" Betrayal "

-=Sherry Dark Jewel Present=-

Disclaimer: "Harry Potter" milik J.K Rowling. Dan Tom milik Yuki Gak bisa diganggu gugat..#dihajar rame-rame

Author : Yuki

Rate : T+ (hahaha.. masih lum M ya Minna..)

Pairing : TMR/HJP

Genre : Adventure/Romance (sebenarnya Yuki juga.. ni cerita sebenarnya genrenya apa..hehehe…#innocent#)

Warning : OOC, AU, OC, MaleXMale, Slash, Dumbledore Bashing.

Summary : Saat hati telah terjatuh ke dalam kegelapan. Dalam dan semakin dalam hati itu terjatuh. Cahaya tak pernah lagi baik untuknya. Iapun pergi menuju keyamanan di dalam Gelap.

"Bicara"

'berpikir'

.:: Parseltongue ::.

"Mantra"

.

Don't Like? Don't Read

.

Chapter 4

.

Tinggal 10 hari lagi. Harry menghelang nafas panjang. Hogwart.. sebenarnya ia sangat berat meningalkan manor ini, dan kembali ke sarang musuh. Meski Hogwart adalah tempat netral. Seharusnya. Tapi Dumbledore yang sakarang menguasai temat itu, So.. secara tidak langsung Hogwart adalah markas musuh. Ditambah rencana yang pasti akan membuatnya pegal-pegal setelah melakukannya.

Harry masih tetep berdiri melihat taman manor yang mulai dipenuhi angin dingin dari beranda perpustakaan yang menghadap langsung ke taman belakang manor. Karena sebentar lagi adalah musim gugur, tentu wajar saja jika sekarang angin mulai bertiup dingin.

"Harry.."

Harry yang mengenali siapa yang memanggilnya, membalas sapaan itu tanpa menengok orang tersebut "Bill.. Kemarilah.."

Bill berjalan mendekati tuannya. Ya.. semenjak Dark Lord mengenalkan Harry sebagai muridnya, semua pelahap maut menjadikan Harry sebagai tuan keduanya. Dark Price "Harry..Jika kau berdiri diam disana terus menerus. Kau akan sakit" Bill langsung mendudukkan diri di sofa yang ada disana.

Mungkin kalian kira Bill tidak sopan, datang tiba-tiba, tanpa mengetuk pintu lalu duduk disofa tanpa permisi. Tapi itu sudah biasa menurut Harry, dan lagi Harry tak pernah memikirkan hal itu. Bill itu sudah seperti saudara untuk Harry, seperti si kembar dan Remus. Mungkin dengan Severus dan Lucius Harry juga sudah dekat. Dan untuk Tom...? Harry masih berpikir apa arti Tom untuknya.. apa hanya sebuah hubungan guru dan muritnya? Atau tuan dan pelayannya? Entahlah.

Harry mendekati Bill lalu mendudukkan dirinya dihadapan sosok yang telah ia anggap kakak itu. "Apa ada berita baru?" tanya Harry, selama di manor ini Harry selalu memasang wajah datar. Harry pun melakukannya tanpa sadar, apa ia memang sudah mulai kehilanggan ekspresinya? Tapi, saat bersama Tom mengapa Harry merasa bebas untuk menunjukkan ekspresinya? Pertanyaan-pertanyaan yang masih belum ada jawabannya menurut Harry.

Jika ia bersama orang lain selain Tom, Harry paling sering memasang tampang datar atau tampang sadis saat dipertemuan Death eater. Harry seperti lupa bagaimana berekspresi seharusnya. Ia menghelang nafas memikirkan itu. Itu artinya saat di Hogwart nanti ia harus berusaha keras menjadi sosok Harry sang Boy-Who-Live. Itu pasti akan melelahkan. Sangat..

"Berita baru.. Kembar akan segera menyusuk kemari.. tapi menunggu Natal."

"Natal..? itu masih 4 bulan lagi.." Harry mengerutkan kening.

"Ya.. kata mereka.. mereka ingin membuat perpisahan yang dramatis" lanjut Bill sambil terkekeh. Memikirkan kegilaan kedua adiknya, Bill merasa jika si kembar itu semakin mirip dengan Bellatrix.

"Hn..Terserah mereka saja.. lalu ada lagi berita Bill?"

"Hemm... Light masih pusing mencari-carimu. Ditambah Remus yang juga kabur dari Light. Mereka semakin berantakan" Bill masih bertahan dengan kekehannya sepertinya ia sangat puas melihat Light yang kalang kabut dengan semua yang terjadi. Bill membenci keluargannya yang selalu menuhankan Dumbledore. Dan mereka pun hanya mengingginkan kekayaan semata. Janji Dumbledore yang akan memberi mereka kekayaan dan kedudukan tinggi telah membutakan keluarga mereka. Dengan cara menuruti kemauan Dumbledore.

"..."

"Harry kau tak berpendapat tentang kabar dariku?"

"Tidak.." Harry masih memasang tampang datar. Bill yang melihat itu hanya menghelang nafas panjang.

"Hahhh...Harry.. Semenjak kau disini.. wajahmu semakin datar bagai tembok" eluhnya. "Apa yang Dark Lord lakukan padamu hingga membuatmu jadi manusia es begini"

"Dark Lord tidak melakukan apa-apa Bill.. aku hanya malas berekspresi." Ujar Harry santai masih dengan tampang datarnya.

"malas bukan alasan Harry.." Bill protes dengan ucapan Harry. Tapi Bill menggurungkan niatnya untuk melanjutkan protesannya saat Harry memandangnya semakin dingin. "Oke..Oke.. Terserah apapun alasannya. Sebaiknya aku pergi, tidak ada lagi berita baru. Kalau Lama-lama disini bisa-bisa aku membeku" Sindir Bill.

"..."

"Baiklah Harry.. Aku pergi dulu.. Bye..." Pamit Bill yang sudah mulai berjalan keluar dari ruangan itu. Tapi saat bill akan menutup pintu kembali ia berkata "Oh..Harry.. Dark Lord menunggumu diruangannya.."

BLAMM

.

.

.

Remus membaringkan tubuhnya pada ranjang Queen size yang ada disebuah pondok tengah hutan. Pondok itu adalah tempat menampung para Werewolf, atau bisa dibilang markas Werewolf. Dia tak sendiri disini, pondok yang besar itu menampung para Werewolf yang ada di wilayah ini. Bahkan ada bayi Werewolf disini. Ruangan yang ia huni cukup sederhana. Luas lima meter persegi dengan ranjang Queen size terdapat almari coklat dua pintu, lalu meja nakas di kedua sisi ranjang. Meja belajar coklat di depan meja ada Jendela yang menghadap ke hutan. Ruangan ini bau pinus, Remus menyukai aroma ini.

Hidup beberapa Minggu disini membuat Remus sadar bahwa Werewolf tidaklah seburuk yang dia pikirkan dulu. Mereka pun hidup layaknya manusia, makan makanan manusia, mandi, menikah. Dan memiliki anak.. dan saat bulan purnama pun mereka dilatih untuk tidak terlalu kehilanngan kendali. Tapi meski di bulan purnama mereka tidak kehilanngan kendali, namun Daging dan darah masihlah mereka butuhkan saat bulan purnama.

Dan dua purnama ini Remus pun mulai bisa mengendalikan dirinya, dan mau tak mau ia pun ikut menyantap daging-daging binatang buruan saat bulan purnama. Dan Remus mulai menikmatinya.

Tok Tok Tok..

"Remus..." mendengar panggilan dari suara kecil di balik pintu, remus bangkit dari ranjangnya lalu segera membuka pintu.

"Cubs..." dihadapan Remus sekarang telah berdiri 9 anak kecil, mereka adalah Werewolf muda yang baru berubah ataupun lahir dari Werewolf betina. Meski Werewolf betina sangatlah jarang. Menginggat Werewolf sangat menjunjung pertarungan tapi mereka juga sangat melindunggi Werewolf betina yang hanya segelintir yang ada di kawanan ini. "Ada apa ?.." tanya Remus ramah.

Seorang gadis kecil menarik tangan Remus. "Remus.. Ayo ajari kami membaca dan menulis seperti kemarin"

Remus tersenyum "Baiklah.. ayo kita belajar.. apa ada ruangan yang bisa kita gunakan?" tanya Remus.

"Kata Paman Fenrir.. Kita bisa mengunakan ruang latihan untuk belajar" Ujar bocah laki-laki yang ada disebelah gadir kecil yang masih mengleyut di lengan Remus.

"Baiklah..Ayo.."

Sudah dua hari Remus memutuskan mengajari mereka membaca dan menulis, mungkin juga nanti ia juga akan mengajarkan tentang sihir. Remus yang melihat anak-anak Werewolf yang tak bisa membaca dan menulis langsung memiliki keinginan mengajari mereka. Sepertinya jiwa seorang Guru memeng Remus miliki.

Dan mereka adalah anak-anak yang sangat menyenangkan menurut Remus. Mereka juga mudah sekali menyerap apa yang Remus ajarkan. Mungkin karena keinginan mereka yang kuat untuk belajar membaca dan menulislah yang membuat Mereka mudah menyerap apa yang diajarkan.

Sembilan anak Werewolf, empat diantaranya adalah gadis kecil. Itu membuat anak-anak ini sangat dijaga, baik oleh Warewolf dewasa maupun kelima teman gadis-gadis kecil itu.

Mulai sekarang pun Remus merubah pandangannya pada keluarga barunya. Keluarga baru? Itu kata Fenrir. "Kami yang ada dikawanan ini adalah Keluarga, kami akan saling membantu satu sama lain, jika ada yang menyakiti salah satu bagian keluarga maka semuanya akan membantu membalas musuh itu. Dan kami pun tak perduli dengan pandanggan dunia pada kami. Jika dunia mengecap kami jahat, kami tak perduli. Biarkanlah mereka berlaku sesuka mereka, berpendapat sesuka mereka, asal tidak mengganggu kehidupan kami. Karena mereka tak tahu bagaimana kehidupan kami yang sesungguhnya."

Saat mendengar itu, Remus pun memutuskan bahwa dia pun akan melindungi kawanan ini.

Keluarga Barunya.

.

.

.

"Tom..Kenapa memanggilku?" tanya Harry saat ia sudah masuk kedalam Ruangan Tom. Sudah seminggu Harry mulai memanggil Dark lord dengan nama aslinya. Itu karena paksaan Tom sendiri. Mungkin akan lucu jika menginggat bagaimana cara Tom agar Harry tak memanggilnya My Lord lagi.

Flashback

Harry masih melalukan rutinitasnya. Yaitu membaca buku, ia benar-benar berubah menjadi kutu buku disini. Dan lagi sang tuan kini tengah duduk di hadapannya. Sambil memandanginya intens.

Lama kelamaan Harry merasa risih juga dipandang sang Tuan seperti itu.. "My Lord.. adakah yang ingin anda sampaikan.."

"Harry.."

"Yes My Lord.."

"Harry.."

Harry menggerutkan keningnya.

"Harry.."

"Sebenarnya ada apa My Lord, sedari tadi memandangiku seperti aku ini binatang langkah yang harus selalu di lihat agar tak hilang, lalu sekarang My lord memanggilku tiga kali dan-"

.:: Diam Lah Harryy..::.

.:: My Lord..::. Tom telah memerangkapnya di sofa itu kedua lengan panjang Tom telah berada di antara tubuh Harry yang menegang melihat sang tuan yang sangat dekat dengannya.

.:: Harryy...::.

Harry semakin menegang saat Tom membisikkan namanya di telinga kirinya dengan parseltough. .:: Ye-Yesss My..Lord..::. dengan susah paya Harry mencegah bibirnya untuk tidak mendesah, entak kenapa ia sangat senang mendengar Tuannya yang tengah berbicara Parseltough padanya. Ditambah saat ini tuannya tidak bicara tapi berbisik lirih yang membuatnya sangat ingin mendesah.

.:: Harry..::.

.:: Ugh..::. Tom menyeringai melihat Harry yang mengigit bibir bawahnya mencegah bibir merah itu mengeluarkan desahan. Tom sangat suka mengoda Harry, Tom pun mulai tertarik pada Harry. Tanpa ia sadar.

.:: Panggil aku dengan nama ku Harry..::. Perintah Tom masih dengan bisikan di telingan kiri Harry. Harry semakin menegang..

.:: Tapi My-Lor-d..::.

.:: Tom.. panggil aku Tom Harry..::. Desis Tom di telinga kiri Harry, lalu Tom merubah lidahnya ke dalam lidah ular yang bercabang. Dan menjilat leher Harry hingga telinga nya.

Harry sudah tak kuat menahannya. Ia mendesah .:: Aghh..::. Matanya tetutup menikmali jilatan jilatan Tom pada Lehernya.. .:: Ahhh..My-Lo-rd..::.

.:: Tom...Harry...panggil aku Tom..::. Desis Tom masih menjilati leher Harry.

.:: T-to-m..Ahh..Aghh..::.

Tanpa sadar sebuah kissmark telah ada disana. Lalu Tom menjauhkan dirinya dan tertawa..

.:: Kau..::. Harry yang sadar Tom hanya mengodanya langsung memasang tampang jutek.

.:: Kkk.. Kau benar-benar terangsssar dengan parsseltough..::. Desis Tom masih terkikik.

.:: kau... Bodoh..::. Wajah Harry memerah lalu ia langsung berlari pergi dari sana.

Seteah itu selama 4 hari Harry tak mau bicara pada Tom. Akhirnya mereka baru berbaikan pada hari selanjutnya. Meski sekarang Harry masih canggung pada Tom.

Flashback end.

Sebenarnya Harry masih kesal dengan Tom, tapi mau tak mau ia harus menurut atau Tom akan me- oh lupakan. Harry sangat jengkel saat Tom mengancamnya agar mereka baikan. Hahhh..

"Sepuluh hari lagi.." Tom berbicara pada Harry tapi masih tidak memandang Harry. Masih tetap membacah laporan-laporan yang sekarang ia baca.

"Ya.. aku tahu" jawab Harry jutek. Ingat Harry masih kesal dengan kejadian seminggu lalu. Tapi sepertinya Tom tak perduli sama sekali. Membuat Harry semakin jengkel.

"Kau sudah memasteri Occlumency bukan?" Tom masih tak perduli ia masih berkutan dengan laporan laporan laknat itu. Ingin rasanya Tom itu memperhatikannya, ia cemburu dengan kertas-kertas itu... Eittt tunggu.. Cemburu.. Harry mengelengkan kepalannya bisa-bisanya Harry berpikir begitu. Mungkin Harry mulai gila.

"Sudah.." jawab Harry lirih sambil mencoba menyembunyikan semburat merah yang ada di pipinya. Benarkan... jika dekat dengan Tom entah kenapa Harry menjadi seperti ini, memiliki ekspresi seperti saat ia masih di Hogwart dulu.

"Kalau begitu siapkan dirimu seminggu lagi rencana akan dijalankan."

"Baik.." Harry mengigit bibir bawahnya, entah mengapa ia merasa tak mau pergi ke Hogwart, ia ingin disini.. bersama Tom. Ia ingin Tom menghentikannya pergi ke hogwart. "Ada..lagi.."

"Tidak.. kau bisa kembali keruangan mu.." ucapan Tom semakin melunturkan semangat Harry. Harry menundukkan kepalannya membuat poninya yang mulai panjang menutupi sebagian wajahnya.

"Baiklah.. aku kembali Tom.." lalu Harry pergi dari sana.

Saat Harry telah pergi. Tom menghelang nafasnya, ia bisa mendengar nada kecewa dari suara Harry barusan. Tapi Tom harus bertahan, jika tadi ia memaksa memandang Harry. Bisa-bisa ia akan berat untuk melepas Harry ke kandang Dumbledore. Tapi ini demi masa depannya masa depan mereka. Ia harus tega.

Hahhh... sungguh berat untuk melepas Harrynya. Sejak kejadian diamnya Harry selama empat hari, Tom merasa tak suka jika Harry mendiaminya. Tom mulai menyadari perasaannya pada Harry. Ia menyukai pemuda itu.

Harry.

.

.

.

TBC

Yuki's Note :

Ommona... Jinja.. Souka.. Aish..

Ini dia jadinya Ch 4. Hahaha...

Ni dia permintaan Shawokey..

makasih dah mau PM mintak lanjutin ni Fic..

Jadinya langsung jadi deh.. hohoho...

Soalnya beberapa hari ini Yuki binggung mau lanjutin yang mana dulu..

Dan PM shawokey buat yuki mutusin update ni fic duluan dari pada yang lain...

Jadi kalau mau minta fic pa yang di update.. Pm yuki ya.. mungkin bisa Yuki usahain.. pa lagi akhir-akhir ni lagi buntu ma binggung ma fic yang mau di ketik dulu. Jadi jangan sungkan Minna..

Gimana-gimana..?

Pendapat Minna-san... buat Ch ni..

Bagus..? atau malah lebih jelek dari Ch sebelumnya...

Yuki tunggu Jawabannya...

Sekarang Yuki bakal Bales Review.. Yeyyy...

Eushifujoshi : Ih Eushifujoshi-san... Nagini mana mau ama Yuki.. dia itukan Ular Daddy Voldy.. gak mungkin kan makan anak papi Voldy yang imyuetttt ineeiii... Papi Harry pasti juga gak mau Yukinya yang imut dimakan Nagini.. hahahaha... Ih..Hentai..Mesum.. Sukannya Yang panjang, lebar dan tinggi... (-/-) #jeduakkk

Lee Kibum : Ya dong Lee Kibum-shi.. aku ingin merubah watak Papi Harry disini.. sebagai anak yang baik Yuki harus bisa buat Daddy and Papi serasi..Khu khu khu... Sev ma Remus..#smirk liat aja nanti..

Uchiha hani namikaze : wah gak banyak kok yang bakal beralih Uchiha hani namikaze-san.. Yuki juga sama.. hampir semua udah Yuki baca.. moga bakal ada author yang mau buat Tom Harry lagi..

OceanFox : Kurang apa OceanFox-san ..? Kurang panjang..? Punya Daddy Voldy dah panjang loh.. papi Harry aja sampai tergila-gila #jeduakkk

Yera30ciemutt : Ni Pen nya yang mana Yera30cieemutt apa Zey-yenns28 yuki binggung? Pasti akrab mereka berdua.. dan buat Antagonisnya itu adalahhhhhhhhh... YUKI.. hahahaha..#ketawa ala mak lampir# liat aja nanti.

Shawokey : Ih Shawokey-san suka panjang-panjang (-/-) Yuki juga suka Papi yang salting sama Daddy. Kyaaaa #teriak ala fans girl#

EstrellaNamikaze : Ih.. EstrellaNamikaze-san Hentai... pada suka yang panjang panjang (-/-) Udah ditambahin kok TR/Hpnya.

Axa Alisson Genger : Ni Udah Lanjut...^^ Axa Alisson Genger

Yamada Ayumu : Ih,, Yamada Ayumu-san... napa pada suka yang panjang-panjang sih...(-/-) Dan Yuki dah nambah kok.. buat adegan TR/HP nya.

hatakehanahungry : Hana-chan.. dari mana..? kirain udah ilang ditelan serigala..#dezinngggg #duakkk Yuki... Kangennnnn.. pinggin bejek-bejek Hana.. hahaha.. remus masuk Drak gyaaaa...Akhirnya... Yuki yang paling Imuettt. Snape gak mungkin incer Papi.. ada Daddy yang akan selalu lindungi Papi. Ih ngarep...Lemonan.. ih Hana-chan Hentai..

Guest : Yuki semangat kok... makasih ya..

CCloveRuki : hahaha.. CCloveRuki-san bisa aja maklum lah.. kan nunggu mood dateng biar bisa nulis. Kalau dipaksa, malah ngak bisa ngetik apa-apa..

Kakeru : hahaha.. Ya..Wile itu Bill..

Queenymalf : Queenymalf-san.. napa gak kebayang.. bayangin apa.. Kyaaa Yuki bener-bener bisa blushing kalau melihat Papi Harry yang pasang tampang sadis.. Kyaa Kyaaa.. #teriak ala fans girl# lagi jatuh cinta sama siapa..? kok deg2-an? #pasang tampang innocent# yuki kok juga deg2an ya kalau baca Review semuannya... #blushing.

Blukang Blarak : Tom/Harry.. itu pair fav Yuki no 1 hahahaha... Remusnya masih belum tau.. ia masih meraba-raba dalam gelap.. #cieee Harry balik dong.. atau ngak ya..? liat aja Ch selanjutnya.. dan buat Napa daddy Tom nerima papi Harry itu karena Cuma iseng aja sebenernya. Cuma mau buat main. Awalnya... tapi lama kelamaan seneng juga ada Harry yang ada disampingnya. Sosok yang kesepian seperti Tom, pasti sangat seneng kalau ada seseorang yang dekat dengannya meski hanya seorang. Salam kenal juga ya Blukang Blarak.

Itu dia.. kenapa Pada suka yang Panjang sih.. Lebar dan pakek Tinggi lagi.. Kyaaaa (-/-) pada Mesum, Hentai ma Yadong semua.

Hehehe...

Makasih ya buat yang dah Review, Fav,Foll ma Read. Buat Sider juga.. makasih dah baca.. yuki tau perasaan kalian Para Sider.. soalnya yuki juga perna jadi sider..#cerita lama#

Oke..oke.. ^^)v

Yuki udah dulu ya.. Yuki dah ngantuk.. mau Bobokkk..Hammmm..

Yuki tunggu Reviewnya..

Yuki..Pamit..

Bye Bye Minna...