiba-tiba memeluknya, akhirnya tersenyum melihat tingkah Kagura yang menurutnya lucu dan membalas pelukan Kagura dengan tidak kalah erat.

.

"Ehem .." terdengar suara yang mengintrupsi kegiatan reunian mereka, dan membuat Soyo dengan berat hati harus melepaskan pelukan Kagura.

.

"Soyo-Hime, saya harap Anda tidak melupakan tujuan Anda memanggil Yorozuya kemari ..!" ucap seorang pria tua (?) kepada Soyo untuk mengingatkan Soyo untuk tujuan sebenarnya.

.

"Tenang Penasehat-San, saya tidak melupakannya .." Soyo kembali bersikap seperti putri Kerajaan dan meyakinkan pria tua(?) yang ternyata seorang Penasehat kerajaan itu bahwa dia tidak melupakan tujuaannya memanggil Yorozuya keistana.

.

"Jadi Hime-Sama, kenapa kami dipanggil kemari ..?!" Gintoki yang sedari tadi diam melihat adegan mengharukan(?) dari Soyo-Hime dan Kagura, akhirnya mengangkat(?) suara untuk bertanya mengapa mereka dipanggil keistana kepada Soyo-Hime.

.

"Nanti saya jelaskan di dalam. Minna-San tolong ikuti saya ..?" Soyo-Hime pun kembali ke istana yang diikuti oleh sang Penasehat dan Yorozuya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Jadi langsung pada intinya, kenapa kami dipanggil kemari ..?!" Gintoki yang baru saja duduk ditempat yang dipersiapkan oleh Soyo-Hime, tanpa basa-basi langsung menanyakan tujuan dari Soyo-Hime yang memanggil mereka kemari.

.

Gintoki langsung memasang mode serius saat mulai memahami alasan Soyo-Hime memanggil mereka. Kenapa Gintoki bisa menyadarinya ..? Alasanya karena saat mereka menuju ruangan ini, Gintoki tidak melihat satu pun yang bersiaga dekat ruangat tersebut. Jikapun ada penjaga, itu dipintu pertama yang mereka masuki, dan itu sudah 'lumayan' jauh dari ruang yang mereka datangi.

.

Sebelum mereka memasuki ruangan yang sekarang mereka berada, mereka harus melewati tiga pintu. Pintu pertama dijaga oleh para prajurit kerajaan dan polisi kerajaan, setelah itu mereka harus berjalan ke pintu kedua dijaga oleh para ninja bawahan Shogun. Setelah mereka memasukkan pintu kedua, mereka harus kembali berjalan menuju pintu paling terakhir, yaitu pintu ketiga. Dipintu ketiga tidak ada siapa-siapa yang berjaga, yang artinya tidak ada yang boleh mendengar percakapan yang akan mereka bicarakan sebentar.

.

Dan saat Soyo-Hime membuka pintu ketiga, terlihatlah tempat duduk, teh, dan cemilan didalamnya. Setelah membukanya, Soyo-Hime langsung mereka duduk ditempat yang telah tersediakan.

.

Saat itu, Gintoki sadar bahwa apa yang akan dikatakan oleh Soyo-Hime adalah sesuatu yang 'sangat' rahasia dan tidak bisa terbocor kedunia luar. Jika ini merupakan Permintaan biasa, mungkin Soyo-Hime sudah mengatakannya di luar istana, atau di dalam ruangan tamu, tapi Soyo-Hime membawa mereka ketempat yang sangat rahasia dan penjagaan yang sangat ketat, itu berarti bahwa permintaan kali ini adalah permintaan yang 'cukup' serius.!

.

Shinpachi yang juga menyadarinya, mulai memasang mode serius seperti Gintoki dan siap mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Soyo-Hime.

.

Berbeda dengan Gintoki dan Shinpachi, Kagura tidak mengerti apa yang terjadi. Tetapi walaupun begitu, Kagura tetap memasang mode serius karena dia menyadari bahwa atmofer (?) diruangan tersebut terasa berat (?).

.

Soyo-Hime yang melihat dua manusia dan satu alien (?) dihadapannya sudah memasang mode serius, membuat Soyo-Hime merasa sudah saatnya mengatakan kepada mereka bertiga, tujuan sebenarnya mereka dipanggil keistana.

.

"Tanpa basa-basi lagi, aku akan mengatakan alasan yang sebenarnya kenapa aku memanggil kalian kemari. Penasehat-san bawakan 'itu' kemari .." Penasehat yang mendengar 'titah' dari sang Hime pun menundukkan kepalanya dan segera menuju ketempat yang ada tirai merah dan membuka tirai tesebut dan mengambil sesuatu yang ada dibalik tirai merah tersebut dan kembali berjalan ke arah mereka sambil membawa dua bantal(?) merah. Yang satu ada barang(?)nya dan satu tidak ada barangnya, dan menaruhnya di depan Yorozuya yang membuat Ketiga Yorozuya itu bingung..

.

"Anoo .. Hime-Sama, ini apa ..?" tanya Shinpachi yang sedari tadi diam tersebut.

.

"Pertanyaan yang bagus .. Yang kalian lihat adalah tempat pusaka peninggalan leluhur kami dan benda misterius yang kami dapatkan tergeletak didekat tempat pusaka tersebut ..!" Jelas Soyo-Hime kepada mereka. Tapi meskipun begitu mereka 'tetap' saja belum mengerti maksudnya.

.

"Anoo .. Hime-Sama .. Boleh jelaskan lagi lebih terperincih ..? Dan lebih jelas ..?" pinta Gintoki yang sama sekali tidak mengerti penjelasan Soyo-Hime yang menurutnya 'kecepatan'.!

.

"Oke .. Aku akan menjelaskan kembali .." Soyo-Hime mendesah lelah sekaligus menyadari bahwa penjelasannya 'terlalu' cepat dan singkat.

.

"Jadi begini. Bantal(?) kosong yang didepan kalian, itu adalah tempa pusaka dari peninggalan leluhur kami. Tapi saat kami mengeceknya 'kemarin', benda pusaka itu menghilang. Kami yang panikpun mencarinya diseluruh istana, tapi tidak kami temukan didalam istana manaun. Sedangkan, bantal(?) yang berisi benda tersebut adalah benda misterius yang kami temukan disekitaran tempat pusaka kami yang hilang .! Sudah jelas penjelasannya ..? Atau masih mau saya jelaskan lagi ..! " Jelas Soyo-Hime kepada mereka dengan terperinci dan di akhir kalimat seperti 'ancaman (?)' tersebut.

.

Tanpa mereka sadari (mungkin karena ketakutan(?) ) Kepala mereka mengangguk-angguk tanda bahwa mereka mengerti apa yang Soyo-Hime jelaskan.

.

"Terus, apa hubungannya benda yang ada didepan kami ini dengan dipanggilnya kami kemari ..?!" Gintoki yang sudah mulai sadar dari ketakutannya(?), mulai bertanya kepada Soyo-Hime apa hubungan benda itu dengan dipanggilnya mereka keistana.

.

"Kalian ingin tahu apa hubungan benda-benda itu dengan kalian ..? Langsung pada intinya, Saya ingin kalian menyelesaikan masalah ini. Saya ingin memakai jasa Yorozuya untuk menyelesaikan masalah ini ..!" terang Soyo-Hime dengan tegas sambil menatap mereka yang bingung sekaligus kaget mendengarkan penjelasan/permintaan Soyo-Hime.

.

"Bukannya aku ingin menolak, Hime-Sama. Tapi masih ada anjing-anjing Shinsengumi yang bisa mengatasi masalah ini kan ..? Bukannya mereka polisi khusus ..? Mengapa harus kami yang mengatasinya ..? Dibandingkan dengan mereka, kami hanya rakyat biasa yang lemah(?) dan takberdaya(?) ..! " Gintoki yang masih bingung mengapa harus mereka yang mengatasinya bertanya-tanya kepada Soyo-Hime layaknya ibu-ibu PMS (?) ..

.

"Apa kalian mau menerima permintaan dari kami ..? Kami akan membayar kalian dengan jumlah uang yang besar. " Tanya kembali Soyo-Hime dengan senyum yang lebih lebar(?) da menawan.

.

Mendengar kata 'jumlah uang yang besar' dari mulut Soyo-Hime, membuat mata mereka bertiga binar-binar.

.

"DENGAN SENANG HATI KAMI MENERIMANYA ..!" Tanpa ba-bi-bu, mereka berdiri dengan semangat dan langsung menerima Permintaan dari Soyo-Hime.

.

"Semuanya demi uang ..!" bantin mereka bertiga bersama-sama dengan semangat.

.

"Oke .. Berusahalah .." Soyo hanya bisa menahan tawanya melihat tingkah mereka bertiga yang menurutnya lucu tersebut.

.

"Ahh .. Sebelum kalian memulai pencariannya, ini ambilah .." Soyo yang melihat mereka yang sudah mulai pergi, menghentikan mereka dan memberikan mereka sesuatu.

.

"Inikan ..?" Ucap mereka bersamaan saat meihat benda apa yang diberikan Soyo-Hime kepada mereka.

.

"Kalian butuh dua benda ini untuk pencarian kalian nanti .." Soyo-Hime hanya bisa tersenyum melihat ekspresi dari dua manusia dan satu alien(?) didepannya.

.

"Tapi inikan ..!?"

.

"Tidak apa-apa .. Kalian butuh benda ini. Benda ini akan menjadi alat yang akan membantu kalian, dan benda yang akan membuat kalian lebih mudah melakukan pencarian tersebut .." Setelah memberikan benda tersebut, Soyo-Hime berjalan kembali menuju tempatnya.

.

Mereka yang menerima benda tersebut hanya bisa terdiam ditempat. Mereka melihat benda yang diberikan Soyo-Hime, yang satu adalah barang yang menjadi satu-satunya petunjuk dalam khasus yang akan mereka tangani, dan yang satu adalah lancana kerajaan.

Pasalnya lancan kerajaan tersebut tidak sembarangan orang yang bisa memegangnya, yang bisa memegangnya adalah petinggi-petinggi istana, karena lencana kerajaan tersebut memiliki kekuatan yang sangat besar yang bisa membuat pemegangnya bisa melakukan sesuka hati mereka.

Contohnya, sang pemegang lencana kerajaan bisa melakukan sesuka hati diistana tanpa perlu meminta ijin kepada petinggi istana atau bisa memakai (membudak) kepolisian khusus Shinsengumi dengan semaunya (?) mereka.

Hahh .. Memikirkannya saja sudah membuat dua manusia dan satu alien(?) menyerigai kesadisan(?).

.

"Tapi Soyo-Hime, tidak apa-apa kami memegang benda 'penting' ini ..? Bukannya benda ini tidak bisa dipegang oleh sembarangan orang.?" Gintoki yang sudah sadar dari lamunan sadisnya(?), akhirnya bertanya kembali kepada Soyo-Hime.

.

"Tidak apa-apa kok, aku percaya kepada kalian bahwa kalian pasti bisa menggunakan dengan baik .."

.

"Terima Kasih atas kepercayaannya Soyo-Hime .." Balas mereka bertiga dengan kompak. Dan setelah itu mereka tersenyum sadis dan mulai berencana apa yang akan mereka lakukan kepada anjing-anjing pemerintah tersebut.

.

"ihhhh ..." disisi lain terlihat tiga orang memakai seragam hitam merinding kedinginan saat merasakan hal buruk akan terjadi kepada mereka.

.

" hal buruk apa yang kurasakan ini .." bantin mereka bersama-sama.

.

"Kalau begitu kami permisi dulu, Soyo-Hime" ucap Gintoki dan mulai meninggalkan ruangan tersebut.

.

Sebelum pergi, Shinpachi membukuk hormat dihadapan Soyo-Hime dan mengikuti Gintoki yang sudah meninggalkan tempat tersebut.

Kagura pun sebelum meninggalkan tempat tersebut, memberikan senyum lebar sambil melambaikan tangan ke arah Soyo.

.

"Jaa nee Soyo-Chan .." Kagura pun mengikuti Gintoki dan Shinpachi yang sudah duluan meninggakan tempat tersebut.

.

"Semoga kalian beruntung, Minna-San .." Soyo memandang mereka dengan pandangan yang sulit diartikan.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

DIDUNIA LAIN(?)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Imouto-Chan, masih lama dandannya ..?"

.

"SIAPA YANG DANDAN HAHH ...!" Kamui yang baru saja membuka pintu kamar Imouto-Channya tercinta, tiba-tiba saja mendapat ciuman(?) tercinta dari kaki Imouto-Channya.

.

"Auww ..." Kamui hanya bisa meringis mendapatkan ciuman(?) spesial dari Imouto-Channya.

.

"Imouto-Chan, kamu jahat banget sih sama Nii-Chan mu yang ganteng ini ..!" Kagura hanya bisa menatao jijik saat Kamui mengatakan 'Nii-Chanmu yang ganteng ini'.

.

"..." Kagura tak berkata apa-apa, langsung pergi tinggalkan Kamui dengan kondisi yang sangat diprihatinkan.

.

"Imouto-Chan tunggu ..!" Kamui pun bangkit dari kerterpurukkannya(?) dan lansung menyusul Imouto-Channya tercinta.

.

"Ihss .." Kagura hanya bisa meringis tidak terima karena bakalan keluar bersama 'BakaOnii-Channya' itu.

.

Keluar ..? Yap, Kagura dan Kamui bakalan keluar bersama di akhir pekan ini. Kenapa ..? Mau tanya kenapa .. Itu karena Kamui mengajaknya jalan-jalan, katanya untuk mempererat hubungan Aniki-Imouto katanya. Apa Kagura rela keluar sama Kamui ..? Rela .. Hahh .. NGGAK .. Siapa yang rela hahh keluar bersama orang yang 'dulu' mau bunuhmu HAHH ..!

Tapi kenapa Kagura masih mau keluar bersama Kamui ..? Sebenarnya tidak mau, awalnya Kagura menolak ajakan dari 'BakaAniki'nya, tapi saat Kagura pikir baik-baik, ada untungnya juga Kagura menerima ajakan dari' BakaAniki'nya. Lumayan Kagura bisa melihat-lihat 'dunia barunya' dan mempelajari bagaimana 'dunia barunya' bekerja. Apa sama seperti 'dunianya' atau tidak.

Jadi, dengan 'sangat' berat hati, Kagura menerima ajakkan dari 'BakAniki-nya'.

.

"Cihh .." Megingat itu kembali saja membuat Kagura merasa jijik dan najis. Kagura benar-benar 'tidak ingin' bersama 'BakAniki-nya'

.

"Imouto-Chan, ayo naik .." ajakkan yang berasal dari Kamui akhirnya mensadarkan Kagura kembali kedunia nyata dan melihat mobil merah sport yang terpampang cantik didepannya.

.

"Dimana motor merah sportmu yang kemarin ..?" Kamui melihat Kagura menatapnya bingung sambil bertanya-tanya kearahnya dan mobil merah mewahnya(!).

.

Ayolah, gimana Kagura tidak bingun. Kagura mengingatnya dengan jelas bahwa 'BakAnikinya' mengantarnya ke sekolah kemarin dengan kendaraan beroda duanya yang berwarna merah kemarin, yang sekarang sudah didepannya malahan kendaraan beroda empat ..? Emangnya 'BakAniki'nya punya berapa kendaraan ..? Apa 'BakAniki'nya juga punya kendaraan beroda enam ..?

.

Kagura sudah mulai merasa pusing dengan pertanyaan-pertanyaan yang berada dikepalanya yang menurutnya sangat membingungkan (?).

.

"Kamu kenapa Imouto-Chan ..? Kamu terpesona dengan diriku dan mobil merah baruku ini ..? Apakah diriku dan mobil baruku ini begitu mempesona sampai-sampai membuat dirimu mematung sepeti itu .." Bukannya jawaban pertanyaan Kagura, Kamui malahan memeberi pertanyaan kepada Kagura dengan pertanyaan-pertanyaannya yang alay(najis)nya yang membuat Kagura (dan Author) merasa mual (beneran rasa mual) mendengarnya.

.

"Najis .." Kagura yang benar-benar sudah merasa mual dan jijik dari kata-kata Kamui yang alay(najis), akhirnya bukannya masuk kedalam mobil merah sportnya Kamui malahan balik dan kembali ke arah pintu rumah, Kagura benar-benar kehilangan moodnya dan lebih memilih menghabiskan akhir pekannya dengan kasur baru tercintanya di 'dunia barunya' .

.

Kamui yang melihat Kagura melangkah pergi meninggalkan dirinya dengan mobil merah sport barunya, segara turun dari mobil merah sportnya dan segera berlari ke arah Kagura yang sudah mendekati pintu rumah mereka.

.

"Ehhh .. Imouto-Chan, masa gitu sih. Masa masuk ke rumah lagi. Bukannya Imouto-Chan sudah janji yah dengan Anikimu yang ganteng ini untuk jalan-jalan. Kenapa mau masuk ke rumah lagi, Imouto-Chan yang tercinta .." Kamui yang sudah menahan tangan Kagura , berusaha membujuk Kagura yang sudah berada dalam mode bad mood nya itu.

.

Bukannya terbujuk dengan bujukkan 'mautnya' Kamui, Kagura malahan lebih bad mood dan menatap Kamui dengan tatapan tajam yang seperti bisa membunuh Kamui kapan saja.

.

Kamui yang mendapatkan tatapan itu hanya bisa merinding ketakutan melihat tatapan Imouto-Channya yang menatapnya seperti itu.

.

"Hehehe .. jangan menatap Aniki mu yang ganteng ini dengan tatapan seperti itu, Imouto-Chan. Anikimu jadi takut loh ..."

.

"..."

.

"Oke..oke..oke .. Anikimmu yang ganteng ini minta maaf .."

.

"..."

.

"Maafkan Anikimu yang ganteng ini Imouto-Chan .."

.

"..."

.

"I..imouto-Chan ..?!" Kali ini Kamui yang sedari tadi tidak memperdulikan tatapan Imouto-Channya akhirnya mulai merasa takut dengan tatapan Imouto-Channya yang menurutnya 'menakutkan' itu.

.

"..."

.

"...!" Kamui sudah tidak bisa berkutip lagi karena menggigil ketakutan berkat tatapan Kagura itu.

.

" ... "

.

"SAYA MINTA MAAF ATAS KELAKUAN SAYA YANG LANCANG, KAGURA-SAMA. MOHON MAAFKAN SAYA ..!" Kamui yang sudah tidak tahan lagi langsung berlutut dan bersujud kepada Imouto-Channya sambil meminta maaf atas kelakuan yang membuat Imouto-Chan nya yang manis menjadi bad mood.

.

"Cihh .." Kagura hanya bisa berdecih melihat kelakuan Anikinya yang menurutnya lebay tersebut. Oh ayolah, tidak perlu kan bersujud seperti itu sampai-sampai membuat tetangga-tetangga melihat mereka dengan tatapan aneh seperti itu, apalagi ada 'seseorang' yang sangat tidak ingin Kagura temui melihat adegan mereka yang menurut Kagura menjijikan tersebut.

.

" Apa ini... apa ini.. Kayaknya aku hampir melewatkan sesuatu yang seru nih .." seseorang yang 'sangat' tidak ingin Kagura temui itu melihat mereka dengan tatapan dan serigai yang membuat Kagura ingin 'sekali' Kagura tonjok.

.

" Cihh.." Tidak tahan dengan tatapan tetangga-tetangga dan tatapan dari orang yang 'sangat' Kagura benci, Kagura akhirnya meninggalkan tempat tersebut dan berjalan menuju mobil merah sport Anikinya yang lebay itu meninggalkan Kamui yang masih menatap tajam kepada 'seseorang' yang sekarang menjadi tetangga mereka.

.

" DIAM KAU, POLISI BUMI YANG HANYA TAHU MEMAKAN PAJAK WARGA ..! Kagura-Sama, anda mau kemana ..?"

.

" Mobil .."

.

"Siapa polisi bumi yang hanya tahu memakan pajak warga hahh ..!? Dan siapa juga yang polisi ..? Bumi lagi ..! Emangnya kau bajak laut luar angkasa no.1 diantariksa hahh ..!"

.

" Memang .." Dengan suara yang 'sangat' pelan dan hampir tidak terdengar lawan bicara, Kamui membalas pertanyaan(ejekkan) dari 'seseorang' tersebut.

.

" Hahh ..? Apa yangg kau bilang 'sister conpleks' ..!? Aku tidak bisa dengar ..!?" ''Seseorang' tersebut memasang(?) telinganya, berusaha mendengarkan suara Kamui yang 'sangat' pelan tersebut.

.

" Tidak ada .. dan.. SIAPA YANG KAU MAKSUD 'SISTER COMPLEKS' HAHH ..!"

.

"Sadar diri aja .." 'Seseorang' itu membalas teriakan Kamui dengan malas.

.

" Satu juga sadar diri..bahwa KAU JUGA 'SISTER COMPLEKS' BEGO ..!"

.

"SIAPA YANG KAU MAKSUD 'SISTER COMPLEKS' HAHH.. DAN JUGA SIAPA YANG BEGO, HAHH BEGO.."

.

"Sadar diri aja .." dengan sinis Kamui membalas pertanyaan(teriakan) dari seseorang tersebut.

.

"Ajak berkelahi yah.. Dengan senang hati aku menerima ajakan tersebut .." seseorang tersebut mulai menyerigai sadis dan menatap Kamui dengan tatapan yang haus darah tersebut.

.

" Menarik .." Kamui yang sudah tertarik dengan suasana tersebut, mulai menyerigai sadis dan sudah mengambil ancang-ancang untuk latihan(?) dengan 'seseorang' tersebut, seseorang tersebut juga sudah mengambil posisi yang pas untuk latihan(?) dengan Kamui.

.

Saat mereka mulai bergerak untuk latihan(?)ria mereka, Kagura pun-

.

"Sampai kapan kalian mau begitu terus aru ..! BaKamui, jika tidak masuk kemobil dalam hitungan ketiga, rencana kita pada hari ini batal semua, titik aru. Ohh ya, jalan-jalan dengan Soyo-Chan ashik juga aru .."

.

-mencegah(?) mereka dengan sedikit(?) ajakan(ancaman) yang membuat Kamui senang(atau takut .?) saat mendengar ajakan(ancaman) dari Imouto-Chan tercintanya tersebut.

.

Kamui yang awalnya sudah melongo mendengar kata batal, tanpa pikir panjangpun langsung segera menuju mobil sport merahnya dan langsung menyalakan mobil sportnya itu,

.

"Jangan macam-macam dengan Kagura yang sudah murkah" entah kenapa kata-kata tersebut terdengar dikepala Kamui yang entah datang dari mana dan siapa ..?

.

Saat mobil mulai berjalan meninggalkan tempat tersebut, Kagura yang tidak sengaja bertatapan mata dengan 'seseorang' tersebut.

.

Merah dan Biru, bagaikan udara dan darah, api dan air, dua warah yang selalu bermusuhan. Itulah yang mewakili kedua warna mata berbeda mereka.

.

Kagura yang berwarna biru dan 'seseorang' tersebut berwarna merah. Seperti warna biru dan merah yang selalu bermusuhan, begitu pula dengan mereka. Selalu bermusuhan, tidak pernah akur atau memang tidak bisa akur.

.

Tapi walaupun mereka bermusuhan, tersirat susuatu dikedua mata mereka yang berbeda warna tersebut. Sesuatu yang tidak diketahui atau lebih tepatnya warna birulah yang tidak tahu tentang sesuatu yang tersirat dimata merah dan dimata birunya tersebut.

.

Sesuatu yang sangat dalam dan sangat susah diketahui oleh sang biru walaupun sang merah sudah memahaminya sejak lama. Sesuatu yang membuat mereka walau jauh tetapi entah kenapa terasa dekat.

.

Tapi, ada juga yang tidak diketahui oleh sang merah dan hanya bisa dimengerti oleh sang biru.

.

Tatapan tersebut bukanlah untuk sang biru didepannya , tapi untuk sang biru yang lain. Dan hanya sang birulah yang mengerti akan hal itu, walaupun sang biru tidak mengerti tatapan itu tentang apa dan untuk apa.

.

"Sadis .." Pelan, sangat pelan dan malahan hampir tidak terdengar oleh 'seseorang' tersebut, sampai-sampai tidak terdengar oleh Aniki tercintanya (?) yang berada disampingnya. Tapi walau begitu, 'seseorang' tersebut mengetahui apa yang dikatakan oleh gadis bermata biru itu berkat mata merahnya yang selalu menatap gadis itu tanpa henti.

.

Mobil yang mengantar kakak-beradik tersebut sudah tidak terlihat diujung jalan. Tapi walau begitu,'seseorang' tersebut tetap terus memperhatikan ujung jalan yang menghilangkan mobil kedua kakak-adik itu dengan mata merahnya yang masih tersirat itu.

.

"Kagura .."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

DUNIA LAIN (?)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Gin-Chan, kita mau kemana, aruka ..?" Gadis berambut oranye yang diikat dua cebol kiri dan kanan dikepalanya bertanya kepada seorang berambut perak yang disebut gadis itu Gin-Chan atau Gintoki tersebut.

.

"Sudah jelaskan Kagura-Chan. Kita pergi jalan-jalan mencari barang bukti lah. Tidak mungkin kita hanya pakai satu barang bukti ini ..!" Jelas Gin-Chan atau Gintoki kepada gadis berambut oranye yang bernama Kagura itu.

.

"Tapi dimana kita akan menemukan barang bukti itu sedangkan peristiwa tersebut terjadi didalam istana dan kita sekarang malahan berada diluar istana ..?" Tanya lagi oleh seseorang yang berbeda dan memakai kacamata kepada Gintoki.

.

"Hei..hei .. Shinpachi-Kun. Kau belum pernah mendengar istilah kata pepatah yang mengatakan 'pencuri juga bisa lepas -PIPP-nya .."

.

"Betul..betul .. aru" Dukung Kagura kepada Gin-Chan atau Gintoki tersebut.

.

"APA MAKSUDNYA -PIPP-NYA TERSEBUT HAHH ..! EMANGNYA INI MANGA, ANIME, ATAUPUN LIVE ACTION HAHH ..! INI FANFICTON .. FANTICTION ..! JANGAN SAMAKAN DENGAN DIATAS TADI. KAGURA-CHAN JUGA , SEBAGAI PEREMPUAN JANGAN MEMBETULKAN KATA-KATA KOTOR GIN-SAN TADI. DAN AUTHOR JUGA (lah .. kenapa Author kena juga ..?) JANGAN POTONG-POTONG UCAPAN SESEORANG ..! MENTANG-MENTANG AUTHOR YANG TULIS. SEHARUSNYA AUTHOR TAHU ETIKA PENULISAN ITU BAGAIMANA.! MASA ADA KATA -PIPP-NYA SIHH ..! DIFANFICTON INI PULA.! SEHARUSNYA AUTHOR TIDAK PERLU MENULIS -PIPP- ITU, -PIPP- TIDAK DIPERLUKAN -PIPP-. Dan .. JANGAN TULIS -PIPP- DIKALIMATKU YANG - PIPP- TERLALU -PIPP- BANYAK -PIPP- .. AUTHOR -PIPP- STOP -PIPP- ...! "

.

"Sudah .. -PIPP- Sudahlah -PIPP-Kun .. Penulis tidak maksud -PIPP- demikian .."

.

"Apa maksudnya tidak -PIPP- begitu ...?! Buktinya AUTHOR MASIH -PIPP- MENGGUNAKAN -PIPP- TERSEBUT. MALAHAN -PIPP- NAMAKU -PIPP- DI -PIPP- KAN. AUTHOR -PIPP- KAU -PIPP- SUNGGUH -PIPP - KEJAM -PIPP- MEM-PIPP-KAN NAMAKU DIKALIMAT -PIPP-SAN TADI ..: '(! "

.

"Sudahlah -PIPP-Kun, -PIPP-Chan saja di-PIPP-kan hanya biasa -PIPP- biasa -PIPP- saja .."

.

"Tapi Kagura-Chan ..!?"

.

" ... "

.

"KENAPA HANYA KAGURA-CHAN YANG NAMANYA TIDAK DI-PIPP-KAN ..! AUTHOR MENTANG-MENTANG PEREMPUAN (Apa hubungannya jenis kelamin Author dengan -PIPP- ..?) TIDAK MEM-PIPP-KAN NAMA KAGURA-CHAN YANG JUGA PEREMPUAN. dan .. SUDAHKU BILANG JANGAN POTONG-POTONG KALIMATKU DENGAN PIKIRAN AUTHOR ..! MENTANG-MENTANG AUTHOR YANG MENULIS CERITA INI AUTHOR BISA SEENAKNYA (Memang: P ..) STOP AUTHOR (Ia..ia ..) ..! "

.

"Sudahlah -PIPP-Kun, kasihan Author dibentak-bentak terus. Kamu kira Auhtor tidak lelah menulis unek-unek mu hahh.! Kamu kira sudah berapa halaman Author menulis unek-unekmu dibuku hahh (2 halaman :'( ..) dan menulisnya lagi dilabtop, diweb fanfiction ini. Tangan Author sudah mulai lelah menulis cerita ini .Tapi hanya untuk para reader's yang setia menunggu cerita ini, Author rela menanggungnya, seharusnya kau tahu itu. (Gintoki:') ..) Tenang Author, aku mendukungmu. Dan untuk para reader's, jika kalian tersentuh dengan usaha Author, riview lah cerita ini, yang perlu diikuti dan favoritkan fanfic buatan Uzuki Hanami ini .. (kyaa .. Gintoki-Sama ..) "

.

"Author menjijikan .."

.

"Jangan menyebut Athor menjijikan dan jangan menatap Author dengan tatapan menjijikan tersebut -PIPP-Kun aru ..!"

.

"Benar itu -PIPP-Kun .."

.

"KENAPA AKU YANG DISALAHKAN HAHH ..!"

.

Daripada kita mendengarkan (ehh .. membaca maksudnya) percakapan tetang -PIPP-yag tidak berguna. Lebih baik lagi kita pindah scane lain.

.

"JANGAN MELARIKAN DIRI AUTHOR ..!"

.

"-PIPP-Kun jangan teriak-teriak ..!"

.

"JANGAN MEMBELA AUTHOR, KAGURA-CHAN, GIN-SAN ..!?"

.

"KENAPA NAMA GIN-SAN SUDAH TIDAK DI-PIPP-KAN SEDANGKAN NAMAKU MASIH DI-PIPP-KAN .. HAHH AUTHOR ...!"

.

Mari kita pindah scane.

.

"AUTHOR JANGAN MELARIKAN DIRI ..!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

LAINAN DIDUNIA (?)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"BaKamui .. Kapan kita bakalan pulang ..!" Terlihat Kagura yang sudah bermuka lelah karena tingkah Kamui.

.

"Tunggu Imouto-Chan. Ini masih belum kelar .." Terlihat Kamui yang mencocokan baju yang lucu kepada Imouto-Chan tercintanya.

.

"Mooo ... Kapan ini kelar .. Muaahhhh ..!"

.

"Imouto-Chan jangan teriak-teriak .. Kyaaa ... Ini lucu .. Imouto-Chan, coba pakai ini ..!"

.

"Mooo ... Gin-Chan, TOLONG AKU ...!"

.

Lebih baik lagi, itu saja adik adik yang mati itu.

.

Lebih baik kita tinggalkan pasangan adik-kakak yang berlawanan tersebut. Kita balik ke 'dunia lain'(?).

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

DUNIA LAIN (?)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Author jahat, meninggalkan kita dikeadaan yang tadi .." terlihat Shinpachi masih bermuka masam kepada Author.

.

"Sudahlah Shinpachi-kun. Author sudah tidak lagi menulis -PIPP- dinamamu. Seharusnya kau bersyukur Author lagi berbaik hati. Jadi jangan lagi berwajah masam begitu dan minta maaflah kepada Author .."

.

"Benar itu Shinpachi. Cepat minta maaf kepada Author supaya cepat selesai .."

.

"Ia .. Ia .. Author Shinpachi ini minta maaf .. Sudah kan .."

.

"Tidak tulus .."

.

"Benar .. benar aru .. Tidak tulus .."

.

"Tadi sudah tulus Kagura-Chan, Gin-San .."

.

" Tidak. .! Tidak tulus .! "

.

"Benar aru.. ! Tidak ..! Tidak tulus aru .! "

.

Shinpachi hanya bisa memutar mata bosan dan menghelah nafas pasrah melihat tingkah kedua patner yorozuyanya yang sudah dia anggap keluarga tersebut.

.

" Terus aku harus melakukan apa supaya kalian percaya padaku hahh..! "

.

"Kau harus berlutut dan menjilat sepatunya Author. .! !"

.

"Betul itu aru.. Setelah itu berputar-putar tiga kali dan menggongong tiga kali ..!"

.

"Dan jangan lupa keluarkan lidahnya supaya lebih komplit .."

.

"He-eh .." Kagura mengagukkan kepalanya , membenarkan perkataan Gin-Chan atau Gintoki dan tersenyum menyebalkan(menurut Shinpachi) bersama Gintoki. Setelah ber'cess'ria sambil berkata 'yeahh' .

.

"KALIAN KIRA AKU ANJING HAHH. .! HARUS BERLUTUT DAN MENJILAT SEPATU AUTHOR. .! KAGURA-CHAN JUGA.. ! BERPUTAR-PUTAR DAN MENGGONGGONG TIGA KALI. .! DAN APAAN ITU KELUARKAN LIDAH SUPAYA LEBIH KOMPLIT..! ! ! EMANGNYA GAME KOMPLIT-KOMPLIT HAHH ..! AUTHOR JUGA ( AUTHOR LAGI -_- ) IA AUTHOR LAGI . TEGANYA AUTHOR BUAT AKU SEPERTI ANJING ...! KALIAN KEJAM ..! KEJAM. .! SUNGGUH KEJAM... ! HAHHH. ..!"

.

"Mulai lagi .." bantin Kagura, Gintoki dan Author bersamaan (mungkin reader's juga).

.

"Sudah. . Sudahlah .. Shinpachi. . Ia. . Ia .. Kami minta maaf. . Maaf sudah memperlakukan kamu seperti anjing. ."

.

"Ia. . Ia.. Maaf Shinpachi .. Jangan cengeng begitu. . Menjijikan aru..! "

.

"HUAAAHHHHH ... KAGURA-CHAN KEJAMNYA. .!"

.

" Ehh. . Jangan menangis lagi Shinpachi-Kun. Kagura-Chan, jangan seperti itu, kasihan Shinpachinya. Bagaimanapun Shinpachi-Kun sudah menganggap kita sebagai keluarga dan kita sudah seoerti keluarga. Jadi cepat minta maaf kepada Shinpachi-Kun..!"

.

"-_-"

.

" Shinpachi. Aku minta maaf ya, aru.."

.

"Shinpachi-Kun, Kagura-Chan sudah minta maaf, jadi jangan menangis lagi.. "

.

" Itu. ."

.

" itu. .?" Kagura dan Gintoki bersama-sama.

.

"Itu..! "

.

"...?"

.

"Di manga terbaru ,final fantasi manga gintama, aku masih menjomblo padahal Kagura-Chan sudah ada anak yang bernama Kanna.. -walaupun itu Kagura-.. Walaupun Gin-San juga masih menjombloh .. Tapi tetap saja. .. AKU PENGEN ADA PASANGAN DI FINAL FANTASI MANGA MAUPUN DI ANIME .. KALAU PERLU JUGA DIFANFICTION JUGA ... HAHHH. ..!"

.

"MATI SAJA SANA ..!" Dengan teganya Gintoki dan Kagura menendang Shinpachi hingga tergeletak bermeter-meter.

.

"Ayo Kagura-Chan.. Kita tinggalkan Cherry Boy yang ngenes ini sendiri. Cherry Boy tidak pantas hidup didunia ini. . Mau dunia nyata, manga, anime, live action, ataupun difanfiction, Cherry Boy tak pantas hidup. .!"

.

"Benar aru. .!"

.

Dengan kejamnya Gintoki dan Kagura meninggalkan Shinpachi yang terkapar tidak bernyawa(?) lagi.

.

Kita pindah scane.

.

"Tunggu dulu. .! Jangan tinggalkan aku dengan KEADAAN BEGINI. .!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

DUNIA LAIN(?)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Disebuah cafe terlihat , Kagura sedang duduk sambil bermuka masam.

.

"Imouto-Chan. . Berhentilah bermuka masam begitu. Nih, pesanlah apa yang kamu mau. Anikimu yang ganteng ini yang akan traktir semuanya" Kata Kamui setelah dia duduk dimeja(?) yang sama dengan Kagura dan memberikan menu Cafe tersebut.

.

"Benar kah .. aruka ..?" Kagura yang awalnya tidak sudi menatap Kamui atas kelakuan Kamui kepadanya pada hari ini akhirnya menatap Kamui berkat 'tawaran' 'menarik' dari Kamui.

.

Kamui yang melihat Kagura yang 'akhirnya' menatapnya, hanya bisa tersenyum melihat tingkah Kagura yang menurutnya lucu tersebut.

.

"He-eh. ." Kamui menganggukkan meyakinkan sambil tersenyum kepada Kagura supaya percaya kepadanya.

.

"Aku boleh memesan 'semuanya' yang ada dimenu ini..? " Tanya lagu Kagura meyakinkan dirinya bahwa dia boleh memesan 'semua' menu yang ada di cafe ini dengan gratis.

.

"He-eh. . Kapan Anikimu yang ganteng ini berbohong kepada Imouto-Channya yang tercantik ini. ." Balas Kamui dengan senyum yang lebih berkembang dan mengangguk dengan percaya diri tanpa menyadari kata 'semuanya' dari Kagura.

.

" Ehh ..?" Kamui mulai menyadari sesuatu.

.

"Oke. . Thank's BaKamui. PELAYAN. . !"

.

"Yah.. Ada yang ingin dipesan. .?"

.

"Ada. . Aku ingin memesan 'semuanya' yang ada di cafe ini.. :D..!"

.

"I.. I. . Imou. .to. . Chan. . tung-"

.

"Baik. . 'Semuanya' yang ada di cafe tanpa terkecuali kan. .?!"

.

"Benar tanpa terkecuali. . :D . !"

.

"Siap.. Pesanannya segera datang. ."

.

"-gu.. "

.

"BaKamui, thank's yah. . Kau memang Aniki yang paling baik di alam semesta ini. ." Kata Kagura sambil tersenyum lebar kearah Kamui seperti tak bersalah apapun ..

.

Kamui hanya bisa menatap pelayan yang sudah pergi dengan tatapan yang masih syok dan melongo seperti orang bodoh.

.

"..."

.

Kamui sudah tidak bisa berpikir apa-apa lagi sakin syoknya itu.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

TIME SKIP

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

."Ahh.. Kenyangnya.. " Terlihat meja yang diduduki oleh Kamui dan Kagura dipenuhi oleh piring-piring dan gelas-gelas yang kotor.

.

Sambil mengelus-ngelus perutnya yang sudah buncit berkat kekenyangan, Kagurapun menatap Kamui yang dihadapannya sambil tersenyum lebar tanpa merasa bersalah sama sekali.

.

"Thank's BaKamui . Kau memang Aniki ku yang terbaik di alam semesta ini. ."

.

Kamui hanya bisa tersenyum(memaksa) melihat wajah Kagura yang tersenyum lebar kearahnya tanpa merasa berdosa dan kembali menatap dompetnya yang sudah tidak berpehuni(?)nya lagi.

.

"..."

.

Kamui belum bisa berpikir dan berkata apa-apa sakin syoknya. (betapa kejamnya kau Kagura kepada Anikimu).

.

"Ohh.. Yah. .. Setelah ini kita mau kemana, Oni-Chan .? " setelah merasa lega dari kekenyangannya(?), Kagurapun menanyakan tujuan mereka selanjutnya. (Tanpa dia sadari dia menarik kata-katanya yang minta pulang tadi -_- )

.

Mendengar pertanyaan dari Imouto-Chan tercintannya itu, Kamui yang awalnya masih terpuruk akhirnya bangkit dari keterpurukkannya dan -

.

" Jadi, 'O-nii-Chan'kita sekarang kemana ..?" Tanya lagi Kagura kepada Kamui yang tiba-tiba terdiam (entah karena apa .?) dengan 'sedikit' penekanan di kata 'O-nii-Chan' .

.

" O-nii-Chan ..?"

.

Kamui yang terdiam, mematung saat mendengar kata 'O-nii-Chan' lagi dari Kagura. Apalagi kata 'O-nii-Chan' dengan sengaja Kagura tekankan, membuat Kamui bisa mendengarnya dengan sangat(terlalu) jelas.

.

"Onii-Chan ..?" kata Onii-Chan kembali tergiang lagi di kepala Kamui.

.

" O - nii - Chan "

.

"Onii-Chan .." Guman Kamui lagi dengan pelan dan setelah itu -

.

" AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH..."

.

-Kamui berteriak tidak jelas, seperti orang kerasukan sesuatu(?) . Dan berkat teriakan Kamui , Kagura hanya mampu menutup telinganya yang terasa mau pecah berkat teriakan dari 'O-nii-Chan' tercintanya ..!

.

"AAAAHHHHH...Urusaina,BAKAMUI ...!" Kagura yang tidak bisa menahan lagi hanya bisa menghentikan(membalas) teriakan Kamui dengan teriakannya sendiri (bukannya lebih ribut yah -_-).

.

"Imouto-Chan .. Imouto-Chan .. Sekali lagi .. SEKALI LAGI ..!"

.

" Nani ...!"

.

"Katakan itu .. KATAKAN ITU ..!"

.

"Apaan sih ..!"

.

" Sekali lagi ... SEKALI LAGI ...!"

.

"Yang mana ..!"

.

"Itu .. ITU ...!"

.

" YANG MANA BAKA KAMUI ...!"

.

" Yang itu .. Onii-Chan .. ONII-CHAN .. Sekali lagi .. SEKALI LAGI .. Katakan Onii-Chan .. KATAKAN ONII-CHAN ...!"

.

"Najis ..!"

.

JEDARR... Bagaikan tersambar petir ditempat yang sangat tinggi, itulah yang dirasakan oleh sang Onii-Chan/Aniki (Kamui) saat mendengar balasan dari sang Imouto (Kagura) yang terasa sangat manis(pahit,sadis,dll :v ).

.

Dengan kejamnya, Kagura meninggalkan Kamui yang dalam (Entahlah.. Hanami bingung menulis apa ..) sangat mengenaskan itu.

.

" I .. i .. mou .. to .. to .. Chan .." Itulah kata-kata terakhir dari Kamui (sambil mengangkat tangan mengarah Kagura) sebelum mengakhiri hidupnya yang sangat dikasihani itu (bukan mati).

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

DUNIA LAIN

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Gin-Chan .. Gin- Chan .."

.

" Hmnn.. Ada apa Kagura-Chan ..?" Tanya Gin-Chan atau Gintoki kepada Kagura yang sedari tadi menarik ujung bajunya tersebut.

.

"Mereka sedang apa aru .?" Gintoki yang awalnya bingung, akhirnya mengikuti arah pandang Kagura yang ternyata mengarah ke kerumunan makhluk(?) yang berdesak-desakan itu.

.

"Entahlah Kagura-Chan. Mungkin itu adalah -PIPP- yang lagi -PIPP- dan akhirnya -PIPP- .." Jelas Gintoki kepada Kagura.

.

" Ohh.. Gitu aru .." Kagura mengangguk-angguk kepalanya seperti mengerti sesuatu tentang -PIPP- tersebut.

.

" WOYY... -PIPP-NYA KENAPA MUNCUL LAGI ..! BUKANNYA AUTHOR SUDAH SEPAKAT -PIPP-NYA GAK BAKALAN MUNCUL LAGI ...! KENAPA MALAHAN MUNCUL ... HAHH ... AUTHOR ..!" Entah muncul dari mana .? Shinpachi (kembali) memprotes perkataan Gintoki (lagi).

.

"Diamlah Shinpachi, masih pagi-pagi udah bikin ribut aja .." Gintoki hanya bisa menutup telinganya yang terasa mau picah akibat teriakan dari Shinpachi tersebut.

.

" APANYA YANG PAGI ... INI UDAH SORE GIN-SAN.. SORE .. SORE .. SEDANGKAN AUTHOR YANG MENULIS FANFICTION INI SUDAH SORE .. SORE ..!"

.

" BERISIK MEGANE ..!" Teriak Kagura kesal kearah Shinpachi.

.

" AKU NGGA BAKALAN BERISIK JIKA KALIAN TIDAK MELAKUKAN ANEH-ANEH .. GIN-SAN STOP DENGN -PIPP- NYA, ITU TIDAK SOPAN GN-SAN ... KAGURA-CAHN JUGA, JANGAN MENGANGGUK-ANGGUK SEPERTI ORANG MENGERTI PENJELASAN GIN-SAN YANG SEDANGKAN AUTHOR YANG MENULISNYA TIDAK MENGERTI DENGAN PENJELASAN GIN-SAN... AUTHOR JUGA (Boleh berhenti .. AUTHOR lelah nulisnya) .. Oke ..."

.

.

.

.

.

" . . . . . "

.

.

.

.

.

" KENAPA HANYA AUTHOR YANG LO NURUT HAHH ..! MEGANE ..!" Teriak kompak Gintoki dan Kagura.

.

" Kasian Authornya nulis panjang-panjang .. Dan aku juga lagi malas teriak-teriaknya. Jadi lebih baik nurut saja kata Author . Apalagi Author lah yang nulis cerita ini. Jadi semua keputusannya ada di tangan(jari) Author. Kita yang hanya didalam ceritanya tidak bisa berbuat apa-apa .."

.

" -_- " Seperti itulah ekspresi Gintoki dan Kagura saat mendengar penjelasan panjang lebar Shinpachi tadi.

.

" Sudahlah, malas berdebat. Kita lanjut ceritanya .." Gintoki yang sudah tersadar dari terdiamnya(?) dan lanjut kembali ke topik pembahasan.

.

" Shinpachi, kamu yang tanya sana .." Suruh Gintoki sambil mengorek tambang emas dari lubang hidung miliknya dengan wajah ikan matinya.

.

Shinpachi yang mendengar permintaan(perintah) dari Gintoki, langsung-

.

" Kenapa aku Gin-San ..! Biasanya Gin-San yang bertanya .? Kenapa sekarang aku yang bertanya ..!?"

.

-memprotes permintaan(perintah) dari Gintoki tersebut.

.

"Cepatlah sana Shinpachi. Gin-San mu ini lagi malas-malasnya. Sekali-kali bantu Gin-Sanmu ini. Oke. Shinpachi-Kun ...!"

.

"Bukan sekali-kali, tapi banyak 'kali' Gin-San .." Ralat Shinpachi pada perkataan Gintoki tadi.

.

" Hahh... sudahlah .. sana.. sana ..!"

.

Shinpachi banya bisa memutar bolanya bosan, dan akhirnya mengikuti permintaan(perintah) dari Gin-Sannya tersebut.

.

" Sumimasen .. Boleh saya bertanya ..? Ini sedang apa yah rame rame begini .?" Tanya Shinpachi dengan sopan kepada salah satu yag berkumpul disitu.

.

" Ohh .. Ini .. Saya juga kurang tau .. Tapi dari 'kemarin' terjadi peristiwa yang 'cukup misterius' ..!" Jawab orang itu dengan sopan kepada Shinpachi yang membuat satu orang atau alien(?) diam-daim terkejut mendengar ha tersebut.

.

" Kemarin .." Batin orang atau alien(?) tersebut mendengar kata 'kemarin'.

.

"Kenapa Kagura-Chan .?" Tanya Gintoki bingung saat melihat Kagura 'sedikit' terkejut tersebut.

.

" Tidak apa-apa , Gin-Chan .." Balas Kagura yang berusaha kembali tenang lagi. Gintoki yang melihat hal itu, sudah mulai merasa 'aneh' kepada Kagura tapi karena dia penasaran dengan 'peristiwa cukup misterius' yang dikatakan seseorang tadi, Gintoki pun kembali mengadap seseorang itu dan tidak jadi bertanya lagi kepada Kagura dia kaget tadi.

.

"Suatu saat pasti bakalan tahu …" Batin Gintoki kembali fokus kepada seseorang tersebut.

.

" Peristiwa cukup misterius ..? Maksudnya ..?" Tanya Shinpachi lagi yang masih bingung dengan perkataan seseorang tersebut.

.

" Yah .. Peristiwa cukup misterius .. Tiba-tiba kemarin terjadi gempa bumi yang cukup kuat. Dan tiba-tiba muncul lubang didinding itu .." Jelas seseorang tersebut sambil menunjuk lubang yang dia maksud tadi.

.

" Mungkin lubang itu muncul akibat -PIPP- tersebut .." Jawab Gintoki asal.

.

" Gin-San 'serius' ..!" Tegur Shinpachi.

.

" .. " Gintoki hanya memutar(?) bola mata bosan.

.

" Kenapa kamu tahu kalau suara yang muncul berbunyi -PIPP- ..! Darimana kamu tahu ..!?"

.

" Hahh .. Maksud ..?" Tanya dua orang dan satu alien(?) itu dengan kompak sambil berwajah bingung sepeti orang g*bl*k .

.

" Ia . Kemarin saat gempa bumi terjadi dan sebelum lubang itu terbentuk , sesuatu berbunyi -PIPP- tiba-tiba berbunyi sangat keras dan membuat orang-orang sidekitar sini harus menutup telinga rapat-rapat karena sakin kerasnya bunyi -PIPP- tersebut .." Jelas seseorang tersebut yang membuat 2 orang dan satu alien(?) lebih ternganga-nganga dan memuat muka mereka lebih g*bl*k dari sebelumnya.

.

" Padahal tadi hanya bercanda/lawakan . Ternyata -PIPP- itu benaran ADA ..!" Batin mereka kompak sambil terkagum-kagum dengan 'kebetulan' itu.

.

"A.. .. Be..beneran ..?! Yang ta..tadi itu be..beneran ..?!" Gintoki hanya bisa tergagap-gagap saat bertanya memastikan kebenaran(?) tersebut.

.

" Ya .. Saya tidak berbohong. Yang tadi itu beneran soal bunyi -PIPP- tersebut .." Jawab seseorang tersebut dengan wajah yang 'sangat' meyakinkan tersebut.

.

.

.

.

.

. . . . .

.

.

.

.

.

Shinpachi, Gintoki, Kagura hanya bisa terdiam mematung seperti orang bodoh.

.

"Hehh.. yahh sudahlah" Batin mereka kompak sambil menghela nafas bersamaan.

.

" Jadi disini terjadi gempa bumi yah .." Kata Shinpachi yang seperti pertanyaan tapi sebenarnya bukan pertanyaan(?) dan sudah tersadar dari ter'diam'nya itu.

.

" Gempa bumi ..?"

.

" Yang itu Gin-San ..! Gempa bumi yang kemarin ..!" Shinpachi yang berusaha mengingatkan Gintoki tentang gempa bumi kemarin.

.

" Ohh... Gempa bumi kemarin yang itu ..!?"

.

" 'Kemarin' .. 'Gempa Bumi' ..!?" Batin Kagura yang kaget saat sudah menyadari menyadari ada sesuatu yang ganjal menyangkut tetnag dua hal tersebut.

.

" Gempa bumi sialan .. Karna gempa bumi itu, Strawberry Perfait yang sudah kutunggu berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, tumpah sia-sia. Sialan banget gempa bumi itu. Sampai aku tahu siapa yang bertangggung jawab atas gempa bumi kemarin , akan aku cicang-ciang dia ..! Ohh, tidak. Jangan cicang-cicang, nanti aku tidak dapat keuntungan. HAHH .. Aku akan buat dia bertanuggung jawab atas stok Strawberru perfaitku selama satu bulan. Ohh tidak, selama satu tahu. Tidak, selama sepuluh tahun. Tidak, selama-lamanya .. HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA HUEKK..HUEKK..HUEKK .." Gintoki terbatuk-batuk setelah tertawa-tawa seperti Raja Iblis yang ada di film-film atau anime-anime ( -_- kapok).

.

"Cupp..cupp.. Gin-Chan.. Itu kan, karna teralu semangat akhirnya batuk-batuk tidak jelas(?) .." Shinpachi mengusap-usap punggung Gintoki yang masih batuk-batuk tidak jelas(?).

.

"Mau gimana lagi.. HUEK .. Aku semangat sekali ingin stok Stra- menangkap orang yang bertanggung jawab atas kekacauan ini ..!" Jelas Gintoki yang ingin stok Sta- menyelesaikan bencana yang dihadapi kota Edo tercintanya ini. (dasar ngeles -_- )

.

" Iaa.. iaa.. Ehh, Gin-San ambil saja hikmatnya, berkat gempa bumi tersebut, Gin-San terhindari dari manis-manisan/kadar gula tinggi .."

.

" APA HIKMATNYA COBA ..! KONO MEGANE ..!" Protes Gintoki

.

"SIAPA MAKSUDNYA 'KONO MEGANE' HAHHH ...! JOMBLOHH ANGKUT ..!"

.

"SADAR DIRI SEBELUM BILANG 'JOMBLOH ANGKUT', 'CHERRY BOY' . BEGINI-BEGINI PARA READER'S GIRL'S BAYAK YANG FANS SAMA GINTOKI-SAMA INI, POSISI 8 .."

.

" MENTANG-MENTANG POSISI 1 , DASAR 'PEDOFIL' "

.

" OHH JELAS TIDAK SEPERTIMU, 'PERJAKA' ..!"

.

" SADAR DIRI SEBELUM BILANG 'PERJAKA' , 'KADAR GULA TINGGI' ..!"

.

" Bla... bla.. bla... bla... bla... bla... bla... bla... bla.." Mari kita tinggalkan perdebatan tidak penting mereka dan mari kita lihat kondisi dari pemeran utama perempuan kita.

.

"'Kemarin' .. 'Gempa bumi' ..!" Batin Kagura terus menerus mengatakan dua kat- ehh tiga kata tersebut.

.

" Jangan..jangan ..!" Kagura mulai menyadari sesuatu dan tiba-tiba -

.

" Kau cukup hebat juga bisa sampai kesini dengan waktu yang singkat begini .."

.

-semuanya menjadi abu-abu dan orang-orang (termasuk Gintoki dan Shinpachi) yang berada di sekeliling Kagura berhenti bergerak (seperti Episode 1 Gintama 2015) setelah mendengar suara yang tiba-tiba muncul di kepala Kagura yang entah darimana.

.

" Suara siapa itu ..!" Kagura melihat-lihat sekeliling mencari sumber suara tersebut dengan gelisah.

.

" Keluar .. dimanapun kamu keluar... keluar... keluar... KELUARRRRRR ...!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

DUNIA LAIN(?)

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Tempat apa ini, Bakamui ..?!" Kagura melihat sekelilling yang menurutnya cukup aneh itu.

.

" Inilah tempat yang ingin kudatangi. Kemarin terjadi sesuatu yang 'misterius'' ditempat ini ..!" Balas Kamui yang masih tidak menghadap Kagura.

.

" 'Misterius' ..?!"

.

" Yahh.. Misterius. Coba kamu lihat ..!" Kagura pun mengikuti arah pandang Kamui yang sedari tadi melihat ke-

.

" Apa itu ...!"

.

-arah dinding yang berlubang dan berpolah 'cukup misterius' yang membuat Kagura terdiam kaget melihatnya.

.

" Sesuatu yang 'berhubungan' dengan mu ..!" Kamui yang sedari tadi tidak mengadap Kagura akhirnya berbalik belakang dan menghadap Kagura sambil menatap Kagura dengan pandangan serius.

.

" Apa maksu-"

.
"Wahh.. ternyata kau sudah sampai kesini ..! Hebat juga, kau datang lebih cepat dari prediksiku ..!"

.

"-dmu ..!" Kagura yang awalnya bingung dan mau bertanya maksud Kamui , akhirnya menatap sekelilingnya mencari asal suara yang membuat dia kaget tersebut.

.

" Siapa ...! Suara SIAPA ITUU...!" Teriak Kagura dengan mata terbuka lebat dan tetap menatap sekelilingnya.

.

" Haiii... kita bertemu lagi, atau lebih tepatnya, senang bertemu denganmu 'KAGURA' .."

.

.

.

.

.

DIDUNIA LAIN(?)

.

.

.

.

.

" Kita bertemu lagi Kagura atau lebih tepatnya 'Yato Kagura' , senang bertemu denganmu"

.

.

.

.

.

" Kau/Kau .." Kagura/Yato Kagura

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

lanjut chapter 3b

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Gomen reader's , bukannya mau berhenti disini, dan bukan Hanami ngga ada ide/buntu , Hanami ada ide kok, trus ngga lagi buntu , hanya saja Hanami bingung mau menuli bagaimana, karena diakhir chapter 3 kedua 'nenek sialan' akan berbicara hal yang sama kepada kedua Kagura kita dan itu yang membuat Hanami bingung mau menulisnya.

Maksudnya, kan biasanya Hanami menulis cerita di dunia lain selalu bermula DUNIA LAIN(?) , ini Hanami mau buat dua cerita di dua dunia menjadi satu cerita, jadi ngga bakalan tulis DUNIA LAIN(?) lagi , tapi tetap mereka didunia berbeda, hanya saja mau buat mereka disatu cerita yang membuat Hanami bingung mau menulis bagaimana.

Kalau masih belum mengerti maksud Hanami, begini jadi saat 'nenek sialan' yang di Edo mengatakan sesuatu kepada Kagura , 'nenek sialan' yang ada di 3-Z juga berbicara begitu kepada Kagura. Nah yang Hanami bingung bagaimana cara menyatukan 2 scan yang sama tapi berbeda dari dua dunia menjadi satu scan, ditambah lagi di 3-Z ada Kamui yang sudah mengetahui identitas Kagura dan dia berada disitu, membuat Hanami lebih bingung mau menulis bagaimana.

Jika ini komik , gampang mau menceritakannya, tinggal bikin dua latarnya berbeda dikanan dan kiri tapi scan yang sama. Jadi gampaglah (walaupun Hanam ngga tau menggambar).

Tapi ini fanfiction, jadi harus menceritakan latar belakangnya bagaimana, nah itu lah yang membuat Hanami bingung.

.

Jadi di Chapter 3b sebelum ceritanya Hanami bakalan buat penjelasan bagaimana cara baca Chapter 3b, walaupun ngga bakalan terlalu panjang sih Chapter 3b karna hanya memfokuskan kepada 2 Kagura , 2 'nenek sialan' dan mungkin sedikit ke Kamui. Tapi penjelasan tentang Kamui itu nanti di Chapter berbeda, mungkin 5 atau 6, tergantung ide(imajinasi) Hanami sampai dimana.

.

Dan tenang saja Chapter 3b akan dirilis antar malam ini (saat Hanami menulis ini, sekarang sudah sore) atau beso hari minggu (skarang hari sabtu), jadi tunggu saja.

.

Dan juga kalau Chapter ini terlalu banyak Humor, ngga lebih banya kemisterinya , Hanami juga sebenarnya bingung , karna Hanami sebenarnya Hanami ngaa ada rencana buat Humor yang terlalu panjang gitu , tapi (ada tapinya) hanya saja saat Athor menulis cerita ide-ide(imajinasi-imajinasi) datang secara tiba-tiba yang membuat Hanami saja kaget ceritanya jadi gini, apalagi Kamui yang terlihat- ekhem.. ekhem ngga ada spoiler (walaupun Hanami juga penasaran ceritanya kedepannya gimana :'( ) , jadi ceritanya akan datang saat Hanami pegang polpen dan kertas atau mengketik(?) jadi ceritanya ada yang terasa hidup karena Hanami ngga menrencanakan itu, itu yang muncul secara tiba-tiba.

.

Ohh ia, kenapa Hanami lama rilis pertama karena pernah sudah hampir stengah sudah tertulis habis itu ke hapus :'( , dan juga sudat tulis stengah lebih Athor pernah tulis di Android, trus Athor tekan translate ke Indonesia (biasanya ada itu di Android seringkali muncul di bawa layar) akhirnya bahasa-bahasa inggris yang Author tulis jadi bahasa indonesia (contoh: Author = Penulis , reader's = pembaca) dan saat keganti , ceritanya ikut ke ganti dan membuat jadi cerita ngaur , bahasa ngaur , sedangkan Author yang membacanya ngga ngerti ceritanya karena sudah keubah. Jadi bagi reader's kalau ngga ngerti maksud cerita Author diatas itu karena ceritanya udah ke ubah sediki , walaupun Author sudah ubah kecerita yang asli , tapi feel yang kurang teras, tidak sepert yang pertma yang Author tulis , feelnya kerasa banget, tapi sekarang seperti menonton begitu. Jadi yang sabar yah , Author usahakan tidak bakalan melakukan kesalahan yang sama lagi.

Alasan ketiga kenapa Author terlambat liris karena (jujur) Author jadi malas menulis karena masalah yang diatas tadi Author jadi malas bangat nulis/salin ke labtop walaupun ceritanya sudah ada di kertas selama berbulan-bulan, Author tetap malas karena mau perbaiki ceritanya yang diatas yang keubah-ubah, apalagi Author sudah tulis cerita itu berkali-kali di scan yang samaaaaaaa terus, membuat Author malas menulisnya.

Tapi Author berusaha memperbaiki kesalahan Author seama berbulan-bulan dan kembali memperbaiki cerita dan mensalin cerita yang ada di kertas tersebut.
Jadi Author minta maaf sedalam-dalamnya bagi reader's yang menunggu-nugggu cerita ini. Hontou ni GOMENASAI. Author juga manusia yang mempunya kejenuah saat menulis cerita yang sama dan scan yang sama-sama terus (walaupun itu kesalahan Author sendiri sih..)

.

sekali lagi HOTOU NI GOMENASAI

.

dan juga HONTO NI ARIGATOU

karena sudah mau bersabar menunggu cerita ini :)

.

sampai ketemu di Chapter 3b :D

.

.

.

.


.


.

.