Some

Rate : T

DLDR!

bxb

"Yeoboseyo."

"Dedew, eodiseo?"

"Home."

"Arra..."

PIP...

Daehwi mendengus kesal. Yang nelpon tadi itu adalah Samuel. Percakapan via telepon itu berjalan dengan singkat hingga Daehwi sendiri gemas dengan tingkah kurang kerjaan milik Samuel.

Daehwi langsung melemparkan dirinya dikasur empuk. Entah apa yang akan dilakukan Samuel, apa tujuannya hanya menanyakan dimana dirinya.

Bolehkah ia berharap lebih?

Ia tahu dia dan Samuel itu hanya sebatas teman level 2, maksudnya sahabat. Ia bahkan tak peduli dengan seragam sekolahnya yang hampir kusut. Samuel Kim benar-benar mengjungkir balik kehidupannya.

Kalian yang baru pertama kali melihat Daehwi bersama Samuel pasti akan berpikir kalau mereka itu pacaran.

"Dedew..."

Daehwi hanya mengangkat kepalanya untuk melihat lebih jelas siapa yang memanggil.

"Sammy..." panggil Daehwi dengan manja. Samuel atau dipanggil Sammy oleh Daehwi hanya berdeham lalu duduk disebelah Daehwi yang rebahan.

"Seragammu kusut, Dew. Kita akan kesekolah." Kata Samuel sambil merapikan beberapa helai poni Daehwi yang merusak kecantikan wajah Daehwi.

Daehwi mengerucut bibirnya, "Malesssss." Kata Daehwi yang langsung dibalas dengan gigitan kecil dihidung kecil Daehwi dari Samuel.

Siapa yang menyangka mereka hanya sebatas teman kalau tingkah Samuel itu lebih dari seorang teman?

"Tidak ada kata males, Dew. Sekolah akan masuk 15 menit lagi." Kata Samuel dengan lembut sambil mengelus kepala Daehwi yang hanya memejamkan matanya.

"Tidak mau." Bantah Daehwi dengan ambekan yang kali ini Samuel tidak akan kalah lagi.

"Harus, Dew. Hari ini, Sammy ada ujian lho... mau Sammy ujian susulan?" Tanya Samuel yang lupa dengan gayanya yang malah ikut rebahan hanya saja menyamping menghadap Daehwi, dan mengelus pipi Daehwi yang gembil.

"Tidak mau, Sammyyyy. Hari ini pelajaran Pak Jaehwan, tahu kan seberapa galaknya dia? Bikin malesin aja." Celoteh Daehwi yang malah membenamkan dirinya ke dada Samuel.

Samuel hanya tersenyum, ia malah mendekap kepala Daehwi agar semakin tenggelam direngkuhannya.

"Dae, sudah lima menit berlalu lho..." kata Samuel saat ia melihat jam tangannya sendiri. Daehwi mencebik.

"Bolos saja. Ya... ya... ya..." kata Daehwi sambil memasang wajah yang menggemaskan.

Kalau sudah begini, apa Samuel bisa mengatakan tidak?

Sekarang aja, Samuel menunggu Daehwi mengganti bajunya. Samuel sudah ganti daritadi sih, baju Samuel ada kok ditempatnya Daehwi, kalau Daehwi sih jelas lebih suka pakai baju Samuel kalau nginap dirumah Samuel.

Soalnya baju Samuel kebesaran ditubuh Dae. Jadi, nyaman pakainya. Gitu sih kata Daehwi.

"Sudah, princess?" Tanya Samuel setelah mendengar suara pintu dibuka. Daehwi mengerucut bibirnya lagi. Pengen Samuel kurungin.

"Chulbayiiiiii." Kata Daehwi dengan nada kekanak-kanakan disambut dengan ketawa dari Samuel.

Siapapun juga menginginkan mereka official jika tahu status mereka yang sebenarnya.

Daehwi menarik tangan Samuel untuk berjalan disampingnya. "Sammy beneran tidak apa-apa bolos sekolah? Kalau mommy marah gimana?" Tanya Daehwi yang menunduk dengan wajah tertekuk sedih.

Samuel tersenyum, ia mengusak rambut pria yanh lebih pendek darinya itu. "Mommy tidak akan marah, apalagi kalau Dedew yang memintanya. Sammy juga tidak apa-apa. Ujian bisa menyusul. Dedew lebih penting dari ujian." Kata Samuel yang membuat Daehwi mengangkat kepalanya.

"Beneran?"

Samuel mengangguk. "Cha! Sekarang, kamu senyum. Katanya ingin makan mie buatan Kim Ahjumma itu kan?"

Daehwi tersenyum bahagia. "Neeee..." kata Daehwi yang semakin tersenyum lebar saat Samuel menautkan tangan mereka.

Tanpa mereka sadari, seseorang mengebut dijalan dengan motornya, semakin mendekati Samuel dan Daehwi.

SRET

BYUR

"Yak!"

Daehwi menjerit dengan Samuel yang tiba-tiba saja menarik tangannya agar ia menjorok kedalam, sedangkan Samuel berada diluar.

"Sammy, are you okay?" Tanya Daehwi yang sadar akan apa yang terjadi.

"I'm fine." Kata Samuel yang membuat Daehwi berkaca-kaca.

"Ah... jangan menangis. Aku tidak apa-apa. Kamu tidak kebasahan kan?" Tanya Samuel yang membuat Daehwi ingin menangis haru.

Daehwi menggeleng, ia menerobos masuk kedalam pelukan Samuel.

"Hey, Dew... bajuku basah. Kamu akan kedinginan dan sakit nanti." Kata Samuel yang ingin menjauhkan Daehwi, walaupun ia tak rela.

"Biarkan saja. Kita akan sakit bersama nanti. Aku juga tidak sanggup melihat Samuel sakit..." desis Daehwi yang membuat Samuel terkekeh.

Kepala Samuel menunduk hingga setara dengan telinga Daehwi.

"Would you be mine?" Bisik Samuel yang membuat Daehwi terbelalak. Daehwi langsung menjauhkan tubuhnya, hingga kontak mereka terlepas, menyisakan tangan Daehwi berada dipinggang Samuel.

"Aku tahu ini terkesan tiba-tiba. Tapi, saat semalam aku melihatmu berjalan berdua dengan si kepala kecil Bae Jinyoung itu, disaat itu juga aku tahu aku harus meresmikan hubungan kita ke jenjang yang lebih tinggi lagi,"

"Agar kamu tidak bisa kemana-mana lagi. Agar kamu hanya tetap disisiku."

"Lee Daehwi, nan neo saranghae~" kata Samuel yang terdengar seperti bisikan saat mereka berhadapan.

Beruntungnya, mereka baru jalan dikomplek Daehwi yang terkenal akan sepinya di jam seperti ini.

Daehwi berjinjit kecil,

"I am yours, Sam."

Samuel tidak bisa untuk menahan senyum dan mengecup kecil bibir Daehwi lebih lama.

The End

AN:

# Ini apaannnnnn... hanya untuk mengeluarkan segala hasrat karena Daehwi imutny kebangetannnnnn

# RnR juseyooooo