Chapter 4
-TANDA KUTUKAN-
...
Hagoromo Otsutsuki adalah dewa langit tertinggi penguasa dunia tujuh gerbang. Dewa yang dengan kebijaksanaannya mengatur dunia dan segala jenis makhluk yang tinggal di dalamnya. Setiap aturan dan keputusan yang ia buat hanya demi tujuan kedamaian dan keseimbangan. Maka pada hari itu ia murka kepada salah satu anaknya, Ashura sang dewa lautan- yang telah melanggar aturannya.
Dewa Ashura sejak kecil terkenal dengan kelakuannya yang nakal dan tukang biang onar di dunia langit. Setelah dewasa ia beberapa kali mencuri kekuatan tongkat dewa langit untuk membuka gerbang antar dimensi yang mengantarkannya berpetualang menembus gerbang dunia lain. Tanpa sepengetahuan Hagoromo ia menjelajahi dunia yang terlarang untuknya dan menemui ras antar makhluk yang selama ini hanya ia dengar dari mulut dewa-dewa lain.
Dewa yang masih muda kemudian memasuki gerbang ke enam pada satu kenakalannya. Ia masuk ke dalam kerajaan iblis dan jatuh cinta pada seorang putri ras demon. Sang dewa yang dimabuk cinta dengan gigih berusaha mandapatkan hati sang putri dan ia berhasil. Seorang putri dari ras demon yang bernama Indra jatuh ke pelukannya. Dua makhluk berbeda ras saling jatuh cinta dan tanpa sepengetahuan mereka bahwa hal tersebut adalah kesalahan besar. Mereka telah melanggar larangan yang telah tertuliskan dalam perjanjian suci antar gerbang dunia.
Hagoromo menyadari jika kekuatan tongkatnya dicuri setelah ia mengukuhkan Ashura sebagai Dewa Lautan. Ketika ia mengetahui bahwa putranya adalah si pencuri itu, maka ia acungkan tongkat cahanya dan mengirim kilat kelautan tempat kerajaan baru Ashura. Ia semakin murka ketika Ashura menghadapnya tidak seorang diri namun dengan dua orang lainnya, perempuan dan bayi dalam gendongannya. Mereka bersujud di hadapannya meminta restu yang dengan jelas pasti ia tolak.
Hagoromo langsung bisa membaca situasi. Ashura adalah putranya yang pasti mempunyai kejeniusan dan kehebatan yang ia turunkan. Dengan kemampuannya, Ashura akan dengan mudah mempelajari kekuatan dalam tongkatnya dan menggunakannya untuk meloloskan ras demon dari gerbang ke enam. Ia menyalahkan diri sendiri karena terlalu percaya dengan dewa-dewa di sekitarnya termasuk Ashura dan mengabaikan fakta Ashura bahwa sejak kecil mempunyai kecenderugan untuk memberontak dan mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi dan tak segan untuk berusaha keras demi memuaskan rasa penasarannya.
Ketika semuanya sudah terlambat, ia harus bertindak. Tongkat cahaya ia acungkan pada bayi merah tak berdosa, berniat membunuh makhluk kecil itu. Sistem dunia yang saat ini bekerja bukan tanpa tujuan. Pembagian dunia dalam tujuh gerbang dan pemisahan antar ras di dalamnya adalah keputusan paling ideal yang bisa dijalankan. Karena jika tidak demikian, keseimbangan dunia akan terganggu lantaran perbedaan kekuatan dan tipe tiap-tiap ras yang memang diciptakan tidak untuk saling melengkapi dan membentuk jaring kehidupan.
Sebelum pembagian menjadi tujuh gerbang, dahulu kala dunia adalah satu. Ras yang terdiri dari jutaan berinteraksi dalam satu dunia dan justru saling memusnahkan karena ketimpangan baik karakter maupun kekuatan. Maka diputuskan untuk membentuk dunia dalam lapisan dimensi yang berbeda.
Salah satu hal buruk yang terjadi jika dua ras berbeda bercampur adalah anomali. Khususnya jika ras dari langit yang penuh cahaya bercampur dengan ras demon— ras tergelap yang seolah diciptakan untuk menentang keberadaan dewa-dewa. Maka keturunan dari campuran tersebut tidak ada yang menjamin akan tumbuh seperti apa, bisa menjadi normal atau anomali yang bisa mengancam keseimbangan dunia. Oleh karena itu persilangan antar ras berbeda gerbang dunia adalah larangan tingkat satu yang tidak boleh dilanggar.
Memusnahkan satu bibit tidak jelas tentu perkara mudah dan Hagoromo bisa melakukannya secepat kedipan mata. Namun Ashura yang mengetahui maksud ayahandanya segera menentang dengan mengacungkan trisulanya dan bersumpah ia akan melindungi putrinya meskipun harus mati. Ashura lantas memohon agar diampuni dan berjanji akan melakukan apapun agar mereka bertiga diloloskan. Indra juga membantu dengan memohon dan bersedia jika kekuatan demonnya harus tersegel selamanya.
Tidak pernah Hagaromo melihat kesungguhan dalam mata putranya seperti saat ini dan ia luluh. Hagoromo meskipun punya kuasa namun ia tetap harus tegas. Ia memberi ampun untuk ketiganya dengan menawarkan syarat-syarat yang harus dipenuhi dan memaksa Ashura dan Indra harus setuju karena memang tidak ada penyelesaian lain.
Putri kecil yang Ashura beri nama Sasuke akan tetap hidup namun ia harus menanggung kutukan dari kedua orang tuanya. Kutukan yang akan mensucikan kembali Sasuke sebagai ras campuran ketika ia sudah terbebas nantinya. Namun untuk mewujudkannya, Ashura dan Indra tidak bisa mendekati Sasuke karena jika hal itu terjadi maka kutukan akan semakin kuat dan semakin melemahkan putrinya. Tidak cukup sampai di situ karena Sasuke harus tinggal di dunia manusia yang berada pada gerbang pertama karena dalam gerbang tersebut adalah di mana kekuatan supranatural berada pada titik rendah dibanding gerbang lainnya. Tentu saja Hagoromo juga ingin menekan potensi kekuatan yang tidak diinginkan yang mungkin akan muncul pada diri Sasuke.
Sasuke akan terbebas dari kutukannya ketika gerhana matahari terjadi karena pada waktu tersebut adalah dimana dua energi terang dan gelap melebur dan mempunyai energi yang bisa menghapus kutukannya selamanya. Gerhana matahari yang akan terjadi 20 tahun mendatang. Ketika waktu itu tiba, Sasuke harus berada di kuil Kyuubi, kuil yang memuja dewa rubah sang penjaga tujuh gerbang. Energi supranatural yang dipancarkan dari kuil akan mampu menghubungkan dan menjadi media energi yang berada dalam kutukan Sasuke untuk keluar dan terserap dalam perpaduan energi terang dan gelap pada gerhana matahari.
Ashura dan Indra harus merelakan Sasuke dirampas dari dekapan mereka dan menunggu hingga dua puluh tahun lamanya untuk bertemu kembali putri satu-satunya. Mereka sangat menyayangi sang buah hati. Maka dari itu, Sasuke yang mewarisi ekor sang dewa lautan dititipkan pada salah satu orang yang paling dipercaya Ashura di seluruh lautan dunia manusia— Killer Bee sang Kraken. Sasuke akan tumbuh dengan baik di tangan Kraken yang kuat dan bijaksana. Memilih pengasuh terbaik adalah hal yang penting.
Karena kesempatan Sasuke hanya satu kali tersebut dan jika gagal maka ia akan mati membawa kutukannya.
Bersambung~
~Oryza Kana
