Naruto: gold saint in highschool dxd

Naruto hanya milik masashi kishimoto dan highschool dxd milik ichie ishibumi

Crossover: narutoxhighschool dxdxsaint seiya

Pair: Narutox...

"Blablablabla...": ucapan langsung

"Blablabla...": inner

Blabla...: jurus

Fbo: flashback on

Fbe: flashback end

Summary: setelah pertarungan di dunia bawah antara 12 gold saint athena yang tewas karena membakar cosmo mereka yang melebihi batas untuk menghancurkan tembok harapan yang Hades ciptakan, Naruto sang gold saint athena pemilik cloth "ARIES" di utus oleh saori kido/athena sanctuary hidup kembali di dunia di mana terdapat iblis, malaikat hitam dan malaikat untuk membawa kedamaian dan ketentraman di dunia tersebut. Namun apa jadinya jika Naruto sang "proffesor sanctuary" murid dari Mu sang Gold saint "ARIES" sebelumnya yang tidak memiliki perasaan cinta juga sifatnya yang polos dan selalu tunduk kepada Athena di cintai bahkan di perebutkan oleh 4 gadis Akuma yaitu Rias, Akeno, Sona dan Tsubaki. Bagaimana perjalanan Naruto untuk mendamaikan dunia barunya? Saksikan ceritanya dan baca juga ya...

Warning: penulisan tak sesuai EYD, all power saint seiya, sedikit ooc, AU, banyak cerita yang sedikit membosankan, lemon (pikir-pikir dulu) semi!cannon.

Genre: fantasy, advanture, kisah cinta bercabang, little comedy.

Moshi-moshi... ketemu lagi dengan author sang pemimpin uchiha, sebelum saya memulai cerita seperti biasa saya akan menjawab review kalian:

Wah sory banget ya, author nya gak tau SAO, jadi gak akan di buat seperti itu

Sayang keinginan salah satu review bukan Hinata yang jadi Athena, tapi tetap seru ceritanya

Pair nya? Rencana author masih rahasia hehehe...

Kalau kurang panjang lemonnya, maaf ya karena author nya kurang bisa bikin lemon nya

Ok suffix kun akan di hapus, syukron untuk sarannya.

Rias jadi pair Naruto? Bisa-bisa tapi dipertimbangkan dulu ya hehe...

Sayang Naruto phoenix belum ada lemonnya, tapi dapat di pertimbangkan

Adegan lemon Rias, Akeno dan Sona? Ok saran di terima, dapat di jadikan bahan kritikan

Oh itu, memang itu salah authornya, ngetiknya di word.

Saori? Menurut author Saori di hormati oleh Gold Saint, jadi Naruto gak bisa mencintai Saori

Saya suka ini, mementingkan logika kah untuk cinta? Saya rasa yang coment pernah merasakan cinta logika hahaha... ok-ok, logika cinta untuk Tsubaki sengaja saya hilangkan. Karena pengaruh dari banyak pihak saya dan saya suka Tsubaki, saya ubah.

Gemini no Saga? Yang terkuat menurut saya itu Cancer no Manigoldo.

Yap itulah pengantar cerita dari saya uchiha, kita masuk ke chapter 4 baca dengan teliti dan monggo...


CHAPTER 4 : gold saint sang pembasmi iblis liar dan munculnya titisan dewi athena.

Minscape Naruto

"nani, dimana aku sekarang? Apakah ini alam mimpiku?" ujar Naruto entah kepada siapa melihat dia berpijak di mana tempat ia berpijak persis di kuil suci Athena di atas ruang ayahanda, dan Naruto pun mengenakan gold cloth "ARIES" seperti yang ia gunakan di 12 rumah suci tepatnya di kuil aries, namun di depan matanya muncul cosmo putih yang bersinar terang dan memunculkan sosok perempuan muda dengan surai ungu panjang hingga pahanya, mata hijau giok dengan pupil hitam, wajah cantik nan putih, memakai gaun putih dengan tongkat kekuasaan di tangan kanannya. Dialah Saori Kido atau dewi Athena di hadapan Naruto, Naruto yang meihat pemimpinnya tanpa ragu berlutut di hadapan perempuan ini.

"Athena-sama, aku Naruto gold Saint Aries menghadap padamu." Ucap Naruto dengan penuh rasa hormat kepada sang dewi perang itu. "bagaimana dengan kehidupanmu di dunia barumu itu Naruto-kun?" ujar Saori bertanya dengan nada halus nan bijak seperti dewi pada umumnya.

"kehidupanku di dunia baru itu sangat beragam Athena-sama, aku menemukan fakta baru bahwa peperangan seperti di tempat kita masih saja berlangsung meskipun tidak berhadapan satu lawan satu. Dan aku juga menemukan fakta bahwa 3 hakim neraka memang bangkit kembali dan akan memulai perang suci di dunia baru itu Athena-sama." Ujar Naruto menjelaskan dengan halus.

"sudah aku duga ternyata Hades akan memulai perang kembali terhadap dunia manusia terhadap kita, yang aku lihat dari kehidupanmu. Ada semacam bangsa iblis yang berasal dari neraka tapi bukan spectre Hades apa itu benar Naruto-kun? Ucap Saori.

"Hai'... perkataan anda memang benar Athena-sama, mereka itu berada dalam pihak maou Lucifer-sama dan youndai maou-sama. Aku memang tidak begitu tahu ada raja neraka selain Hades, namun yang aku dapatkan mereka semua mencintai perdamaian bukan memicu peperangan di dunia manusia seperti sepctre Hades-sama." Ucap Naruto, dan Saori pun tersenyum menemukan kejadian yang lucu yang dialami salah satu gold saint nya ini.

"dan kau di cintai 4 gadis sepertiku bahkan salah satunya kau bercinta dengannya dan akan mempunyai seorang anak. Kau adalah salah satu saint dari 12 Saint emas yang mengalahkan kedinginan hatimu dengan kehangatan cinta juga nurani. Kau hebat Naruto-kun." Ucap Saori sedikit menggoda Naruto untuk mengakui cinta terbaru Naruto yang berbuah sesuatu itu, dan Naruto pun blushing malu akan apa yang di perbuat dirinya sendiri.

"gomen Athena-sama, aku memang terpaksa melakukannya dengan Tsubaki karena ia memaksaku untuk mengakui apa yang di sebut 'ketulusan cinta' yang ia berikan padaku maka itu aku melakukan 'itu', aku memang hina menjadi Saint tak bisa menjaga kesucian nama Gold Saint." Ucap Naruto sedikit menyesal atas apa yang dia lakukan sendiri.

"tak apa Naruto-kun, kau memang melakukan tugasmu dengan sangat baik melindungi bumi dari kegelapan dan menyinari dengan cahaya emasmu. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu, aku takkan bisa kembali ke dunia manusia lagi Naruto-kun karena masaku sebagai dewi sudah selesai. Dan tugasmu selanjutnya menemukan titisan roh Athena dalam raga perempuan yang baru di dunia itu dan kau harus menjaganya dan menuruti perintahnya sebagai gold saint Athena seperti peraturan yang di gariskan Zeus-sama." Ucap Saori menjelaskan hal yang sangat mengejutkan di telinga Naruto, dan Naruto pun mendongak.

"a-apa? Bagaimana aku menemukan perempuan yang akan menjadi dewi Athena selanjutnya? Bahkan aku tak tau siapa sebenarnya dia." Protes Naruto terkejut karena dia harus menemukan titisan dewi Athena yang baru.

"kau akan segera tahu dengan cosmo emas di dalam diri perempuan itu, namun dalam konteks ini dia bukan manusia biasa yang lemah. Dia adalah perempuan yang ahli kinjutsu bahkan cenderung berbahaya untuk di lawan spectre karena kekuatannya tidak main-main Naruto-kun. Itulah tugasmu Naruto-kun, temukan perempuan itu dan lindungi dia sebagai Athena dan turuti kemauannya atas Nama Gold Saint." Ucap Saori yang langsung menghilang dengan cahaya putih.

"perempuan seperti apa yang akan menjadi titisan dewi Athena selanjutnya? Perempuan itu bukan manusia biasa, ahli kinjutsu dan berbahaya. Kurasa ini tugas yang tidak biasa." Inner Naruto.

REAL WORLD.

Naruto pun langsung terbangun di pagi harinya di mana matahari pagi pun belum tampak di ufuk timur, dia pun mengingat pesan dari dewi Athena yang memintanya untuk menemukan dimana titisan dewi Athena selanjutnya berada, lalu Naruto melihat kotak besi emas tempat gold cloth nya bersemayam di dalamnya.

"ARIES, apa aku ini akan di takdirkan untuk menjadi ayahanda selanjutnya menggantikan Shion di masa lalu? Soalnya 12 diantara kita sudah tewas dalam perang suci, dan aku di utus oleh Saori-sama untuk menemukan Athena selanjutnya di dunia ini. Apa kau merasakan kekuatan Athena sekarang ini?" ucap Naruto kepada kotak besi emanya itu, dan reaksinya cosmo emas memancar di seluruh bagian kotak emas itu. Naruto yang tahu apa maksud dari gold cloth nya tersenyum senang.

"jadi dia ada di kota ini, dan kau merasakan cosmonya sangat kuat dari pancaran cosmo emasmu ya ARIES. Baiklah aku akan membawamu ke sekolah, tolong bantulah aku mengembalikan kejayaan sanctuary sekali lagi." Ucap Naruto yang langsung ke kamar mandi untuk melakukan ritual pribadinya dan ganti baju serta celananya dengan baju sekolah.

Ganti tempat. At ruang tengah kediaman Hyodou.

Pagi ini adalah pagi yang lumayan sibuk untuk Takumi Hyodou atau ibu dari Issei Hyodou dan Naruto Hyodou, karena ia harus menyiapkan sarapan untuk suaminya serta 2 anak remaja laki-laki yang ia sayangi itu. Sementara itu di arah yang berbeda, Issei pun muncul lebih dulu melihat Naruto sang kakak yang sudah rapih membawa suatu kotak besi yang besar berwarna emas dengan lambang domba.

"Nii-san, kenapa kotak besimu di keluarkan dari kamar? Apa Nii-san akan membawa kotak besi itu ke sekolah?" ucap Issei bertanya. "iya Issei, aku memang sengaja membawanya ke sekolah, karena aku khawatir kotak besi ini akan karatan dan berdebu. Karena bagi Nii-san, kotak ini begitu berharga bukan dari bahannya yang emas asli. Tapi bentuk pengabdian Nii-san kepada keluarga Nii-san Issei." Ucap Naruto menjelaskan, Issei memiringkan kepalanya sedikit karena bingung karena apa yang di katakan Nii-san nya tak ia mengerti.

"sudahlah Issei-kun, kau tidak usah urusi kotak besi Nii-san mu ini. Baginya itu adalah yang berharga dan itu tak bisa di gantikan dengan uang." Ucap Takumi Hyodou ibu dari Issei dan Naruto, Issei pun hanya manggut-manggut saja sementara Naruto pun tersenyum. "oh ya Naruto-kun, bagaimana sekolah mu hari ini? Apa ada hal yang berkesan yang mau kau katakan kepada Kaa-san?" lanjutnya lagi.

"ya banyak yang berkesan Kaa-san, aku harus berurusan dengan Seito Kaichou, klub ORC dan banyak perempuan-perempuan di kuoh yang suka padaku Kaa-san. Tapi ada satu perempuan yang menyukaiku dan jadi pacarku Kaa-san." Ucap Naruto dengan polosnya, dan itu membuat Issei dan ibunya tertarik. "wah anak Kaa-san punya pacar rupanya, siapa perempuan calon menantu Kaa-san?"

Pufffttt...

"Ka-kaa-san kenapa Kaa-san langsung menyebutkan 'menantu'? padahal Nii-san kan baru punya pacar dan belum meneruskan ke arah pernikahan." Ucap Issei yang sempat tersedak hingga menyemburkan teh yang ibunya buat untuknya. "oh ayolah Issei, anak Kaa-san kan tampan, surainya sangat indah berkilauan sudah begitu tata kramanya sangat santun dan mencerminkan pria sejati yang mempunyai tanggung jawab yang tinggi sebagai pemimpin keluarga kelak. Dan kau kapan punya pacar? Kau harus punya karena Kaa-san tak mau kau jomblo saat keluar sekolah nanti." Ucap Takumi sedikit berlebihan soal Naruto, Issei pun kaget luar biasa karena di tanya seperti itu.

"sebenarnya Kaa-san aku tidak lama lagi akan punya anak dari Tsubaki-chan sebelum menikah, aku tak tau harus bilang apa ke Kaa-san." Inner Naruto

"eto... sebenarnya pacar baruku sekertaris dari Sona Kaichou namanya Momo Hanakai Kaa-san." Ucap Issei dengan nada sedikit malu-malu. Takumi dan anaknya pun larut dalam perbincangan yang menarik sampai Issei dan Naruto pun pergi untuk bersekolah, hanya saja ada yang berbeda, Issei mengendong tas sekolahnya di punggungnya. Sementara Naruto menggenggam tas sekolahnya di tangan kanannya sementara kotak besi emasnya ia gendong di punggungnya karena ia di beri misi khusus untuk menemukan titisan dewi Athena yang baru.

"sepertinya anak kita berdua sudah dewasa ya suamiku." Ucap Takumi. "ya mereka berdua anak kita meskipun Naruto bukan anak kandung kita."


Scene Break at Issei dan Naruto

Kita ganti tempat, di mana Naruto dan Issei sedang berjalan menuju sekolahnya sambil berbicang-bincang.

"Ne Nii-san, kau tadi bilang ada satu perempuan yang menyukaimu dan menjadi pacarmu. Sebenarnya siapa yang menjadi pacarmu Nii-san?" ucap Issei yang penasaran akan pacar dari kakaknya itu. Dan Naruto pun hanya tersenyum saja karena dia mengingat gayanya yang terbalik saat bercinta dengannya yang sebelumnya galak, kejam menjadi sensual, seksi dan sangat bernafsu. "dia itu adalah wakil dari Sona Kaichou Issei, Tsubaki Shinra yang kau takuti." Ucap Naruto.

"hieee... Fu-Fuku-Kaichou? Ke-kenapa Nii-san bisa menaklukan hati Fuku-kaichou yang sangat dingin seperti es gunung fuji Nii-san?" ucap Issei yang terkaget karena orang yang selama ini dia takuti justru menjadi pacar Nii-san nya ini."entahlah Issei, tapi meskipun Dingin, Tsubaki-chan cantik sekali Issei. Surai hitamnya yang panjang dan matanya bisa membuat Nii-san jadi menaruh hati padanya. Kau sendiri bisa berpacaran dengan Momo Hanakai sekertaris Sona Kaichou bagaimana bisa?" ucap Naruto bertanya balik, dan Issei pun sepertinya gugup sekali mengungkapkan dengan mimik wajahnya yang menunduk.

"se-sebenarnya a-aku berpacaran dengan Momo-chan, ka-karena di-dia mencintaiku Nii-san dan juga a-aku...a-aku..."

"kenapa Issei? Kau sepertinya malu sekali untuk mengatakannya, tenanglah Issei Nii-san akan mendengarkannya." Ucap Naruto yang menenangkan hati Issei untuk membuatnya rilex.

"a-aku juga bercinta dengannya Nii-san." Ucap Issei dan...

"Are? Kau bercinta dengan wanita itu? Waw kau adalah pria sejati yang mesum, bisa mendapatkan pacar sekaligus calon Istri hahaha..." ucap Naruto dengan tertawa di akhir kalimatnya.

"sebenarnya kisahku dengan Tsubaki-chan tak jauh beda Issei." Inner Naruto

"ke-kenapa begitu Nii-san? Apa kau telah merasakan 'itu' dengan fuku-Kaichou?" tanya Issei karena dia terkejut dengan pendapat kakaknya yang sepertinya meremehkan dirinya itu. "eto... sebenarnya..."

Brukkk...

Sebelum Naruto menyelesaikan penjelasannya, tiba-tiba di depan mereka berdua ada seseorang yang terjatuh lebih tepatnya perempuan yang terjatuh dengan sangat tidak elitnya. Kenapa? Karena gaya jatuhnya pun sangat memalukan, dengan baju model suster gereja yang tersingkap hingga ke pinggangnya menampilkan celana dalam putih sang perempuan. Hal itupun membuat senyum mesum Issei pun muncul karena melihat objek yang sangat menggairahkan di depan matanya. Namun tidak untuk aktor utama kita, Narutp pun termangu sejenak dengan ekspresi datar tidak mesum seperti adiknya.

"celana dalam putih, dan seorang bishoujo demi dewi ero. Ini adalah anugerah yang engkau turunkan padaku." Inner Issei.

"duh, kenapa aku selalu saja terjatuh seperti ini." Inner si perempuan yang memakai baju suster gereja itu yang kemudian terduduk. "kau tidak apa-apa nona?" ucap Naruto yang langsung berlutut untuk menolong perempuan itu.

"aku tidak apa-apa.."

Wussshhhhh...

Tiba-tiba angin yang sangat kencang menerjang 2 sosok itu dan menerbangkan kerudung milik perempuan itu, menampilkan wajah cantik dengan surai kuning panjang sepinggul. Issei yang melihat itu pun memerah wajahnya karena ia melihat sosok perempuan muda yang sangat manis.

"ka-kawaii..." inner Issei.

"hmm... kurasa bukan dia titisan athena yang aku cari." Inner Naruto yang merasakan cosmo dari perempuan ini, suci namun bukan seperti yang Athena cari.

"jika kau berjalan, hati-hatilah karena aku melihat bagian yang seharusnya tidak kau tunjukan wahai perempuan muda. Oh ya siapa Namamu.?" Ucap Naruto yang langsung menarik tangannya untuk berdiri namun tidak kasar. "arigatou pemuda-san, namaku Asia. Asia Argento desu, kalau pemuda-san ini siapa?" ucap Asia.

"namaku adalah Hyodou Naruto panggil saja aku Naruto Asia-chan, dan ini adikku Hyodou Issei panggil saja Issei." Ucap Naruto memperkenalkan dirinya dan juga adiknya, dan mendapat balasan senyuman manis dari Asia. "arigatou Naruto-san, Issei-san." Ucap Asia.

"oh ya Asia-chan, kalau aku lihat-lihat kau membawa koper dan pakaian yang kau gunakan sepertinya bukan asli dari jepang. Sebenarnya kau berasal dari mana?" ucap Naruto yang penasaran akan asal usul perempaun yang satu ini. "Hai.. aku memang bukan berasal dari jepang, aku berasal dari gereja pusat vatikan." Ucap Asia dengan nada yang ceria.

"vatikan? Bukankah daerah itu adalah asal mula dari Athena sebelum Saori-sama. Pada masa Roushi Dohko." Inner Naruto yang merasa aneh dengan asal dari perempuan ini.

Lalu Naruto dan Issei pun Membantu Asia untuk merapihkan kopernya yang berserakan karena sebleumnya Asia terjatuh, dan Issei sekali lagi menunjukan wajah mesumnya karena ia menemukan celana dalam Asia dan memegangnya dan hal itu membuat Naruto geleng-geleng kepala.

"nah Asia, kemana kau akan pergi sekarang? Bukankah suster gereja sepertimu ada di gereja bukan?" ucap Issei membuka pembicaraan lagi. "hai' Issei-san, aku memang mencari gereja di kota ini, tapi aku tersesat. Apa kau bisa mengantarku ke gereja di kota ini?" ucap Asia dengan tatapan polos membuat siapa saja pun akan gemas. "aku tahu gereja itu di mana. Akan aku antarkan. Ayo Asia, nii-san."

"hai otouto/Issei-san" ucap mereka berdua

Maka mereka pun langsung berjalan menuju gereja dan Issei yang menunjukan jalannya, di sepanjang jalan pun Issei dan Naruto menemukan hal-hal baru. Salah satunya moment di mana Asia mengobati kaki dari seorang anak kecil dengan cahaya hijau yang keluar dari tangannya, dan Naruto mengetahui bahwa itu adalah cosmo dari Asia, tak berapa lama Asia, Issei dan Naruto pun sampai di gereja yang menurut Author seperti reruntuhan tua yang terbengkalai.

Degg...

Namun tiba-tiba Issei merasakan perasaan yang tidak enak soal gereja ini, ia merasakan perasaan yang mengancam dirinya sendiri seakan dia akan di bunuh jika masuk gereja tersebut, Naruto yang mengetahui gelagat mencurigakan dari Issei pun hanya tersenyum saja.

"pe-perasaan apa ini? Kenapa aku merasakan aku akan seperti di binasakan oleh gereja ini." Inner Issei.

"kau belum menyadari dirimu bukan manusia lagi Otouto, kau harus segera menjauhi gereja ini karena kau Iblis." Inner Naruto.

"arigatou telah mengantarku sampai di sini, apa Naruto-san dan Issei-san mau minum teh dulu sejenak?" ucap Asia mengajak kedua laki-laki ini. "gomen Asia, aku tidak bisa karena aku akan terlambat untuk ke sekolah. Ayo Nii-san kita berangkat." Ucap Issei yang langsung kabur duluan karena ia merasa telah di ancam secara verbal lewat perasaanya.

"maafkan dia ya Asia-chan, Issei memang selalu begitu tidak pernah berubah." Ucap Naruto dengan sedikit membungkuk untuk minta maaf. "ah tidak apa-apa, aku maklum saja Issei-san begitu." Ucap Asia dengan senyuman yang tulus.

"wah-wah ternyata ada seorang suster gereja dan seorang Saint Emas Athena di sini. Hahaha..." tiba-tiba muncul 2 orang atau mahluk yang mengenakan jubah aneh dengan tampang yang aneh pula. Naruto yang mengetahui bahwa yang ada di depannya adalah spectre pun siap siaga. "Asia-chan, hayaku berlindung di ruang bawah gereja ini. Sepertinya mereka megincarku. Pergilah!" ucap Naruto menyuruh Asia itu pergi dari sana, dan Asia pun menuruti keinginan Naruto pergi dari situ.

"ternyata kalian para Spectre Hades sudah ada di bumi ini lagi, siapa kalian sebenarnya?" ucap Naruto yang mulai menjatuhkan tas sekolah beserta kotak emasnya. "gyahahaha... namaku adalah Worm Raimi dari bintang Submisi Terestrial dan di sebelahku adalah Deep Niobe dari Bintang kegelapan darat. Kami di perintahkan Hades-sama untuk membunuhmu dan juga membunuh Titisan Athena." Ucap salah satu orang yang mengenakan cloth ungu dengan tentakel berada di punggungnya.

"Naruhodo, aku akan melayani kalian untuk sekedar bermain saja..." Lalu Naruto melepaskan Blazer, dasi simpulnya, kemeja pendeknya dan hanya tersisa celana panjang dan spatunya dan terlihat perut sixpack juga otot-otot di tangan dan bagian atas tubuh Naruto hasil dari latihan kerasnya. "dan misiku juga untuk membunuh kalian demi perang suci ini, ARIES!" lanjutnya. Kemudian kotak besi yang di samping Naruto terbuka dan menampilkan cloth emas berbentuk domba yang kemudian terpecah bagian dan terpasang di seluruh tubuh Naruto dan jangan lupa kain putih melekat di punggungnya sepanjang 1cm hampir menyentuh tanah.

"aku akan memulainya, "WORMS BIND" ucap Raimi yang kemudian menyerang Naruto dengan tentakelnya.

Grepp...

Greppp...

Ctarr...

Tentakel-tentakel tersebut melilit Naruto mulai dari Tangan, kaki, badan hingga lehernya dan mengalirkan listrik 100v ke seluruh tubuh Naruto.

"aakkkhhh..." rintih Naruto yang merasakan sakit yang luar biasa, namun Naruto pun menyeringai karena sepertinya merencanakan sesuatu. "hmm...hmm... apa kau pikir ini akan bisa melukaiku?" ucap Naruto dengan nada tertawa, dan hal itu membuat Raimi terperanga.

"a-apa? Ke-kenapa kau ti-tidak..."

"SEKISHIKI: SHO EN"

Wushhh...

"gyaaa..." rintih Raimi karena merasakan tubuhnya terbakar oleh api biru dari Naruto, dan sontak tubuhnya pun sudah menjadi abu karena api itu membakar tubuhnya. "jadi, kau akan melawanku selanjutnya Deep Niobe?" ucap Naruto, namun Naruto pun merasakan tubuhnya pun kaku tidak bisa bergerak di karenakan asap ungu mengelilingi tubuhnya.

"ma-masaka i-ini..."

"DEEP FRAGNANCE jurus ini akan menyerang tubuhmu dan menyerap ke dalam tubuhmu melewati kulit dan akan membunuhmu perlahan-lahan, ini seperti musuh tidur yang akan memikatmu. Apa kau merasakan tubuhmu dan indramu sudah tak berfungsi?" ucap Niobe, Tubuh Naruto yang tak bisa apa-apa pun di kelilingi oleh kabut berwarna ungu tersebut.

"gawat, kabut ini bisa-bisa membunuh Asia-chan. Bagaimana ini?"


Scene break At gerbang sekolah

Kita beralih ke segment selanjutnya, pagi harinya murid-murid Kuoh Academy pun masuk sekolah untuk menuntut ilmu, tapi ada 2 bahkan 3 orang perempuan atau lebih tepatnya 3 perempuan Iblis yaitu Momo Hanakai pacar Issei, Akeno Himejima dan Tsubaki Shinra pacar Naruto yang menunggu 2 orang laki-laki yaitu Issei dan juga Naruto. Setiap siswa dan siswi yang melintasi gerbang sekolah untuk masuk ke kelasnya masing-masing tidak di tanggapi mereka bertiga.

"kenapa Issei-kun lama sekali ya? Aku takut terjadi apa-apa dengan pacarku itu." Ucap Momo yang bersuara duluan daripada dua pacar Naruto. "ara-ara... apa Momo-san sudah melakukan 'itu' dengan Issei-kun? Ufufufu..." ucap Akeno dengan nada menggodanya, dan itu membuat wajahnya merona.

"Urusei Ratu Rias, mau aku melakukan 'itu' dengan Issei-kun atau tidak itu bukan urusanmu, karena semalam aku dan Issei-kun sudah resmi jadi sepasang kekasih." Ucap Momo sedikit berteriak karena malu. "jadi kau telah menjadi sepasang kekasih dengan perwujudan monster mesum itu Momo?" ucap Tsubaki dengan nada datarnya seperti biasa.

"hai' Fuku-Kaichou, setelah ia menjadi pawn dari Rias-sama. Aku akan tetap mencintai Issei-kun, meskipun ia itu mesum tingkat akut sama seperti 2 temannya yang lain yaitu Matsuda dan Motohama, tapi aku tetap mencintai Issei-kun apa adanya Fuku-Kaichou." Ucap Momo dengan nada berbinar-binar, dan itu membuat Tsubaki pun tepok jidat dan Akeno hanya senyum-senyum sendiri.

"tepat seperti yang Kaichou katakan, perempuan ini benar-benar termakan mesum dari otouto Anata-ku Naruto." Inner Tsubaki.

"ara-ara... aku ingin sekali seperti Momo-san dan aku ingin bercinta secepatnya dengan Naru-kun ufufufu..." inner Akeno.

tak lama kemudian Issei pun datang dari depan gerbang sekolah terengah-engah seperti orang yang menghindari pembunuh bayaran, namun Issei pun melihat ada 3 icon yang berada tepat di depannya yaitu Momo Hanakai pacarnya sendiri dan juga ada Tsubaki Shinra pacar kakak nya dan Akeno perempuan yang ingin ia jadikan haremnya.

"ah, ohayou Akeno-san, Fuku-kaichou, Momo-chan..."

Greep...

Belum sempat Issei menyelesaikan kalimatnya sendiri, tiba-tiba Momo memeluknya dengan erat sekali, Issei pun mulai berfikir mesum takala payudara Momo yang berukuran jumbo saat malam ia bercinta dengan momo (untuk ceritanya sama dengan cerita Naruto dengan Tsubaki) menekan dadanya dan menimbulkan sensasi yang sangat lembut dan kenyal.

"demi dewi ero... oh oppai Momo-chan enak sekali..." inner Issei.

Plak...

Oh sayang sungguh sayang, pikiran mesum Issei pun harus berhenti manakala Tsubaki Shinra mnampar dengan keras pipi kiri Issei hingga menimbulkan bekas telapak tangan yang memerah, karena Tsubaki sangat jengkel dengan adik dari pacarnya ini.

"berhentilah bersikap mesum seperti itu dasar Issei no ECHI!" ucap Tsubaki dengan tekanan pada kalimat akhirnya membuktikan dia itu sangat marah karena mimik wajahnya itu dan ia takut tubuhnya yang milik Naruto akan jadi objek mesumnya untuk yang entah berapa kalinya.

"Ittaaiiii... Fuku-kaichou, kenapa kau menamparku begitu keras? Memangnya apa salahku di tampar sampai merah pipi kiriku ini?" ucap Issei membela diri setelah pelukannya dengan Momo selesai, Tsubaki pun makin geram dengan sosok laki-laki satu ini tanpa sadar aura iblisnya berwarna kebiruan pun keluar menandakan ia sangat marah.

"kau telah bersikap hentai dengan Momo karena kau merasakan payudara Momo menekan dadamu, dan ekspresi menjijikanmu membuatku sangat jengkel, jika kau membayangkan tubuhku juga. AKU AKAN MEMBUNUHMU!" ucap Tsubaki dengan amarahnya makin memuncak di akhir kalimatnya, membuat Issei sangat ketakutan dengan sosok perempuan satu ini, bagaimana tidak aneh? Ia memang sangat ingin menghindari sosok yang sangat kejam dan keras juga berwajah datar setiap Issei melihatnya, namun Tsubaki juga pacar dari Nii-san nya.

"sudahlah Fuku-kaichou, jangan membuat keruh suasana. Ingat Kaichou mengawasi kita setiap hari dan bukan hanya Kaichou, Bucho pun punya andil kuasa terhadap Issei. Turunkan hawa membunuhmu Tsubaki-senpai, bisa-bisa ada kericuhan antara Rias dan Sona-sama." Ucap Momo menenangkan perempuan yang satu ini, jika marah bisa-bisa Issei pacarnya babak belur karena kekuatan dari ratu Sona Sitri ini begitu mengerikan. Tapi bukan memaafkan Tsubaki malah pergi ke kelasnya sendiri karena jengkel sendiri dengan Issei meninggalkan Momo, Issei juga Akeno yang masih diam tak bersuara.

"ara-ara... sudahlah Issei-kun, Tsubaki-san itu sangat posesif dengan tubuhnya. Ia hanya ingin tubuh miliknya hanya milik Naruto Nii-san mu itu dan hanya boleh di lihat olehnya, maka itu ketika Tsubaki-san melihat ekspresi mesum dari wajahmu ia sangat jengkel dan menamparmu Issei-kun ufufufu..." ucap Akeno mencairkan suasana.

"Tsubaki-senpai memang sangat mengerikan, aku tak mau menggodanya apalagi membuatnya marah. Bisa-bisa aku benar-benar di bunuh." Inner Issei.

"oh ya Issei-kun, bukannya kau bersama dengan Naruto-senpai setiap berangkat sekolah, kemana Naruto-senpai sekarang?" ucap Momo, dan itu membuat Issei sadar bahwa dia meninggalkan Nii-san nya di gereja.

"eto.. Nii-san sedang pergi ke gereja tadi pagi sekalian menolong suster gereja yang tersesat menuju gereja itu." Ucap Issei sekenanya saja. Dan itu membuat Momo sedikit takut begitupun juga Akeno karena mereka berdua Iblis.

"Naruhodo, ayo kita masuk kelas minna." Ucap Momo dan itupun di sambut baik oleh Akeno karena tidak mau berurusan dengan gereja karena dia itu ½ iblis.


Kembali ke pertarungan Naruto.

"khukhukhu... bagaimana heh? Kau tak bisa bergerak? Itu karena Racun dariku mudah menyerap masuk ke kulitmu yang Cuma manusia biasa." Ucap Niobe dengan seringaiannya, melihat Naruto yang tidak bergerak sama sekali. Dia maju tepat di depan Naruto.

Duakkhh...

Duakkhh...

Duakkhh...

Duakkkh...

Niobe pun memukul-mukul tubuh Naruto yang sekarang tak bergerak sama sekali, sangat mudahnya hingga tubuh Naruto pun begerak kanan-kiri akibat dari effek dari asap ungu hasil jurusnya.

"Bakayaro... apa ini kemampuan Saint emas heh? Lemah, sangat menyedihkan, aku muak dengan wajahmu akan aku pukul wajah cantikmu itu." Ucap Niobe yang masih memukul Naruto dengan tangannya, kemudia tangan kanannya hendak memukul wajah dari Naruto.

Degg...

Tiba-tiba tangannya berhenti 30cm di depan wajah Naruto karena ia merasakan aura yang sangat aneh dari Naruto. "a-apa yang aku rasakan ini? Ke-kenapa aku mersakan aura membunuh yang pekat dari tubuh gold saint ini?" inner Niobe.

Dan di sekitar ruang dalam gereja itu muncul kabut merah menyala yang sangat pekat menyelubungi seluruh bagian dalam gereja tersebut, kemudian Naruto menyeringai.

"a-akai Kiri? Ba-bagaimana bisa DEEP FRAGNANCE berubah menjadi kabut merah seperti ini?" ucap Niobe yang kaget dengan apa yang terjadi, kemudian wajah Naruto yang semula pucat karena kabut ungu itu berubah seperti semula lagi.

"kau pikir dengan racun seperti itu bisa membunuh dengan mudah heh? Aku adalah racun mawar mematikan, dan semua darah, daging bahkan selku sudah menjadi racun. Dan sekarang terima ini dan matilah di alam neraka!"

"CRIMSON THORN."

Ctap...

Ctap...

Ctap...

Ctap...

"aaaarrrrggghhh..." rintih Niobe karena Kabut merah yang semula mengelilingi ruang dalam gereja pun berubah menjadi cucuk yang kemudian menusuk ke seluruh tubuh Niobe, membuat Niobe pun tumbang dengan bersimbah darah. Kemudia Naruto mengambil Tasbih Mukorrosi untuk memusnahkan tubuh dari Niobe.

"haah... ternyata perang suci telah di mulai sampai Hades mengutus mereka untuk membunuhku, ternyata mereka tidak main-main." Ujar Naruto entah kepada siapa, membayangkan akan ada pertumpahan darah yang sangat banyak antara dirinya dan semua spectre Hades.

"Asia-chan, kau boleh keluar sekarang, aku ingin bicara sebentar." Ucap Naruto memanggil sang suster gereja yang bersembunyi di ruangan bawah tanah gereja, dan kemudian muncul di bawah tanah itu. Asia pun berlari ketakutan karena takut Naruto terluka.

"Naruto-san, Daijobu deska? Apa ada yang terluka?" ucap Asia yang khawatir akan sosok Gold Saint yang satu ini, namun Naruto mengelus-elus kepala blonde Asia. "daijobu Asia-chan, jangan khawatir. Oh ya Asia sebenarnya aku bukanlah sekedar Anak sekolah biasa, aku adala Gold Saint Athena yang berasal dari wilayah Sanctuary Yunani pemegang Gold Cloth 'ARIES'. Senang berkenalan denganmu." Ucap Naruto dengan senyum yang hangat, dan itu juga membuat Asia tersenyum juga.

"hai' urushiku Naruto-san. Oh ya apa kau tidak mau minum teh dulu? Aku berterimakasih karena kau mengalahkan 2 orang itu." Ucap Asia, namun Naruto yang masih mengenakan Gold Cloth nya. "ah tidak usah Asia-chan, aku ingin mengatakan satu hal padamu Asia Argento. Kau mempunyai cosmo yang menyembuhkan dan itu adalah hal yang positif untukmu sendiri. Gunakanlah cosmo itu untuk kebaikan ya Asia." Ucap Naruto yang langsung menghilang dengan Psycokinesis entah kemana, dan Asia pun tersenyum kembali.

"Arigatou, Naruto-san."


Scene break at ruang kelas 3-b.

Suasana kelas di kelas 3-b yaitu kelas dari Naruto, Tsubaki dan Sona terasa sedikit berbeda karena khususnya Tsubaki pun merasa sedikit resah mengingat kekasihnya sepertinya tidak masuk sekolah, Sona yang melihat kegelisahan dari ratu nya pun merasa ingin tahu.

"Tsubaki, tidak biasanya kau menjadi seresah ini, apa karena pemuda Saint itu?" ucap Sona dan hal itu membuat Tsubaki mengubah mimik wajahnya kembali datar seperti biasanya. "hai' aku merasa sedikit resah karena tidak ada Naruto-kun Kaicho." Ucap Tsubaki mengungkapkan isi hatinya.

"kau ini, hatimu telah di warnai cinta dan kasih sayang pemuda itu sama yang di rasakan Momo. Aku iri kalian bisa mempunyai pasangan masing-masing, apalagi Naruto-san adalah pemuda yang mempunyai aura emas yang langka." Ucap Sona menunduk, betapa kosongnya kehidupannya tidak ada yang menemaninya selain budak-budaknya.

"kenapa begitu Kaichou? Kau kan bisa memiliki Naruto-kun bersamaku sebelum Rias-sama memburu Naruto-kun bersama ratunya." Ucap Tsubaki menyarankan kepada king nya ini, namun Sona hanya tertawa kecil. "bersamamu memiliki Naruto-kun sebelum Rias? Aku tidak tau usulanmu ini benar-benar bisa membuatku hidupku tidak kosong lagi, tetapi bersaing dengan Rias sepertinya aku unggul segalanya di bandingkan dia. Meskipun dari segi tubuh aku kalah telak, tapi aku belum tertarik dengan pemuda itu Tsubaki aku takut perasaannya padamu berubah menjadi merasa bersalah. Arigatou Tsubaki." Ucap Sona menolak secara halus usulan ratu nya itu.

"anak-anak mohon tenang ya, kita akan kedatangan murid baru di kelas kita ini. Silahkan masuk Miya-san." Ucap sensei dari kelas Sona dan Tsubaki, dari pintu datang sosok wanita cantik tinggi 175 cm, memakai sepatu sekolah pada umumnya tapi kaos kaki yang di kenakan sang perempuan berwarna hitam sampai menyentuh ½ pahanya, memakai seragam perempuan kuoh, wajah putih seputih kapas, mata berwarna hitam beriris ungu dan bersurai ungu hingga ke pahanya. "moshi-moshi minna, perkenalkan namaku adalah Miya Asama nama panggilanku Miya, aku pindahan dari kota Shinto Teitou salam kenal." Ucap Miya dengan nada yang amat santun dan hal itu menarik banyak laki-laki kelas 3-b untuk tahu banyak tentangnya.

TOK-TOK...

"summimasen, aku terlambat." Namun tiba-tiba datang sesosok laki-laki bersurai emas, memakai seragam sekolah kuoh dan membawa kotak emas di punggungnya, yap dialah aktor utama kita yang memaksakan untuk masuk meskipun terlambat dikarenakan bertarung dengan spectre Hades yaitu Naruto.

DEG...

Tiba-tiba Naruto merasakan sesuatu yang sangat aneh dengan sosok perempuan yang satu ini, Naruto merasakan cosmo emas yang luar biasa kuat di tubuh perempuan itu seakan mengingatkan dirinya dengan cosmo sang Athena, dan bukan hanya dirinya, cloth Aries yang dia bawa ke sekolah pun bereaksi dengan perempuan itu dengan memancarkan cosmo emasnya sendiri.

"a-apa yang aku rasakan ini? Aku merasakan cosmo emas yang luar biasa kuat di tubuh perempuan itu, dan itu tidak salah lagi cosmo suci Athena, dan cloth ku bereaksi dengannya, apakah dia titisan Athena yang aku cari dari mimpiku tentang misi mencari Athena berikutnya?" inner Naruto.

"Naruto, kenapa kau bisa terlambat? Tidak biasanya kau setelat ini, dan kenapa kau membawa kotak berwarna emas itu?" Ucap sensei laki-laki yang ada di kelas itu. "begini sensei, aku tadi sebelum ke sekolah pergi ke gereja untuk berdoa tapi aku lupa waktu sehingga aku terlambat. Untuk kotak emas ini, ini sebenarnya hanya barang peninggalan nii-san ku dulu yang aku harus bawa karena kalau aku tinggal akan berkarat." Ucap Naruto sekenanya sedikit berbohong karena masyarakat di sini tidak boleh tahu asal usulnya.

"ah aku lupa, perkenalkan namaku Hyodou Naruto, yurushiku." Ucap Naruto yang tak lupa memperkenalkan dirinya kepada murid baru itu. "hai' namaku Miya Asama, yurushiku ne." Ucap Miya dengan senyum tulusnya. Tapi Naruto tak sadar di belakangnya ada Tsubaki yang cemburu.

"aku harus selidiki apa yang berhubungan dengan perempuan itu dengan Naruto-kun." Inner Tsubaki yang kecemburuannya mulai menguasai pikirannya.

Setelah perkenalan santun antara Naruto dan Miya, kemudian Naruto duduk kembali ke kursinya yang biasa yaitu di sebelah Tsubaki di belakang.


Scene break at kelas saat Istirahat.

Tringg...triiinnggg...

Bel tanda Istirahat makan siang pun berbunyi, inilah saatnya semua siswa dan siswi kuoh untuk Istirahat memanjakan otaknya dengan makan ataupun bersenda gurau dengan teman-teman. Sama seperti Aktor utama kita yang sepertinya lelah sekali namun ia tidak lupa untuk menyelidiki murid baru itu.

Greepppp...

Tapi keinginan Naruto untuk menyelidiki Miya sepertinya akan menemui jalan terjal, tangan kanannya di genggam oleh tangan seorang perempuan, yang tak lain dan tak bukan adalah Tsubaki Shinra pacar Naruto.

"ikut aku ke ruangan Osis sekarang A-N-A-T-A!" ucap Tsubaki dengan penekanan di kalimat Akhirnya dikarenakan kecemburuan dirinya akan pacar tercintanya yang membutakan matanya sendiri, tanpa perlawanan Naruto pun mengekor di belakang Tsubaki. Siswa dan siswi kuoh pun memperhatikan Naruto bersama Tsubaki seperti tahanan yang akan di penjara oleh polisi padahal sebenarnya tidak.

"hei Issei itukan Nii-san mu, kenapa ia ikut dengan Fuku-Kaichou?" ucap Matsuda salah satu trio mesum komplotan Issei. "iya Issei, apa jangan-jangan Naruto-senpai akan mengrepe-grepe tubuh sintal dan seksi milik Shinra-senpai?" ucap Motohama yang juga satu komplotan dengan Issei, bedanya omongannya lebih mesum dari Matsuda.

"hei Nii-san ku tidak mesum begitu, meskipun ia itu jarang bicara tapi Naruto nii-san itu terpelajar tidak mesum sepertimu Motohama." Ucap Issei membela dan menyembunyikan fakta yang sebenarnya Nii-sannya adalah pacar Tsubaki.

"ada apa kau sampai marah begitu Issei-kun?" namun tiba-tiba datang satu sosok perempuan yang tidak asing di kehidupan Issei sendiri yaitu Momo Hanakai, pacar Issei sekaligus se-angkatan dengan Issei. "ano Momo-chan lihatlah itu." Ucap Issei dengan mengayunkan tangannya menunjuk ke arh Tsubaki dan Naruto.

"sekarang apa lagi dengan Fuku-Kaichou? Bukankah hubungannya dengan Naruto-kun sudah erat sekali, tapi kenapa Naruto-kun di perlakukan seperti orang yang bersalah?" inner Momo.

"kau tahu kenapa Nii-san ku sampai di perlakukan seperti itu? Bukankah hubungan mereka itu berpacaran Momo-chan?" ucap Issei. "entahlah Issei-kun, sudahlah itu urusan mereka berdua yang berpacaran. Kita kan punya hubungan sendiri." Bukannya menjawab pertanyaan Issei, justru Momo mengabaikan Issei dengan hal lain dan juga memeluk lengan kanan Issei dengan erat, sontak Matsuda dan Motohama yang notabena satu komplotan dengan Issei pun emosi.

"WOI Issei, sejak kapan kau berpacaran dengan Momo sekertaris Seito-Kaichoi?" ucap Matsuda yang tidak percaya teman satu mesumnya pun akhirnya punya pacar. "KISAMA! KAU MENGKHIANATI KOMPLOTAN KITA." Ucap motohama.

Duakh...

Matsuda dan Motohama pun meninju wajah Issei bersamaan dan Issei pun terpental 5m dari tempatnya, Momo yang melihat kekasihnya di pukuli oleh komplotannya pun memeluk sang kekasih dengan menenggelamkan kepala Issei ke dada nya yang montok.

"Issei, Issei-kun kau tidak apa-apa?" ucap Momo yang khawatir dengan pacarnya itu. "Mo-momo-chan, tolong oppai-mu membuatku se-sesak." Ucap Issei dengan terbata-bata. "oh go-gomen Issei-kun." Ucap Momo yang langsung melepaskan pelukannya.

"benar-benar gila, oppai Momo-chan sangat lunak dan lembut. Kualitas terbaik!" inner Issei.


Ganti scene at ruang Osis.

Kita tinggalkan orang-orang aneh di atas ke scene yang lain, Sona Sitri salah satu heires dari clan Sitri ini pun sednagn berkutat dengan file-file sekolahnya yang ia harus kerjakan setiap hari dan setiap jam di saat jam pelajaran ataupun jam Istirahat di ruang Osis atau rumah sementaranya.

Krieettt...

Namun tiba-tiba ada satu moment yang mengganggu dirinya yaitu ada siswa/siswi datang memasuki ruang osisnya itu, menampilkan ratu nya yaitu Tsubaki dan pacarnya yaitu Naruto. Sona pun bingung biasanya hanya Tsubaki sajalah yang sering masuk ke ruangannya tapi kenapa ada Naruto juga.

"kenapa kau membawa pacarmu Tsubaki ke ruangan Osis?" ucap Sona dengan Nada sedikit jengkel akibat frustasi dengan kerjaannya setiap hari. "aku mau meminjam ruang introgasi di tempat anda Kaichou, aku mau menanyakan beberapa informasi tentang anak baru di kelas kita." Ucap Tsubaki dengan nada datarnya seperti biasanya.

"maksudmu tentang Miya Asama di kelas kita? Untuk apa kau menanyakannya kepada Pacarmu itu? Apa kau punya informasi tentang Miya?" ucap Sona yang jadi semakin tidak mengerti apa yang di katakan oleh Tsubaki. "yasudah lah masuk saja ke ruangan sebelah kanan di ujung lorong itu, itu ruangannya dan jangan ganggu aku saat ini. Kau menjengkelkan membawa pacarmu Tsubaki." Lanjutnya lagi menunjuk salah satu ruangan di lorong gedung OSIS, Tsubaki pun hanya menunduk minta maaf. "ikut Aku Naruto-kun." Ucap Tsubaki dan itu di turuti Naruto tanpa melawan.

AT RUANG INTROGASI

Krieeettt...

Pintu pun terbuka menampilkan Naruto dan Tsubaki di ruangan 6x6m, di ruangan itu hanya ada 2 sofa dan jendela sebagai filter udara dan AC untuk pendingin udara. Naruto pun duduk di sebelah kiri sementara Tsubaki duduk di sebelah kanan.

"Anata, kenapa kau terlambat tadi? Apa karena kau masih ragu dengan semalam kau sudah menyetubuhiku?" ucap Tsubaki yang nada bicaranya sudah mulai lembut tidak sedatar saat berhadapan dengan Sona. "ti-tidak bukan begitu, hanya saja saat aku berangkat sekolah aku bertemu dengan suster gereja bersama Issei. Dan aku mengantarkannya juga dengan Issei, saat aku di dalam gereja tiba-tiba spectre Hades dan aku harus bertarung demi suster gereja itu." Ucap Naruto yang kaget pada awalnya namun mulai bisa mengendalikan dirinya sendiri.

"Anata, kami kaum Iblis memang tidak pernah mendekati gereja karena akan menjadi pertikaian berdarah jika pihak gereja di masuki kaum kami jadi Issei pun kabur duluan, itu yang aku ketahui dari Momo. Dan aku benar-benar tidak suka kau menatap murid baru itu dengan tatapan seperti itu." Ucap Tsubaki dengan wajah menunduk menyembunyikan rasa cemburunya.

"soal itu ya, kau tahu aku sebenarnya di berikan misi menemukan calon Athena di dunia Ini dari Saori ojou-sama karena Athena-sama memberitahuku lewat mimpi bahwa aku harus menemukan Athena yang baru yang bisa membimbingku dalam perang suci." Ucap Naruto sedikit serius dan itu membuat Tsubaki menatap Naruto lagi. "pe-perang suci? Perang apakah itu Anata? Yang aku baca di buku perang paling mengerikan adalah great warr antara Akuma, Tenshin dan Da-Tenshin di dunia kami, ternyata duniamu ada perang juga. Tapi jika kau melihat Miya seperti itu apa kau ingin menjadikannya Athena selanjutnya?" ucap Tsubaki sedikit khawatir.

"ku rasa begitu, dengan adanya Athena di dunia ini aku dapat berperang kembali meskipun hanya seorang diri. Dan peraturannya aku harus menuruti apa mau Athena karena dia seorang dewi apapun itu." Ucap Naruto, dan itu membuat Tsubaki semakin Khawatir karena dia takut calon suaminya ini di ambil oleh Miya.

"namun kau tak usah khawatir Tsubaki-chan, Athena tidak akan bisa menikahi bawahannya termasuk Gold Saint karena peraturan utamanya Athena selalu perempuan perawan yang menjadi komando perang. Jadi aku tetap milikmu Tsubaki." Ucap Naruto lagi, dan...

BRUK...

Tsubaki pun langsung memeluk Naruto dengan erat-erat karena kecemburuannya pun tidak terbukti dan Naruto masih setia padanya, Naruto yang di peluk pun hanya mengusap-usap surai hitam Tsubaki yang panjang tersebut.

"arigatou Anata, kau sudah mau setia padaku, Arigatou." Ucap Tsubaki.

Cupp...

Dan di mulailah ciuman panas dari mereka berdua di ruangan itu, dan Naruto menerima dengan terbuka. "sejak semalam, aku semakin mencintaimu Anata dan aku juga mau mengulangi bercinta dengamu lagi." Ucap Tsubaki dengan Nada malu-malu.

Tringg...

Namun sungguh sayang awal percintaan itu sedikit terganggu karena Naruto dan Tsubaki harus masuk kelas lagi. "kita lanjutkan lain waktu Tsubaki-chan, tenang saja aku tidak akan berpisah denganmu karena kau akan mengandung anakku beberapa minggu lagi." Ucap Naruto dengan nada lembut seperti biasanya.

"iya aku paham, karena itulah penyambung hatiku dan hatimu Anata. Aku tidak sabar buah hati kita akan lahir Anata dari rahimku, aku ingin gendong bayi yang cantik atau tampan seperti ibu dan ayahnya." Ucap Tsubaki dengan senyum mengembang dan semburat merah yang terpancar di pipinya. "kau akan mendapatkannya Tsubaki-chan bersabarlah." Ucap Naruto sambil mengelus-elus kepala dari calon istrinya itu.

"ehem... bisakah kalian menghentikan acara bermesraan kalian di tempatku untuk sementara ini? Bel masuk kelas sudah berbunyi dan kalian masih dengan posisi yang seperti itu." Ucap Sona yang sedari tadi menyaksikan Naruto dan Tsubaki bermesraan layaknya suami-istri, dan Sona pun memang iri karena ia bisa melihat ratunya bersama dengan orang yang ia cintai sementara dia un belum ada, sontak Naruto dan Tsubaki pun melepaskan pelukannya dan berdiri kembali.

"kalau begitu aku permisi duluan ya Tsubaki-chan, Sona ojou-sama jaa ne." Ucap Naruto yang menghilang duluan dengan kemampuan Psycokinesis keahliannya, sementara Sona pun sudah geleng-geleng kepala mendengar sebutan itu dari Naruto.

"Tsubaki, apa informasi yang kau dapat dari Naruto-san?" Ucap Sona mulai ke intinya lagi. "yang aku tahu dari pacarku bahwa Miya Asama adalah murid biasa yang tidak ada kemampuan spesialnya." Ucap Tsubaki sedikit berbohong. "begitu ya, baiklah kita ke kelas sekarang." Ucap Sona yang meninggalkan Tsubaki duluan.

"sumanakata Kaichou, jika kau mendengar kata Athena dan 'perang suci' yang aku takutkan Serafall-sama dan Lucifer-sama akan resah dengan hal ini." Inner Tsubaki.


At sore hari di sekolah.

Kita lanjut lagi ke cerita berikutnya, akhirnya matahari siang pun mulai berganti ke matahari yang mulai terbenam di ufuk barat menandakan hari sekolah untuk saat ini telah berakhir, dan Siswi baru kelas 3-b yaitu Miya Asama akan bersiap untuk pulang ke apartemennya ke sekitaran kota Kuoh.

"haah... hari ini benar-benar melelahkan, beda sekali dengan di Shinto-teito bersama Musubi-san, Minato-san dll. Aku merasa kehidupanku kali ini sungguh baru." Ucap Miya yang mengeluhkan pelajaran-pelajaran yang sulit di kuoh-academy, lalu Miya pun berjalan meninggalkan kelasnya yang sudah sepi itu.

"cotto-matte Miya-san." Ucap Naruto yang masih berada di dalam kelas juga, memang hanya mereka berdua yang masih di kelas itu selebihnya sudah meninggalkan kelas duluan. "ada apa Naruto-san?" ucap Miya berbalik ke belakang.

"aku ingin bertanya sesuatu tentang identitas dirimu yang sebenarnya Miya-san, apa benar kau adalah Ahli kinjutsu?" ucap Naruto yang mulai bertanya kepada Intinya karena ia penasaran dengan kemampuan perempuan yang satu ini, dan Miya pun terkejut ternyata pemuda bersurai emas panjang itu mengetahui kemampuan dasarnya. "ke-kenapa kau tau kemampuanku yang sebenarnya Naruto-san? A-aku kan belum bicara banyak tentang diriku." Ucap Miya, dan tanpa di duga oleh Miya juga Naruto yang semula berdiri kemudian berlutut di kaki Miya dengan hormat dan itu membuat Miya kaget.

"Na-Naruto-san, kenapa kau berlutut?" ucap Miya. "akhirnya aku menemukan anda Yang mulia Athena-sama, aku adalah Gold Saint yang masih hidup sejak perang suci terakhir aku adalah Naruto pemegang Gold cloth ARIES penjaga kuil pertama Sanctuary yunani." Ucap Naruto yang membongkar identitasnya sendiri di hadapan perempuan ini.

"Athena? Gold Saint? Perang suci? Apa yang sesungguhnya di bicarakan pemuda tampan ini?" inner Miya yang merasa bingung dengan apa yang di ungkapkan Naruto.

"a-aku tidak mengerti maksudmu Naruto-san, kenapa kau menyebutku Athena? Dan apa itu perang suci terakhir? Dan juga apa itu Gold Saint? Sebenarnya apa tujuanmu Naruto?" ucap Miya yang makin tidak mengerti dengan ucapan pemuda itu. "akan aku jelaskan Athena-sama, dalam sejarah mitologi yang sudah terjadi ribuan tahun silam, setiap 200 tahun sekali akan ada seorang putri yang terlahir untuk memimpin para 88 Saint di yunani untuk berperang dengan Maou Hades raja Underworld, Gold Saint adalah pejuang Sanctuary yang terkuat di antara 88 saint lainnya dan ada 12 orang termasuk diriku Athena-sama. Tujuanku adalah menemukan Athena selanjutnya yang akan meneruskan titah komando Sanctuary selanjutnya, aku akan menuruti setiap kemauanmu apapun itu Athena-sama karena aku pelayanmu yang setia..." lalu di tangan Naruto muncullah tongkat emas dengan lambang kekuasaan di lingkaran di atas tongkatnya. "aku mohon dengan sangat hormat jadilah Dewi Athena bagiku dan Saint Sanctuary." Ucap Naruto yang memohon bahkan harus bersujud di hadapan Miya, Miya pun merasakan perasaan seperti panas dan perasaan yang tidak enak di dalam hatinya.

"pemuda ini sampai memohon-mohon kepadaku dan bersujud di hadapanku? Dia benar-benar sangat menginginkanku melebihi siapapun, apa aku harus jalin kontrak dengannya?" inner Miya, perasaannya berkecamuk di dalam hatinya.

"Naruto-kun, berdirilah dan tatap mataku." Ucap Miya dengan sedikit menunduk karena ia malu-malu dengan apa yang harus ia perbuat ini, dan Naruto tanpa di perintah lagi pun langsung bangun dan menatap calon Athena itu.

Cupp...

Tiba-tiba bibir Naruto pun bersatu dengan bibir Miya sehingga menjadi kecupan yang sangat hangat namun tidak di dasari Nafsu, pipi Naruto pun memerah tanda ia baru kali ini di cium oleh sang titisan dewi perang itu.

"A-Athena-sa-"

"iya Naruto-kun, aku sudah melihat kesungguhan dan keinginanmu yang kuat terpancar di matamu dan tingkah lakumu. Aku akan menjadi Athena untukmu dan juga sanctuary." Ucap Miya memotong ucapan Naruto, kemudian Naruto meletakan kotak emasnya di depannya dan kembali berlutut. "aku Naruto no ARIES mengambil sumpah untuk selalu setia padamu sampai Akhir hayatku sebagai Gold Saint Athena." Ucap Naruto dengan tegas, Miya memang tidak mengerti apa-apa tapi ia sudah menemukan sesuatu yang baru yang membimbingnya sebagai dewi perang.

"oh ya Athena-sama, anda tinggal di mana?" ucap Naruto yang balik tanya kepada sang dewi baru itu. "aku tinggal di daerah pinggiran kota ini, Naruto-kun trima kasih telah membangkitkanku dari tidur panjangku dengan tubuh ini aku pasti akan menghancurkan impian Hades menguasai dunia ini." Ucap Miya yang tubuhnya mulai di rasuki roh Athena no Kami dan Naruto pun mengangguk "sudah sepantasnya saya sebagai gold Saint Athena membangkitkan anda lagi memimpin Sanctuary."

"baiklah Naruto-kun aku harus pergi, aku doakan semoga zeus-sama membimbingmu di dalam tugasmu sebagai Gold Saint." Ucap Miya yang menghilang dengan Pyscokinesis karena roh Athena yang masuk ke tubuh Miya memberinya kekuatan dewa di dalam tubuhnya, lalu Naruto pun berjalan dari kelasnya menuju kelas Issei berada.


Ganti scene at kelas Issei sepulang sekolah

Kita ke alur selanjutnya, setelah pertemuannya dengan sang sosok Athena no kami, Naruto pun pulang dengan membawa kotak besi emasnya untuk pulang, tapi di depan kelas Naruto bertemu dengan Kiba dan juga Issei sedang bicara sesuatu.

"sedang bicara apa mereka? Sepertinya Rias akan menjelaskan hal kemarin." Inner Naruto

"Halo, apa kabar?" ucap Kiba dengan nada lembut sepeti biasa dan itu membuat Issei menjadi sedikit jengkel karena Kiba adalah salah satu laki-laki yang ia benci."Jadi mau apa kamu disini?" ucap Issei dengan nada sedikit kesal "Aku datang kemari atas perintah Rias Gremory." Ucap Kiba menjelaskan maksud kedatangannya dan itu membuat Issei semakin penasaran.

"untuk apa Rias-senpai mengutus pria cantik ini? Aku jadi penasaran" inner Issei.

"OK, OK. Jadi kamu mau aku melakukan apa?" ucap Issei sepertinya mulai kesal dan tidak nyaman dengan situasi yang sedang di alaminya "Ikuti aku." Ucap singkat Kiba tanpa menjelaskan apa-apa. "Sigh... Baiklah." Ucap Issei lalu berjalan bersama Kiba namun di luar kelas ia bertemu dengan kakaknya yang ada di luar kelas. "Naruto Nii-san." Ucap Issei dan langsung menghampiri kakaknya itu

"ne otouto sepertinya aku dengar kau akan ikut Kiba-san menuju ke Rias, apa aku boleh menemanimu?" ucap Naruto, dan hal itu di sambut baik oleh Issei. "hai' Nii-san kau boleh ikut, sekalian kita bisa memandangi oppai dari Akeno-senpai dan Rias-senpai yang oversize itu." Ucap Issei dengan nada girangnya dan itu membuat Naruto sewatdropp.

"haah... dasar otouto, sudah memiliki Momo tapi masih mengharapkan Akeno dan Rias, dasar buntalan nafsu." Inner Naruto

"Naruto-senpai kau mau ikut juga ke ruangan Bucho?" ucap Kiba bertanya. "ya sekalian aku mau menemui Akeno juga, aku takut cemburunya kambuh terhadap Tsubaki hehehe..." ucap Naruto dengan nada sedikit becanda.

Setelah itu Naruto dan Issei pun berjalan mengikuti Kiba, dan tempat yang mereka bertiga tuju adalah belakang gedung sekolah. Disana terdapat bangunan lain yang dikenal sebagai gedung sekolah lama yang dikelilingi oleh banyak pepohonan. Dan keadaanya sudah lama sekali gedung ini tidak pernah terpakai, dan suasananya menyeramkan sehingga masuk ke daftar "tujuh keajaiban sekolah". Gedung itu tampak sangat tua dan terbuat dari kayu, namun tidak terlihat adanya kerusakan tertentu di bagian-bagian ruangan itu.

"Bucho ada disini." Ucap Kiba yang langsung naik ke lantai dua dan terus kedalam melewati lorong kelas. Keadaan lorong kelasnya kelihatan bersih. Dan ruangan yang tidak terpakaipun kelihatan bersih. Tapi tiba-tiba Kiba menghentikan langkahnya di depan suatu ruangan kelas, Issei sedikit terkejut dengan tulisan dipintu yang bacanya "Klub Peneliti Ilmu-Gaib" dan lalu mulai membukanya.

"Buchou, saya sudah menjemputnya." Ucap Kiba sedikit berteriak untuk memeberitahu bahwa ia sudah membawa Issei. "Silahkan masuk." Ucap sesorang yang ada di dalam dan itu adalah Rias Gremory. "ayo kita masuk Issei, Naruto-senpai." Ucap Kiba dan Naruto juga Issei hanya mengangguk saja.

Kriieeeettt...

Kiba pun membuka pintu tersebut dan Issei pun terkejut ketika memasuki ruangan itu. Ada banyak tulisan dan simbol aneh diseluruh ruangan. Lantai, tembok, dan langit-langit dipenuhi dengan lambang aneh, dan di ruangan tersebut simbol aneh berbentuk lambang lingkaran di tengah ruangan. Di dalam ruangan tersebut terdapat beberapa sofa dan meja, dan di salah satu sofa terdapat seorang gadis bersurai perah lolicon yang sedang makan kue cake dia adalah Toujo Koneko. Koneko yang melihat salah satu yang datang adalah Naruto dia pun berhenti makan.

"Na-Naruto-senpai." Ucap Koneko sedikit terbata-bata karena kaget ada sosok senpai yang baru di temuinya beberapa hari lalu. "hai Koneko-chan, sepertinya kau sangat menyukai kue ya?" ucap Naruto dan hal itu membuat Koneko sedikit malu. "i-iya Naruto-senpai."

"oh ya Koneko ini adalah Issei adikku, jangan terlalu keras padanya. Meskipun adikku sangat mesum tapi dia baik kok." Ucap Naruto memperkenalkan adiknya, dan itu membuat Issei sedikit emosi. "hei jangan kau menyebutkan kata 'mesum' nya juga Nii-san." Ucap Issei sedikit kesal dan hanya di balas senyuman.

Kemudian terdengar suara air mengalir dari belakang ruangan, dan Naruto duga itu suara pancuran air Kemudian terdapat tirai mandi di belakang ruangan tersebut, di tirai itu terdapat bayangan seseorang. Itu adalah bayangan seorang perempuan yang memang sedang habis mandi dan Naruto duga itu adalah Rias

"Silahkan Buchou." Ucap seseorang yang tidak lain adalah suara dari Akeno pacar kedua Naruto. "Terima kasih Akeno." Ucap Rias yang berada di balik tirai itu.

"Benar-benar tubuh yang mengaggumkan senpai. Sepertinya untuk sementara waktu aku tidak perlu majalah porno." Inner Issei yang wajahnya mulai memerah.

"...Benar-benar wajah mesum." Ucap Koneko dengan nada datanya seperti biasa dan itu sangat menohok Issei

Kemudian tirai itu terbuka. Disana berdiri seorang perempuan berwajah sangat cantik, tubuh yang proporsional dan surai merah panjang, dia adalah Rias Gremory namun di belakangnya berdiri seorang perempuan bersurai hitam dengan model ekor-kuda-ponytail dengan tubuh seperti copy-an Rias dia adalah Akeno Himejima salah satu dari "great onee-sama" kuoh academy

"Ara, Apa kabar? Namaku Himejima Akeno, senang berkenalan denganmu..." ucapan Akeno pun terhenti manakala Akeno melihat laki-laki yang ada di belakang Issei adalah pemuda yang sangat ia cintai. "Na-Naru-kun." Ucapnya lagi.

"hai Akeno-chan, sepertinya kau cukup rukun dengan Rias di sini. Aku datang kemari karena aku takut pertikaian kemarin akan terjadi lagi oh ya aku ingin memperkenalkan adikku namanya adalah Issei Hyodou." Ucap Naruto dengan nada khasnya, lemah lembut dan terpelajar

"Naru-kun ada di sini, kyaa~ aku bisa bercinta dengan anata-ku sepuasku." Inner Akeno.

"Namaku Hyoudou Issei. Salam kenal! Akeno-senpai." Ucap Issei memperkenalkan dirinya sendiri dengan sopan ala jepang."Sepertinya semuanya telah hadir. Hyoudou Issei-kun, ijinkan aku memanggilmu Ise" ucap Rias memulai acaranya ini dan ia juga melihat pemuda yang ia sukai meskipun dia belum mengatakannya yaitu Naruto.

"ternyata Naruto-kun ada di sini, aku gembira akhirnya Naruto-kun mengakuiku." Iner Rias

"Kami, Klub Peneliti Ilmu-Gaib senang menyambutmu sebagai iblis." Ucap Rias dan itu membuat Issei menelan ludah

"Ayah dan Ibu. Sepertinya aku terlibat dengan sesuatu yang besar." Inner Issei

Setelah itu Issei dan Naruto dan Issei di persilahkan untuk duduk Rias sementara Akeno membuatkan teh di belakang ruangan itu.

"Silahkan tehnya Issei-kun, Naru-kun." Ucap Akeno yang menghidangkan segelas teh untuk Issei dan juga pacarnya "Oh, terima kasih." Ucap Issei dan meminumnya sedikit."Rasanya enak." Ucap Issei memuji teh dari Issei

"Ara. Terima kasih." Ucap Akeno dengan nada yang ceria dan sempat tertawa, tapi Akeno sempat menahan raut wajahnya karena Naruto hanya menyesapi tehnya namun tidak berkata apa-apa.

"Naru-kun, apa kau tidak menyukai teh buatanku? Karena yang aku lihat kau hanya menyesapinya sedikit." Ucap Akeno khawatir tehnya tidak di sukai oleh pacarnya itu, namun Naruto menaruh gelas yang di bawahnya terdapat mangkuk kecil itu di atas meja. "aku suka tehmu Akeno-chan, tehmu mengingatkanku kepada keluargaku yang dulu, arigatou Akeno." Ucap Naruto memuji teh Akeno dan Akeno pun tersenyum kembali. "ara-ara sama-sama Anata ufufufu..." ucap Akeno yang mulai dengan nada menggodanya dan itu membuat Issei bingung.

"ne Naruto Nii-san, kenapa Akeno-senpai memanggilmu 'anata' bukan namamu?" ucap Issei yang ingin tahu apa maksud dari kalimat Akeno. "dia pacarku juga Issei, selain Tsubaki tentunya." Ucap Naruto dan itu membuat Issei pun kaget ½ mati.

"Akeno, kamu juga duduklah disini, dan Issei hentikan kekagetanmu itu karena memang Akeno itu berpacaran dengan Naruto-kun." Ucap Rias yang memotong kekagetan Issei dengan nada yang sedikit jengkel. "Baiklah buchou." Ucap Akeno yang melangkah duduk di sebelah Rias, tapi matanya juga terus-terusan melirik pacar tercintanya dengan tatapan menggoda seakan siap 'menerkam' Naruto namun itu di acuhkan Naruto yang memilih membersihkan kotak emasnya.

"Langsung saja kukatakan. Kita semua adalah Iblis, dan dari ekspresimu sepertinya kamu tidak percaya apa yang kukatakan. Tetapi itu wajar. Kemarin kamu juga melihat laki-laki bersayap itu kan?" ucap Rias secara gamblang kepada Issei dan Issei juga memflashback kembali Ingatannya yang saat ia di bunuh laki-laki bersayap hitam itu.

"Dia adalah [Da-Tenshi]' Mereka dulunya melayani [Kami]], tetapi mereka jatuh ke neraka karena memiliki niat buruk. Mereka juga musuh kita para iblis." Lanjutnya lagi yang membuat Issei semakin bingung dengan pembicaraan ini

"Kita, para iblis, telah berperang melawan Malaikat Jatuh sejak jaman dahulu kala. Kita berperang memperbutkan kepemilikan kekuasaan dunia-bawah, atau di dunia manusia dikenal juga sebagai neraka. Jadi dunia-bawah terbagi menjadi dua daerah yaitu daerah para iblis, dan malaikat jatuh. Para iblis mengadakan perjanjian dengam manusia dan menerima korban mereka untuk meningkatkan kekuatan. Sebaliknya malaikat jatuh mengendalikan manusia untuk membasmi iblis. Dan kemudian ada para malaikat yang ingin menghancurkan kedua pihak atas perintah Tuhan. Jadi perang ini terbagi dalam tiga kelompok : iblis, malaikat jatuh, dan malaikat. Dan ini telah berlangsung sejak jaman purba." Sambung Rias dan Issei pun sampai pada kebingungannya.

"mereka bukan hanya musuhmu saja Rias, mereka juga musuhku juga. Mereka berkomplot dengan 3 hakim agung mekai yaitu wyvern Rydamanty, Garuda Aiacos dan Gryphon Minos pelayan Hades dan mereka juga menjadi musuh kami sejak jaman mitologi yunani berlangsung." Ucap Naruto yang memanjangkan cerita Rias, dan itu membuat Rias penasaran.

"apa maksudmu dengan 3 hakim Agung mekai Naruto-kun? Di mekai aku sama sekali tidak mengetahui apa-apa tentang itu." Tanya Rias sekaligus ingin menguak rahasia dari Naruto. "mereka 3 hakim agung pengikut Hades yang di takuti di Mekai namun kau adalah Iblis murni bukan spectre tentara Hades, kau bisa bertanya kepada Sona jika kau mau Rias." Pungkas Naruto sementara Rias pu hanya menghela nafas karena tidak dapat informasi yang akurat

"Umm senpai. Cerita seperti itu agak sulit diterima oleh siswa normal sepertiku. huh? Apakah ini kegiatan anggota klub peneliti ilmu-gaib?" ucap Issei yang mulai bertanya mengenai kegiatan klub ini. "Klub penelitian ilmu-gaib cuma kamuflasi. Itu cuma hobiku. Tetapi kami semua adalah iblis." Ucap Rias dan Issei pun sweatdropp karena ia tidak percaya bahwa ia jadi iblis.

"oh ya Nii-san, apakah Nii-san juga iblis sama seperti Rias dan Akeno senpai?" ucap Issei namun Naruto hanya geleng-geleng kepala. "tidak Issei, aku masih manusia dan yang membunuh Donhaasek malaikat jatuh itu adalah aku Issei." Ucap Naruto dan Issei pun hanya manggut-manggut saja.

"apakah kau tahu Issei kenapa kau di bunuh di saat malam itu?" ucap Rias memecah keheningan dan Issei pun hanya geleng-geleng kepala

"Alasan nyawamu diincar adalah untuk memastikan apakah ada benda berbahaya didalam tubuhmu. Karena responnya lemah, Dia membutuhkan waktu untuk memastikannya. Kemudian dia yakin. Kamu adalah manusia yang memiliki '[Sacred Gear]." Ucap Rias dan Issei pun bingung

"ano, apa itu sacret gear?" ucap Issei, Kemudian Kiba mulai berbicara.

"[Sacred Gear] adalah kekuatan tidak alami yang diberikan kepada manusia tertentu. Misalnya adalah kebanyakan orang yang namanya ditulis dalam sejarah katanya adalah pemilik dari [Sacred Gear]. Mereka menggunakan kekuatan [Sacred Gear] mereka untuk mencatat nama mereka dalam sejarah." Ucap Kiba. "Saat inipun ada manusia yang memiliki [Sacred Gear] didalam tubuhnya. Kamu tahu orang orang yang berperan penting dalam dunia ini? Kebanyakan dari mereka memiliki [Sacred Gear] ditubuh mereka." Ucap Akeno meneruskan ucapan Kiba

"Kebanyakan [Sacred Gear] punya fungsi yang hanya bermanfaat di dunia manusia. Tetapi ada beberapa [Sacred Gear] yang bisa menjadi jerat bagi iblis atau malaikat jatuh. Ise, coba angkat tanganmu tingg- tinggi." Ucap Rias yang mengakhiri ucapan dari Akeno dan juga Kiba.

"jadi itu sebabnya Donhaasek mengincar apa yang ada di dalam tubuh otouto-ku itu? Ternyata sacret gear lebih mengerikan di bandingkan Gold Cloth ku." Inner Naruto

"a-ano memangnya kenapa aku harus melakukan itu? Tanya Issei dan Rias pun sedikit jengkel. "Cepat lakukan saja!." Ucap Rias lalu Issei pun mengangkat tangannya tinggi-tinggi

"Tutup matamu dan bayangkan hal yang kamu anggap paling kuat." Ucap Rias menerangkan bagaimana caranya. "Paling kuat? Ummmm, Son Goku dari Dragon Ball?" ucap Issei dengan mengkhayal kartun favoritnya itu. "Kalau begitu bayangkan tokoh itu. Kemudian bayangkan pose tertentu yang membuatnya tampak paling kuat." Singkat Rias tanpa basa-basi.

Kemudian Issei membayangkan pose Dragon Ball saat Son Goku bersiap untuk menembakkan jurus kamehameha dengan mata terpejam. "Turunkan tanganmu perlahan, dan berdirilah." Perintah Rias dan Issei pun mengikutinya sesuai apa yang di perintahkan. "Sekarang tirukan gaya tokoh tersebut. Kamu harus menirunya dengan sempurna, dan jangan menahan diri." Titahnya lagi, namun Issei merasa ragu dan sedikit nerves, dan itu membuat urat-urat kekesalan muncul di kening Rias.

"Cepat lakukan!" bentak Rias yang sudah habis kesabaran menghadapi budak barunya itu, lalu Issei menyatukan kedua tangannya yang terbuka dan mendorongnya kedepan dadanya sendiri. Kemudian menyelesaikan gaya Anime favoritnya dengan meneriakan kamehameha.

"Kamehameha!" teriak Issei.

Shingg...

Tiba-tiba di tangan kiri Issei muncul semacam gaulent tangan naga berwarna merah, dan Rias pun tersenyum dengan perkembangan budak pionnya itu.

"Sekarang buka matamu. Karena tempat ini dipenuhi kekuatan sihir, perlengkapan sucimu akan lebih mudah muncul." Ucap Rias, lalu Issei pun membuka matanya dan terkejut ada sesuatu di tangannya.

"APA INI!" teriak Issei karena ia tidak menyadari bahwa di dalam tubuhnya mempunyai benda yang sangat misterius bahkan ia tidak tahu cara pakainya. "Itu adalah [Sacred Gear], dan itu milikmu. Kalau sudah muncul, kamu bisa menggunakannya kapanpun dimanapun." Ucap Rias, sementara Naruto yang hanya memperhatikan saja mulai berfikir sesuatu.

"akan sangat berbahaya jika Issei di incar oleh tentara Hades karena mempunyai ini, lagipula aku merasa kekuatan Issei bukan hanya ini saja. Aku merasakan adanya cosmo yang setara cosmo 12 Gold Saint. Tapi apa?" inner Naruto

"Kamu dibunuh karena [Sacred Gear]mu yang adalah ancaman besar bagi para malaikat jatuh, termasuk yang di bunuh oleh Naruto-kun." Ucap Rias dengan menunjuk Naruto sebagai pembunuh malaikat itu. "tapi kenapa aku masih Hidup sampai saat ini?" ucap Issei yang tidak mengerti, seharusnya ia telah mati namun ia masih hidup.

"sebenarnya kami-"

"Rias menghidupkanmu dengan bidak catur Issei. Karena itu kau masih bisa hidup sampai sekarang." Sebelum ucapan Rias selesai, Naruto keburu memotong ucapannya.

"dan hal itulah memaksaku untuk menerima resikonya di bandingkan aku harus ke yomitzu hirasaka untuk mengambil roh Issei dengan sekishiki mekai ha." Inner Naruto.

"kelihatannya Naruto-kun berat sekali menerimaku sebagai kekasihnya, maafkan aku Naru." Inner Rias.

"Aku menyelamatkan hidupmu sebagai Iblis. Ise, kamu yang sekarang telah terlahir kembali sebagai Iblis milikku, Rias Gremory, adalah pelayanku dan seorang iblis." Ucap Rias menjelaskan statusnya kali ini.

Pan!

Seketika muncul sayap kelelawar berwarna hitam pekat di punggung Rias, Akeno, Kiba dan Koneko. Dan bukan hanya itu saja Issei pun muncul sayap juga 1 pasang. Naruto pun tertegun sayap yang mereka punya mirip seperti sayap 3 hakim Agung.

"Aku akan mengenalkan mereka lagi padamu. Yuuto. " ucap Rias memanggil nama sang Knight andalannya itu dan Kiba pun hanya tersenyum saja.

"Nama saya adalah Kiba Yuuto. Saya adalah siswa kelas XI seperti yang kamu tahu, Hyoudou isei-kun. Saya juga seorang iblis, salam kenal." Ucap Kiba memperkenalkan diri dengan menyebut kelasnya juga

"Kelas X... Toujou Koneko... Salam kenal... dan saya adalah iblis..." ucap Koneko Kiba memperkenalkan diri dengan menyebut kelasnya juga sambil tertunduk malu.

"Nama saya adalah Himejima Akeno, dan saya adalah siswi kelas XII. Saya juga wakil ketua klub penelitian ini. Salam kenal. Meskipun seperti ini, saya juga seorang iblis. Ara..." ucap Akeno memperkenalkan dirinya menundukan kepalanya dengan sangat sopan.

"Dan aku adalah tuan mereka, namaku Rias Gremory dari keluarga Gremory. Keluargaku bergelar bangsawan. Kita akan saling membantu mulai dari sekarang." Ucap Rias menjelaskan gelar kebangsawannya sendiri dengan bangga, melihat yang di dalam ruangan sudah menguak siapa dirinya masing-masing Naruto pun hanya tersenyum dan berjalan ke arah kanan menjauhi Issei dengan meletakan kotak emasnya di depannya

"sepertinya aku akan menjelaskan kepada kalian siapa aku yang sebenarnya." Ucap Naruto memecah konsentrasi dan pandangan Rias dkk beserta Issei pun tertuju ke arah Naruto, maka Naruto pun melepaskan blazernya dan di buang di belakang tempat ia berdiri, terlihat tangannya yang banyak bekas luka serta berotot membuat Rias blushing.

"baiklah, ARIES!" Ucap Naruto dengan nada berteriak di akhir kalimatnya, lalu kotak emas di depan Naruto pun terbuka memancarkan cahaya emas menampilkan zirah berbentuk domba dengan cahaya emas di sekeliling zirah itu juga tanduknya yang berukuran sedang.

Pyarr...

Tringg...

Tringg...

Tiba-tiba zirah domba itu terpecah bagian-bagiannya dan menyatu membentuk baju emas mulai dari bagian kaki, tangan, badan, hingga helm nya terpasang di tubuhnya dan tidak lupa juga kain putih tersemat di punggungnya.

"aku adalah Gold saint Athena Naruto no Aries penjaga kuil pertama dari 12 kuil suci sanctuary Yunani." Ucap Naruto, dan itu juga membuat Rias dkk beserta Issei pun kaget luar biasa.

"Gold saint Athena?"

"Naruto no Aries?"

"penjaga kuil suci sanctuary Yunani?" itulah pertanyaan yang di tanyakan Rias, Akeno dan Issei dan Naruto pun mengangguk saja dan tersenyum. "benar minna, maaf Issei Nii-san menyembunyikan semuannya, sebenarnya kotak emas yang Nii-san bawa bukan [sacret gear] Yang ada di tanganmu tadi melaikan ini pemberian sensei Nii-san saat umur Nii-san 13 tahun dan ini juga Gold Cloth Aries yang mempunyai cosmo tersendiri." Ucap Naruto menjelaskan dan semua pun mengangguk saja.

"baiklah Issei kau boleh pulang, namun setiap sore setiap pulang sekolah kau harus ke sini karena banyak yang harus kau kerjakan besok dan panggil aku Bucho mulai besok mengerti?" ucap Rias dan Issei pun mengangguk kemudian berjalan keluar dari ruangan itu.

"sepertinya kau tidak mengatakan hal itu ya Naruto-kun?" ucap Rias yang mulai bertanya kepada Naruto soal perjanjian antara dirinya dan pacar paksaanya. "biarkan ini rahasia yang takkan terungkap sampai waktunya tiba. Baiklah aku harus menjaga Issei agar siapapun tidak membunuhnya 2 kali aku permisi minna." Ucap Naruto dengan sopan santun kemudian pergi ke arah pintu.

Grepp...

Namun belum sempat Naruto menyentuh daun pintu itu, tiba-tiba tangannya yang berbalut Gold Cloth di pegang oleh tangan seseorang, Naruto pun menengok ke belakang ternyata yang menahannya itu adalah Akeno.

"Na-Naru." Ucap Akeno dengan nada sedih dan gelisah tidak seperti biasanya "ada apa Akeno-chan? Kenapa kau terlihat seperti itu?" tanya Naruto.

"apa kau tak kangen padaku Naru? Aku ini juga pacarmu Naru tapi kau mengacuhkanku layaknya Bucho, apa aku memiliki kekurangan dari Tsubaki-san sehingga kau tidak pernah melihatku? Aku ingin kau menyayangiku sekali saja Naru." Ucap Akeno yang mau menangis karena sedih pacarnya sendiri seperti tidak menyayanginya.

Grepp...

"aku tetap menyayangimu Akeno seperti aku menyayangi Tsubaki juga, tapi aku tidak bisa terlalu berlebih menyayangimu karena Tsubaki akan Hamil anakku. Gomen Akeno-chan." Ucap Naruto dengan nada lemah memeluk Akeno, tapi bisa di dengar oleh Akeno.

"aku-aku bisa hamil anakmu juga Naru kalau kau mau anak dari Rahimku, tolong Naru hiks... tolong hargai aku sama dengannya hikss... jangan pinggirkan aku." Ucap Akeno yang mulai menangis terisak-isak di dada Naruto, Rias yang melihat Akeno sampai memohon ingin hamil pun sedih karena ia pun ingin juga seperti itu namun ia tak bisa, namun Naruto menyematkan mawar merah di telinga Akeno, Akeno yang merasakan perlakuan lembut Naruto pun menatap ke arah mata biru Naruto.

"aku percaya padamu Akeno-chan, tolong jaga mawar pemberian dariku tetap segar seperti itu. Jika kau masih ingin aku melakukan apapun yang kau mau, datanglah ke rumahku. Aku akan mendengarkan keluhan kesahmu Akeno-chan, aku akan menyetarakanmu denga Tsubaki. Aku janji." Ucap Naruto menyakinkan perempuan ½ iblis itu untuk percaya padanya, dan Akeno pun mengangguknya. "hai' nanti malam ya Naru, tolong jangan acuhkan aku lagi. Anggap aku layaknya Istrimu karena dalam sistem iblis laki-laki bisa memiliki banyak perempuan, tolong ya Naru." Ucap Akeno dengan mata mengharapkan sesuatu.

"kalau seperti ini, bisa-bisa Zeus-sama akan marah padaku dan menjatuhkan petirnya ke sanctuary. Mau bagaimana lagi. Gomen Zeus-sama." Inner Naruto.

"baiklah Akeno, kalau begitu aku pulang ya." Ucap Naruto yang menghilang dengan psycokinesis andalannya, sementara Akeno yang melihat sang kekasih sudah pergi pun menghapus tangisannya.

"kau tidak sedang becanda kan Akeno? Acting mu menyakinkan Naruto-kun itu benar-benar membuatku tersentuh sekali bahkan aku ikut-ikutan menangis." Ucap Rias yang memecah keheningan, dan yang di panggil pun berbalik ke arah Rias dengan wajah senyum palsu nya lagi. "ara-ara... itulah caraku Bucho, aku adalah ratu petir yang bisa meluluhkan hati laki-laki siapapun bahkan seorang Saint sekalipun dengan actingku fufufu...~" ucap Akeno dengan gayanya yang biasa lagi.

"haah... dasar perempuan penggoda, bisa-bisanya bicara ingin punya anak." Inner Rias.


Scene break At Issei.

Kita masuk segmen selanjutnya, saat ini kita menuju adik Naruto yaitu Issei yang seperti biasa jalan sendirian di jalan biasa yang sudah di hiasi dengan lampu-lampu penerangan jalan untuk masyarakat, tapi tidak begitu dengan Issei. Sang manusia yang sudah jadi iblis ini pun sudah berkembang cara penglihatannya.

"haah... aku tidak percaya aku sudah menjadi Iblis sejak saat itu, padahal kan aku ingin menjadi manusia saja. Tapi aku beruntung ternyata Rias-senpai atau Bucho yang menjadi tuanku, hehehe... ini pengalaman porno yang tidak akan aku lupakan seumur hidupku." Ucap Issei yang mulai dengan tingkah mesumnya di malam hari itu.

"khukhu... lihat siapa yang datang, seorang iblis yang tidak bersama tuannya, ini adalah santapan yang enak untukku hahaha..." ucap salah satu mahluk berbentuk banteng dengan wajah yang menyeramkan, Issei yang berpapasan dengan mahluk itupun gemetaran karena ketakutan.

"hieee... mahluk apa itu? Bentuknya banteng tapi wajahnya menyeramkan." Inner Issei.

"si-siapa kau? D-dan a-apa maumu?" ucap Issei yang sudah mulai gemetaran ketakutan murni dengan sosok monster setara manusia biasa itu. "kau tidak usah takut iblis kecil khukhukhu~ namaku minotaurus, aku adalah Iblis liar dan aku akan MEMAKANMU!" ucap Minotaurus itu dengan memegang kampak yang sangat besar yang muncul dari lingkaran sihir kemudian menyerang Issei dengan kecepatan penuh, Issei yang melihat itupun hanya terpaku tak bisa bergerak karena ketakutannya.

"ba-bagaimana ini? Aku tidak mau mati lagi, tapi aku tak bisa bergerak. Siapapun tolong aku!" inner Issei yang ketakutan.

"MATILAH KAU!" ucap monster tersebut yang berada tepat di depan Issei siap untuk membunuh Issei dengan mengayunkan kapak besarnya secara vertikal.

Wussshh...

Trangg...

Namun ayunan kapak Minotaurus itupun terhenti karena membentur sesuatu yang keras dan itu adalah tangan yang terbalut sarung tangan emas atau lebih tepatnya itu adalah Naruto yang datang tepat waktu menahan kapak besar itu dengan lengan kanannya sendiri yang menjadi excalibur, dan Issei yang melihat tepat di depan matanya adalah Nii-san nya sendiri pun terperanga.

"kau tidak apa-apa Issei?" ucap Naruto yang menatap sang adik yang masih terpaku akan kejadian yang tidak terduga menimpanya. "Ni-nii-san? Naruto Nii-san, kau datang menyelamatkanku?" ucap Issei yang masih terpaku kaget.

"tentu saja, kau adalah adikku dan aku berfungsi sebagai pelindungmu setiap saat Issei." Ucap Naruto yang mulai berbalik menghadap sang monster tersebut. "cih siapa kau manusia? Berani-beraninya kau melindungi iblis lemah itu, kau juga akan mati!" ucap Minotaurus itu yang menekan lebih keras kapaknya yang masih terhalang lengan kanan Naruto, Naruto yang di tekan seperti itu berusaha bertahan dengan mengeluarkan cosmo emasnya sendiri.

"aku adalah Gold Saint Aries Hyodou Naruto Aniki dari Hyodou Issei, ROZAN: SOIRYUUHAA"

BOOMM...

DHUARR...

Minotaurus itupun terpental sangat jauh dan menghantam aspal jalan dengan sangat keras karena Naruto melepaskan jurus kekuatan naga di lengan kirinya untuk menjauhi Minotaurus tersebut.

"su-sugoi, Nii-san memang sangat kuat." Inner Issei karena kagum dengan kemampuan Naruto.

"ku-kurang ajar kau Gold Saint, kau tidak tahu bertarung dengan siapa. BERSIAPLAH MENGHADAPI KEMATIANMU!" ucap Minotaurus itu yang melemparkan 2 kapaknya dari lingkaran sihir yang ia kuasai, Naruto yang melihat itupun hanya memandangnya tanpa ekspresi namun lengan kanan Naruto di angkat tinggi-tinggi.

"kau adalah iblis liar yang tidak akan aku biarkan mengganggu manusia di bumi Athena ini."

"EXCALIBUR!"

SRING...

PRANGG...

Kedua kampak yang ukurannya sangat besar itupun hancur seketika lantaran Naruto menggunakan excalibur dengan tangan kanannya sendiri, Minotaurus yang melihat itu terperanga tidak percaya karena jurus terkuatnya bisa di kalahkan, namun kekagetan tak sampai di situ saja. Di sekelilingnya muncul tiba-tiba kabut merah yang menyelimuti tempat bertarung itu.

"a-akai Kiri? Ba-bagaimana bisa kabut ini ada di tempat seperti ini?" ucap Minotaurus itu. "ini saatnya kau akan menghadapi Shinigami di depan matamu sendiri dasar monster tak layak hidup." Ucap Naruto yang bersiap memulai jurusnya lagi.

"CRIMSON THORN!"

Ctap...

Ctap...

Ctap...

Ctap...

"arrrggghhhhh...!" rintih minotaurus karena kabut merah itu tiba-tiba menjadi batang mawar yang sangat tajam dan itu membuat Minotaurus itu tewas bersimbah darah karena batang mawar itu menghancurkan organ-organ monster itu.

"Ni-nii-san, ju-jurus a-apa itu?" ucap Issei yang masih terperanga melihat jurus yang amat sangat mengerikan yang membunuh Minotaurus itu dengan sangat mengenaskan, dan Naruto pun berbalik menghadap Issei. "ketahuilah Issei, Aniki mu ini sebenarnya adalah Mawar Iblis Issei. Nii-san mu ini adalah bukan manusia normal lagi bahkan aku bisa membunuhmu kapan saja jika kau menyentuh darahku. Tapi Anikimu akan selalu melindungimu dan selalu ada bersamamu. Ayo kita pulang." Ucap Naruto dengan di akhiri dengan senyuman mengajak adiknya pulang, dan Issei pun berjalan pulang bersama dengan Nii-san tercintanya itu.

"Nii-san, kau sudah melindungiku dengan sangat baik dan mencintaiku layaknya otouto mu sendiri, tapi aku tak tau seberapa kuatkah dirimu." Inner Issei.


Pindah scene at kamar Naruto.

Kita pindah ke adegan selanjutnya, saat malam yang gelap di hiasi dengan bintang-bintang, bulan yang bersinar cerah menerangi bumi. Aktor utama kita berada di kamarnya yaitu Naruto yang keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk putih di pinggangnya menutupi area sensitif pemuda itu, surai emas panjangnya pun basah di siram air menandakan ia habis mandi, segera Naruto pun berpakaian sebelum ada yang melihatnya habis mandi seperti itu. Naruto sekarang mengenakan kaos biru pendek dan celana pendek berwarna putih.

"haah... pertempuran itu membuatku sangat lelah, cukup banyak juga cosmo yang aku keluarkan untuk membunuh moster itu." Keluh Naruto yang sedang duduk di kamarnya yang hanya di sinari sinar bulan karena Naruto mematikan lampu kamarnya sendiri, namun Naruto mesakan cosmo yang tidak asing baginya dan melihat ke pintu muncul lingkaran sihir merah dengan corak klan Gremory. Menampilkan seorang perempuan bersurai hitam panjang di ikat ponnytail, wajah yang cantik, ukuran dada yang extra large serta mengenakan seragam sekolah kuoh Academy. Dialah Akeno Himejima pacar kedua Naruto.

"Naru aku datang sesuai dengan permintaanmu tadi." Ucap Akeno dengan senyuman yang di tampilkannya seperti biasa. "duduklah di kasur sebelah sini." Ucap Naruto menepuk-nepukan kasurnya tanda Akeno duduk di sebelahnya, maka Akeno pun berjalan ke kasur Naruto dengan perlahan namun tidak menutup gerakan payudaranya yang bergoyang-goyang.

"maaf ya Akeno, aku harus mengatakan faktanya bahwa memang Tsubaki sebentar lagi akan hamil anakku hasil buah cintaku dengannya. Aku juga sebenarnya tidak mau berhubungan terlalu jauh dengannya namun Tsubaki memaksa dan hasilnya seperti itulah." Ucap Naruto mengakui kesalahannya telah menyembunyikan rahasia ini dari Akeno, namun Akeno hanya geleng-geleng kepala. "tak apa Naru, masing-masing dari kami memang di berikan hak yang sama oleh Bucho dan Kaichou untuk memilih pasangan masing-masing. Dan kalau Tsubaki-san harus mendahuluiku untuk hamil, maka aku juga mau hamil Naru." Ucap Akeno dengan perasaan Riang mengatakan hal itu.

"Akeno-chan, ada satu pertanyaan yang sebenarnya aku mau ungkapkan." Ucap Naruto dengan malu-malu ingin bertanya. "hmm... apa itu Naru?" tanya Akeno.

"sejak aku pertama masuk sekolah, aku merasakan ada 2 cosmo yang berbeda dari dirimu. Ada cosmo yang gelap dan terang. Apa kau termasuk ½ iblis?" ucap Naruto, lalu Akeno pun menunduk tak di sangka Naruto menyadarinya kemudia Akeno berjalan dan berhenti membelakangi Naruto kemudia melepaskan blazer dan kemeja putihnya.

Bassstttt...

Naruto pun terkejut karena ternyata dugaannya memang benar, tapi yang membuatnya lebih tidak percaya adalah sayap kanan Akeno adalah sayap Da-tenshin yang waktu itu ia bunuh karena membunuh Issei.

"A-Akeno ma-masaka o-omae-"

"benar Naru, aku adalah keturunan Da-tenshin karena otou-sama ku adalah Barakiel seorang jendral da-tenshin dan okaa-sama ku adalah seorang miko atau manusia biasa yang tewas di bunuh klan ku karena tidak terima aku adalah anak kotor hasil dari hubungan terlarang Tou-sama dan Kaa-sama ku Naru, aku tidak terima aku di lahirkan seperti ini karena aku terus di buru klan ku maka itu aku menjadi iblis oleh Rias dan hidupku merasa tenang di sisi keluarga Gremory. Sekarang kau paham kan Naru tentang kecurigaanmu itu?" ucap Akeno yang di akhir kalimatnya ia berbalik menampilkan hanya bra hitamnya saja, mendengarkan cerita Akeno Naruto pun menunduk karena kehidupannya lebih menderita dari pacarnya.

"kau lebih beruntung Akeno sebelum Kaa-san mu di bunuh kau sudah punya apa itu kasih sayang orang tua. Aku justru tidak Akeno, sejak bayi aku sudah di buang oleh orangtuaku, aku menghabiskan hidupku dengan berlatih dan berperang juga bertarung dengan orang lain hingga aku kehilangan segalanya dan hanya tersisa Gold Cloth ku saja yang menjadi penyemangat hidupku." Ucap Naruto tanpa sadar air matanya mengalir mengingat penderitaan kehilang banyak teman dan keluarga tirinya karena perang. Akeno yang melihat kesedihan di mata Naruto...

Grepp...

Memeluk sang pacar yang tak kuat menahan kesedihannya karena kisah hidupnya yang lebih berat dari dirinya. "menangislah Naru, menangislah keluarkan semua kesedihan dan beban di dadamu yang kau simpan kepadaku. Aku minta maaf karena aku menyinggung kisah hidupmu yang terlalu menyakitkan, aku takkan mengulanginya lagi." Ucap Akeno, sekitar 10 menitan Naruto menangis di dada kenyal dan besar Akeno menumpahkan kesedihan dan deritanya tanpa sadar mengalungkan tangannya ke pinggang ramping Akeno.

"aku akan menjadi tempat kau menangis Naru, kau tidak usah malu untuk minta pelukan dariku." Inner Akeno

"gomen Akeno, aku tanpa sadar membasahi dadamu. Aku tak bermaksud seperti itu tapi setiap aku mengingat satu persatu keluarga tiriku tewas membuatku lemah." Ucap Naruto menghapus air matanya berusaha menguatkan perasaannya, dan Akeno pun tersenyum. "tak apa Naru, itulah gunanya aku sebagai istrimu. Aku akan selalu ada untukmu selalu." Ucap Akeno dan tanpa sadar Naruto pun di dorong perlahan.

"Naru, tolong samakan aku dengannya. Aku juga mau Anak darimu." Ucap Akeno dengan perlahan halus tanpa sadar sudahn di atas paha Naruto dan mengalungkan kedua tangannya ke leher Naruto, Naruto tanpa bisa berbuat apa mengingat posisinya saat ini terpojok oleh gadis da-tenshin itu. "baiklah Akeno-chan aku izinkan."

LEMON: ON

SEKALI LAGI AUTHOR INGATKAN, SKIP JIKA TIDAK KUAT ATAU TANGGUNG SENDIRI AKIBATNYA!

Karena sudah mendapatkan izin dari sang pacar, Akeno pun mulai mencium bibir pacarnya itu dengan lembut tapi penuh gairah, karena Akeno sudah memulainya Naruto pun menyambutnya dengan mesra sambil melingkarkan tangannya ke pinggang Akeno. Mula-mula ciuman mereka pun hanya sebatas ciuman mesra biasa namun nafsu Akeno pun semakin meningkat dengan mulai mencium bibir dengan ganas begitupun juga dengan Naruto yang mengikuti irama Akeno dengan selaras, namun Naruto tiba-tiba mulai menaikan temponya lebih tinggi dengan mengigit bibir Akeno untuk membuka mulutnya, Akeno pun juga terpaksa membuka mulutnya karena rasa perih gigitan Naruto namun Akeno tak kehabisan akal untuk menaklukan pemuda ini untuk menjadi miliknya. Ia pun makin mendekatkan tubuhnya ke tubuh kekar Naruto untuk memperdalam ciumannya.

"hmmmpppphhh..." desah Akeno karena meskipun ia sudah berusaha mengimbangi Naruto, namun karena pengalamannya bersama Tsubaki sebelumnya membuat Akeno pun takluk, lidah Naruto pun membelit dengan lihai lidah Akeno tak lupa ia pun mengabsen gigi putih Akeno dengan lidahnya. Dan tangan Naruto pun tak tinggal diam juga, tangan Kanan Naruto pun beralih ke payudara Akeno yang hanya memakai bra hitam saja karena menunjukan sayapnya. Naruto pun meremas payudara yang kenyal dan lembut juga ukuran jumbo itu dengan perlahan agar Akeno makin terbakar nafsunya dan tetap nyaman di dalam pelukannya namun tak mengurangi serangannya di lidah Naruto. Hal itupun membuat Akeno menggeliat seperti cacing kepanasan karena bagian sensitifnya pun di jamah dengan sangat lembut.

"ahh~..." desah mereka berdua karena melepaskan cumbuan karena kebutuhan oksigen yang sangat banyak. Naruto pun melihat Akeno semakin cantik karena rona merah di pipi Akeno. "kau cantik Akeno-chan seperti dewi Athena-sama, maaf aku terlalu ingin menguasai tubuhmu juga payudaramu tanpa izin Akeno." Ucap Naruto sedikit menunuduk menyembunyikan rona merah wajahnya yang sudah di kuasai nafsu.

"arigatou Naru, tak apa kau boleh menyentuh semua bagian tubuhku tanpa harus izinku karena dengan kau menerima cintaku maka kau menerima tubuhku juga fufufu...~" ucap Akeno dengan nada menggoda khasnya dan itu membuat Naruto tersenyum.

Maka Naruto pun memulai serangannya lagi, Naruto mulai dari menjilat telinga Akeno baik kanan atau kiri, mencupangnya dengan lembut kemudian berpindah mencium pipi, mata, hidung mancung Akeno serta jidat Akeno. "ahh~ Naru, kau romantis sekali menyentuhku. Kau sangat lembut membelaiku. Aku suka." Desah Akeno mengungkapkan rasa bahagianya, tanpa Naruto hentikan lalu berpindah ke leher putih Akeno.

Naruto mencium leher akeno, menggigit-gigit kecil leher putih itu hingga tercipta bekas-bekas merah tanda kepemilikan Naruto terhadap perempuan ini dan Akeno pun tak berhenti mendesah di manja, di sentuh dan di cupang bagian lehernya. "Ahh...~ Naru." Ucap Akeno yang memanggil-manggil nama pacarnya itu. Naruto pun melanjutkan mencium punggungnya, menggigit kecil pundak Akeno yang membuat pemiliknya merasakan rasa geli yang amat sangat. Namun Naruto menghentikan sentuhannya yang membuat Akeno pun merengek-rengek. "mouu~ Naruuu...~ sentuh aku lagi...~ jangan berhenti Naruuuu...~"

"kau duduk dulu Akeno di kasurku, aku mau membuat kekai untuk melindungi kamarku dari serangan musuh bahkan tahan getaran dan kedap suara ke luar. Sabar ya Tsuma." Ucap Naruto dengan mengusap-usap kepala Akeno, mau tidak mau Akeno pun menurutinya dengan berpindah dari paha Naruto ke kasur meskipun ia pun tetap cemberut ngambek. Naruto pun berdiri dan membuat kekai dari cosmo emasnya sendiridi sekeliling dinding hingga ke jendela dan pintu, setelah itu Naruto pun membuka bajunya sendiri yang menampilkan otot-otot yang terbentuk hasil dari berbagai pertarungan dan latihan yang sangat keras melebihi latihan manusia Biasa. Akeno yang melihat itupun terpana karena tubuh Naruto yang sangat seksi sekaligus khawatir dengan banyaknya bekas luka di sekujur tubuh Naruto.

"Naru, latihan apa yang kau jalani sebelum ini? Kenapa banyak sekali bekas luka yang mengering di seluruh badanmu?" ucap Akeno yang penasaran dengan luka-luka itu. "latihan di sanctuary sangat berat Akeno, kau tidak akan sadar bahwa kau akan menjalani antara hidup atau mati dalam pelatihan itu. Yang jelas ini adalah hasil dari ketahananku sebagai pemegang Gold Cloth menghadapi neraka di depan mataku sendiri." Ucap Naruto.

Tanpa basa basi lagi, Naruto pun memangku Akeno untuk duduk di pahanya lagi dengan sedikit kasar karena takut ia ngambek lagi, kemudian melanjutkan sentuhannya dengan melepaskan bra hitam Akeno dan terlihatlah payudara yang melebihi artis porno jepang sekalipun di usia Akeno yang masih remaja. "hisaplah Naru, mainkan sesuka hatimu di dadaku. Aku harapkan tubuhku ini dapat memuaskanmu." Ucap Akeno dengan tatapan sayu tak kuasa menahan nafsunya.

"itadakimasu Akeno-chan." Ucap Naruto yang mulai dengan payudara kanannya, Naruto memulai dengan menjilat sekitar areola Akeno, menciumnya dengan lembut, menghisap putingnya dengan lembut serta menggigit kecil puting merah muda itu, namun Naruto tak mengabaikan payudara Akeno yang kiri. Naruto meremas-remas dengan lembut serta memelintir putingnya dengan agak keras.

"Ahhh~... Anata~ kau apakan dadaku Naru~ ahh...~ te-rus kan Na-ru Ahh~" desah Akeno karena dadanya di manjakan dengan lembut oleh sang pacar dengan sentuhan-sentuhan manjanya, namun karena Naruto menyukai ciuman Akeno. Maka Naruto pun berpindah dari payudara Akeno ke bibirnya untuk berciuman panas, Akeno pun menyambutnya dengan membuka bibirnya untuk mempersilahkan Naruto mengobrak-abrik rongga mulutnya. Sementara tangan Kanan Naruto tetap di payudara kiri Akeno, tangan kanannya bergerak ke bawah meremas pantat sintal padat nan mulus Akeno dengan remasan sedikit keras namun tidak kasar.

"hmmmpppp..." Akeno tak kuasa melawan kuasa Naruto manakala di saat ia di sumpal oleh bibir Naruto, tubuhnya pun terus di rangsang bertubi-tubi membuat Akeno hanya mengerang pasrah tidak berdaya, tangan kanan dan kiri Naruto pun bergantian berpindah. Tangan kanannya memegang punggung Akeno agar tak menjauh darinya sementara tangan kiri Naruto mulai menyusup ke selangkangan Akeno masuk ke CD Akeno kemudia mengelus-elus vagina Akeno yang masih perawan namun sesekali menyusupkan jari-jarinya ke lubang vaginanya entah 1 atau 2 atau 3 sekaligus untuk merangsang Akeno lebih panas lagi dan itu sukses membuat Akeno menggeliat-geliat namun ia pasrah manakala tangan kanan Naruto memegang pinggangnya membuat tubuhnya tak bisa bergerak bebas.

"bagaimana Akeno? Kau menyukai manjaanku di tubuhmu?" ucap Naruto yang melepaskan panggutannya dan juga sentuhannya sementara waktu untuk melihat respon perempuan ini. "haah...haahh... Anata, kau sa-sangat lu-luar bi-biasa. A-aku sa-sangat se-senang k-kau me-menye-ntuh-ku se-seperti ta-di." Ucap Akeno yang nafasnya tersengal-sengal karena sentuhannya membuat nafsunya semakin tidak terkendali dan membuat tubuhnya panas dan itu membuat Naruto tersenyum namun menyeringai.

Brukk...

Tiba-tiba Naruto mendorong Akeno menjauhi dirinya dan terlentang di kasur, namun Naruto tidak diam saja membiarkan Akeno begitu saja, Naruto pun membuka CD Akeno berwarna hitam senada dengan bra nya, dan Naruto pun membuka paha Akeno lebar-lebar untuk memulai serangan selanjutnya. Akeno pun hanya pasrah saja di perlakukan apa saja oleh Naruto. Naruto pun mulai menjilat-jilat vagina Akeno dari atas ke bawah terus menerus dan membuka daging vagina itu lebar-lebar dan menjilati dalamnya yang berwarna pink kemerahan itu.

"aaahhhhhh... Anataaa...~ ahhh~" rintih Akeno yang mulai di serang di bagian yang paling intim dari dirinya, Naruto pun tampa ampun menyerang Akeno mulai dari menjilat kelentit nya, mengelus-elus kelentitnya bahkan mengocok vagina itu dengan telunjuk dan jari tengahnya membuat desahan Akeno semakin nyaring tapi tidak akan terdengar ke kamar Issei, Akeno pun hanya meremas-remas surai emas panjang Naruto menyalurkan rasa nikmatnya yang tidak terkira.

"aahhh... Naru~ a-aku ti-tidak ku-kuat la-lagi, A-aku ke-keluar AHHHH...~"

Croottt...

Akhirnya Akeno pun tidak kuat lagi menahan serangan Naruto dan ia pun orgasme mengeluarkan cairannya ke wajahnya, dan itupun di minum semua bahkan sampai habis, namun karena Akeno masih lemas Naruto mulai melepaskan celana pendeknya berwarna putih dan CD nya juga menampilkan kejantanannya yang cukup untuk menaklukan perempuan siapa saja dan itu juga membuat Akeno merona. Naruto pun memposisikan dirinya di atas Akeno dan juga kejantanannya di vagina Akeno, mula-mula Naruto menggoda Akeno dengan menggesek-gesekan kejantannya di luar vagina Akeno dan itu membuat sang empunya merengek lagi.

"Naruuu~... ayo jangan begitu~ masukan Naru~..." rengek Akeno dan itu membuat Naruto mengembangkan senyumnya. "ini akan menjadi jalanmu setara dengan Tsubaki-chan, tolong tahan ya." Ucap Naruto dan di angguki oleh Akeno.

Mula-mula Naruto mulai memasukan kepalanya sedikit demi sedikit perlahan-lahan agar Akeno tak tersiksa, Akeno pun hanya menggigit bibir bawahnya karena sedikit perih karena menerima kejantanan sebesar itu, perlahan setengah kejantanan Naruto masuk semua karena vagina Akeno yang masih basah. Dan sampailah pada selaput dara Akeno, Naruto pun berhenti sejenak.

"Akeno-chan, aku berharap kau takkan menyesal dengan semua ini. Aku melakukannya atas permintaanmu. Dan sekaligus aku akan mulai mencintaimu dengan tulus sama dengannya. Kau siap?" ujar Naruto bertanya. "kapanpun Naru, aku sangat mencintaimu bahkan aku tunjukan rahimku bisa hamil juga karena ini juga masuk masa suburku. Ambil yang berharga dari diriku Naru." Ucap Akeno menyakinkan Naruto, dan Naruto pun mulai mengambil kejantanannya mundur dannn...

Bleshh...

"KYAAA...NARUUUU!" jerit Akeno karena selaput daranya otomatis robek karena Naruto memasukkan semua kejantanannya sampai tenggelam semua, Naruto yang melihat untuk kedua kalinya ia harus menyakiti perempuan langsung menyumpal bibir Akeno denga bibirnya untuk meredakan rasa sakitnya. Agak lama kemudian Akeno pun merasa tenang lagi karena sakitnya mulai hilang.

"haah... Naru, aku tidak menyangka kejantananmu masuk semua di dalam punyaku padahal aku masih perawan. Tapi sekarang punyaku berasa penuh sekali Naru, aku merasa lengkap menjadi wanita sesungguhnya karena kaulah yang merebut keperawananku. Aishiteru no Naruto No Aries."

Cupp...

Akeno pun mencium pipi Naruto sekaligus mengungkapkan isi hatinya yang bahagia menjadi wanita karena di cintai Naruto. "Aishiteru mo Akeno Himejima-chan." Ucap Naruto dan itu membuat Akeno tersenyum meskipun matanya menatap Naruto dengan pandangan sayu. "bergeraklah Naru, aku siap di buahi olehmu."

Maka Naruto pun mulai menggerakan kejantanannya maju mundur perlahan agar Akeno merasa nyaman, tapi karena sempitnya vagina Akeno membuat kejantanan Naruto serasa di remas dan di tarik-tarik dengan kuat.

"demi dewa-dewi gunung olympus, rasanya aku akan terbang ke surga." Inner Naruto.

Naruto pun terus menggerakan maju mundur secara perlahan, namun dari menit ke menit genjotan Naruto makin tidak terkendali dan sangat brutal karena terpacu Nafsu yang menggebu-gebu. "ahh~ Na-Naru, te-terus tu-tusuk le-lebih da-dalam ahh~ Naru~..." rintih Akeno yangmulai di serang secara sporadis oleh Naruto, payudara Akeno tidak luput dari pandangan Naruto. Naruto pun mengenyot payudara itu bergantian kanan dan kiri sambil terus menggenjot wanita-nya ini dengan cepat, Akeno hanya bisa pasrah dan mendesah tak kuat di serang bertubi-tubi seperti ini.

"a-ahh~ Na-naru a-aku ma-mau ke-keluar NARUUU... AHHHHH~..."

Crotttt...

Akhirnya Akeno pun memuntahkan cairan cintanya sendiri, dan Naruto merasa hangat sekali di liang vagina Akeno yang masih berdenyut-denyut. Naruto pun menghentikan genjotannya sementara menunggu Akeno pulih dari orgasme nya. "Akeno, apa kau mau di sudahi saja? Kau terlalu capek, aku tak mau menyiksamu begitu." Ucap Naruto yang merasa kasihan Akeno terlalu capek. Tapi Akeno pun menggeleng. "sampai kau puas dengan tubuhku aku akan melayanimu Naru sampai pagi pun aku mau, pokoknya AKU MAU HAMIL!" tegas Akeno yang membuat Naruto tidak punya pilihan lain.

Kemudian Naruto melanjutkan genjotannya lagi namun dengan posisi Akeno menungging tanpa melepaskan kejantanannya yang masih tertancap di vagina Akeno, genjotan Naruto pun semakin cepat dan cepat dari menit detik ke menitnya. Naruto tidak lupa meremas-remas dada Akeno yang bergoyang-goyang dengan cepat itu seirama dengan genjotannya, dan itu membuat Akeno kembali di landa kenikmatan namun ia hanya bisa meremas pinggiran ranjang Naruto dengan kuat, namun tubuh Akeno merasa kosong tidak ada genjotan lagi. Rupanya Naruto membalikkan badan Akeno dalam posisi berhadapan.

Naruto pun memangku tubuh Akeno sambil memegang kejantanannya.

Blesshhh...

Kejantanan itu masuk dengan mudahnya karena Akeno sudah tidak perawan lagi, sementara Akeno hanya melingkarkan kedua pahanya mengapit pinggang Naruto memperdalam genjotannya. Dengan posisi ini Naruto pun bisa menghisap payudara Akeno, dan Naruto melakukannya menghisap dada Akeno seperti bayi menyusu kepada ibunya.

"haah~... Na-naru~ te-terus, hi-hisap lebih kuat, tu-tusuk lebih keras, le-lebih kuat Naru Aahhh~" desah Akeno yang merasa ia seperti terbang ke surga lagi karena Naruto tak berhenti menyerangnya terus menerus.

"A-Akeno-chan a-aku ma-mau ke-keluar, A-aku tak ku-kuat la-lagi me-menahan-nya A-Akeno."

"ke-keluarkan ya-yang ba-banyak di-di ra-rahimku Na-naru."

"AKENO-CHAAANNNN!"

"NARUUUUUUUU!"

Croottt...

Croottt...

Croottt...

Naruto pun melepaskan 7x tembakan sperma ke dalam rahim Akeno, sementara Akeno pun keluar juga memuntahkan cairannya. Naruto pun langsung ambruk ke belakang karena tenaganya seakan-akan habis semua tersisa cosmo nya yang masih ada di tubuhnya, dan karena saking banyak cairan yang ada di rahim Akeno, ada sedikit yang meluber keluar karena tak sanggup menampung semuannya.

LEMON: OFF

"haaahhh... A-akeno-chan, a-aku ti-tidak ta-tahu ma-mau bi-bilang a-apa, tapi kau lu-luar bi-biasa Akeno, aku s-sampai a-ambruk ta-tak ber-daya seperti i-ini." Ucap Naruto yang nafasnya tersengal-sengal seperti lari marathon karena letih bermain dengan calon istri keduannya. "apa kau pu-puas Naru dengan tubuhku? Aku takut kau masih tak puas." Ucap Akeno khawatir karena takut pasangannya tak bisa ia puaskan.

"sama sekali tidak Akeno, aku sangat-sangat menikmati tubuhmu. Kau cantik dan tubuhmu mampu merubuhkan ku sampai letih seperti ini." Ucap Naruto dengan jujur dan itu membuat Akeno senang luar biasa. "arigatou Naru, aku yakin aku bisa hamil bahkan kembar dari buah cinta kita." Ucap Akeno.

"kau tidak kembali ke sekolah Akeno? Apa Rias tak khawatir padamu?" ucap Naruto, namun Akeno hanya geleng-geleng kepala. "tidak Naru, ada Kiba-kun dan Koneko-chan di sana menemani bucho. Aku sayang kamu Naru."

"aku juga Akeno."

Continue


Wahahaha... Akeno dan Naruto percintaannya panas pemirsa fanfiction sekalian hahaha... oh ya kalian mau pilih yang mana, Rias dulu atau Sona dulu? Nanti jawabannya di chapter selanjutnya. Oh ya Auhtor mau konfirmasi bahwa fanfic Author yang satu lagi akan hiatus sementara waktu karena Author sendiri masih menulis skrip lagi, dan juga banyak kekurangannya.

Saya gak perduli mau flame, hinaan, cacian terhadap karya Author mau mana aja. Pikirkan kata-kata kalian sendiri apa kalian layak menghina dan mengkritik karya orang lain dengan teliti tanpa bukti bahwa kalian bisa membuktian hinaan dan kritikan yang di ucapkan dengan karya lebih bagus tanpa cacat hinaan dan kritikan? Jawabannya pikirkan sendiri.

Chapter 5 Naruto: gold Saint in highschool dxd: [awal mula perang suci, pertemanan dan perkenalan baru.]

Jangan lupa saran dan komentarnya di kolom komentar yang di sediakan, author pamit jaa nee..

UCHIHA HIRATA.