Naruto: gold saint in highschool dxd

Naruto hanya milik masashi kishimoto dan highschool dxd milik ichie ishibumi

Crossover: narutoxhighschool dxdxsaint seiya

Pair: Narutox...

"Blablablabla...": ucapan langsung

"Blablabla...": inner

Blabla...: jurus

Fbo: flashback on

Fbe: flashback end

Summary: setelah pertarungan di dunia bawah antara 12 gold saint athena yang tewas karena membakar cosmo mereka yang melebihi batas untuk menghancurkan tembok harapan yang Hades ciptakan, Naruto sang gold saint athena pemilik cloth "ARIES" di utus oleh saori kido/athena sanctuary hidup kembali di dunia di mana terdapat iblis, malaikat hitam dan malaikat untuk membawa kedamaian dan ketentraman di dunia tersebut. Namun apa jadinya jika Naruto sang "proffesor sanctuary" murid dari Mu sang Gold saint "ARIES" sebelumnya yang tidak memiliki perasaan cinta juga sifatnya yang polos dan selalu tunduk kepada Athena di cintai bahkan di perebutkan oleh 4 gadis Akuma yaitu Rias, Akeno, Sona dan Tsubaki. Bagaimana perjalanan Naruto untuk mendamaikan dunia barunya? Saksikan ceritanya dan baca juga ya...

Warning: penulisan tak sesuai EYD, all power saint seiya, sedikit ooc, AU, banyak cerita yang sedikit membosankan, lemon (pikir-pikir dulu) semi!cannon.

Genre: fantasy, advanture, kisah cinta bercabang, little comedy.

Moshi-moshi... ketemu lagi dengan author sang pemimpin uchiha, sebelum saya memulai cerita seperti biasa saya akan menjawab review kalian:

Naruto akan menyelamatkan rias dari raiser tapi itu masih panjang ceritanya, masih jadi rahasia author.

Naruto itu memang polos, gak tau cinta dan gak tau apa itu perempuan hehehe... kalau di buat pintar akan jadi lain ceritanya.

Yosh... segini aja untuk reviewnya. Monggo dan saksikan ceritanya.


chapter 3: kekuatan sang gold saint dan kegelisahan yang memuncak

AT SEKOLAH PAGI HARI

Setelah apa yang terjadi di ruangan Rias dkk, mereka pun bergegas kembali ke ruangan kelas masing-masing. Namun ada satu hal yang sangat mengejutkan yatu tangan dari Tsubaki pun menggandeng tangan kanan sang pujaan cinta barunya yaitu Hyodou Naruto alias Aries no Naruto dengan erat dn wajahnya pun cerah sekali bagaikan di musim semi dan yang mendukungnya adalah mereka hanya berdua dan bukan berenam di karenakan yang lain sudah meninggalkan mereka duluan. Naruto melihat sang pacar barunya pun tersenyum juga karena bisa membuat perempuan yang baru di kenalnya tersenyum. "sepertinya kau sangat bahagia hari ini Tsubaki-chan, aku cukup senang melihat kau ceria pagi ini bukan berekspresi datar seperti biasanya." Ucap Naruto tanpa ada rasa bersalahnya dengan sang perempuan

"iya Anata-kun, aku ceria karena kau mau menerima permintaan cintaku. Dan aku akan berubah total di hadapanmu seperti apa yang kau mau Anata-kun karena kau pacarku." Ucap Tsubaki dengan senyum bahagia yang baru. "bagiku kau adalah dirimu sendiri, tak perlu berubah untuk diriku. Aku hanya seorang saint biasa Tsubaki-chan dan aku sudah banyak membunuh orang untuk keadilan dan dunia ini." Ucap Naruto dengan merunduk, mengingat berapa banyak spectra yang ia bunuh demi Athena. Tsubaki yang melihat itu menjadi sedih.

Greppp...

Tiba-tiba Tsubaki pun memegang telapak tangan sang pujaan yang tertunduk lesu karena dosanya selama ini. "kau tak perlu menyalahkan dirimu sendiri Anata-kun, meskipun kau begitu aku akan tetap mencintaimu dan terus setia padamu. Izinkan aku terbiasa di sisimu Anata. Mau kan?" ucap Tsubaki dengan mimik wajah serius seakan memohon untuk bilang 'iya' dan bukan 'tidak'

"ba-bagaimana ini? Kalau aku menolaknya dia pasti akan membunuhku dan misiku untuk mendamaikan dunia ini akan kacau apalagi nyawa otouto-ku sedang terancam karena Da-tenshin teme yang aku hajar kemarin, kalau aku menerimanya akan panjang urusannya. Oh Athena no kami-sama tolong beri aku jawabannya." Inner Naruto.

"baiklah aku terima Tsubaki-chan karena kesetiaanmu padaku." Ucap Naruto yang sedikit berat karena ragu-ragu untuk menjawab.

Brukk...

Bukan ucapan trima kasih yang di dapat Naruto, justru pelukan yang erat yang ia terima oleh Naruto. Dan Naruto pun merasakan benda yang lunak menekan dada berototnya yang tak lain payudara Tsubaki yang ukuran pas dengan umurnya. "arigatou-arigatou Anata-kun sudah mau menerimaku. Aku berjanji akan memberikan apa yang aku punya untukmu." Ucap Tsubaki dan ia pun sadar sikapnya di luar kendali, ia pun melepaskan pelukannya

"go-gomen Anata-kun aku berlebihan." Ucapnya lagi dengan wajah yang memerah karena malu berbuat yang tidak-tidak. "daijobu Tsubaki-chan, aku memakluminya. Tapi tekanan yang aku terima lumayan juga. Apa tadi ya yang menekanku? Lunak dan lumayan besar? Apa itu ya? Aku benar-benar tak mengerti?" ucap Naruto dengan polosnya sambil meletakan jarinya di dagu seperti berfikir tak tau apa yang ia ucapkan bisa-bisa memantik sesuatu yang lain

Blushh...

dan benar saja, sontak Tsubaki pun menjadi memerah karena sang pacar memuji atau menyindirnya secara halus.

"Na-Naruto-kun memuji dadaku? Apakah dadaku lumayan besar? Demi maou-sama, ini sangat menyenangkan hatiku." Inner Tsubaki.

"ah sudahlah Tsubaki-chan, oh ya sebentar lagi kita masuk kelas. Ayo cepat kita masuk." Ucap Naruto dengan menarik tangan Tsubaki berjalan cepat ke kelas mereka berdua yang sama yaitu kelas 3B dan sang perempuan pun hanya pasrah tanpa melawan."


Pindah tempat at halaman sekolah kuoh jam istirahat.

Di saat jam keluar makan adalah saat yang melegakan untuk murid-murid kuoh academy karena mereka bisa meluapkan emosi dan bakat mereka meskipun sebentar, ada yang makan, ngerumpi bersama teman-temannya dan ada yang aktif di lapangan main sepakbola ataupun basket dan sebagainya. Lain halnya dengan tokoh utama kita yaitu Naruto, ia hanya santai-santai saja di taman sekolah kuoh memakan bento yang ia buat sendiri sebelum berangkat sekolah. Dan seperti biasa Naruto menjadi pusat perhatian karena ketampanannya, surai emasnya yang panjang bercahaya jika di sinari matahari siang membuatnya bak model catwalk yang sempurna bagi gadis-gadis kuoh (ini mah mirip shaka atau camus ya hahaha...#lanjut) tapi Naruto pun menjauhi persepsi negatifnya dengan membiarkan gadis-gadis itu memperhatikannya.

"ara-ara... Naruto-kun ada di sini ya ufufufu..." namun acara makannya pun sedikit terganggu karena kedatangan pacar kedua Naruto yaitu Akeno Himejima sekaligus ratu Rias, Naruto pun menengok ke arah akeno dan tersenyum. "ah ada kau Akeno-chan, sini duduklah makan bersamaku tak usah canggung." Ucap Naruto mengajak Akeno untuk duduk bersamanya dan di terima dengan senang hati.

"ne Naruto-kun, jika aku perhatikan dirimu baik-baik. Kau tidak memperdulikan mereka yang mengagumimu dan meneriakan namamu karena ketampananmu itu. Tapi kenapa sikapmu selalu saja tak perduli?" ucap Akeno memulai pembicaraan. "untuk apa Akeno? Terlahir denga surai emasku dan wajah tampanku tak memberikanku apa yang namanya 'kesombongan' semata, justru aku hanya merasa diriku biasa saja seperti yang lain." Ucap Naruto dengan rendah hati sambil memakan obento nya, sementara itu tangan jahil Akeno pun menyentuh surai panjang emas sang pacar dengan tangannya juga sisir yang ia punya di kantong blazernya. "suraimu begitu panjang dan lurus seperti punyaku, warnanya indah dan berkilau sepertiku juga. Kau adalah laki-laki yang sempurna yang mau menerima cintaku dan aku bangga soal itu." Ucap Akeno yang melepas ikatan rambutnya dan sekarang surai hitam berkilaunya pun terurai begitu indah.

"hmm...hmm... kau itu terlalu memujiku Akeno-chan, kalau aku ingat-ingat surai milik almarhum guruku juga sepanjang aku Akeno, Shion-sama pun sama dan yang aku kagumi adalah surai khyoko Sage jiji dan Altar Hakurei jiji lah yang paling panjang dariku. Mungkin itu turunan dari mereka." Ucap Naruto dengan mendanga ke langit membayangkan keluarga angkatnya itu.

"sepertinya kau memiliki keluarga yang bahagia Naruto-kun, siapa saja mereka?" ucap Akeno dengan nada antusias, namun reaksi Naruto pun berbeda bukan gembira namun sedih. "sebenarnya aku hanya anak pungut yang di buang oleh tou-san dan kaa-san ku saat masih bayi dulu. Mu-sensei sudah aku anggap nii-san ku, Shion-sama ku anggap Tou-san ku juga Sage-jiji dan Altar Hakurei jiji sudah aku anggap kakekku. Tapi mereka tewas karena perang suci yang berlangsung 200 tahun sekali." Ucap Naruto dengan sangat terpukul karena perang ia kehilangan segalanya, dan karena perang itulah ia harus jadi saint dan membunuh banyak musuh.

Grepp...

Tanpa di sangka reaksi Akeno sama dengan Tsubaki yaitu memeluk Naruto, bedanya Tsubaki memeluk dengan badan sejajar namun akeno memeluk Naruto dan menenggelamkan kepala nya di payudara jumbo dan kenyalnya.

"daijobu Naruto-kun, aku mengerti betapa beratnya hidup tanpa kasih sayang orangtua. Aku pun begitu. Kau tak usah bersedih masih ada aku yang menjadi teman hidupmu. Aku akan selalu di sisimu Naruto-kun seperti Tsubaki-san. Jadi jangan menangis ya kau punya 2 bidadari yang akan menyemangatimu tiap hari." Ucap Akeno yang mengelus-elus kepala sang pacar dengan lembut untuk memberi ketenangan dan kehangatan cinta kepada sang saint emas itu, Naruto yang merasakan kelembutan payudara Akeno yang mendekapnya pun merasakan kehangatan yang tak biasa di kehidupannya. Bagaimana tidak, Seorang saint yang notabena hidup menyendiri demi tugasnya justru mendapat kehangatan seperti ini.

"kami-sama, hidupku di dunia ini sangat berbeda dengan kehidupan sepiku di sanctuary apakah ini berkahmu?" inner Naruto

"arigatou Akeno, kau mau menjadi teman hidupku ini. Aku benar-benar tak tau kepekaan terhadap masalah dan perasaan perempuan karena aku tak tau apa-apa." Ucap Naruto dengan kepolosannya itu, dan hal itu membuat Akeno makin gemas dengan sang pacarnya itu lalu mengusap pipi sang pacar.

"kenapa kau begitu polos Naru-kun? Kenapa kau tak mengerti perempuan? Apa seumur hidupmu kau tak tau apa itu perasaan perempuan yang sebenarnya padamu? Dan itulah yang akan aku berikan padamu." Ucap Akeno, namun sebelum Naruto sempat membalasnya datang salah satu pacar Naruto yang bak model yaitu Tsubaki Shinra.

"kamu ada di sini Anata? Apa yang kau lakukan dengan Akeno-san?" ucap Tsubaki yang seakan-akan cemburu dengan laki-laki kesayangannya itu. "ara-ara... apakah kau cemburu aku bersenang-senang kencan di halaman sekolah ini Tsubaki-san? Apa kau takut aku yang mengambil Naru-kun duluan hmm..? fufufufu..." ucap Akeno memprovokasi Tsubaki, otomatis Tsubaki merasa tak terima pacar yang mampu menaklukan hatinya yang dingin bagaikan es pegunungan jayawijaya itu sedikit memerah tanda emosinya mulai naik.

"apa katamu Akeno?! Kau takkan pernah bisa mendapatkan Anata-kun ku karena ia hanya milikku seorang, dan aku tak takut bersaing denganmu mendapatkannya." Ucap Tsubaki dengan nada percaya diri yakin, Akeno pun tak menjawab namun hanya tersenyum palsu mengeluarkan petirnya dan muncul adu petir antara Akeno dan Tsubaki. Naruto yang hanya nonton saja pun menghela nafas belum pernah ia melihat perempuan ribut-ribut seperti ini apalagi yang di rebutkan dia sendiri.

"ne-ne sudahlah kenapa kalian ribut seperti ini hanya karena diriku saja? Aku itu bukan orang yang penting untuk di permasalahkan, kalau kalian mau kalian bisa mencari penganti-"

"AKU TIDAK AKAN MENCARI PENGGANTIMU KARENA KAU MILIKKU ANATA/NARU-KUN!" sebelum Naruto menyelesaikan ucapannya, Akeno dan Tsubaki pun membentak Naruto dengan begitu keras sambil menyuarakan bantahannya. Dan hal itu membuat Naruto pusing.

"perempuan ternyata lebih menyebalkan dari deathmask dan shaka, apa lagi masalahku ini haah..." inner Naruto yang merasa tak mampu jadi pengadil di antara mereka berdua.

Sementara itu sebelum pertengkaran akeno dan Tsubaki di mulai pun sudah ada yang mengawasi mereka bertiga yaitu Rias Gremory king dari Akeno dan juga Sona king dari Tsubaki di sisi yang berbeda-beda, Rias di gedung ORC sementara Sona di gedung osis.

"mereka berdua meributkan Naruto-kun seperti itu, aku merasa penasaran kenapa Naruto-kun tidak pernah peka terhadap Tsubaki dan Akeno tentang perasaan mereka berdua pada Naruto-kun. Menurutmu bagaimana Koneko?" ucap Rias di sela-sela pengawasaanya bersama bidak-bidaknya ada Koneko dan juga Kiba.

"aku menilai Naruto-senpai benar-benar polos bucho, karena dari sikap Naruto-senpai yang tak bisa melerai Akeno-senpai dan Tsubaki-senpai cekcok mulut sepertinya ada perasaan tidak tega yang Naruto-senpai. Apa kau juga menyukainya bucho?" ucap Koneko dengan datarnya seperti tol jakarta-cikampek.

BLUSSHH...

Sontak pipi dari Rias pun memerah tanda ia tidak bisa menyembunyikan perasaan sukanya kepada pemuda itu. "sebelumnya aku menyukai Issei karena ia itu mempunyai sesuatu yang ada di dalamnya yaitu [sacret gear!] longinus Koneko, namun karena perasaan Iseei kepadaku hanya sebatas melihat fisikku yang menyerupai Akeno aku menjadi ragu dengan keteguhan hatiku. Namun setelah melihat Naruto-kun, hatiku merasa ingin tahu kenapa ia tak memandang lekuk-lekuk seksi tubuhku bahkan mengacuhkanku seperti aku bukan orang yang spesial bagi dirinya. Hal itu membuatku menyukainya karena pandangannya datar kepadaku." Ucap Rias mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.

"namun kenapa kau tak lakukan itu juga kepada Naruto-senpai bucho? Kau kan pemimpin kami juga orang yang paling berpengaruh di sekolah ini, apapun kau bisa dapatkan dan kau milikki." Ucap Kiba yang berada di sana juga, namun reaksi Rias justru menunjukan kesedihan.

"entahlah kiba, memang aku berasal dari keluarga bangsawan terkenal namun entah kenapa perasaan sukaku terhalang oleh sesuatu yang tebal seperti tembok pemisah perasaanku dengannya. Aku merasakan Naruto-kun buta akan cinta dan suka dan memilih kesetiaan kepada sesorang yang membuat Naruto-kun tidak memandangku, di tambah perasaanku yang tertekan karena pertunangan konyol yang akan di lakukan keluargaku membuatku jadi gelisah Kiba." Ucap Rias, Koneko dan Kiba yang ada di sana pun merasa bersimpati dengan masalah yang di hadapi bucho nya itu.

Sekarang menuju ke ruang Osis Kuoh Akademy, di sana terdapat Sona yang sedang mengerjakan pekerjaan rutinitasnya yang entah apa itu authornya gak ngerti, namun di dalam gedung Osis Sona tak sendiri ada bidak-bidaknya yang membantunya sesekali Sona memperhatikan Naruto juga melihat pertengkaran Akeno dan juga ratu nya yaitu Tsubaki.

"huh, kenapa Tsubaki harus ribut-ribut yang tidak berguna dengan Naruto-san? Dia kan hanya manusia yang di berkahi kekuatan dan bukan [sacret gear!] tapi kenapa Tsubaki begitu menyukainya? Aku tak mengerti apa tentang Naruto-san." Ucap Sona sama datarnya dengan Koneko melihat pertengkaran 2 pacar Naruto, namun di sisi Sona ada perempuan bersurai perak putih dengan dada yang jumbo namun tak sebesar 2 great onee-sama kuoh tapi wajahnya tak kalah cantik yaitu Momo Hanakai bishop sona yang menemanya mengerjakan tugas-tugas rutin Sona.

"kenapa kau berkata begitu Kaichou? Aku merasakan hal berbeda darimu Kaichou." Ucap Momo dengan tenang dan hal itu sukses mengalihkan perhatian Sona. "douyou kotowa Momo?" ucap Sona bertanya.

"aku merasakan hal yang berbeda darimu Kaichou, menurutku itu hal yang lumrah untuk seorang perempuan berjuang demi perempuan yang ia cintai ya meskipun caranya dengan bertengkar seperti anak kecil seperti itu, tapi yang membuatku tertarik adalah fuku-Kaichou yang mulai menemukan sisi feminimnya mencintai seorang pemuda seperti Naruto-kun itu, dia tampan, polos dan hal itu membuat hati fuku-Kaichou menemukan cintanya sepertiku yang mencintai Issei-kun." Ucap Momo dengan gamblangnya menjelaskan sesuatunya namun satu hal yang membuat Sona terkejut bahwa bishop nya ini menyukai salah satu dari trio mesum yaitu Hyodou Issei adik tiri Naruto.

"a-apa kau tak salah bicara Momo? Kau menyukai Issei, salah satu dari trio mesum yang harus kita urusi dari minggu ke minggu karena sikap mesumnya yang selalu mengintip perempuan di klub kendo ganti baju? Atas dasar apa kau menyukainya?" ucap Sona dengan nada kagetnya.

"ya meskipun Issei-kun memang mesum, menurutku tidak masalah Kaichou. Karena ia lumayan tampan, dan jika aku bisa menjadi pacarnya bahkan istri Issei-kun mungkin aku bisa menghentikan sikap hentainya kepada perempuan lain terutama Rias Gremory-senpai dan Akeno-senpai dan beralih kepadaku sebgai pacarnya ufufufu..." ucap Momo dengan nada yakinnya bahwa ia bisa menaklukan perwujudan monster mesum itu dan dengan gaya seperti Akeno di akhir kalimatnya, dan itu membuat Sona sweatdropp.

"haah... kau benar-benar gila Momo menjadikan Issei suamimu, aku tak menyangka kau mengatakan itu Momo." Ucap Sona sambil tepok jidatnya sementara Momo hanya tersenyum tak berdosa.


Pindah tempat at gereja kuoh.

Kita tinggalkan orang-orang yang saling mengajukan persepsinya masing-masing ke satu tempat di luar sekolah, di dalam gereja kuoh yang terbengkalai tidak terpakai mungkin mirio seperti gedung tua terdapat kumpulan manusia bersayap hitam kelam alias malaikat jatuh yang menjadikan gereja base-camp mereka dan di sana terdapat satu sosok berbadan manusia berwajah seperti monster dan bersayap 10 atau 5 pasang dengan anak buahnya, yap dialah Kokabiel jendral malaikat jatuh yang memimpin revolusi malaikat jatuh membelot pemimpinnya yaitu Azazel.

"ada apa kau ingin menemuiku Donhaasek?!" ucap Kokabiel kepada sosok yang ada di depannya itu yaitu Donhaasek. "aku ingin melapor Kokabiel-sama, Raynare terluka parah akibat racun dari mawar iblis dari salah satu manusia yang melindungi target yang ingin di bunuh oleh Raynare." Ucap Donhaasek dengan nada tegas kepada pemimpinnya itu.

"grrrr... siapa yang berani-beraninya melukai pemuas nafsuku yang cantik sampai ia luka parah seperti itu. KATAKAN SIAPA DIA?! AKAN AKU MUSNAHKAN DIA DARI DUNIA INI!" ucap Kokabiel dengan nada geram dan emosi. "dari yang aku lihat dia adalah..-"

"salah satu Gold saint Athena, Saint emas Aries Naruto." Sebelum Donhaasek menyebutkan, ada 3 sosok orang mengenakan cloth hitam kelam dan sayap yang menyerupai kelelawar iblis dan sayap malaikat jatuh.

"grgrgr... siapa kalian yang berani-beraninya datang ke tempat ini tanpa aku sadari kehadiran kalian?" ucap Kokabiel dengan kesalnya.

"kami ini adalah 3 hakim Mekai yang bertugas sebagai pengadil jiwa-jiwa yang telah tewas menuju mekai dan kami juga adalah pelayan dari raja underwold Hades-sama. Namaku adalah Ryadamantys dan ini adalah Gryphon Minos dan Garuda Aiacos. Kau benar-benar tidak berguna menjadi jendral malaikat jatuh Kokabiel, menyedihkan seorang jendral malaikat jatuh menyuruh anak buahnya memusnahkan targetnya namun kalah dari jurus "ROYAL DEMON ROSE" milik gold saint pelayan Athena." Ucap Ryadamantys menjelaskan, sontak terjadi ketakutan di antara para malaikat jatuh bawahan Kokabiel.

"mereka bertiga adalah hakim neraka Hades-sama.."

"aku kira itu Cuma cerita yang aku dengar saja ternyata perang suci memang ada..."

"ku dengar juga 3 hakim Mekai itu membunuh seorang manusia..."

"benar-benar kekuatan yang mengerikan..."

"tapi kalau mereka bertiga di sini apa dunia atas ini akan jadi medan perang untuk perang suci ya...?"

"aku juga tidak tahu..." itulah yang di ucapkan oleh bawahan Kokabiel, sontak Kokabiel yang mendengarkannya pun ikut merasa penasaran siapa sesungguhnya Gold saint Athena.

"sebelum kau lebih jauh mengatakannya, aku ingin menanyakan sesuatu padamu Rydamantys." Ucap Kokabiel kepada salah satu hakim Mekai yang menggunakan cloth dengan helm seperti cakar elang yaitu Rydamantys. "apa yang akan kau tanyakan Kokabiel?" ucap Rydamatys.

"siapa sebenarnya Gold Saint Athena? Dan bagaimana kekuatannya?" tanya Kokabiel. "Gold Saint Athena adalah salah satu pejuang dari legenda mitologi gunung olympus, mereka terdiri dari 12 orang yang mengenakan gold cloth yang masing-masing mewarisi satu bintang dari ke 12 bintang tersebut. Terakhir kali perang suci terjadi belum lama aku melawan salah satu dari 12 gold saint yaitu Gemini Kanon, seorang Saint Athena mempunyai kosmo yang sangat kuat bahkan bisa menghancurkan bangunan kuil suci ataupun pengadilan neraka sekalipun yang di sebut 'cosmo emas'. Seingatku gold Saint telah mati di mekai menghancurkan tembok harapan yang memisahkan antara mekai dengan elysium tempat tubuh Hades-sama berada, tapi aku tak menyangka ada yang di bangkitkan. Berhati-hatilah Kokabiel dan aku peringatkan kau, Hades-sama masih menyuarakan 200 tahun perang suci antara Athena dan Hades-sama, jika kau tak mampu membunuh Saint emas itu. Maka aku yang akan ambil alih." Ucap Rydamantys sedikit mengancam Kokabiel, dan itu membuat sang jendral malaikat jatuh itupun geram luar biasa karena ia di remehkan begitu saja.

"aku tidak butuh bantuan 3 hakim mekai karena aku masih bisa mengurusnya, dan lagipula aku masih dendam atas kekalahan kaumku di masa 'Great warr' ratusan tahun silam kepada kaum iblis terutama Sirzhec Lucifer." Ungkap Kokabiel mengeluarkan amarahnya dengan menggenggam tangannya kuat-kuat, kemudian ketiga Hakim mekai itupun pergi dengan sendirinya.

"kurang ajar 3 hakim neraka itu, berani-beraninya ia meremehkan siapa aku yang sebenarnya. Akan aku buktikan bahwa Da-tenshin pun bisa membunuh bedebah gold saint Athena itu, Donhaasek." Ucap Kokabiel dengan akhiran memanggil anak buahnya itu. "hai' Kokabiel-sama." Ucap Donhaasek.

"laksanakan misi yang aku percayakan kepada Raynare beberapa waktu itu, kalau menemukan Gold saint Athena itu jangan ragu-ragu bunuh saja." Ucap Kokabiel dan anak buahnya itupun pergi dengan lingkaran sihir teleportasi.

"Tunggu saja kau GOLD SAINT NARUTO, AKAN KU BUNUH KAU!"


SCENE BREAK... AT KUOH ACADEMY SORE HARI

Matahari sore pun bersinar dengan dengan terang berwarna merah campuran orange tanda aktifitas di hari itu sudah berakhir, orang kantoran pulang ke rumahnya begitupun juga dengan anak-anak sekolah yang pulang kembali untuk istirahat, tapi tidak begitupun dengan aktor utama kita yaitu Naruto yang sama sekali belum kembali ke rumahnya namun tetap di sekolah tapi adik tirinya yaitu Hyodou Issei sudah pulang duluan ke rumah, lebih tepatnya di atap sekolah menatap matahari sore akan tenggelam dan berganti indahnya malam dengan bintang dan bulan menghiasi malam kota kuoh, namun ada pemandangan yang tidak biasa. Yaitu Naruto tidak menggunakan seragam sekolahnya namun menggunakan gold cloth Aries dengan tanduk domba di pundaknya serta kain jubah putih melekat di punggungnya hinga batas 1 cm menyentuh tanah namun Naruto tidak menggunakan helm nya, sehingga surai emasnya yang berkilauan pun terlambai-lambai di tiup angin.

"sudah beberapa hari aku berada di dunia ini, dan aku sudah menemukan banyak hal mulai dari rasa sayang, pertemanan, cinta, hingga penderitaan. Ini sangat berbeda sekali dengan jamir serta Sanctuary di mana aku menghadapi kehidupa yang benar-benar keras dan tak mengenal kata ampun. Aiolia, Aldebaran, Miro, Shaka, dan juga Roshi Dohko, aku sangat merindukan saat-saat kita bertarung melawan spectra Hades di Sanctuary menjaga Athena tetap hidup sebagai pemimpinan kita, namun sayang sekali hanya aku yang masih hidup karena di bangkitkan oleh Athena-sama di dunia ini..."

Kemudian Naruto pun melihat mawar iblis merah yang ia pegang di tangan kanannya, dan mengingatkan Naruto akan kenangan lamanya. "terutama kau sahabatku Afrodite Saint emas Pisces, kau adalah sahabat terbaikku yang mengajarkanku racun iblis mawar sehingga aku dengan mudah menguasainya meskipun aku pun menanggung resiko amat berat yaitu harus ikut di suntik racunya hingga tubuhku bahkan sel-sel darahku menjadi racun yang sangat mematikan. Bagaimana kabarmu kawan."


FBO

Sanctuary Yunani beberapa tahun silam.

Sanctuary adalah tempat para Saint Athena mengabdikan dirinya untuk tunduk akan setiap perintah Athena no kami sang dewi perang dalam perwujudan perempuan sebagai titisan di bumi, kita beralih ke suatu tempat yaitu padang rumput luas yang terdapat kuburan para Saint terdahulu di kebumikan dan di beri nisan batu sebagai perwujudan penghormatan terhadap jasa-jasanya selama perang suci berlangsung atau pertempuan lain, dan di sana terdapat salah satu Saint mengenakan cloth emas dengan tanduk domba emas ukuran sedang dan kain putih di punggungnya. Yap dialah aktor utama kita pada saat umurnya 13 tahun yaitu Naruto sedang membawa mawar berwarna putih untuk melayat kepada guru yang ia sayangi dan di anggap kakak sendiri yaitu Mu sang gold saint Aries yang terbunuh saat pertarungan melawan saint asgard. Naruto pun meletakan ikatan mawar putih itu ke depan nisan sensei nya itu dengan sedikit berlinang air mata mengenang moment-moment yang dulu di lalui bersama Mu.

"Mu-sensei lihat lah aku sekarang, aku sudah berhasil menjadi pewaris cloth Aries dari sensei saat ini meskipun itu sedikit terpaksa di karenakan aku terlampau muda menjadi penerus sensei. Tapi aku bangga mempunyai sensei sepertimu yang sudah aku anggap nii-san ku sendiri selama di jamir dan di sanctuary, beristirahat lah dengan tenang di bumi ini dan jadilah bintang yang bersinar di langit alam semesta yang membimbingku selama aku menjadi Gold Saint Athena." Ucap Naruto untuk sensei nya yang wafat, Namun Naruto merasakan cosmo yang sangat besar namun tak asing bagi dirinya sendiri.

"sepertinya ada juga yang menyukai bunga mawar sama sepertiku, terlebih lagi kau adalah Gold saint Aries Naruto." Ucap seseorang yang ada di belakang Naruto, tak lain dan tak bukan adalah Afrodite saint Emas Pisces, Naruto pun berdiri dari acara melayatnya dan berbalik menghadap orang tersebut.

"kalau aku tidak salah, kau adalah Gold Saint Pisces Afrodite, kau pasti menemukanku karena kau mendeteksi cosmoku dari bunga-bunga mawar yang aku pegang untuk hadiah melayat untuk senseiku benar kan?" ucap Naruto dengan tenang seperti sensei nya, Afrodite pun hanya tersenyum sambil menyisir surai biru mudanya dengan tangannya.

"ya seperti yang kau tahu Naruto-kun, aku ini adalah saint Pisces. Salah satu Gold saint terkuat yang mengandalkan bunga mawar sebagai senjata utamaku dari 12 gold saint Athena, aku ingin tanya satu hal. Apa kau menyukai mawar juga Naruto-kun?" ucap Afrodite dengan gayanya yang sedikit lemah lembut seperti wanita (bacanya: banci), dan Naruto pun membalasnya dengan senyuman juga.

"bagiku mawar itu adalah bunga yang terindah selain lily, tulip ataupun sakura jepang meskipun mawar itu mempunyai duri yang sangat tajam dan juga racunnya yang mematikan aku sangat menyukainya. Dari yang aku dengar selama ini di kalangan gold saint lainnya Saint Pisces harus di suntik racun mawar iblis untuk menjadikannya Saint emas pisces yang kebal terhadap racun apapun termasuk racun tanaman, apa sekarang kau menjadi mawar iblis yang darahmu ikut-ikutan beracun Afrodite?" ucap Naruto sedikit penuh selidik, dan Afrodite pun menegang. Pandangannya pun menjadi serius sekali.

"kau benar Naruto-kun, rumor atau gosip itu memang benar adanya. Aku mempelajari konstitusi itu dari Ayahanda juga Albafica-sama sang gold saint pisces sebelumnya, prosesnya mirip kau di bangkitkan kembali setelah kau mati. Sekali kau sudah di masuki racun itu kau sudah tak bisa menjadi manusia normal dan pada hakikatnya kau akan hidup menyendiri seperti mawar iblis dan kau akan kehilangan segalanya karena teman, sahabat atau keluarga yang ada di dekatmu akan mati setelah menghirup bau mawar itu. Memangnya kenapa Naruto-kun?" ucap Afrodite tanda tanya, dan Naruto pun dengan tenang dan tanpa emosi berlebihan.

"aku sangat tertarik akan hal itu Afrodite, aku ingin mempelajari mawar iblis sama sepertimu dan aku akan menanggung semua resiko yang aku harus tanggung sendiri. Apa kau bersedia Afrodite?" ucap Naruto, dan Afrodite pun terkejut pasalnya tidak ada satupun gold saint yang mau mempelajari jurus itu akrena resikonya yang terlampau berat sekali.

"apa kau yakin akan melakukan itu Naruto-kun? Jika kau sudah menguasainya rasanya kau akan berada di neraka karena kau akan selamanya hidup sendirian, apa kau sanggup menanggung resiko itu Naruto-kun?" ucap Afrodite.

"tak masalah Afrodite, aku akan menanngung semua resiko tersebut." Ucap Naruto dengan yakinlah, dan terlihat seringaian di bibir Afrodite yang memakai lipstik putih itu.

"baiklah bersiap-siap lah ke rumah Pisces yang berada di bawah ruang ayahanda, kau akan merasakan neraka yang sesungguhnya amat menyakitkan ufufufu..." ucap Afrodite dan di angguki saja oleh Naruto tanda ia sanggup menjalankannya.


FBE

"sampai saat itu aku tidak akan melupakan saat kau mengajariku jurus mematikan yang membuatku harus menanggung racun mematikan itu Afrodite, aku akan mengingatmu sebagai sahabat terbaikku." Ucap Naruto entah kepada siapa namun ia tersenyum denga mawar di tangannya itu.

"kau masih ada di sini Anata-kun." Tiba-tiba suara feminim mengejutkan Naruto dari belakang, dan Naruto mengenalnya yaitu salah satu pacarnya yang menyebut namanya dengan sebutan 'sayang' yaitu Tsubaki Shinra, namun Naruto tidak menjawabnya hanya terdiam melihat matahari terbenam sementara Tsubaki pun terus mendekat untuk bicara dengan laki-laki yang ia cintai itu.

"sikashi, kenapa kau memakai cloth emas Aries milikmu ini Anata-kun? Apa kau akan pergi bertarung lagi?" ucap Tsubaki bertanya tentang cloth emasnya, namun Naruto hanya tertunduk tanpa bicara apapun. Namun Tsubaki melihat sesuatu yang menarik perhatiannya saat ini yaitu mawar iblis merah di tangan kanan Naruto.

"eh apa ini? Wah mawar merah, apa ini untukku Anata-kun?" ucap Tsubaki sumringah melihat sesuatu yang sangat di sukai wanita itu, lalu Naruto pun menatap Tsubaki.

"ya ini mawar iblis Tsubaki, dan aku mau mengatakan sesuatu.." Naruto pun sekali lagi menunduk dan menahan kata-kata yag seakan berat untuk di ungkapkan kepada sang pujaan hati itu.

"aku tidak pantas untuk menjadi pacarmu atu sosok yang begitu kau cintai di hatimu, aku hanya mawar iblis yang beracun yang bisa saja suatu saat membunuhmu tanpa kau sadari. Aku di kutuk untuk menjadi seperti itu untuk meningkatkan kemampuan cosmoku dalam bertarung melawan musuh Athena. Aku ini adalah Saint Tsubaki-chan, tak pantas mencintai siapapun atau di cintai siapapun termasuk dirimu, aku hanya bidak pion pertama yang akan mati pertama dan mungkin terakhir dalam perang suci. Kumohon tinggalkan aku Tsubaki." Ucap Naruto dengan perasaan sedih mengatakan itu karena Naruto takut Tsubaki akan ikut terbunuh dalam keras dan kejamnya perang 200 tahun sekali yaitu perang suci, Tsubaki pun sedikit terperanga betapa kejamnya sang pacar ingin memutuskan ikatan cintanya yang baru ia jalani dengan Naruto sehari ini demi nyawanya dan loyalitasnya sebagai Gold Saint Athena.

GREPP..

Namun tanpa di duga Tsubaki pun melakukan hal yang sangat berani kepada sang pacar tersebut yaitu menarik tangan kanan Naruto dan di letakan ke payudaranya sebelah kanan dan berlinang air mata karena kecewa dan kecintaanya yang begitu mendalam.

"ANATA-KUN, TOLONG LIHAT KE MATAKU, LIHAT KE WAJAHKU SEKARANG!" ucap Tsubaki membentak Naruto dan itu sukses membuat Naruto melihat ke arahnya, namun Naruto terkejut melihat wajah pacarnya itu.

"apa ada keraguan di wajahku untuk mencintaimu Naruto-kun? Apakah aku sudah menyalahi kata hatiku untuk menjadikanmu satu untukku hanya untuk mencintaiku? Apa aku takut mati hanya kau seorang mawar beracun yang suatu saat nanti akan membunuhku? TIDAK, TIDAK DAN SELAMANYA TETAP TIDAK! Aku tak perduli kau itu Saint emas yang kapan saja bisa terbunuh karena kewajibanmu untuk bertarung, aku tak perduli kau punya racun mematikan yang siap membunuhku kapanpun itu, dan aku juga tak perduli resiko apapun untuk bisa mencintaimu seorang Naruto-kun. Aku mencintaimu tulus Naruto-kun dan akupun juga siap menanggung bersama racun mawar yang ada di tubuhmu untuk di suntikkan ke dalam tubuhku Naruto-kun, jadi tolong, tolong jangan pernah putuskan aku hiks... aku mohon padamu Anata." Ucap Tsubaki dengan berlinang air mata dan kesedihan memohon kepada Naruto. Dan karena ketidak tegaan Naruto pun menyematkan bunga mawar iblisnya ke telinga Tsubaki, Tsubaki yang di perlakukan seperti itu pun terkejut.

"tolong rawat bunga mawar iblis ini tetap segar dan merekah indah seperti itu dan itu tidak beracun karena racunnya sudah aku netralkan, aku benar tidak tega kau begitu mencintaiku sangat dalam maka itu aku titipkan setangkai mawar itu karena kepercayaanku adalah itu Tsubaki-chan. Aku tak bisa mencintaimu karena aku tak tau bagaimana caranya punya cinta ataupun jatuh cinta dengan perempuan manapun termasuk dirimu Tsubaki-chan, jadi untuk menggantikan tangisanmu hanya itu saja. Aku percaya padamu Tsubaki." Ucap Naruto dengan di akhiri dengan senyuman tulus untuk membuat sang perempuan tersenyum kembali.

"Arigatou Anata-kun."

"sama-sama Tsubaki-chan-"

DEGG...

Tiba-tiba Naruto merasakan sesuatu yang aneh dari sekeliling wiayah kota kuoh, wajahnya pun menegang karena takut terjadi apa-apa dengan otouto nya.

"a-apa yang aku rasakan ini, cosmo Issei menghilang secara tiba-tiba. Mungkinkah Issei sudah. Masaka...!" inner Naruto

"ada apa Anata-kun, kenapa wajahmu sangat tegang sekali?" ucap Tsubaki bertanya karena wajah pacarnya terlihat mengkhawatirkan dengan mimik wajahnya yang menegang.

"Tsubaki, maaf aku tak bisa menemanimu pulang, aku merasakan sesuatu yang benar-benar mengkhawatirkan tentang otouto ku. Aku harus pergi sekarang." Ucap Naruto yang langsung meninggalkan Tsubaki dengan melompati pagar dan bergerak sangat cepat seperti ninja, sementara Tsubaki pun merasa ada yang di sembunyikan dari dirinya saat ini.

"mudah-mudahan Naruto-kun tidak apa-apa"


Scene break... sore hari sebelum kewaspadaan Naruto at taman kuoh.

Dari adegan tangis-tangisan kita beralih ke adegan selanjutnya, pada saat sore hari di taman kota kuoh. Matahari sore pun bersinar indah di taman tersebut. Dan di taman ini terdapat anak sekolah dengan pakaian blazer ungu, baju garis-garis dengan celana hitam dan surai coklat gaya mirip capten tsubasa, yap dialah Hyodou Issei adik tiri Naruto yang sedang pulang sekolah melewati taman kota kuoh.

"haah... lagi-lagi aku harus melewati taman kota saat sore hari begini sendirian tanpa Naruto Nii-san, taman ini begitu indah saat sore hari namun tidak untukku yang jomblo tidak punya pacar. Tadi aku lihat pertengkaran antara Akeno-senpai dengan fuku-kaichou memperebutkan Naruto Nii-san. Haah... beruntung sekali kau Nii-san, baru masuk sekolah sudah punya 2 pacar yang cantik dan seksi. Kapan aku punya yang seperti itu ya." Keluh Issei entah kepada siapa.

"moshi-moshi gaki no hentai, sepertinya kau sedang sendirian saat ini." Tiba-tiba di depan Issei muncul malaikat jatuh yang menyamar menggunakan pakaian seperti detektif sherlock homes, yang tak lain adalah Donhaasek, Issei yang mendengar itupun menghentikan langkahnya penasaran dengan sosok yang ada di depannya ini.

"he siapa kau oji-san? Dan kenapa kau mengatakan bahwa aku ini adalah bocah mesum? Apa maksudmu oji-san?" ucap Issei penuh selidik karena sosok itu menghina yang mengenai sebutannya sendiri.

"hmm...hmm... apa aku tak mendengar segala keluhanmu tentang wanita, yang ada di pikiranmu adalah wanita, wanita dan wanita. Maka itu aku sebut kau seperti itu. Apa aku salah gaki?" ucap Donhaasek mulai memprovokasi Issei dengan menaikan tensinya.

"apa-apaan kau oji-san, berani-beraninya kau menghina harga diriku, awas kau!" ucap Issei yang mulai marah dengan segala provokasi Donhaasek.

Basstt...

Secara tidak terduga sang paman yang membuat Issei marah ternyata mengungkapkan jati dirinya sendiri, dengan memunculkan sepasang sayap hitam mirip sayap gagak lumayan besar, Issei yang sebelumnya marah pun menjadi tercekat, langkahnya pun membeku tak bergerak sedikitpun dan matanya pun seperti keluar dari tempatnya.

"bocah bodoh, itulah tujuanku memprovokasimu yaitu mengukur tingkat keberanianmu dalam melawanku, tapi kau tetaplah manusia yang payah yang juga tidak tahu kekuatan apa yang ada di dalam tubuhmu sendiri!." Ucap Donhaasek mulai menunjukan sifat aslinya dan Donhaasek pun menyiapkan sebuah tombak cahaya ukuran sedang untuk menyerang Issei.

"si-siapa orang ini, apakah ia malaikat pencabut yang akan mencabut nyawaku? Ataukah ini mimpi?" inner Issei yang mulai ketakutan dengan keadaan yang mulai tidak nyaman ini.

"dan sekarang matilah kau bocah, TERIMA INI!" ucap Donhaasek.

Wusshhhh...

Ctap...

Brukk...

"huekk..." Issei pun mulai muntah darah dan mengeluarkan banyak darah karena tombak tersebut mengenai perut dari Issei dan secara lagsung membuat Issei pun tumbang kehabisan darah.

"hahaha... salahakan kami-sama menurunkan salah satu kekuatannya untukmu dalam bentuk [sacret gear!] tapi nyatanya kau manusia yang tidak berguna, orokana." Ucap Donhaasek di tengah-tengah nafas Issei yang mulai menghilang.

"apakah aku akan berakhir di sini sekarang? Apakah aku akan mati tanpa merasakan indahnya pernikahan dan memiliki anak? Dan apa itu sacret gear? Sepertinya kami-sama memang tidak adil untukku." Inner Issei yang sudah sekarat dan akhirnya tewas.

"haah... menghabisi nyawa bocah itu ternyata mudah sekali, namun kenapa ini menjadi problematika buat Kokabiel-sama, sepertinya ini sudah selesai aku akan-"

"ISSEI...!" belum sempat Donhaasek akan pergi, tiba-tiba datang tokoh/aktor utama kita mengenakan Gold Cloth Aries, Naruto pun memegang tubuh otouto nya yang sudah tidak berdaya di pangkuannya itu.

"Issei, gomen Nii-san datang terlambat untuk mendampingimu pulang otouto. Aku memang Nii-san mu yang tidak berguna." Ucap Naruto penuh penyesalan atas ketidak pekaan dirinya yang meninggalkan Issei sendirian dan juga memeluk jasad adik tirinya itu.

"akhirnya kita bertemu kembali Gold Saint Aries Naruto, ternyata informasi dari 3 hakim Mekai itu ada benarnya juga. Heh kau tak lebih dari mayat hidup dari serpihan perang suci 200 tahun, aku akan membunuhmu sekarang bersama dengan adikmu itu." Ucap Donhaasek dengan yakinnya merasa ia bisa membunuh Naruto, Naruto pun meletakan jasad Issei yang terbujur kaku di atas tanah dan menghadapi Da-tenshin itu dengan emosi yang sepertinya ingin di keluarkan.

"jadi Aiacos, Rydamantys dan Minos itu masih hidup setelah aku kalahkan beberapa waktu lalu? Dan sekarang kaulah yang menjadi musuhku Da-tenshin, apa kau bisa membunuhku dengan sangat mudah? Tidak akan semudah itu." Ucap Naruto dengan yakinnya dan membuat Donhaasek pun jadi murka terhadap Naruto.

"MANUSIA KEPARAT! TERIMA INI GOLD SAINT ATHENA!"

WUSSSHHHH...

WUSHHH...

WUSHHH...

Donhaasek pun memulai jurusnya dengan melemparkan puluhan tombak cahaya kepada Naruto dengan kecepatan tingkat high, Namun Naruto pun hanya menutup matanya dan mengayunkan jari telunjuknya ke arah depannya.

"LIGHTNING PLASMA"

CTAR...

CTARR...

CTAR...

CTARR...

Secara tidak terduga Naruto pun mengeluarkan jurusnya yang berbentuk laser emas yang langsung menghancurkan semua tombak Donhaasek dengan sangat mudah, dan di akhir jurunya Naruto membuka matanya.

"na-nani? Puluhan tombakku di hancurkan dengan satu serangan?" ucap Donhaasek terkejut dengan jurusnya yang di patahkan dengan mudahnya. "percuma saja Donhaasek, meskipun kau menyerangku dengan puluhan, ratusan, ribuan bahkan jutaan tombak cahaya. Kau tidak akan bisa menandingi cosmo emas yang di anugerahkan alam semesta dari gold clothku. Dan kau harus membayar nyawa adikku dan juga banyak nyawa manusia yang lain yang kau sudah bunuh dengan kejam." Ucap Naruto yang sedang mempersiapkan jurusnya lagi.

"DIAMOND DUST."

Wushh...

Dhuarr...

Brukk...

Naruto melepskan ribuan debu-debu intan dengan tingkat suhu -37 drajat di bawah 0 yang membuat tubuh Donhaasek pun terpental sejauh 500 meter ke arah air mancur di tengah taman itu, namun di tengah pertarungan itu muncul 2 lingkaran sihir menampilkan Rias beserta bidaknya serta Sona dan budaknya termasuk di dalamnya 2 pacar Naruto yaitu Tsubaki Shinra dan Akeno Himejima queen dari 2 kubu itu, mereka pun terpana air mancur di tengah taman itu hancur berantakan karena pertarungan yang dahsyat, dan tak sampai di sana mereka melihat seseorang mengenakan gold cloth ARIES yang di yakini adalah Naruto dan masih dalam posisi terkejut mereka melihat Issei terbujur kaku tak berdaya mungkin sudah tewas seketika.

"a-apa yang terjadi di sini? Apakah kau baik-baik saja Anata-kun?" ucap Tsubaki yang nyosor duluan menghampiri Naruto tanpa persetujuan dari Sona king Tsubaki. "hee! Sejak kapan fuku-kaichou memanggil Naruto-san 'sayang'? apakah mereka berpacaran?" ucap Saji yang bingung dengan fakta yang terjadi di sini.

"Saji-kun, penjelasannya nanti saja, kita bawa Issei-kun menjauh dari pertarungan Naruto-kun dengan Da-tenshin ayo Saji-kun." Ucap Momo yang berbicara, dan Saji mau tak mau pun mulai memapah Issei menjauh dari pertarungan. "sudah mati tapi kau masih merepotkan, haah.. dasar teman mesum." Inner Saji.

"grrr... KURANG AJAR KAU GOLD SAINT ATHENA HYAAA...!" ucap Donhaasek yang langsung maju dengan kecepatan setara ninja klas atas dengan tombak cahaya di tangannya bermaksud membunuh Naruto, Naruto yang sadar bahaya yang ada di depannya kemudian terpaksa memeluk Tsubaki yang berada di sampingnya dengan tangan kirinya dan kemudian mengayunkan tangan kanannya yang di selimuti cosmo emas.

Dhuarr...

Drrtttt...

Adu kekuatan antara Naruto dengan Donhaasek menciptakan gesekan energi yang kuat dalam rentang waktu yang cukup lama (momennya seperti Naruto vs sasuke di great valley dan Aiolia juga salah satu god warrior di anime saint seiya.), namun keadaan Naruto tidak menguntungkan karena kedua tangannya tak fokus untuk bertahan dari serangan malaikat hitam itu.

"Tsubaki-chan, kau tidak apa-apa kan? Maaf aku tak bisa mendorongmu untuk membuat kekai pertahanan karena aku ingin melindungimu dan tak ingin menyakitimu, jadi terpaksa aku memelukmu seperti ini. Gomen bukan aku ingin memanfatkan tubuhmu, dan aku juga bukan orang mesum" ucap Naruto di sela-sela ia mempertahankan kakuatannya menahan kekuatan Donhaasek, sementara Tsubaki yang di peluk pun hanya bisa angguk-angguk seperti kakatua karena ia tak tau harus bilang apa, karena perasaanya campur aduk antara bahagia dan cemas kepada sang pujaan hati.

"BUKAN SAATNYA KAU BERPALING DARIKU BRENGSEK!" ucap Donhaasek yang terus menekan Naruto dengan sangat kuat, Naruto pun sudah berada dalam batasnya dan ia bingung antara fokus ke malaikat itu atau pacarnya.

Sringg...

Dhuarrr...

Tiba-tiba saja Donhaasek mampu memenangkan duel kekuatan tersebut yang menghasilkan kekuatan yang membuat kawah yang cukup lebar, namun alangkah terkejutnya Donhaasek musuhnya ternyata menghilang entah kemana.

"ke-kemana dia? A-aku tidak bisa mendeteksinya, kemana-"

"aku di belakangmu malaikat sesat." Dan sebelum Donhaasek menyelesaikan ucapannya, Naruto tiba-tiba saja ada di belakangnya masih memeluk Tsubaki, dan yang lebih mengejutkan lagi di tangan kanan Naruto tercipta bola energi berwarna biru yang di buat dari energi roh orang mati mirip seperti kumpulan api biru, Rias dkk serta Sona dkk bingung apa yang ada di tangan kanan Naruto.

"rasakan jurus dari almarhum Kyokoko Sage-Jiji yang bisa membakar segalanya."

"SEKISHIKI: SHO EN"

Wusshhhh...

"GYAAAAA...!" lolong Donhaasek karena ia merasa tubuhnya terbakar dengan api biru pucat yang di hasilkan oleh Naruto, tapi hal itu belum selesai karena di tangan kanan Naruto juga tercipta cosmo biru di kepalan tangan Naruto.

"masih belum selesai, ini untuk semua orang yang kau bunuh dengan kejam."

"SEKISHIKI: KONSHOU HA"

Dhuarrr...

Dan kedua jurus Naruto warisan gold saint terdahulu memusnahkan Donhaasek tanpa meninggalkan bulu kitam satu helai pun, dan itu membuat Rias dan Sona terkejut bukan kepalang. Karena jurus tersebut tidak pernah ia lihat sebelumnya.

"Sona, jangan bilang jurus itu mirip seperti jurus klan Phoenix. Aku tidak percaya jurus itu sangat kuat memusnahkan malaikat hitam dampai membakarnya hingga habis seperti itu." Ucap Rias yang berspekulasi tentang jurus yang di keluarkan oleh Naruto.

"kurasa bukan Rias, setahuku klan Phoenix mempunyai jurus api yang tidak seperti itu, aku baru mengetahui jurus yang seperti itu bisa memusnahkan malaikat hitam." Balas Sona tak kalah kejutnya dengan Rias.

Setelah Naruto menyelesaikan jurusnya, Naruto pun mendatangi Issei yang tengah terbujur kaku di pelukan Momo yang memang sangat mencintai Issei.

"Momo-san, maafkan aku sebagai Nii-san aku memang tak berguna menjadi Saint. Aku membunuh banyak orang tapi aku juga harus kehilangan banyak orang yang aku sayangi juga, kehidupanku memang kejam sebagai saint emas." Ucap Naruto tertunduk karena kesalahannya.

"aku bisa mengurus itu Naruto-kun, aku akan menghidupkan Issei kembali seperti sedia kala. Tapi ada 2 konsekuensi yang akan kau terima untuk itu Naruto-kun." Ucap Rias menghampiri Naruto untuk memberikan penawaran yang sepertiny akan menyulitkan Naruto saat ini.

"Rias-sama, kau tidak bisa mema-"

"Tsubaki-chan, sudahlah tidak usah khawatir tentang prasyaratnya. Untuk Issei adikku akan aku penuhi apapun permintaan Rias meskipun itu sedikit merugikan di pihakku. Baiklah Rias, apa maumu setelah kau menghidupkan Issei kembali?" Tsubaki berusaha melawan apa yang akan di katakan Rias, karena sepertinya ia tahu maksud dari sahabat king nya itu mengajukan 2 syarat, tapi langsung di cegah oleh Naruto sendiri.

"pertama, setelah aku menghidupkan Issei kembali. Ia akan menjadi budakku selamanya karena otomatis Issei menjadi milikku, kedua kau harus menjadi pacarku. Apa kau menyetujuinya Naruto-kun?" ucap Rias dengan sedikit seringaian tanda ia akan memenangkan hati pasangannya itu, bagi Naruto mau tidak mau ia harus menuruti apa mau Rias untuk menghidupkan kembali adiknya, sebenarnya Naruto bisa menggunanakan sekishiki mekai ha untuk mengambil jiwa Issei lagi. Tapi itu akan menjadi kegemparan karena ia bisa keluar-masuk mekai.

"haah... akan aku lakukan apapun yang kau mau Rias, lakukan saja ritual penghidupan Issei Rias." Ucap Naruto dengan tegas kepada Rias, dan Rias membalas dengan senyum di buat-buat seperti akeno. "maafkan aku Naruto-kun, aku tak bermaksud menyakiti hatimu. Tapi hanya ini jalan satu-satunya untuk menyadarkanmu betapa aku menyukai sifat polosmu Naruto." Inner Rias.

Setelah itu Rias pun memulai ritualnya dengan membaringkan Issei di tanah, kemudian mengeluarkan semua bidaknya. Dan alangkah terkejutnya Rias ternyata 8 pawn nya bereaksi ke Issei dan bukan hanya Rias saja, namun tim Sona pun terkejut juga terkecuali Naruto yang ekspresi wajahnya seperti lesu tak punya semangat hidup. Tsubaki yang di samping Naruto melihat sang kekasih seperti kehilangan sesuatu yang terpenting dalam dirinya tetap mendampingi Naruto.

"Anata, ada apa denganmu? Kenapa kau menjadi sedih tak punya semangat seperti ini? Jika kau punya masalah ceritakan padaku saja." Ucap Tsubaki mencoba bertanya kepada Naruto, tapi tak ada respon dari Naruto bahkan Naruto pun melepaskan pegangan tangan Tsubaki dan berjalan menjauh dari semua orang yang di sana.

Greppp...

Tapi tak semudah itu menghindar dari Tsubaki, Tsubaki pun menggenggam tangan kanan Naruto dengan erat seakan akan tak pernah melepaskan Naruto, dan hal itu sukses membuat perhatian Sona dkk dan Rias dkk.

"ada apa denganmu Anata? Tolong jangan menghindar dariku, ceritalah kepada kami." Ucap Tsubaki seperti kesal dengan Naruto yang tak pernah membuka apa permasalahannya.

"aku...aku... aku merasa moment itu terulang kembali, Athena-sama terbunuh demi menghentikan aku, Aiolia dan Miro bertarung dengan Saga, Shura dan Camus. Tolong tinggalkan aku sendiri Tsubaki demi aku." Ucap Naruto yang menghilang dengan psycokinesis entah kemana, dan itu membuat Tsubaki sedih tak bisa menenangkan hati sang pujangga.

"Tsubaki, aku, aku-"

"kau puas Rias-sama? KAU PUAS MENYAKITI HATI NARUTO-KUN KU? APA KAU MENGERTI PERASAANNYA? AKU MENCINTAINYA DAN BERSUSAH PAYAH MENYAKINKAN HATINYA SAMPAI AKU MENANGIS DAN DI BERI BUNGA MAWAR IBLIS SEBAGAI TANDA KEPERCAYAANNYA PADAKU. TAPI APA! KAU MERUSAK HUBUNGANKU DENGANNYA, KAU-"

"TSUBAKI CUKUP!" terjadi drama yang sangat mendebarkan pemirsa di rumah (ini cerita atau reality show ya?! #lanjut") Rias yang merasa sangat bersalah merebut Naruto darinya, Tsubaki pun mencak-mencak kepada Rias tentang perasaanya tapi di hentikan oleh king nya yaitu Sona.

"Kaichou, maaf aku harus menyusul Naruto-kun mungkin ia ada di kamarnya. Aku mohon diri." Ucap Tsubaki kepada Sona, tapi sebelum Sona mengucapkan izinnya Tsubaki sudah menghilang dengan lingkaran sihir Sitri.

"haah... aku tak percaya Tsubaki bisa menjadi posesif dan agresif hanya kepada saint emas itu, biasanya ia tegas sama denganku. Rias, atas nama keluargaku aku minta maaf atas prilaku Tsubaki yang sangat berlebihan itu. Harap di maklumi Rias." Ucap Sona

"tak apa Sona, aku memang salah mengambil Naruto tanpa izin. Tak aku sangka Naruto-kun yang polos dan kuat itu mempunyai hati yang sensitif akan dewi Athena, aku memang bodoh telah menyinggung perasaannya." Sesal Rias akan kelakuannya yang begitu egois itu, dan tak berapa lama Issei pun terbangun dengan sendirinya dan menjadi budak Rias, namun Momo sudah menghadiahi Issei dengan pelukan dan ciuman cintanya kepada Issei.

"ku harap masalah ini dapat selesai tanpa masalah Rias, ayo kita pergi."

"ya baiklah Sona." Kemudian mereka semua memperbaiki taman kuoh yang rusak parah akibat pertarungan Naruto dan juga Donhaasek dan setelah itu pergi dengan lingkaran sihir masing-masing keluarga


AT KAMAR NARUTO MALAM HARI

Kita beralih ke cerita selanjutnya, tepatnya di kamar Naruto dei mana Aktor utama kita yaitu Naruto terduduk di kasurnya sendiri memakai baju putih pendek dan juga celana pendek bewarna biru, juga surai emas Naruto yang di gerai begitu saja sedikit basah mengindikasikan Naruto baru selesai mandi malamnya, di sebelah kasurnya tergeletak kotak besi emas dengan lambang domba dan simbol-simbol aneh yaitu gold cloth Naruto, Naruto pun melihat gold clothnya sambil membayangkan kehidupannya di masa lalu dengan masa di mana ia di bangkitkan Athena saat ini.

"perang akan terjadi lagi, banyak nyawa yang akan tewas lagi setelah keluargaku bahkan Issei pun juga tewas meskipun resikony harus aku tanggung, tapi ini demi kedamaian Athena-sama.." Naruto pun berdiri dan melihat ke arah malam yang gelap dan dingin hanya ada perumahan dan lampu-lampu yang hidup sebagai penerang malam itu.

"apakah mereka harus berkorban nyawa lagi? Apakah penduduk harus merasakannya lagi? Aku tak mau mereka meninggal sia-sia, cukup aku saja. Demi keinginan dewa Zeus, dan nama Saint emas." Gumam Naruto, dan di belakang Naruto muncul lingkaran sihir biru menampilkan perempuan yang tak asing lagi yaitu Tsubaki yang masih mengenakan seragam sekolahnya karena khawatir dengan sang pujangga cintanya.

"ada apa kau kemari Tsubaki-chan? Ini sudah sangat malam, tak baik perempuan bertamu di malam hari meskipun kau adalah Iblis sekalipun." Ucap Naruto dengan nada selembut mungkin.

Brukkk...

Bukan menjawab pertanyaan Naruto, justru Tsubaki menerjang Naruto sampai-sampai Naruto pun terpelanting ke kasurnya yang kebetulan empuk dan tebal.

"maafkan aku, maafkan aku yang tak tegas untuk mencegahnya Anata-kun. Hiks... aku-aku sangat gelisah, hatiku tak bisa tenang untuk memikirkanmu Naruto-kun. Aku takut kau di ambil Rias-sama dan kau melupakanku begitu saja. Aku tak mau Naruto-kun, aku tak mau hal itu terjadi." Ucap Tsubaki meluapkan semua unek-uneknya, Naruto yang mendengarnya sekaligus di tindih perempuan queen Sona itu hanya tersenyum dan mengelus-elus surai hitam panjangnya.

"apa aku masih menyimpan demon rose yang aku beri tadi sore?" ucap Naruto dan hanya di angguki oleh Tsubaki, "aku takkan kemana-mana Tsubaki-chan, aku tetap di sisimu meskipun Rias memberikan prasyarat itu. Aku takkan pernah melupakanmu untuk semua yag kau berikan kepadaku jadi janganlah risau ya." Ucap Naruto dengan tegas untuk meredakan keraguan Tsubaki.

"tapi hatiku tidak tenang Naruto-kun, aku takut kau meninggalkanku. Aku-"

Grepp...

Naruto pun memeluk Tsubaki dengan eratnya untuk membuat Tsubaki diam dan berhenti cerewet cerewet padanya apalagi khawatir berlebihan untuk masalahnya.

"aku percaya padamu sepenuhnya, titipkan arti 'cinta' dariku untuk kau jaga Tsubaki-chan." Ucap Naruto sekali lagi berkata demikian dan itu sukses membuat Tsubaki berlinang air mata di dekapan erat Naruto karena ia yakin sang lelaki pujaannya takkan meninggalkannya.

"arigatou anata, kau sudah mempercayaiku." Inner Tsubaki.

"tapi Anata-kun, aku ingin kau menuruti kemauanku untuk saat ini saja dan aku tak mau kau menolaknya." Ucap Tsubaki yang sudah tidak di peluk Naruto lagi. "katakanlah apa yang kau mau Tsubaki-chan, selagi aku mampu melakukannya akan aku lakukan, apa yang kau mau?" ucap Naruto memandang Tsubaki dengan lekat.

"aku ingin kau bercinta denganku, karena aku ingin sesuatu yang lebih dari demon rose yang Anata-kun berikan padaku sebagai tanda aku percaya padamu." Ucap Tsubaki dengan nada sedikit malu-malu, Naruto pun bengong karena ia tidak tahu apa itu yang namanya 'bercinta' atau 'making love' yang ia tahu bertarung, bertarung dan bertarung. Tapi karena ini untuk perempuan yang mempercayainya supaya tidak rewel terus dan ngambek berlebihan padanya maka ia pun mengangguk saja tanda setuju.

LEMON: ON

AUTHOR PERINGATKAN INI KHUSUS UNTUK USIA 19+ BAGI YANG BELUM PUNYA KTP ATAU SIM HARAP SKIP SAJA, KARENA TANGGUNG JAWAB NAFSU BERASAL DARI PRIBADI MASING-MASING PEMBACA.!

Seakan mendapat rejeki nomplok dari langit, Tsubaki pun membuang kacamatanya ke sembarang tempat dan langsung mencium bibir Naruto sekaligus melingkarkan tangannya ke leher Naruto, karena ketidakantisipasi, Naruto pun kaget atas respon buas sang perempuan iblis itu dan ia hanya pasrah di kuasai oleh sang wanita. Tsubaki terus saja menyerang Naruto berkali-kali dengan meningkatkan intensitas ciumannya juga menggigit bibir Naruto untuk memberi akses Tsubaki masuk ke rahang dalam Naruto. Dan benar saja Naruto kaget bukan kepalang, rasa sakit, panas dan gairahnya pun bangkit.

"hmmmppp..." erang Naruto di serang secara frontal tanpa aba-aba, tak mau jadi pecundang, Naruto pun merespon dengan membelit lidah Tsubaki yang sudah menguasai rahangnya. Terjadi adu silat lidah yang sengit dan Tsubaki pun merasakan nafsunya sudah menguasai akal sehatnya sendiri. Tangan Tsubaki pun beralih ke tangan Naruto dan membimbingnya ke payudaranya yang montok untuk seusia gadis perawan 17 tahun sepertinya. Dan Naruto pun meresponnya dengan meremas payudara Tsubaki sebelah kanan dengan lembut karena ia takut Tsubaki merasa tak nyaman dengan perlakuan kasar.

"hmmppphh..." ganti Tsubaki yang mengerang karena ia merasakan lelaki idamannya sudah mulai menjamah salah satu payudaranya yang membuat nafsunya makin menguasai tubuhnya saat ini.

"ahh..." lepaslah erangan mereka berdua karena kebutuhan oksigen yang mengharuskan Naruto dan Tsubaki melepaskan cumbuan mereka, terlihatlah wajah Naruto yang merah padam karena harus bergulat lidah dengan Tsubaki, begitupun Tsubaki yang wajahnya seperti kepiting rebus karena nafsu+malu karena melakukan hal ini pertama kali kepada lelaki pujaannya.

"Tsu-Tsubaki-chan kenapa kau begitu beringas seperti ingin 'memakanku' hidup-hidup?" ucap Naruto yang masih tak percaya pergulatannya tadi sangat membuatnya harus berbuat lebih untuk menguasai perempuan ini. Tsubaki pun tersenyum.

"itulah aku Anata-kun, di depan semua siswa dan siswi kuoh aku di bilang 'dingin dan kejam' karena sifatku sama dengan Kaichou. Tapi di belakang itu semua aku adalah orang yang ramah dan untuk seperti ini aku sudah banyak belajar dari berbagai macam buku. Aku ingin melayanimu dengan apa yang aku punya dan seluruh tubuhku ku persembahkan untukmu suamiku." Ucap Tsubaki dengan menunduk pada saat mengatakan kata 'suamiku', terlihat bagaimana ia mencintai Naruto dan rela di nikahkan olehnya.

"ano, apa itu suami? Kenapa kau menyebutku demikian?" tanya Naruto yang seperti orang bodoh, saking bodohnya tidak mengerti pernikahan.

Grepppp...

Naruto pun harus merasakan benda kenyal yaitu payudara Tsubaki yang menekan dada berotot hasil latihan yang bagaikan neraka oleh Mu. "suami adalah teman hidupku sampai mati memisahkan kita, karena kau layak Naruto-kun, kau memenuhi kriteria laki-laki impianku."

Cupp...

Dan di akhir kalimatnya Tsubaki pun mengecup pipi Naruto, yang membuat Naruto pun merona kaget.

'oh demi dewa Zeus dan dewi Athena, aku tidak menyangka ternyata aku di takdirkan punya perempuan yang cantik meskipun dia iblis yang menyayangiku sepenuhnya. Aku bersyukur." Inner Naruto.

Kekagetan Naruto pun tak sampai di sana saja, Tsubaki pun membuka permainannya dengan membuka sendiri bajunya mulai dari blazer, dasi simpulnya, kemeja putih bergaris, rok merah marun juga Bra berwarna hitam juga cd berwana senada dengan bra nya (ngayal aja hahaha... #lanjut) yang membuat Naruto seperti mau mimisan melihatnya bahkan tak kedip sedetikpun, tapi karena Naruto tak punya nafsu syahwat hanya bengong saja di hadapannya terpampang tubuh langsing bak dewi kayangan, payudara yang lumayan besar di padukan dengan kulit putih kapas juga wajah yang ayu dan cantik membuat siapa saja laki-laki akan berfikir kotor dan langsung menggagahi wanita ini di tambah vagina Tsubaki yang masih garis lurus menambah daya tarik sensual yang memikat siapapun pria bahkan seorang artis papan atas sekalipun (author K.O membayangkannya, udah sakit kepala ni. #lanjut).

"Nah Naruto-kun~ ini untukmu semua aku suguhkan hanya untukmu suamiku kelak, ayo~ jangan ragu-ragu 'terkam' aku dan buahi rahimku." Ucap Tsubaki dengan nada yang erotis membuat Naruto seakan seperti paku beton di dinding coran, diam tak bergerak, tapi Naruto berinisiatif untuk mengunci semua akses dan membuat kekai tahan suara, tahan getaran dll dari cosmo emasnya.

"kau ini ada-ada saja Tsubaki-chan, kalau Issei melihat ini. Dia akan mati berdiri nanti karena mimisannya kambuh karena tiba-tiba masuk dan melihat tubuh telanjangmu itu. Untung saja aku masih mengendalikan diriku sendiri karena pelatihan hawa nafsuku melebihi cosmoku saat ini." Ucap Naruto yang membuat Tsubaki sadar betapa bahayanya monster mesum adik pacarnya itu.

Gyutt...

Entah harus berapa kali nafsu Naruto harus di usik oleh Tsubaki, bahkan Tsubaki tak segan-segan untuk menaruh tangan Naruto di kedua asetnya meskipun tak sebesar Akeno. "oh ya~, apakah kau cemburu Anata-kun? Apa kau takut aku di ambil Issei~ hm~?" goda Tsubaki yang masih memegang tangan Naruto, Naruto pun bisa mencium wangi parfum Tsubaki yang harum bagai bunga mawar di taman rumah 12 yaitu rumah Pisces Afrodite.

"tidak, aku tak tau cemburu dan aku juga harus siap menerima segala resiko bahkan harus mati untuk itu." Ujar Naruto, lalu tanpa sadar tangan Naruto pun meremas payudara kanan Tsubaki dengan lembut.

"ahh~.. Anata-kun kenapa kau remas tiba-tiba?" desah Tsubaki, Naruto pun bingung sendiri.

"sensasi macam apa ini? Kenapa aku merasakan lembut dan sangat lunak. Apa ya?" inner Naruto.

Karena Tsubki sedikit boring di karenakan kepolosan Naruto yang tidak peka terhadap melakukan 'itu', Tsubaki pun melancarkan aksinya yang makin nekat dengan berlutut di depan Naruto, melepaskan celana pendek warna biru milik Naruto dan... SKAKMAT...

BLUSSHH...

Tsubaki pun terkejut dengan ukuran kejantanan milik Naruto yang sangat besar, bahkan hal itu membuat Tsubaki blushing.

"be-besar sekali punya Naruto-kun, apa ini masuk semua di dalam diriku?" inner Tsubaki

"a-apa yang kau lakukan Tsubaki-chan? Kenapa kau menelanjangi aku seperti ini?" ucap Naruto yang masih dalam kekagetannya karena tidak percaya seorang perempuan saja bisa membuatnya malu dengan di perlakukan dengan hal yang memalukan. Tanpa sadar Tsubaki pun mengeluarkan seringaian liciknya.

"mou~~ itu karena Naruto-kun tidak menyentuh bagian tubuhku satupun yang menandakan kepemilikan tubuhku adalah milikmu Naruto-kun, aku kan kesal karena tidak di tandai bercak merah tanda sentuhanmu. Maka itu aku akan menandaimu sebagai milikku dengan seperti ini." Ucap Tsubaki merajuk seperti bocah perempuan, mengungkapkan kekesalannya kepada sang pujangga. Tapi apa reaksi Naruto? Dia pun bengong tak tau apa yang mau di katakan, menyentuh seperti apa? Menandai seperti apa?

Situasi bengong Naruto pun di manfaat Tsubaki untuk menyerang Naruto lagi, Tsubaki pun mulai memijat perlahan kejantanan Naruto yang berukuran 25cm dan diameter 5cm itu, Naruto yang merasakan hal yang tidak biasa pada kejantanannya merem-melek karena sesuatu itu begitu enak menurutnya.

"aahh~...Tsu-Tsubaki-chan." Desah Naruto,

"kejantananmu milikku Anata fufufu~." Inner Tsubaki

Tsubaki terus memijat kejantanan Naruto dengan lembut namun semakin cepat, dan memasukannya ke dalam mulutnya yang sensual nan mungil itu, Naruto semain tak berdaya di servis di area yang sangat sensitifnya itu. Naruto merasakan seperti panas di iringi dengan wajahnya yang semakin memerah bak udang sehabis di bakar. Sekitar 15 menit Tsubaki memanjakan kejantanan suaminya itu (itu anggapan author sendiri #lanjut) Naruto pun merasakan akan mengeluarkan sesuatu dari kejantanannya dan itu hal yang sangat kuat.

"Tsu-Tsubaki-chan cu-cukup, a-aku ma-mau ke-keluar, ahh~"

croot...

Naruto pun menembakkan Spermanya ke mulut Tsubaki dalam jumlah yang sangat banyak, dan lelehan sperma itu di telan semua sampai habis tak bersisa oleh Tsubaki yang kemudian menuju kasur Naruto untuk tiduran.

"Anata-kun~, kemarilah tindihlah aku sekarang dan 'masuki' diriku sekarang." Ucap Tsubaki dengan iringan desah yang seksi untuk menarik perhatian pacar/suaminya itu, dan Naruto pun menurutinya tanpa membantah langsung telungkup di atas tubuh Tsubaki yang sudah pasrah di apain saja oleh Naruto namun Naruto tidak meniban Tsubaki karena takut Tsubaki sesak nafas.

"Tsubaki, kenapa kau melakukan hal seperti itu? Aku sangat tidak mengerti caramu bercinta, aku merasa seperti malu tak bisa berbuat apa-apa untuk tubuhmu itu." Ucap Naruto, tapi Tsubaki tak membalas sejenak hanya melingkarkan tangannya ke leher kokoh Naruto agar semakin mendekati tubuh seksinya.

"tak apa Naruto-kun, aku paham kau polos dan tak tahu apa-apa tentang cara-cara bercinta. Meskipun aku tidak di sentuh sama sekali olehmu tadi tapi aku puas untuk memanjakanmu, bagiku awal dari cintaku yang tulus untukmu dengan memanjakanmu sampai kau puas, setelah itu aku akan semakin sering bercinta denganmu dan kau pasti akan merasakan kasih sayangku mengalir di tubuhmu. Dan aku menyukai kepolosanmu Naruto-kun, dengan tidak memandangku dari lekuk tubuhku tapi mataku. Dan sekarang masukilah diriku Naruto-kun, maka aku akan menjadi milikmu sepenuhnya." Ucap Tsubaki menenangkan hati Naruto, Tsubaki tahu bahwa Naruto yang saat ini di cintainya seperti sosok prajurit perang yang mempunyai nafsu membunuh bukan nafsu seks, yang tidak akan pernah menyakiti hatinya.

Naruto yang paham apa mau perempuan iblis itu, menuruti apa mau Tsubaki. Naruto mulai memegang kejantanannya ke vagina Tsubaki yang masih sempit, karena ketidak-tahuan Naruto akan kelamin perempuan membuat Tsubaki terkikik geli karena Naruto tak bisa memasuki lubang vaginanya kemudian memegang kejantan Naruto membimbing ke dalam vaginanya yang sudah sangat basah karena nafsu seks Tsubaki begitu tinggi menguasai tubuhnya juga otaknya. Karena baru pertama kali di masuki kejantanan sepanjang dan sebesar itu Tsubaki merasakan sedikit sakit meski yang masuk baru kepalanya saja, dan saat sudah setengah dan mentok di selaput dara Tsubaki.

Deg...

Naruto tiba-tiba menghentikan penetrasinya di dalam vagina Tsubaki, Naruo merasakan perasaan yang mempengaruhi hati nuraninya. Ia merasa akan sangat berdosa menyakiti perempuan yang telah menyayanginya sepenuh hati ini.

"kenapa dengan diriku? Aku tidak tega menyakiti lebih dari ini, aku tak mau dia membenciku." Inner Naruto yang berkecamuk.

"Tsubaki-chan, aku-aku tidak mau menyakitimu lebih dari ini, aku merasa bersalah telah memperkosamu, aku-"

Grepp...

Namun sebelum Naruto sempat mengakhiri kalimatnya, kaki jenjang Tsubaki justru mengunci pinggang Naruto yang membuat Naruto tak bisa kabur ataupun menghindar.

"aku tak merasa begitu Anata, lanjutkanlah apa yang kau mulai ini, teruskanlah sampai kejantananmu masuk semua ke dalam diriku. Kalau kau lepas sekarang, kau akan sangat menyiksaku dan menyakiti hatiku. Jika itu terjadi, cintaku akan aku ubah menjadi benci dan aku akan memburu kau sampai akhirat sekalipun untuk membunuhmu dan menyelesaikan semuanya. Jadi masukan dan ambil keperawananku sekarang. Aku relakan itu untukmu." Ucap Tsubaki menyakinkan hati Naruto bahwa Naruto tak menyakitinya sama sekali, Naruto pun mengangguk tanda ia akan melakukannya. Naruto pun mengambil ancang-ancang dan...

bleshh...

dalam satu hentakan cukup keras, semua kejantanan Naruto tenggelam semu tanpa sisa di dalam relung vagina Tsubaki.

"AKKHH... NARUTO-KUN!" jerit Tsubaki karena keperawanannya telah di renggut oleh laki-laki yang ia cintai, perasaannya kini seperti di belah menjadi dua dan di remukan sampai hancur karena rasa sakitnya begitu terasa sampai jiwanya. Naruto yang melihat Tsubaki kesakitan hingga menjerit langsung memeluknya dengan erat dan mencium nya untuk meredakan jeritannya.

"gomen Tsubaki-chan, gomen aku menyakitimu kali ini. Aku-aku sangat bersalah membuatmu seperti ini." Ucap Naruto yang masih memeluk Tsubaki erat-erat dan menyesali keputusannya untuk menerobos dinding selaput Tsubaki sampai robek, Tsubaki agak lama menangis karena sakitnya sangat menyiksa dirinya karena ini yang pertama baginya melakukan hubungan dengan sang kekasih.

"Naruto-kun, aku tidak apa-apa sekarang. Dan berhentilah menyesal dan terus minta maaf karena ini karena aku ingin melakukan ini juga bersama denganmu, dan sekarang aku resmi jadi milikmu seutuhnya Naruto-kun." Ucap Tsubaki masih di dalam pelukan hangat Naruto.

"jadi ini memang tidak terasa sakit untukmu Tsubaki?" ucap Naruto yang memang tak peka dengan perasaan perempuan yang satu ini, dan Tsubaki pun membalas dengan mencubit pinggang Naruto sekeras mungkin karena sangat kesal dengan laki-laki yang merebut hatinya ini tak tau apa yang dia rasakan.

"i-ittai... iya-iya Tsubaki-chan ampun ini memang sakit, summimasei Tsubaki-chan Ittai~" rintih Naruto merasakan serangan 'kasih sayang' khas Tsubaki.

"berhentilah bicara omong kosong Naruto-kun~, sekarang mulailah bergerak karena aku ingin kau memulainya." Rengek Tsubaki seperti bayi, karena tidak tega membuat Tsubaki seperti ini Naruto menuruti keinginan kekasihnya ini. Naruto mulai menggerakan pinggulnya maju-mundur dengan perlahan karena Naruto tidak ingin Tsubaki kesakitan lagi, dan karena sempitnya vagina Tsubaki kejantan Naruto seakan di jepit dengan sangat kuat dan di pelintir membuat Naruto pun jadi merem-melek menahan rasa yang aneh di kejantannya, sebaliknya Tsubaki merasa nyaman dengan keluarnya desahan-desahan di mulut Tsubaki.

"demi dewa-dewi gunung olympus, rasanya aku seperti mau hancur menahan rasa di kejantanku sendiri karena hal ini lebih berasa menghancurkan fisikku daripada di timpa pilar kuil suci di sanctuary." Inner Naruto

"ahh~ Naruto=kun.. lebih cepat lagi ahh~" desah Tsubaki, namun Naruto menghentikan penetrasinya dan tanpa di duga entah dapat ide atau insting lelakinya Naruto pun mulai menggoda Tsubaki dengan mencium dan menggigit kecil leher putih juga pundak Tsubaki, Tsubaki yang di perlakukan seperti itu pun mendesah tak karuan di goda oleh Naruto. Dan hasilnya banyak bercak-bercak merah di sekujur leher Tsubaki yang menandakan perempuan iblis queen Sona ini adalah miliknya.

"A-Anata-kun, kenapa kau baru sekarang menandaiku dengan tandamu ini?" ucap Tsubaki dengan wajah yang memerah bahagia karena akhirnya dia di sentuh juga. "karena kau adalah milikku Tsubaki-chan." Ucap Naruto dan itu membuat Tsubaki tersenyum bangga.

"akhirnya Naruto-kun mengakuiku sepenuhnya." Inner Tsubaki

Setelah itu Naruto melanjutkan penetrasi kejantannya di vagina Tsubaki dengan gerakan perlahan-lahan, namun kecepatan penetrasi Naruto dari menit ke menit makin cepat dan cepat sehingga payudara Tsubaki pun ikut bergoyang-goyang karena kecepatan Naruto makin bertambah.

"ahh~... Na-Naruto-kun te-terus-kan tu-tusuk le-lebih dalam ahh~." Desah Tsubaki, namun tak berhenti di sana saja. Naruto pun mulai menjamah payudara Tsubaki di sela-sela genjotannya, mulai dari meremasnya, menggigit putingnya hingga menghisap puting payudara itu hingga tegang, hal itu membuat desahan Tsubaki tak karuan seluruh tubuhnya kini di jamah oleh lelaki itu, sekitar 10 menit Tsubaki di genjot oleh Naruto, Tsubaki merasakan dirinya akan keluar sebentar lagi karena cara penetrasi Naruto sangat kuat dan cepat tanpa lelah memperkosa (ralat: menyetubuhi) dirinya.

"Na-Naruto-kun a-aku ma-mau ke-keluar ahh~..."

Crott...

Tsubaki pun sampai pada batasannya untuk bertahan dari penetrasi Naruto, Naruto merasakan kejantanannya di siram vagina Tsubaki, tapi Naruto tidak membiarkan Tsubaki istirahat tapi mengubah gayanya dari Tsubaki di bawah kini sama-sama berhadapan dengan pinggul Tsubaki menopang di paha Naruto.

"A-Anata-kun, kenapa kau mengubah posisi kita?" ucap Tsuvaki penasaran. "karena aku ingin percintaan ini dengan saling berhadapan, agar aku tak menyiksa dirimu Tsubaki-chan. Dengan begini kau tak akan merasa tersiksa." Ucap Naruto dengan senyum polosnya, yang kemudian melanjutkan penetrasinya ke vagina Tsubaki. Tsubaki pun hanya bisa mengeratkan kakinya di pinggang kekasihnya dan tangannya di leher Naruto takkala Naruto dengan buas mempenetrasi vaginanya tanpa henti juga menjamah payudaranya serta mencium bibir Tsubaki.

Hampir 1 jam Tsubaki di genjot tanpa henti, dan Tsubaki mengalami multi-orgasme karena kekasihnya ini mempenetrasi vaginanya tanpa henti. Dan Naruto sepertinya akan keluar.

"Tsu-Tsubaki-chan, aku su-sudah tak ku-kuat lagi. A-aku a-akan ke-keluar.." ucap Naruto patah-patah lantaran kejantanan Naruto merasakan akan mengeluarkan seperti ledakan cosmo yang besar.

"ke-keluarkan sa-saja di da-dalam Na-Naruto-kun." Ucap Tsubaki.

"Tsu-Tsubaki-chan a-aku ke-keluar ahh~"

Croot...

Naruto pun menembakan spermanya dalam jumlah besar ke dalam vagina Tsubaki sampai ke rahim Tsubaki, dan Naruto pun ambruk ke belakang karena lelah mempenetrasi vagina Tsubaki tanpa henti, bahkan ada lelehan sperma bercampur darah perawan Tsubaki yang meluber keluar saking banyaknya Naruto mengeluarkannya.

"ba-banyak sekali yang Naruto-kun keluarkan, perutku terasa penuh sekali. Apa aku akan hamil mengingat ini masa suburku." Inner Tsubaki.

"ne Anata-kun, apa kau puas dengan servisku ini?" ucap Tsubaki dengan wajah memerah bahagia karena Naruto sangat kelelahan namun wajahnya nampak puas sekali. "aku merasakan hal yang luar biasa Tsubaki-chan, belum pernah aku merasakan yang sedahsyat ini sampai aku kelelahan sperti ini. Ini lebih dahsyat daripada latihanku bersama senseiku dulu." Ucap Naruto dengan polosnya.

"tapi jika aku hamil anakmu nanti, apa kau mau bertanggungjawab untuk menikah denganku jika aku butuh tanggungjawabmu?" ucap Tsubaki dan itu membuat Naruto sedikit shok, dia lupa bahwa dia melakukan percintaan di luar batas kendali dirinya sendiri yang membuatnya harus menanggung akibatnya.

"demi gold Saint 'ARIES' di punggungku, aku akan bertanggung jawab untukmu apapun yang terjadi Tsubaki-chan."

Cupp...

"arigatou Anata-kun." Ucap Tsubaki setelah ia mencium bibir calon suaminya sendiri, lalu Tsubaki pun mencabut kejantanan Naruto dari vaginannya dan mulai berpakaian lagi meskipun tubuhnya lengket karena keringat namun dirinya lega karena Tsubaki punya sesuatu yang akan membuat Naruto menjadi miliknya seutuhnya dan Rias, Akeno bahkan king nya Sona tak akan miliki yaitu anak dari hasil buah cintanya dengan Naruto. Dan Tsubaki pun pergi dengan lingkaran sihir biru sitri menuju apartemennya meninggalkan Naruto yang masih terkulai lemas.

"Athena-sama, aku minta maaf karena aku melanggar aturanmu berhubungan dengan iblis sepertinya. Tapi sepertinya aku mengerti satu hal di dunia ini. Meskipun peperangan sudah menyakiti dunia tempatku berada ini, Tapi cintamu tetap melindungi dunia dan manusia di sini dari kebinasaan karena iblis ini bukan pengikut Hades-sama." Ucap Naruto yang langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi dan berbenah kamarnya juga menghilangkan kekai yang ia buat sendiri kemudian tertidur damai.

CONTINUE


Fiuh akhirnya chapter 3 selesai dengan lemon sebagai penghiasnya, apakah kurang asem lemonnya? Author minta maaf karena ini fanfic pertama author yang menggunakan lemon dan satu-satunya.

Oh ya author punya pengumuman, untuk fanfic "Naruto Phoenix" akan ada rombakan cerita mulai chapter 1-5 dan seterusnya karena skrip yang author buat hilang bersama juga chapter-chapternya di sebabkan kejadian tak terduga yang menimpa auhtor sendiri. Jadi jangan terlalu berkecil hati, tetap akan author desai seru dan gak terlalu boring.

Saya gak perduli mau flame, hinaan, cacian terhadap karya Author mau mana aja. Pikirkan kata-kata kalian sendiri apa kalian layak menghina dan mengkritik karya orang lain dengan teliti tanpa bukti bahwa kalian bisa membuktian hinaan dan kritikan yang di ucapkan dengan karya lebih bagus tanpa cacat hinaan dan kritikan? Jawabannya pikirkan sendiri.

CHAPTER 4 Naruto: gold saint in highschool dxd: gold saint sang pembasmi iblis liar dan munculnya titisan dewi athena.

Jangan lupa saran dan komentarnya di kolom komentar yang di sediakan, author pamit jaa nee..

UCHIHA HIRATA.