Naruto: gold saint in highschool dxd
Naruto hanya milik masashi kishimoto dan highschool dxd milik ichie ishibumi
Crossover: narutoxhighschool dxdxsaint seiya
Pair: NarutoxTsubakixAkenox...
IsseixMomox...
Ailoiax...
"Blablablabla...": ucapan langsung
"Blablabla...": inner
Blabla...: jurus
Fbo: flashback on
Fbe: flashback end
Summary: setelah pertarungan di dunia bawah antara 12 gold saint athena yang tewas karena membakar cosmo mereka yang melebihi batas untuk menghancurkan tembok harapan yang Hades ciptakan, Naruto sang gold saint athena pemilik cloth "ARIES" di utus oleh saori kido/athena sanctuary hidup kembali di dunia di mana terdapat iblis, malaikat hitam dan malaikat untuk membawa kedamaian dan ketentraman di dunia tersebut. Namun apa jadinya jika Naruto sang "proffesor sanctuary" murid dari Mu sang Gold saint "ARIES" sebelumnya yang tidak memiliki perasaan cinta juga sifatnya yang polos dan selalu tunduk kepada Athena di cintai bahkan di perebutkan oleh 4 gadis Akuma yaitu Rias, Akeno, Sona dan Tsubaki. Bagaimana perjalanan Naruto untuk mendamaikan dunia barunya? Saksikan ceritanya dan baca juga ya...
Warning: penulisan tak sesuai EYD, all power saint seiya, sedikit ooc, AU, banyak cerita yang sedikit membosankan, lemon (pikir-pikir dulu) semi!cannon, typo banyak bertebaran, gaya tulisan yang berbeda.
Genre: fantasy, advanture, kisah cinta bercabang, little comedy.
Moshi-moshi bertemu lagi dengan narator sekaligus penulis Uchiha Hirata, saya ucapkan minta maaf karena tidak mengupdate cukup lama karena saya bekerja dan menyita waktu dan kerjaan saya di kantor.
Seperti biasa sebelum saya memulai cerita ini, saya akan membalas review dari minna-san:
Untuk masalah agama, saya mohon maaf karena saya mengacu ke anime saint seiya soal Shaka.
Untuk fay (guest): loe menuduh saya bujang lapuk? Dan cerita gw menjijikan? Mana karya loe hah? Jangan flame se-enaknya.
Yang suka cerita saya, trima kasih karena saya hanya terinspirasi oleh Saint Seiya anime yang saya suka dari sejak SD.
Jurus "Aurora Excecution" akan saya keluarkan di episode ini atau selanjutnya.
Otak mesum? Sifat Naruto yang saya buat memang sedikit ngelantur ada echi-echinya untuk bumbu penyedapnya.
Untuk yang terengah-engah, Naruto belum memakai kekuatan dewa nya di saat melawan Sirzhec Lucifer karena itu berkaitan dengan Rias, sehingga saat Naruto melawan Raiser hanya memakai kekuatan manusia nya saja.
Baiklah cukup dulu review nya, dan untuk pm yang meminta saya lemon NarutoxRias, sabar dulu ya karena lemon nya masih saya gagas yang mantap. Baiklah langsung saja ini dia ceritanya monggo di simak
Naruto: Gold Saint in Highschool dxd eps 8: perang suci di mulai, excalibur dan masa depan Naruto.
At Issei pagi harinya
Matahari yang sangat cerah memancarkan sinar yang sangat cerah untuk menghidupkan seluruh element kehidupan di muka bumi ini, mulai dari hewan, tumbuhan, manusia dan tak kalah juga dengan iblis adik Naruto yang satu ini, yaitu Hyodou Issei yang justru masih tertidur lelap di kamarnya atau juga ranjangnya di temani oleh Asia yang selalu ada untuk Issei karena Asia sangat mencintai Kejujurannya, namun tiba-tiba lingkaran teleportasi biru muncul di kamar Issei menampilkan pemuda yang mengenakan kemeja garis dengan dasi simpul serta mantel putih bertuliskan 'cinta dan keadilan' di punggungnya juga celana bahan hitam yaitu aktor utama kita Hyodou Naruto kakak dari Issei sekaligus prajurit suci Sanctuary yang mengenakan seragam sekolah kuoh gakuen musim panas, Naruto yang melihat Issei yang masih tertidur pun geleng-geleng kepala.
"sudah jam 5 masih saja ia tidur di temani Asia-chan, dasar otak mesum." Inner Naruto.
"hei Issei, sudah jam berapa ini? Bangun kau harus sekolah, Asia-chan kau juga harus bangun." Ucap Naruto membangunkan Issei dan Asia yang tidur bagaikan suami-Istri.
"eeennnggghhhh... ohayou... Heeeeee! Ni..Nii-san, sejak kapan kau sudah ada di sini dan sejak kapan kau rapih seperti itu?"
"aku sejak semalam tidak tidur sama sekali menjaga putri Athena di apartemennya karena itu tugasku sebagai Kyouko yang baru, ayo cepat kita sarapan dan-"
"kau jangan memarahi adikmu sendiri, Na-ru-to-kun." Tiba-tiba saja di belakang Naruto ada sepasang tangan putih tanpa luka mengalung di leher Naruto, dialah Rias Gremory yang muncul dari lingkaran sihir Gremory dan bermanja-manja dengan sang calon pendampingnya, Naruto yang lupa mengaktifkan cosmo nya terkejut dengan di belakangnya, langsung menarik tangan itu dan sedikit memelintir.
"i-ittai... Naru kenapa kau kasar sekali? Aku kan datang karena keinginanku tapi kenapa kau memelintirku" Rintih Rias yang sedikit kesakitan, karena di plintir tangannya.
"oh gomennasai ku kira kau Rydamantis yang mau menyerangku, aku lupa mengaktifkan cosmoku sendiri, maaf Rias-chan." Ucap Naruto yang melepaskan tangan Rias dan mendekap tubuhnya untuk mengaktifkan penyembuhan ke tangan Rias sehingga kedua tangannya tidak perih lagi karena aksi tangannya, namun kesempatan itu malah di gunakan Rias untuk menggesekan asetnya ke dada Naruto dan itu membuat Issei pun cemburu.
"hiieeeeee... Nii-san, kau malah keenakan bermesraan dengan bucho di depanku, kusooooo!" ucap Issei yang ngenes sendiri dengan kemesraan dua sejoli yang akan menikah.
"daijobu Issei-san, aku ada di sini bersamamu, kau tidak usah khawatir." Ucap Asia yang memegang tangan Issei dengan erat, wajah polos Asia membuat Issei tak berkutik dan hanya bisa mendesah gusar, Naruto yang melihat pun tersenyum tipis meskipun ia memikirkan sesuatu yang lain.
"Asia dan Issei telah menjalin hubungan yang kuat begitupun aku dan Tsubaki-chan sudah menjalin hubungan pernikahan sesuai titah otou-sama, selain itu aku juga merasakan kekuatan lain yang tak kalah kuat tak jauh dari sini, sebenarnya cosmo siapa itu?" inner Naruto.
Rias yang melihat Naruto yang seperti melamun saja melihat kemesraan Asia dan Issei pun menarik kedua pipi Naruto ke wajahnya.
Cuuppp...
Tanpa aba-aba, Rias pun mencium bibir sang pujaan untuk mengetahui rasa penasarannya, dan Naruto seakan terpaku dengan keadaan yang serba mendadak tak melawan ciuman Rias.
"Anata, kau kenapa? Melihat Issei bermesraan dengan Asia apa itu membuatmu cemburu? Apa kau kangen kehangatan perempuan? Aku bisa membuat itu kapanpun kau mau." Ucap Rias dengan wajah memerah berharap kalimat mesranya membuat Naruto luluh dan mulai 'menyentuh' nya saat ini karena hanya Rias yang belum di sentuh, namun Naruto hanya tersenyum.
"tidak, aku bukan mengharapkan hal mesum seperti itu. Aku senang dengan kemesraan mereka berdua, aku bisa melhat sepasang iblis yang saling mencintai seperti itu kadang membuatku kangen kehangatan Nii-chan ku dan Shion-sama ketika aku masih di jamir aku rindu itu." Ucap Naruto yang berbohong dengan dirinya sendiri yang sebenarnya ia khawatir akan kekuatan lain di tempat ini, Naruto pun berbalik ke arah pintu untuk keluar dari kamar Issei.
"maaf Issei, Nii-san pergi dulu ke sekolah bersama Athena-sama dan 3 anak buahku, kau jangan sampai telat sekolah dan telat sarapan." Ucap Naruto yang keluar dari pintu dan pergi keluar mengabaikan Rias yang berada di sampingnya.
"huft, lagi-lagi aku di lupakan oleh Gold Saint itu Naruto-kun sama sekali tak peka dengan perasaanku yang ingin bermesraan dengannya, Issei aku duluan ke sekolah." Ucap Rias yang menghilang dengan lingkaran sihir Gremory hanya tinggal Issei dan Asia saja, baik Asia dan Issei pun berkemas mandi dan bersiap ke sekolah
Di tempat berbeda at Naruto.
Kita beralih tempat ke Naruto sekarang, di jalan menuju sekolah Kuoh-Gakuen Naruto berjalan bersama Athena yaitu Miya Asama, Milo, Aiolia dan Shaka di mana Naruto berada di tengah sementara Miya di depan sisanya di belakang Naruto dengan pakaian yang berbeda. Naruto, Miya dan Aiolia memakai seragam kuoh bedanya Naruto memakai mantel Kyouko nya di sangkutkan di bahu sementara Milo memakai setelan Jas dan celana bahan hitam, kemeja putih dan dasi hitam sama dengan Shaka karena mereka berdua adalah guru baru di kuoh-gakuen.
"Ne Kyouko-sama, kenapa aku dan Shaka menjadi Guru di Kuoh gakuen? Padahal aku dan Shaka tidak punya pengalaman soal mengajar apapun karena aku tidak punya murid sepanjang aku menjadi Gold Saint Athena." Ucap Milo yang merasa sedikit Risih dengan pakaian yang ia pakai, ia terbiasa dengan jaket hitam dan pakaian kasual buka seperti ini.
"ini Cuma bentuk penyamaran saja karena aku tak mau kalian bertiga kelitahan mencolok karena kalian juga Athena no Gold Saint, selain itu penyamaran ini adalah usulan dari Sirzhec Lucifer untuk menjaga rahasiaku dan putri Athena di dunia ini. Jangan banyak mengeluh, selain itu aku harus menyelidiki sesuatu yang sangat kuat. Kau tahu kan Shaka?" ucap Naruto, dan Shaka pun mengangguk setuju.
"Aku merasakan kekuatan yang sangat besar juga berlawanan dengan Sekiryuutei milik Adikmu Kyouko-sama, sepertinya akan ada pertempuran baru di tempat ini." Ucap Shaka.
"oleh karena itu, aku ingin kalian tetap menjadi guru yang mengajarkan banyak hal tentang keadilan yang kita junjung tinggi dan cinta di bumi ini demi putri Athena yang kita lindungi karena kewajiban kita sebagai Gold Saint, kita juga tidak akan tahu apa yang di lakukan Rydamantis, Aiacos dan Minos. Bisa saja mereka bertiga membuat kekacauan di bumi ini yang akan menyakiti banyak warga sipil." Ucap Naruto yang membuat Aiolia, Shaka dan Milo tertegun akan keteguhan dan ketegasan Naruto tentang kewajibannya. (meskipun Author sendiri tau ia menyimpan rindu dengan pasangannya Tsubaki #plak di tampar dewa Zeus lanjut.)
"daijobu Naruto-kun, aku ini bukan sesorang yang harus di lindungi setiap hari. Aku ini adalah sekirei yang bisa berperang kapanpun dan dimanapun tempatnya dan siapapun lawannya akan aku hadapi meskipun itu Azazel petinggi Da-Tenshin dan Sirzhec Maou Lucifer, kalian juga harus sering berlatih untuk meningkatkan cosmo kalian semua. Lawan kita adalah 3 hakim mekai dan itu sangat kuat." Ucap Mia yang menyakinkan, Miya pun mengeluarkan sesuatu dari lingkaran sihir yang ia kuasai sendiri dan muncul jubah Abu-abu bergambar burung kecil di leher jubah dengan lambang ying-yang.
"aku akan bertarung dan bertarung demi kehormatan Sanctuary, aku mantan sekirei no 01 Miya Asama akan bertarung sampai mati sebagai Athena." Sambungnya dengan cosmo emas yang muncul di sekujur tubuhnya membuat Aiolia, Shaka, Milo dan Naruto pun bersujud karena mereka melihat sosok yang agung di punggung wanita itu.
"kami akan menuruti keinginan anda Athena-sama."
"baiklah, kita lanjutkan saja ke sekolah sebelum masyarakat di sini merasa aneh dengan pola prilaku kita, ayo minna." Ucap Naruto dan di ikuti oleh Shaka, Aiolia dan Milo dan tetap mengawal Miya dari ancaman tentara Hades, tak lama mereka ber4 sampai di gerbang sekolah Kuoh dan di tatap oleh seluruh siswa-siswi di sana daaannn...
"KYAAAA... siapa yang berada di belakang Naruto-kun itu."
"Kyaaaa... 3 pemuda itu tampan-tampan dan sangat keren."
"Kyaaaaa... aku suka dengan yang berkulit coklat itu, terlihat kekar dan kuat."
"Kyaaa... yang bersurai ungu dan Kuning juga tampan, aku mau menjadi kekasih mereka."
"Uwoooohhhh... Putri Miya memang yang terbaik dari 2 Great Onee-sama."
"Hidup Miya... great Onee-sama yang baru." Itulah teriakan dari siswa-siswi di kuoh yang begitu histeris melihat 3 Gold Saint baru bergabung dengan pasukan Naruto, baik Aiolia, Shaka dan Milo pun merasa aneh dengan segala teriakan yang sangat tidak enak di rasakan itu.
"baru aku merasakan Histeris perempuan yang sebegitu keras seperti ini, biasanya kita tertutup menjalankan tugas kita sebagai Gold Saint Athena dan semua orang yang tinggal di Yunani tahu akan hal itu. Tapi di negara ini, semua terlihat sama." Ucap Milo yang sangat kaget dengan semua teriakan perempuan di sini.
"awal mula aku di negara ini, aku pun sama merasakan hal yang sama di puja dengan histeruis seperti ini. Namun aku tidak lupa bahwa aku punya misi dan itu memotivasiku Milo, kau jangan Khawatirkan histeris yang tidak karuan ini ikut aku semua." Ucap Naruto dan itu di ikuti 3 anak buah Naruto, tiba-tiba mereka di cegat oleh Rias dan Sona beserta Peerage mereka masing-masing termasuk sang Istri aktor kita yaitu Tsubaki yang berlari ke hadapan sang suami.
Greeppp...
"okaeri Anata beserta Athena-sama dan Gold Saint Athena, ini adalah sekolah yang menjadi wilayah Rias-sama dan Sona-sama yang terhubung oleh teritori Lucifer-sama, kalian akan aman di sekolah ini." Ucap Tsubaki memeluk Naruto dan melihat Miya dll.
"selain itu apa peran kalian di sekolah ini? Untuk Aiolia adalah siswa di kuoh sama seperti Naruto-kun, untuk kalian Milo dan Shaka?" ucap Rias bertanya apa peranan dari 3 orang baru di sekolahnya.
"Milo dan Shaka akan menjadi guru Spiritual dan guru olahraga di sekolah ini Rias, aku telah mendapat persetujuan dari kakakmu dan Lucifer-sama sudah menjamin semua berjalan lancar." Ucap Naruto menjelaskan peran dari 3 anak buahnya atau rekannya.
"souka, kalau begitu aku akan mengantarkan sampai ke ruang kepala sekolah, ikut aku Milo-san Shaka-san." Ucap Sona dengan berjalan menyusuri koridor sekolah diikuti oleh Rias, Miya, Aiolia, Shaka dan Milo menyusuri koridor, sementara Aktor kita di tinggalkan berdua saja karena Sona dan Rias tahu Tsubaki telah menikah dengan Naruto. Naruto pun berjalan dengan Tsubaki berdua saja menuju kelas.
"Anata menurut Rias-sama yang datang ke rumahmu, raut wajahmu menunjukan gelisah dan tidak biasanya ketika di goda olehnya. Sebenarnya ada apa denganmu? Apa yang kau pikirkan Anata? Aku akan mendengarkannya." ucap Tsubaki yang merasakan apa yang sebenarnya Naruto rasakan dari penuturan Rias, perasaan Naruto pun tak bisa bohong kali ini karena sebagai istri Tsubaki bisa merasakan perasaan suaminya.
"ada suatu kekuatan yang berlawan dengan kekuatan Issei dan aku merasakan kekuatan itu tidak jauh dari sini, kekuatan itu begitu besar sampai aku merasakan gelisah karena hal itu bisa memunculkan pertarungan antara Issei dengan orang itu. Entah kapan hal itu terjadi." Ucap Naruto jujur dengan perasaan hatinya.
"apa mungkin legenda welsh Dragon dan Vanishing Dragon yang saling bertarung akan terjadi? Mungkinkah di daerah kekuasaan Rias-sama dan Sona-sama ada orang yang mempunyai Sacret Gear dari Hakuryuuko?" inner Tsubaki.
"hoi Tsubaki-chan kau kenapa?" Naruto pun menggoncang-goncangkan tubuh Tsubaki karena dia sedikit melamun.
"ah tidak apa-apa, kemungkinan itu adalah legenda Vanishing Dragon, sepertinya Draig yang berada di tubuh Issei menyadarinya juga. Jika itu terjadi maka kuoh dalam masalah besar."
"sudah aku duga hal itu akan terjadi, ayo kita ke kelas."
"hai'"
At Issei di siang hari jam makan siang.
"Nii-san begitu dekat dengan Bucho namun sepertinya Nii-san tidak begitu perduli dengan Bucho sampai di abaikan begitu saja tanpa di sapa ataupun di belai bahkan Nii-san sedikit kasar. Apa yang Nii-san pikirkan ya?" ucap Issei yang memikirkan tentang reaksi Naruto yang masih saja bersikap biasa seperti pertama ia datang ke sekolah.
"hoi Issei apa yang kau pikirkan hah!" ucap salah satu rekan sesama mesum Issei yaitu Matsuda dan Motohama.
"kau sekarang ini begitu beruntung tidak seperti kami yang jones alias jomblo ngenes, kau sudah memiliki 2 bishoujo yaitu Asia Argento dan sekertaris Osis yaitu Momo Hanakai yang setiap hari ada di dekatmu. Tapi kami sudah menyebarkan berita-berita gosip yang akan menggemparkan seluruh kuoh Gakuen." Ucap Motohama yang menunjukan sinar di kacamata kotak nya dan itu membuat Issei kaget.
"hah! Gosip apa yang kau sebar tentangku, dasar pengkhianat."
"kau lah pengkhianat yang sebenarnya dari trio mesum komplotan kita, aku menyebarkan gosip bahwa kau telah meraba-raba oppai '2 great onee-sama' yaitu Rias-senpai dan Akeno-senpai, bahkan kau memperkosanya sesukamu sampai mereka pingsan." Ucap Motohama yang mulai cengar-cengir yang gak jelas, seakan menang dalam menjatuhkan temannya sendiri.
"sebenarnya apa yang mereka pikirkan sampai menyebar gosip gak jelas itu? Padahal sudah jelas Bucho dan Akeno-san mencintai Nii-san, kenapa aku yang di jadikan sasaran?" inner Issei.
"bukan hanya itu saja, kau di tuduh memperkosa pacar dari Naruto-senpai yaitu Fuku-kaichou Tsubaki senpai dengan pertaruhan main judi online hehehe..." kali ini Matsuda yang berbicara dengan cengengesan gak jelas, kali ini Issei benar-benar emosi.
"HUSAKENDA!"
"ma-ma, itu tadi hanya segelintir gosip yang kami berdua sebarkan. Jangan lupa kau memiliki kami sebagai sahabat yang akan membantu kau dalam setiap kesulitan."
"ingat Issei itu hanya gosip, hanya gosip." Ucap mereka berdua yang membuat Issei sweatdrop sendiri.
"gosip si gosip, yang terakhir itu tidak mungkin karena aku lihat cincin pernikahan Nii-san dengan Fuku Kaichou, jika mendengar itu saja mungkin aku merasakan kendo Tsubaki-senpai." Inner Issei.
"ada apa rame-rame seperti ini otouto Issei?" tiba-tiba suara yang memecah suasana yang sedang gak karuan menjadi hening pun muncul, yaitu Aktor utama kita Hyodou Naruto atau kyouko Naruto dan di belakangnya ada Aiolia saudara sekaligus anak buahnya.
"shimatta ada pangeran ikemen di depan kita."
"sial, kita bisa di hajar habis-habisan ini." Inner Matsuda dan Motohama.
"ano, kedua temanku yang mesum ini menyebarkan isu yang tak jelas tentangku Nii-san. Salah satunya aku memperkosa Istri Nii-san yaitu Tsubaki senpai dengan taruhan judi online, padahal itu tidak mungkin." Ungkap Issei dengan sejujurnya yang membuat 2 teman mesumnya keringat dingin.
"ho, Matsuda-san dan Motohama-san yang melakukan ini? Aku tidak perduli gosip apa yang mereka berdua katakan ke seluruh sekolah, yang pasti Matsuda-san, Motohama-san..."
"Hai' Naruto-senpai."
"kalau di dengar oleh Tsubaki-chan kalian akan-"
Brakkk...
"AKAN AKU BERI PELAJARAN KARENA MENYEBARKAN GOSIP YANG MENYANGKUT SUAMIKU! TIDAK ADA AMPUN BAGI KALIAN!" belum selesai Naruto bicara, engsel pintu kelas 2 pun hancur karena Tsubaki menggunakan boken dengan cosmo Iblisnya dengan emosi yang sangat tinggi dan langsung menyerang 2 mesumers itu, seisi kelas pun di buat ketakutan oleh wakil ketua osis yang emosi tingkat tinggi.
Greep...
Greeppp...
Greeeppp...
Tiba-tiba langkah Tsubaki pun terhenti total karena Naruto mencekik Leher, mengunci tangan kanan yang memegang boken agar tidak berbuat yang tidak-tidak.
"haah... bisakah kau tidak menampilkan sisi burukmu ke 2 teman adikku? Bahkan kau hampir membunuh mereka berdua Tsubaki-chan, sudah hentikan keburukanmu itu." Ucap Naruto yang tak habis pikir dengan tingkah Istrinya yang terlalu sensitif tentang gosip yang menyangkut hubungan cinta yang mereka jalani.
"tapi Anata, aku sudah muak dengan kedua mesumers gila ini yang selalu berbuat keresahan dengan sisiwi kuoh-"
"APA KAU MAU MEMBANGKANG PERINTAH SUAMIMU TSUBAKI!" Naruto pun mulai menunjukan emosi juga, bahkan tak tanggung-tanggung Naruto marah dengan Istrinya bahkan mengeluarkan cosmo emasnya yang membuat Tsubaki pun ketakutan bahkan menangis, bahkan Aiolia yang di sampingnya pun sempat keringat dingin dengan cosmo Naruto.
"baru kali ini aku melihat Kyouko-sama menunjukan tanduk yang sesungguhnya, benar-benar sosok prajurit suci yang menakutkan." Inner Aiolia.
"a-ampun Anata, maafkan aku. Aku berjanji tidak akan membangkan perintahmu lagi Anata, tolong jangan marah padaku lagi." Ucap Tsubaki yang takut, sangat takut dengan sosok suaminya yang biasanya kalem dan penuh wibawa, kini sangat menakutkan.
"terserah padamu lah, ayo Aiolia kita latihan. Putri Miya sudah menunggu kita untuk latihan di belakang sekolah."
Naruto dan Aiolia pun meninggal kelas dengan keadaan yang agak menakutkan karena Naruto mengeluarkan amarahnya berbeda dengan karakternya yang biasanya kalem dan santai, Issei yang melihatnya pun kaku tak bergerak sedikitpun.
"a-apa yang aku rasakan ini? Apa ini Nii-san yang sebenarnya? Aku melihat bayangan Aries di punggungnya? Nii-san menunjukan tanduknya." Inner Issei.
"Issei, sebenarnya seberapa menyeramkan kakakmu? Bahkan seorang Fuku Kaichou pun di buat ketakukan seperti itu." Inner Matsuda, sedangkan Motohama seperti terpaku tak bergerak.
"Nii-san adalah kakakku yang misterius hingga sekarang, dia baik namun marah pun sangat menyeramkan jika apa yang dia punya terancam oleh hal terburuk yaitu kematian, sampai sekarang Nii-san adalah pelindungku Matsuda, Motohama." Ucap Issei yang membuat Matsuda dan Motohama melongo.
At Naruto dan Aiolia.
Kita beralih cerita, setelah pertengkaran Naruto dan Tsubaki Naruto pun berjalan-jalan bersama Aiolia dengan perasaan jengkel dan emosi karena tidak menyangka orang yang selama ini mencintainya hampir membuat apa yang berharga bagi adiknya terbunuh.
"taku! Aku tak menyangka Tsubaki-chan akan berani membuat Matsuda dan Motohama hampir terbunuh seperti itu, apalagi dia tidak main-main sampai mengeluarkan aura iblis di depan Manusia." Ungkap Naruto yang sangat-sangat kesal dengan apa yang terjadi tadi.
"Kyouko-sama, apa kau benar bersikap keras seperti itu terhadap perempuan? Baru kali ini kau menunjukan sikap kerasmu terhadap istrimu sendiri."
"biarkan saja Aiolia, aku harus bisa menenangkan kepalaku untuk perang suci yang terakhir bagi kita. Aku tidak berfikir apapun selain itu."
Namun Tiba-tiba Naruto berhenti karena mendengarkan langkah kaki yang sangat cepat, bahkan seperti angin yang berhembus kecil.
"suara ini? Langkah kaki ini? Mungkinkah?" inner Naruto.
"JANGAN PERNAH LARI DARIKU SENSEI!"
Dhuakk...
Tiba-tiba ada seseorang yang mengayunkan kaki kanannya untuk menghajar Naruto terutama dada dan perutnya, namun Naruto yang mengetahui gerakan itu langsung mengayunkan kaki kirinya dengan posisi 90 drajat, kedua kaki pun beradu dan Naruto pun sedikit merasakan sakit karena betisnya yang kena tulang kering dari orang yang menyerangnya.
"kau selalu tak pernah berubah, menyerangku dengan kaki andalanmu dan cosmomu menambah kekuatan di kaki dan kecepatanmu. Tapi aku selalu bisa antisipasi itu. Rika Noyamano." Ucap Naruto memanggil orang itu yang adalah seorang perempuan tinggi putih cantik dengan mata hijau tajam dan surai orange sepunggung, dialah Rika Noyamano murid pertama Naruto di sanctuary, namun sekarang Rika justru lebih cantik dengan pakaian blazer hitam, celana bahan fleksibel dan kemeja putih panjang dengan kerah yang di buka satu kancing.
"kau selalu bisa mengantisipasi jurus tendanganku meskipun aku sudah mengeluarkan cosmoku hingga ke titik tertinggi-"
Sringg...
Kreekk...
Namun sebelum Rika menyelesaikan omongannya, Naruto berada di belakangnya dan mencekik lehernya dengan tangan kanan dan tangan kirinya mengancam leher Rika.
"kau tahu, tanganku bukanlah sekedar tangan tapi tanganku adalah excalibur yang siap memotong lehermu kapan saja Rika-chan, sejujurnya kau berkembang pesat, bahkan urat kaki kiriku nyaris putus saat aku menghentikan kakimu yang luar biasa. Tapi masih terlalu cepat 100 tahun melampauiku." Ucap Naruto yang mengancam Rika dan membuatnya panik namun Naruto melepaskannya lagi.
"Kyouko-sama, aku tak menyangka kau punya murid perempuan apalagi seperti dia yang mempunyai kekuatan kaki yang sangat kuat, sebenarnya siapa dia?"
"dia adalah Rika Noyamano, satu-satunya murid yang aku punya hingga kini. Maaf Aiolia aku menyembunyikan rahasia selama aku menjadi Gold Saint penjaga kuil Aries, aku tak pernah menuruti apapun perkataan Saga, aku berpergian ke banyak negara untuk meningkatkan kadar cosmoku dan belajar hal-hal yang baru hingga aku bertemu muridku ini di suatu kota di jepang." Ucap Naruto menjelaskan semua yang ia ketahui di masa lalu, dan itu membuat Rika malu karena hanya ia satu-satunya murid laki-laki tampan dan kuat itu.
"cotto matte! Kau tak pernah menuruti Saga? Berarti saat kita menghadapi Seiya dan bronze saint lain kau tak pernah di kuilmu?" ucap Aiolia mengingat peristiwa yang sangat bersejarah di sanctuary, dan Naruto mengangguk.
"aku kembali saat penyerangan God Warrior yang saat itu hampir menewaskan Aldebaran di kuil Taurus, kira-kira itu terjadi 2 tahun yang lalu..."
FBO
2 tahun yang lalu saat di tokyo.
Naruto pun berjalan di tokyo, pusat kota di jepang dengan pakaian kaos hijau dan celana cokelat sambil membawa kotak emas Gold Cloth Aries milik sang guru Mu yang sudah tewas karena perang yang berkelanjutan di Sanctuary, Naruto yang saat itu berumur 16 tahun surai rambutnya sudah panjang se pinggangnya sendiri, tubuhnya yang berotot dan tinggi menjulang seperti model karena hasil pelatihan neraka nya, berjalan-jalan mencari kuil yang ia mau singgahi untuk memahami arayashiki lebih lanjut.
"ya ampun, jepang itu sangat besar dan modern sekali beda dari Sanctuary tempatku bertugas, kira-kira di mana ya kuil tempatku bisa belajar arayashiki seperti Shaka?" ucap Naruto sambil berjalan-jalan kesana kemari, tiba-tiba Naruto terpaku mendengar suara orang meminta tolong dari jarak yang sangat jauh.
"suara ini? Ada perempuan yang sedang terluka, dan lokasinya sangat jauh. Sebaiknya aku cepat menolongnya." Inner Naruto
Naruto pun langsung teleport dengan psychokinesis menuju lokasi yang di yakini Naruto sebagai tempat perempuan itu minta tolong, hanya dalam sekejap Naruto sampai di lokasi bangunan yang terbengkalai dan tidak di bangun lagi Naruto pun melihat perempuan dewasa cantik mengenakan jubah coklat, baju merah ketat dan celana pendek juga sarung tangan serta mengenakan sepatu tinggi dengan roda di bawahnya sedang terkapar tidak berdaya tertindih besi-besi berat.
"shimatta! Keadaannya parah sekali, dan dia tertindih benda itu." Ucap Naruto yang melepaskan kotak besinya dan menyingkirkan besi-besi yang ada di atas tubuh perempuan itu, lalu Naruto mengecek seluruh tubuh dan peredaran darah perempuan itu apakah masih hidup atau sudah meninggal.
"syukurlah dia masih hidup dan keadaannya parah sekali, aku harus menyembuhkannya di tempat yang aman dan bersih banyak sekali luka-luka nya."
Naruto pun menggendong perempuan itu meninggalkan Gold Cloth nya pergi ke suatu kuil yang sudah tak terpakai, sekitar 5 km dari tempat Naruto menemukan perempuan itu, Naruto pun melepaskan sepatu perempuan itu dan jubahnya kemudian mengalirkan cosmo penyembuhan dari cosmo nya sendiri sangat lama karena keadaan tubuhnya sangat lemah.
"apa yang membuat perempuan ini lemah sekali dan kenapa ia bisa di sana? Aku harus menyembuhkannya sebisaku, aku harus bisa." Inner Naruto.
Setelah itu Naruto pun mencari air untuk membersihkan tubuh perempuan itu dari debu-debu dan darahnya, setelah bersih Naruto pun tetap berjaga di dekat perempuan tersebut sampai pagi dengan bersemedi menyeimbangkan cosmo nya sendiri.
Pagi harinya.
Matahari pagi pun telah muncul di ufuk timur menyinari kuil yang Naruto tempati bersama perempuan yang ia temui sedang terluka parah, Naruto tetap bersemedi mengatur cosmo di tubuhnya dan di sampingnya sang perempuan pun mulai sadar dari pingsannya karena sinar matahari pagi masuk ke matanya, perempuan itu pun terbangun dan melihat ruangan yang luas seperti kuil juga di sebelahnya terlihat seorang laki-laki yang berselimut cosmo emas, tubuh berotot kokoh, wajah putih bersih tampan.
"ano... pemuda-san apa kau yang membawaku ke kuil ini?" ucap perempuan tersebut takut mengganggu semedi Naruto.
"kau sudah sadar? Syukurlah, aku menemukanmu sedang terkapar di bangunan agak jauh dari sini karena kau terluka dan pingsan maka aku mencoba menyembuhkanmu dengan cosmoku dan sepertinya kau sudah sehat kembali." Ucap Naruto dengan kalimat yang lembut tanpa menggerakan tubuhnya yang sedang bersemedi.
"arigatou pemuda-san, ano namamu pemuda-san? Boleh aku berkenalan?" ucap perempuan itu sambil bersila sama seperti Naruto.
"Naruto, namaku adalah Naruto hanya itu saja."
"namaku adalah Rika noyamano, Naruto-san kenapa kau bersemedi seperti itu? Apa yang kau lakukan?" ucap Rika yang seakan ingin tahu atau kepo karena Naruto hanya berbicara namun tidak menatapnya sama sekali.
"aku sedang bersemedi Rika-san, aku sedang mempelajari indra ke 8 yaitu ArayaShiki kekuatan terkuat yang membuatmu tetap terjaga meskipun jiwamu sedang di neraka sekalipun." Ucap Naruto menjelaskan dengan detail dan itu membuat Rika bingung.
"indra ke 8? Bukankah indra manusia ada 6? Apa ada yang lebih rumit dari itu Naruto-san?" ucap Rika yang tetap memperhatikan Naruto yang tetap terpejam terfokus dengan cosmonya yang seimbang.
"jika di lihat lagi, pemuda ini sangat tampan. Tubuhnya yang seperti pegulat professional seperti aku, wajahnya yang putih, surai nya yang panjang kuning emas. Belum pernah aku menemukan laki-laki yang seperti ini." Inner Rika.
"aku tahu kau sedang memikirkan rupa fisikku Rika-san, aku memang begini sejak aku memulai pelatihan neraka di Sanctuary yang membuat fisikku melebihi orang lain yang seumuran denganku, aku tidak perduli kau memandangku seperti apa. Tapi jika kau sudah merasa baikan, kau boleh pergi kemanapun yang kau mau, aku takkan menghalangimu." Ucap Naruto yang sembaring tersenyum membiarkan Rika pergi, Rika pun merona merah karena baru kali ini ada laki-laki yang tidak memandang fisiknya yang sangat seksi dengan meninggalkan 'jejak' dahulu namun membiarkannya pergi.
"apa kau tak menahanku dulu? Aku ingin mengetahui semua tentang kau yang sudah menolongku dari kritisku tadi malam, oh ya ngomong-ngomong berapa usiamu? Dan apa kau bekerja?"
"usiaku baru 16 tahun tapi aku sudah di gariskan oleh Kyouko-sama sebagai prajurit suci "Gold Saint Aries" penjaga kuil pertama dari 12 kuil suci Athena di Sanctuary."
"hah? Kau baru 16 tahun tapi fisikmu saja sudah melebihi usia 25 tahun, kuat dan kokoh." Ucap Rika yang seakan tidak percaya usia pemuda ini, namun Naruto hanya terdiam tanpa ekspresi.
"apa yang akan kau lakukan? Meremehkanku karena usiaku masih sangat muda? Ketahuilah bahwa usia muda bukan halangan untuk membuatmu mengembangkan kekuatanmu menjadi lebih kuat dari sebelumnya, aku tak marah karena kau mengejekku seperti itu..."
Naruto pun membuka matanya, mata biru sebiru samudra menatap mata giok hijau Rika begitu tajam sampai Rika terpaku saja.
"buktikan padaku apa yang kau punya sekarang ini, aku ingin tahu seberapa kuat kau Rika-san." Ucap Naruto yang memposisikan dirinya agak jauh dari Rika, sementara Rika yang tahu akan posisi itu bersiap juga di posisi sebrang untuk pemanasan.
"aku tidak menyangka bahwa pemuda yang menolongku akan menantangku untuk pemanasan bertarung, ok Naruto-san aku tidak akan menahan diri untuk melakukan seranganku."
"aku takkan menahan diri, dan aku tidak akan menggunakan Gold Cloth. Majulah Rika."
Battle Rika Noyamano vs Naruto no Aries.
Rika pun berlari dengan kencang ke arah Naruto lalu menghunuskan kaki kanannya dengan sedikit melompat posisi vertikal.
"inilah aku yang sebenarnya, 'Ratu berduri' Sonia Road. Aku akan memberitahu jurus-jurusku Naruto-kun." inner Rika.
"teknik taijutsu dengan ayunan kaki horizontal, teknik ini pernah di ajarkan oleh jiji Sage. Teknik yang mengandalkan kekuatan otot bagian bawah tubuh untuk melumpuhkan lawannya dan memberi dampak yang sangat buruk untuk mental. Perempuan ini tidak bisa di remehkan, tak aku sangka dia mempunyai jurus "mawar berduri" afrodite." Inner Naruto.
Tappp...
Namun tidak di sangka Naruto menahan dengan tangan kanannya dan menggunakan tangan kirinya untuk mencengkram, namun Rika tak habis akal dengan bertumpu dengan tangannya dan mengayunkan kaki kirinya dengan posisi vertikal.
"RASAKAN INI, "SONIA ROAD: CAMBUK MAWAR MERAH" "
Wussshhh...
Dhuaakkkk...
Bukannya jurus Rika yang berhasil, justru Rika menghantam dinding kuil dengan cukup keras karena Naruto menggunakan psychokinesis untuk melawan serangan Rika. Alhasil Rika pun mengalami shok dan sedikit nyeri di punggung.
"ti-tidak mungkin, gerakanku justru berbalik. Apa yang kau gunakan Naruto-kun?"
"aku hanya menggunakan sedikit cosmo emasku untuk membuat jurusmu tidak berguna sama sekali, kau tertelan akan kesombonganmu karena meremehkan umurku yang masih 16 tahun, jika kau masih punya kemampuan, gunakanlah untuk melindungi orang lain bukan membuat masalah dengan menggunakan sesukamu."
FBE
Kembali ke cerita awal.
"sejak saat itulah aku melawan Naruto sensei berkali-kali namun hasilnya Nihil, Naruto-sensei terlalu kuat untuk aku taklukan. Aku mungkin sudah berumur 22 tahun tapi aku ingin belajar lebih dan lebih baik lagi, akupun ingin menjadikan Naruto-sensei sebagai sensei ku dan panutanku karena ketenangan juga sikapnya yang lembut terhadap wanita, akupun ikut kemanapun Sensei pergi karena dia sayap hidupku hingga aku di Sanctuary dan tetap menjadi murid satu-satunya." Ucap Rika menjelaskan kepada Aiolia dengan wajar berbinar-benar betapa bangganya ia dengan sosok pemuda itu.
"Kyouko-sama, saat kita harus menghadapi Afrodite, Deathmask, Saga, Shura dan Camus dan anda adalah penjaga pintu pertama dan pertarungan final di dinding harapan Mekai kau masih tetap menyembunyikan kenyataan itu?" ucap Aiolia menanyakan kematian dan hidup kembali di sini, namun Naruto sedikit menunduk.
"aku memang meninggalkan muridku sebelum kita harus mati di mekai, aku gagal sebagai guru di saat terakhir aku melindungi apa yang terpenting bagiku. Sekarang kita semua di bangkitkan kembali dan aku tidak mau kehilangan itu lagi." Ucap Naruto menatap mantap Aiolia dengan sedikit sedih, namun Rika memegang tangan Naruto dan di letakan di dadanya yang besar seusianya.
"aku sudah mengetahui dari Shaina-san, bahwa Sensei telah tiada bersama 12 Gold Saint untuk berperang melawan raja dunia kematian Hades, tapi aku mendeteksi cosmo Sensei berada di kota ini dan aku langsung kembali ke jepang menyusul sensei. Sensei tak gagal kok, akulah bukti sensei melindungi yang berharga. Sekarang aku sudah bekerja sebagai guru matematika di Kuoh Gakuen, meskipun sensei adalah murid di sini, kau tetap senseiku seumur hidupku aku akan mengabdi untukmu lagi Naruto Gold Saint Aries." Ucap Rika menyakinkan Naruto dan langsung memeluk gurunya itu untuk menyakinkan hatinya yang rapuh, Aiolia yang melihat adegan itupun teringat dengan Camus dan muridnya Hyoga juga dirinya dan Aiolos kakaknya.
"inilah pemandangan yang di inginkan Athena, tanpa pertempuran kehidupan damai bagi kami Gold Saint ataupun masyarakat biasa.
Namun adegan itupun agak terganggu karena kedatangan Sona beserta peerage nya yang sedang berpatroli rutin, melihat adegan pelukan di depan sana membuat hati Tsubaki rapuh karena Naruto telah memarahinya karena hampir membunuh teman adiknya.
"apa yang kalian bertiga lakukan di sini hah? Aiolia-san, Naruto-kun dan juga Noyamano-sensei?" ucap Sona yang intrupsi keadaan dilorong sekolah ini.
"oh Sona, aku bisa jelaskan kejadian di sini, mungkin kalian di sini sudah tahu di sebelahku adalah guru matematika di sekolah ini. Tapi akan aku perkenalkan kembali, Rika Noyamano Guru matematika sekaligus Muridku satu-satunya di Sanctuary."
"yoroshiku Minna-san aku adalah Murid satu-satunya Naruto-kun di Yunani." Ucap Rika memperkenalkan diri dan hasilnya...
1 detik...
5 detik...
10 detik...
"NANI!"
"guru tercantik, modis dan seksi ini adalah murid dari Naruto-senpai."
"tak bisa aku percaya Naruto-senpai punya murid di atas usianya sendiri, ini luar biasa." Begitulah teriakan dari Sanji dan Tsubasa yang hampir-hampir jantungan karena menemukan fakta yang bertolak-belakang dengan realita.
"Anata... aku-aku minta maaf karena kejadian tadi membuatmu marah..."
Greppp...
"tidak apa-apa, aku memaafkanmu Tsubaki-chan. Lain kali kendalikanlah emosimu jangan berbuat sembarangan karena sikapmu mempengaruhi pendirianku saat ini." Ucap Naruto yang memeluk erat Tsubaki ke dada bidangnya hingga Tsubaki menangis karena suaminya sangat baik padanya.
"inilah yang aku suka darimu sensei, kau kuat, tapi hatimu sangat lembut terhadap wanita." Inner Rika.
Deeggg...
Tiba-tiba semua yang ada di sana pun terpaku manakala merasakan kekuatan yang sangat luar biasa, dan asalanya tidak jauh dari wilayah sekolah ini, baik Ailolia, Naruto dan Sona pun merasakan kekuatan yang tak biasa itu.
"kekuatan macam apa ini? Apa ini kekuatan suci excalibur? Tidak mungkin pedang excalibur asli ada di kota ini." Inner Naruto.
"kekuatan ini, sangat kuat bahkan bisa membuatku merinding. Pedang suci excalibur yang seperti kekuatan Shura ada di kota ini." Inner Aiolia.
"tidak mungkin ada pengikut tuhan berada di bawah kekuasaanku datang membawa pedang itu, bisa jadi ini pertanda perang Great Warr akan terjadi." Inner Sona
"Rika-chan, Aiolia, ayo kita melapor ke Athena-sama. Bisa jadi di kota ini akan ada perang suci di kota ini, aku merasakan cosmo yang tak biasa, terlebih lagi ada kekuatan pedang excalibur yang sangat kuat. Ayo.
"HAI/HAI SENSEI." Maka Aiolia, Rika dan Naruto pun pergi dengan teleportasi meninggalkan Sona dan peerage nya.
"Tsubaki, Minna sepertinya akan ada pembicaraan serius dari pengikut tuhan di kota ini. Ikut aku ke sumbernya."
"HAI KAICHOU."
Malam harinya di apartemen seseorang.
Malam harinya di suatu apartemen yang terletak di pusat kota kuoh, terdapat seseorang yang mengenakan kimono cokelat dengan surai cokelat dan pony nya berwarna emas, yaitu adalah pemimpin Da-tenshin Azazel yang sedang bersantai setelah minum sake. Karena di apartemen dia hidup sendirian terkadang memanggil Issei untuk melakukan kontrak iblis, namun alangkah terkejutnya yang datang adalah aktor utama kita yang masih mengenakan seragam sekolah dan mantel putih Kyouko nya.
"oh tidak biasanya pemimpin dari Ras manusia dan Gold Saint yang membuat keributan di mekai mengalahkan Phoenix datang kemari, ne Hyodou Naruto bukan, Gold Saint Aries no Naruto?" ucap Azazel yang mengatakan hal tersebut ½ mabuk karena Sake.
"aku datang ke sini bukan hanya sekedar berkunjung saja Azazel-san, ada hal yang ingin aku bicarakan."
"ho? Di bicarakan? Apa yang ingin kau bicarakan kepada Da-tenshin sepertiku?"
"ini tentang kekuatan yang aneh aku rasakan tadi pagi, aku merasakan kekuatan yang tidak biasa dan itu berlawana dengan kekuatan yang di punyai oleh Issei. Apa kau tahu sesuatu tentang hal tersebut?"
"mungkinkah dia tahu soal Vali? Baru kali ini ada orang yang mendeteksi keberadaan Vali." Inner Azazel.
"kemungkinan kekuatan yang aneh kau rasakan, itu adalah kekuatan dari Vali Lucifer 'Vanishing Dragon.' Yang mempunyai Sacret Gear Divine diving dan di juluki Hakuryuuko, tapi kau harus mengantisipasi orang itu, dia mempunyai darah keturunan maou lama yang suka bertarung dengan siapapun, jumlah sayapnya ada 5 pasang setara kekuatannya dengan jendral pengkhianat Kokabiel. Kekuatan Vali adalah menghisap kekuatan orang lain dengan menyentuhnya saja. Jika darah lucifernya bergejolak, bisa jadi kota kuoh akan jadi medan tempur yang sengit." Ucap Azazel menjelaskan panjang lebar, hal itu membuat Naruto tercengang.
"keturunan maou lama yang suka bertarung? Jika Issei belum mengembangkan kekuatannya ini akan berdampak buruk kepada Issei." Inner Naruto.
"apa ada yang ingin kau tanyakan selanjutnya Naruto? Jika ada lainnya, aku akan mengatakan hal yang aku tahu."
"kau ternyata orang yang sangat kooperatif juga ya Azazel tidak menyukai pertempuran dan sangat santai tanpa beban."
"ya kau tahu, peperangan hanya melahirkan rasa sakit yang pedih karena kehilangan orang yang sangat kau sayangi. Aku tidak ingin perang terjadi lagi, sudah cukup di masa lalu perang terjadi dan mengakibatkan korban jiwa yang berkepanjangan." Inner Azazel yang berubah menjadi lebih santai dari efek Sake nya.
"satu hal lagi, apa kau merasakan ada orang lain yang mempunyai kekuatan pedang excalibur di sekitar sini."
Wajah Azazel pun mengeras manakala ia merasakan kekuatan itu juga.
"apa mereka utusan Gereja yang di perintah langsung oleh Michael untuk kasus pertarungan di gereja waktu itu Naruto?"
"aku tidak tahu Azazel, tapi selain itu aku merasakan cosmo yang sangat kuat di kota ini selain kekuatan excalibur yang Michael sebutkan. Aku minta maaf karena kedatanganku hanya sebatas itu saja Azazel."
"tidak usah Khawatir Naruto, aku juga sedang tidak sibuk-sibuk banget kok. Malah aku memanfaatkan adikmu sebagai kontrak iblis untuk temanku mancing dan minum-minum, ya meskipun dia polos karena baru 16 tahun tapi aku akui aku mengincar kekuatan dari sekiryuutei untuk aku perkuat agar dia bisa menjadi yang terkuat dan mapu mengalahkan Vali."
Perkataan Azazel pun membuat Naruto agak geli, bagaimana tidak geli. Mudah sekali adiknya di bodohi dengan kontrak Iblis seperti itu.
"kau ini Azazel, kau adalah salah satu pemimpin Da-Tesnhin tapi kau masih saja memainkan trik kuno dengan menyamar sebagai pelanggan hihihi... sungguh kau keterlaluan."
Degg...
Tiba-tiba mereka merasakan aura dan cosmo yang sangat kuat berada di kota kuoh pada malam ini, Naruto pun seperti tidak terkendali dengan memunculkan cosmo emasnya.
"mungkinkah kekuatan ini? Apa salah satu anak buahmu ada yang berkhianat selain Donhaasek yang sudah aku bunuh Azazel? Sepertinya cosmo ini lebih kuat dari orang itu."
"ya kau sudah paham situasinya Naruto, dia adalah Kokabiel. Salah satu pemimpin Da-tenshin yang mempunyai sayap 5 pasang, dia yang membuatku datang ke dunia manusia memasuki wilayah Gremory dan sitri untuk menyelidiki apa yang ia mau sebenarnya apa mungkin menyulut perang."
"jika itu terjadi, apa boleh aku membunuhnya dengan tanganku sendiri untuk pengadilan suci caraku Azazel?"
"lakukan sesukamu Naruto, dia yang akan merasakan siapa sebenarnya yang di juluki. 'tanduk emas dewa', aku tidak akan mencegahmu berbuat apapun."
"berarti kita sepakat untuk bekerjasama mencapai keadilan antara 4 fraksi, Tenshin, Da-tenshin, Akuma dan Ras manusia yang aku pimpin?"
"aku setuju dengan itu semua, lakukan apa yang harus kau lakukan Naruto."
"Arigatou Azazel."
Setelah itu Naruto menghilang dengan Psychokinesis menuju ke suatu tempat, sementara Azazel yang di tinggalkan sendiri saja hanya mengelus dada, mengingat betapa mengerikannya cosmo Naruto saat ia sedang marah atau mengetahui musuh yang akan mengancam keluarganya.
"semoga perangmu selesai, Gold 'kami' Saint' Aries no Naruto."
At gudang kosong malam hari.
Sekarang kita beralih ke cerita selanjutnya, di sebuah gudang kosong yang sangat menyeramkan pada malam harinya Rias yang di panggil untuk membasmi iblis Nakal lainnya berkumpul bersama Peerage nya termasuk juga Miya Asama yang ikut serta bersama 3 pengawalnya yaitu Aiolia, Milo dan Shaka.
"apa ini pembasmian Iblis lagi Rias-san?" ucap Miya yang menyadari akan misi yang akan di terima oleh Rias ini, dan Rias mengangguk saja.
"hai' Athena, aku di beri perintah oleh Asmaoudeus untuk membasmi Iblis Liar yang telah meresahkan keberadaan kami dan juga manusia yang hidup di sekitaran kota ini. Aku merasakan aura yang kuat di sini." Ucap Rias.
"dari apa yang aku rasakan, ada cosmo yang sangat jahat di dalam gudang itu. Sepertinya ada monster di dalam sana." Ucap Shaka yang merasakan ada yang tak beres di gudang itu.
"baiklah jangan ragu-ragu lagi, Issei, Koneko dan Kiba kalian maju untuk memancing monster itu keluar dari sarangnya."
"Aiolia dan Milo kalian backup mereka bertiga agar tidak celaka dengan hal-hal yang tidak di inginkan."
"HAI BUCHO/ DI MENGERTI ATHENA!"
"booster Gear."
"BOOSSTT"
"LEO!"
"SCORPIO!"
Tringg...
Tringg...
Tringg...
Tringg...
Aiolia dan Milo pun memakai Gold Cloth mereka sendiri berbentuk singa dan kalajengking, dan mereka berdua dalam posisi tempur sebagai Gold Saint Athena dengan kain putih di punggungnya. Kemudia mereka berlima pun mulai masuk ke gudang yang kosong di pinggir kota kuoh tersebut, pas moment mereka masuk muncul lingkaran teleportasi biru manampilkan Naruto yang memakai Gold Cloth Aries nya dan juga muridnya yaitu Rika Nomayano yang memaksakan diri untuk bersama sensei nya.
"kau terlambat Naruto-kun Aiolia dan Milo telah masuk sebagai pendukung di belakang Peerage Rias, dan siapa yang kau bawa ini? Istri barumu?" sindir Miya yang membuat Rias dan Akeno pun cemburu dengan keadaan di tempat ini, namun Naruto hanya terdiam saja.
"tidak Athena-sama, ini bukan istri baruku tapi muridku satu-satunya di Sanctuary sebelum aku meninggal di mekai menghancurkan tembok Harapan Hades. Kebetulan aku bertemu muridku di kota ini dan aku ingin melindungi muridku ini apapun ancamannya, termasuk juga melindungi anda Athena-sama, maafkan atas ketidak-sopananku ini Athena-sama." Ucap Naruto dengan bersujud di hadapan Miya karena ketidak-sopanan dia membawa perempuan yang sekaligus muridnya.
"yang mulia Athena, maafkan atas sikap Senseiku yang tetap membawaku. aku berjanji tidak akan menyusahkan sensei ku yang merupakan Gold Saint sekaligus Kyouko pendamping anda. Maafkanlah dia." Ucap Rika yang ikut-ikutan minta maaf, Miya pun menarik Naruto kembali untuk berdiri dan kembali fokus ke pertarungan.
"aku tidak tahu Nomayano-sensei adalah murid dari Naruto-kun saat di yunani, itu mengejutkanku karena usia sensei berada di atas kami yang terpaut 4-5 tahun. Apalagi sensei adalah guru matematika yang cerdas dan jago ahli beladiri taekwondo korea di kelas 3." Ucap Rias yang ikutan terkejut akan situasi yang serba dadakan seperti ini.
"Ara-ara... benar Riassu selain pintar dan jago beladiri, Noyamano sensei adalah guru favorit di sekolah kita, apalagi masih sendiri ufufufu...-"
"hentikan Rias-chan, Akeno-chan memuji Rika bisa-bisa dia melambung tinggi dan berharap yang tidak-tidak. Yang penting misi ini harus tetap berlanjut dan tugasku sebagai pemimpin Gold Saint harus berlanjut." Ucap Naruto yang interupsi aksi menggoda murid Naruto dan itu membuat mereka berdua terdiam tanpa kata.
"aku tau sensei ingin melindungiku dari apapun, tapi aku juga berharap suatu saat sensei melihatku sebagai calon istri yang siap di nikahi olehnya, tak keberatan sensei lebih muda dariku karena kekuatan dan keteguhan hatinya lebih dari apa yang aku harapkan." Inner Rika yang menangis.
"Kyouko, apa kau sudah mendapatkan jawaban tentang excalibur yang kita rasakan waktu tadi siang itu?" ucap Shaka yang menanyakan kekuatan yang tidak biasa di rasakan olehnya, Naruto pun juga begitu.
"menurut sumberku, sepertinya itu adalah utusan Michael dari pihak Tenshin yang mengusut pertempuran gereja waktu itu. Sayangnya itu merupakan titik balik dari apa yang aku sekarang ini." Ucap Naruto.
Sementara itu di dalam gudang
Kita pindah ke tempat lain, di mana 5 orang yang di tugaskan 2 orang berbeda yaitu Miya dan Rias menyelidiki tempat yang sunyi sepi tanpa ada orangpun, namun misi tetaplah misi yang di berikan oleh Rias.
"yare-yare, sepertinya kita kedatangan tamu yang di harapkan dalam perang ini. Tikus-tikus lainnya juga terperangkap di jebakan gudang ini, salah satu Gold Saint Athena." Ucap salah satu orang yang memegang tubuh monster laba-laba yang baru saja di bunuh olehnya, menggunakan surplices hitam dengan bentuk yang sangat menyeramkan dengan tanduk dan sayap di punggungnya, bersurai kuning pucat, mata kuning dengan pupil hitam. Baik Aiolia dan Milo pun terkejut bukan monster yang di temukan justru hal yang mengerikan yang di lihat.
"ka-kau, Wyvern Rydamantys salah satu dari 3 hakim neraka, kenapa kau ada disini?" ucap Aiolia yang terkejut musuh yang di hadapi sangat kuat.
"heh kenapa katamu? Hades-sama telah membunuh Seiya, Shun, hyoga, Shryu dan Ikki dalam pertarungan di Elysion dan sekarang Hades-sama akan menuntaskan pertarungan lama ini dengan sangat mudahnya melawan teri dan tikus di depanku ini." Ucap Rydamantys di belakangnya pun muncul 2 orang yang Aiolia dan Milo kenal yaitu Gold Saint Cancer Deathmask dan Pisces Afrodite namun mereka menggunakan surplices.
"Issei, Koneko dan kiba kalian mundur. Misi ini bukanlah pembunuhan iblis liar namun perang suci Sanctuary."
"Heh ini akan membukti-"
Duakh...
"uekhh..."
Namun sebelum Issei menyelesaikan kata-katanya, sudah di tinju oleh Deathmask yang membuat Issei muntah darah dan tersungkur
"ISSEI/ISSEI-SENPAI"
"kekuatan macam apa ini? Aku seperti lemah." Inner Issei.
"pertarungan ini bukan untuk bocah SMA macam kau bodoh, kau lemah dan tak punya kekuatan apa-apa. Lebih baik kau pingsan di sini saja. Aiolia aku sudah bosan untuk bermain-main " Ucap Desthmask.
"Konoyaro!-"
"Issei-kun sudah lupakan saja misi kita, kita serahkan kepada Aiolia dan Milo-san." Ucap Kiba yang sudah melarikan diri dari wilayah pertempuran yang memanas itu.
"Deathmask, kau mengerti bukan? Apa hukumnya jika kita Gold Saint Athena mengkhianati sumpah setia kita kepada Athena dan kau memilih jalan berlawan yaitu menjadi spectre Hades?" ucap Aiolia yang mulai mengeluarkan cosmonya karena emosi melihat salah satu rekannya yang memilih berkhianat kembali.
"aku tinggalkan mereka berdua untuk kalian pengkhianat Gold Saint Athena. Aku tunggu kabar baiknya." Ucap Rydamantis yang menghilang pergi ke Neraka, yang tersisa hanyalah 4 Gold Saint termasuk 2 pengkhianat, baik Milo maupun Afrodite pun mundur untuk memfokuskan mereka berdua bertarung, namun di halangi oleh Naruto yang menenangkan suasana panas ini. Baik Aiolia maupun Milo pun mundur tak berani menentang pemimpin mereka.
"Deathmask juga Afrodite, apa kalian yakin akan menentang perintah Athena dan memilih untuk berkhianat?" ucap Naruto dengan tenang tanpa merasa terancam dengan 2 mantan Gold Saint tersebut.
"heh jangan banyak omong kau!"
WUUUSSSHHHH...
DHUARRRRR...
Semua orang di sana pun kaget karena Deathmask bahkan Afrodite terpental hingga menghancurkan tembok pabrik tersebut, karena Naruto menggunakan kekuatan alaminya dan membuat semua di sana terpana bahkan murid Naruto yaitu Rika tak berkata apapun kecuali Miya, Ailolia, Shaka dan Milo. Naruto pun berjalan mendekati Deathmask juga Afrodite yang hampir pingsan karena serangan Naruto.
"Kyo-Kyouko-sama, tolong ampuni kami. kami di paksa oleh Hades-sama karena kami takut akan kematian." ucap Afrodite yang menyadari kekuatan dan Status Naruto yang sekarang bukanlah Gold Saint lagi melainkan sudah menjadi pemimpin bagi semua Saint.
"dari jaman dahulu kala, Gold Saint adalah prajurit suci yang mengabdi dengan 12 Rasi bintang mereka yang mewakili tiap kuil di Sanctuary. kita sebagai Gold Saint tentu sudah harus mengerti apa resiko yang di hadapi termasuk kematian. Kalian paham apa hukuman suci yang pantas untuk Kalian semua?" ucap Naruto yang meningkatkan Cosmonya hingga ke titik dewa di mana kelompok Rias, Aiolia, Milo dll bisa melihat bahwa di belakangnya sesosok bayangan putih dengan tongkat kekuasaan yaitu Dewa Zeus, yang membuat 2 Gold Saint di depannya ketar-ketir.
"co-cosmo macam apa itu? me-menakutkan dan sungguh kuat. apa ini cosmo pemimpin Sanctuary Kyouko-sama?" inner Deathmask dan Afrodite.
"cosmo yang sangat kuat, pantas Naruto di nobatkan ayahanda." inner Milo.
"belum pernah aku melihat cosmo menakutkan seperti ini, apa ini sensei yang sebenarnya?" inner Rika.
"kalian tau? Albafica-sama dalam perangnya dahulu pernah mengorbankan nyawanya demi menghalangi Minos ke Sanctuary itulah yang di katakan Hakurei jiji padaku, kematian itu menjadi sangat cantik dan suci dengan nyawa demi menjaga Athena." ucap Naruto yang menyebarkan kabut merah lewat Darahnya sendiri.
"terimalah penghakiman kalian!"
"CRIMSON THORN."
"aaakkkhhhh..." dan jurus Naruto pun mengakhiri Deathmask dan juga Afrodite dengan kematian yang mengenaskan, mereka bersimbah darah akibat jurus Naruto yang mengoyak tubuh mereka tanpa sisa. Rias, Akeno dan juga Rika hanya menutup mata dan menjerit takut akibat pemandangan horor nan menyeramkan di depan mata mereka.
"semoga ayahanda mengampuni dosa mereka berdua, yang berkhianat pasti akan mati. dan kematian yang suci adalah kematian demi Keadilan dan cinta di bumi." ucap Naruto yang menghilang dan muncul di belakang 3 anak buahnya.
"tugas sudah selesai, Athena kita harus pergi dan kau juga ikut aku Rika-chan. ayo Aiolia, Shaka juga Milo." ucapnya lagi dan langsung menghilang dengan teleportasinya, sementara Rias dan budaknya pun seperti tertekan karena pemandangan yang begitu menakutkan di depan matanya.
"aku tidak menyangka Naruto-kun yang kita kenal seseorang yang sangat lembut dan juga ramah, ternyata bisa sangat sadis dan kejam bahkan dengan mantan saudara sesama Gold Saint ia membunuhnya dengan tanpa ampun. Akeno apa kau melihat pribadinya itu sama denganmu?" ucap Rias dengan masih shock dengan pemandangan yang mengagetkan matanya itu.
"akupun tak tau Bucho, Naru sepertinya berubah menjadi lebih dingin sebelum pertarungan saat itu. namun yang anehnya Naru seperti menunjukan sesuatu yang tak biasa bahwa Gold Saint... bukan, Kyoko itu mempunyai tanggung jawab yang lebih berat dari biasanya. dan terlebih lagi, Naru sudah mempunyai murid seperti Rika-sensei. aku sangat tidak menyangka Bucho." ucap Akeno dan itu di setujui oleh Issei, Koneko dan Asia, sementara Kiba pun pergi begitu saja namun di cegat oleh Issei.
"hoi ikemen, apa maksudnya kau meninggalkan Bucho? apa kau punya masalah dengan bucho hah!?" ucap Issei dengan emosi, tapi Kiba pun menatap Issei dengan tajam seakan marah terhadap sesuatu.
"ini bukan urusanmu Issei-kun, kau tidak perlu ikut campur urusanku." ucap Kiba yang pergi meninggalkan issei, dan itu membuat Rias teringat sesuatu yang menjadi penyebab Kiba seperti itu.
"masaka dia teringat akan hari itu..."
At apartemen Miya di pinggiran kota.
di suasana malam yang sangat tenang tanpa awan dan sinar bulan yang menyinari kota kuoh tersebut, di apartemen miya muncul lingkaran teleportasi yang menampilkan Naruto dan 3 Gold Saint lainnya yaitu Shaka, Aiolia, dan Milo serta 2 perempuan Miya dan Rika di apartemen tersebut.
"Kyouko-sama, kau tidak seperti biasanya. sikapmu yang tenang dan tak mudah tersulut emosi seperti hilang dari dirimu, kau sangat keras bahkan kepada Deathmask dan Afrodite rekan kita kau tak tanggung membunuh mereka. sebenarnya apa yang terjadi setelah kehidupanmu yang baru ini?" ucap Aiolia yang merasa heran dengan sikap Naruto yang sangat keras bahkan tergolong kejam membunuh.
"Aiolia, Athena-sama dan semuannya. aku membawa pesan dari Ayahanda Zeus-sama, beliau merasakan adanya kekuatan yang sangat dahsyat ingin membuat kekacauan di kota ini, dan aku di perintahkan untuk membunuh siapapun antek Hades ataupun orang lain yang ingin membuat hancur bumi ini. karena itu aku tak ragu untuk membunuh Deathmask bahkan rekan yang mengajarkanku jurus demon rose Afrodite tak ragu aku bunuh juga, karena aku tak mau terjadi perang lagi karena itulah..."
tiba-tiba muncul dua cahaya terang di belakang Naruto menampilkan 2 sosok perempuan dengan surai berbeda, yang satu perak dan satu pirang dengan sayap putih berjumlah 4 pasang mengenakan pakaian serba tertutup dengan topeng berwajah manusia di wajahnya.
"Naruto-dono, kami melaporkan situasi di lapangan sekarang ini. dugaan anda benar ternyata yang akan menimbulkan perang di kota ini adalah jendral Da-tenshin Kokabiel, dia bekerja-sama dengan Pandora untuk menghancurkan sekolah tempat kekuasaan Rias Gremory." ucap perempuan yang bersurai perak tersebut, Raut muka Naruto mengeras karena mendengar nama perempuan tangan kanan Hades tersebut.
"Pandora ya? perempuan itu selalu saja membuatku khawatir karena dia memegang kuasa atas semua spectre yang aku lawan semua, arigatou Aine dan Yurishia apa yang akan kau laporkan?" ucap Naruto.
"saya melaporkan Naruto-sama, Kokabiel akan mengerahkan excorsis gereja Freed untuk mencampurkan 4 pedang excalibur menjadi satu kekuatan, dan satu orang di balik kebencian Kiba-san atas penelitian manusia adalah Balba Galiel." ucap perempuan yang bersurai pirang Yurishia dan itu mengagetkan Aiolia serta yang lainnya.
"bukankah penelitian manusia untuk pedang excalibur sudah di larang oleh Kyouko Aries no Shion? kenapa orang di balik layar itu muncul lagi di sini?" ucap Milo yang mengetahui penelitian itu dan itu di angguki oleh Aiolia dan Shaka yang menjadi saksi hidup.
"aku tidak menyangka orang yang kejam bahkan lebih kejam dari Deathmask bisa muncul lagi di saat yang seperti ini, apa mungkin Da-tenshin dan mereka berdua akan menyatakan perang di kota ini Kyouko?" ucap Shaka yang raut mukanya sangat kesal karena hatinya peka merasakan penderitaan orang lain yang menjadi korban penelitian itu.
"kemungkinan seperti itu Shaka, karena sifat manusia yang tak pernah puas menyebabkan hal seperti ini..."
"aku menambahkan satu hal lagi Naruto-sama, pemimpin Tenshin Michael mengutus dua excorsis dari vatikan yaitu Shidou Irina dan Xenovia untuk mengambil 3 excalibur di tangan 2 pengkhianat tersebut. itu yang dapat saya laporkan." tambah Yurishia.
"wakarimasta, Arigatou untuk laporannya. kalian bisa kembali mengawasi kota ini."
"Hai' Naruto-sama." ucap mereka berdua dan menghilang dengan cahaya seperti Tenshin.
"kalian tahu apa alasannya sekarang? peperangan akan segera di mulai, aku meminta kalian untuk berbagi tugas. Shaka kau menjaga Athena-sama dari serangan apapun bersama Milo, Aiolia kau menjadi penghubung aku dengan Rias dan juga Sona Sitri." perintah Naruto yang geram dengan situasi perang yang akan berkecamuk di dunia yang baru ini.
"Naruto-kun aku juga merasakan cosmo 4 orang yang sangat kuat, apa jangan-jangan mereka muncul juga di kota ini?" ucap Miya/Athena yang merasakan kekhawatiran karena cosmo asing yang ada di sekitarnya membuatnya takut.
"aku juga merasakannya Athena-sama, 4 orang itu adalah anak buah Hypnos. menurut catatan yang di tinggalkan Hakurei jiji. ada 4 dewa yang melayani Hypnos sang dewa mimpi yaitu Oneiros, Vision Icelus, Potrayer Phantasos dan modeler Morpheus. di katakan pendahulu dari Gold Saint Capricorn yaitu El Cid membunuh mereka semua di dalam dunia mimpi tempat mereka mengontrol jiwa-jiwa yang tersegel yaitu Morphia. aku tidak menyangka mereka akan kita hadapi lagi, Shaka dan juga Milo. jika mereka menyerang aku serahkan padamu." ucap Naruto yang menceritak sejarah masa lalu dari pendahulunya.
"wakatta, serahkan Athena pada kami Kyouko-sama. akan kami jaga dengan nyawa kami, tapi aku sedikit penasaran bagaimana caranya melawan 4 dewa yang ada di bawah kendali Hypnos itu Kyouko-sama?" ucap Shaka.
"yang aku ketahui adalah bagaimana kalian tetap teguh di jalan kalian sendiri, jangan bermimpi yang aneh-aneh di dalam otak kalian, atau kalian akan terlena dengan impian kalian sendiri. oh ya Rika-chan ada yang ingin aku berikan padamu." ucap Naruto yang mengeluarkan sesuatu di lingkaran sihirnya dan betapa terkejutnya bahwa itu adalah Gold Cloth Pisces milik Afrodite, baik Milo, Shaka dan Aiolia bahkan sampai tidak menyangka.
"kau sudah aku uji dengan banyak kesepian yang aku berikan semenjak aku meninggalkanmu saat perang suci waktu itu, kau bahkan semakin matang dengan 'SONIA ROAD' yang kau tekuni selama hidupmu, sebelum aku menobatkanmu sebagai Gold Saint Pisces no Rika, kau akan menjalani satu jalan dulu. kemarilah." ucap Naruto, Rika pun menuruti keinginan gurunya dan maju perlahan-lahan dengan perasaan takut yang menjalar di tubuhnya, Naruto pun menyentuh dada Rika yang montok bukan untuk mesum dan...
DEGGGG...
"KYAAAAAAAAAA...!" Rintih Rika karena Naruto memasukan jurus mawar beracun beserta cosmo emasnya untuk memperkuat tubuhnya agar tidak mempan terhadapn racun apapun, Rika pun tertunduk karena tidak bisa menahan rasa sakit yang di timbulkan oleh ritual itu.
"aku memasukan racun mawar demon rose ke dalam darahmu bahkan sampai ke tubuhmu sendiri Rika-chan, aku ingin melindungimu dari ancaman apapun. kau secara resmi menjadi Gold Saint Pisces perempuan pertama dan satu-satunya. aku berharap penuh kau menjaga rahasia dengan topeng manusia di wajahmu, aku percaya padamu." ucap Naruto yang menghilang dengan teleportasi andalannya.
brukkk...
Rika pun jatuh terlutut karena rasa sakitnya masih terasa sampai jiwanya pun terasa sakit, namun dengan sigap Athena membopong tubuh Rika yang sepadan beratnya.
"Athena-sama, kenapa aku di berikan ritual seperti ini? memang benar aku adalah murid satu-satunya Naruto-sensei karena dia selalu melindungiku, tapi kenapa aku di racuni seperti ini?" ucap Rika yang sangat sedih hidupnya terasa terbelah karena darahnya sekarang adalah Racun mematikan dan ia akan hidup menyendiri.
"Naruto-kun sangat mencintaimu sebagai murid kesayangannya, bahkan Naruto menyembunyikan semua ini demi nyawamu Rika-chan, kau harus bangga dengan dia. memang dia bukan manusia lagi karena dia adalah anak dewa Zeus-sama, tapi hatinya tetap manusia biasa. ia tak mau kau terluka maka itu dia melantikmu sebagai Gold Saint Pisces yang selanjutnya, aku merasakan tekat yang sangat kuat dari cosmonya. ia telah sempurna di lantik sebagai dewa yang baru untuk mengakhiri semua ini." ucap Miya sambil mengobati rasa sakit akibat ritual kejam yang harus di lalu oleh Rika.
"A-Athena-sama, kenapa anda selalu yakin bahwa Sensei akan mengkahiri semua ini? kau kan yang terkuat dan dewi perdamaian. apa alasan anda?"
"ia telah kehilangan semuannya, keluarganya dan bahkan cinta juga kesetiaanya kepada Athena sebelum aku Yaitu Saori kido. ia merasa sangat bersalah karena tak mampu melindunginya kerena itu dia ingin selalu melindungimu dengan apapun yang ia punya. karena kau sudah di lantik menjadi Pisces Gold Saint, berjanjilah untuk selalu setia padaku dan Naruto-kun selama hidupmu." ucap Athena dan Rika pun beristirahat di tempat tidur Miya sambil memulihkan kekuatannya.
Kembali ke Naruto
kita balik lagi ke Aktor utama kita yaitu Naruto, saat ini Naruto kembali ke kamarnya untuk menenangkan diri dari semua pertempuran dan realita, kemudian ia memutuskan untuk segera Mandi. Tiba-tiba muncul cahaya di depannya berkilauan sangat terang di depannya, muncul seorang perempuan muda sektar umur 25an dengan wajah yang sangat cantik dan oppai yang sangat besar memakai pakaian miko, serta surai Blonde yang panjang sampai ke pahanya di tambah sayap di belakangnya yang berjumlah 10 warna putih. Naruto pun menghalangi matanya karena cahaya yang sangat silau pun terperanga karena ia baru pertama kali melihat perempuan itu, bahkan seingatnya tidak ada sosok tersebut di gunung olympus tempat ayahanda nya.
"siapa kau ini? apa yang kau lakukan di sini? apa kau pengikut tuhan yang di bawah perintah Michael?" ucap Naruto menerka-nerka siapa perempuan itu, namun ia hanya tersenyum manis yang membuat Naruto melongo.
"aku mengetahuimu sejak dari bayi wahai Kyouko sanctuary N-A-R-U-T-O chan, aku yang selama ini kau rindukan sebagai keluargamu, akulah selama ini ibu kandungmu dan menitipkanmu ke Shion untuk di rawat olehnya Naruto. Namaku Tsunade Senju." ucap wanita itu dengan Nada manisnya dan tanpa ekspresi berlebihan, tenang seperti air. tiba-tiba Naruto mengeluarkan cosmo emasnya dan sayap emasnya yang berjumlah 16.
"lihat kan? itu adalah bukti dari cosmo dariku yang aku wariskan kepadamu Anakku, aku sangat bahagia kau di hidupkan kembali oleh Zeus-sama sebagai titisan Dewa. kau yang bijak dan sudah mengerti penderitaan sejak lahir membuatku bangga-"
"KALAU KAU ADALAH IBU KANDUNGKU, KENAPA KAU MEMBUANGKU HAH!" sebelum Tsunade selesai, Naruto sudah Naik pitam karena kekesalannya di anggap kotor dan anak haram oleh hampir semua Saint di Yunani kecuali Mu dan Gold Saint lainnya.
"aku tidak membuangmu Naruto-chan, aku melindungimu sampai akhir hayatku. saat itu, Hades yang mencari tubuh pengganti untuk kebangkitannya mengincarmu yang saat itu aku baru melahirkanmu. ayahmu adalah seorang Saint cristal silver Saint sebelum guru dari cygnus Hyoga melindungimu dan aku demi nyawamu Naruto-chan. sayangnya ayahmu tewas di tangan Rydamantis karena perbandingan yang terlalu jauh saat itu...
FBO
Jamir 17 tahun yang lalu.
Di tempat yang sangat jauh dari peradaban, tebing-tebing yang sangat tinggi dan curam menjadi penghalang dari kawasan itu membuatnya terpencil, di saat itu muncul seorang perempuan muda yang baru melahirkan anaknya. Dia adalah Tsunade (anggap aja sama seperti anime Naruto, tambahannya surainya panjang) berjalan tertatih-tatih membawa anaknya ke daerah itu dengan luka-luka parah.
"a-aku harus me-melindungi a-anaku ini, aku ha-harus sampai di pa-pagoda itu, uhuk... bertahanlah Naruto sayang, ibu akan melindungimu meskipun nyawa ibu taruhannya. itu adalah tugas ibu." ucap Tsunade, lalu meuncullah anak laki-laki bersurai ungu bersama pemuda dengan Gold Saint bersurai hijau muda yaitu Mu yang saat itu masih muda dan Shion yang masih menjadi Gold Saint Aries memakai cloth emasnya langsung berlari ke arah perempuan itu.
"TSUNADE... apa yang terjadi Tsunade? kenapa kau terluka parah seperti ini? siapa yang melakukan ini?" ucap Shion yang terkaget, namun Tsunade keburu pingsan dan langsung di bopong oleh Shion, sementara anaknya yaitu Naruto yang masih Bayi di gendong oleh Mu ke dalam ruangan tidur di sana. setelah itu Tsunade di berikan cosmo emas untuk pemulihan luka-lukanya namun keadaannya semakin melemah dan melemah.
"bertahanlah Tsunade... bertahanlah demi bayimu itu, kau adalah muridku bersama Saint cristal. jangan sampai kau mati." ucap Shion yang terus berusaha mengobati luka-luka, Tsunade pun tersadar namun dalam keadaan Sekarat.
"Shion-sama, aku ingin kau berjanji satu hal sebelum aku mati... tolong Shion-sama." Ucap Shion sambil memegang lengan Shion yang masih di lapisi cloth, Shion pun memegang lengan Tsunade yang dingin.
"katakan Tsunade, apa pesanmu? pasti akan aku tepati dan akan aku jalankan sebisaku." ucap Shion sambil berlinang air mata.
"Anakku namanya adalah Naruto, prajurit suci Athena. kelak akan menjadi pewaris prajurit suci pemimpin semua Saint, dia akan membawa kemakmuran dan perdamaian di bumi ini. dan ia akan setia dan patuh kepada Athena sesuai garis keturunan Saint, raw-atlah dia..." ucap Tsunade sebelum akhirnya kehilangan Nyawanya untuk selamanya. Shion pun berduka karena kehilangan muridnya yang pertama, dan juga melihat bayi yang di gendong oleh Mu.
"Naruto, yang berarti prajurit suci kah? baiklah Naruto-kun, mulai saat ini kau akan di bawah asuhanku sebagai ayahmu. Hakurei dan Sage sebagai kakekmu dan Mu sebagai kakakmu. Mu-kun, bawa dia ke ruang perawatan."
"Hai' sensei."
FBE
"aku mempertaruhkan semua nyawaku demi nyawamu sayang, anakku. dan harapanku sudah menjadi kenyataan. aku juga bukan Tenshin Naruto-kun, aku adalah asisten dari Lady Hera istri dari Zeus-sama dan ibu dari Hercules kakak tirimu. kau mengerti kan?" ucap Tsunade memflashback ingatannya kembali, dan itu membuatnya bergetar, dan Naruto pun jatuh terlutut karena membayangkan kelamnya masa lalunya di anggap anak Haram.
"ma-maafkan aku Okaa-sama, maafkan atas kesombonganku tadi. aku tak menyangkan kau melindungiku dari Hades yang ingin mengambilku sebagai wadah barunya, kau juga mendoakanku seperti ini. aku bersalah." ucap Naruto yang tak di sengaja menangis.
Greepp...
namun dengan sigap Tsunade memeluk Anaknya, dan tak lupa memasang kekai agar orang lain tak melihatnya.
"anak Kaa-san jangn menangis ya, Kaa-san akan selalu mengawasimu di gunung Olympus. Kaa-san adalah ibumu satu-satunya yang kau miliki, kau punya ibu Naruto-chan. kau bukan kotor ataupun anak Haram. dan Kaa-san juga bersalah karena tak pernah memberimu asi karena kaa-san sudah meninggal sebelum itu, tapi Lady Hera memberi Kaa-san kekuatan menjaga Asi Kaa-san sama seperti kaa-san melahirkanmu. apa kau mau menuruti tugasku sebagai ibu kandungmu Naruto-chan?" ucap Tsunade sambil menyingkap pakaian mikonya ke samping, terlihat kulih putih tanpa luka dan Bra putih berenda yang di pakai Tsunade, kemudian Tsunade membuka Bra-nya dan terlihat Oppai yang sangat besar bahkan sebanding dengan Rias. Naruto pun terpana karena yang selama ini dilihatnya hanya punya Akeno dan istrinya Tsubaki.
"tapi Okaa-sama, aku sudah dewasa dan bahkan aku pemimpin Gold Saint. aku tak pantas lagi menyusu lagi." tolak Naruto dengan Halus karena ia malu sebagai laki-laki beristri ia harus menyusu lagi, namun tanpa di sangka Tsunade menyumpal mulut Naruto dengan payudara kanannya.
"tak perduli kau sudah dewasa, tak perduli kau adalah Kyouko. yang Okaa-sama inginkan, menuntaskan tugas yang tertunda Okaa-sama dulu dan sekarang sebagai ibumu. ayo minum." ucap Tsunade dengan nada memohon, karena tak tega dengan ibunya sendiri yang terlalu sayang padanya. Naruto pun menghisap payudara Tsunade dengan intens. Tsunade pun memerah bahagia karena darahnya mengalir lancar ke payudaranya manakala air susu yang keluar cukup banyak mengalir untuk anak kandungnya.
"teruslah menyusu sayang, ibu tak tau kapan akan bisa menyusuimu lagi. kau akan menghadapi banyak penghianatan dan pertarungan tanpa henti. sebelum itu ibu akan menguatkan cosmomu lewat air susu ibu. Naruto-kun sayangku." inner Tsunade yang merasa iba.
namun ketenangan Tsunade terusik manakala muncul lingkaran sihir Sitri dan Gremory menampilkan Rias, Akeno dan juga Tsubaki calon dan istri sah Naruto, mereka bertiga melihat pemandangan erotis di depannya pun memerah malu.
"a-apa? apa-apaan kau ini? beraninya Tenshin memperlakukan anata-kun ku seperti bayi, siapa kau?" ucap Tsubaki yang seperti naik pitam.
"ara-ara, sudah muncul istri dari anakku ini. ternyata Naruto-chan mempunyai 3 istri Akuma yang sangat cantik dan seksi. aku bangga." ucap Tsunade tanpa melirik ke belakang sambil memijit payudaranya untuk memperlancar Asi nya untuk Naruto yang nampaknya tenang karena di beri kekai supaya tidak terusik siapapun.
"a-anak? bukannya Naruto-kun Nii-san dari budakku Issei?" ucap Rias yang terkaget karena tak tau status Naruto yang sebenarnya.
"ara-ara... Rias Gremory dari keluarga Akuma Gremory, Issei-kun hanya kamuflase yang di buat oleh Saori Kido Athena sebelumnya, itu adalah bagian tugasnya sebagai Gold Saint dan Kyouko selama ini. satu-satunya anak tunggalku adalah yang menyusu di diriku ini." ucap Tsunade dengan tenang sambil memindahkan Kepala Naruto ke payudaranya yang kiri untuk menyeimbangkan asinya.
"jadi selama ini ibu kandung Naru-chan adalah kau? kalau begitu aku adalah-"
"Akeno Himejima queen Rias serta Tsubaki Shinra queen Sona sitri, aku mengetahui kalian karena aku mengamati Naruto-chan dari gunung olympus, sekarang aku minta kalian tenang dan jaga amarah kalian..."
tiba-tiba Tsunade mengeluarkan cosmo emasnya tanda ia sangat marah karena moment ibu menyusui nya terganggu oleh perempuan itu.
"kalau kalian mengganggu anakku yang sedang menuruti tugasku sebagai ibu kandungnya, akan aku musnahkan kalian meskipun kalian adalah keluarga Youndai Maou sekalipun. KALIAN MENGERTI!" ucap Tsunade melirik Tsubaki, Rias dan juga Akeno dengan mata yang merah di tambah 3 tomoe di pupilnya.
"ma-mata apa itu? matanya sangat menyeramkan bahkan aku sampai tidak berkutik." inner Rias.
"kekuatan macam apa ini?aku seperti melihat ilusi yang menyeramkan." inner Akeno.
"aku tak tau ternyata suamiku mempunyai ibu kandung yang sangat protektif terhadap Naruto-kun." inner Tsubaki.
karena merasakan kekuatan yang aneh, Naruto pun terduduk dari pangkuan ibunya dan lepas dari payudara kiri Tsunade. dan alangkah kagetnya karena melihat Istri dan 2 perempuan yang sangat mencintainya.
"Okaa-sama, kenapa kau tidak memberitahu kalau ada Istriku beserta teman-temannya? aku sedikit malu karena seperti anak kecil." ucap Naruto yang muncul semburat merah di pipinya karena malu dengan kejadian ini.
"ara-ara... tidak apa-apa Naruto-chan, aku tak perduli kalau mereka melihat adegan aku menyusuimu lagi, karena aku juga mencurahkan kasih sayangku untukmu, kau mau lagi?" ucap Tsunade yang menyosorkan payudara kirinya, namun hanya di pegang oleh Naruto.
"tidak, tidak perlu. cukup hari ini Okaa-sama, aku berterima kasih karena masih merasakan kehangatan ibu kandungku sendiri dan juga kehangatan cinta mereka. arigatou ghozaimasu Okaa-sama." ucap Naruto dengan halus yang kemudia Tsunade merapihkan Bra dan juga baju Mikonya, namun tanpa di sangka muncul cahaya lainnya memunculkan perempuan dengan topeng di wajahnya.
"saya melaporkan kepada anda Naruto-sama."
"katakan apa laporanmu Yurishia."
"Kiba dan juga Freed Zelzan baru saja bertarung di sebuah gang perumahan sekitar 4 km dari sini, namun Kiba tertebas oleh seiken 'excalibur' yang ia dapatkan dari tangan Kokabiel, ia terluka parah di lengan kanannya, tapi pendeta itu kabur menggunakan llingkaran sihir da-tenshin tersebut. itu saja yang bisa aku laporkan, aku permisi Naruto-sama." ucap perempuan itu dan pergi dengan cahaya kilauan hingga lenyap.
"Lagi-lagi Kiba memenuhi ambisinya untuk memusnahkan excalibur karena dia pernah di selamatkan oleh teman-temannya saat percobaan itu gagal, aku tidak menyangkan akan terjadi seperti ini." ucap Rias yang sedikit tertunduk karena tidak bisa menahan salah satu budaknya untuk menghentikan ambisi dendamnya.
"percobaan excalibur sebenarnya sangat di larang oleh gereja manapun, namun orang bernama Balba Galiel sudah melanggar batas manusiawi dengan mengorbankan nyawa tak bersalah di kejadian itu." ucap Tsunade yang mengetahui kejadian tersebut dan itu membuat semua di sana kecuali Naruto kaget.
"ja-jadi anda mengetahui hal itu Tsunade-san?" ucap Tsubaki yang berkata demikian.
"aku pernah berbicara dengan Zeus-sama soal hal ini juga, dan ia sangat murka karena nyawa tak bersalah di korbankan untuk percobaan pedang excalibur, aku juga pernah ke Heaven bertemu Michael-sama, ia pun sangat sedih karena hal itu bisa mempengaruhi kepercayaan anak-anak tak bersalah kepada tuhan. apalagi Kiba-kun adalah korban yang masih selamat dari percobaan kejam itu, pasti dendamnya telah membutakan mata batinnya. kalau begitu Rias-chan, Akeno-chan, Tsubaki-chan dan juga..." ucapan Tsunade tertahan manakala melihat putranya yang sangat tampan, wajahnya yang putih mewarisi dirinya dan juga cosmonya.
"Naruto-kun putraku, kau telah mewarisi semua kekuatan dan jurus Gold Saint Sanctuary. dan aku juga telah mewarisi kekuatanku di dalam darahmu. Okaa-sama akan selalu ada bersamamu di Gunung Olympus, mengawasimu dan menyayangimu nak. waktu Okaa-sama sudah habis. terakhir..."
Cuppp...
Tsunade pun mencium bibir putranya sebagai tanda perpisahan, Naruto pun kaget bukan kepalang karena pertama kali di cium oleh ibu kandungnya.
"Kaa-sama pergi, jaga dirimu Anakku..." ucapnya lagi dengan mengeluarkan sayap putihnya berjumlah 10 dan menghilang dengan cahaya putih. perasaan Naruto pun seakan tidak bisa di gambarkan, haru dan juga senang karena menemukan siapa orangtua yang melahirkannya juga sedih karena selama ini ia hidup dari pengorbanan ibunya yang melindunginya dari Hades yang ingin mengambil tubuhnya. Naruto pun menangis sekaligus mengepalkan tangannya karena membayangkan itu membuat tekatnya membara, membara bahkan cosmonya pun keluar dengan hebatnya membuat 3 perempuan di depannya pun terkagum.
"Okaa-sama, arigatou. Kau telah melahirkanku dan melindungiku sampai ke tangan Shion-sama, meskipun kau tak bisa membesarkanku karena nyawamu sudah tiada. namun kau menampakkan dirimu lagi sebagai dewi yang melayani Lady Hera-sama. kasih sayangmu dan cintamu adalah darahku juga kehormatanku untuk mengakhiri perang ini. tunggu saja kau HADES!" Ucap Naruto dengan semangat yang berapi-api, sontak Tsubaki, Rias dan Akeno pun memegan lengan dan punggungnya.
"kami ada bersamamu Anata-kun."
"kami akan bertarung bersamamu Naru-kun."
"dan kau sudah berjanji untuk menikahiku juga, mari kita akhiri selamanya." ucap Tsubaki, Akeno dan Rias, Naruto pun bangga karena begitu banyak wanita yang mencintainya termasuk kasih sayang Miya dan Saori kido Athena yang menjadi pemimpinnya.
"tapi sebelum itu Rias, utusan Gereja telah membuat perjanjian denganmu untuk bertemu besok sore jam 4 setelah pulang sekolah, apa kau akan menemui mereka?"
"tentu, ini akan menjadi pertemuan yang membahas tentang kelanjutan pertarungan gereja waktu itu, apa kau akan ikut dalam pertemuan itu?"
"aku akan menyusul nanti, kalau begitu kau pergilah duluan."
"hai' Naruto-kun." ucap Rias yang kemudian menghilang dengan lingkaran sihir Gremory beserta Akeno serta Tsubaki yang ikut pergi juga ke ruang osis juga.
"setelah merasakan kehangatan ibu, aku masih ingat jurus terlarang milik Hakurei jiji yang menyegel Hypnos waktu perang 200 tahun yang lalu, akan aku gunakan juga untuk menghabisi Kokabiel dan juga Hades, meskipun nyawaku taruhannya."
skip keesokan harinya setelah pulang sekolah
beralih ke segment selanjutnya dimana, 2 utusan gereja yang membawa pedang suci excalibur bertemu dengan kelompok Rias di gedung sekolah lama untuk sekedar sedikit basa-basi dan juga ada urusan tertentu. Rias pun terlihat tidak senang karena ia tidak menyangka akan berhadapan dengan seorang 'suci' dari kubu pelayan tuhan.
"Terima kasih atas kerjasama yang baik dari kalian, Namaku adalah Xenovia." ucap perempuan berjubah putih dengan surai biru dan sehelai lainnya hijau.
"dan namaku adalah Shidou Irina, salam kenal." ucap perempuan dengan surai orange di kepang dua, Rias pun mulai serius dengan duduk dalam pose yang sangat seksi memperlihatkan pahanya yang putih mulus.
"lalu ada apa pelayan tuhan repot-repot datang ke kediaman iblis sepertiku? ada hal yang mengganggumu?" ucap Rias dengan menatap tajam 2 orang yang membuatnya sedikit gemetar
" 7 pedang excalibur yang di simpan di 3 tempat di markas pusat, belakangan ini semua hilang dicuri. dan 3 diantaranya oleh Da-tenshin, namun satu lainnya belum di temukan." ucap Irina menjelaskan maksud kedatangannya, dan hal itu membuat kaget Rias beserta budaknya minus kiba yang tak ada di sana.
"Excalibur yang kubawa adalah "Excalibur Destruction" atau di sebut dengan pedang suci penghancur."
"Punyaku adalah "Excalibur Mimic" atau yang di sebut dengan excalibur peniru." ucap kedua orang itu memperlihatkan pedang denga keunikan masing-masing.
"Lalu apa yang kau inginkan dari kami iblis Gremory?" ucap Rias dengan percaya diri tinggi karena meskipun agak gemetar, ia tidak punya rasa takut dengan mereka berdua.
"kami mempunyai masalah dengan Da-tenshin, namun kami tidak punya waktu menangani kelompok lain atau iblis lain di kota ini." ucap Xenovia dengan nada yang membuat Rias sangat tidak senang.
"kau merendahkan kami para Iblis heh? aku punya pertanyaan khususnya, kalian pikir kami bekerja sama dengan Da-tenshin dan melakukan percobaan dengan pedang suci. begitu kah?" ucap Rias yang mulai terpancing emosinya, namun tatapan menantang justru di tunjukan xenovia isyarat bahwa ia juga membenci iblis di depannya.
"Iblis sangat membenci pedang suci, bukankah itu sama saja dengan Da-tenshin?" ucapnya, Rias pun sudah mulai naik pitam dengan matanya yang berubah kemerahan, Asia dan issei pun mulai ketakutan karena ini di luar dugaan.
"bucho sepertinya sudah sangat marah, gawat ini." inner issei.
" Jika kalian ikut campur dengan insiden ini, aku takkan segan-segan untuk memusnahkan kalian di sini dan aku sama sekali tidak perduli meskipun kau adalah adik Maou." tambahnya lagi dengan nada mengancam, namun Rias pun mulai mereda emosinya dan tenang kembali
"singkatnya kalian sudah tau banyak hal tentangku. Kalau begitu kukatakan saja. Kami takkan membentuk aliansi dengan Malaikat Jatuh. Tak pernah. Dengan nama Keluarga Gremory. Aku takkan melakukan sesuatu yang akan mengotori nama Maou kami!"
Situasi menjadi sangat panas untuk kedua belah pihak. Namun Xenovia tertawa.
"heh, aku senang mendengarnya, dan hanya itulah tujuan kami kalau itu adalah adik perempuan Maou, aku yakin kau tidak sebodoh yang aku pikirkan." ucap Xenovia, dan suasana pun mulai mencair tidak setegang yang sebelumnya. Issei dan Asia pun menghela Nafas, takutnya ada perang di sini
"kalau begitu aku katakan sedikit saja, aku juga tidak akan memihak tuhan yang kalian layani ataupun aku yang memihak pihak gereja." ucap Rias dengan nada yakin tanpa kompromi.
"tentu saja, kami hanya ingin kalian tidak ikut campur dalam situasi yang sangat sulit seperti ini." ucap Xenovia mengakhiri spekulasi yang terjadi, dan Rias pun setuju dengan hal itu.
"pihak gereja ternyata seperti ini, lain halnya dengan Naruto-kun yang masih misteri bagiku." inner Rias
"Trima kasih untuk waktu luangnya, kami pamit undur diri. Ayo pergi Irina."
"Jadi kalian tak meminum teh kalian?"
"Tidak usah, kami tidak berteman dengan Iblis seperti kalian." ucap Xenovia dengan sedikit kasar, namun Rias juga tidak perduli. mereka berdua berjalan menjauh untuk pergi, namun tertahan sesaat manakala melihat Asia bersama Issei
"Saat aku melihatmu di rumah Hyodou Issei aku berpikir kalau itu mungkin kamu. Apa kamu si "Penyihir" Asia Argento? Tak pernah kuduga akan bertemu denganmu di tempat ini." ucap Xenovia dengan sindiran yang sangat keras mengenai hati dari Asia, dan itu membuat Asia tertunduk takut.
"Apa kamu si "Penyihir" dalam rumor itu? Mantan Holy Maiden? Katanya kamu punya kekuatan untuk menyembuhkan Iblis dan Malaikat Jatuh, kan? Kudengar kamu dikirim entah kemana setelah dikeluarkan, tapi tak pernah kusangka kamu akan menjadi Iblis." ucap Irina yang membuat suasana menjadi tidak enak, Asia pun gemetar tak berani menatap 2 gadis tersebut
"...Ummm...aku...aku..." ucap Asia dengan tertahan, takut, malu dan rasa rendah itulah yang di rasakan Asia sekarang.
"aku tidak mengira bahwa kau yang sebelumnya suci sekarang menjadi iblis, memang semua tidak ada yang sempurna." ucap Xenovia makin menusuk hati Asia, dan itu membuat Issei pun naik darah.
"Brengsek, tutup mulut busuk kalian." ucap Issei yang seakan ingin maju membungkam mulut mereka, namun di cegah oleh Koneko.
"aku tahu, tidak bisa membuat keributan yang akan merugikan Bucho, tapi melihat Asia di hina seperti itu. Tetap saja..." inner Issei yang tak bisa tenang dengan situasi ini.
"Tapi sampai menjadi Iblis. Seorang yang disebut "Holy Maiden". Kamu sudah jatuh ke tempat terendah. Apa kamu masih percaya pada Tuhan?" ucap Xenovia, namun langsung di sanggah oleh rekannya itu. "Xenovia, tak mungkin dia yang sudah menjadi Iblis, masih percaya pada Tuhan."
"Tidak, aku masih bisa merasakan "keyakinan" darinya. Ucapanku mungkin hanya opini, tapi aku sensitif dengan hal semacam itu. Ada orang orang yang mengkhianati ajaran dan masih merasa bersalah karena mereka tak bisa melupakan ajaran. Aku bisa merasakan hal yang sama darinya." ucapnya lagi yang membuat Irina bingung tapi memang begitulah yang terjadi. "Apa itu benar? Asia-san, kamu masih percaya pada Tuhan meskipun sudah menjadi Iblis?"
"Aku tak bisa membuang imanku, meskipun aku menjadi Iblis namun aku tetap percaya padanya seumur hidupku." Ucap Asia dengan ekspresi sedih dan menitikan air mata, mendengar it
Mendengar itu, Xenovia mencabut pedangnya dari kain pembungkusnya dan mengacungkannya pada Asia.
"Begitukah? Maka aku harus menebasmu saat ini juga. Kalau sekarang, aku bisa membunuhmu dengan nama Tuhan. Biarpun kamu memiliki dosa, Tuhan kami akan mengampunimu-"
"jangan pernah menghina budakku lagi, dan kau juga jangan meremehkanku sebagai tuannya." ucap Rias memotong ucapan dari Xenovia, juga sepertinya terusik dengan ucapannya itu.
"jangan salah paham, aku sama sekali menghinanya, aku hanya menjalankan tugasku sebagai perempuan beriman." ucap Xenovia, hal itu membuat Rias mulai marah.
"perempuan ini..." inner Rias
SEEPPP...
Nanum seketika Issei yang sudah panas, menatap Xenovia dengan tatapan kebencian, benar-benar tak senang dengan situasi begini.
"Issei!"
"Hentikan, kau tidak boleh melakukannya." ucap Rias dan Akeno yang kaget dengan reaksi laki-laki satu-satunya di sini.
"Kalau kau mendekati Asia, takkan kuberi ampun. Kau sudah memanggil Asia "Penyihir" kan?"
"Ya begitulah. Saat ini dia setidaknya sangat cocok disebut sebagai "Penyihir"." Issei dan dan Xenovia pun mulai beragumen namun Issei pun mulai tak bisa tenang karena terus-menerus Asia di tekan seperti ini
"Jangan Becanda! Tak seorangpun menolongnya ketika dia membutuhkan bantuan! Mereka yang tak bisa memahami kebaikan hati Asia adalah sekumpulan idiot! Juga sangat salah karena tak satupun dari mereka mau menjadi temannya!" ucap Issei dengan sedikit sedih karena teringat akan kesaksian Asia yang sangat menderita.
"Apa menurutmu sang "Holy Maiden" memerlukan teman? Yang penting adalah memberi kebaikan pada orang lain. "Holy Maiden" tak ada artinya kalau mereka mencari cinta dan persahabatan dari orang lain. Dia bisa saja terus hidup dengan cinta dari Tuhan. Jadi sejak awal Asia Argento tak memiliki hak untuk menjadi "Holy Maiden"." ucap Xenovia terus memprovokasi Issei agar minggir dari tugasnya, namun Issei tetap melindungi Asia dari apa yang ingin di lakukan xenovia.
"Tak seorangpun dari kalian paham penderitaannya! Tuhan apanya!? Cinta apanya!? Tuhan brengsek itu tak berbuat apa apa saat Asia berada dalam situasi berbahaya." ucap Issei yang membuat Xenovia sedikit jengkel kepada pemuda satu ini.
"aku takkan melepaskan Asia, tidak sekalipun." inner Issei.
"Kamu ini siapanya Asia?"
"Keluarga, Teman, Sahabat. Karena itulah aku akan menolong Asia. Aku akan melindungi Asia! Kalau kalian berani menyentuhnya, akan kujadikan kalian semua musuhku!" ucapnya lagi, habislah sudah kesabaran Xenovia. Dia pun langsung mengangkat pedangnya.
"Apa itu pernyataan perang pada kami...semua orang di Gereja? Hal sebesar itu muncul dari Iblis rendahan sepertimu. Gremory. Kupikir kamu tak cukup mendidik orang ini." ucap Xenovia yang mulai naik darah karena sudah habis kesabaran.
"Ise, Hentikan-"
"Sungguh waktu yang tepat. Biar aku yang jadi lawan kalian." belum selesai Rias mencegah Issei untuk bertarung melawan Xenovia, tiba-tiba Kiba berdiri tepat di depan pintu keluar ruangan itu dan sekejap mengagetkan seluruh seisi ruangan.
"Siapa kamu?"
"Aku senpaimu, akulah yang layak untuk menjadi lawanmu. karena aku punya masalah dengan pedang itu." ucap kiba dengan tatapan membunuh yang sangat kental, suasan pun jadi semakin tidak nyaman, namun tiba-tiba muncul lingkaran teleportasi biru menampilkan Naruto dengan tampilan jas serta jubah putihnya yang di sangkutkan di pundaknya dan juga Aiolia yang mengenakan Gold Clothnya.
"aku juga ingin menjajal perempuan pirang itu, aku sangat ingin merasakan pedang excalibur yang berupa benda bukan jurus yang aku punya. Kiba-kun kau baik-baik saja?" ucap Naruto yang menantang Irina sementara Kiba tanpa ekspresi tak menjawab pertanyaan Naruto.
"seperti biasa, dingin sekali karena kau melihat benda yang memang membuatmu bernafsu untuk bertarung. Issei, kau lindungi saja Asia. Aiolia tolong amati pertarunganku dan Kiba. jangan sampai spectre Hades menyerang di sini."
"Wakarimasta Kyouko-sama."
at halaman sekolah lama.
Kita lanjutkan ke adegan selanjutnya, dimana kelompok Rias beserta Naruto berhadapan dengan utusan Gereja yaitu Xenovia dan Irina. Naruto pun masih mengenakan jubah Kyouko-nya dan Kiba dengan baju sekolahnya.
"baiklah kita mulai saja."
Bassstttt...
Irina dan Xenovia membuka jubahnya, terlihat pakaian mereka yang serba hitam, namun sangat ketat bahkan memperlihat payudara mereka.
"pakaian macam apa itu?" inner Naruto.
"kalau kami ketahuan adu tanding dengan Iblis, maka habislah kami." ucap Irina yang menarik tali di tangannya dan keluarlah pedang seperti samurai, sementara Xenovia membuka pembungkus pedangnya juga.
"kami berusaha untuk tidak membunuh kalian." ucap Xenovia, namun Kiba justru tertawa karena melihat benda yang selama ini menjadi tujuannya untuk balas dendamnya.
"kau tertawa?"
"benar, karena aku sudah menemukan apa yang harus aku hancurkan."
Sringgg...
Muncullah banyak pedang di depan Kiba dengan variatif bentuk dan elemennya, dan itu membuat Xenovia tertegun.
"Sword birth? aku ingat sekarang, aku pernah mendengar bahwa ada satu orang yang lolos dari penelitian subjek excalibur waktu itu, ternyata orang itu aku hadapi sekarang." ucapnya lagi.
"aku tidak tau kau siapa, tapi aku tidak menemukan aura yang sangat berbeda, kau bukanlah iblis kan Naruto-san?" ucap Irina sedikit meremehkan Naruto, namun yang di remehkan hanya tersenyum saja betapa polosnya lawan yang ia hadapi hanya melihat luarnya saja begitupun juga dengan Aiolia dan Rias.
"perempuan itu Naif sekali, menyangka Kyouko-sama adalah manusia biasa tanpa kekuatan apapun. kau akan kalah tak sampai 1 menit." inner Aiolia.
"kita lihat utusan gereja, apa kau sanggup menahan kekuatan Saint emas dengan pedang excalibur itu." inner Rias.
"hmm...hmmm... kehormatan bagiku di remehkan lawanku sebelum bertarung, kau boleh mengerahkan apapun yang kau punya, bahkan pedang excalibur di tanganmu itu silahkan kau pakai. aku tak perlu karena..."
wussshhhh...
kraaaakkkk...
"tanganku adalah pedang excalibur murni, warisan langsung dewi Athena yang agung. saa... silahkan kau mulai dulan." ucap Naruto yang pemanasan duluan dengan mengeluarkan jurus excaliburnya tanpa Gold cloth ke arah kanan Irina, yang membuat tanah terbelah dan pohon-pohon bertumbangan. Irina yang melihatnya tampak ketakutan dan gemetar begitupun juga Xenovia.
"ke-kekuatan macam apa itu? apa dia manusia normal?" inner Irina.
"jurus itu mirip dengan pedang excalibur Durandal milikku, siapa dia sebenarnya?" inner Xenovia.
wuuushshhh...
Duakkhhh...
Tiba-tiba saja baik Irina dan Xenovia terlempar dan terkunci di pepohonan, seluruh badan mereka berdua tak bergerak karena Naruto menggunakan jurus psycokinesis untuk mengunci pergerakan mereka berdua.
"aaakkkhhh... a-apa yang terjadi? a-aku tidak bisa bergerak sama sekali." ucap Xenovia yang merasakan sakit di badannya.
"eennngghhh... aku juga sama Xenovia, siapa yang bisa mengunci tubuh kita?" Ucap Irina, tanpa di sangka Naruto mengangkat tangannya tanpa merasakan apapun, karena ia sangat marah adik tirinya yang menyukai Issei hampir di bunuh oleh Xenovia.
"apa kalian mengakui kesalahan kalian? atau aku akan menambahkan dengan mematahkan tulang kalian satu-persatu karena hampir menebas Asia sebelum Issei melindungi dan menantang kalian?" ucap Naruto yang raut wajahnya berubah drastis menjadi sangat marah, dan tiba-tiba kedua tangan Xenovia dan Irina pun terpelintir dengan perlahan membuat mereka berdua sangat kesakitan.
"JANGAN PERNAH SEMBARANGAN MEMBUNUH NYAWA, MESKIPUN MEREKA IBLIS SEKALIPUN, KARENA KALIAN BUKAN DEWA PENGADIL. BAHKAN EXCALIBUR TAK COCOK DENGAN PAKAIAN KALIAN YANG TAK PANTAS DISEBUT 'PELAYAN TUHAN', SEKALI LAGI KALIAN MENGANCAM MEMBUNUH ASIA ATAS NAMA TUHAN, NYAWA KALIAN AKAN AKU AMBIL TANPA KALIAN MERASAKAN KESAKITAN. MENGERTI!" Ucap Naruto dengan Nada berteriak mengungkapkan emosinya yang meletup-letup tak terkendali, bahkan Aiolia pun sampai memegang tubuh Naruto karena emosinya yang meluap.
"sudah Kyouko-sama, kau sudah cukup memberi hukuman mereka. jangan memberi yang lebih buruk lagi. tenangkan emosimu." Ucap Aiolia sambil memegang terus tubuh Naruto, Naruto yang tersadar bahwa ia dikekang oleh emosinya sendiri pun mulai tenang dan efeknya jurus Psyckoninesisnya pun hilang, Xenovia dan Irina pun terbebas lagi dan mulai melemaskan tubuhnya dari jeratan jurus yang sangat kuat itu.
"aku tidak percaya, kau punya jurus yang bahkan bisa membuatku dan Irina seperti ini. sepertinya kau bukan orang biasa, dan siapa kau sebenarnya?" ucap Xenovia yang baru bisa bangun dan melenturkan badannya karena efek dari Naruto.
"aku hanya manusia biasa yang melatih tubuhku lebih dari kesombongan kalian untuk membunuh Asia tanpa bersalah, saa... apa lagi..." ucap Naruto dengan sedikit menjeda omongannya, langsung Irina dan Xenovia maju tanpa basa-basi.
ctaappppp...
Tapi tidak di sangka Irina mengubah pedangnya menjadi tali dan mengikat tangan kanan Naruto untuk mencegah pergerakan Naruto.
"aku akan mencegahmu menyerang duluan, Xenovia sekarang..."
"Oke Irina, Terima ini Hyaaaaa..."
"orokana onna" Inner Naruto.
Trannggggg...
suara pedang pun beradu dengan keras, dan ternyata Kiba menahan pedang excalibur Xenovia. Xenovia pun mengeryit kesal karena masih ada yang menghentikan serangannya.
"jangan lupa, aku yang mempunyai dendam dengan pedang itu. tidak akan aku biarkan kalian membunuh Naruto senpai kekasih dari Bucho." Ucap Kiba dengan mata yang menyirat kebencian, dan pertarungan pedang Kiba dan Xenovia pun tak terelakan lagi, sementara Naruto pun bisa menggerakan tangannya karena kekuatan fisiknya yang sangat kuat melebihi kekuatan excalibur mimic Irina.
"Hanya ini yang kau bisa perempuan Gereja?" ucap Naruto yang terus menggerakan tangan kanannya tanpa merasa berat.
"ke-kenapa kau masih bisa bergerak? padahal aku sudah mengikat tangan kananmu." ucap Irina yang seakan tidak percaya apa yang di lihatnya, tanpa ancang-ancang Naruto menarik Tangan kanannya yang membuat Irina tertarik ke depan Naruto.
"TERLALU LEMAH...!"
Duaaakkkhhhh...
Boommmmmm...
Naruto pun meninju wajah Irina dengan sekuat Tenanga dan terlempar hingga tembok sekolah lama pun berlubang dan Irina pun pingsan karena pukulan Naruto.
Dibagian Rias dkk beserta Aiolia.
"Aku tidak percaya Nii-san dengan mudah mengalahkan Irina, bahkan pedang excalibur tidak berefek terhadap Nii-san" ucap Issei dengan sangat terkejut bahkan terpukau.
"itulah kekuatan murni dari Kyouko-sama Issei, Naruto-sama yang meskipun tidak menggunakan Gold Cloth nya lebih kuat dari manusia biasa, pembuktiannya saat dia masih sama seperti aku dan juga Milo, dia dilatih oleh Mu yang juga murid dari Kyouko Aries no Shion." ucap Aiolia menjelaskan secara detail apa yang ada didalam diri Naruto.
"tapi Aiolia-san, apa Naruto-kun juga bisa menggunakan pedang Murni excalibur yang di miliki oleh 2 gadis gereja itu?" ucap Akeno yang gantian bertanya.
"'seseorang yang terlahir memiliki bakat untuk menjadi kesatria pelindung Athena, dia pasti akan di berkahi kekuatan dewa' aku percaya akan hal itu, dan sekarang Status Naruto-sama menjadi prajurit suci pemimpin kami. dia bisa menggunakannya meskipun Athena melarangnya."
"apa maksudmu Athena Melarangnya?" ucap Akeno kembali.
"dalam pertarungan Saint, terutama Gold Saint. dari 12 Gold Saint hanya Gold Saint Libra yaitu Dohko yang mempunyai 12 senjata yang terdapat di Gold Cloth nya. namun Athena melarang penggunaan senjata apapun untuk bertarung. maka itu kami mengandalkan cosmo yang terlahir dari semangat dari atom dari tubuh. Itulah alasannya kenapa Saint tak pernah menggunakan senjata." terang Aiolia dengan serius tanpa melihat Akeno maupun Rias.
"itulah sebabnya Naruto-kun mempunyai kekuatan excalibur tapi bukan pedang." inner Akeno.
Balik lagi ke Naruto
"apa kalian masih bersikeras untuk melawanku? setelah aku buat pingsan temanmu Irina, Xenovia-san." ucap Naruto yang sangat tenang setelah mengalahkan Irina, sementara Xenovia juga sudah mengalahkan Kiba meskipun tidak menggunakan seluruh kemampuan excalibur yang ia miliki pun mengeryit tidak percaya (ceritanya seperti di canon)
"aku tidak menyangka kau bisa mengalahkan Irina tanpa senjata, aku kagum dengan kegigihanmu sebagai orang yang tak aku kenal, aku akan serius melawanmu dengan kemampuan excalibur yang aku miliki." ucap Xenovia dengan memposisikan pedangnya dengan gaya bertarung.
"aku harus lebih waspada kali ini, kekuatan kuncian serta yang sebelumnya. Aku tidak tau kekuatannya seberapa besar." inner Xenovia
namun belum sempat mereka berdua bertarung, muncul puluhan orang dengan sayap hitam seperti gagak dan mengenakan cross seperti permata Neraka, yaitu spectre Hades yang jumlahnya +-20 orang, melihat ancaman di depan Mata Aiolia pun memasang posisi siaga karena akan ada pertempuan di sekolah lama ini, begitupun Naruto dan Xenovia juga Rias dkk.
"hehehe... lihat, Manusia dan iblis sampah bergabung dengan Gold Saint Leo Aiolia, ini akan jadi persembahan kepala yang bagus untuk Hades-sama."
"aku mau manusia yang memegang pedang itu, kelihatannya lemah sekali."
"kalau begitu kita habisi saja semuannya..." ucap spectre tersebut dengan lantang dan seakan meremehkan kubu sebelahnya, belum sempat terkejut dengan spectre Hades yang datang. Muncul lingkaran teleportasi tepat di depan Xenovia, muncul 5 orang perempuan dengan topeng dan surai yang berbeda-beda namun yang menyamakannya adalah pakaian mereka yang berupa Jas brest double dengan celana panjang hitam bahan dan mengenakan mantel putih yang sama seperti Naruto bertuliskan 'keadilan' (saya terinspirasi dari anime one piece, jadi maklum saya samakan.)
"Naruto-sama, mundurlah biar kami yang menghadapi spectre itu." ujar perempuan yang bersurai perak panjang.
"kewajiban kami adalah melindungi tuan kami dari bahaya apapun serta melindungi Athena dewi perang." ucap perempuan yang bersurai cokelat di kuncir kuda terbelah dua.
"kami takkan biarkan tuan kami tersentuh oleh mereka satu jengkalpun." ucap perempuan yang bersurai blonde.
"KALIAN SEMUA MUNDUR! AKU AKAN TANGANI SPECTRE ITU SENDIRI JANGAN IKUT CAMPUR!" Ucap Naruto yang sangat emosi karena kedatangan anak buahnya tanpa disuruh membuatnya marah, sontak perempuan yang di depan pun ketakutan karena tuannya marah yang mundur di belakang Naruto dan berlutut. sementara Naruto pun berjalan ke depan dengan cosmonya yang membara.
kraaakkkkk...
kraaaakkkkk...
kraakkkk...
Tanpa di duga juga spectre di depannya itu membeku kaki mereka karena kekuatan Naruto membuat mereka tak bergerak.
"Xenovia-san, bisa pinjam pedangmu itu? aku akan melakukan sesuatu dengan mereka karena mengotori pertarunganku denganmu, aku akan menghapus kesalahanmu dan kita impas tidak saling mengganggu satu sama lain." ucap Naruto, Xenovia pun melempar pedang excalibur destruction nya dan di tangkap dengan satu tangan. Naruto pun memasukan cosmo emasnya, dan pedang itupun bersinar dengan terang.
"salah satu pedang excalibur sudah sekuat ini, dan sepertinya pedang ini merespon cosmoku." inner Naruto.
Tapppp...
Jaasssss...
Jaasssss...
Jaasssss...
Jaasssss...
Jaasssss...
Jaasssss...
Taaaapppp...
Dengan kecepatan cahaya yang bahkan Rias bahkan Aiolia juga 5 prajurit Naruto lihat, Naruto sudah membunuh semua Spectre hanya beberapa detik dan kembali ke tempat semula tanpa tercecer darah sedikitpun, sementara semua Spectre itupun sudah tewas bersimbah darah karena kelemahan mereka selain buah mukoroshi adalah pedang suci excalibur.
"anda sangat kuat Naruto-sama, aku kagum dengan kekuatan dan juga sikap anda." Ucap salah satu perempuan bersurai perak, Naruto hanya tersenyum dan menyentuh surai perempuan tersebut.
"Maafkan aku karena bersikap keras tadi, karena pertempuran tadi kalian tidak perlu datang kemari, terutama kau pemimpin dari 4 orang itu Aine." Ucap Naruto dengan tutur halus khasnya yang di ajarkan gurunya, namun Aine hanya menggelengkan kepala dan tidak tahu ekspresi apa karena wajahnya di tutupi topeng.
"tidak apa-apa Naruto-sama, wajar anda bersikap seperti itu. Nah Kalian semua buka topeng kalian dan perkenalkan diri kalian ke Rias dan lainnya sebagai tuan rumah disini." titah Naruto kepada 5 perempuan itu dan mereka membuka topeng masing-masing, terlihat wajah cantik dan berbagai ciri-ciri tubuh yang bahkan membuat Issei mimisan karena tak tahan dengan penampilan mereka yang seksi meskipun di balut jas brest double dan mantel putih.
"oh man... mereka sangat cantik, bahkan melebihi Bucho, terlebih lagi oppai mereka sangat besar bahkan menyaingi Akeno-san." inner Issei.
"Mesum di larang di sini." Sindir Koneko yang membuat Issei pundung lagi.
"Namaku Adalah Chidorigafuchi Aine, panggil aku Aine salam Kenal Rias-sama." Ucap perempuan bersurai perak, mata Ruby merah dan Oppai yang XL sama seperti Rias.
"Namaku adalah Shinonono Houki, aku wakil ketua Aine-san, petarung Naruto-sama, salam kenal." ucap perempuan bersurai cokelat di kuncir ponny tail belah dua, tinggi di atas rata-rata dan mata biru tajam, siapapun yang melihatnya pasti akan jatuh cinta.
"Namaku Farandole Yurishia, panggil aku Yurishia. Aku adalah pengintai keadaan dan informan Naruto-sama. Salam kenal Minna-san." ucap perempuan bersurai blonde panjang dengan mata biru langit yang bisa membius setiap laki-laki dan jangan lupa Oppai nya yang sama besarya dengan Aine.
"Namaku adalah Asami Lilith, aku adalah penasehat sekaligus intelegent Naruto-sama. salam kenal." ucap perempuan bersurai merah bata dengan ikatan helai rambutnya, dan mata biru laut juga.
"dan terakhir Aku, namaku adalah Kurata Yui, aku bisa berbagai macam sihir dan kesukaanku adalah bermain biola. salam kenal Rias Ojou-sama." ucap perempuan bersurai perak sama seperti Aine, namun Yang membedakan adalah kuncirnya yang ke atas.
Rias bahkan Akeno terkesima bahkan cemburu dengan apa yang mereka lihat, semua perempuan anak buah pacar mereka berdua sangat cantik bahkan seksi di balik pakaian rapih mereka, tapi beda lagi dengan Issei, setelah mimisan malah menangis karena Nii-san nya mempunyai perempuan yang sangat cantik bahkan seperti bidadari kayangan saja.
"sekarang lakukan tugas kalian kembali. Aku bisa mengatasi di sini bersama Aiolia, lakukan!"
"HAI NARUTO-SAMA." Ucap mereka bertiga yang langsung menghilang dengan psyckokinesis yang sama seperti Naruto.
"Ano... Kyouko-sama, apa mereka berasal dari Sanctuary atau berbagai Negara?" ucap Aiolia yang sedikit bingung dengan situasi di sini.
"mereka bukan dari Sanctuary Aiolia, mereka adalah pengikut Zeus-sama yang di utus menjadi milikku karena aku sudah di bangkitkan kembali, dan mereka aku gunakan sebagai pengintai dan informan namun mereka bisa bertarung sesuai keinginanku. dan Xenovia-san..."
wuuuuussshhh...
Naruto melemparkan pedang itu dengan santainya dan di tangkap dengan dua tangan Xenovia dengan terkaget.
"Arigatou, belum pernah aku menggunakan pedang sungguhan dan sangat nyaman. aku tidak akan mengganggu masalahmu dengan Kokabiel. Aku punya hal yang harus aku lindungi." ucap Naruto dengan tersenyum membuat Xenovia sedikit merona karena ketampanan Naruto, namun dia dengan cepat mengembalikan image nya dan memakai jubahnya lagi dan memondong Irina yang pingsan.
"kali ini aku mengakui kekalahanku, dan aku memuji sikapmu yang menghargai masalah kami. Di lain kesempatan aku akan menguji kekuatanku tanpa pedang ini saat melawanmu dalam latihan tanding." ucap Xenovia dengan berjalan menjauhi Naruto dan yang lainnya.
"pemuda yang sangat kuat, aku menyukai dia tapi kekuatannya masih misterius bagiku. Lain kali kita akan bertarung kembali." inner Xenovia.
"senpai, apakah betul 5 perempuan yang datang itu pengawalmu semua?" tiba-tiba Koneko membicarakan hal yang terjadi itu dengan wajah datarnya.
"sebenarnya ada 7 perempuan pemberian Zeus-sama untukku sebagai tanda bahwa aku adalah Kyouko, namun yang 2 lagi aku tidak gunakan karena aku rasa 5 saja sudah cukup kuat dan terlebih lagi kekuatannya bahkan seimbang dengan Gold Saint, jadi aku menyimpannya." ucap Naruto dengan santainya.
"HIEEEEE...! MA-MASIH ADA LAGI!..."
GREEEEPPPPPP...
"NII-SAN BRENGSEK, KENAPA KAU YANG TAMPAN SELALU DI KELILINGI WANITA CANTIK... AKU SANGAT IRI!" Ucap Issei dengan mengapit kepala Naruto yang membuat Naruto sesak Nafas.
"hoi Issei, hentikan becandamu. Sebenarnya aku sudah mengajukan penolakan karena kemampuanku lebih dari 7 perempuan itu untuk melindungi Athena, tapi Zeus-sama keras kepala dan memberikannya sebagai hadiah, mau bagaimana lagi Issei." Ucap Naruto yang sesak Nafas pun sedikit menjauh dari Issei.
"lalu kenapa selalu kau Onii-san? kau sudah punya Akeno-san juga Tsubaki-san, kenapa kau malah punya 7 perempuan lagi? Apa kau ingin mengkhianati cinta mereka? sebenarnya di mana letak cintamu dan masa depanmu Nanti Naruto Nii-san?" ucap Issei yang sangat marah bahkan emosinya meledak karena tak percaya sikap Nii-san nya seperti Playboy melebihi dirinya, namun Naruto hanya berpaling dan berjalan menjauhi Issei.
"kau tidak mengetahui Nii-san yang sebenarnya Issei, kau hanya melihat sisi Nii-san di luar bukan didalam."
"sebenarnya dimana cintamu berada Nii-san? Kau tidak tahu bahwa Bucho sangat menginginkanmu sebagai suaminya bahkan dia rela mengorbankan apapun untukmu." inner Issei
continue...
Apakah yang terjadi pada Naruto sebenarnya?
Apakah Naruto akan meninggalkan istrinya untuk membuat Harem yang baru?
Bagaimana masa depan perang suci terakhir ini bermuara?
jawabannya ada di chapter selanjutnya
chapter 9 Naruto: gold saint in highschool dxd
(kebimbangan sang prajurit suci, perang dan kebencian mendalam.)
Hai-hai Minna-san, fiuuhhh... akhirnya saya menyelesaikan chapter terbaru saya, dan ada beberapa perubahan dimana Naruto mempunyai murid bahkan pengawal, itu semua saya masukan supaya terkesan menarik dimana banyak anime saya masukan, dan judul baru yang saya masukan karena saya pikirannya anime dan anime saya heheheh...
saya menerima masukan dan Kritikan membangun untuk karya saya ini, see you jaa nee
Uchiha Hirata.
