Naruto: gold saint in highschool dxd
Naruto hanya milik masashi kishimoto dan highschool dxd milik ichie ishibumi
Crossover: narutoxhighschool dxdxsaint seiya
Pair: NarutoxTsubakixAkenox...
IsseixMomox...
Ailoiax...
"Blablablabla...": ucapan langsung
"Blablabla...": inner
Blabla...: jurus
Fbo: flashback on
Fbe: flashback end
Summary: setelah pertarungan di dunia bawah antara 12 gold saint athena yang tewas karena membakar cosmo mereka yang melebihi batas untuk menghancurkan tembok harapan yang Hades ciptakan, Naruto sang gold saint athena pemilik cloth "ARIES" di utus oleh saori kido/athena sanctuary hidup kembali di dunia di mana terdapat iblis, malaikat hitam dan malaikat untuk membawa kedamaian dan ketentraman di dunia tersebut. Namun apa jadinya jika Naruto sang "proffesor sanctuary" murid dari Mu sang Gold saint "ARIES" sebelumnya yang tidak memiliki perasaan cinta juga sifatnya yang polos dan selalu tunduk kepada Athena di cintai bahkan di perebutkan oleh 4 gadis Akuma yaitu Rias, Akeno, Sona dan Tsubaki. Bagaimana perjalanan Naruto untuk mendamaikan dunia barunya? Saksikan ceritanya dan baca juga ya...
Warning: penulisan tak sesuai EYD, all power saint seiya, sedikit ooc, AU, banyak cerita yang sedikit membosankan, lemon (pikir-pikir dulu) semi!cannon, typo banyak bertebaran, gaya tulisan yang berbeda.
Genre: fantasy, advanture, kisah cinta bercabang, little comedy.
Moshi-moshi... ketemu lagi dengan author sang pemimpin uchiha, sebelum saya memulai cerita seperti biasa saya akan menjawab review kalian:
Benar gan, adiknya Asia Argento.
Wahahaha... kalau itu tidak bisa gan, soalnya Saint Athena hanya tunduk dan patuh kepada sang dewi, maaf jangan katakan yang ehem-ehem nya dengan istri anda, itu pribadi anda.
Kalau saint lainnya ada lah gan, tapi di sesi yang akan datang, pasti lebih seru gan.
untuk Dobe-kun: maaf anda tidak bodoh dan jangan merendah, sebenarnya ini lanjutan dari perang suci selanjutnya namun ceritanya Naruto seperti Dohko yang melewati 200 tahun, opini anda bagus saya hargai itu.
genji (guest): di sini Naruto akan terluka parah karena saya akan menghadirkan salah satu Gold Saint yang menjadi pengkhianat Athena, tapi tidak menghilang namun tidak menghilangkan unsur khawatirnya dari perempuan Naruto. Oh Rias mau di bikin kerja keras mencintai Naruto? Bisa diatur hahaha...
Wildan: trima kasih kritikannya, saya akan terima.
Dan untuk minna-san yang mendukung saya, saya ucapkan Arigatou Ghozaimasu. Sebenarnya saya gak enak marah-marah seperti tadi. Tapi saya gak mau Author-Author yang berkarya justru di hina-hina dengan komentar jelek, karena membuat fanfiction bukan sekedar imajimatif yang hanya sekedar numpang lewat semata tapi benar-benar buah pikir yang di tulis dan murni karya sendiri.
Oh ya saya mau review lagi tentang siapa yang mendukung Sona atau Rias yang saya mau bikin lemonnya duluan.
Untuk Sona: 5 suara= 50%
Untuk Rias: 5 suara= 50% dari 10 suara, seimbang ya? Ok-ok kalau begitu eksekusinya nanti barengan aja ya biar sama-sama adil hahaha... yap inilah pengantar dari saya, kurang lebihnya saya mohon maaf. Selamat membaca MONGGO-MONGGO...
Chapter 6 Naruto: gold Saint in highschool dxd: [pengkhianatan yang terkutuk dan mendapatkan adik baru.}
Lanjut dari adegan sebelumnya.
Algo dan Capella yang melihat kepengecutan Gold Saint yang ada di hadapannya itu sangat geram karena mereka yang terpaksa melawan sesama Saint Athena harus menerima kenyataan pahit seperti ini. "grrrrr... KAU PENGECUT GOLD SAINT! KAU MASIH HANYA SEKEDAR BOCAH YANG TERPAKSA MENJADI SAINT KARENA MU-SAMA TELAH TEWAS!" ucap Algo yang berteriak karena sangat marah dengan Gold Saint satu ini, dan itu membuat Naruto sedikit terpancing akan apa yang Algo katakan.
"apa yang kau tahu tentang Nii-san, Mu Nii-san telah berkorban demi Athena Sanctuary dan juga atas nama Gold Saint Aries sepertiku. Apa yang kau tahu tentangku Algo?" ucap Naruto dengan wajah datar menyembunyikan emosinya, dan itu membuat Algo menyeringai karena berhasil memancingnya untuk marah. "kami tak tau tentangmu? Oh ya, aku tahu dari Ayahanda bahwa kau tak lebih dari sekedar Sampah kotor yang tidak tahu siapa keluargamu, tapi karena Shion-sama menyembunyikan fakta itu kau sekarang masih bisa menjadi Gold Saint karena di latih olehnya hmmmm...hmmmm... HAHAHAHA... KAU TIDAK LAYAK MENJADI SAINT KARENA KAU ADALAH KOTORAN DI GOLD CLOTH SUCI ARIES!" Ucap Algo yang mulai meningkatkan tensi hinaannya, Capella yang ada di sebelah Algo pun menyeringai pula. Dan kemudian Naruto pun menunduk karena meskipun ia memang Gold Saint namun memang fakta tak bisa mengelak lagi, dan Cosmo emas Naruto pun keluar dengan sendirinya namun kadar cosmonya lebih tinggi dari biasanya, bahkan Rias dkk pun yang ada di samping Naruto yang merasakan tubuhnya akan segera hancur mengingat Naruto yang tidak menggunakan Gold Cloth saja seperti ini, apalagi ia dalam posisi tempurnya.
"a-apa yang aku rasakan ini? Aura Naruto-kun begitu mengerikan bahkan ia tidak menggunakan Gold Clothnya sudah se-menakutkan ini." Inner Rias.
"Naru sayang, tolong control emosimu Naru, tolong jangan marah. Aku ada di sampingmu Naru." Inner Akeno.
"Nii-san, kau... kenapa menyembunyikan itu dariku?" inner Issei.
"mungkin iya aku kotor karena aku kotor dan hanya buangan dari tidak tahu siapa, tapi aku tak pernah mengharapkan menjadi Saint. Namun...
FBO
Jamir puluhan tahun silam
Jamir mungkin salah satu tempat yang terasing bagi siapapun bahkan seukuran anak kecilpun tempat ini seperti penjara yang cocok untuk kelas kakap sekalipun, namun jamir adalah tempat pelatihan para Saint Athena dan tempat perbaikan Cloth baik itu Bronze, Silver maupun Gold. Dan di sini hidup bocah berumur 4 tahun bersurai emas sepundak dan memiliki tanda bulat di dahinya. Sementara di sebelah kanan menggandeng bocah bersurai emas itu adalah seorang pemuda berumur 18 tahun dengan surai ungu muda panjang hingga paha, dan mengenakan Gold Cloth Aries dengan kain jubah putih di punggungnya. Yap dialah Naruto kecil dan Aries No Mu sang Gold Saint Aries saat masih menjabat menjadi Gold Saint Athena. Mereka berdua melihat sunset di pagoda di tengah lembah di Jamir.
"ne Nii-chan, matahari sore di jamir sangat indah ya Nii-chan. Naru sukaaaa... dengan matahari, sinarnya hangat dan cahayanya sangat terang seperti surai Naru Nii-chan dan juga jubah Nii-chan." Ucap Naruto kecil dengan suara cemprengnya khas bocah berbicara dengan kakak sekaligus gurunya itu. "hmm... kau benar Naru-chan, matahari itu seperti sinar emas Gold Cloth Nii-san dan memng itulah sumber cosmo dari Gold Cloth dan cosmo kita Naru." Ucap Mu dengan nada yang bijaksana seperti julukannya "proffesor sanctuary."
"are? Cosmo? Apa itu cosmo Nii-chan? Apa itu mainan? Jawab Nii-chan." Ucap Naruto yang ingin tahu apa itu cosmo dengan kepolosannya, dan itu membuat Mu tertawa kecil karena lucunya murid dan adiknya ini. "hihihi... bukan Naru-chan, cosmo itu adalah sumber kekuatan kita. Cosmo di hasilkan dari tubuh kita lewat latihan yang sangat keras, jika kau sudah besar nanti. Kau akan memahaminya Naru." Ucap Mu berjongkok agar setara dengan sang adik sambil mengelus-elus surai emasnya yang berkilauan jika di sinari matahari, Naruto pun sumringah mendengar apa yang Nii-chan nya katakan.
"waaa... benarkah Nii-chan Naru akan memiliki cosmo?" ucap Naruto dan itu di angguki oleh Mu. "hu'um benar Naru-chan, dan mulai dari sekarang Naru akan belajar apa itu cosmo dan bagaimana tingkatan cosmo tersebut Naru. Maka Naru akan mendapatkan Gold Cloth Nii-san yang akan Nii-san wariskan ke Naru." Ucap Mu memegang dadanya yang terbalut Gold Cloth Aries dan itu makin membuat Naruto kecil makin berbinar-binar seperti mendapatkan mainan barunya.
"apakah itu benar Nii-chan? Benarkah? Benarkah? Benarkah?" Ucap Naruto yang bertubi-tubi mengajukan pertanyaan ke kakaknya itu.
Pukk...
"makanya Naru harus latihan yang keras, dan tubuh Naru harus kuat. Maka Gold Cloth ini akan jadi milik Naru." Ucap Mu yang memegangi pundak Naruto.
Brukk...
Naruto kecil pun memeluk sang kakak dengan perasaan teramat bahagia dengan apa yang di katakan Mu dan Mu pun memeluknya juga. "arigatou Nii-chan, ore Daisuki Mu Nii-chan." Ucap Naruto dengan polosnya.
"aku juga sayang padamu otouto"
FBE
Tiba-tiba Gold Cloth Aries keluar dari kotak besi emasnya, memperlihatkan jubah emas berbentuk Domba yang kemudian terpecah menjadi bagian-bagian yang melekat ke tubuh tegap nan berotot Naruto serta kain putih nya di punggung.
"Karena Mu Nii-san mempercayaiku maka aku akan menjalankan Takdirku, MENJADI GOLD SAINT ARIES PRAJURIT ATHENA!" ucap Naruto serta cosmo emasnya yang keluar dari tubuhnya, membuat Algo dan Capella pun menyungging senyum jahatnya.
"hmmm...hmm... souka, jadi Aries telah mengakuimu menjadi Gold Saint. Kita buktikan siapa yang lebih unggul KAU ATAU KAMI SPECTRE HADES!" ucap Algo yang mengembangkan cosmo dari surplies nya dan begitupun dengan Capella, lain hal dengan Rias yang masih terpaku dengan cosmo baik Naruto ataupun mantan Saint yang menjadi lawannya.
"Bucho, bagaimana ini? Apa kita harus melapor ke Lucifer-sama atau kita menyingkir dari sini." Tanya Akeno namun Rias pun tidak bereaksi apapun, Akeno pun menggoyang-goyangkan tubuh Rias.
"Bucho-bucho"
"eh ada apa Akeno?" tanya Rias karena tidak sadar ataupun tidak tahu apa-apa. "kita sedang di dalam peperangan Antara Naruto-kun dengan mantan Silver Saint, kita harus apa Bucho?" tanya Akeno dn itu membuat Ria berfikir seperti orang tua.
"sebaiknya kita menyingkir saja, karena..."
"kalian tidak usah menyingkir dari Sini Rias, akeno, semuannya. Aku yang akan melindungi kalian semua di sini." Ucapan Rias pun terpotong oleh Naruto, dan Naruto pun memberikan jempolnya supaya Rias percaya padanya.
"heh jangan sombong kau Gold Saint, karena kami berdua akan membunuhmu tanpa butuh waktu lama." Ucap Auriga dan mereka berdua pun langsung menyerang Naruto dengan berlari.
"CAPPING SAUCER"
"PHANTOM ARROWS
Wussshhh...
Wuusssshhh...
Panah dan lempengan bundar perak pun menuju Naruto dengan sangat cepat, namun Naruto melihat jurus tersebut berkonsentrasi terhadap cosmonya.
"CRISTAL WALL"
Swinngg...
Naruto memunculkan dinding transparan yang melindungi dirinya dan juga yang ada di belakangnya yaitu Rias dkk, dan serangan 2 spectre pun tidak bisa menembus apa-apa.
"cih... itu jurus Mu-sama, rupanya bocah kotor itu mewarisi kekuatan dari Mu dan Shion-sama, bagaimana ini capella?" tanya Algo kepada rekan sesama spectre itu. "ku rasa hanya itu jalan satu-satunya. Dante masih hidup karena bocah itu tak membunuhnya." Ucap Capella, dan itu membuat Algo pun membulatkan matanya.
"ma-masaka ki-kita a-akan..."
"tidak ada jalan lagi, kita hanya punya pilihan. Menjalankan tugas ini atau kita akan mati sengsara di siksa Thanatos-sama." Ucap Capella dan Algo pun meneguk ludah karena akan melakukan jurus terlarang.
"Hoi Dante bangunlah dasar payah! Cepat kemari." Ucap Algo atau mungkin teriak menurut Author hehehe... dan itu di respon oleh orang yang bangun dari pingsannya itu kemudian kembali ke rekan-rekannya, tanpa di ketahui oleh Naruto mereka bertiga pun merencanakan sesuatu untuk menuntaskan misi yang menyeramkan ini.
"apa yang mereka bertiga rencanakan ya?" inner Naruto.
Dan setelah mereka bertiga asik bisik-bisik, Dante selaku pimpinan mantan silver Saint pun berdiri di depan Algo dan Capella.
"ku rasa sudah cukup Main-main bertarungnya Naruto, kami akan segera menuntaskan ini semua untuk membunuhmu dan memuluskan rencana Hades-sama untuk mengubah bumi ini menjadi kegelapan." Ucap Dante dan mereka bertiga pun membuat formasi di mana Dante berada di tengah menekuk kakinya sampai berlutut kemudian merentangkan tangannya ke depan juga menekuk pergelangan tangan kanan dan kirinya ke arah atas dan bawah dengan posisi seperti mencengkram.
Sementara itu Algo tubuhnya menghadap ke kiri dan Capella menghadap ke kanan dengan posisi tangan yang hampir sama namun bedanya siku mereka di tekuk, dan wajah mereka menghadap ke depan. Dan juga ketiga orang ini mengeluarkan seluruh cosmo mereka, Naruto yang mengetahui apa yang di lakukan 3 mantan Saint itupun membulatkan matanya.
"ja-jangan-jangan, ka-kalian a-akan? Jangan-jangan lakukan itu! tubuh dan cosmo kalian tidak akan kuat menahan jurus itu." ucap Naruto dengan terbata-bata karena terkejut musuhnya akan melakukan suatu jurus yang sangat amat berbahaya, dan itu membuat Rias dkk merinding karena begitu besar kekuatan mantan saint itu.
"bu-bucho, ke-kenapa a-aku me-merinding se-seperti ini? Se-sebenarnya a-apa yang terjadi?" ucap Kiba yang merasakan aura yang sangat dahsyat. "a-aku juga sama Kiba, aura ini. Tidak bahkan kekuatan ini melebihi para Maou terdahulu." Inner Rias yang sama ketakutannya.
"kami tidak ada pilihan lain."
"demi memuluskan langkah Hades-sama."
"bagi kami tubuh hancur pun akan kami korbankan." Ucap ketiga Saint itu yang membuat Naruto pun kaget, namun tidak bengong begitu saja Naruto pun mengeluarkan seluruh cosmo emasnya dan merentangkan tangannya lurus seperti salib. "baiklah jika itu mau kalian, Athena-sama pasti akan kecewa jika kalian melakukan jurus terlarang itu." ucap Naruto yang juga memfokuskan serangan terbaiknya.
"Rias-chan, Akeno-chan, Koneko-chan, Kiba-kun dan juga Issei aku senang bertemu kalian di dunia ini. Sekarang pergilah dari sini." Ucap Naruto yang sejenak menatap orang-orang yang ada di belakangnya dan kemudian menatap pertarungan final.
"NARU... JANGAAAAAANNNNNNN!"
"ATHENA EXCLAMATION..."
"STARLIGHT EXTINCION..."
Boommm...
Serangan athena exclamation 3 spectre bertabrakan keras dengan starlight extincion milik Naruto, yang membuat bola emas berada di tengah-tengah mereka, pandangan Naruto dan 3 Spectre itupun sangat serius memfokuskan cosmo masing-masing, wilayah pinggiran kota kuoh itupun tiba-tiba banyak terjadi retakan yang cukup lebar seperti gempa bumi.
"RIAS, SEMUANNYA PERGI DARI SINI, WILAYAH INI AKAN HANCUR SEBENTAR LAGI. CEPAT PERGI!" ucap Naruto dengan membentak Rias dan budaknya.
"ti-tidak akan, a-aku..."
Wussshhhhh...
Brukkkk...
Namun belum sempat mereka lari pun, kelima iblis itu terpental ke dinding belakang pintu masuk pabrik itu dikarenakan dahsyatnya kekutan yang di hasilkan oleh 4 orang yang bertarung itu.
"Na-naruto-kun, a-aku ti-tidak bisa be-bergerak." Ucap Rias yang makin terpojok menempel ke dinding itu, sementara Naruto pun tetap berfokus ke jurusnya.
"gawat, wilayah ini akan hancur jika pertarungan ini terus berlanjut dan tak ada hentinya." Inner Naruto.
"HYAAAAAAAAAAA...!"
"AAAAAA...!" itulah teriakan dari tiga Saint dan juga Naruto itu saat kekuatan mereka pun seimbang.
Di underworld.
Boommm...
"a-apa itu? goncangan ini seperti ada kekuatan yang sangat besar yang sangat kuat sekali. Kau juga merasakannya kan Serafall?" tanya sang Maou tertinggi yaitu Sirzhec Lucifer yang aslinya adalah Sirzhec Gremory kakak Rias.
"benar Sirzhec-kun, aku merasakan kekuatan suci dan kegelapan sedang beradu kuat di dunia manusia saat ini, dan aku juga merasakan Imoutomu Rias-chan sedang ada di sana terpojok karena kekuatan ini sangat kuat beserta budak-budaknya." Ucap Serefall Leviathan Maou wanita tunggal dari Youndai Maou dan juga kakak dari Sona Sitri.
"A-APA? RIAS ADA DI SANA! Baiklah kalau begitu ayo kita ke dunia manusia sekarang." Ucap Sirzhec yang sikap siscon nya mulai kambuh dan di angguki oleh Serafall dan langsung pergi dengan lingkaran sihir masing-masing.
Di Grigori
Boommmm...
"a-apa yang terjadi ke-kenapa terjadi gempa yang sangat kuat seperti ini?" ucap Barakiel yang merasakan kekuatan yang maha dahsyat membuat gempa yang kuat seperti ini.
"aku juga merasakan kekuatan ini Barakiel, tapi kekuatan ini bukan dari Tenshin dan Akuma, ini lebih kuat. Dan posisinya ada di pabrik dunia manusia, Barakiel ayo kita ke sana." Ucap Azazel pemimpin dari Da-tenshin sementara Barakiel adalah asistennya sekaligus jendral kedua setelah Kokabiel, dan mereka berdua pun pergi dengan lingkaran sihir masing-masing.
Di heaven.
Boommmm...
"michael Nii, apa yang terjadi? Aku merasakan kekuatan yang suci juga gelap sedang bertarung di dunia manusia. Sebenarnya siapa yang bertarung di saat malam ini?" ucap Gabriel malaikat tercantik dan terseksi di heaven merasakan aura yang kuat sedang beradu dengan kuat.
"aku juga Gabriel-chan, kekuatan ini sepertinya pernah aku rasakan sebelumnya. Tapi ini tidak aku kira akan terjadi, bahkan kekuatan ini sama dengan dewa." Ucap Michael pemimpin dari Tenshin dan membuat Gabriel pun tercengang.
"de-dewa? Berarti seseorang yang bertarung di dunia manusia lebih kuat dari kita Michael Nii." Ucap Gabriel namun Michael pun hanya mendesah saja dan menutup matanya.
"aku tak bisa memastikannya lebih jauh, ayo kita turun ke lokasi tempat kekuatan itu bertarung Gabriel." Ucap Michael dan itu di angguki oleh Gabriel yang kemudia mereka berdua pergi dengan lingkaran sihir malaikat.
Kembali ke dunia Manusia.
Kraak...
Kraaakkk...
Kraakkk...
Terjadi banyak retakan di mana-mana dalam radius 500 meter dari area pertarungan Naruto dan 3 spectre itu, tembok-tembok beton yang keras pun retak di tengahnya, bangunan pabrik yang terbuat dari beton itupun mengalami retakan yang hebat. Dan di tengah-tengah antara Naruto dan spectre tersebut tercipta bola energi berwarna emas hasil dari adu kekuatan dari cosmo yang sangat kuat. Kekuatan bola itu beradu cukup keras sehingga tidak stabil menghasilkan daya dorong yang super kuat.
"HYAAAAAAA...!"
"HHHHMMMMMM...!" itulah yang mereka berempat keluarkan karena masing-masing dari Naruto maupun 3 spectre itupun memfokuskan cosmo mereka untuk mengalahkan satu sama lain, dan khusus untuk Naruto karena besarnya cosmo yang ia keluarkan sehingga kain putih di punggungnya berkibar dengan cepat dan juga surai emasnya pun sama.
"ba-bagaimana bisa Silver Saint punya kekuatan yang sama dengan Gold Saint sepertiku? Tapi akan sangat gawat bagi mereka jika memaksakan jurus athena exclamation terlalu lama, mereka tidak mempunyai Gold Cloth sepertiku." Inner Naruto,
Sring...
Tak jauh dari pertarungan Rias muncul lingkaran sihir dari 3 fraksi yang berbeda, Sirzhec dan Serafall dari Akuma, Azazel dan Barakiel dari Da-tenshin, Gabriel dan Michael dari Tenshin serta lingkaran biru teleportasi yang memunculkan Miya Asama sang Athena yang merasakan cosmo yang luar biasa.
"heh Sirzhec, Michael. Ada apa kalian ke lokasi ini, apa kalian..."
Wuussssshhhh...
Bruukkkk...
Belum sempat Azazel mengucapkan kata salamnya tiba-tiba ia terdorong oleh kekuatan yang dahsyat, bukan hanya ia saja, fraksi Iblis dan Tenshin pun ikut terlempar kecuali Miya yang mengeluakan cosmo Athena nya.
"ke-kekuatan macam apa ini? Bi-bisa membuat ki-kita se-semua te-terlem-par..." ucap Sirzhec dan tersudut di tembok namun tak berdiam diri saja, Sirzhec, Azazel dan Michael membuat kekai pertahanan dari kekuatan mereka masing-masing dan kemudian maju perlahan-lahan ke sumber kekuatan tersebut.
"Ni-Nii-sama..." ucap Rias yang melihat sosok kakak nya yang maju mendekati asal kekuatan dari pertarungan itu, dan Sirzhec pun tersentak karena melihat Imouto nya beserta budak-budaknya terpojok di tembok karena gaya dorong yang kuat hasil adu cosmo Naruto dan spectre Hades.
"RIAS, AKENO, KIBA, KONEKO. APA YANG KALIAN LAKUKAN DI SINI? BERBAHAYA JIKA KALIAN MENDEKATI SUMBER KEKUATAN ITU.!" Ucap Sirzhec yang sangat emosi karena Imouto nya dalam keadaan bahaya, kemudian mendekati Rias dan mermbuat kekai untuk Rias.
"Rias-chan, Akeno-chan, Kiba-kun, Koneko-chan dan juga pemuda-kun kalian tidak apa-apa?" ucap Serafall yang bertanya.
"kami tidak apa-apa Leviathan-sama, tapi Naruto-kun..."
"Naruto-kun? Siapa dia?" tanya Serafall, Akeno pun menunjuk kepada orang yang sedang bertarung menggunakan zirah emas, surai emas yang panjang serta kain putih di punggungnya.
"sebenarnya ada apa ini Rias? Kenapa kau bisa terjebak di antara pertarungan yang sangat berbahaya seperti ini? Tubuh cantikmu bisa hancur berkeping-keping karena kekuatan ini sangat kuat." Ucap Sirzhec yang melindungi Rias dan kelompoknya dari gaya dorong yang kuat.
"aku menerima pesan berburu iblis Liar dari Asmodeus-sama di lokasi ini, namun setelah itu muncul 3 Silver Saint yang ingin membunuh yang menggunakan Gold Cloth di sana sehingga terjadi pertarungan yang dahsyat, karena kami tidak kuat akan kekuatan yang dahsyat ini kami terdorong ke tembok tanpa bisa bergerak." Ucap Rias menjelaskan apa adanya dan itu membuat geram Sirzhec.
"maaf sebelumnya aku mengganggu, tapi kalian bawa Rias pergi dari sini, kekuatanku dan lawanku sangat kuat bahkan tidak seimbang, tolong bawa Rias pergi dari sini!" ucap Naruto yang berfokus ke pertarungan.
"Naruto-kun, tolong hentikan memaksakan dirimu sendiri, Athena Exclamation sangat berbahaya. Meskipun kau adalah Gold Saint tapi kau bisa hancur jika tak kuat menahan jurus itu tolong hentikan Naruto-kun." Ucap Miya sang Athena yang memintanya untuk berhenti karena ia khawatir akan keselamatan Saint kesayangannya ini.
"tidak bisa Athena-sama, aku adalah Gold Saint menjaga perdamaian dan juga cinta di bumi ini, mati pun aku siap berkorban untukmu karena tugasku menjaga tubuhmu yang kau hinggapi tetap hidup, aku juga rela mati demi manjaga kehormatan dan martabat kekuasaan Sanctuary yang berada di tanganmu Athena-sama." Ucap Naruto dan itu membuat Miya pun menangis terharu dengan pernyataan Naruto begitupun juga dengan ketiga Silver Saint musuhnya itu.
"Michael Nii sebenarnya apa yang terjadi? Dan siapa perempuan yang di panggil 'Athena' itu, bukankah Athena itu Dewi yang berasal dari gunung olympus yunani?" tanya Gabriel yang bingung dengan kondisi apa yang sedang terjadi.
"yare-yare Gabriel, apa kau belum pernah membaca buku tentang 'perang suci' Athena dengan Hades di Heaven heh?" ucap Azazel yang menyambung penyataan dari sang malaikat wanita itu sementara ia pun berkonsentrasi dengan kekai yang melindungi dirinya dan Barakiel asistennya.
"aku belum tahu tentang hal tersebut Azazel, bisa kau ceritakan?" ucap Gabriel dengan mimik wajah yang polos namun kecantikannya sungguh membuat laki-laki terkapar mimisan. "inilah yang di sebut 'perang suci' atau seperti perang great warr di zaman dahulu hanya sekali dalam seumur hidup. Namun hal itu berbeda dengan kita, di mana perang ini terjadi dalam waktu 200 tahun sekali, mungkin dengan kebangkitan dewi Athena di tubuh gadis itu. ia akan berperang dengan Maou Hades yang berada di elysion di mana hanya seorang dewa saja yang bisa memasukinya." Ucap Azazel yang membuat Michael pun sempat berfikir.
"jadi cerita dewi mitologi gunung olympus itu memang benar adanya Azazel?" ucap Michael yang ingin tahu faktanya. "ya itu benar sekali teman, tapi aku tak menyangka daya hancur perangnya bisa memusnahkan semua ini. Aku sangat ingin kabur dari tempat ini." Ucap Azazel.
Kembali ke pertarungan.
"Algo, Capella, Dante hentikan! Kalian itu akan hancur jika terus-terusan menggunakan jurus athena exclamation itu, tubuh kalian akan hancur berkeping-keping karena kalian tidak mempunyai Gold Cloth sepertiku. Hentikan sekarang juga!" ucap Naruto yang memperingatkan untuk musuhnya agar ketiganya menghentikan serangan yang sangat berbahaya.
"maafkan kami Naruto, tapi aku tak bisa menghentikannya,"
"kami terlanjur mengambil keputusan ini semua."
"kami ingin kembali ke pihakmu Naruto, kami ingin kembali menjadi bawahanmu. Bunuh kami semua Naruto." inner ketiga orang itu yang membuat Naruto pun menangis terharu.
"gomen Algo, Capella, Dante. Kalian telah mengambil jalan salah meskipun kalian tidak ingin menjalaninya. Baiklah ini demi Sanctuary dan Athena." Ucap Naruto yang membakar cosmonya lebih tinggi, lebih tinggi dan lebih kuat lagi.
"TERBAKARLAH COSMOKU... HYAAAAA!" teriak Naruto kemudian seluruh tubuh Naruto bersinar dengan cahaya emas, kain putih yang ada di punggung Naruto pun lepas dan terbang entah kemana dan terganti dengan sayap emas dengan lingkaran di sayapnya itu (liat perubahan God Cloth Aries Mu) dan bukan hanya itu saja Gold Cloth Ariesnya lebih terang dengan helm kepala Ariesnya.
"a-apa itu? Na-Naruto-kun bercahaya seperti matahari." Ucap Rias yang terkesima dengan apa yang di lihatnya.
"akan aku akhiri semua penderitaan kalian Algo, Capella, Dante. Dengan kekuata cosmo emasku." Ucap Naruto yang membakar cosmonya lebih tinggi.
"STARLIGHT EXTINCION"
Triinggg...
Booommmm...
Jurus starlight extincion Naruto pun mendorong athena exclamation yang di keluarkan ketiga spectre itu, dan kemudian meledak beserta tubuh mereka yang hancur berkeping-keping juga pabrik itu pun meledak karena jurus dahsyat dari Naruto, dan setelah itu sayap Naruto pun menghilang dan kembali ke bentuk Gold Cloth Aries biasa.
"lu-luar biasa kekuatan dari manusia itu." ucap Michael yang terkejut akan kekuatan Naruto, dan itu juga di angguki oleh Azazel.
"kekuatan macam apa itu? kurasa itu lebih dari kekuatan dewa yang lain, luar biasa." Inner Azazel.
"haahh...haahh...haah... a-aku berhasil me-membunuhnya uhuk.. uekk... a-aku..." tiba-tiba pandangan mata Naruto pun mengabur, dan gelap semua juga batuk darah.
Bruukkk...
Dan akhirya tubuh Naruto pun tergeletak di tanah yang dingin dengan kondisi pingsan kehabisan tenaganya akibat membakar cosmonya melebihi tingkatan tertinggi.
"NARUTO-KUN!"
"NARUUUU...!" teriak Akeno dan juga Rias karena melihat kekasih dan calon suami dari akeno tergeletak tak berdaya di hamparan tanah yang retak parah akibat pertarungan berskala dahsyat tersebut, namun belum sempat mereka berdua berlari. Miya sudah memangku sang Gold Saint kesayangannya itu dengan berlinang air mata.
"hiks... Naruto-kun, kau adalah saint yang loyal dan setia padaku, ku mohon hiks... jangan mati meninggalkanku Naru. Aku tak mau kau meninggalkanku." Ucap Miya tanpa sadar ia mengalirkan cosmo emasnya untuk keselamatan Naruto sang Saint Aries itu dan juga meneteskan air mata di Gold Cloth yang ia kenakan.
Sirzhec, Michael dan Azazel yang melihat moment sedih tersebut tidak tahu harus melakukan apa, karena mereka tidak tahu harus mulai dari mana namun tidak tinggal diam ia menghampiri sang perempuan bersurai ungu itu.
"pertarungan tadi sangat luar biasa, wilayah ini hampir hancur akibat pemuda tersebut Nona. Sebenarnya siapa anda? Dan apa yang anda lakukan di tempat ini?" ucap Sirzhec yang memulai pembicaraan awal itu.
"aku adalah Miya Asama yang di nobatkan menjadi Athena bagi Gold Saint ini, di dalam tubuhku terdapat Roh dari dewi Athena. Aku di beri tugas untuk memberi komando untuk Naruto Gold Saint satu-satunya yang di bangkitkan oleh Athena untuk berperang melawan Spectre Hades. Kalian ini siapa?" ucap Miya yang sedikit bingung dengan penampilan 3 orang di depannya dan asistennya.
"namaku adalah Sirzhec Lucifer dan ini adalah Serafall Leviathan, kami adalah pemimpin dari underwold Miya-san."
"aku adalah Azazel pemimpin Da-tenshin dan di belakangku adalah Barakiel asisten sekaligus jendralku di Grigori."
"aku adalah Michael dan ini adikku Gabriel kami pemimpin dari Heaven yang mulia Athena-sama." Ucap ketiga fraksi yang sudah bertikai cukup lama namun tidak buat pimpinannya, Akeno yang melihat sosok Ayahnya bersama Azazel sontak mengeraskan pandangannya ia tak suka sama sekali dengan Barakiel.
"jadi kau adalah pemimpin Sanctuary yang baru di nobatkan Miya-chan?" ucap Serafall dengan nada childish yang membuat Sirzhec dan Azazel tepok jidat dan muka tapi Michael hanya senyum-senyum saja.
"sebenarnya belum Serafaall-san, Naruto-kun belum membawaku ke Sanctuary untuk penobatanku jadi hanya resmi saja aku jadi Athena karena Roh Athena merasuki diriku, maaf jika aku tidak bisa melanjutkan kisahku karena Naruto-kun hampir tewas karena menahan jurus yang terlarang. Aku harus pergi." Ucap Miya yang di kelilingi kekai putih tanda ia akan pergi.
"tu-tunggu Miya-san, a-apakah a-aku bi-bisa menjenguk Naru-kun sepulang sekolah?" ucap Akeno yang khawatir akan berpisah dengan calon suaminya itu. "kau bisa menjenguknya, tapi untuk sekarang aku akan mengawasinya dengan ketat.." ucap Miya dan kemudian menghilang dengan Psycokinesis bersama dengan Naruto.
"haahh... sekarang masalah ini sudah selesai Sirzhec, ku kira perang great warr akan terjadi lagi. Tapi ternyata lain ceritanya. Apa kita harus menyembunyikan kenyataan ini kepada masing-masing anggota kita?" ucap Azazel
"ku rasa demikian Azazel, kau setuju kan Michael?" tanya Sirzhec yang melempar pertanyaan kepada pemimpin malaikat itu. "ini akan menjadi rahasia umat manusia di bumi, kalau sampai hal ini terbongkar ke seluruh fraksi akan ada banyak korban jiwa tak bersalah karena perang suci antar 2 dewa. Aku dan adikku harus pergi dulu Azazel, Sirzhec." Ucap Michael yang membentangkan 12 sayap emasnya beserta Imouto nya Gabriel yang mempunyai 12 sayap juga dan menghilang dengan cahaya emas.
"yare-yare tugas di surga ternyata sangat sibuk, aku bahkan belum sempat melihat oppai Gabriel yang melebihi rata-rata itu." ucap Azazel tanpa malu-malu dan membuat semuannya sweatdropp.
"kau itu, kenapa kami di pimpin oleh maniak mesum sejati? Ini sangat memalukan." Ucap Barakiel yang sedikit kesal dengan perkataan Azazel. "heh kau itu kan jatuh karena perempuan juga Barakiel, jadi jangan menghinaku karena hal tersebut. Aku mau melanjutkan kegiatanku." Ucap Azazel yang terbang dengan sayap hitamnya entah kemana, begitupun juga Barakiel yang menghilang juga dengan lingkaran sihir malaikat jatuh.
"pasti memancing yang membosankan, dasar mesum." Inner Sirzhec.
"nah Rias, kau harus menceritakan semuannya padaku nanti Siapa pemuda itu dan apa hubungannya dengan peperangan ini. Aku butuh jawaban yang pasti sebelum hal 'itu' terlaksanakan, aku permisi." Ucap Sirzhec yang pergi dengan Serafall menggunakan lingkaran sihir masing-masing.
"haah... lagi-lagi aku di nasehati oleh Onii-sama, ini sangat menjengkelkan sekali, baiklah kita pulang karena sudah sangat malam. Akeno siapkan lingkaran sihirnya."
"Hai' bucho." Mereka pun pergi dengan lingkaran sihir merah lambang klan gremory.
Skipp time aparterment Miya pagi hari.
Di apartemen yang berukuran 5x5m yang terdapat kamar tidur, kamar mandi, dapur dan satu ruang tengah yang terletak di pinggiran kota kuoh itu terbaring seorang laki-laki berkulit putih mulus, wajah super tampan, mata biru, surai emas berkilauan sepanjang pahanya dan tubuh tegap berotot. Yap dialah Naruto Sang aktor utama kita yang terbalut perban melintang dari punggung kirinya hingga pinggang kanannya di karenakan ia terluka dalam akibat menggunakan GOD CLOTH tanpa perhitungan dahulu, namun sungguh syukur karena tubuhnya di aliri cosmo Athena yang melimpah ruah di dalam tubuhnya dan sekarang ia hanya mengenakan kaos dalam biru tanpa seragam sekolah ataupun Gold Cloth nya..
"ennnggghhh... aakkhh..." erang Naruto yang mulai bangun kembali namun ia merasakan sakit di tubuhnya akibat menahan jurus Athena Exclamation seorang diri.
"aku tak sangka efeknya akan se-mengerikan ini menahan athena exclamation, padahal aku juga yang menggunakannya bertarung dengan Aiolia dan Milo melawan Saga, Camus dan Shura. Sakit sekali." Inner Naruto.
"kau sudah siuman Naruto-kun." Dari balik pintu muncul perempuan bersurai ungu berwajah putih cantik dengan pakaian sekolah perempuan Kuohgakuen, dialah Miya Asama sang Athena yang membawakan bubur dan teh hangat.
"hai' Athena-sama, maafkan aku telah membuatmu khawatir merawatku hingga seperti ini. Mestinya aku yang menjaga anda dari pengkhianat silver Saint itu." ucap Naruto menyesal karena begitu lemahnya ia menahan jurus terlarang itu.
"tidak Naru, kerjamu sangat bagus. Aku bangga karena kau telah menahan jurus yang terlarang itu bahkan kau menentang perkataanku karena ingin menjaga martabat, kehormatan dan tubuhku ini. Aku bersyukur mempunyai Saint sepertimu, aku bangga padamu." Ucap Miya yang tersenyum utntuk menghibur pemuda itu.
"emm... kemana Gold Cloth milikku Athena-sama? Aku tidak melihatnya." Ucap Naruto yang celingak-celinguk melihat kemana Gold Cloth andalannya saat berperang. "aku sudah mengamankannya di ruang tengah ini Naruto-kun, dan jangan khawatirkan aku. Rumah ini telah terpasang kekai yang aku buat dari cosmoku sendiri. Spectre terkuat seperti 3 hakim neraka bahkan Hades pun tak mampu menembusnya Naru. Istrahatlah. Pulihkan cosmomu. Kau telah mengerahkan cosmo emas begitu banyak untuk menggunakan God Cloth untuk mengalahkan mereka. Jadi jangan khawatir ya Naru." Ucap Miya dan itu juga membuat Naruto akhirnya tersenyum dan Miya pun berdiri dengan tas sekolah di tangan kanannya .
"nah Naru, aku mau sekolah dahulu. Kau istirahat di sini saja, jangan kemana-mana, pulihkan cosmomu dulu, dan makan bubur juga teh ini, jangan membangkang perintahku lagi." Sambungnya denga tegas memerintah Naruto dan Naruto hanya bisa menunduk patuh tanpa bisa menentang perintah sang dewi yang sudah pergi dengan Psycokinesis,
"aku masih lemah tanpa bisa berbuat apa-apa melindungi anda Athena-sama."
Pagi hari at kuoh academy 07;30.
Pagi hari pun menyapa sekolah Kuoh Gakuen, di mana burung-burng berkicauan di langit yang cerah biru. Tapi tidak untuk seorang perempuan cantik bersurai hitam berkilauan di ikat ponny tail, mata violet yang sayu namun memancarkan pesona yang tajam dan ukuran dada yang extra large mengenakan seragam sekolah perempuan kuoh Gakuen.
Dialah Akeno Himejima yang sendirian di taman sekolah Kuoh hanya duduk-duduk dengan mimik wajah murung karena mengingat kejadian tengah malam yang sangat menyakitkannya.
"Naru.. kenapa-kenapa kau selalu saja melindungiku dengan mempertaruhkan nyawamu Naru..."
"Rias-chan, Akeno-chan, Koneko-chan, Kiba-kun dan juga Issei aku senang bertemu kalian di dunia ini. Sekarang pergilah dari sini."
Akeno pun meneteskan air matanya karena terlalu sedih melihat kekasihnya itu selalu saja dalam situasi bahaya dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri, miris mengingat ia Ratu petir namun ia hanya diam saja di saat Naruto hampir saja mati.
"Na-Naru tolong jangan mati hiks... aku tak mau kau meninggal tanpa menyapa calon bayimu di dalam kandunganku ini Naru, aku-aku... hiks... Naru..."
"ada apa denganmu Akeno?" namun Akeno pun menengok asal suara yang menganggunya, datang seorang perempuan bersurai hitam di gerai hingga pahanya, wajah cantik nan imut di hiasi kacamata warna biru dengan lensa persegi panjang, dia adalah Tsubaki Shinra pacar dari Naruto juga.
"Tsu-Tsubaki-san."
"boleh aku duduk di sampingmu sebentar untuk ngobrol-ngobrol?" pinta Tsubaki, Akeno hanya mengangguk dengan senang hati, dan kemudian duduk bersama di kursi taman sekolah Kuoh.
"kau Khawatir soal Naruto-kun kan?" ucap Tsubaki dan itu membuat Akeno pun kaget ½ mati. "ke-kenapa kau tahu soal Naru Tsubaki?" tanya Akeno.
"aku mengetahuinya dari tatapan matamu yang menangis memikirkan calon suami kita berdua, aku juga tahu kabar bahwa Naruto-kun pingsan dan di bawa oleh Athena dari Kaichou Sona-sama. Jujur saja Akeno, akupun juga khawatir soal Naruto-kun, ia selalu menempatkan dirinya di dalam bahaya dan mencegah kita untuk ikut campur urusannya. Tapi meski begitu aku percaya kemampuannya, Naruto-kun bukan manusia lemah yang kita kira. Kau lihat kan bekas luka di seluruh tubuhnya?" ucap Tsubaki, Akeno tanpa bisa berkata apa-apa, ia pun Cuma bisa angguk-angguk kakatua.
"Naruto-kun pasti berlatih sangat keras saat ia sebelum jadi Saint, tubuhnya yang banyak bekas luka menandakan kemampuannya jauh dari kemampuan manusia pada umumnya. Cosmonya yang hangat namun tegas mencirikan ia baik hati dengan kita. Aku yakin Naru tak mudah kalah dalam pertempuran, karena kita adalah semangatnya untuk tetap membakar cosmonya Akeno."
"Tsu-tubaki..."
"kita hanya perlu membantunya dengan menyalurkan cosmo kita kepada Naruto dalam setiap pertempurannya, kita juga tak berhak untuk menghakimi diri kita sendiri bahwa kita adalah beban dari Naruto, kita sumber semangatnya. Percayalah Akeno."
Akeno yang di semangati oleh Tsubaki akan keteguhan hati Naruto untuk melindungi dirnya dan Tsubaki juga yang lain pun terpana, tidak percaya bahwa Tsubaki bisa mengatakan hal se-enteng itu. namun itu juga membuat Akeno pun tersenyum.
"Arigatou Tsubaki-san, tapi Saint-kun ku takkan aku serahkan padamu meskipun kita akan hamil berbarengan fufufu~..." ucap Akeno yang sudah mulai dengan gaya khasnya.
"he, itu takkan terjadi, karena Naruto-kun adalah milikku seorang bukan ratu da-tenshin seperti kau."
Dan terjadi lagi adu listrik di antara Akeno dan juga Tsubaki dalam hal memperebutkan Naruto.
At salah satu rumah 00:00 AM.
Kembali ke Issei, saat ini Issei mengendarai sepedanya menuju sebuah rumah. Bukan rumah besar atau apartemen, tetapi hanya sebuah rumah biasa. Memakai sepeda? Tepat sekali karena Issei tidak bisa menggunakan sihir ataupun teleportasi. Sesaat sampai di depan pintu ketika Issei hampir menekan bel, Issei sadar kalau pintu rumah ini sudah terbuka.
DEG...
Tiba-tiba Issei pun merasa ada perasaan aneh yang mengganggunya, namun kaki Issei sudah melangkah masuk kedalam rumah. Issei melihat ke dalam dari pintu masuk rumah itu, lampu di lorong rumah padam dan ada sebuah tangga menuju lantai dua. hanya ada satu ruangan di ujung lantai pertama yang lampunya menyala, tetapi dengan cahaya redup. Issei pun tidak merasakan keberadaan satu manusiapun. Tanpa ragu Issei mengambil sepatunya di pintu masuk dan membawanya di tangan, kemudian berjalan menuju ruangan dengan tidak bersuara. melihat ke dalam ruangan dari pintu yang sedikit terbuka, ada sebatang lilin yang membuat ruangan itu terang.
"Permisi...? Saya adalah Iblis dari keluarga Gremory... Umm, apakah anda disini?" ucap Issei dengan suara pelan.
Namun tidak ada jawaban apapun Issei pun memasuki ruangan. Ruangan itu adalah ruang tamu dan ada sebuah televisi, sofa, meja dan lainnya. Ruangan itu tampak seperti ruang tamu biasa. Namun nafas Issei terasa sesak manakala melihatdi dinding ada sesuatu yang sangat mengerikan.
"Ohok..."
Issei langsung muntah di tempat karena melihat hal yang sangat menakutkan bagi dirinya dan Ada genangan darah di lantai dari tetesan darah yang jatuh dari mayat itu. Dan ada semacam tulisan di dinding.
"a-apa ini?
"Disitu tertulis "Hukuman bagi mereka yang melakukan perbuatan buruk!". Aku hanya meminjam kalimat dari orang penting." Ucap seseorang di belakang Issei, seperti remaja tapi dengan mimik wajah yang sangat aneh sekali, rambut putih perak dan berpakaian pendeta
"Hmmm. Wah wah. Nah, Ternyata seorang Iblis-kun, ku beri tahu satu hal padamu. Jangan pernah terlibat dengan orang-orang dari gereja Terutama para [Eksorsist]. Mereka musuh terbesar kita.. Mereka dengan mudah dapat memusnahkan kita karena kekuatan mereka didukung oleh doa [Kami]." Ucap pemuda itu yang bernama Freed Zelzan
"Saya seorang pendeta. Pendeta mudai. Pekerjaankui memotong Iblis. Dan menertawainya saat aku memotong kepala Iblis. Lalalala." Ucap Freed dengan tawa gilanya lagi
"Nama saya Freed Zelzan. Saya adalah anggota suatu kelompok Eksorsisme tertentu. Oh, hanya karena saya memperkenalkan diri, Anda tidak perlu memperkenalkan diri. Harap jangan. Karena mengingat nama Iblis hanya memubang buang ingatan saya. Tidak apa-apa. Anda akan segera mati. Aku akan memastikan itu. Mungkin sakit pada awalnya, tetapi kemudian Anda akan merasa nyaman sampai Anda akan menangis. Sekarang mari kita buka pintu baru!"
"Hei, kau. Apakah kau yang membunuh orang ini?" tanya Issei penasaran apa yang sedang terjadi di sini.
"Ya. Ya, aku yang membunuhnya. Itu karena dia adalah seorang penjahat yang telah memanggil Iblis. Jadi aku harus membunuhnya." Issei pun sampai melongo karena tak tahu menau apa yang di bicarakan pemuda gila itu.
"alasan macam apa itu? membunuh karena memanggil iblis, aneh sekali." Inner Issei
"Hah? Kamu terkejut? Mau lari? Aneh? Aneh memang. Maksudku manusia yang membuat kontrak dengan Iblis adalah sampah. Ya sampah. Tidak bisakah kau mengerti? Tidak? Begitukah? Ya itu karena Iblis juga adalah sampah."
"Kalau begitu bagaimana mungkin manusia membunuh sesamanya!? Bukankah hanya Iblis yang harus kau bunuh?" tanya Issei, padahal Issei tak menyadari ucapannya itu bahwa ia iblis juga.
"Hah? Apa-apaan itu? Sebuah Iblis seperti dirimu mau megkuliahiku? Hahaha. Aku akan menertawakan ini. Kamu mungkin bisa mendapatkan penghargaan untuk yang terlucu. Oke kalau begitu. Dengarkan baik-baik, hai Iblis yang menyebalkan. Iblis memanfaatkan keserakahan manusia untuk bertahan hidup. Kalau seseorang hidup dengan mengadndalkan perjanjian dengan Iblis, berati dia bukan lagi manusia. Artinya tamat. Itu sebabnya aku membunuhnya. Aku hidup dengan membunuh Iblis dan orang-orang yang mengadkan kontrak dengan Iblis. Itulah pekerjaanku." Ucap Freed dengan mimik wajah di buat-buat aneh atau ia memang benar-benar gila sungguhan?
"Bahkan Iblis tidak akan bertindak sejauh ini!"
"Hah? Apa yang kamu bicarakan? Iblis adalah sampah. Itu sudah hal umum. Apa kau tidak tahu? Yang benar saja, Kamu harusnya mengulangi hidupmu dari balita. Tunggu sebentar, tidak ada gunanya memberitahukan hal ini kepada Iblis reinkarnasi seperti kamu. Lagipula, seharusnya aku membunuhmu. Hahahaha. Hebat, bukan?"
Freed pun mengeluarkan pedang yang tidak ada bagian bagian pisaunya dan dan sebuah pistol.
BOOOM...
Peluru dari pistol itupun melesat dan mengenai kaki dari Issei, lebih tepatnya betisnya
"Kau sedikit menjengkelkanku, jadi bolehkah aku menebasmu? Bolehkah aku menembakmu? Tidak apa - apa? Kalau begitu bailkah. Sekarang aku akan menikam jantungmu dengan pedang cahaya ini, dan aku akan meledakkan kepalamu dengan senjata ini Keren! Man, aku benar benar jatuh cinta!" ucap Freed
SWIFT.
Pendeta itu berlari ke Issei, menebaskan pedangnya kearah Issei. Issei pun merasakan sakit yang sangat perih di betisnya dan tak bisa mengelak lagi
Dorrr...
Peluru dari Freed pun melesat dengan cepat ke arah Issei dengan kecepatan cahaya
"Gwaaaaah!"
"CRISTAL WALL"
Swingg...
Kemudia muncul dinding transparan yang terbentang di ruang itu menghalangi peluru dari Freed yang kemudia menghilang dan di belakang dinding itu muncul sesosok pria yang mengenakan jubah emas dan kain putih di punggungnya, ialah Naruto yang muncul tiba-tiba meskipun masih belum pulih 100%
"Ni-Nii-san"
"kau tidak apa-apa otouto?" ucap Naruto menanyakan keadaan Adik kesayangannya itu, namun dengan merintih kesakitan pun Naruto tahu keadaan Issei sedang tidak baik saat ini.
"gyahahahaha... lihat apa yang aku temukan, seorang manusia yang tampil dengan jubah emas seperti superman di TV, apa kau ingin menolong Iblis itu hah? Menyedihkan sekali!" ucap Freed mengejek Naruto, namun Naruto merasakan ada aura suci namun juga aura gelap yang menyelubungi orang itu.
"apa yang aku rasakan ini? Dan pedang itu? tidak salah lagi pedang itu adalah excalibur dan pistol itu mempunyai aura suci yang kental, tapi kenapa cosmo pemuda ini begitu gelap seperti cosmo iblis?" inner Naruto.
"apa kau pemegang pedang excalibur di tangan kananmu itu? darimana kau mendapatkan pedang suci itu?"
"gyahahaha... kau tidak usah tahu pemuda-kun karena aku AKAN MEMBUNUHMU JUGA KARENA MENOLONG IBLIS!"
Tap..
Freed pun berlari dengan cepat dan mengayunkan pedang di tangan kanannya ke arah Naruto.
"MATI KAU!"
Swift...
Trangg...
Namun pedang excalibur Freed hanya membentur tangan kanan Naruto yang terlapisi Gold Cloth Aries.
"aku tidak berniat bertarung untuk saat ini, jadi cepatlah pergi!"
Wusshh...
Bruukkk...
Tubuh Freed pun berbenturan dengan dinding rumah yang kokoh karena Naruto menggunakan psycokinesis andalannya, tapi dengan cepat Freed pun berdiri kembali meskipun dengan rasa nyeri di punggungnya.
"hmm...hmmm... ini menarik, menarik sekali jarang ada manusia yang mampu menyamai keahlian menahan gaya berpedangku, tapi aku takkan pernah pergi sebelum mengalahkanmu. Aku adalah Excorsist dari gereja Katedral Vatikan Freed Zelzan."
"Gold Saint Athena, Aries No Naruto."
"hehehe... Gold Saint Athena? Apa aku sekarang ada di negri dongeng? Belum pernah aku melihat ada legenda seperti itu, tapi terserahlah. Faktanya kau membela Iblis jadi layak untuk aku bunuh."
"jika kau memang ingin bertarung, akan aku layani atas nama Athena yang agung."
Naruto pun mengeluarkan cosmo emasnya tanda ia tidak bercanda sama sekali, begitupun juga dengan Freed yang mengeluarkan aura kebiruan dan pedang yang bercahaya.
"AYO MAJU!"
"HENTIKAN!" Tiba-tiba ada suara yang menghentikan pertarungan yang hampir terjadi antara Naruto dan juga Freed Zelzan, Issei pun melihat juga seseorang yang sangat ia kenal, surai blonde, wajah imut-imut dan mengenakan pakaian suster gereja yaitu Asia Argento
"Asia/Asia-chan."
"Wah ternyata asistenku, Asia-chan. Ada apa? Apakah kamu selesai memasang pelindung?" ucap Freed dengan gaya gilanya yang melekat itu
"Ti...Tidaakkkk...!" teriak Asia yang melihat ada mayat yang terpaku di dinding yang membuatnya Histeris ketakutan
"Terima kasih untuk teriakannya yang menggemaskan! Oh yeah, ini adalah pertama kalinya kamu melihat mayat seperti ini kan, Asia-chan? Kalau begitu lihatlah dengan jelas. Ini adalah nasib manusia yang terpedaya oleh Iblis." Ucap Freed, Asia pun menatap Issei dengan pandangan tidak percaya sekaligus terkejut
"Tidak, tidak, tidak mungkin. Bapa Freed, orang itu..."
"Orang? Tidak, tidak. Sampah di sini ini adalah Iblis. Hahahahaha. Kenapa kamu bisa sampai salah?" ucap Freed, Issei pun sudah pasrah dengan keadaan bahwa ia pasti akan di benci, hal itu juga membuat Naruto makin geram.
"Ise-san adalah Iblis..." ucap Asia menutup mulutnya tanda ia kecewa dengan Issei.
"Apa, apa? Kalian sudah saling mengenal satu sama lain? Wow. Ini adalah kejutan besar. Apakah ini cinta terlarang antara Iblis dan seorang Suster-Gereja? Sungguhan nih? Kalian serius?" ucap Freed menatap Asia dan Issei sementara Naruto hanya di jadikan patung tanpa di lihat ataupun di ajak bicara sekalipun
"maaf jika aku memang memotong ucapanmu pendeta Katedral, tapi aku tidak pernah suka dengan hal ini. Asia, meskipun Issei memang adalah Iblis tapi kemurnian hatinya tidak pernah mencerminkan siapa dia sebenarnya. Memang Iblis itu adalah jahat tapi itu berbeda. Namun aku bertanya padamu Asia-chan. Apa kau mempercayai Issei sebagai sahabat?" ucap Naruto dengan nada lembutnya khas 'proffesor sanctuary', namun Justru Freed tertawa terbahak-bahak
"Ahahahaha! Iblis dan manusia didak akan pernah bisa bersama! Khussnya manusia yang adalah milik gereja yang bagi mereka Iblis adalah musuh terbesarnya! Dan lagi kami adalah kelompok murtad yang ditinggalkan [Kami]. Asia dan aku adalah manusia yang tidak bisa hidup tampa dukungan [Da-Tenshi], Lagipula aku tidak terlalu memusingkan hal itu. Tetapi aku tetap harus membunuh sampah ini untuk menyelesaikan pekerjaanku. Kamu sudah siap?" ucap Freed yang lansung berlari ke arah Issei yang di belakang Naruto dengan menghunus pedangnya ke arah Naruto dan Issei juga.
Namun Asia langsung berlari ke arah Naruto dan melindungi Naruto dan Issei, karena Naruto sadar keadaan makin buruk, segera Naruto pun memeluk Asia,
"EXCALIBUR"
Trangg...
Pedang excalibur Freed pun berbenturan dengan lengan kiri Naruto yang melindungi Asia dari tebasan Freed.
"Hey, hey... Kamu serius? Asia-tan, Sadarkah kamu apa yang kamu lakukan? Kau ingin melindungi Saint emas dan iblis sampah itu tapi kau justru di lindungi olehnya he? Memalukan sekali kau Asia-tan gyahahahahaha..." ucap Freed yang tertawa dengan sikap heroik Asia,
"berhentilah berbicara seakan-akan kau adalah Shinigami yang akan mencabut nyawa seseorang..."
"ROZAN: SHO RYU HA."
Dhuakk...
Brukkk...
Freed pun terlempar kembali ke tembok karena Naruto melepaskan jurusnya di tangan kanannya yang tidak di sadari oleh Freed sendiri.
"Aku sudah tidak tahan lagi... Anda seharusnya tidak boleh membunuh manusia hanya karena terpedaya Iblis. Dan anda juga tidak boleh begitu saja membunuh Iblis. Ini salah!"
"Hmmm...hmmm...? Salah katamu? Jangan bicara ngawur dasar Jalang! Kamu sudah mempelajari di gereja kalau Iblis adalah sampah bukan!? Otakmu pasti sudah bermasalah!" ucap Freed yang sudah berdiri kembali, dan ia pun menunjukan wajah kesal dengan omongan Asia yang menurutnya ngelantur.
"Bahkan diantara Iblis, saya yakin ada orang baik!"
"Dasar bodoh, tentu saja tidak ada DASAR BODOH!"
Dorr...
Dorr...
Dorrr...
"gawat, Asia-chan bisa tertembak, peluru itu bukan peluru biasa." Inner Naruto
"LIGHTNING PLASMA"
Pyar...
Pyarr...
"A-APA...!"
Duakh...
Duakh...
Duakh...
Duakh...
"aaaakkkkhhhh..."
Brukk...
Peluru-peluru yang Freed tembakkan dapat di hancurkan oleh Naruto dan jurus Naruto pun mampu menghajar Freed hingga ia luka-luka
"Sampai seperti kemarin Saya juga berpikir demikian... Tetapi Ise-san adalah orang baik. Hal itu tetap tidak berubah walaupun sekarang Saya tahu kalau dia adalah Iblis! Membunuh seseorang adalah hal buruk! [Kami] tidak akan membiarkan tindakan seperti ini." Ucap Asia yang membela Issei, sedangkan Freed pun tetap berdiri meskipun dengan bibirnya berdarah akibat jurus Naruto.
"menyerahlah Freed, kalau tubuhmu terus kau paksakan maka kau akan..."
Degg...
Brukk...
"uhukk..." tiba-tiba Naruto pun berlutut dengan memuntahkan darah karena fisiknya masih belum pulih akibat pertarungan kemarin yang menguras cosmonya dengan drastis.
"kenapa denganku ini? Ke-kenapa tubuhku se-seperti le-lemah tak be-berdaya eeennggghh..." inner Naruto yang kesakitan dengan luka akibat menggunakan god cloth
"Na-Naruto-san, kau tidak apa-apa..."
Sreettt...
Plakk...
"Kyaaa!"
Asia berteriak kesakitan akibat Freed menarik baju yang Asia kenakan dan memukul pipi asia dengan pistolnya hingga Asia jatuh ke lantai.
"Asia!"
Issei pun berlari ke arah asia yang terhempas ke lantai dengan keras akibat itu Asia pun memar-memar
"[Da-Tenshi] wanita itu terus mengatakan kalau aku tidak boleh membunuhmu. Tetapi aku sangat kesal. Aku memang tidak boleh membunuhmu, tetapi aku boleh memperkosamu kan? Kalau tidak hatiku ini tidak akan bisa disembuhkan. Tetapi sebelumnya aku harus segera membunuh sampah itu." ucap Freed yang sudah gelap mata dengan Naruto dan juga Issei.
Lalu Freed mengarahkan pedangnya kearah Issei, Issei pun Sadar bahwa ia tak sekuat Nii-san nya yang seorang Saint Athena, tapi ia tidak punya banyak pilihan selain maju atau ia hanya jadi pecundang.
"Aku tidak bisa meninggalkan perempuan yang telah melindungiku. Jadi majulah!" ucap Issei yang memasang pose berkelahi didepan Freed. Kemudian pendeta itu bersiul dan kelihatan sangat senang.
"Hah? Sungguhan? Kamu akan melawanku? Kamu akan mati lo? Kamu akan mati dengan banyak rasa sakit lo? Aku tidak akan membunuhmu dengan sedikit rasa sakit lo? Kalau begitu. Coba kita lihat apakah aku bisa memecahkan rekor memotong daging terkecil didunia!" ucap Freed memasang pose gilanya kembali , namun tiba-tiba lantai bercahaya biru putih kemudian muncul lingkaran sihir berwarna biru bergambar klan Gremory muncullah Rias, Akeno, Kiba dan Koneko dari lingkaran sihir itu
"lingkaran sihir apa ini? Jangan-jangan lingkaran sihir Gremory." Inner Freed
"Kami datang untuk menyelamatkanmu, Hyoudo-kun."
"Ara, buruk sekali."
"Pendeta..."
Tapi kelompok Rias melihat sesuatu yang sangat mengejutkan yaitu pemuda bersurai emas dan mengenakan Gold Cloth emas terduduk mengerang kesakitan.
"NARUTO-KUN/NARU!" Rias dan Akeno pun Histeris manakala kekasih mereka berdua pun dalam keadaan yang memprihatinkan, dan berlari ke arah Naruto.
"Naruto-kun, kau tidak apa-apa?"
"Naru Sayang tolong bertahanlah." Ucap kedua great onee-sama yang memegang tangan dari Naruto
Wuusshhh...
"Sayang sekali tangisan kalian akan berakhir di sini, Ini hadiahku untuk kalian sekelompok Iblis!"
Freed pun mulai mulai menebaskan pedangnya berlari ke arah Issei dkk.
Trangg...
Suara besi bergema diseluruh ruangan. Kiba menahan serangan Freed dengan pedangnya yang merupakan Sacred Gearnya.
"Maaf. Tetapi dia salah satu dari kami. Kami tidak bisa diam melihatmu menyerangnya!" ucap Kiba berupaya menekan Freed, tapi lawannya itu justru tertawa senang dengan keadaan tersebut
"Wow, wow! Kata kata menyentuh hati keluar dari mulut Iblis! memangnya siapa kalian? Ranger Iblis? Bagus. Aku bisa rasakan semangatmu. aku sangat bersemangat! Jadi bagaimana? Siapa yang Uke? Siapa yang Seme? Jadi hubungan kalian seperti itu?" ucap Freed mengeluarkan rntah itu sumpah serapah atau mengejek untuk menyerang balik Kiba.
Mereka beradu pedang tetapi Freed dengan sombong menjulurkan lidahnya. dia menggoyangkan lidahnya beserta kepalanya, hal itu membuat Kiba menunjukan ekspresi kesal karena Freed mengejek dan meremehkannya
"Mulut yang kotor... Sulit kupercaya kamu adalah pendeta... Oh, jadi itulah sebabnya kamu menjadi "[Ex-Eksorsis]", kan?"
"Ya, Ya! Aku kotor! Maaf saja! Karena aku adalah [Ex]! Aku terusir! Itulah sebabnya aku membenci Vatican! Tetapi tidak apa-apa asalkan aku masih bisa membunuh Iblis sesuka hatiku!"
Mereka berdua masih beradu pedang sambil berbicara. Ekspresi Kiba tenang tetapi matanya benar benar terpaku pada Freed. Tapi Freed, masih tertawa menikmati pertarungan mereka.
"Kamu adalah jenis yang paling sulit dihadapi. Seseorang yang merasa hidup dengan menebas Iblis... Bagi kami kamu adalah jenis yang paling berbahaya." Ucap Kiba yang sudah di puncak kekesalannya
"Haaah!? Aku tidak mau diajari Iblis! Aku hanya berusaha hidup seperti orang lain! Aku bukan diposisi dimana hama sepertimu bisa merendahkanmu!" ucap Freed yang terus saja bertingkah aneh-aneh
"Bahkan dalam kalangan Iblis juga punya peraturan." Ucap Akeno yang sejenak melupakan Naruto untuk bangkit menatap Freed dengan tersenyum, tetapi tatap matanya serius, Dia menunjukan tanda siap menghadapi Freed kapan saja.
"Bagus. Aku suka mata dengan ambisi seperti itu. Nee-san, kamu sungguh luar biasa, aku bisa merasakan niat membunuhmu. Apakah ini bentuk cinta? Tidak aku rasa ini adalah semangat membunuh! Ini Hebat! Aku suka perasaan ingin membunuh dan akan terbunuh, kalau begitu kau akan berasib seperti Gold Saint yang lemah itu!"
"Kalau begitu musnahlah."
"cukup..."
Tiba-tiba Naruto yang keadaannya sedang memburuk pun berdiri dengan cosmo yang menggelora di seluruh tubuhnya, pandangan matanya begitu gelap meskipun tubuhnya bercahaya dan itu membuat Akeno dan Rias sangat khawatir.
"kau boleh menghinaku apapun itu, tapi menghina Rias dan Akeno adalah sebuah kesalahan..."
"TERBAKARLAH COSMOKU HYAAAAAA!"
"tunggu Naruto-kun."
Suatu suara menginterupsi Naruto dan semua yang ada di sini, Freed yang tak tau suara apa itu clingak-clinguk.
"suara itu? masaka, Athena-sama, bukan Miya tapi Athena Saori-sama." Ucap Naruto karena dalam hatinya ia tahu siapa suara itu.
"kau tidak boleh menggunakan terlalu banyak God Cloth, tubuhmu tidak akan kuat menahan kekuatan itu secara terus menerus apalagi setelah kau menahan Athena Exclamation."
"tapi Athena-sama, apa yang harus aku lakukan?"
"kau harus menggunakan kekuatan cosmo emasmu sendiri."
"wakarimasta, perintahmu adalah tugas untukku."
"heh aku tidak tahu kau bicara dengan perempuan atau dewi sekalipun, tapi LAWANMU ADALAH AKU GOLD SAINT ATHENA!" ucap Freed yang sudah bersiap menebas Naruto
Banggg...
Sebagian dari perabotan dibelakang pendeta itu meledak. Buchou menembakkan bola sihir.
"Aku tidak akan pernah memaafkan yang menyakiti pelayanku terutama kekasihku sendiri. Terlebih lagi sampah sepertimu yang merusak milik pribadiku." Ucap Rias yang sepertinya sudah sangat marah kepada siapapun yang akan menyakiti kekasihnya itu.
"Buchou! Sepertinya sekelompok [Da-Tenshi] menuju rumah ini. Kalau begini kita akan berada diposisi yang tidak diuntungkan." Ucap Akeno yang merasakan hawa yang tak mengenakan dari sekeliling rumah itu, Naruto yang juga keletihan pun tak bisa mengeluarkan cosmonya lagi dan akan mau jatuh namun di bopong oleh Rias
"Akeno, bawa ise dan siapkan perpindahan. Kita kembali ke markas."
"Siap"
Setelah setelah Buchou mengatakan itu, Akeno-san tampak seperti merapal mantra dan muncul lingkaran sihir dari lantai dan akan membawa Rias dkk ke gedung ORC.
"Buchou! Kita harus membawa Suster-Gereja itu juga!" Ucap Issei yang seakan tak rela untuk tidak membawa Asia
"Itu tidak mungkin. Aku tidak bisa membawa siapapun kecuali Naruto-kun karena yang bisa teleportasi hanya aku dan orang-orang tertentu saja
Ti...Tidak... Mataku dan mata Asia bertemu. Kemudian dia tersenyum padaku.
"ASIAAAAA!"
"Ise-san, mari kita bertemu lagi nanti." Dan setelah itu Naruto dkk pun menghilang dengan lingkaran sihir meninggalkan Asia dan Freed sendiri.
At gedung ORC tengah malam.
Di gedung ORC Yang mewah namun latar luarnya hanya berbentuk gedung tua yang sudah tak terpakai muncul lingkaran Sihir berlambang klan Gremory menampilkan Rias dan budaknya beserta Naruto yang sepertinya tidak sadarkan diri akibat ia kelelahan pada pertarungan sebelumnya.
Rias sebenarnya tidak kuat menahan bobot tubuh Naruto yang cukup berat di tambah Gold Cloth Naruto yang menambah bebannya, akan tetapi Rias sudah tak perduli dengan bobot tubuh Naruto. Yang ia pentingkan Naruto harus Istirahat.
"Issei, kau tidak apa-apa kan? Apa kau ada yang terluka?" ucap Rias yang mengkhawatirkan Pion kesayangannya itu, meski ia tidak mencintainya, Issei hanya meringis kesakitan akibat peluru yang di tembakkan Freed sangat berasa di lututnya.
"i-iya Bucho, A-aku hanya kesemutan dan perih saja di kakiku akibat peluru pendeta gila itu, aku tidak tahu pendet Gila itu menggunakan pistol apa. Tapi sakit sekali Bucho." Ucap Issei yang duduk di sofa dengan kaki lurus akibat perihnya peluru suci Freed.
"baiklah kalau begitu, aku mau membawa Naruto-kun ke kamarku untuk memberikannya waktu istirahat. Akeno tolong sembuhkan efek peluru dari pendeta itu."
"Hai' Bucho, sikashi apa yang akan kau lakukan kepada Naru-kun Bucho?"
"itu rahasia dan bukan urusanmu." Ucap Rias dengan nada menggoda Akeno, Akeno yang tahu gelagat Rias pun tidak tahu harus berbuat apa. Karena cepat atau lambat, akan banyak wanita di sisi Naruto yang akan mendukung di balik layar.
"A-Akeno-san, ma-mau diapakan Nii-san ku?" ucap Issei yang bingung dengan kata-kata Bucho nya itu, namun Akeno hanya tersenyum saja membayangkan akan seperti apa pergumulan panas antar Rias dan Naruto kekasihnya.
"ara-ara~... Issei-kun jangan khawatir, Naru akan di biarkan tidur dan Istirahat oleh Bucho. Mungkin dengan sedikit sentuhan cinta Naru pasti kembali fit fufufu~..." ucap Akeno dengan nada menggoda Khasnya.
"eee... cotto, sentuhan cinta?"
"jangan khawatir Issei-Senpai, laki-laki mesum sepertimu tak perlu mengkhawatirkan Bucho. Lebih baik kau menyembuhkan kakimu itu." Sambar Koneko, Issei pun makin pundung karena perkataan Koneko.
Di dalam kamar Rias
Rias pun membuka kamarnya berjalan tertatih-tatih menuju kasurnya sendiri untuk membaringkan Naruto di kasurnya sendiri.
"uuuu~... Naru-kun berat sekali, kalau ia menindihku dan memperkosaku mungkin aku takkan bisa melawan karena tubuhnya berat." Inner Rias.
Brukk...
Rias akhirnya bisa membaringkan Naruto di kasurnya meskipun dengan Gold Cloth yang masih di kenakan nya, keringat pun mengucur di pelipis Rias karen menyeret Naruto butuh tenaga yang ekstra kuat.
"haah... butuh kekuatan yang ekstra untuk membawa Naruto-kun ke kamarku sendiri, meski begitu aku juga kelelahan. Lebih baik aku mandi sebelum ia kembali sadar." Ucap Rias entah kepada siapa kemudian berjalan membawa handuknya untuk mandi di ruang sebelah kamarnya itu.
"Rias..."
Langkah Rias untuk keluar dari kamarnya pun terhenti manakala ia mendengar Naruto memanggil namanya di saat ia tidak-sadarkan diri, Rias pun menengok ke belakang melihat wajah tampan nan putih seperti cahaya surga itu.
"apa Naruto-kun memanggil namaku? Ah mungkin hanya pendengaranku saja yang tidak beres, lebih baik aku keluar." Ucap Rias yang sudah memegang daun pintu kamarnya.
"Rias, tolong maafkan sikapku. Tolong jangan tinggalkan aku..."
Kembali Rias pun terpaku mendengar hal yang sama namun, ia tidak salah menilai lagi. Memang Naruto memanggil namanya, Rias pun menghentikan langkahnya untuk mandi sejenak dan duduk di pinggir ranjang mengelus-elus pipi Naruto.
"Rias, aku-aku tidak mau kau terlibat Rias, aku-aku tak mau kau terbunuh Rias... Rias maafkan aku..."
"tenanglah Naruto-kun aku ada di sini, jangan gusar sayang." Ucap mesra Rias yang tersenyum mendengarkan Naruto terus mengigau namanya berulang-ulang.
"Pandora, ku Mohon jangan Bunuh Rias. Aku akan selesaikan urusan kita, jangan libatkan dia Pandora... jangan-jangan bunuh Rias JANGAAAAAAAANNNNN!"
Degg...
Rias pun tersentak kaget karena tiba-tiba Naruto terbangun dari pingsannya, tapi bukan itu yang membuatnya kaget. Naruto menyebutkan nama orang lain selain dirinya, entah itu perempuan atau laki-laki namun itu membuat Rias cemburu.
"siapa Pandora itu? apa dia itu adalah masa lalu Naruto-kun? Kenapa ia menyebutkannya juga?" inner Rias yang bertanya-tanya siapa Pandora itu.
"haah...haahh...haaahhh... di mana ini? Apa yang terjadi?" ucap Naruto yang berkeringat cukup banyak karena mimpi buruk yang ia alami cukup membuat Naruto Shock.
"kau ada di kamarku Naru, kau tadi pingsan karena kehabisan tenaga, karena keadaan sangat genting, aku membawamu ke kamarku untuk istirahat untuk memulihkan kekuatanmu. Dan kau sempat mengigau namaku dan memintaku untuk memaafkanmu. Apa yang terjadi Naruto-kun?" ucap Rias dengan selembut-lembutnya untuk menyembunyikan rasa cemburunya yang tidak terbendung mendengar nama Pandora.
"tidak Rias, bukan masalah besar. Kau tak perlu takut, trima kasih karena telah mengizinkanku tidur sebentar selagi aku pingsan, aku akan kembali ke rumahku. Arigatou Rias." Ucap Narutoyang sudah berdiri bersiap untuk pergi dengan teleportasi.
Greep...
Namun tangan kanan Naruto di pegang kuat oleh Rias karena Rias tak puas dengan penjelasan Naruto.
"kau masih lemah karena kelelahan dan kau sudah mau pergi begitu saja Naruto-kun? Takkan aku biarkan kau pergi kemanapun, kau harus istirahat atau aku akan memaksamu di sini." Ucap Rias yang kesal dengan sikap pengecut Naruto yang mau meninggalkannya begitu saja.
"kalau begitu kau mau apa Rias? Apa aku harus menceritakan apa yang ada di pikiranku?"
"Harus Naruto-kun, kau harus menceritakannya dan aku takkan membiarkan kau kabur lagi dariku."
"maaf Rias, aku tidak bisa..."
Sringg...
Tiba-tiba pergerakan Naruto seakan kaku akibat Rias menguncinya dengan lingkaran sihir merah di kakinya, Rias pun menyeringai membuat Naruto tidak bisa bergerak sementara waktu.
"kau boleh mengelak, tapi jangan lupa Naruto-kun aku adalah iblis Klan Gremory. Aku takkan terima apa yang tidak membuatku puas harus pergi, kau harus menjelaskannya atau aku pakai kekerasan untuk membuat mulutmu terbuka menceritakan igauanmu yang menyebut namaku NARUTO!" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras juga karena emosi Rias yang sudah tak terbendung lagi pusing dengan tingkah laku Naruto yang terus saja menghindar darinya, dan Naruto pun menghela nafas.
"aku hanya khawatirkan dirimu agar kau jangan sampai mati dalam pertempuran ini Rias, aku takkan bisa memaafkan diriku sendiri saat aku melihatmu tewas sia-sia karena melindungiku dan soal Pandora..." Naruto pun berhenti berbicara menghela Nafasnya.
"Dia adalah asisten dari Hades yang mengendalikan semua Spectre yang aku hadapi selama ini Rias, kau sudah paham akan apa yang ingin kau ketahui kan Rias?" sambungnya lagi, Rias pun terkejut karena bukan Pandora yang ia anggap buruk tapi lebih parah lagi.
"ja-jadi Pandora dalang di balik perang suci ini Naruto-kun?" ucap Rias yang penasaran kenapa Pandora yang memulai peperangan.
"aku tidak tahu Rias, tapi bagiku semua Spectre yang mengancam nyawa Athena-sama adalah kewajibanku membunuhnya tanpa kompromi dan basa-basi. Bisakah kau melepaskan lingkaran sihir yang mengikatku ini Rias?" ucap Naruto yang sepertinya kesal karena dia di tahan seperti tahanan penjara, karena sudah merasa jelas Rias pun melepaskan lingkaran sihirnya dan Naruto pun bisa bergerak dengan leluasa.
"Trima kasih Rias, maaf aku harus pergi untuk memberitahu Athena-sama, aku permisi." Ucap Naruto yang langsung menghilang dengan psycokinesisnya.
"begitu ya? Tapi kenapa hatiku tidak terima akan penjelasan pandora? Aku berjanji Naru kau harus menjadi milikku dan bertekuk lutut padaku meskipun kau tak bisa jadi budakku." Inner Rias.
Skipp time Siang harinya At Issei.
Saat Siang hari yang cerah di mana anak-anak masih sekolah, tapi beda dengan adik aktor utama kita yaitu Issei Hyodou yang membolos sekolah dan hanya duduk di taman kota dengan rasa nyeri yang masih mennyerangnya..
"Haah... ternyata kemampuanku masih belum cukup untuk menyelamatkan Asia, tapi apa yang di pakai pendeta gila itu bukan senjata biasa, sampa-sampai aku nyeri seperti ini." Gumam Issei
Gruuuuk...
Tiba-tiba perut Issei berbunyi cukup keras, ada sesuatu di perutnya yaitu ia belum sarapan dari pagi tadi karena Issei terbayang betapa lemahnya ia.
"ya ampun aku lupa sarapan pagi tadi sehingga perutku bunyi sangat keras seperti ini. Aku harus membeli makan sebelum perutku makin tak bisa kompromi." Gumamnya lagidan kemudian berjalan ke sebuah tempat makan siap saji di kota Kuoh.
Dan saat Issei pun akan memesan makanan tiba-tiba ia melihat seorang perempuan yang mungil nan lucu, surai warna emas sama seperti kakaknya, dan mata hijau giok, saat Issei melihat perempuan itu, sang perempuan pun menyadarinya dan saling bertatapan.
"Asia...?"
"Ise-san...?"
"Asia-chan, kenapa kau bisa ada di sini? Kau juga ingin makan di sini?" ucap Issei yang memulai percakapan.
"Ah Hai' Issei-san, tapi Etoo..." ucapan Asia tertahan karena iaterlihat bingung didepan meja kasir mau makan apa.
"Ummm, apa yang ingin anda pesan...?" ucap pelayan itu saat Asia ingin memesan, namun karena kehidupannya di gereja membuat Asia kebingungan dan itu terpancar dari wajahnya. Dan itu juga membuat Issei tak tega ingin membantunya namun..
"Tidak apa-apa, saya pasti bisa" ucap Asia dengan senyum yang polosnya kelewatan, dan itu membuat Issei gregetan gimana gitu.
"Maaf. Dia pesan yang sama denganku." Ucap Issei yang menyamber langsung tanpa aba-aba dan kasir pun segera mempersiapkan menunya.
"Ouuu, Memalukannya saya. Bahkan tidak bisa memesan hamburger sendiri..." Asia yang menggerutu sendiri karena ketidaktahuannya makanan eropa di jepang membuatnya malu.
"Pertama-tama kamu harus belajar bahasa jepang Asia, kau pasti bisa."
Dan setelah pesanan mereka berdua di siapkan oleh kasir dan Issei pun memilih tempat untuk makan bersama pasangannya atau teman kencan lah menurut author, semua orang di restoran itu memandangi pasangan beda warna surai itu, bukan Issei tapi Asia yang di pandang karna kecantikan dan imutnya wajah suster gereja itulah yang membuat laki-laki di sana tak kedip, namun kejanggalan pun menghampiri pasangan baru itu, Issei melahap makanannya dengan lahap namun beda dengan Asia yang hanya terpaku tak mengerti bagaimana atau apa itu cara makan Hamburger yng baik.
"Asia, kenapa makananmu tidak di makan? Kau tidak tahu cara makan hamburger seperti apa?" ucap Issei yang berusaha membantu kebingungan perempuan di depannya.
"hu'um Issei-san, aku belum pernah makan ini. Jadi aku tak tahu apa itu cara makannya Issei-san."
"souka, kau kan baru di jepang dan wajar saja kau tak tahu cara makan ini, lihat dan perhatikan aku ya." Ucap Issei yang perlahan-lahan membuka bungkus hamburgernya dan memakannya dengan pelan mengunyah potongan roti itu dengan ekspresi lucu yang membuat Asia pun tersenyum.
"oh demi Maou, ekspresi Asia kawaiiiii..." inner Issei.
"cobalah makan makananmu sendiri Asia, ikuti caraku tadi." Titah Issei, awalnya Asia ragu-ragu mempraktekkan apa yang Issei lakukan, namun Issei terus melihatnya tanpa berkedip tanda ia serius untuk menyuruh Asia.
"humm... AH enak! Ini hamburger yang enak Issei-san, aku suka sekali." Ucap Asia yang sumringah dengan apa yang di makannya.
"baguslah kau menyukainya, setelah makan akan aku ajak ke suatu tempat yang sangat menyenangkan Asia."
"hah? Kemana Issei-san, kau ingin mengajakku ke taman?"
"bukan Asia-chan, kita ke game center."
Mereka pun larut dalam obrolan yang sangat hangat, tanpa mereka berdua sadari ada sesosok laki-laki yang mengawasi mereka membawa kotak besar di punggungnya.
"aura laki-laki itu sangat jahat, tapi ia bersama suster gereja yang mempunyai cosmo yang suci, apa ia adalah temannya?"
Skipp time siang hari masih bersama Asia dan Issei
Asia dan Issei pun merasakan keletihan namun kesenangan yang bercampur menjadi satu perasaan bahagia meskipun hanya hari ini saja.
"Ah... Hari ini kita banyak bermain."
"Iya... aku jadi lelah bermain Issei-san kau maniak game ya." Ucap Asia dengan tawa dan senyum yang selalu menghiasi wajah putihnya itu, sepanjang jalan Issei dan Asia pun tertawa bareng meluapkan semua perasaan mereka berdua
"Aaaaagh! Ittai...!" tapi tiba-tiba Issei mengerang kesakitan karena kejadian malam itu saat ia tertembak oleh Freed dengan pistol suci excorsist yang membuat nyeri yang sangat kuat di paha Issei.
"Ise-san, luka itu... Apakah karena pertarungan kemarin malam?" ucap Asia dengan ekspresi yang mengkhawatirkan karena kejadian itu benar-benar tragis dan membuat Naruto nyaris mengeluarkan seluruh kekuatannya, Asia mulai membungkuk dan melihat luka di kaki Issei.
"Bisakah kamu angkat celana panjangmu."
"Oh, baiklah."
Issei mengangkat celana panjangnya dan menunjukan betisnya itu. Ada luka lubang bekas tertembak. Asia meletakan telapak tangannya ke luka itu. Kemudian betis Issei terbungkus dengan cahaya hangat. Cahaya hijau terang yang menghangatkan yang membuat luka Issei sembuh.
"Bagaimana?" ucap Asia yang selesai mengobati luka Issei, Issei sempat bengong karena terpaku dengan cahaya yang bersinar itu
Issei pun bangun dan menggerakan kakinya sedikit untuk mngetes apakah masih terasa sakit, dan tidak ada.
"Hebat sekali Asia! Aku tidak merasa sakit lagi! Dan aku juga merasa nyaman. Kamu luar biasa Asia. Kekuatan peyembuhanmu hebat sekali. Itu kekuatan [Sacred Gear], kan?" ucap Issei dengan riang gembira dan hal itu juga Asia tersenyum
"Hai' Issei-san."
"Sebenarnya aku juga punya [Sacred Gear]. Tetapi punyaku tidak berguna bahkan kekuatan sacret gearku jauh lebih lemah di bandingkan kekuatan Naruto Nii-san." Ucap Issei dengan tertunduk lesu karena ia masih terlalu lemah.
"Jadi Ise-san juga punya [Sacred Gear]? AKu sama sekali tidak menyangka." Ucap Asia yang penasaran tentang apa yang di miliki Issei.
"Tetapi bahkan aku pemiliknya tidak tahu fungsinya. Dan kalau dibandingkan, punyamu hebat sekali Asia. Bisa menyembuhkan manusia, binatang dan bahkan Iblis seperti aku." Issei mulai mengalihkan pembicaraan ke arah memuji Asia untuk menghilangkan kesedihannya sendiri.
Namun apa yang di lakukan Issei berefek lebih buruk dari apa yang di bayangkan, Asia pun tertunduk berlinang air mata, semakin lama kesedihan makin menjadi-jadi dan mulai menangis tersedu-sedu mengenang betapa tersiksanya Asia, karena Issei tidak tega akhirnya Issei pun
"Asia, ceritakan masalahmu. Mungkin aku bisa meringankan kesedihanmu." Ujar Issei yang menghibur Asia agar ia tidak menangis terus.
"Di suatu wilayah di Eropa, terdapat seorang perempuan yang dibuang oleh orang tuanya sejak bayi. Dia dibesarkan oleh gereja sekitar oleh suster-gereja disana bersama dnegan para anak yatim piatu lainnya. Perempuan yang adalah penganut gereja yang setia itu mendapatkan suatu kekuatan ketika usianya mencapai delapan tahun. Dia menyembuhkan seekor anak anjing yang terluka, dan kebetulan hal terlihat oleh seseorang dari gereja katolik. Sejak saat itu seluruh hidupnya berubah. Perempuan itu dibawa ke Gereja Katolik Pusat dan dia diberi gelar sebagai 'Perawan Suci' karena kekuatan penyembuhannya. Dia menggunakan kekuatannya untuk menyembuhkan banyak penganut. Dan para penganut itu diberitahu kalau itu adalah kekuatan perlindungan [Kami]. Berita itu segera menyebar luas dan dia terus dianggap sebagai 'Perawan Suci' diluar persetujuanya. meskipun begitu, dia bukannya tidak puas dengan perlakuan mereka. Orang dari gereja baik-baik dan dia bukannya tidak senang menyembuhkan banyak orang. Sebaliknya dia sangat bersyukur pada [Kami] karena memberinya kekuatan itu.
Tetapi perempuan itu sedikit kesepian. Dia tidak punya seorang temanpun yang bisa diajak bicara. Semua orang memang berlaku baik padanya. Tetapi tidak ada yang mau menjadi temannya. Sebenarnya dia mengerti alasannya. Dia tahu kalau mereka menganggap dirinya aneh. Mereka melihat dirinya bukan sebagai manusia, tetapi sebagai mahluk yang bisa menyembuhkan manusia.
Tetapi suatu hari, semua itu berubah. Secara kebetulan perempuan itu bertemu dengan Iblis yang terluka dan dia menyembuhkannya. Dia berpikir, kalau dia harus menyembuhkan siapun yang terluka meskipun itu Iblis. Kebaikan hatinyalah yang mendorongnya melakukan hal itu. Tetapi salah seorang dari gereja melihat hal tersebut dan segera memberi tahu pihak gereja. Para petinggi gereja terkejut akan hal itu." ujar Asia menceritakan apa yang tidak issei ketahui dan hal itu juga membuat Issei melotot seakan tak percaya
"Kekuatan yang bisa menyembuhkan Iblis? I-itu tidak mungkin Asia, Kekuatan penyembuhan seharusnya hanya untuk pengikut [Kami]!" ucap Issei yang naik emosinya karena dia tak tau mau bilang apa saking kesalnya
"Ya Issei-san, memang ada beberapa orang yang memiliki kemampuan penyembuhan. Tetapi kekuatan yang bisa menyembuhkan Iblis sangat tidak berterima. Orang dari pihak gereja berpikir, adalah seharusnya kalau kekuatan penyembuhan tidak berlaku bagi Iblis dan [Da-Tenshi]. Sepertinya dahulu pernah ada kejadian seperti itu. Kekuatan yang bisa menyembuhkan Iblis dan [Da-Tenshi] yang tidak dalam nama [Kami]. Tetapi kekuatan itu ditakuti sebagai kekuatan 'Penyihir'. Jadi mereka mulai menganggap perempuan itu sebagai Bidat." Ucap Asia yang wajahnya tertutupi surai blonde nya, Issei pun memerah bukan malu tapi dia mulai tak bisa menghentikan emosinya
"TEME! Kau bukan Bidat Asia, kau suster. Suster gereja yang suci tak pantas kau menjadi penyihir. AWAS KALIAN DA-TENSHIN KEPARAATTT!"
"KAU MENYEBUT KLAN KAMI ITU KEPARAT HEH IBLIS RENDAHAN!." Tiba-tiba terdengar suara yang keras tapi feminim sekali, Issei pun melihat ke arah danau taman muncul sosok perempuan bersurai coklat kehitaman, pakaian yang seperti BDSM serta wajah imut nan cantik serta sepasang sayap hitam yang ada di punggungnya.
Crooottt...
"si-siapa kau bishoujo atau ku sebut wanita penggoda~" ucap Issei sambil menyeka darah dari hidungnya akibat mimisan melihat tubuh montok dari malaikat jatuh itu
"Heh... apa ini target yang gagal di bunuh oleh Donhaasek? Terlihat seperti lelaki tak tau diri, mesum dan sangat rendahan melihat tubuh perempuan seperti ini, Bocah keparat!"
"Na-Nani? TEME! Kau malaikat brengsek jangan pernah meremehkan Hyodou Issei Hah!, maju kau akan aku buat jadi gilingan daging." Ucap Issei yang terpancing dengan omongan dari Raynare
"...Raynare-sama..." ucap Asia nyelonong tanpa aba-aba dan itu membuat Issei terpaku tak bergerak karena bengong siapa yang di sebut Raynare.
"ja-jadi dia itu Raynare? Mau apa dia dengan Asia." Inner Issei
"Apa yang diinginkan [Da-Tenshi] sepertimu...? ucap Issei yang sudah siap siaga sepertinya ia tahu akan ada pertempuran jarak dekat atau jarah jauh.
"Aku tidak mau Iblis rendahan dan kotor sepertimu bicara padaku Gaki." Ucap Raynare melihat Issei dengan pandangan yang sangat merendahkan Issei, Dan itu sukses membuat Issei emosinya naik.
"Perempuan itu. Asia, adalah milikku. Bisakah aku membawanya kembali? Asia, percuma saja mencoba lari Asia, kau adalah Bidat yang terusir dari gereja orthodox karena mengobati Akuma. Takdirmu ada di tangan kami kemarilah." Ucapnya lagi mengayunkan tangannya ke depan untuk menyambut Asia.
"Tidak, Saya tidak mau... Saya tidak mau kembali ke gereja itu. Saya tidak mau kembali ke tempat orang yang tega membunuh orang lain... Dan juga kalian melakukan hal itu padaku..." ucap Asia menggeleng-geleng menolak dengan keras apa yang akan di lakukan oleh kaum da-tenshin itu.
"kau itu keras kepala sekali ya. Janganlah berkata begitu Asia. [Sacred Gear] milikmu penting untuk rencana kami. Jadi Kembalilah bersamaku OK? Aku juga kerepotan mencarimu selama ini. Jangan menambah masalahku lagi." Ucap Raynare yang mendekati Asia, berjalan di bekang Asia dan memeluknya semesra mungkin, Issei pun di buat merinding namun karena sadar temannya dalam keadaan bahaya Issei pun bersiaga
"hei Da-tenshin TEME. Tidak bisakah kau lihat dia tidak mau? Apa yang ingin kau lakukan setelah membawanya kembali?" ucap Issei karena emosi dengan apa yang akan di lakukan oleh Raynare
"Iblis rendahan, jangan menyebut namaku. Namaku bisa menjadi kotor. Apa yang terjadi antara kami bukan urusanmu. Kalau kamu tidak segera kembali ke tempat tuanmu, kamu akan mati loh." Ucap Raynare dengan menunjukan cahaya di tangannya membentuk tombak, Issei pun ketakutan gentar karena ia terbunuh dengan itu dan ia pun ragu apa ia akan terbunuh lagi.
"[Sacred Gear]!"
Sriinggg...
Issei pun memanggil Sacret gearnya muncul gaulent tangan naga merah mirip seperti tameng namun beda dengan apa yang terlihat, Raynare pun terkejut namun ia terkikik geli ternyata apa yang di takutkan tidak seperti kelihatannya.
"Aku diberitahu para atasan kalau [Sacred Gear] milikmu berbahaya. Tetapi sepertinya mereka keliru, AKAN KU BUNUH KAU LEBIH DULU IBLIS RENDAHAN!" Ucap Raynare yang menyiagakan 10 tombak cahaya di depan tubuhnya.
"MATTE!" tiba-tiba terdengar gaungan suara keras di belakang mereka bertiga, muncul seseorang bercirikan surai kuning keabuan pendek dengan cambang di kanan-kirinya, mata hijau setajam predator, wajah tampan, kulit coklat eksotis dan tubuh tegap berotot menandakan dia seorang laki-laki tipe petarung sejati dan tak lupa juga membawa kotak besi emas dengan lambang singa.
"kotak itu? mirip seperti Saint emas yang membuatku babak belur dengan jurus mawar nya. Apa dia Saint emas juga?" inner Raynare
"heh manusia rendahan lagi muncul di hadapanku, apa kau juga mau mati seperti pemuda mesum di depanku ini?" ucap Raynare meremehkan Issei juga pemuda yang menggendong kotak emas.
"bicaralah sepuasmu, tapi..."
Sringg...
Tiba-tiba laser emas melintas melewati kepala Raynare dengan kecepatan cahaya begitupun juga dengan pemuda berotot itu yang sudah di belakang Raynare dengan jari telunjuk mengacung ke depan.
"manusia juga punya kekuatan yang melebihi apapun jika di latih dengan tekun dan keras malaikat sesat." Ucap pemuda itu, Raynare pun melotot merasakan kekuatan yang tak terhingga melewati kepalanya membuat banyak bayangan ilusi di otaknya.
"ju-jurus apa tadi? Kecepatannya tidak bisa aku lihat." Inner Raynare.
"OMAEE! Berani-Beraninya kau menyerangku dengan cara licik seperti itu, KAU AKAN MENERIMA PEMBALASANNYA!" Ucap Raynare yang terbang dengan sepasang sayapnya kemudia menyiapkan 10 tombak cahaya dan mengarah ke arah pemuda itu.
"MATILAH KAUUU!"
Wussshhh...
10 tombak cahaya pun melesat dengan cepat menuju pemuda yang menyerangnya tadi, namun pemuda itu meningkatkan cosmonya hingga tubuhnya bercahaya emas.
"LIGHTNING BOLT"
Ctarrr...
Ctarrr...
Ctarrr...
Ctarrr...
Semua tombak cahaya pun hancur oleh laser emas yang di keluarkan oleh pemuda itu, Issei yang melihat pun kagum luar biasa.
"sugooiiiii! Jurus itu mirip dengan Nii-san, kau luar biasa pemuda-san." Ucap Issei dengan riangnya.
"namaku Aiolia, kau siapa?"
"Issei, Hyodou Issei."
"baiklah Issei-san, kau menyingkirlah, perempuan mirip iblis itu sangat berbahaya." Ucap Aiolia dan Issei pun berlari ke dekat pohon agak jauh dari pertarungan antara manusia dengan malaikat jatuh itu.
"jurus itu, cosmo itu, masaka... kau Adalah GOLD SAINT ATHENA manusia rendahan!" ucap Raynare yang berang sekali karena ia pernah di kalahkan oleh seseorang yang punya jurus yang sama.
Prangg...
Aiolia pun menaruh kotak emas lambang singa nya di tanah taman itu, menatap perempuan itu dengan tajam.
"aku tak harus mengatakannya kepadamu siapa aku yang sebenarnya, tapi aku takkan membiarkan kejahatan menjalar di muka bumi."
"omoshiroi, MATILAH KAU!"
Kemudian Raynare pun melesat dengan cepat ke arah Aiolia dengan memegang tombak cahaya berniat untuk membunuh Aiolia, namun pemuda kekar itu tak bereaksi apa-apa Issei pun mulai khawatir begitupun juga dengan Asia.
"Aiolia-san, AWASS!"
Srinnggg...
Tiba-tiba kotak emas yang da di samping Aiolia terbuka menampilkan Gold Cloth berbentuk singa.
"AYO LEO!"
Trangg...
Tring...
Tringg...
Tring...
Tring...
Gold Cloth itupun terpecah menjadi beberapa bagian dan menjadi jubah emas di tubuh Aiolia dengan lambang singa di punggungnya dan kain putih 1cm menyentuh tanah.
Trangg...
Tombak dari Raynare beradu kuat dengan tangan kanan yang di lapisi cosmo emas oleh Aiolia menimbulkan percikan listrik yang kuat menjalar kemana-mana.
"hahaha... melawan Gold Saint sekali lagi, aku sangat senang sekali karena. Ini adalah saat yang tepat untuk membalas kekalahanku atas Gold Saint beberapa hari lalu."
"jadi di sini ada Gold Saint yang lain selain aku, ku rasa ini bukanlah yang pertama kali kau melihat Cosmo emas milikku."
"tidak, memang tidak Asing bagiku. Karena Gold Saint adalah musuh bagi kami!"
"kalau begitu demi nama keadilan dan Athena-sama akan aku musnahkan kau."
"Coba saja kalau kau bisa."
Kedua mahluk beda kelamin inipun terpisah dari adu kekuatan yang hebat, dan mereka berdua mengambil jarak yang agak jauh untuk mempersiapkan jurus masing-masing.
"Aku Gold Saint Leo no Aiolia akan menghabisimu sekarang juga, dengarkanlah Raungan singa yang buas ini..."
"LIGHTNING BOLT"
Dhuarrr...
Aiolia pun mengeluarkan jurus utamanya menyerang tubuh dari Raynare.
At kuohgakuen jam makan siang.
Kita beralih dulu ke lain segmen, di sekolah akademy Kuoh saat jam makan siang. Di sana Aktor utama kita sedang makan siang di taman sekolah bersama 2 kekasihnya Akeno dan Tsubaki, mereka bertiga makan dengan Akur karena Naruto dengan tegas melarang Akeno dan Tsubaki memperebutkan Naruto saja.
"ne Anata, kau membawa makan siangmu lagi?" ucap Tsubaki yang memulai pembicaraan, Naruto pun mengangguk.
"ya Tsubaki-chan, aku memang setiap hari membawa bento setiap aku sebelum ke sekolah. Karena uangku harus aku irit untuk keperluanku yang lain mungkin untuk kelahiran bayimu Tsubaki-chan." Ucap Naruto dengan Tersenyum mengelus-elus perut rata Tsubaki karena Tsubaki belum menunjukan tanda-tanda ia akan hamil.
"aku belum hamil Anata, karena masa menstruasiku baru mulai dan itu mungkin mencegah spermamu membuahi rahimku. Maaf ya Anata aku tidak bisa hamil sekarang karena malam itu aku tidak tahu bahwa aku mulai datang bulan dan mungkin 2 minggu lagi baru bersih." Ucap Tsubaki dengan tertunduk karena tidak mengetahui masa bulanannya datang di saat ia bercinta dengan sang kekasih.
"daijobu Tsubaki-chan, aku tak mempermasalahkan hal tersebut. Kau bisa hamil setelah masa menstruasimu telah reda."
"ara-ara jangan lupakan aku Naru-kun, aku juga tidak mengetahui bahwa mens ku hampir barengan dengan Tsubaki-san dan saat setelah aku bercinta denganmu perutku tiba-tiba sakit sekali dan bokongku tiba-tiba berdarah tanda aku datang bulan. Aku sekarang tak bisa melayani nafsu besarmu Naru sampai aku bersih juga fufufu~..."
"souka, jadi kalian mens di saat aku memerawani kalian berdua. Aku bersyukur tidak melayani kalian untuk sekarang ini karena tubuhku juga belum stabil karena pengaruh dari GOD CLOTH saat itu."
"apa itu God Cloth Anata? Aku tidak tahu kau mempunyai kekuatan dewa di dalam Gold Cloth mu Anata." Ucap Tsubaki dengan suara yang halus sekali beda dengan biasanya.
"emm... kalau soal itu..."
Deggg...
Tiba-tiba Naruto tercengang merasakan sesuatu yang sangat ia ketahui ada di kota ini, Tsubaki dan Akeno yang merasakan hal yang Aneh pada kekasihnya itu saling menatap satu sama lain.
"i-ini... Cosmo ini... masaka... Gold Saint." Ucap Naruto terbata-bata merasakan cosmo emas dari sesorang yang sama seperti dirinya.
"Anata, kau kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi?"
"iya Naru sayang, kau kenapa?"
"Akeno, Tsubaki ada Gold Saint lainnya yang sama sepertiku sedang bertarung di taman kuoh, dan musuhnya adalah da-tenshin yang berniat membunuh Issei." Ucap Naruto yang menatap kedua kekasih nya itu dengan pandangan tajam.
"aku akan coba menghubunginya..."
Back to taman kuoh.
Dhuarr...
Brukk..
"aaakkhhh..." rintih Raynare karena jurus dari Aiolia tepat mengenainya dan Raynare pun terlempar sejauh 10 meter dari pertarungan dan membentur pohon di sana.
"aku tidak tahu mengapa, tapi aku tidak akan membiarkan kau terlalu se-enaknya mengganggu manusia yang ada di kota ini, pergilah selagi aku masih mengampunimu malaikat jatuh." Ucap Aiolia yang masih berbaik hati untuk mengampuni Raynare, namun Raynare pun bangkit dengan darah yang mengucur di bibirnya kemudian di seka.
"menyerah katamu? Aku masih dendam kepada Gold Saint Athena karena mengganggu tugasku sehingga aku menjadi terluka parah dan sembuh cukup lama dan kau memerintahku? JANGAN BERHARAP AIOLIA!" Ucap Raynare dan kemudian bangkit kembali menciptakan 10 lingkaran sihir.
"TERIMA INI!"
Wusshhh...
Wusshhh...
Wusshhh...
Wusshhh...
Puluhan tombak cahaya di keluarkan dari 10 lingkaran sihir tersebut, namun karena kecepatan Aiolia yang sangat gesit sehingga puluhan tombak Raynare pun tak ada satupun yang mengenai Aiolia, Issei pun terbengong akan pertunjukan yang ada di depannya.
"kau itu tidak ada menyerahnya untuk menebar kebencian di dunia ini, sekarang aku akan..."
"tunggu dulu.."
Tiba-tiba ada suara yang menggema di langit sekitar taman Kuoh, Raynare, Issei, Asia dan Aiolia pun terkejut akan suara dari langit entah dari siapa.
"HEI SIAPA KAU?! CEPAT TUNJUKAN TUBUH ASLIMU PENGECUT!" Teriak Raynare untuk memastikan orang yang bersuara itu bisa keluar
"suara ini, tidak salah lagi. Naruto kau kah itu? kau masih hidup?" ucap Aiolia ke depan tanpa memperdulikan sosok musuhnya.
"Aiolia, kau masih hidup? Aku merasakan cosmomu yang menggelora dari arayashiki ku, sebenarnya apa yang sedang terjadi di sana? Kau sedang berhadapan dengan siapa?"
"ceritanya sangat panjang kenapa aku hidup di jepang bukan Sanctuary, aku sedang bertarung dengan perempuan malaikat jatuh yang akan membunuh seorang laki-laki dengan cosmo iblis yaitu Hyodou Issei dan suster gereja temannya."
"I-Issei? Dia ada di sana? Aiolia kau harus berhati-hati, kota Kuoh sekarang banyak sekali malaikat jatuh baik itu laki-laki ataupun perempuan, kemampuan mereka mirip dengan cosmo setingkat Silver Saint. Dan kau harus lindungi Issei apapun yang terjadi."
"lindungi Iblis katamu? Apa kau bercanda Naruto? Kita adalah Gold Saint Athena, kita tidak berteman ataupun punya hubungan khusus dengan Iblis mekai sesuai dengan perintah Athena-sama. Memangnya kenapa kau beralasan seperti itu?"
"semua akan aku jelaskan nanti setelah kau selesai, dan putri Athena sudah ada generasi berikutnya Aiolia di dalam tubuh perempuan. Temui aku di sekolah Kuoh jam 19:00."
"wakatta, kau harus menjelaskan semuannya atau kau akan aku hajar dengan cosmoku."
"jangan khawatir Aiolia."
"kau sudah selesai dengan omongan tidak bergunamu Gold Saint Leo Aiolia heh? Kalau begitu HYAAAAA..." ucap Raynare yang langsung terbang dengan cepat dengan cepat untuk menusukkan tombak Cahaya ke tubuh Aiolia.
Jrassshhh...
Karena tidak sempat menghindar, tombak cahaya Raynare menggores lengan kanan Aiolia menimbulkan bekas luka dan darah menucur dari lengannya.
"sial perempuan ini cepat sekali aku bahkan tak sempat menghindar dan lenganku terluka. Benar apa yang di katakan Naruto dia setingkat dengan Silver Saint." Inner Aiolia.
"ada apa heh? Tidak sempat menghindar? Kau itu lemah sekali ya Gold Saint, ku kira Saint Athena semua kuat, tapi kau pecundang terburuk hahaha... Asia obati aku CEPAT!"
"ba-baik Raynare-sama." Ucap Asia yang langsung berlari menghampiri Raynare kemudian menyinari punggung Raynare dengan cahaya hijau Sacret gear nya, Aiolia melihat sesuatu yang aneh dengan suster gereja itu tertegun karena ia tahu itu adalah cahaya penyembuhan, dan dalam waktu yang cukup singkat Raynare sudah pulih dari luka-lukanya
"kenapa gadis gereja itu mempunyai penyembuhan seperti itu? dan bentuknya menyerupai Cosmo biasa, sebenarnya siapa dia? Inner Aiolia.
"hahaha... kau terkejut Aiolia? Gadis ini memang adalah suster gereja, kelihatannya memang suci tapi dia suda kotor atau dengan kata lain kesuciannya telah ternoda dan sekarang melayani kami kaum Da-tenshin." Ucap Raynare dengan pandangan merendahkan aiolia.
"jadi kau memanfaatkan kekuatannya hanya untuk ambisimu dan juga kaum kalian menguasai bumi ini? Kau benar-benar mahluk yang terkutuk Raynare." Ucap Aiolia dengan pandangan tajam mengeluarkan amarahnya karena mendengar sesuatu yang sangt membuatnya emosi.
"itu bukan urusanmu Aiolia, mungkin lain kali kita akan bertemu kembali di pertarungan selanjutnya dan saat itu juga kalian akan aku bunuh Gold Saint Leo Aiolia, ayo Asia kita kembali ke gereja." Ucap Raynare yang membentangkan sayapnya memeluk Asia untuk membawanya pergi jauh dari taman kuoh itu, Issei yang hanya melongo sesaat langsung menghampiri Asia.
"Asia, tidak-tidak jangan pergi Asia. Bukankah kita ini adalah sahabat Asia? Tolong Asia jangan pergi!" ucap Issei mencegah kepergian sahabatnya itu, namun Asia memberikan senyuman tulusnya kepada laki-laki iblis itu.
"Issei-san, kita akan bertemu lagi suatu saat nanti. Aku bahagia menemukan teman baru di jepang ini, selamat tinggal Issei-san." Ucap Asia dan kemudian pergi bersama Raynare terbang menuju langit yang biru.
"Asia, tidak ASIAAAAAA!"
"Aiolia-san ayo kita selamatkan temanku itu, aku tidak mau ketulusannya di manfaatkan oleh da-tenshin brengsek itu." ucap Issei membujuk orang baru yang di kenalnya itu, namun Aiolia tidak bergeming sedikitpun.
"maaf Issei-san aku tak bisa, Athena-sama melarangku untuk bertarung atas nama tujuan pribadi. Lagipula aku tidak tahu untuk apa aku hidup di sini, untuk apa aku bertarung sebenarya. Aku berjanji kepada Naruto untuk membawamu ke sekolah Kuoh, ayo." Ucap Aiolia yang berjalan menuju sekolah kuoh tempat pertemuannya dengan Gold Saint lainnya, Issei pun hanya menunduk karena ia sangat lemah untuk bertarung tanpa pengalaman mengikuti langkah Aiolia.
Skipp time at ORC room 19:00
Kita lanjut ke segmen selanjutnya, di dalam gedung ORC terdapat banyak orang atau spesies terdiri dari 5 orang iblis memakai pakaian sekolah kuoh dan 2 orang memakai Gold Cloth berbeda bentuk mereka adalah kelompok Rias dan juga Aiolia serta Naruto yang berada di dalam gedung ORC itu.
PLAK!
Tiba-tiba terdengar suara keras menggema di gedung itu membuat seisinya tertegun tidak bergerak yaitu suara tamparan keras Rias sang majikan Issei.
"Berapa kali harus kukatakan? Jawabanya tetap tidak boleh! Aku tidak akan mengijinkanmu menyelamatkan suster-gereja itu." ucap Rias dengan suara membentak karena ia sangat emosi pionnya selalu saja menbangkang perintahnya terutama saat Issei melaporkan akan menyelamatkan Asia maka emosi Rias makin memuncak dan akhirnya menampar Issei sebagai bentuk pelajaran berharga.
"Kalau begitu aku akan pergi sendirian. Aku khawatir tentang temanku yang mereka tawan itu. Para [Da-Tenshi] pasti melakukan suatu hal buruk. Dan keselamatan Asia menjadi taruhannya." Ucap Issei bersikeras ingin menyelamatkan temannya menentang perintah Rias.
"Kamu benar-benar bodoh! Kamu akan terbunuh kalau kamu pergi kesana. Kamu tidak akan bisa kembali hidup lagi. Kamu mengerti?" ucap Rias mulai jengkel dengan tindakan Issei meluapkan emosinya, bahkan tak segan untuk menghina Issei meskipun ia kasihan.
"Tindakanmu bukan hanya akan melibatkanku tetapi juga seluruh anggota klub! Kamu itu Iblis dari keluarga Gremory! Kamu harus sadar akan hal itu!" lanjut Rias naik darah memengeluarkan unek-uneknya kepada Issei.
"Kalau begitu aku akan keluar dari klub ini. Aku akan pergi kesana secara pribadi."
"Aku tidak akan mengijinkannya! Kenapa kamu tidak mau mengerti!?"
"Aku telah menjadi teman dari Asia Argento. Asia adalah temanku yang berharga. Dan aku tidak akan meninggalkan temanku!" baik Issei maupun Rias saling ngotot untuk mencegah pendapat masing-masing tentang bahaya yang akan menimpa Issei nantinya, hal itu membuat Aiolia penasaran dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
"Naruto, sebenarnya apa hubungan Issei dengan perempuan bersurai merah darah itu? kenapa ia sangat ngotot mencegah Issei untuk pergi menyelamatkan suster gereja itu?"
"sangat rumit di katakan Aiolia, hubungan otouto ku dengan Rias seperti kita dengan Athena-sama. Issei di hidupkan dengan pion catur yang entah namanya apa, dan itu mengubah kita menjadi Iblis. Namun akibatnya kita akan hidup bersama majikan kita karena balas jasa kita kepada majikan itu selama kita hidup. Begitulah yang bisa aku simpulkan Aiolia."
"souka, tunggu kau bilang Otouto? Bukankah kau tak memiliki adik siapapun?"
"untuk cerita itu, kau akan mengetahuinya sebentar lagi tapi bukan di sini."
"...Itu memang hal bagus. Aku pikir sudah cukup hebat kamu bisa menyampaikannya. Tetapi masalah itu berbeda daengan masalah ini. Hubungan antara Iblis dan [Da-Tenshi] tidak sesederhana yang kamu kira. Hubungan antaa kita telah saling memanas sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Kalau kamu menunjukan sedikit saja kelemahan, mereka akan membunuh kita semua. Mereka adalah musuh kita." Ucap Rias yang mulai kendali emosi setelah meledak-ledak karena tidak tahan dengan sikap Issei
"Bukankah selama ini "Memusnahkan Musuh" adalah jalan hidup Gremory?"
Baik Rias maupun Issei pun saling bertatap mata dengan pandangan tajam seakan menunjukan bahwa mereka berdua tidak mau kalah argument, Aiolia justru tersentak dengan apa yang di katakan Issei. Terima atau tidak kata-kata Issei adalah moto hidup Aiolia sebagai Saint emas yang sangat setia kepada Athena, naruto pun memakluminya.
"apa tujuan sebenarnya kau untuk menyelamatkan perempuan itu Issei-san? Kau sekarang tidak punya jawaban kenapa kau harus bertarung untuk menyelamatkan nyawa suster itu." Ucap Aiolia yang mengagetkan Rias dkk, Issei pun menunduk.
"Alasanku untuk Bertarung? Demi Asia aku akan pertaruhkan segalanya untuk apapun Aiolia-san, aku tidak terlalu mementingkan hal-hal yang rumit untuk aku pikirkan, KARENA ITULAH JALAN HIDUPKU!" Ucap Issei dengan semangat di sertai semangat yang tinggi
"tapi ada satu fakta yang kau tak tahu Issei, Perempuan itu awalnya adalah pengikut [Kami]. Dia dan kita tidak akan bisa hidup berdampingan. Walaupun sekarang dia bersama para [Da-Tenshi], dia masih dipihak lawan kita para Iblis."
"Asia bukan musuh kita!" sangkal Issei dengan keras karena tak terima dengan apa yang di katakan majikannya
"Tetapi tetap dia tidak ada hubungannya dengan kita. Ise, lebih baik kamu lupakan saja dia." Ucap Rias menasehati Issei dengan suara lembutnya kali ini, namun percuma saja Issei tetap bersikeras tidak mau bergeming dari ucapannya.
Tiba-tiba Akeno mendekati Rias membisikan sesuatu ke telinga Rias, Rias pun mendengarkan dengan teliti dan ekspresinya berubah seperti kaget dan kemudian menatap Issei.
"Ada urusan penting yang harus kuselesaikan. Aku dan Akeno akan pergi sebentar."
"Buchou! Aku masih belum selesai bicara...!" ucap Issei membentak Rias agar tetap berada di sini, namun Rias menaruh jari telunjuknya di bibir Issei dengan ekspresi lembut.
"Ise, ada beberapa hal yang harus kusampaikan padamu. Pertama, Selama ini kamu mengira kalau "Pion" adalah bidak terlemah bukan?" ucap Rias dengan halus dan Issei mengangguk mengiyakan
"Hal itu salah besar. Bidak "Pion" punya kemampuan istimewa yang tidak dimiliki jenis bidak lainnya. Yaitu "[Promotion]"."
[Promotion]? Apa itu?
"Seperti permainan catur sungguhan, bidak 'Pion' bisa naik pangkat menjadi bidak lainnya jika mereka berhasil masuk ke daerah terdalam dari wilayah musuh. Saat itu dia bisa naik pangkat menjadi bidak apapun kecuali bidak 'Raja'. Ise kamu bisa naik pangkat menjadi bidak apapun kecuali 'Raja' dilokasi yang kuanggap sebagai wilayah musuh. Tetapi karena kamu baru saja menjadi Iblis, ada beberapa pantangan, jadi sepertinya masih tidak mungkin bagimu untuk langsung naik pangkat menjadi "Ratu", tetapi kamu masih bisa menjadi bidak lain. Kalau kamu bertekad kuat dan mengatakan "[Promotion]" dengan segenap hatimu, akan ada perubahan pada kemampuanmu." Ucap Rias menasehati Issei, menyemangatinya dengan hati-hati mengisyaratkan bahwa Rias merestui Issei bertarung untuk menyelamatkan suster gereja yang di tawan itu.
"Satu hal lagi. Mengenai [Sacred Gear]. Ketika ingin menggunakan [Sacred Gear] ingat baik-baik hal ini. Keinginan kuat, Kekuatan [Sacred Gear] sangat dipengaruhi oleh Keinginan pemakainya. Itu juga jadi penentu kekuatanmu. Walaupun sekarang kamu iblis, tetapi hasratmu tidak hilang, dan hal terakhir yang kamu tidak boleh lupa, Ise. Dalam catur sebuah bidak 'Pion' pun bisa membunuh "Raja". Ini hal yang umum dalam catur. Fakta ini juga berlaku dalam peraturan 'Bidak Iblis'. Kamu masih bisa bertambah kuat Ise." Ucap Rias lagi membuat Issei makinbersemangat untuk bertarung untuk mempertaruhkan apa yang berharga baginya, Rias dan akeno sempat melirik Naruto kekasih mereka berdua dan mengedipkan mata untuk menggoda Naruto. Naruto yang terlalu polos pun hanya tersenyum menanggapinya kemudian Rias dan ratunya pergi dengan lingkaran sihir klan Gremory
"kenapa tingkah 2 perempuan itu sangat menggoda sekali terhadapmu Naruto? Ada hubungan apa antara kau dengan perempuan itu?" ucap Aiolia dengan wajah heran, namun Naruto hanya tersenyum mengingat betapa mesranya Akeno memanjakannya saat malam itu dan Rias yang menolongnya ketika kehabisan tenaga.
"secara tidak langsung aku terikat dengan apa itu cinta kepada mereka berdua Aiolia, kalau kau mengerti arti cinta sesungguhnya kau akan mengerti. Ayo kita pergi, aku akan membawamu ke suatu tempat."
"kemana Naruto/Nii-san?" ucap Aiolia dan Issei yang langsung nyamber saja tanpa aba-aba omongan dari Naruto.
"maaf Issei aku dan Aiolia tidak bisa menolongmu, kami Gold Saint tidak bisa bertarung tanpa alasan yang jelas, dan kami juga tak bisa bertarung karena kepentingan pribadi masing-masing Issei. Jika kami harus bertarung kami berdua harus izin dahulu kepada Athena, maaf Issei." Ucap Naruto lalu menghilang menggunakan Psycokinesis bersama Aiolia, Issei pun makin tertunduk manakala ia hanya sendirian, tapi ia tak punya pilihan lain, bertarung atau temannya celaka.
"Issei-kun. Kau akan pergi ke Gereja itu?" tanya Kiba mencoba menguji keteguhan Hati Issei.
"Ya. Aku harus pergi, karena Asia adalah temanku. Akulah yang harus menyelamatkannya." Ucap Issei tetap bersikeras untuk pergi meskipun sendirian
"...Kamu bisa terbunuh. Walapun kamu punya kekuatan [Sacred Gear], dan menggunakan "[Promotion]", kamu tidak akan bisa mengalahkan sekelompok [Eksorsis] dan [Da-Tenshi] sendirian."
"Tetapi aku tetap harus pergi. Walaupun aku mati, aku akan akan membebaskan Asia." Ucap Issei tetap pada pendiriannya, Kiba pun menghela nafas betapa cerobohnya pion pacar kesayangan sekertaris Osis itu.
"Itu memang kebulatan tekad yang hebat, tetapi tetap saja itu terlalu ceroboh."
"Kalau begitu apa yang harus kulakukan!?" tanya Issei dengan sedikit teriak, Issei emosi setinggi-tingginya.
"Karena itu aku juga akan ikut." Ucap Kiba memantapkan niatannya karena ia punya dendam masa lalu dengan Da-tenshin terutama pedang excalibur.
"Apa...?"
"Aku tidak begitu mengenal Asia-san, tetapi kamu adalah temanku. Walaupun Buchou mengatakan hal demikian, ada sisi dari diriku yang sangat merepek keputusanmu. Dan lagi, secara pribadi aku membenci [Da-Tenshi] dan para pendeta. Aku sangat membenci mereka." Ucap Kiba dengan mimik wajah tajam menggambarkan guratan emosi yang terlihat jelas dendam yang menyala-nyala.
"Ingat yang dikatakan Buchou? Kamu bisa naik pangkat menjadi bidak apapun kecuali "Raja" ditempat yang dianggap Buchou sebagai wilayah musuh. dengan kata lain sekarang dia menganggap gereja itu adalah wilayah musuh Gremory, bukan?"
"ja-jadi Bucho itu mengizinkanku Promotion karena memang begitu
"benar Issei. buchou sudah mengijinkanmu pergi. Tentu saja itu artinya aku harus membantumu. Buchou mengkin sudah punya rencana sendiri. Kalau dia tidak mengijinkanmu, sekarang ini pasti kamu sudah dikurung disuatu tempat." Ucap Kiba dengan terkikik pelan karena kebodohan Issei tidak menyadari arti yang sebenarnya dari ucapan Rias.
"aku juga ikut Issei-senpai." Ucap Koneko yang mengagetkan Issei, karena tidak mungkin Issi yang mesum itu di tolong, tapi ini adalah pengecualian
"Ko-Koneko-chan, kenapa kau mau ikut juga?"
"aku merasakan aura semangat darimu Issei-senpai, aku juga Khawatir jika bersama Kiba-senpai saja tidak akan cukup untuk melawan sekerumunan Da-tenshin." Ucap Koneko dengan wajah datarnya.
"Arigatou Koneko-chan, Arigatou."
"ehem... maaf Issei kau melupakanku, aku juga ikut." Ucap Kiba dengan tawa sedih di buat-buat.
"Yosh ayo kita pergi ke gereja." Ucap Issei, mereka bertiga pun pergi ke tempat pertarungan.
At Apartement pinggiran Kuoh 22:00 pm.
Kita ke adegan selanjutnya, saat ini perempuan bersurai ungu panjang dengan pakaian sekolah perempuan Kuoh memandang bulan yang bersinar indah di balkon apartementnya yang berlokasi agak jauh dari sekolahnya saat ini. Dialah Miya Asama alias Athena yang memandangi bintang-bintang yang bertebaran di langit gelap malam yang berkerlip.
Namun di belakangnya, muncul lingkaran psycokinesis berwarna biru memunculkan dua orang laki-laki yang berbeda ciri-ciri, laki-laki pertama surai emas panjang mengenakan Gold Cloth Aries dengan kain jubah putih di punggungnya dan laki-laki kedua bersurai kuning pendek mengenakan Gold Cloth Leo dan mengenakan jubah putih yang sama. Naruto dan Aiolia namanya.
Mereka berdua sampai di tempat Apartemen milik miya untuk menghadap kepada sang dewi untuk memberi kabar.
"kalian sudah sampai Naruto dan juga Leo Aiolia." Ucap Miya tanpa membalikan tubuhnya yang masih ke arah luar memandang bintang, Naruto pun langsung berlutut di hadapan sang dewi itu, sementara Aiolia pun tidak tahu dengan siapa ia berbicara.
"hoi Naruto, kenapa kau berlutut? Memangnya siapa dia?"
"aku membawakan Gold Saint lainya Athena-sama, dia adalah Leo Aiolia." Ucap Naruto yang masih menunduk di hadapan Miya, kemudian Miya pun berbalik berjalan ke arah Naruto dan Aiolia dengan cosmo emas Athena nya. Aiolia yang melihat cosmo yang sangat besar juga bayangan roh dari dewi Athena pun tercengang.
"tidak salah lagi, cosmo ini, kebijaksanaan ini. Dia benar-benar sosok dewi Athena yang agung." Inner Aiolia.
Maka Aiolia pun berlutut kepada perempuan itu tanpa di perintah oleh siapapun mengingat kesetiaan Aiolia kepada sang dewi itu tidak akan bisa di gantikan apapun.
"maaf telah meragukan kebijaksanaan dan cosmo anda yang sangat suci Athena-sama, aku minta maaf Gold Saint Leo Aiolia siap di perintah apapun olehmu kapan saja dan aku siap melindungimu di manapun."
"tak usah minta maaf Leo Aiolia, kau sudah aku maafkan karena kesetiaanmu padaku sudah sangat aku kenal. Kau adalah Saint yang setia padaku sejak perang waktu itu, dan aku juga berterima kasih karena kau hadir di hadapanku Aiolia." Ucap Miya dengan suara yang anggun membuat Naruto dan Aiolia tak segan untuk mengabdi selamnya demi sang putri itu.
"aku ingin bertanya satu hal Athena-sama, sebenarnya siapa yang menghidupkan aku di jepang ini? Kenapa aku harus bertarung dengan da-tenshin tadi siang."
"karena yang menginginkanmu Hidup adalah aku sendiri Aiolia, aku menghidupkanmu bersama dengan Naruto dan juga Gold Saint lainnya di tempat yang sangat jauh untuk menghentikan ambisi dari panglima tertinggi da-tenshin untuk menghancurkan bumi ini dan menciptakan perang 1000 tahun kembali dengan melibatkan bangsa iblis dan malaikat pengikut kami. Dan aku juga tidak mau Zeus-sama yang agung turun ke bumi mengakhiri perang ini dengan kemarahannya yang sangat kuat." Ucap Miya menjelaskan tujuan dan maksud dari pertanyaan Aiolia, sontak Aiolia dan Naruto pun terkaget mengetahui fakta yang sebenarnya.
"Gold Saint lainnya? Maksud anda Aldebaran, Saga, Deathmask, Shaka, Roshi, Miro, Aiolos, Shura dan Afrodite akan hidup kembali ke jepang ini?" ucap Naruto, Miya pun mengangguki namun dengan mimik wajah yang murung.
"tapi untuk 5 orang yaitu Saga, Deatmask, Shura, Camus dan Afrodite aku merasakan hawa iblis yang sangat kuat merasuki fikiran mereka. Entah mereka berdua di pengaruhi oleh Hades atau kekuatan jahat lain."
"Sa-Saga di pengaruhi?..."
Tiba-tiba mimik wajah Naruto pun mengeluarkan emosinya mengingat peristiwa ia di hajar babak belur oleh Shura, Camus dan Saga sampai gurunya juga Shion menghukumnya dengan jurus listrik.
"Awas Kau Saga. Kali ini TAKKAN AKU AMPUNI JIKA KAU BERKHIANAT LAGI!"
"Aiolia, kau juga bermasalah kan dengan perempuan iblis bernama Rias Gremory?" ucap Miya menanyakan kenapa Naruto bisa berhubungan dengan iblis itu, sementara Aiolia pun Cuma angguk-angguk saja seperti burung pelatuk.
"Rias adalah salah satu kekasih Naruto-kun saat ini, dan bukan hanya itu. bahkan Naruto juga memiliki Akeno Himejima dan Tsubaki Shinra sebagai Istrinya."
"I-Istri? Bu-bukankah Gold Saint adalah seorang kesatria Suci di Sanctuary yang tidak boleh berhubungan dengan dunia luar?"
"untuk Soal itu..."
Deg...
Tiba-tiba wajah Miya berubah, matanya melotot seperti mau keluar merasakan cosmo yang begitu besar di area kota Kuoh ini.
"cosmo ini, jangan-jangan..."
"Athena-sama, ada apa? Kenapa dengan ekspresi anda? Apa yang anda rasakan?" ucap Naruto yang khawatir akan apa yang Miya rasakan.
"otouto mu Naruto Issei beserta temannya pergi ke gereja kota Kuoh menyelamatkan perempuan suci yang di tawan oleh da-tenshin, tapi yang aku rasakan bukan hanya sekerumunan Da-tenshin. Tapi cosmo jahat besar ini... Gold Saint."
"Go-Gold Saint? A-apa ada sekali lagi Gold Saint yang menjadi Spectre kembali seperti senseiku Aries Shion?"
"aku tidak bisa pastikan, karena cosmonya gelap sekali seakan di penuhi cosmo iblis yang kuat dan mungkin memang Gold Saint sekali lagi di bangkitkan kembali oleh Hades. Naruto, Aiolia."
"HAI' Athena-sama!"
"pergi bantu Issei untuk menyelamatkan suster gereja itu, aku takut mereka akan membuat kekacauan yang lebih besar lagi, cepat pergilah."
"HAI'!"
Kemudian Aiolia dan Naruto pun pergi dengan Psycokinesis Naruto menuju ke gereja tempat pertarungan antara kaum iblis dan Da-tenshin di mulai, sementara Mia hanya tertunduk menangis mendoakan keselamatan kedua Gold Saint nya.
"Zeus no kami-sama, aku mohon beri kekuatan untuk kesatriamu yang pergi berperang di jalanmu."
At gereja Kuoh 11:00 PM.
NEXT CERITA! Saat ini Issei dkk yaitu Kiba dan juga Koneko memasuki ruang dalam gereja yang terbengkalai dan tua, bisa di lihat dari banyaknya sarang Laba-laba di sekeliling gereja, di dalam ruang Kudus terdapat mimbar yang menjadi tempat pidato bagi pastur gereja mengajarkan ajaran Kristiani dan juga banyak bangku-bangku panjang yang di pakai oleh jemaat gereja untuk berdoa.
Prok...
Prokk...
Terdengar tepukan tangan menggema di seluruh ruangan kudus itu, muncul seseorang berwajah gila, surai perak dan berpakaian pendeta membawa pedang dan pistol yaitu Freed Zelzan yang sebelumnya menghadang Issei di panggilan pertamanya sebagai iblis.
"Pertemuan kembali! Sebuah reuni! Sungguh emosional ya Akuma-kun!" ucap Freed dengan mimik muka yang sangat aneh yang membuat Issei, dan Kiba pun sangat marah.
"Sebelumnya aku belum pernah bertemu Iblis yang sama dua kali! Kenapa? Karena aku sangat kuat, aku memotong-motong lawanku ketika pertama kali kami bertemu! Kalau berteemu Iblis langsung aku potong dia ditempat! Kemudian aku mencium mayatnya dan mengucapkan selamat tinggal! Itulah cara hidupku biasanya! Tetapi sejak kalian merusak kebiasaanku, aku jadi resah! Ini tidak benar! Tidak baik merusak gaya hidup orang lain! Karena itulah aku jengkel sekali pada kalian! Aku harap kalian bisa mati! Tidak,MATILAH KALIAN PARA IBLIS SAMPAAHHHH!"
Boom...
Freed pun menembakkan peluru dari pistol excorsist nya, beruntung Issei dkk masih bisa menghindar dari serangan berbahaya itu. bukan hanya itu saja, Freed pun mengeluarkan pedang excalibur nya juga yang bersinar terang.
"Kalian kesini untuk menyelamatkan Asia-tan, kan? Hahahaha! Kalian Iblis-sama punya hati yang sangat besar untuk datang menyelamatkan wanita jalang sepertinya yang bisa menyembuhkan Iblis! sepantasnya karena telah bergaul dengan Iblis, suster-gereja itu layak mati!"
"Hey, dimana Asia!?" ucap Issei karena emosinya mulai tidak stabil mendengar hinaan dari Freed yang sangat menyebalkan
"Ada tangga rahasia di bawah altar itu. Kamu bisa menuju ke tempat mereka mengadakan ritual dengan tangga itu." ucap Freed menunjukan suatu ruangan yang berada di bawah tangga gereja itu, Issei pun sudah tak bisa menahan emosinya lagi.
"[Sacred Gear]!"
Sringg...
Muncul sarung tangan naga merah yang merupakan Sacret Gearnya, Kiba menyiapkan pedang andalannya sementara Koneko bersiap dengan Kuda-kuda rook nya. Tanpa di duga-duga Koneko mengangkat bangku panjang yang di gunakan jemaat untuk duduk dan membuat Issei melotot betapa kuatnya gadis loli itu.
"...Hancurlah."
Wusshh...
"Wow! Oh yeah!"
Trakk...
Prukkk...
Koneko melempar bangku panjang itu ke arah Freed, namun tanpa di sangka bangku itu di belah dengan mudah dengan pedang excalibur yang bercahaya sangat terang itu. tapi tidak di sangka setelah membelah bangku besar itu Freed pun menghilang tanpa jejak sedikitpun. Issei dkk mencoba merasakan kehadiran dari pendeta sinting itu.
"Disana."
Swiffttt...
Kiba pun dengan gerakan cepat bergerak ke sisi kanan Issei dkk untuk mencegah pedang Freed.
Tringg...
.tiba-tiba terdengar suara nyaring adu pedang, namun bukan pedang Kiba vs excalibur Freed namun tangan kanan Yang di lapisi Gold Cltoh yang menghadang langkah Kiba lebih cepat, dia adalah Naruto yang menggunakan pedang excalibur di lengan kanannya.
"Hmmm! Hmmm! Kebetulan sekali aku bertemu denganmu Gold Saint Naruto No Aries, akan aku balas dendamku saat kau menyerangku waktu itu!" ucap Freed, diam-diam tangan kiri Freed menarik pelatuk perlahan untuk menembak Naruto, Naruto yang sadar akan keadaan ini pun menyunggingkan bibirnya.
"PERGILAH KAU KE NERAKA!"
Dorrr...
Freed pun melepaskan tembakan tepat ke perut Naruto, namun alangkah terkejutnya Freed karena tiba-tiba sasarannya menghilang entah kemana, namun ternyata Naruto dengan gerakan kilat sudah ada di belakang Freed.
"ke-kenapa bi-bisa ka-kau..."
"aku punya kemampuan yang tidak kau duga Freed, saatnya kau bertanggung jawab atas perbuatanmu..."
"STARDUST REVOLUTION"
Duakh...
Duakh...
Duakh...
Duakh...
Boomm...
Bruk...
Akibat jurus yang di keluarkan oleh Naruto, Freed pun membentur tembok gereja dengan sangat keras menimbulkan cetakan tubuh di tembok itu dan akhirnya terjartuh dan tersungkur ke lantai gereja.
"Nii-san, kau datang untuk membantuku?" ucap Issei yang girang karena kakak laki-lakinya akhirnya datang membantunya.
"sejujurnya ini adalah perintah Athena untuk memeriksa keadaan gereja ini, karena Athena-sama merasakan cosmo yang begitu jahat dan kuat ada di tempat ini. Kebetulan juga kau dalam keadaan darurat maka itu aku menolongmu, dan Aiolia juga ada di sini." Ucap Naruto dan di belakangnya ada Gold Saint lainnya.
"Aiolia, apakah dia orang yang Athena-sama takutkan mempunyai cosmo jahat yang kuat?"
"ku rasa tidak Naruto, cosmonya tidak setingkat dengan Saint. Masih lebih rendah dari Bronze Saint." Ucap Aiolia, Naruto pun mengangguk menyetujui.
Tapi kejutan di pertarungan itu tidak sampai di sana saja, Freed pun bangun kembali meskipun terluka parah akibat membentur tembok sangat keras.
"rupanya laki-laki ini tidak seperti dugaan Aiolia, laki-laki ini mempunyai cosmo yang kuat akibat cosmo excalibur yang ada di tangannya." Inner Naruto
"eenngghh... hehehe... Gold Saint Athena memang bukan sembarangan ya? Tapi membuatku sampai seperti ini adalah KESALAHAN BESAR KALIAN!"
Dorrr...
Dorrr...
Dorrr...
Dorrr...
"shimatta..."
"CRISTALL WALL"
Sringg...
Peluru-peluru dari pistol suci Freed pun mampu di tangkis oleh Naruto dengan dinding cristal yang di buat oleh Naruto, peluru itupun lenyap tak bersisa karena dinding yang Naruto buat.
"lawan ini lebih kuat dari perkiraanku..."
Degg...
"cosmo ini, jangan-jangan... Issei cepat pergi ke tempat Asia di tawan, Kiba, koneko tolong temani Issei biar Aiolia yang akan menghadapinya. CEPAT PERGI!" ucap Naruto yang mengeluarkan semua emosinya karena ia merasakan cosmo yang sangat ia kenali namun berbeda dari yang ia ketahui. Tanpa banyak bicara lagi Issei dkk pun pergi ke dalam ruang di mana Asia di tawan.
Sementara itu Naruto dan Aiolia sibuk dengan pertarungan dengan Freed.
"Aiolia, aku merasakan cosmo yang Athena-sama rasakan, bukan di dalam gereja ini tapi di luar dan aku mengenali cosmo ini, kau juga merasakannya juga kan?"
"Hai', dugaan Athena memang benar. Sepertinya ada yang tidak beres di sini, pergilah Naruto serahkan ini padaku."
"ku percayakan padamu Aiolia." Ucap Naruto yang berlari ke Arah luar tepat ke pintu gereja besar itu dengan Gold Cloth Aries yang ia kenakan.
Battle: Aiolia vs Freed
"gyahahahaha... jadi inikah lawanku selanjutnya? Hanya seorang Gold Saint lemah yang tidak ada artinya, namun karena ini adalah pertandingan hidup dan mati. Aku akan serius sedikit." Ucap Freed kemudian Freed melompat sambil mengayunkan pedangnya
"HYAAA...!"
Tsriinnnggg...
Ayunan pedang dari Freed mampu di tahan dengan tangan kanan Aiolia yang mengenakan Gold Cloth Leo, namun efeknya beradu kekuatan atau cosmo antara Aiolia dan Freed kilatan kuning yang menyala-nyala.
"lumayan-lumayan untuk Gold Saint, dan kau tidak ragu untuk menahan excalibur yang ku pegang dengan tangan kosong saja. Ku pikir kau lebih lemah."
"jika kekuatan iblis mengancam dunia ini, aku tidak akan ragu-ragu untuk menyerahkan hidupku untuk memukulnya hingga hancur. Itulah tugasku sebagai Gold Saint."
"gyahahahaha... loyalitas hidup? Kau pikir hidup ini hanya sesaat itu bung? Kau salah..."
Kemudian Freed mundur untuk menyiapkan serangan berikutnya.
"terima ini EXCALIBUR..."
Wusshh...
Gelombang kekuatan dari pedang Freed pun meluncur deras ke arah Aiolia, setiap benda apapun terpotong oleh gelombang tersebut.
"LIGHTNING PLASMA."
Dhuarrr...
Ledakan keras terdengar diakibatkan adu jurus Aiolia dan Freed yang begitu kuat.
"wah-wah lumayan untuk seukuran Gold Saint, kau ternyata kuat juga Aiolia-kun..."
Doorr...
Doorrr..
Dorrr...
Dorrr...
Freed kembali menembakkan pistolnya ke arah Aiolia berkali-kali, namun karena kegesitan Aiolia semua peluru Freed bisa di hindari dengan mudah.
Sringg...
Namun tembakan itu hanya pengalihan perhatian bagi Aiolia, Freed pun sudah ada di arah kanan Aiolia tanpa bisa di sadari Aiolia.
"shimatta, cepat sekali orang ini. Ini tidak sempat untuk menghindar." Inner Aiolia.
"terkejut? TERLAMBAT!"
Swing...
"gyaaaaa..."
Brukk...
Aiolia pun jatuh tersungkur setelah pedang excalibur Freed menghantam tubuh Aiolia, beruntung tangan Aiolia menjadi tameng dan Gold Cloth Leo yang ia pakai melindungi tubuhnya hanya goresan kecil di tubuh Aiolia.
"gyahahaha... kau tidak menyadari kehadiranku hanya karena jurus pengalihan itu? memalukan sekali, Gold Saint Athena adalah pecundang dan paling buruk di antara semua kesatria." Ucap Freed yang menghina Gold Saint terutama Aiolia, karena di hina seperti itu.
Aiolia berdiri kembali meskipun tertatih-tatih, cosmo emasnya pun keluar menyelimuti seluruh tubuh Aiolia.
"kau harus menarik kata-katamu kembali pendeta sesat, kau tidak pantas untuk menghina Athena dan semua Gold Saint yang lain, tidak akan aku maafkan kau." Ucap Aiolia dengan suara berat, emosi sudah menyelimuti hati dan tubuh Ailoa
"ayo keluarkan semua kekuatanmu, aku tidak takut padamu pecundang Gold Saint."
"HAAAAAAAAAA... MERAUNGLAH JIWA SINGA DALAM DIRIKU!"
"LIGHTNING PLASMA."
Wusshh...
"he berapa kalipun di coba hasilnya akan sama LEO AIOLIA!"
Boom...
Jurus Aiolia pun bisa di tahan oleh Freed dengan pedang excaliburnya, Aiolia pun tidak percaya jurus pamungkasnya bisa di tahan dengan mudahnya.
"mu-mustahil, ju-jurusku di mentahkan dengan mudah. Bagaimana bisa?"
"he jadi hanya seperti itu, mungkin ada saatnya kita akan bertemu kembali karena waktuku telah habis untuk melayanimu. Kita akan bertemu kembali Leo Aiolia." Ucap Freed yang pergi dengan lingkaran Sihir malaikat jatuh.
"haah...haah... dia rupanya kuat sekali karena mempunya Excalibur sama seperti Shura, aku harus meningkatkan cosmoku hingga titik batas terakhir, tapi sekarang bukan waktunya santai. Aku harus menyusul Issei." Ucap Aiolia yang berlari menuju ruang kudus di bawah
At Rias dan Akeno luar gereja.
Kini kita menuju ke bagian lainnya, di luar gereja di kota Kuoh terdapat ratusan malaikat jatuh yang menjaga gereja Kuoh di sisi luar Gereja yang sedang mengadakan upacara pengambilan sacret Gear Asia, namun ratusan malaikat jatuh itu teralih perhatiannya oleh satu orang yag berlari ke arah kumpulan sayap hitam itu yang tidak lain adalah aktor utama kita yaitu Naruto sang Gold Saint Aries yang merasakan cosmo aneh di luar gereja.
"lihat siapa yang datang, seorang manusia lemah yang mengantarkan nyawanya kepada kita..."
"aku tidak percaya ia datang sendiri..."
"terlihat tidak ada kekuatan apa-apa..."
"lemah sekali hmm...hmmm..."
"ayo kita habisi laki-laki bersurai emas itu..." ucap beberapa dari ratusan Da-tenshin yang memandang Naruto dengan pandangan merendahkan sekali, Naruto pun terlihat tenang tanpa bersikap panik melihat ratusan Da-tenshin mengeluarkan tombak cahaya berbagai warna.
"apa kalian bisa menghabisiku dalam sekali serang saja Da-tenshin? Meskipun aku hanya seorang diri, aku tidak selemah yang kalian kira." Ucap Naruto yang membakar cosmo emasnya menyelimuti tubuhnya.
"berani sekali kau Manusia, SERANG!"
Wusshhh...
Wusshhh...
Wusshhh...
Wusshhh...
Pyarr...
Ribuan tombak cahaya mengarah ke arah tubuh Naruto dengan bertubi-tubi tanpa berhenti, tapi sayang sekali tidak mengenai Naruto satupun karena Naruto mengaktifkan psycokinesis yang membuat tombak cahaya itupun hancur semua menjadi serpihan hanya dengan kekuatan otak Naruto yang merespon cosmo emasnya menjadi senjata pertahanan.
"kekuatan yang sangat menarik ya laki-laki tampan..." tiba-tiba terdengar gaungan suara dari pohon di sebelah timur, muncul 2 orang perempuan dengan postur berbeda. Yang satu perempuan loli dengan costum gothic yaitu Millet dan perempuan berdada WOW! Bersurai biru lurus dengan mengenakan pakaian Blazer perempuan dan rok pendek yang memberi kesan seksi yaitu Kalawarner dan mereka berdua adalah Da-tenshin dengan sepasang sayap gagak.
"siapa kalian berdua? Apa aku mempunyai kepentingan dan alasan untuk bertarung dengan kalian?" ucap Naruto yang bersikap datar karena ia sendiri tidak pernah berurusan dengan da-tenshin, karena tidak mendapatkan pertanyaan yng menarik Kalawarner pun melompat dari pohon dan menghampiri Naruto dengan membusungkan dadanya yang sebanding dengan Akeno.
"hmm? Kau rupanya tampan sekali di lihat dari sini, siapa namamu tampan? Apa kau ingin bercinta denganku? Hmm..." ucap Kalawarner nada menggoda Naruto memperlihatkan belahan dadanya kepada Naruto.
Sringg...
"zamendestane, aku tak perlu menjawab siapa diriku. Lagipula tubuhmu itu tidak berpengaruh terhadap keyakinanku. Kau terlalu yakin bahwa aku akan tergoda, pada dasarnya kau tidak terlalu menarik bagiku." Ucap Naruto yang berada di belakang Kalawarner hanya dalam kedipan mata.
"a-apa itu? kecepatannya lu-luar biasa, bahkan aku tidak bisa melihatnya." Inner Kalawarner.
"Naruhodo tampan-kun, kau memang tidak bisa tergoda meskipun aku menyuguhkan tubuh telanjang seksiku padamu tapi..." Kalawarner pun menciptakan tombak cahaya berwarna biru dan menghunuskannya ke perut Naruto.
"MATILAH KAU!"
Wusshhh...
Duakhh...
Secara mengejutkan, tiba-tiba Kalawarner tiba-tiba terpental tanpa di sentuh sama sekali oleh Naruto karena Naruto mementalkan Kalawarner dengan cosmonya.
"he, kau menyebalkan sekali ya. SEMUANNYA ARAHKAN TOMBAK KALIAN KE ARAH MANUSIA ITU!" ucap Millet mengomandoi pasukan Da-tenshin, seketika pasukan Da-tenshin tersebut melemparkan tombak cahaya beramai-ramai.
"YAA!"
Wuusshhh...
Wuusshhh...
Wuusshhh...
Wuusshhh...
"kalian itu, memang tidak tahu sopan santun dan tata krama ya, aku akan..."
"RAIKOIRYUUUU."
Ctarrr...
Ctarrr...
Ctarrr...
"AAAAKKKHHHH..." rintih pasukan Da-tenshin di sana, tanpa di sengaja mereka terkena petir kuning yang datang dari lingkaran sihir merah berlambang klan Gremory yaitu Akeno yang langsung menyerang pasukan da-tenshin itu hingga musnah tak bersisa sedikitpun.
"ara-ara... jangan pernah menyentuh suamiku satu jengkal kulitpun, atau kau akan merasakan halilintar yang lebih menyakitkan lagi ufufufu~..." ucap Akeno yang berjalan mendekati Naruto dengan tangan bercahaya listirik menyala-nyala tanda ia tidak main-main dengan ancamannya, di samping Akeno juga ada Rias Gremory.
"Akeno-chan, seharusnya kau tidak main-main dengan petirmu itu. kau itu seperti Zeus No Kami yang agung. Manfaatkan petirmu dengan bijak bukan dengan cara seperti ini." Ucap Naruto yang menasehati Akeno.
Gyuuttt...
Bukan mendengarkan apa yang Naruto katakan, justru Akeno malah mengapit lengan Naruto di dada kenyalnya yang besar seperti biasa.
"ara-ara aku tidak mau Naru-kun, kali ini aku tidak mau menuruti apa maumu karena aku hanya mementingkan keselamatanmu dan kepentinganmu Naru-kun ufufufu~..." ucap Akeno yang menatap wajah sang calon suami dengan berbinar-binar, hal itu juga membuat Rias sedikit cemburu karena di abaikan Akeno.
"Naruto-kun, apa perjanjian pacaran kita masih berlaku atau kau masih memegang janjimu padaku?" ucap Rias sedikit menyinggung keseriusan Naruto kepadanya.
"ku anggap masih Rias, jika kau memang tak suka kau boleh meninggalkanku karena aku tak punya kewajiban menjalin hubungan denganmu Rias Gremory."
"Naruto-kun, sampai kapan kau akan mengabaikanku dan hanya perjanjian jalin hubungan itu yang menjadi pengikat aku dan kau? Aku mau seperti Akeno." Inner Rias yang seakan menangis mendengar cueknya Naruto urusan cinta.
"STARLIGHT EXTINCION."
Tiba-tiba Naruto merasakan ada serangan dari arah belakang dirinya, dan benar saja. Ledakan cosmo emas yang sangat besar mengarah ke Naruto. Kemudian Naruto memegang pinggang Akeno dan juga Rias.
Sringg...
Boomm...
Wilayah hutan dekat gereja itu pun meledak dan menimbulkan kawah yang sangat besar akibat jurus cosmo yang sangat besar, namun alangkah sialnya Kalawarner dan Millet. Mereka terkena jurus itupun tewas tanpa bekas.
Naruto pun berpindah di luar kawah area 500 meter dari ledakan itupun tampak shock dengan apa yang terjadi.
"i-ini, ke-kekuatan apa ini? Kenapa bisa menjadi seperti ini?" ucap Rias yang terkaget akan apa yang terjadi.
"rupanya muncul 2 iblis perempuan dan satu orang, manusia, Gold Saint Aries no Naruto." Tiba-tiba muncul seseorang mengenakan jubah ungu hitam seperti permata Neraka, Naruto yang melihat di depannya adalah spectre mengeraskan pandangannya.
"siapa kau? Apa kau yang menyerang wilayah suci pengikut tuhan ini?" ucap Akeno, namun Naruto justru menghadang dengan tangannya.
"mundurlah Akeno-chan, lawan ini aku sudah lama mengenalnya, cosmo ini tidak salah lagi. Ada apa kau sampai menyerang wilayah ini? Kenapa kau hidup kembali SAMPAI SAAT INI!" Ucap Naruto yang bersikap emosi, bahkan raut wajahnya menjadi menyeramkan berbeda dari Naruto yang lembut dan kalem.
Namun tidak ada jawaban dari sosok laki-laki berjubah itu, Naruto pun membakar cosmonya hingga ke titik puncaknya, Akeno dan Rias yang berada di belakang Naruto merasakan ketakutan yang mencekam.
"kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Naruto-kun mengeluarkan hawa membunuh yang sangat pekat seperti ini?" inner Rias.
"Naru, tolong tenang. Aku takut kau kenapa-kenapa." Inner Akeno.
"Jika kau tidak mau menyerangku, maka aku akan menyerangmu dulan, BERSIAPLAH!"
"DIAMOND DUST."
Wusshhh...
Krakkk...
Naruto melepaskan debu-debu intan dengan suhu dingin -34 drajat celcius ke arah seseorang yang ada di depannya, jubah yang di pakai oleh spectre itupun membeku dengan cepat dan hancur, Naruto melotot karena di balik jubah kain itu adalah seseorang yang sangat ia kenal, sangat ia sayangi dan di hormati sebagai guru sekaligus kakak sendiri.
"ka-kau, Gold Saint A-Aries M-Mu, Ni-Nii-san,"
"Nii-san!" ucap Rias dan Akeno berbarengan, terutama Akeno sangat terkejut. Pasalnya ia sering di ceritakan tentang kakak calon suaminya saat ia sedang sedih di kamarnya saat pertama kali bercinta dengan Naruto.
"apa kabar Naruto-kun? Ku lihat kau sudah mewarisi jurus-jurusku dan juga Gold Saint Aries yang dulu menjadi milikku, kau merupakan murid sekaligus otouto kesayanganku. Aku bangga padamu." Ucap Mu, (pembaca bisa membayangkan ciri-ciri Aries Mu seperti di Cannon, namun di sini warna Cloth nya adalah hitam.)
"kenapa-kenapa Nii-san? Kau yang seharusnya sudah meninggal karena serangan dari God Warrior saat Athena melawan Polaris Hilda, tapi kenapa kau di hidupkan menjadi Spectre. KENAPA NII-SAN, JAWAB AKU!" Ucap Naruto yang saat ini emosinya sangat tinggi bahkan melebihi siapapun, Akeno dan Rias sontak memegang bahu Naruto meredakan emosinya itu.
"Naruto-kun, tolong tenanglah. Kau terlihat bukan Naruto-kun yang aku kenal."
"benar apa yang di katakan Bucho, Naru sayang tolong turunkan emosimu. Pasti ada penjelasan yang masuk akal di balik kejadian ini"
"kalian tidak mengerti Akeno-chan, Rias-chan. Seorang Saint bahkan Gold Saint yang di hidupkan kembali dengan mengenakan Surplices adalah Saint yang sudah di cuci otaknya oleh Hades. Tak aku sangka yang menjadi korbannya adalah Nii-san ku setelah Gemini Saga, Aquarius Camus, Capricorn Shura, Cancer Deatmask dan Pisces Afrodite serta Silver Saint yang aku lawan waktu itu."
"lalu aku harus bagaimana Naru? Kami ingin sekali mendukungmu, kami mau berada di sisimu melawan orang itu maksudku Nii-san." Ucap Akeno.
"Kalian berdua, apa hubungan kalian dengan Otoutoku itu?" ucap Mu memotong percakapan antara Naruto dan kedua kekasihnya.
"aku Adalah Rias Gremory, bangsawan keluarga Gremory yang menguasai kota Kuoh ini dan di sebelahku adalah Akeno Himejima ratuku. Kami berdua adalah iblis sekaligus kekasih dari Naruto, meskipun kau adalah kakak dari Naruto-kun. Takkan aku biarkan kau se-enaknya mengobrak-abrik daerah kekuasaanku." Ucap Rias dengan lantangnya.
Namun Mu menutup matanya seakan tidak perduli tentang Rias atau Akeno.
"aku kecewa denganmu NARUTO!"
Swingg...
Wusshhh...
Mu menembakkan cosmo ungu kehitamannya yaitu cosmo Spectre ke arah Rias.
"BUCHO, AWASS!"
"CRISTAL WALL."
Sringg...
Boomm...
Cosmo dari Mu pun tertahan oleh jurus dinding kristal yang transparan melindungi Rias dengan cosmo emasnya sendiri, tapi serangan Mu pun tidak berhenti sama sekali sehingga pancaran cosmo Mu terus menyerang dinding kristal Naruto.
"Rias adalah wanita yang aku cintai, meskipun dia adalah Iblis KAU TAK BERHAK UNTUK MEMISAHKAN WANITA YANG AKU CINTAI DARIKU NII-SAN!" ucap Naruto spontan juga berteriak mengungkapkan emosinya juga perasaannya kepada Rias. Otomatis Rias pun terkaget karena tak percaya Naruto yang sangat acuh padanya mencintainya.
"Na-naruto, kau.."
"kau sudah lupa rupanya otouto, bukankah kita Gold Saint mempunyai suatu peraturan bahwa kita tidak boleh mencintai siapapun bahkan perempuan Iblis sekalipun. Kau lupa peraturan Sanctuary Naruto?"
"aku sama sekali tidak lupa apa yang telah di gariskan leluhur kita dari generasi ke generasi, tapi Athena-sama telah mengizinkanku untuk mengerti arti cinta yang lebih dari tugas kita sebagai Gold Saint."
"berarti kau juga siap menerima hukuman mati sesuai dengan hukum Sanctuary yang berlaku Naruto?"
"aku tidak akan mundur melindungi apa yang aku cintai, aku sayangi dan segalanya. Dan aku tanya sekarang. Apa kau layak di sebut Gold Saint setelah kau mengenakan Surplices dan menjadi Spectre Hades Nii-san?"
"KAU TIDAK AKAN MENGERTI!"
Kraak...
Kraak...
Kraak...
Kraak...
Sedikit demi sedikit tembok kristal Naruto pun retak dan terus retak pada bagian tengah serangan Mu.
Dhuarr...
"GYAAAA..."
Brukk...
Dan Akhirnya pertahanan Naruto pun hancur berkeping-keping, serangan Mu pun mengenai tubuh Naruto yang membuatnya terpental 10 meter dari tempat ia berdiri, Rias dan Akeno, tanpa banyak bicara lagi Rias dan Akeno pun menghampiri Naruto untuk membantunya bangun.
"kau masih lemah Naruto-kun, kau adalah adikku sekaligus aku sayangi. Kau belum layak mengenakan Gold Cloth Aries dan Menjadi Gold Saint." Ucap Mu yang megejek adiknya sendiri, tak pelak Rias pun mengeluarkan cosmo merahnya dan Akeno mengeluarkan kilat-kilat kuningnya tandanya mereka berdua marah besar terhadap mantan Gold Saint itu.
"kau menyebut dirimu Gold Saint? Kau menyebut dirimu sensei dan Nii-san Naruto-kun? Tapi sekarang kau ingin menyerang bahkan ingin membunuhnya? KAU TIDAK AKAN AKU BIARKAN HIDUP!" Ucap Rias yang mengeluarkan aura membunuhnya, lingkaran sihir Gremory ada di kakinya, surai merah darah se-pinggul itupun berkibar-kibar serta mata hijau kebiruan itu bersinar merah. Rias sudah tak bisa menahan emosinya yang sudah ingin meledak-ledak.
"emosimu sangat tidak stabil Rias-san, aku memang tidak tahu seberapa kuat kau, tapi-"
"KAU HARUS MENGHADAPI AKU DULU SEBELUM BUCHO!" Tiba-tiba Akeno pun mengeluarkan petir-petir di tangannya.
"terima ini, RAITONRYUU"
Ctarrr...
Akeno pun mengeluarkan petirnya berbentuk naga yang menuju cepat ke arah Mu, namun Mu mengeluarkan cosmo hitam keunguannya khas Spectre.
"baiklah jika mau kalian untuk menyerangku, akan aku lawan."
"STARDUST REVOLUTION."
Dhuarr...
Petir Akeno dan debu bintang Mu pun saling beradu kuat memercikkan cahaya akibat dari benturan dari jurus yang super kuat itu.
"aku tidak tahu Naruto-kun di sukai banyak perempuan terutama kau perempuan yang ½ malaikat jatuh dan iblis, apa kau sanggup menghadapi one thousand wars dengan kekuatan seperti itu?"
"tak perduli kau tahu aku itu keturunan malaikat Jatuh, tapi siapapun yang menyakiti suamiku, maka orang itu akan aku bunuh termasuk kau Onii-sama Naru-kun mesikupun aku harus 1000 hari sekalipun menghadapiku petirku takkan berhenti untuk menyambar bumi ini."
"jika kau memang yakin mau mati demi adikku, jangan pernah menyesal jika terpaksa kau harus mati di tanganku Akeno-san."
"jika memang itu di butuhkan, aku siap berkorban-"
"POWER OF DESTRUCTION."
Booomm...
"bukan hanya Ratuku yang siap untuk berkorban demi suaminya, akupun siap memberikan tubuhku juga nyawaku demi Naruto-kun. Untuk Maou-sama aku berkorban demi calon suamiku juga." Ujar Rias yang mengadu kekuatannya juga bertarung dengan kekuatan Khas klannya.
"jadi kalian berdua ingin bertarung demi laki-laki muridku itu? sungguh menarik, bersiaplah HYAAA!"
"KAMI SIAP MEMBERIKAN KEKUATAN KAMI UNTUK NARUTO/NARU-KUN MESKIPUN HARUS MATI SEKALIPUN HYAAAA!"
"tu-tunggu..."
Baik Akeno maupun Rias juga Mu pun berhenti menyerang satu sama lain, mereka menengok ke Arah Naruto yang berdiri tertatih di selimuti kabut merah yang berasal dari darah dalam tubuhnya.
"Na-Naruto-kun, kau ke-kenapa..."
"Rias, pergilah bantu Issei menyelamatkan Asia. Aku akan menghadapi Nii-san sekaligus mengakhiri one thousand warr sesama Gold Saint. Cepatlah, Issei lebih membutuhkan bantuan kalian."
"TIDAK..! aku tidak mau Naruto-kun, aku..."
Cupp...
Naruto tiba-tiba mencium kening dari Rias untuk membuatnya percaya, Rias pun merona merah karena kaget di cium seperti itu."
"Na-naru..."
"Aku percaya padamu, Akeno-chan tolong bantu Rias dalam membebaskan Asia." Ucap Naruto yang langsung berjalan tertatih mengenakan Gold Saint Aries nya, Rias dan Akeno pun berlinang air mata karena tekat kekasih mereka melindungi cinta kepada orang yang dia sayang.
"berjanjilah padaku agar tetap hidup Naruto-kun." Ucap Rias yang pergi dengan lingkaran sihir merah klan Gremory.
"nah Nii-san, kau tau kan sesama Gold Saint meskipun kau sudah menjadi spectre butuh lebih dari 1000 hari untuk menyelesaikan pertarungan ini."
"aku sudah paham Naruto-kun, tapi dengan keadaan tubuh terluka berat dan pukulanmu itu kau tidak akan mungkin bisa mengalahkanku yang menjadi sensei-mu ini."
"kita lihat saja."
Baik Naruto ataupun Mu saling menatap dengan tajam melempar aura membunuh di sertai cosmo emas yang membara menyelimuti tubuh mereka.
Skipp time at ruang gereja setelah penyelamatan Asia.
"Asia, Asia bangunlah Asia tolong jangan pergi tinggalkan aku, Asia kita belum makan makanan yang ada di kota kuoh ini, kita belum bermain bersama ke tempat-tempat yang bagus di seluruh kuoh. Bangun Asia, ASIAAAA..." Ucap Issei yang menangis tersedu-sedu memeluk jasad Asia yang sudah tak bernafas lagi.
Kiba, Koneko, Rias, Akeno juga Aiolia pun melihat Issei seperti itu terhenyuk sedih tapi tidak dengan Aiolia, Gold Saint Leo itu sudah melihat puluhan bahkan ratusan nyawa melayang di medang perang.
"...Buchou, semuanya, terima kasih telah bertarung demiku dan Asia. Tetapi meskipun begitu, meski dengan bantua kalian, Asia sudah..."
"Ise, menurutmu apa ini?" ucap Rias mengeluarkan salah satu bidak caturnya berwarna merah darah semerah surainya
"Apa itu?"
"Ise, ini adalah 'Bidak Peluncur', salah satu bidak catur."
"Huh?".
"Aku lupa mengatakan kalau Iblis dengan gelar kebangsawanan memiliki total keseluruhan 15 bidak, yaitu 8 "Pion", 2 "Kuda", 2 "Peluncur", 2 "Benteng", dan 1 "Ratu". Sama seperti jumlah bidak dalam catur. Aku sudah punya satu peluncur tetapi masih ada satu lagi yang tersisa."
Rias mendekati Asia sambil mengenggam bidak merah itu ditangannya. Rias meletakkan 'bidak pelnucur' merah itu di atas dada Asia.
"Peran Bidak peluncur adalah mendukung anggota lain didalam grup. Kemampuan penyembuhan perempuan ini bisa sangat berguna sebagai Bidak Peluncur. Memang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi aku akan mencoba menghidupkan Asia kembali sebagai Iblis."
Gelombang kekuatan sihir berwarna merah menyelimuti seluruh tubuh Rias.
"Dalam namaku, Rias Gremory. Aku memerintahkanmu, Asia Argento. Aku, membangkitkanmu kembali ke tanah ini, sebagai pelayanku, dan terlahir kembali sebagai Iblis. Kamu, sebagai "Bidak Peluncur"ku, Dengan kehidupan barumu, Bangkitlah!"
Bidak merah itu bersinar dan masuk ketubuh Asia. Disaat yang sama juga, [Sacred Gear] milik Asia masuk juga kedalam tubuhnya. Kemudian Rias menghentikan sihirnya setelah memastikan Bidak dan [Sacred Gear] itu telah masuk ke tubuh Asia. Kemdian Rias menghela nafas. Aku hanya bisa memandanginya dengan penasaran. Setelah beberapa saat. Mata Asia terbuka. Air mataku tidak bisa berhenti mengalir setelah melihat Asia.
"Eh?" ucap Asia yang sudah terbangun melihat sekelilingnya yang terasa aneh.
"Aku menghidupkannya karena aku menginginkan kekuatannya yang bisa menyembuhkan Iblis. Fufufu, Ise, mulai sekarang adalah tugasmu untuk menlindunginya. Karena sekarang kamu adalah Seniornya dalam hal Iblis."
Asia bangun, dan melihat sekeliling dan kemudian menatap Issei
"...Ise-san?"
Brukk..
Issei pun memeluk Asia karena sangat senang juga terharu.
"Asia, yokatta kau hidup kembali. Ayo Asia kita pulang." Ucap Issei membantu Asia bangun serta memakaikan blazer sekolahnya sebagai penutup badannya, Asia pun hanya terbengong namun hanya mengangguk.
"Asia-san."
"hai' Aiolia-san."
"mulai sekarang kau akan aku lindungi juga seperti adikku sendiri, kau tidak usah khawatir." Ucap Aiolia dengan senyum mengembang di bibirnya.
"hai' Aiolia Nii-san."
Deg...
Tiba-tiba Aiolia terkaget karena merasakan ada kekuatan yang sangat besar sedang beradu kuat tidak jauh dari lokasi ia berdiri.
"Aiolia-kun, kau kenapa? Apa yang terjadi?" ucap Akeno yang meras penasaran apa yang di rasakan Saint emas itu.
"c-cosmo yang aku rasakan, jangan-jangan. Gold Saint melawan Gold Saint, Naruto, cosmonya sangat besar namun berbahaya. Aku harus ke sana." Ucap Aiolia yang kemudian berlari meninggalkan Rias dkk.
"ayo minna kita juga harus melihat Naruto-kun, karena Naruto-kun sedang bertarung dengan spectre Hades."
"Hai' Bucho." Ucap peerage Rias yang kemudia menghilang dengan lingkaran sihir Rias
Balik lagi ke Naruto vs Mu.
"HYAAAAA...!"
"HAAAAAAA...!"
Zzzztttt...
Mu dan Naruto pun beradu cosmo mereka satu sama lain, namun karena kekuatan cosmo emas mereka sangat kuat sehingga kekuatan mereka seimbang,
Tap...
Tap...
Grep...
Grepp...
"HYAAAA.../HAAAAAAA..."
Tak cukup dengan adu cosmo, Naruto dan Mu pun maju dengan cepat kemudian memegang telapak tangan masing-masing tetap dengan cosmo yang menggelora di dalam diri mereka masing-masing. Akibatnya daerah di sekitar gereja itupun hancur karena kekuatan mereka yang beradu, kemudian mereka mundur mempersiapkan kuda-kuda.
"Terima ini Nii-san, pukulan naga dari cosmoku yang menggelora."
"ROZAN: HYAKU RYUU HAA."
Wuussshhh...
"meskipun kau menggunakan jurus Roushi, kau tidak akan menang Naruto-kun. Terima ini."
"STARDUST REVOLUTION."
Wussshhh...
Booommm...
Kedua jurus tingkat atas itupun beradu sangat kuat, baik serangan pukulan naga dan debu bintang Naruto dan Mu mempunyai kekuatan yang setara.
"percuma saja Naruto-kun, kau tidak akan cukup kuat untuk mengalahkan kekuatan senseimu ini. Meskipun kau mengerahkan seluruh kekuatan yang ada di dalam dirimu kau belum cukup kuat."
"apapun yang terjadi di dalam diriku, aku akan tetap maju dengan cosmo yang menggelora."
"kau lupa Naruto-kun bahwa aku adalah spectre dan spectre itu akan abadi meskipun kau mengerahkan seluruh cosmomu itu."
"aku sudah tahu, akan aku gunakan cara terakhirku dan juga aku pertaruhkan nyawaku..."
"TERBAKARLAH SEKARANG COSMOKU HYAAAAAAAAA..."
Swinggg...
Kain jubah yang ada di belakang punggung Naruto pun terbang entah kemana, dan Gold Cloth Aries Naruto berubah menjadi God Cloth Aries.
"rasakan ini Nii-san!"
"LIGHTNING PLASMA."
Ctarrr...
"jangan senang dulu Naruto-kun."
"STARLIGHT EXTINCION."
Ctarrr...
Darrrrr...
Kedua jurus itupun saling bertabrakan dan saling berimbang, baik Naruto dan Mu keduannya mengerahkan seluruh cosmo terakhirnya untuk menyerang satu sama lain.
"HAAAAAA...!"
"HYAAAAA...!"
Boooommmmmm...
Karena dua kekuatan yang sangat besar beradu hebat menciptakan ledakan yang sangat kuat di area sekitar halaman gereja serta cahaya kekuatannya mengarah ke langit hingga beberapa detik.
Namun keadaan Naruto dan Mu pun sangat timpang, Mu yang masih berdiri prima dengan banyak luka-luka sementara Naruto sudah tergeletak tak berdaya kehilangan nyawanya karena ia memaksakan cosmonya hingga titik terakhir sampai kehilangan cosmonya.
"Naruto-kun, kau adalah murid yang sangat hebat, aku mampu melawanku dengan perlawanan yang sangat luar biasa. Tapi keadaan tubuhmu yang tidak kuat menampung kekuatanmu, beristirahatlah dengan tenang otouto." Ucap Mu yang pergi dengan psycokinesisnya ke dunia bawah.
Setelah kepergian Mu, Aiolia pun datang ke arah Naruto.
"ke-kenapa dengan wilayah ini? Kerusakannya parah sekali, Naruto kau tidak apa-apa? Bangunlah Naruto. Naruto...!" ucap Aiolia yang memegang punggung Naruto mengangkatknya, namun apa daya, Naruto sudah meninggal menjadi saint emas Aries, Aiolia yang sadar Naruto sudah tiada pun menangis, tak lama muncul lingkaran sihir merah klan Gremory menampilkan Rias dan bidak-bidaknya. Namun Rias terkejut manakala Naruto di pangkuan Aiolia sudah tak berdaya.
"tidak, tidak, tidak mungkin, Aiolia ini tidak mungkin Naruto-kun sudah..."
"benar Rias, Naruto sudah meninggal ketika bertarung dengan lawannya. Dalam perang suci, hal seperti ini sering terjadi."
"TIDAAAAKKKK...!" Teriak Rias karena ia merasa terpukul meninggalkan sang kekasih tercinta bertarung dengan gurunya, namun ia tak percaya Naruto akan tewas dalam pertarungan dramatis itu. Akeno pun menangis tak kuat menahan sedih karena beberapa hari yang lalu baru saja ia bercinta dengan sang calon suami namun sang pacar justru meninggalkannya pergi begitu cepat tanpa menikahinya.
"Naru...hiks...hikss...Naru-kun...kenapa..hiks...kenapa kau meninggalkanku...hikssss Naru..." ucap Akeno yang terus menangis bahkan berlutut karena ia merasa sangat kehilangan cintanya yang pertama, cinta yang selama ini ia banggakan kini pergi selamanya, Asia pun dengan respek memeluk Akeno sementara Issei memeluk Rias untuk meredakan kesedihannya.
"Issei, Aniki mu sudah...hiks...maafkan aku Issei..hiks...aku...aku..."
"sudahlah bucho, menangislah saja di pundakku. Aku ada di sisimu sebagai pionmu akan membantumu, Naruto Nii-san sudah bertarung dengan baik." Ucap Issei mengelus-elus surai merah Rias.
Yap itulah chapter 6 yang penuh dengan drama pertarungan dan emosi yang tinggi, di sini terungkap bahwa Akeno belum hamil karena sesuatu ya tau kan kalian dan maaf update nya terlalu lama sampai nelan waktu 2 bulan
Saya menerima kritikan dan juga saran membangun untuk kelanjutan cerita saya, untuk kalian flamers cerita. Saya tidak akan terima satupun kritikan kalian.
AUTHOR UNDUR DIRI DULU JAA NEE.
UCHIHA HIRATA.
Chapter 7 Naruto: gold saint in highschool dxd (terlahirnya kekuatan dewa yang sebenarnya)
