Naruto: gold saint in highschool dxd

Naruto hanya milik masashi kishimoto dan highschool dxd milik ichie ishibumi

Crossover: narutoxhighschool dxdxsaint seiya

Pair: NarutoxTsubakixAkenox...

IsseixMomox...

Kibax...

"Blablablabla...": ucapan langsung

"Blablabla...": inner

Blabla...: jurus

Fbo: flashback on

Fbe: flashback end

Summary: setelah pertarungan di dunia bawah antara 12 gold saint athena yang tewas karena membakar cosmo mereka yang melebihi batas untuk menghancurkan tembok harapan yang Hades ciptakan, Naruto sang gold saint athena pemilik cloth "ARIES" di utus oleh saori kido/athena sanctuary hidup kembali di dunia di mana terdapat iblis, malaikat hitam dan malaikat untuk membawa kedamaian dan ketentraman di dunia tersebut. Namun apa jadinya jika Naruto sang "proffesor sanctuary" murid dari Mu sang Gold saint "ARIES" sebelumnya yang tidak memiliki perasaan cinta juga sifatnya yang polos dan selalu tunduk kepada Athena di cintai bahkan di perebutkan oleh 4 gadis Akuma yaitu Rias, Akeno, Sona dan Tsubaki. Bagaimana perjalanan Naruto untuk mendamaikan dunia barunya? Saksikan ceritanya dan baca juga ya...

Warning: penulisan tak sesuai EYD, all power saint seiya, sedikit ooc, AU, banyak cerita yang sedikit membosankan, lemon (pikir-pikir dulu) semi!cannon.

Genre: fantasy, advanture, kisah cinta bercabang, little comedy.

Moshi-moshi... ketemu lagi dengan author sang pemimpin uchiha, sebelum saya memulai cerita seperti biasa saya akan menjawab review kalian:

Untuk fanfic Naruto Phoenix, saya gak update dulu sampai waktu yang lama

Untuk dragon saga: menurut anda polos itu seperti apa? Persepsi orang lain berbeda-beda, dan kalau anda menilai ini salah dan buatan polos anda itu lebih baik, silahkan. Saya percaya dengan persepsi saya sendiri.

Oh untuk lemon, memang saya pemanasannya itu Akeno dan Tsubaki, untuk Sona dan Rias akan jeda 5-6 chapter.

Ya memang Miya itu di ambil dari sekirei, heheh...

WOI YANG MENGHINA FANFIC BILANG INI ATAU ITU BERMUTU ATAU TIDAK! LU BISA GAK BIKIN YANG LEBIH DARI NOVEL ANIME LAIN ATAU GAK? GUA KUTUK YANG MENGHINA SETIAP FANFICTION, SETIAP CERITA PUNYA PEMIKIRAN TERSENDIRI. CAMKAN TUH YANG COMENT TANPA NAMA!

Tenang aja lemonnya ada kok tapi gak beruntun, ini Cuma pembukanya saja

Jangan khawatir, sesama gold saint akan saya tulis namun di chapter lain.

Ya haremnya 4 kalau ophis tidak.

Di sini Seiya, Sun, Hyoga, Ikki masih bertarung di mekai kalau penerusnya tidak ada. Dan Miya tidak bisa naruh hati tapi itu masih bisa di pertimbangkan. Oh ya yang saat penyajian teh itu ada yang copas dari internet hehehe... gomennasai.

Saya yang bodoh kritikus-san, anda merasa pintar? Ho kalau merasa pintar buat yang lebih hot sekalian biar perbandingan.

Saya suka pertanyaan shinju shinra-san, itu memacu saya untuk kreatif.

Naru akan bertarung dengan Riser di chapter yang akan di buat.

Untuk YOUNDAI MAO akan menyadarinya dari Sirzhec dulu

Ada donk buat sona, sabar saja.

Ku rasa Cuma 4.

Nanti akan di ketahui, baik itu Azazel dan Michael

Cuma dia sendiri dulu, patnernya nanti.

Menurut saya pribadi, meskipun Manigoldo memang nekat dan berani mati. Tapi jujur kemampuan Sekishiki nya melebihi siapapun.

Saya heran dengan banyak pemikiran pembaca-pembaca yang mikir ini itu bemutu atau tidak, saya mau tanya. Fanfiction itu memang di jadikan bahan ilmu untuk sekolah dan kuliah atau tidak? Jujur saja ya menurut saya fanfiction itu adalah suatu web yang di peruntukan untuk otaku sejati yang suka nulis cerita tentang Naruto atau tentang anime lainnya dalam bentuk novel atau cerpen dengan versi yang berbeda untuk menghibur para pembaca dan menuangkan kreatifitas da;lam menulis, jadi kalau pembaca sekalian nilai fanfic yang ada lemonnya gak bermutu? Lebih baik skipp aja dan gak usah baca, gak perlu menghina tapi gak menampilkan nama, ITU PENGECUT!. Sekali lagi saya ucapkan, bagi fanfiction yang menghina fanfiction lain seperti author yang menulis cerita "make a destiniy". Lebih baik kalian itu koreksi diri, pantas tidak comentar atau kritik? Kalau kalian merasa comentar kalian itu benar, buktikan dengan fanfic yang lebih menarik dan kreatif lagi untuk meramaikan fanfiction.

Saya sebagai author bukan hanya membela diri saya pribadi, tapi saya membela banyak author yang menulis dengan ada adegan 'lemon' yang sering di hina. Salam damai untuk semua author. Kita berkreasi tanpa saling menghina satu dengan lainnya.

Yap itulah pengantar cerita dari saya uchiha dengan terselip emosi, kita masuk ke chapter 5 baca dengan teliti dan monggo...


Chapter 5 Naruto: gold Saint in highschool dxd: [awal mula perang suci, pertemanan dan perkenalan baru.]

At apartement Miya Asama 03:00 AM.

Di apartrment berjarak 10 km dari pusat kota Kuoh dan 15 KM dari sekolah Kuoh Academy di bagian balkon terdapat seorang gadis usia 17 tahun mengenakan gaun putih panjang, surai ungu hingga pinggulnya dan mata berwarna hitam dengan iris ungu. Dialah Miya Asama sang putri Athena utusan dari Athena yang baru sedang memandang langit pagi yang masih terdapat bintang-bintang, namun wajahnya seakan menampakan kegusaran karena melihat pergerakan bintang yang tak biasa di langit bumi ini.

"pergerakan dari hari ke hari semakin cepat dan tidak teratur, variasi bintang Hades semakin bermunculan di langit malam dan pagi ini. Apa mungkin spectre Hades sudah sampai di kota ini? Apa yang akan terjadi dengan rakyat di kota ini?" inner Miya yang mulai khawatir dengan situasi ini.

Sriinngg...

Namun tiba-tiba muncul cahaya biru tepat di belakang Miya menampakkan seorang pemuda bersurai emas panjang dengan Gold Cloth yang ia kenakan+kain putih di punggungnya, dia adalah aktor utama kita Naruto no Aries yang mengunjungi sang dewi yang ada di dalam tubuh gadis itu.

"anda memanggil saya Athena-sama?" ucap Naruto membungkuk layaknya prajurit kerajaan kepada ratunya. "ia Naruto-kun, sepertinya ini akan menjadi awal bagi perang suci yang baru dan sekaligus ini yang terakhir sepanjang sejarah ribuan tahun perang suci sejak masa Mitologi Yunani, bintang-bintang Hades mulai bermunculan di tambah ada rasi bintang yang aku tahu tapi ia memancarkan cosmo iblis yang sangat pekat dan itu memunculkan dugaanku akan ada pengkhianatan dari beberapa Saint sebelumnya." Ucap Miya menjelaskan situasinya.

"apa perlu anda menugaskan saya untuk membunuh para pengkhianat itu Athena-sama? Saya sanggup membunuh siapa saja bahkan pengkhianat Silver Saint bahkan Gold Saint sekaligus, saya siap menerima perintah anda Athena-sama." Ucap Naruto dengan segala hormat untuk di tugaskan dalam misi ini.

"sebaiknya kau menunggu dulu situasinya benar-benar rawan Naruto-kun, karena ini bukan Sanctuary yang bisa aku perintahkan kau untuk membunuh setiap sepctre Hades, ini adalah Jepang dan kota Kuoh tempat masyarakat hidup dan mencari makan juga kehidupan yang damai, selain itu aku merasakan cosmo yang jahat yang berusaha mengambil alih bumi ini untuk menebarkan kebencian dan perang yang sudah terjadi selain perang Suci." Ucap Miya menahan Naruto untuk bertindak bodoh dan gegabah.

"jika memang demikian pastilah para Youndai Maouunderworld akan menyadarinya juga Athena-sama karena daerah kekuasaan yang kita huni ini adalah kekuasaan klan Gremory dan Sitri, aku tidak tahu mereka akan bersahabat dengan kita atau tidak tapi yang pasti mereka akan bertindak untuk menghentikan perang yang terjadi selain tindakan kita Athena-sama." Ucap Naruto yang mengatakan tentang raja iblis Onii-sama dari Rias dan Onee-sama dari Sona. "entahlah Naruto-kun, mungkin akan seperti itu atau mungkin juga sebaliknya, kau juga mengalahkan 2 spectre Hades di gereja dan 1 iblis liar di jalan semalam kan Naru?" ucap Miya yang tahu akan gerakan dari bawahannya itu.

"tepat seperti yang anda katakan Athena-sama, memang aku telah membunuh 3 mahluk itu untuk melindungi suster gereja dan adikku Issei. Jadi apa selanjutnya yang akan lakukan Athena-sama, saya siap melakukannya apapun itu." Ucap Naruto.

"aku memerintahkanmu untuk menyelidiki pihak-pihak yang akan membuat kekacauan di negri ini dan juga bunuh setiap spectre Hades dan juga bunuh juga Saint yang berkhianat jika kau menemukannya tapi jangan membunuh rakyat sipil dan juga 3 kekasihmu itu. Aku tahu 2 di antaranya akan hamil Naruto." Ucap Miya yang sedikit menyindir tentang Akeno dan Tsubaki yang ia perawanin dan akan segera Hamil dalam waktu yang dekat dan itu membuat Naruto merona malu. "gomen untuk 2 itu, saya melakukannya karena keterpaksaan yang membuat saya harus terjebak dalam situasi yang rumit seperti ini." Ucap Naruto membela dirinya.

"tak apa-apa Naruto-kun, Athena sebelumnya sudah mengatakan padaku dan aku mengilhaminya meskipun kau hamil dengan perempuan iblis dan perempuan ½ da-tenshin tapi aku tetap memaafkanmu Naru." Ucap Athena yang memaafkan kesalahan yang Naruto buat.

"Athena-sama" ucap Naruto memecah keheningan sementara di antara mereka berdua. "ya Naruto-kun ada apa?" ucap Miya.

"apa selain aku ada Gold Saint lainnya yang akan datang membantuku untuk berperang melawan spectre Hades? Karena meskipun aku yang terkuat diantara 12 Gold Saint lainnya, aku belum tentu sanggup untuk melawan 108 spectre Hades Athena." Ucap Naruto sedikit takut karena kekuatannya meskipun kuat tapi belum tentu mengalahkan 108 spectre Hades apalagi 3 hakim neraka.

"entahlah Naruto-kun, aku tidak merasakan cosmo apapun dari Gold Saint lainnya. Mereka seakan lenyap di telan kematian." Jawab Athena dan Naruto pun hanya bisa pasrah jika dia harus menjadi pejuang sendirian.

"tonikaku, kau jangan sampai melibatkan warga sipil yang bisa menjadi korban dari perang besar yang akan terjadi ini. Karena ini masalah kita pihak Sanctuary dan Inferno yang sudah terjadi ratusan tahun. Naruto-kun..."

"Hai' Athena-sama." Ucap Naruto yang merasakan ia akan mendapatkan perintah yang amat penting dari perempuan itu. "kau merasakannya juga kan? Aku perintahkan kau untuk menyelidiki Cosmo besar yang aku rasakan akhir-akhir ini dan itu terlentak di bawah jembatan di dekat sungai tidak jauh dari sini, Cosmo ini terang namun bercampur kegelapan. Aku ingin kau menyelidikinya sepulang sekolah nanti, apakah dia itu di pihak Hades atau di pihak kita, dan sekarang lepaskan gold Clothmu itu karena kita akan bersekolah sebentar lagi. " Titah Miya menjelaskan tugas dan perintahnya, kemudian Naruto pun melepaskan Gold Cloth Ariesnya kembali ke kotak emasnya dan mengenakan pakaian sekolahnya lagi.

"perintahmu adalah kewajiban bagiku, akan aku laksanakan perintahmu Athena-sama." Ucap Naruto dengan segala hormat dan itu di angguki oleh Miya. "ayo kita pergi ke Kuohgakuen."

"Hai'." Maka mereka berdua pergi ke Kuoh Academy dengan Psycokinesis Naruto dan menghilang dari apartement itu.


Pagi hari 07:00 kuoh Academy.

Suasana yang hangat pun menyambut musim semi yang tenang di Kota Kuoh itu, masyarakat sipil pun melakukan aktifitas seperti biasa di pagi hari itu. Ada yang bekerja kantoran, sekolah dll. Tak terkecuali Rias dkk beserta Sona dkk yang kembali beraktifitas sekolah seperti biasa, mereka pun ada di dalam Ruangan Rias membincangkan hal yang semalam terjadi tentang kekuatan jahat yaitu Iblis liar yang mencoba membunuh bidak Rias.

"Rias apa kau yakin yang mengancam keberadaan bidakmu yaitu Issei adalah Iblis Liar?" ucap Sona membuka pembicaraan itu dan di angguki oleh Rias. "tidak salah lagi Sona, memang Iblis Liar yang mengganggu Issei bidakku dan itu di bunuh oleh seseorang yang mengenakan jubah emas yang terdapat kain putih di punggungnya, itu yang aku dapat dari Onii-sama ku." Ucap Rias menyakinkan Sona soal hal itu.

"Ju-Jubah Emas? Masaka, apa itu Naruto-kun?" ucap Tsubaki terkaget, pasalnya hanya dia saja yang di tunjukan gold Cloth Naruto berbentuk domba. "Naruto-kun? Apa kau yakin hal itu Tsubaki? Seingatku kau mengatakan bahwa Gold Cloth itu ada 12 orang, namun kenapa kau seyakin itu?" ucap Rias balik Nanya lagi ke kelompok Sona terutama Rias.

"seingatku Rias-sama, Naruto-kun mengatakan padakau 'kami berjumlah 12 orang namun hanya aku yang di bangkitkan sendiri oleh Athena-sama' aku tidak asal tuduhh saja memang Naruto-kun yang membunuhnya atas perintah Athena." Ucap Tsubaki dan itu membuat Sona pun penasaran. "membunuh atas perintah Athena? Aku menjadi bingung untuk apa? Dan atas dasar apa ia membunuh Iblis liar itu?" ucap Sona.

"ku rasa bukan begitu Sona-sama, Naru tidak akan membunuh tanpa alasan yang jelas dan tanpa perhitungan yang tepat. Aku merasakannya hal itu." Ucap Akeno yang membuat semuannya mengarah ke Akeno. "apa kau punya perhitungan yang tepat kenapa iblis Liar itu di bunuh oleh Nii-san dari Issei-kun Akeno-san?" ucap Momo yang menyipitkan matanya tanda ia meminta penjelasan.

"kalau soal itu..."

"memang aku yang membunuhnya." Dan tiba-tiba muncullah lingkaran cahaya biru menampilkan 2 sosok yang berbeda kelamin, yang satu laki-laki bersurai emas panjang dan satu lagi perempuan bersurai ungu panjang ialah Naruto dan Miya Asama alias putri Athena.

"Na-Naruto-kun/Anata/Naru/Naruto-senpai." Ucap semua yang ada di sana tanpa terkecuali Sona, Tsubaki, Akeno dan Rias melihat Naruto namun bagi Tsubaki dan Akeno berbeda lagi, mereka berdua pun cemburu akan sosok Miya yang berada di samping kekasihnya.

"Anata, bukankah kau sudah menjadi milikku. Kenapa kau bersama perempuan lain selain aku!" ucap Tsubaki yang mulai geram tanda cemburunya mulai meningkat pesat. "ara-ara... Naru, apa kau mau merasakan petirku yang akan menyetrum dirimu fufufu~..." ucap Akeno di tandai dengan tubuhnya yang sudah berbalut petir yang menyala-nyala, Namun Naruto pun membungkuk berlutut di samping Athena.

"aku serahkan kepada Anda yang mulia Athena." Ucap Naruto dengan rasa Hormat yang tinggi kepada perempuan itu. "baik Naru, aku adalah utusan dari Sanctuary Yunani. Aku adalah Dewi Athena gunung olympus." Ucap miya dengan cosmo emas yang mulai ia tunjukan kepada Rias dkk yang membuat mereka semua merinding ketakutan.

"ha-hawa suci macam apa ini? Ini hawa suci yang sangat besar dan sangat kuat, bahkan hawa ini sama dengan onii-sama." Inner Rias

"ke-kekuatan yang sangat mengerikan, belum pernah aku merasakan hawa suci sekuat ini. Kalau perbandingan mungkin hanya para dewa Odin dan Poseidon yang bisa menyainginya. Aku bahkan merasa onee-sama akan kalah telak meskipun dari pertahanan jauh lebih unggul dari 3 Maou lainnya." Inner Son.

"sepertinya aku salah bicara kepada Anata, perempuan ini lebih kuat dariku." Inner Tsubaki.

"ini bukan kekuatan biasa, tapi mungkin setara dengan Michael-sama pemimpin Tenshin." Inner Akeno.

"aku meminta khusus kepada kalian, agar menjauhkan pikiran kalian soal suka, cinta, seks dan hal lainnya kepada Saint kesayanganku ini. Karena dia hanya Saint yang terlalu polos dalam hal percintaan dan jangan pernah menjebaknya dalam situasi yang tidak dia suka. KALIAN PAHAM!" Ucap miya yang memperingatkan, Rias, Sona dkk soal Naruto yang tidak bisa di pengaruhi oleh apapun di sertai hawa Cosmo yang semakin pekat. "terutama Kalian Akeno, Tsubaki. Aku harap kalian mengerti sebelum dewa-dewi Olympus murka besar terhadap Iblis seperti kalian." Tambahnya lagi.

"Ha-Hai' Athena-sama." Ucap Akeno dan Tsubaki yang tidak bisa melawan apa-apa kepada sosok perempuan itu yang di rasuki roh dan cosmo dari dewi perang itu. "ayo Naru, kau harus di beri latihan yang keras untuk mengasah pedang EXCALIBUR mu itu menjadi lebih tajam saat jam istirahat, kita pergi." Ucap Miya memberi perintah dan hal itu di angguki oleh Naruto yang mengikutinya dari belakang.

"co-cotto matte Miya-san, a-apa maksudmu Naru mempunyai EXCALIBUR? Seingatku Naru itu adalah Gold Saint bukan pemburu iblis gereja alias excorsist." Ucap Akeno yang mencegah Miya dan Naruto keluar dari ruangan itu. "kau juga belum tahu rupanya, Akeno Naru itu memang mempunyai jurus yang hanya di punyai Gold Saint Capricorn yaitu SEIKE EXCALIBUR yang di anugerahkanku kepadanya. Dewa-dewa olympus pun sangat menyukai bahwa Saint ini mempunyai jurus terkuat itu. Ada lagi yang mau kalian tanyakan?" ucap Miya.

Deggg...

Tiba-tiba Kiba pun menegang karena masa lalunya yang sangat kelam di sebabkan pedang suci itu yang hampir menewaskan dirinya namun tidak dengan teman-temannya. "aku yang mulia Athena-sama, aku mempunyai dendam yang sangat mendalam tentang pedang excalibur. Pada masa sebelum aku menjadi Iblis seperti ini aku adalah manusia biasa yang di jadikan bahan experiment pendeta gereja orthodox timur yang membuatku menderita dan pada Akhirnya aku menjadi Iblis karena di tolong Bucho. Aku ingin bertanya apakah aku harus memusnahkan jurus Naruto-senpai? Karena saat ini pun aku masih mempunyai dendam yang membara soal itu." Ucap Kiba dengan segala hormat membungkuk dan berlutut namun sebenarnya Kiba sangat emosi mendengar kata excalibur.

"ketahuilah wahai iblis muda, sejak jaman dahulu kala pedang excalibur adalah pedang suci untuk membela diri dan membela Sanctuary dari kejahatan dan bukan membunuh kalian para iblis. Mungkin gereja itulah yang menyalahi aturan dewa Zeus-sama sehingga di gunakan untuk kejahatan yang tidak-tidak. Naru."

"Hai' Athena-sama." Ucap Naruto karena dirinya di panggil olehnya. "ku rasa latihanmu akan bersama Kiba saja, aku ingin menguji kesucian hatinya di tengah kegelapan menyelubungi tubuhnya. Uji dia dengan excaliburmu Naru. Aku pergi." Ucap Miya yang menghilang dengan cahaya biru Psycokinesis meninggal Naruto.

"wakarimasta, Kiba-kun aku ingin kau mengetahui satu hal. SEIKE EXCALIBUR Tidak seperti yang kau kira. Jika kau membencinya kau harus meluapkannya pada orang yang membuatmu seperti itu dan biarkan dendam itu pergi, maka kau akan melihat kesucian hatimu yang murni dari dalam tubuhmu meskipun kau iblis. Aku akan membantumu menjadi lebih kuat." Ucap Naruto dan itu membuat Kiba pun melunak dan tersenyum. "gomen Naruto-senpai aku bicara yang buruk tentangmu bahkan aku harus membinasakan jurusmu itu." Ucap Kiba penuh penyesalan karena membuat Miya alias Athena tersinggung sedikit.

"ah Daijobu desuka Kiba-kun, Athena-sama memang selalu begitu. Dia akan menangis jika para Saint yang mengabdi padanya tewas, maka itu ia memproteksi aku agar tetap hidup dan mengabdi padanya. Takdir tak bisa di ubah, tapi Nasib bisa di ubah sesuai dengan yang kau mau Kiba." Ucap Naruto, Kemudian Naruto pun berjalan mendekati Akeno dan Tsubaki.

"Gomen, Hounto Gomennasai Akeno-chan, Tsubaki-chan. Aku tak bermaksud untuk melukai perasaan kalian karena ucapan dari Athena-sama, tapi memang sifat Miya berbeda dengan Athena sebelumnya yaitu Saori Kido-sama. Jadi tolong maafkanlah sikapnya." Ucap Naruto meminta maaf karena sikap dari putri Athena yang terlalu berlebihan kepadanya.

"tapi Anata, apakah aku tidak layak lagi mencintaimu? Apakah aku harus melupakan apa yang selama ini kita jalani?" ucap Tsubaki mulai khawatir karena ancaman dari Miya namun Naruto langsung menggelengkan kepala. "cinta takkan ada yang bisa memisahkan, itu anugerah dari Kami-sama kepada mahluknya. Kau boleh mempertahankan itu atau tidak." Ucap Naruto dan itu membuat Tsubaki senang.

"ara-ara~... Naru jangan lupa kau telah menaruh benihmu di rahimku, aku ingin kau bertanggung jawab juga ya ufufufu~..." ucap Akeno dengan nada Khasnya menggoda dan itu membuat semua kaget bukan kepalang.

"A-Akeno ka-kau su-sudah ti-tidak pe-pera-wan?" ucap Rias terbata-bata karena kekagetannya yang membuatnya bibirnya kaku. "ara-ara~.. Bucho kau terlambat 1 malam karena aku memang sudah menjadi miliknya, dan tak akan aku biarkan kau merebut Saint tampanku itu ufufufu...~" ucap Akeno seperti menantang Rias untuk bertarung, lain halnya dengan Tsubaki yang merasa sedikit tercekat namun ia paham bahwa Naruto bebas memilih.

"sikashi Naruto-san, ada yang ingin aku tanyakan kepadamu soal perempuan yang menjadi Athena itu." Ucap Sona sedikit memotong acara berantem dan kaget di ruangan itu. "silahkan Sona-san, apa yang kau mau tanyakan." Ucap Naruto.

"aku merasakan aura dan kekuatan perempuan itu berbeda dari kelihatannya, meskipun kekuatannya layaknya dewi Athena yang sesungguhnya tapi tubuh dan jiwa manusiannya masih ada. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Miya Asama?" ucap Sona menyelidik dengan teliti, Naruto pun memejamkan matanya sesaat dan menghela nafasnya.

"kau tahu Sona, mitologi mengatakan 200 tahun sekali akan ada perempuan muda yang terlahir dan akan menjadi Athena. Dalam raga perempuan itu masih terdapat jiwa aslinya namun ia akan di anugerahkan roh Athena dan kekuatan yang luar biasa yang akan di takdirkan sebagai pemimpin kami para Saint Sanctuary, dan Raga Athena akan menguasai tubuh itu dan memberinya kekuatan pemimpin yang luar biasa. Pendanganmu cermat Sona." Ucap Naruto

"pantas aku merasakan hal yang tidak basa, ternyata memang seperti itu." Inner Sona.

"baiklah aku harus pergi, aku tak mau Athena-sama makin bawel dan marah-marah padaku lagi. Aku duluan jaa nee.." ucap Naruto yang menghilang dengan cahaya biru.

"baiklah minna, ucapan Naruto sudah menjawab pertanyaan kita, kita pergi ke kelas masing-masing." Ucap Sona. "HAI'!" dan mereka pun menghilang dengan lingkaran sihir keluarga Sitri dan Gremory.


Scene break at halaman gedung ORC waktu istirahat.

Beralih ke segment selanjutnya, di mana saat istirahat sekolah adalah saat yang di nantikan oleh semua murid-murid kuoh Academy tak terkecuali dua sosok yang saat ini ada di halaman gedung penelitian ilmu gaib atau bahasa kerennya occult research club yaitu Aktor utama kita yaitu Naruto dan knight Rias Gremory yaitu Kiba berhadapan satu sama lain. Naruto yang sudah mengenakan Gold Cloth Ariesnya dengan kain putih di punggungnya, dan di sekililing mereka ada Kelompok Rias juga Kelompok Sona juga Issei termasuk di dalamnya.

"Naruto-senpai, aku senang kau bisa mendikte kekuatanku untuk menguji tentang pedang excalibur." Ujar kiba yang sudah bersiap dengan pakaian seadanya yaitu seragam kuohnya. "tidak apa-apa Kiba, aku pun juga senang ada lawan yang sebanding dengan diriku. Aku bisa melihat kekuatanku lagi. Kau Siap Kiba?" ucap Naruto yang sudah mulai membuka latihannya ini.

"aku siap Naruto-senpai, HYAAAA!" ucap Kiba yang mulai maju dengan kecepatan Knight nya menyerang Naruto membawa pedang hitam di tangan kanannya kemudian menebas Naruto dengan gaya horizontal.

Wuusshhh...

Tapppp...

Wuuussshhhhh...

Namun pedang itu di hentikan dengan mudah dengan tangan kiri Naruto, namun serangan Kiba belum berhenti sampai di situ. Di tangan kirinya pun muncul pedang lainnya yang kemudian di ayunkan Kiba dengan gaya Horizontal juga.

Tapp...

Namun tebasan pedang dari kiba masih terlalu mudah untuk di tebak, dengan tangan kanan Naruto pun menghentikan tebasan pedang dari kiba. "kau mengayunkannya terlalu cepat Kiba, kau harus lebih fokus pada seranganmu bukan langsung menyerang tanpa perhitungan yang matang Kiba." Ucap Naruto sambil menghentikan kedua pedang di tangan Kiba.

"Masih belum Naruto-senpai." Ucap kiba yang memunculkan pedang dari lingkaran sihir kemudian ia gigit dan di arahkan ke wajah Naruto. "kau masih terlalu Naif Kiba."

Boommm...

Duakkhh...

Tiba-tiba Kiba pun terpental karena Naruto mengeluarkan sebagian cosmonya untuk menghentikan serangan kiba, dan hasilnya kiba pun terpental dan membentur tembok gedung tua itu dengan sangat keras dan itu juga membuat Kiba pun luka-luka.

"ke-kekuatan macam apa itu? A-aku sama sekali tak melihat Naruto-san menggerakan tangannya dan Kiba pun terpental seperti itu, a-apa itu kekuatan Gold Saint?" ucap Saji yang terperanga dengan apa yang ia Lihat. "lu-luar biasa kekuatan Naruto Nii-chan." Ucap Roruko yang terkesima dengan kekuatan Naruto.

"Koneko, apa kekuatan Naruto-kun itu adalah kekuatan senjutsu yang biasa di pakai olehmu?" ucap Rias yang menduga apa yang di keluarkan oleh sang pacar paksaannya. "tidak Bucho, kekuatan dari Naruto-senpai bukan sejutsu, itu seperti kekuatan yang lebih besar dari senjutsu. Bahkan aku sendiri tidak bisa menduga apa itu, karena itu tidak terlihat Bucho." Ucap Koneko dengan nada datarnya seperti biasa dan membuat Rias pun berfikir.

"apa kau bisa menduga apa itu Sona?" ucap Rias kepada teman satu usiannya itu. "tidak, aku juga tidak tahu Rias. Bahkan kekuatannya pun sangat cepat tidak bisa di deteksi olehku bahkan Tsubaki dan Tsubasa pun tidak tahu." Ucap Sona.


Beralih ke pertarungan

Kiba pun bisa berdiri meskipun di bibirnya terdapat noda darah akibat punggungnya terbentur cukup keras efek samoing dari ia menerima kekuatan Naruto.

"jurus macam apa itu? Bahkan Naruto-senpai pun tidak bergerak sedikitpun namun bisa membuatku terpental seperti ini, benar-benar luar biasa." Inner Kiba.

Sriingg...

Keterkejutan Kiba pun tidak berhenti sampai di situ saja, tiba-tiba Naruto yang tadi berada di depannya kini berada di belakangnya dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat oleh mata telanjang.

"ce-cepat sekali" inner semua yang ada di sana

"se-sejak kapan Naruto-senpai ada di belakangku?" inner kiba

"kau masih lemah Kiba-kun, aku masih melihat emosi yang mendalam dan membuatmu membuka titik-titik yang dapat di manfaatkan musuhmu untuk membuatmu babak belur." Ucap Naruto yang kemudian menekukan jari-jarinya seperti mencengkram dan membuat bola cosmo emas kemudian mengayunkan ke dada kiba.

Dhuarrr...

Brukkk...

"AAAKKKKHH..." Rintih Kiba karena terpental lagi setinggi 5 meter dan membentur tanah dengan keras. "kau mengerti kelemahanmu Kiba?" ucap Naruto dengan lembut, Kiba pun terbangun kembali terbangun dengan tubuh luka-luka.

"a-aku be-belum me-menger-ti Na-Naruto-se-senpai." Ucap Kiba dengan terbata-bata karena luka-lukanya. "Naruhodo, jika kau belum mengerti serang aku seakan-akan kau ingin membunuhku. Ayo jangan Ragu." Ucap Naruto, dan itu membuat Kiba semakin kalap karena dendamnya kepada excalibur, kemudian Kiba pun memunculkan lagi pedang hitam dari lingkaran sihirnya.

"bersiaplah Naruto-senpai!"

"HOLY ERASER"

Kiba pun melepaskan jurusnya kepada Naruto berupa laser-laser hitam dengan kecepatan sangat tinggi, namun Naruto pun tak bergerak dari posisinya, hanya mengayunkan tangan kanannya ke depan.

Sreettt...

Tangan Naruto pun mulai terlilit oleh laser hitam yang berubah menjadi tali yang mengikat tangan kanannya.

"akhirnya kena juga kau Naruto-senpai, sekarang akan aku hapus cahaya emasmu itu." Ucap Kiba yang mulai menyerap warna Gold Cloth emas Naruto, namun Naruto tidak bergerak sedikitpun. "jurusmu masih terlalu lemah Kiba." Ucap Naruto.

Dhuarrr...

Bruukkkk...

"aaakkkhhh..." rintih Kiba karena tiba-tiba Naruto mengerahkan semua cosmonya dan juga jurus psycokinesis-nya yang membuat laser kiba pun hancur begitupun juga dengan pedangnya yang ia pegang pun hancur berantakan, dan Kiba pun terlempar membentur pohon dengan keras.

"a-apa? [sacret gear] Kiba pun bisa di patahkan dengan sangat mudah, a-aku ti-tidak pe-percaya Na-Naruto-kun se-sekuat itu." Ucap Rias yang tidak menyangka jurus andalan kiba holy eraser pun masih bisa di mentahkan begitu saja. "ku rasa kekuatannya melebihi kita semua Rias, di samping sikapnya yang sangat tenang mengantisipasi setiap serangan Kiba." Ucap Sona yang meluruskannya kembali

"ara-ara~ Naru sekuat itu fufufu... dia layak menjadi suami dan ayah bagi keluargaku kelak." Inner Akeno.

"tak salah jika aku mencintainya meskipun hati Anata masih beku karena kesetiannya." Inner Tsubaki.

"su-sugoi Nii-san, kau berhasil mengalahkan pria cantik itu, maju terus Nii-san." Inner Issei

"apa kau masih belum menemukan titik kelemahan terbesar dari kekuatanmu Kiba? Atau kau masih berhasrat ingin membunuhku dengan jurusmu itu?" ucap Naruto dengan tenang mencoba menguji hati Kiba yang mungkin tubuhnya sudah sangat babak belur kali ini, namun Kiba pun berdiri dengan tertatih-tatih sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya yang terus terbentur dan terkena jurus-jurus Naruto. "a-aku ma-masih be-belum me-menyerah u-untuk me-mengalah-kan mu Na-Naruto-se-senpai uhuk..." ucap Kiba dengan terbata-bata karena luka-lukanya di tambah batuk darah yang membuat kondisinya pun makin memburuk, hal itu membuat Rias selaku pemimpinnya pun makin khawatir.

"Kiba, sudah cukup. Kau sudah kalah, kekuatan Naruto-kun itu sangat kuat melebihi apa yang kau bayangkan." Ucap Rias dengan berurai air mata karena ia mengkhawatirkan knight kesayangannya itu.

"a-aku be-belum ka-kalah Bu-Bucho, a-aku i-ingin se-sekali me-mengalah-kan Na-Naruto-senpai Bu-Bucho." Ucap Kiba dengan terbata-bata karena masih bernafsu untuk mengalahkan Naruto, dan Naruto yang melihat itu pun hanya memejamkan matanya.

"Sepertinya aku harus memberi laki-laki ini pukulan untuk meredakan hawa membunuhnya karena aku merasa cosmo iblis sudah merasuki hatinya." Inner Naruto.

"baiklah Kiba-kun jika kau belum mengetahui apa kelemahanmu sendiri, aku akan memberimu pelajaran yang sangat berharga untuk kau ingat sendiri." Ucap Naruto yang masih memejamkan matanya dan berfokus kepada kekuatannya, Rias, Sona dkk pun merasakan hawa suci yang sangat—sangat kuat dari Naruto sehingga membuat mereka pun seperti patung dan berkeringat dingin melihat cosmo emas Naruto membalut tubuhnya.

"a-apa yang aku rasakan ini? Kekuatan macam apa ini? Hawa suci yang begitu kuat, seperti aku akan ikut hancur dengan hawa suci ini. Ke-kenapa Naruto-kun bisa mengeluarkan hawa suci ini?" inner Rias.

"sekarang kau akan mengerti kekuatanmu, kelemahanmu, emosimu, dasar dendam mu dan juga sumber kekuatanmu ada di mana. Siapa dirimu, untuk siapa kau bertarung, untuk apa kau bertarung apakah untuk keadilan, ataukah hanya demi dendam yang terdapat di lubuk hati terdalammu itu, kau akan mengetahuinya." Kemudian Naruto pun mengangkat lengan kanannya tegak vertikal namun bahunya tetap di posisinya. (mirip sepeti Virgo No Shaka)

"NA-NARUTO-KUN JANGAAAAANNNN!"

"RIDUKOU RINNE"

"GYAAAAAKKKHHH..." rintih Kiba karena tubuhnya pun melayang dan menghilang ke dalam genjutsu Naruto.


Dunia genjutsu rikudou Rinne.

"di-dimana a-aku, ke-kenapa ini sangat menyeramkan sekali seperti di dunia neraka yang sesungguhnya." Ucap kiba karena ia melihat gambaran-gambara yang begitu mengerikan ada di sekelilingnya seakan-akan ia akan mati karena beban ilusi. "kau akan merasakan Kiba, di mana tempat emosimu yang berlatar-belakang dendam yang membara akan kau rasakan nantinya." Ucap Naruto dan Kiba pun memulai tur genjutsu yang mengerikan itu

"JIGOKUKAI, tempat di mana orang-orang jahat menerima hukuman yang setimpal dengan perbuatannya di dunia."

"GAKIKAI, di mana tempat orang-orang yang serakah, korupsi, tamak, dan segala bentuk kejahatan hati yang sudah di pengaruhi oleh iblis akan menerima ganjaran yang sesuai dengan perbuatannya itu."

"CHIKOSUKAI, di mana manusia yang hidupnya selalu di penuhi oleh insting mereka seperti insting binatang-binatang buas akan terlahir kembali seperti binatang buas dan akan memakan sesama manusia sampai akhir neraka nantinya dan itu ganjaran yang sesuai dengan mereka."

"SHURAKAI, mereka yang berakhir di sini akan adalah orang yang terus berperang di dunia, menginginkan kejahatan, kematian, rasa dendam, kebencian dan kesengsaraan di mana-mana akan terus bertarung, bertarung dan bertarung tanpa pernah mengenal apa itu rasa sakit dan penderitaan. Dan aku harapkan darimu kau tidak akan pernah memasuki neraka yang 2 di antaranya sangat-sangat mengerikan Kiba."

"a-apa maksudmu Naruto-senpai? Cukup Naruto-senpai, GYAAAAAKKKKKHHHHH..." Rintih kiba karena tubuhnya seakan-akan terhisap ke suatu dimensi yang amat mengerikan/

"JINKAI, ini adalah neraka yang sangat mengerikan di mana tempat ini sangat berkaitan erat dengan duniamu di masa lalu, dendam, dan kebencian akan menjadi suatu ilusi yang menjadi asal muasal dari neraka ini, dan dunia ini adalah dunia yang tidak stabil di mana baik dan jahat tidak menentu."

"TENKAI, neraka ini bahkan seorang dewa yang sangat kuat sekalipun tidak akan bisa di inkarnasikan kembali di dunia, tempat ini sangat berbahaya di mana sesorang pun akan sangat mudah untuk jatuh ke dalam neraka ini."


Real world.

Bruukkk...

Dan tubuh kiba pun muncul dari lingkaran emas dan membentur tanah, Rias yang melihat tubuh laki-laki knight nya itu pun menghampiri Kiba dengan berlari dan memeluknya.

"NARUTO! APA YANG KAU LAKUKAN KEPADA KIBA HAH! JAWAB AKU KEPARAT!" ucap Rias yang mulai meluapkan emosinya karena Naruto menurutnya sudah membuat mental Kiba hancur karena jurusnya itu. "Gomen Rias, aku hanya menyadarkannya akan dendam dan emosinya tidak akan berguna di dalam hatinya, ia akan terus di gerogoti oleh kebencian, kenaifan, dendam yang menyala-nyala dan rasa ingin membunuh karena masa lalu. Itu tidak baik Rias." Ucap Naruto selembut mungkin dan itu membuat Rias pun kaget.

"ke-kenapa kau tahu semua yang ada di dalam diri Kiba? Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dari diriku dan semuannya Naruto?" ucap Rias yang menerka-nerka apa yang ada di dalam hati Naruto.

"kau tidak akan mengerti seberapa parah yang aku rasakan, kau cukup untuk membuat Kiba menghilangkan dendam dan juga rasa bencinya terhadap excalibur Rias. Yang aku rasakan kau tak perlu mengetahuinya karena itu adalah rahasiaku yang cukup pahit. Aku permisi." Ucap Naruto yang mulai berjalan pergi kembali ke kelasnya.

Deggg...

"a-apa yang aku rasakan ini? Cosmo kegelapan ini? Masaka?" inner Naruto yang merasakan cosmo yang sangat kuat dari arah belakangnya.

Kemudian di langit muncullah 5 orang dengan jubah surplices hitam yang terang seperti sinar neraka dan mendarat dengan sayap mereka semua, Rias dan Sona besarta bidak-bidaknya pun siaga untuk mengantisipasi hal-hal yang buruk terjadi.

"siapa kalian? Dan mau apa kalian ke sekolahku ini?" ucap Sona yang bersiaga dengan kekuatan es nya itu, meskipun tidak terlalu kuat. "hahahaha... gadis Iblis kecil sepertimu mau melawan kami heh? Seharusnya kau berlindung saja di rumahmu di mekai atau kau akan mati di sini." Ucap salah satu spectre yang mengenakan surplice dengan helm tanduknya dan itu pun membuat Tsubasa Yura dan Saji geram.

'"grgrgr... beraninya kau meremehkan Kaichou, kau akan mati di sini, Saji AYO!"

"HAI'.." ucap Tsubasa dan Saji yang kemudian maju dengan kecepatan tinggi, Tsubasa pun maju duluan dan mengayunkan tangan kirinya dengan kekuatan rook nya. "MATI KAU!"

Duakkhhh...

Blarrr...

Salah satu spectra Hades pun meninju Tsubasa hingga ia terpental membentur tembok dengan keras dan juga membuat Tsubasa pun pingsan. "TSUBASA!" ucap Sona yang melihat rook nya itu pingsan karena benturan yang keras

. "yare-yare, kalian itu lemah sekali dan kekuatan kalian pun tidak sepadan dengan kami." Ucap spectre bersurai hitam dengan sayap hitam yang menjadi pemimpin mereka semua.

"jangan pernah meremehkanku KISAMA!" ucap Saji yang kemudian mengikat tangan dari pemimpin spectra itu dengan tali vitradan mengeluarkan kekuatan kegelapannya, namun pemimpin spetre itu pun menghela nafasnya. "haahh... kau pikir tali naga ini bisa mengalahkan kami, JANGAN BERCANDA BOCAH!" ucap spectre itu yang kemudia mengayunkan tali itu dan membuat Saji pun terlempar.

Duakkhhh...

"aakkhhh..." rintih Saji yang sama seperti Tsubasa, terpental ke tembok dengan sangat keras sehingga Saji pun juga pingsan. "Kaichou, bagaimana ini? Bidak-bidakmu sekarang pingsan karena hantaman dari orang itu. Apa yang harus kita lakukan?" ucap Tsubaki yang mulai memunculkan pedang naginatanya dari lingkaran sihirnya.

"aku juga tidak tahu Tsubaki, kekuatannya pun sangat kuat, aku juga tak bisa berbuat apa-apa." Ucap Sona, namun beda lagi dengan Tomoe dan Reya yang sudah siap dengan pedang masing-masing.

"jangan pernah meremehkan Sona-sama keparat! Ayo Reya kita tebas iblis menyebalkan ini." Ucap Tomoe. "ya ayo."

"heh mau bagaimanpun caranya kalian tidak akan bisa membunuhku Bocah perempuan Jalang." Ucap pemimpin spectre itu, dan itu memantik emosi dari Tomoe dan juga Reya. "DASAR BRENGSEK! HYAAAA!" ucap Reya dan Tomoe yang sudah meluncur dengan kecepatan tinggi.

Sreeettt...

Namun alangkah sialnya mereka berdua yang akan menyerang spectre itu, baju Tomoe dan Reya pun di tarik oleh Naruto sehingga langkah mereka pun terhenti dengan paksa, kenapa bisa? Karena Naruto menggunakan teleportasinya untuk menghentikan 2 knight dari Sona itu.

"Na-naruto-san kenapa kau menghentikanku? Aku mau menebas lehernya sehingga dia berhenti meremehkan Kaichou Tolong lepaskan aku Naruto-san." Ucap Reya yang sedikit emosi karena di hentikan dengan paksa. "Naruto-san apa yang kau lakukan? Kau menghentikan langkahku, aku mau memotong spectre itu jadi daging cincang kecil-kecil, LEPASKAN AKU!" ucap Tomoe yang sama reaksinya dengan Reya.

"tenanglah kalian berdua, lawan yang kalian akan hadapi itu bukan Iblis Liar yang selama ini kalian temui ataupun da-tenshin, mereka bukan orang biasa. Mereka juga tidak bisa mati begitu mudah. Ini jadi urusanku, kembalilah ke belakang." Ucap Naruto dengan tenang dan membuat Reya dan Tomoe pun dengan berat hati kembali ke barisan belakang bersama Sona dkk.

"hehehe... jadi Gold Saint Athena heh? Ku rasa kau juga yang mengalahkan Niobe dan Raimi di gereja kota, aku ingin menguji Saint-saint bedebah yang menghalangi jalan Hades-sama untuk menguasai bumi serta kayangan para dewa Olympus. Kau tidak ada apa-apanya Gold Saint Aries Naruto." Ucap Salah satu Spectre itu. "aku menghargai ingatanmu yang tajam itu bisa mengenaliku dari pertarungan di saat itu, tapi..."

Tiba-tiba Naruto pun meningkatkan cosmonya lebih tinggi dari biasanya dan ekspresinya dari lembut berubah menjadi penuh emosi.

"menguasai bumi dan Gunung Olympus tempat Zeus-sama dan Athena-sama, TIDAK AKAN AKU MAAFKAN!" ucap Naruto dan Naruto pun bersiap mengeluarkan jurusnya.

"STARDUST REVOLUTION"

Wusshhh...

Boomm...

"uuaaaakkkkhhhh..." ucap spectre itu yang kemudia terpental ke langit dan jatuh ke tanah dengan keras.

"hmm... seranganmu memang Kuat Naruto, tapi itu belum cukup. Aku Lycaon phlegyas dari celestial crime star akan mempersembahkan kepalamu untuk Hades-sama pajangan di Guidecca." Ucap spectre itu yang bangun dari kekuatan laser Naruto. "Naruhodo, aku tidak tertarik dengan ucapan berbelit-belitmu itu. Perang suci sudah di mulai. Aku akan membunuh kalian semua demi kedamaian dan cinta di bumi." Ucap Naruto dan membuat spectre Hades itu geram, lain halnya dengan Sona dan Rias yang kaget bahwa Naruto menyebutkan kata perang suci yang membuat mata mareka berdua melebar.

"pe-perang suci? A-apakah di arena ini akan ada perang?" ucap Sona yang seperti patung tidak bergerak sama sekali mendengar hal tersebut. "nanti akan aku jelaskan semuannya Sona ojou-sama, terlebih dulu akan aku musnahkan mereka semua. Kalian semua berlindunglah." Ucap Naruto yang meminta Sona dan Rias beserta budak-budaknya untuk minggir.

"Na-naru tolong izinkan aku ikut membantumu untuk berperang, aku tak mau kau mati di sini." Tiba-tiba saja Akeno menghampiri Naruto, namun Naruto merasa tak tega untuk melibatkan perempuan tak berdosa. "daijobu deska Akeno-chan, tolong minggirlah dari sini. Aku janji takkan mati semudah itu." Ucap Naruto dengan senyuman tulus dan kemudian berjalan meninggalkan Akeno.

"Naru..."


Battle Spectre Hades vs Saint Athena: Lycaon phlegyas dari celestial crime star vs Gold Saint Naruto No Aries.

"heh apa kau yakin Gold Saint Athena mampu untuk melawanku dan mengalahkanku? Jangan mimpi kau GOLD SAINT!" ucap Lycaon dan kemudian membakar cosmo hitamnya lebih besar

"HOWLING INFERNO"

Wuusshhh...

Lycaon pun melepaskan bola cosmo yang sangat besar sebesar tank mengarah ke Naruto dengan kecepatan tinggi, Namun Naruto hanya mengayunkan tangan kanannya ke depan tubuhnya.

Ccrrsssss...

Dhuar...

Bola cosmo yang besar itupun meledak karena di tahan dengan tangan kanan Naruto tanpa ia menggunakan pertahanannya sendiri, dan itu membuat spectre itu tertawa jahat. "hahahaha... ternyata Gold Saint tidak ada apa-apanya bahkan untuk serangan seperti itu hahaha..." ucap Lycaon karena ia yakin bahwa ia sudah membunuh Gold Saint itu dengan satu serangan.

"apa kau yakin bahwa itu bisa membunuhku begitu mudah?" ucap Naruto, Lycaon pun tercengang karena Gold Saint itu tidak mati bahkan tergorespun tidak ada bekasnya sama sekali, Naruto tetap utuh dan kain putihnya tetap di punggungnya namun berkibar-kibar sebentar efek serangan itu menimbulkan angin kencang. "mu-mustahil, se-seranganku tidak berpengaruh apa-apa." Ucap Lycaon yang kaget bukan kepalang.

"meski kau adalah spectre yang abadi, jangan pernah kau bisa membayangkan bahwa kau bisa mengalahkanku dengan begitu mudah Lycaon." Ucap Naruto dengan nada tenang dan itu membuat Lycaon makin emosi dan geram. "grrrrrr... KURANG AJAR KAU GOLD SAINT!"

Wuuusshhh...

Wuuussshhh...

Wuuussshhh...

Lycaon pun melemparkan 6 buah bola cosmo yang lebih besar kepada Naruto, sementara Naruto pun dengan tenang-tenang saja menatap bola cosmo yang sangat besar itu tapi tidak untuk Rias, Akeno dan Tsubaki di belakang Naruto yang menatap khawatir.

"CHRISTAL WALL"

Swiiinngg...

Tringg...

Wussss...

Naruto pun mengeluarkan jurus pertahanannya berupa tembok cristal tembus pandang dari cosmo emasnya sendiri, bola cosmo dari Lycaon pun bukan menghancurkan tembok transparan itu namun justru berbalik mengarah ke Lycaon sendiri. "ti-tidak mungkin jurusku..."

Booommmm...

"uuuaaaaaakkkkkkkhhhh..." rintih Lycaon karena ia sendiri justru merasakan jurusnya sendiri, akibatnya surplies yang ia kenakan pun hancur berantakan, namun karena spectre hades abadi karena berkat kekuatan dari Hades, ia pun bangkit kembali meskipun dengan keadaan amat mengenaskan. Banyak sekali luka-luka di sekujur tubuhnya.

"Tsu-Tsubaki, jurus yang di gunakan oleh Naruto-san, sama dengan [sacret gear] yang kau kuasai bukan?" ucap Sona yang terkesima sekaligus kaget karena jurus Naruto sama dengan kekuatan dari Tsubaki. "benar Kaichou christal wall milik Naruto-kun sama dengan mirror aliceyang aku kuasai." Ucap Tsubaki.

"Naruto-kun, kau hebat sekali dan kau memang cocok untukku yang juga punya pertahanan yang kuat." Inner Tsubaki

"apa kau sudah paham Lycaon? Meski kau punya banyak kekuatan dari Hades, namun kau takkan bisa mengalahkanku dengan semudah itu. Aku adalah prajurit tertinggi Athena Gold Saint dan jangan pernah meremehkan kekuatanku." Ucap Naruto yang sudah menghilangkan jurus pertahanannya. "a-aku ti-tidak a-akan ka-kalah, ka-kami pa-para spe-ctre Ha-des-sama te-tetap A-abadi uhuk." Ucap Lycaon yang mulai batuk-batuk darah kibat menerima jurusnya sendiri dan Naruto pun mengeluarkan tasbih dari jurus teleportasi dan itu bukan tasbih biasa melaikan tasbih mukurossi yang bisa menghilangkan keabadian Spectre Hades.

"ku rasa tidak untuk satu ini." Ucap Naruto yang mulai mengeluarkan cosmonya lebih banyak lagi, kemudian Naruto merapatkan kedua telapak tangannya dan tasbih ada membalut kedua tangannya, Namun pelahan tangan Naruto pun terbuka dan membuat tangannya seperti Budha yang bertapa.

"OM: TENMA KOFUKU."

Booommmmm...

Brukk...

Dan Lycaon pun akhirnya tewas karena tasbih mukorossi telah mengambil kekuatannya dan salah satu tasbih pun berwarna hitam tanda keabadian spectre Hades mulai lenyap.

Battle end.

"ma-masaka tasbih itu, bu-buah mukurossi." Ucap pemimpin pasukan dari spectre tersebut yang membuat spectre itupun kaget karena buah itu ada di penjara ke 8 lembah ke 6 air terjun darah di dunia bawah yang bisa membinasakan siapapun spectre Hades, tapi tidak begitu juga dengan di pihak Naruto.

"ne Sona, apa itu buah mukurossi? Sepertinya aku baru pertama kali mendengar hal tersebut?" ucap Rias yang bertanya dengan nada polosnya seperti anak kecil. "menurut buku yang aku baca di mansionku, buah Mukurossi adalah buah yang menentang segala bentuk kejahatan dari Hades namun buah itu sangat langka dan hanya ada di penjara ke 3 dan parit pertama dari 7 parit neraka. Tou-sama ku juga berkata 'buah itu bisa membinasakan iblis siapapun itu' benar-benar buah yang mengerikan." Ucap Sona dan itu membuat Rias sedikit merinding.

"membinasakan? Apa Naruto-kun akan membunuhku juga? Aku takut!" inner Rias.

"pengamatan yang cerdas Sona Ojou-sama, tapi aku tidak akan membunuh kalian terutama 2 wanita queen mu Sona dan queen mu Rias. Jadi kalian akan menghadapiku semuannya atau kalian hanya berdiri di sana tanpa melakukan apa-apa?" ucap Naruto yang membuat Rias lega dan 2 queen itu merona.

"jangan sombong kau Gold Saint Athena, aku tidak akan kalah kali ini," ucap spectre itu dan 4 dari mereka juga melemparkan bola-bola cosmo hitam dari cosmo mereka.

"kalau begitu tolong, Asmita-sama, Shaka bimbinglah aku." Inner Naruto.

Dhuarr...

Dhuaaarrr...

Bola cosmo yang seukuran bola biasa itupun menghampiri Naruto dengan cepat, namun Naruto pun berposisi kembali seperti budha bertapa namun dengan berdiri sambil memegang tasbih Mukuriossi.

"OM: TENBU HORIN"

Dhuaarrrr...

"UUAAAAAKKKKKHHHHH..." ucap spectre Hades sisanya yang kemudian mati dan memudar karena jiwanya memudar masuk ke tasbih Mukurossi, melihat Naruto yang menaklukan spectre Hades sendirian sontak Tsubaki dan Akeno pun menghampiri sedikit berlari.

Gyuuuttt...

"ara-ara... ternyata Saint-kun sangat kuat, gagah dan berwibawa layaknya kesatria dari jaman romawi kuno aku suka dengan prilaku calon suamiku ini fufufufu~." Ucap Akeno yang langsung memeluk Naruto dari belakang dan menempelkan dadanya ke punggung Naruto yang masih terbalut Gold Cloth. "Anata, tadi itu sangat luar biasa. Kau bisa mengalahkan mereka semua hanya dengan jurus itu. Kau luar biasa." Ucap Tsubaki yang berada di depan Naruto. Tiba-tiba ada cahaya putih di bekas pertempuran Naruto dan spectre Hades dan itu adalah Miya Asama yang mengenakan seragam perempuan Kuoh Academy, melihat sang dewi titisan Athena itupun Naruto dengan spontan membungkuk dan berlutut hormat dan itu otomatis melepaskan pelukan maut ala queen sadistic Akeno

"bagaimana keadaanmu Naruto-kun?" ucap Miya menanyakan keadaan Saint kepercayaannya itu. "saya tidak apa-apa Athena-sama, tepat seperti yang sudah ada rasakan pagi itu, memang Hades telah memulai peperangan dengan mengutus 5 spectre nya ke sekolah ini mengincar nyawa anda Athena-sama." Ucap Naruto dengan segala hormatnya.

"Naruhodo, Hades telah memulai peperangan ini. Sikashi aku tidak menyangka sasaran mereka adalah sekolah ini, aku harap kau bisa melindungi semua manusia yang ada di sini Naruto-kun. Jangan sampai ada satupun yang menjadi korban dari perang ini Naruto." Ucap Miya memerintahkan Naruto. "dengan segala hormat, akan saya laksanakan semua perintah anda." Ucap Naruto

"Miya-san aku ingin bertanya satu hal padamu." Ucap Sona yang tiba-tiba ingin mengutarakan pertanyaanya. "silahkan Sona." Ucap Miya.

"apa yang di sebut dengan perang suci? Dan kenapa spectre itu terus-menerus datang ke Arah Naruto-san yang kebetulan adalah Gold Saint Sanctuary?" ucap Sona yang di dalam hatinya sangat mengkhawatirkan pemuda itu. "perang suci adalah perang yang terjadi 200 tahun sekali, Roh Athena yang merasuki tubuhku ini mengatakan perang itu sudah terjadi sangat lama sekali ribuan tahun yang lalu. Tentara Hades menggunakan pasukannya yang disebut spectre Yang memiliki keabadian sehingga tidak bisa mati dan hanya bisa di segel, dalam perang tersebut Athena akan menggunakan 88 Saint pilihannya terdiri 10 Bronze Saint, 66 Silver Saint dan 12 Gold Saint untuk berperang dan pada Akhirnya akan banyak yang tewas. Dan setiap zaman Saint akan berinkarnasi termasuk Athena seperti diriku. Namun untuk zaman ini hanya Naruto-kun yang di hidupkan kembali dan aku tidak mau Naruto-kun sampai tewas karena dia adalah Saint yang setia kepada Sanctuary itulah kenyataan yang sesungguhnya." Ucap Miya dan itu membuat Sona dll sadar betapa berat dan beresiko tugas Naruto sebagai prajurit Athena.

"apa Naruto-kun suatu saat pasti akan tewas selama perang suci ini berlangsung Miya-san?" ucap Tsubaki yang khawatir dengan calon suaminya itu. "jangan khawatir Tsubaki-san, Naruto-kun akan terus menerima cosmoku dan perlindungan dariku karena aku akan terus mengawasinya setiap hari, Ayo Naruto-kun kita kembali ke kelas."

"hai' Athena-sama" ucap Naruto yang kemudian menghilang dengan cahaya biru dan putih. "mattaku masalah selalu saja menghampiri kita ya Akeno, kalau seperti ini aku akan dijaga lebih ketat lagi oleh Onii-sama ku lagi." Keluh Rias sementara Akeno hanya senyum-senyum sendiri saja. "bukan hanya kau Rias, aku juga akan dijaga ketat oleh Onee-sama ku yang mendokusei sifat kekanakannya, Reya, Tomoe, Roruko tolong bawa Tsubasa dan Saji ke ruang perawatan, Tsubaki kita ke kelas."

"HAI' KAICHOU." Ucap serempak bidak-bidak Sona yang kemudian menjalankan tugasnya masing-masing meninggalkan kelompok Rias. "Kiba, apa kau baik-baik saja setelah kau menerima jurus rikudou rinne Naruto-kun?" ucap Rias yang mengkhawatirkan knight nya itu.

"daijobu Bucho, meskipun jurus Naruto-senpai membuat mentalku sedikit menurun. Namun dari segi fisik Naruto-senpai tidak membuatku babak belur." Ucap Kiba dan menoleh ke Arah Issei, karena risih Issei pun sedikit merona. "HOI PRIA CANTIK! Kenapa kau menatapku seperti itu?" ucap Issei.

"tidak, aku hanya kagum karena kau mempunyai Nii-san yang sangat kuat dan berwibawa Issei-kun. Naruto-senpai adalah guru yang luar biasa..."

"tapi tidak mesum sepertimu Issei-senpai." Tiba-tiba Koneko mengutarakan pendapatnya yang membuat Issei pun tertunduk.

"sudahlah kalian bertiga, ayo kita ke kelas masing-masing, aku tak mau Sona makin bawe dan menghukum kita semua karena kita tak masuk kelas."

"HAI' BUCHO!"

"Naruto-kun, gomen aku terlalu kasar padamu."


Skip time at gedung ORC sepulang sekolah.

Disaat sepulang sekolah adalah saat yang membahagiakan bagi semua murid, namun hal yang berbeda di perlihatkan oleh Naruto dan juga Issei, mereka pun berjalan ke arah gedung ORC perbedaannya Naruto menggendong kotak besi emas Gold Cloth nya sementara Miya sang putri Athena pun kembali ke rumahnya.

"Ne Nii-san, tadi siang kau sangat luar biasa Nii-san. Kau bukan hanya mengalahkan bishounen yang kecepatannya melebihiku tapi kau bisa mengalahkan spectre Hades dengan kekuatanmu, kau sungguh hebat, bagaimana kau bisa Nii-san mendapatkan kekuatan yang sangat luar biasa itu?" ucap Issei yang terkagum-kagum akan Nii-san nya yang begitu kuat di pandangan matanya itu. "kuncinya adalah latihan selama 12 jam setiap hari Issei, kau harus mengasah cosmomu lebih kuat, lebih-lebih dan lebih kuat lagi supaya kau bisa mendapatkan kekuatan sejati dan juga Gold Cloth yang ada di punggungku ini Issei, karena hanya orang-orang terpilih yang menjadi Gold Saint Issei." Ucap Naruto panjang lebar dan itu membuat Issei makin kagum.

"SU-GOIII! Nii-san terpilih dari 12 orang menjadi Gold Saint, kau memang juara Nii-san." Ucap Issei dan itu membuat Naruto pun tersenyum, tak terasa Issei sampai di ruangan Rias yang sudah berkumpul bersama Akeno, Kiba dan Koneko.

"Naruuuuu..."

Brukk...

Trangg...

Tanpa aba-aba Akeno sang queen sadistic Rias pun menubruk Naruto dan akibatnya Naruto pun langsung terjatuh dan kotak besi emasnya pun terlempar akibat terjangan dari Akeno dan hal itu juga membuat Rias pun sweatdropp.

"setidaknya kau melakukannya di ranjang buka di hadapanku dasar wanita penggoda." Ucap Rias yang sedikit kesal namun Akeno yang memeluk Naruto itu pun hanya senyum-senyum saja. "ara-ara~ apa kau mau Bucho? Kau mau di peluk atau kau mau perawanmu diambil oleh Naru bucho fufufu~." Ucap Akeno dengan seenak jidatnya, dan itu membuat Rias sedikit emosi. "jangan bercanda kau Akeno!" ucap Rias.

"sudah-sudah Rias, Akeno-chan tolong jangan goda tuanmu itu. aku jadi tidak enak karena aku kalian jadi bertengkar seperti ini." Ucap Naruto yang sudah bangun dari tidurannya atau terjangan Akeno namun tangan kanan Naruto pun tetap di apit di tengah-tengah dada kenyal Akeno yang menurut Author Akeno sudah seperti perangko sama suratnya.

"bagaimana kesan pertamamu sebagai Iblis? Apakah menyenangkan menjadi keluargaku dan milikku?" ucap Rias dengan nada tenang tidak semarah kepada Akeno. "eto... banyak yang berubah bucho, pandangan mataku semakin tajam di malam hari, tubuhku seperti terisi kekuatan saat bulan menyinari diriku." Ucap Issei dengan polosnya.

"Kalau kamu terus bersamaku, gaya hidup dan masa depanmu akan cerah." Ucap Rias sambil mengedipkan matanya, Issei pun menunduk depresi karena mengetahui kalau selamanya adalah Iblis.

"Sejujurnya, ada sistem peringkat diantara para Iblis. Yaitu sesuatu yang disebut gelar kebangsawanan. Aku juga punya. Tempatmu lahir dan dari keluarga mana kamu lahir berperan besar menentukan gelar ini, tetapi ada juga Iblis yang meningkatkannya sendiri. Semuanya memulainya sebagai 'pemula' terlebih dahulu." Ucap Rias menjelaskan sistem itu kepada Issei meskipun memang otak Issei pas-pasan, tapi Naruto pun paham hal tersebut.

"Bisakah Senpai berhenti mengatkannya seolah–olah ini seperti perekrutan sistem MLM? Tetapi, serius nih? Aku masih belum bisa memepercayainya." keluh Issei, kemudian Rias berbisik ditelinga Issei. Issei pun bisa mencium wangi surai merah Rias yang harum sekali. Dan itu membuat Issei pun terbuai

"Ngomong–ngomong, kamu bisa memulai kehidupannmu dimana kamu menjadi populer diantara perempuan." Bisik Rias dan itu membuat Issei terkejut.

"Bagaimana caranya!?" ucap Issei yang sepertinya pikiran mesumnya sudah muncul.

"Kebanyakan Iblis murni tewas dalam perang pada jaman dahulu kala. Karena itu, kami, para Iblis mulai membuat banyak pelayan. Yah, kami telah kehilangan banyak kekuatan sehingga kami tidak bisa membentuk pasukan sebesar di masa lalu. Tetapi meskipun demikian, kami perlu terus meningkatkan jumlah Iblis. Sama seperti manusia, terdapat Iblis dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan dan kami pun mampu melahirkan. Tetapi bahkan dengan kelahiran normal, butuh banyak waktu untuk kembali ke jumlah populasi yang sama seperti sebelumnya. Angka kelahiran Iblis juga sangat rendah, sehingga kami tidak akan sanggup melawan [Da-Tenshi]. Jadi kami mencari manusia berkualitas dan menjadikan mereka menjadi ibis. Sebagai pelayan kami, begitulah..." ucap Rias dengan gamblangnya, dan itu juga memantik rasa penasaran Naruto.

"cotto matte, perang seperti apa yang kau lakukan di masa lalu Rias? Dan jadi kalian merekrut banyak manusia untuk di jadikan hidup abadi?" ucap Naruto dengan rasa penasarannya. "itu adalah perang ratusan tahun silam antara tenshin, da-tenshin dan kami juga Akuma Naruto-kun dan manusia yang kami rekrut itu memang hanya orang-orang yang terpilih yang mempunyai kekuatan khusus Naruto-kun seperti Akeno yang mempunyai sihir petir, Kiba yang punya seni berpedang yang kuat serta Koneko yang mempunyai senjutsu." Ucap Rias menyakinkan Naruto dan itu membuat fikiran Naruto melayang.

"jadi memang bukan manusia biasa ya? Sepertinya ini menarik untuk di bicarakan." Inner Naruto

"Jadi aku memang seorang pelayan." Ucap Issei yang seperti depresi mendengar kata 'pelayan' itu. "Issei aku ini juga pelayan Athena-sama yaitu Miya Asama, tapi aku bangga melayani seorang dewi bumi seperti Athena." Ucap Naruto, bukan menghibur Issei justru ia makin kehilangan semangat.

"Oh, jangan memasang wajah seperti itu. Sekarang, langsung saja. Karena semua tersebut hanya meningkatkan jumlah pelayan, tetapi tidak meningkatkan jumlah Iblis kuat. Jadi para Iblis menambahkan peraturan baru. Kemungkinan dan kesempatan diberikan kepada Iblis kuat dari reinkarnasi, atau dalam kata lain Iblis yang terlahir kembali dari manusia. Iblis yang terlahir kembali juga akan diberikan gelar bangsawan jika mereka sangat kuat. Karena itu ada banyak Iblis dalam masyarakat manusia. Ada Iblis sepertiku yang datang ke masyarakat manusia juga. Ise, mungkin kamu tidak menyadari tetapi mungkin kamu pernah beberapa kali berpapasan dengan Iblis ketika berjalan–jalan." Ucap Rias yang membuat Issei pun terangkat kembali kepalanya

"Hah, kalau begitu Iblis selalu didekat kita!?" ucap Issei.

"Ya, meskipun ada orang yang bisa membedakan antar Iblis dengan manusia biasa dan ada orang-orang yang tidak bisa. Orang dengan keserakahan besar atau orang yang ingin mendapatkan bantuan dari Iblis biasanya dapat membedakan kami dengan mudah. Kami biasanya dipanggil oleh orang yang dapat mengenali Iblis menggunakan selebaran dengan lingkaran sihir yang kami berikan. Ada orang-orang sepertimu Ise, yang dapat membedakan Iblis tetapi tidak percaya pada keberadaan kami. Meskipun kebanyakan biasanya langsung percaya jika mereka melihat kekuatan sihir." Ucap Rias menjelaskan satu hal yang tidak di ketahui Issei.

"Jadi artinya dengan metode yang tepat aku juga bisa mendapatkan gelar kebangsawanan!?" ucap Issei yang mulai bersemangat kembali. "Ya. Bukannya tidak mungkin. Tetapi tentu saja, kamu memerlukan banyak waktu dan upaya untuk mencapainya" ucap Rias yang membuat darah Issei pun bergejolak

"Oh Yeeeeesssssssssss!" ucap Issei dengan semangat ala 45 indonesia."Serius nih!? Aku bisa membuat haremku sendiri!? Aku juga bisa berhubungan seks dengan mereka juga kan!?" lanjut Issei, dan itu di angguki oleh Rias. "Ya, kalau dengan pelayanmu sendiri, aku rasa tidak ada masalah." Ucap Rias yang membuat Issei makin membara seperti semangat muda (mirip rock lee)

"Oooohhhh yeaaah! Menjadi Iblis sungguh menakjubkan! Yessss! Aku tidak bisa menenangkan diri lagi! Aku mungkin bisa membuang majalah porno...Tidak jangan majalah pornoku. Tidak. Aku tidak bisa membuang mereka. Itu adalah hartaku. Aku masih bisa menggunakannya sampai ibuku menemukannya! Ini dan itu adalah masalah yang berbeda. Ya. Ini adalah masalah yang berbeda! " ucap Issei membuat Naruto pun tersenyum, memang dia juga yang tahu faktanya bahwa ia juga yang mengetahui majalah porno itu.

"Fufufu. Anak ini benar-benar lucu." Ucap Rias."Ara. seperti yang Anda katakan, dia membuat saya merasa seperti saya memiki adik yang sangat bodoh, tidak justru memang adik iparku karena aku akan menikah dengan calon suamiku yaitu Saint-kun Naruto fufufu~." Ucap Akeno yang tetap saja tak rela melepaskan tangan kanan Naruto di dadanya sementara Naruto melihat Akeno tertawa hanya tersenyum saja.

"Ne Issei, apa kamu lupa bahwa kamu juga sudah akan mempunyai Istri juga yaitu Momo Hanakai sekertaris Sona?" ucap Naruto yang membuat Rias dan Akeno pun terkejut. "k-kau m-mengh-hamili Momo Issei?" ucap Rias dan itu membuat Issei pun malu-malu sendiri.

"ehem... Pendeknya Ise. Kamu mau menjadi pelayanku kan? Kalau kamu punya potensi, akan muncul tanduk di kepalamu. Dan kemudian, Kamu bisa menerima gelar kebangsawanan tak perduli istrimu nanti adalah Momo." ucap Rias menanyakan keteguhan hati Issei "hai' Bucho aku sanggup." Ucap Issei

"Oke! Kalau begitu Buchou! Ajari aku bagaimana caranya menjadi Iblis! " ucap Issei yang sudah di pucuk semangatnya itu dan itu membuat Rias pun tersenyum bahagia. "Jawaban bagus. Anak Pintar. Oke, aku akan mengubahmu menjadi seorang pria sejati." Rias pun menyentuh dagu Issei dengan jarinya untuk menggoda Naruto, namun Naruto hanya tersenyum tanpa apapun ekspresi cemburu.

"sekarang kau duduk di sini di tengah-tengah lingkaran sihir Issei, ada sesuatu yang mau aku berikan. " ucap Akeno yang berjalan menuju ke Issei meskipun Akeno merasa berat satu detikpun tak mengapit tangan calon suaminya Naruto di dadanya demi memanjakan hasratnya.

"Sekarang kamu dapat mulai pekerjaanmu sebagai Iblis profesional." Ucap Rias dan itu membuat Issei semangat lagi namun bingung,

"Oh! Sekarang aku bisa mengadakan perjanjian!?" ucap Issei dan itu di angguki oleh Rias "Ya itu benar. Meskipun, karena ini adalah pengalaman pertamamu kamu akan mengadakan perjanjian kontrak dengan seseorang dengan keinginan kecil. Sebelumnya, Koneko menerima dua kontrak. Karena sulit untuk melakukan keduanya sekaligus, aku akan memberikan satu untukmu. " ucap Rias dan menunjuk ke arah Koneko.

"Tolong bantu saya ..." ucap Issei sementara Akeno yang sedang membuat suatu lingkaran sihir untuk Issei. Kemudian lingkaran sihir ini mulai memancarkan cahaya biru dan putih.

"Hmmm..."

"Diam Ise. Akeno sedang memasukan segel terukirmu ke dalam lingkaran sihir." Ucap Rias yang sedari tadi Issei asik saja penasaran dengan tubuh Akeno, kemudian tercipta lingkaran sihir merah lambang gremory di kaki Issei

"Ise, Letakan telapak tanganmu ke sini." Ucap Rias yang maju ke arah Issei kemudian Issei menaruh tangan kirinya kearah Rias, dan Rias mulai menulis sesuatu di telapak tangan Issei dengan jari-jarinya. Seketika telapak tangan Issei mulai bersinar. Ada simbol lingkaran, lingkaran sihir terukir di tangan Issei. Lingkaran sihir yang bersinar dengan warna biru dan putih.

"Segel sihir ini digunakan untuk transportasi dan dapat memindahkanmu langsung ke tempat klien. Dan setelah selesai perjanjian kontrak kamu juga bisa langsung kembali ke ruangan ini." Ucap Rias menerangkan dan hanya di angguki oleh Issei

"Akeno, apakah kamu sudah siap?" ucap Rias dan Akeno pun mengangguk kemudian keluar dari lingkaran sihir yang di buatnya. "Sekarang berdiri di tengah-tengah itu." Titah Rias kepada Issei, kemudian Issei pun berdiri di titik tengah lingkaran sihir seperti perintah Rias. Kemudian lingkaran sihir itu mulai bersinar dalam warna biru kuat.

"Lingkaran sihir bereaksi terhadap klien. Sekarang kamu akan dipindahkan ke lokasi tersebut. Kamu sudah memiliki panduan tentang apa yang harus dilakukan setelah sampai disana kan? " ucap Rias yang mulai memacu semangat Issei

"Ya!" ucap Issei dengan sangat semangat 98 (semangat pemberontak hahaha...)

"Jawaban bagus. Sekarang pergilah! " ucap Rias, lalu lingkaran sihir di bawah kaki Issei mulai bersinar lebih kuat, Banyak cahaya yang menutupi seluruh tubuh Issei. Issei pun menutup matanya karena terlalu terang, namun apa yang terjadi? Ternyata lingkaran sihir tersebut tak bereaksi dengan kekuatan Issei. Rias pum tampak risau dan meletakkan tangannya di keningnya.

"Ara, ara" ucap Akeno dengan wajah kecewa. Kiba pun mendesah malu karena baru kali ini terjadi dan Issei pun mulai kesal kenapa bisa terjadi dan Naruto di samping Issei pun juga berfikir.

"apa yang terjadi dengan Issei ya? Masaka kekuatannya belum cukup?" inner Naruto

"Ise." Ucap Rias memanggil pionnya itu. "Ya." Sahut Issei

"Sayangnya kamu tidak dapat menggunakan lingkaran sihir untuk dipindahkan ke tempat klien." Ucap Rias dengan nada kecewa menyesalkan kejadian ini. "Lingkaran Sihir membutuhkan sejumlah kekuatan sihir... Sebenarnya tidak banyak. Hal ini biasanya dapat dilakukan oleh Iblis manapun, bahkan anak-anak. Transportasi dengan lingkaran sihir adalah hal pertama dan termudah saat menjadi Iblis. " sambungnya lagi. "jadi dengan kata lain apa Bucho?" ucap Issei dengan nada sedikit takut terjadi hal buruk.

"Dengan kata lain Ise, kekuatan sihirmu dibawah anak-anak. Kekuatan sihirmu begitu rendah sehingga lingkaran sihir tidak dapat meresponnya. Ise, kekuatan sihirmu sangat rendah." Ucap Rias dengan menyesal.

"Apa-apaan itu!" ucap Issei sekaget-kagetnya mendengar kata-kata Rias yang seakan membuat duniannya berguncang seketika. "Buruk sekali ..." ucap Koneko dengan ekspresi datarnya mengungkapkan hal yang sangat memalukan ini.

"Ara, ara, ini benar benar masalah. Apa yang harus kita lakukan Buchou? " ucap Akeno dengan nada menggoda namun ekspresinya beda. "kurasa aku bisa membantu Issei kali ini." Ucap Naruto yang membuat Rias dkk termasuk Issei pun memperhatikan Naruto.

"dengan cara apa kau bisa membantu Issei Naruto-kun?" ucap Rias dengan nada selidik ingin tahu apa yang mau Naruto katakan. "sebelumnya dengarkan baik-baik, memang Issei tidak bisa menggunakan sihir apa-apa karena aku mendeteksi cosmonya sangat rendah hingga Akhirnya kejadiannya memang seperti ini, tapi aku akan mengajarinya jurus yang selama ini aku kuasai yaitu psycokinesisRias, meskipun ini sedikit lebih rumit dari yang kalian bayangkan." Ucap Naruto yang membuat Rias, Akeno, Koneko dan juga Kiba bahkan Issei pun bingung.

"hmmm... ano lebih rumit, apa maksudmu Naru?" ucap Akeno dengan kebingungan yang melanda otaknya itu dan membuat Naruto pun menghela nafas. "psycokinesis adalah jurus yang menggunakan inti cosmo ke 8 yaitu arayashiki yang membuat penggunanya bisa berpidah-pindah tempat dengan sangat cepat dan juga tidak terhingga jarak dan waktu, selain itu kalian ingat kan latihanku dengan kiba tadi siang?..." ucap Naruto dan itu di angguki oleh semua orang di sana.

"aku menggunakan jurus itu juga yang membuatku tak keluar banyak cosmo dan mampu menghentikan bahkan menyerang tanpa perlu menggunakan terlalu banyak jurus, karena inti cosmo ke 8 itu adalah otak. Dengan kata lain psycokinesisadalah kemampuan inti otak merespon serangan." Ucap Naruto, Rias pun merasa tidak puas dengan apa yang di katakan Naruto. "Naruto-kun, bisakah kau buktikan dengan lebih rinci seperti apa pyscokinesis itu?" ucap Rias yang bertanya.

"serang aku dengan kemampuan terbaik yang kalian punya, aku akan buktikan apa itu psycokinesis yang sesungguhnya." Ucap Naruto, Akeno dan Rias pun berpandangan meminta persetujuan masing-masing dan dua-duannya pun mengangguk, setelah itu baik Rias dan Akeno pun berdiri di depan Naruto dengan jarak 15 meter untuk menguji kekuatan Naruto.

"aku mulai Naruto-kun "POWER DESTRUKTION" "

"aku juga Naru sayang "RAIKIRI" "

Wuussshhhh...

Serangan bola merah kehitaman Rias dan petir berskala kuat meluncur dengan cepat menuju Naruto yang kemudian memejamkan mata untuk membuktikan jurusnya itu, dan beberapa detik saja Naruto pun membuka matanya dan cosmo emasnya pun muncul dari sekujur tubuh Naruto.

Dhuarrr...

Jurus Akeno dan Rias yang di lepaskan dengan skala kuat pun dapat di musnahkan dengan hanya kedipan mata Naruto atau kekuatan cosmo Naruto tanpa ia bergerak satu langkahpun dan itu membuat Rias dan Akeno pun kaget.

"mu-mustahil jurus klanku bahkan tak berefek apa-apa." Ucap Rias yang merasakan tekanan tinggi cosmo Naruto memusnahkan bola merah kehitamannya. "ara-ara... jurusku bahkan di hancurkan dengan sangat mudahnya fufufu~." Ucap Akeno yang merasa terkejut namun ciri khasnya tidak hilang yaitu senyum dan cara bicaranya.

"itulah jurus psycokinesis yang sebenarnya dan satu hal lagi..." ucap Naruto, tiba-tiba di sekeliling Issei pun terdapat kekai biru dan unsur petir di dalamnya, dan tiba-tiba Issei pun menghilang tanpa jejak sedikitpun. Dan itu membuat Rias makin kaget dengan hal yang tidak terduga ini. "Na-Naruto-kun kemana Issei? Kau kirim kemana Issei pionku?" ucap Rias yang sedikit Khawatir dengan Issei pionnya.

"tepat ada di depan Akeno..." ucap Naruto kemudian muncul kekai biru yang memunculkan Tubuh Issei.

Gyuuuttt...

Namun karena cara tiba Issei yang sedikit terpeleset, Issei pun terjatuh. Namun kepalanya tidak jatuh karena di topang payudara Akeno yang lembut dan kenyal itu.

"ooohhhh... demi maou beginikah rasanya oppai Akeno-san? Enak sekaliiiiii..." inner Issei.

"ara-ara~... apa kau mau terus bersantai di payudaraku Issei-kun? Ini milik Naru loh ufufufu~." Ucap Akeno dengan nada menggoda Naruto, namun Naruto tak pernah tergoda sama sekali dan hanya tersenyum saja. "oh go-gomen A-akeno-san gomen jangan setrum aku..." ucap Issei yang merasa Akeno akan marah dan menyetrumnya tapi tidak.

"Naruto-kun tadi itu apa? Kenapa kau bisa menteleport Issei dengan mudahnya? Bahkan kami bangsa Iblis pun tidak bisa sembarangan teleportasi karena jaraknya terbatas." Ucap Rias karena ia penasaran kenapa hal itu bisa terjadi. "psycokinesis bukan hanya menyerang atau bertahan Rias, Tapi bisa teleportasi kemanapun kau mau ataupun mengirim barang, orang lain dengan baik tanpa batas jarak ataupun waktu. Aku menguasainya saat umurku 5 tahun Rias lewat latihan yang sangat keras dari Mu-sensei Gold Saint Aries terdahulu." Ucap Naruto dan Rias pun hanya ber"owh" ria, namun ekspresi Akeno pun berubah seperti ia khawatir mendapat pesan sesuatu dan itu di lihat oleh Rias.

"Akeno apakah sesuatu terjadi?" ucap Rias yang menanyakan hal yang sepertinya gawat

"Kita menerima perintah berburu dari Bangsawan Besar." Ucap Akeno dan itu mulai memantik rasa ingin tahu Naruto. "berburu? Apa maksudmu Akeno-chan?" tanya Naruto

"Iblis yang awalnya adalah pelayan dari Iblis dengan gelar bangsawan tetapi kemudian mengkhianati atau membunuh tuannya. Kasus seperti itu sering terjadi. Iblis punya tenaga yang sangat kuat. Kamu bahkan tidak bisa membandingkannya dengan ketika mereka masih manusia. Karena itu ada juga yang memilih untuk menggunakan kekuatan itu untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka meninggalkan tempat tuan mereka dan mengamuk di seluruh daerah disekitarnya. Itulah "Ex-Iblis" ucap Rias menjelaskan, hal itu membuat Naruto berfikir kembali bahwa ia juga pernah menghabisi da-tenshin dan juga iblis.

"baiklah Rias tolong tunjukan jalannya." Ucap Naruto yang di angguki oleh Rias sendiri. "kau mau ikut Naru?" ucap Akeno sepertinya ia khawatir dengan keselamatan Naruto meskipun ia tahu kemampuan kekasihnya melebihi dirinya sendiri.

"daijobu Akeno-chan, ini juga misi dari Athena-sama, beliau tidak senang ada yang mengganggu manusia dan membunuhnya tanpa alasan yang jelas. Ayo kita ke sana." Ucap Naruto dan mereka berangkat dengan lingkaran sihir dan Naruto khusus dengan psycokinesis nya sendiri


At gudang luar kota Kuoh 00:00 AM

Naruto dkk akhirnya sampai di sebuah gudang atau lebih tepatnya pabrik yang tidak terpakai, tempat yang sangat-sangat gelap tanpa penerangan hanya sinar bulan, keadaan yang sangat sepi, banyak rumput-rumput liar yang tumbuh tanpa di urus membuat tempat ini lebih cocok jadi markas tempur di bandingkan tempat ibis

"Bau darah..." ucap Koneko yang mencium bau yang sangat menyengat sekali. "benar Koneko-chan dan cosmo ini bukan cosmo yang biasa, ini cosmo murni iblis." Sambung Naruto yang membuat Issei kebingunan sendiri dengan apa yang mereka katakan.

"tapi bukan hanya itu, aku merasakan cosmo yang tak asing tapi siapa? Gold Saint kah? Inner Naruto

"Ise, ini kesempatan yang tepat untuk mengetahui seperti apa rasanya bertarung." Ucap Rias dengan ekspresi bercakak pinggang. "Tunggu, anda serius!? Aku yakin bahwa aku tidak akan banyak berguna!" ucap Issei yang kaget, diandalkan? Dia saja selalu berlindung di ketiak Naruto kakaknya.

"Ya. Sekarang memang tidak mungkin." Ucap Rias dan itu sukses membuat Issei pundung tak karuan. "Tapi Kamu dapat melihat seperti apa pertempuran Iblis. Hari ini cukup berkonsentrasi dan lihat bagaimana kami bertarung. Oh ya. Sekalian aku juga akan menjelaskan sifat bawaan dari para pelayan." Ucap Rias lagi.

"Menjelaskan? Sifat bawaan pelayan?" tanya Issei dengan ekspresi yang sulit di baca.

"Iblis yang menjadi tuan memberikan suatu ciri atau sifat kepada mereka yang akan menjadi pelayan mereka. Ya itu mungkin ini saatnya aku menjelaskan tentang hal itu dan sejarah para Iblis... Jaman dahulu kala terjadi perang tiga pihak antara Iblis, [Da-Tenshi], dan [Kami] beserta dengan [Tenshi] pengikutnya. Ketiga pihak memiliki jumlah pasukan yang besar dan mereka telah berperang sejak waktu tidak tertentu. Akibatnya, ketiga pihak kehilangan sebagian besar pasukan mereka dan perang selesai beberapa ratus tahun yang lalu tanpa ada pihak yang menang." Ucap Rias menjelaskan hal itu secara rinci.

"Para Iblis tak terkecuali. Iblis besar dengan gelar bangsawan yang memerintah sekitar 20 atau 30 pasukan kehilangan sebagian besar pelayan mereka karena perang. Mereka kehilangan begitu banyak sehingga mereka bahkan tidak bisa membentuk pasukan baru." Ucap Kiba melanjutkan apa yang di katakan Rias.

"Saya mendengar bahwa sebagian besar Iblis murni tewas dalam peperangan itu. Tetapi bahkan setelah perang, masih ada masalah diantara Iblis, [Da-Tenshi] dan [Kami]. Bahkan walaupun para [Tenshi] dipihak [Kami] juga kehilangan sebagian besar pasukan mereka, kita masih dalam posisi di mana kita tidak bisa mengendurkan kesiagaan kita atau kalau tidak kita akan berada dalam kesulitan." Ucap Akeno menyambung kembali apa yang di katakan Kiba

"Kemudian para Iblis memutuskan untuk membuat suatu sistem untuk membentuk sekelompok kecil pasukan. Yang disebut Bidak Iblis." Dan di Akhiri Rias lagi dan itu membuat otak bodoh Issei bekerja seperti mesin diesel, berasap dan bau.

"Bidak Iblis?" tanya Issei, dan di jelaskan kembali oleh Rias

"Iblis dengan gelar kebangsawanan memutuskan untuk menerapkan sistem permainan manusia yaitu 'Catur' kepada pelayan mereka. Sebenarnya itu sarkasme karena sebagian besar para pelayan adalah Iblis yang hidup kembali dari manusia. Sejak itu catur menjadi permainan yang populer di dunia Iblis. Kita kesampingkan hal itu terlebih dahulu. Iblis yang menjadi tuan adalah 'Bidak Raja'. Kalau dalam kelompok kita berate itu adalah aku. Dari sana mereka menciptakan 5 ciri khusus yang terdiri dari Bidak Ratu, Bidak Benteng, Bidak Peluncur Bishop, dan Bidak Kuda. Karena mereka tidak bisa membentuk pasukan besar, mereka memutuskan untuk memiliki sejumlah kecil Iblis tetapi memberi mereka kekuatan yang sangat besar. Sistem ini dibuat dalam dalam ratus tahun terakhir, dan langsung menjadi populer di kalangan Iblis dengan gelar kebangsawanan." Ucap Rias yang membuat Issei makin berfikir tak jelas.

"Populer? Maksudnya aturan catur itu?" ucap Issei

"Mereka mulai bersaing satu sama lain. Misalnya seperti, "Bidak kuda ku lebih kuat!", Atau "Tidak, Bidak Bentengku lebih kuat!" Dan akhirnya para Iblis kalangan atas mulai memainkan permainan seperti catur melawan satu sama lain menggunakan pelayan Iblis mereka. Kami menyebutnya "Permainan Rating". Pendeknya permainan ini menjadi sangat populer di kalangan Iblis. Bahkan sekarang ada turnamennya. Kekuatan "Bidak" dan juga seberapa kuat mereka dalam permainan ini mempengaruhi status sosial mereka sebagai Iblis, dan gelar kebangsawanan mereka. Ada sesuatu yang disebut "Keleksi Bidak" di mana mereka mengumpulkan manusia dengan bakat tertentu dan menjadikan mereka bidaknya. Hal ini sangat populer dewasa ini. Pelayan berbakat menentukan status sosial mereka." Ucap Rias kembali dan hal itu memang sangat memusingkan untuk Issei fikirkan.

"Aku belum menjadi Iblis dewasa, jadi aku belum bisa berpartisipasi dalam turnamen resmi. Bahkan jika aku bisa, ada hal-hal yang saya harus kulakukan sebelum bisa bermain. Singkatnya, Ise dan para pelayanku lainnya di sini belum bisa berpartisipasi dalam permainan itu untuk sementara waktu." Tambah Rias, membuat Naruto pun bengong saja namun ia pun hanya di belakang saja memperhatikan Rias berbicara ala kadarnya.

"Jadi, apakah itu berarti bahwa Kiba dan yang lainnya belum pernah bermain dalam pertandingan itu?" tanya Issei kepada tuannya itu. "Ya." Dan hal itu di jawab langsung oleh kiba

"Buchou, apa peran dan ciriku? Dan bidak apakah aku?" tanya Issei karena penasaran seperti apa perannya selama ia menjadi iblis keluarga Gremory

"Ise, kalau kamu..."

"gomen jika aku mengganggu basa-basimu Issei dan Rias, Ada yang datang." Ucap Naruto memotong percakapan Issei karena Naruto merasakan cosmo jahat yang kuat

"Aku bisa mencium bau sesuatu yang menjijikkan. Tapi aku juga bisa mencium sesuatu yang lezat. Sepertinya manis? Atau masam? Khukhukhu..." terdengar suara yang sangat mengerikan di depan mereka semua. "Vaizor si Ex-Iblis. Kami di sini untuk memusnahkanmu!" Ucap Rias yang mempersiapkan diri untuk peperangan antar iblis.

"Naruto-kun, lihat cara kami bertarung sebagai Iblis." Ucap Rias dan itu membuat Naruto meletakan kotak besinya di tanah dan ia pun mundur ke belakang

"Kwakwakwakwakwakwakwa..." tawa sang iblis yang bercirikan seorang wanita atau mungkin ½ wanita dengan bagian atasnya telanjang, tetapi tubuh wanita itu melayang dan ukuran tubuhnya raksasa, bagian tubuh bawahnya mirip seperti falcon namun ekornya seperti ular biasa dengan

"Karena Meninggalkan sisi tuanmu, dan mengamuk sesuka hati, kamu benar benar pantas mati. Dalam nama bangsawan Gremory, dengan senang kami akan memusnahkanmu!" ucap Rias dengan lantang mengucapkan hal tersebut

"Dasar perempuan licin! Aku akan merobek-robek tubuhmu dan mewarnainya merah seperti rambutmu!" ucap Vaizor yang mulai marah akan sosok perempuan yang menyebalkan itu.

"ini mirip seperti moster di Asgard tapi tubuhnya sebesar Cerberus Hades, mahluk apa ini?" inner Naruto.

"Vaizor berbicara dengan bergaya. Yuuto!" titah Rias yang kemudian bersiap dengan pedangnya yang sebelumnya bertarung dengan Naruto.

"Siap!" ucap Kiba dengan sigap.

Swoof!

Kiba pun memulai dengan bergerak cepat tepat di depan Issei. "Ise, akan kulanjutkan pelajaran sebelumnya, posisi Yuuto adalah 'Bidak Kuda'. Sifat dan cirinya adalah kecepatan. Mereka yang menjadi Bidak Kuda akan meningkat kecepatannya, Dan senjata andalan Yuuto adalah pedang seperti tadi siang saat Naruto-kun berlatih dengannya." Ucap Rias yang menjelaskan lebih detail mengenai bidak kudanya itu, selagi Rias menjelaskan. Rakasa itu menggunakan tombaknya untuk menyerang Kiba, tetapi Kiba dengan cepat sekali bisa menghindar dengan cepat. Kiba tiba-tiba menghentikan gerakannya dan dia memegang sebuah pedang Eropa. Dia mencabut pedang itu dari sarungnya dan pedang tersebut mencerminkan cahaya bulan.

Swoof.

"Gyaaaaaaaaaah!" jerit Vaizor karena Kiba menebas kedua tangan monster itu bersama dengan tombak yang dia pegang dan hasilnya darah menyembur keluar dari bekas tebasan kiba.

"Itu adalah kekuatan Yuuto itu. Kecepatan tinggi yang tidak dapat diikuti mata, dan keterampilan pedang yang profesional. Dengan menggabungkan keduanya, ia menjadi Bidak Kuda tercepat." Ucap Rias lagi sementara Naruto yang melihat pun sangat terkesan karena kiba yang ia lihat sangat lemah dan rapuh, belum selesai serangan tim Rias, terdapat bayangan kecil di dekat kaki rakasa itu dan itu adalah Koneko sang bidak benteng

"Berikutnya adalah Koneko. Dia adalah "Bidak benteng". Sifat ciri dari benteng adalah-"

Bruak!

Belum selesai Rias menjelaskan, Vaizor mencoba menginjak Koneko, Tapi kaki rakasa itu tidak menyentuh tanah, dikarenakan kakinya di tahan oleh Koneko dengan sekuat tenaganya dan sukses membuat kaki monster itu terangkat. "Sifat dari benteng cukup sederhana. Yaitu Kekuatan Super dan juga pertahanan yang sangat kuat. Tidak mungkin bagi Iblis sekaliber itu bisa menginjak Koneko. Dia tidak bisa menghancurkan Koneko." Ucap Rias yang percaya diri karena melihat kekuatan dari perempuan lolicon itu

"Terbang..." ucap

Koneko melompat tinggi dan meninju perut rakasa dengan sangat tajam.

Bang!

Tubuh besar rakasa itu terlempar ke belakang dengan sangat cepat tidak terlhat bahwa tubuh kecil Koneko berkekuatan sangat luar biasa. "Terakhir Akeno, Akeno adalah 'Bidak Ratu'. Dia adalah yang terkuat setelah aku. Dia adalah ratu tak terkalahkan yang memiliki semua ciri dan sifat Pion, Kuda, Peluncur, dan Benteng, dan kau tahu Issei ia sangat menyayangi Onii-san mu itu." ucap Rias dan Issei pun hanya o ria saja

"Oh, sepertinya Kamu masih memiliki beberapa energi yang tersisa dalam dirimu. Lalu bagaimana dengan ini?" ucap Akeno yang tubuhnya pun mulai di aliri petir-petir yang menyala-nyala, terutama Naruto pun memperhatikan wanita yang akan menjadi ibu dari anak-anaknya. Akeno mengakat tangannya ke atas.

-JLEGAR-.

Tiba-tiba langit tampak bercahaya, dan petir menyambar rakasa tersebut dengan sangat kuat, Vaizor menerima sambaran listrik dengan telak dan seluruh tubuhnya terbakar dan asap mengepul keluar dari tubuhnya.

"Ara, sepertinya Kamu masih bersemangat. Kalau begitu kamu masih bisa menerimanya lagi." Ucap Akeno yang mulai dengan gayanya yang biasa, lembut namun seram.

JLEGAR.

Petir kembali menyambar Vaizor dengan keras dan membuatnya gosong.

"Gwaaaaaaah!" teriak Vaizor yang merintih kesakitan karena serangan sadistic dari Akeno, wajah Akeno yang menyambarkan petir tampak dingin dan menakutkan meskipun dia tersenyum. "Akeno unggul dalam menggunakan serangan sihir. Dia bisa menggunakan elemen alam seperti petir, es api, dan dan semacamnya. Dan yang terutama dari semua, dia adalah seorang Sadis, memang Biasanya dia sangat baik. Tapi begitu pertempuran dimulai, dia tidak akan berhenti sampai ia tenang." Ucap Rias dengan sedikit menyindir sikap dari ratu sadisticnya itu dengan enteng seolah-olah itu sangat mudah.

"Hiks... Akeno-san menyeramkan..." ucap Issei dengan nada ketakutan bahkan sangat ketakutan. "Kamu tidak perlu takut, Ise. Akeno sangat baik kepada rekan–rekannya, jadi tidak adak masalah. Dia bahkan mengatakan kalau kamu lucu. Lain kali, bermanja–manjalah padanya. Dia pasti akan memelukmu dengan hangat, dan karena statusnya sekarang pacarnya Naruto-kun maka kesempatan kau untuk bermanja-manja semakin besar karena mungkin ia jadi Onee-sama mu." uca

"Fufufufufufu. Berapa banyak petir saya dapat kamu terima Rakasa-san? Kamu masih belum boleh mati. Karena yang akan emnamatkanmu adalah tuanku. Ohohohoh! Naru sayang~ apakah itu cukup bagus untukmu? Atau kau ingin aku menunjukan lebih banyak petir untuk menyiksanya? Fufufu~..." ucap Akeno yang melirik pasangan alias calon suaminya itu di belakang.

"terserah kaulah Akeno, jika Monster itu mati itu tidak masalah untukku. Aku hanya penonton di sini." Ucap Akeno dan petir itupun menyambar monster itu. Setelah Akeno-san mulai tenang, Rias menegaskan hal itu dan menganggukan kepalanya. Rias pun mendekati rakasa yang sudah kehilangan energi untuk melawan itu, kemudian Rias menaruh tangannya ke rakasa tersebut.

"Ada pesan terakhir?" ucap Rias yang mulai memasang lingkaran sihir merah lambang Gremory di bawah tubuh Vaizor. "Bunuh saja aku." Ucap monster itu yang membuat ia sudah pasti pasrah akan di bunuh.

"Begitu? Kalau begitu musnahlah."

Boom!

Sebuah bola sihir hitam raksasa melesat keluar dari telapak tangan Rias, ukurannya cukup besar untuk membungkus seluruh tubuh rakasa itu. Bola sihir menelan tubuh rakasa itu dan Ketika bola sihir itu menghilang, begitu seluruh tubuh rakasa itu.

"Semuanya sudah berakhir. Kerja bagus, semuanya." Ucap Rias dan itu membuat Rias dkk mengakhiri perang itu, namun tidak untuk Naruto yang masih merasakan como aneh yang tak asing baginya. "Buchou, masih ada hal yang Belum buchou katakan." Ucap Issei yang masih penasaran dengan bidakknya itu

"Apa itu?" ucap Rias dengan nada senyum yang sangat hangat di lihat oleh siapapun."Bidakku ... lebih tepatnya posisiku sebagai pelayanmu." Ucap Issei yang berharap posisinya adalah bagus

"Kamu adalah Pion. Ise, Kamu Bidak pion." Ucap Rias yang membuat Issei pun pundung lantah karena posisinya paling rendah.

"hmmm...hmmmm...hmmmm..." namun apa yang mereka harapkan nyatanya tidak seperti apa yang Rias kira, di depan mereka muncul 3 orang bertubuh tegap namun di tutupi jubah hitam keunguan yang membuat orang-orang itu seakan seram dengan tawa jahat mereka, dan inilah yang membuat Naruto sangat khawatir.

"ternyata tebakanku benar, apakah kalian di minta oleh Hades kemari?" ucap Naruto yang membuat Rias dkk melongo saja. "si-siapa mereka Naruto-kun? Mereka terlihat sangat menyeramkan dengan jubah itu." ucap Rias yang mulai ketakutan akan sosok yang menakutkan di depan itu.

"hmm...hmm... kami adalah Spectre pilihan Hades-sama untuk membunuhmu Gold Saint Naruto no Aries..."

Basssstttt...

Kain jubah hitam keunguan yang menutup tubuh mereka bertiga pun terbuka menampilkan 3 orang dengan jubah surplies yang berbeda-beda.

"Perseus Algo." Ucap saint dengan surai kehijauan.

"Auriga Capella." Ucap Saint yang mempunyai hiasan kepala seperti tanduk dan surai berwarna coklat.

"Carberus Dante" ucap Saint dengan surai kuning cerah seperti Naruto, dan itu membuat Naruto pun mengepalkan tangannya kuat-kuat namun ekspresinya berubah menjadi datar.

"Silver Saint yang telah mati? Apa maksudnya ini?" inner Naruto.

"he? Nama kalian aneh-aneh, apa kalian itu semua spectre?" ucap Issei mengucapkan dengan polos, dan itu membuat semua di sana pun sweatdropp. "mereka itu adalah Silver Saint Otouto yang telah tewas dalam pertarungan antara 12 Gold Saint dengan Bronze Saint, tapi untuk apa kalian anak buah Saga datang ke dimensi ini?" ucap Naruto yang sudah menunjukan raut muka kesal mengingat musuh yang ada di depan mereka bukan orang biasa.

"kami di sini karena kami perjanjian dari Hades-sama yang menghidupkan kami lagi, dan perjanjian kami adalah membunuh satu-satunya Gold Saint yaitu kau Gold Saint Aries, NARUTO!" ucap Dante yang mulai maju dengan rantai bola besi tajam berlari dengan cepat.

"MATILAH KAU PELAYAN ATHENA!"

Sringg...

Namun sebelum Dante mengayunkan bola besi tajamnya, Naruto sudah menyerang dengan kecepatan yang tidak terdeteksi manusia biasa dengan jurus ilusi dan kecepatan yang tidak terdeteksi Naruto sudah ada di belakang Dante dengan jari telunjuk mengacung ke depan. "ke-kenapa bi-bisa ka-kau..."

Brukk...

Dante pun tersungkur pingsan tanpa luka sedikitpun, dan itu membuat semua di sana pun kaget atas apa yang terjadi. "aku tak mau melawan siapapun sekarang, karena hati Athena sangat sedih bahkan terluka kalau aku membunuh kalian." Ucap Naruto.

Apakah Naruto akan membunuh semua saint-saint pengkhianat itu?

Bagaimana kelanjutan dari perang suci di kota Kuoh yang menjadi medan perang Saint vs spectre?

Apakah fraksi-fraksi malaikat, da-tenshin dan Iblis akan bertindak?


Continue.

Alhamdulillah chapter ini semua selesai, dan seperti permintaan salah satu comentator, saya akan menjeda lemonnya sampai 4-5 chapter, dan chapter ini dan selanjutnya murni pertarungan berdarah antara Gold Saint vs Spectre Hades.

Saya kecewa karena banyak kritikan yang menghina di sana sini, mengkritik boleh tapi menghina tidak baik sampai saya emosi itu. saya terima kritikan apapun dari kalian itu, tapi semua kritikan KECAM!.

Silahkan di isi cometar di kolom yang di sediakan.

Auhtor undur diri JAA NEE...

UCHIHA HIRATA.

Chapter 6 Naruto: gold Saint in highschool dxd: [pengkhianatan yang terkutuk dan mendapatkan adik baru.}