Take Care
Samhwi
bxb
"Sudah dong... jangan nangis terus..."
"Hiks... hiks... hiks..."
"Kalau kamu nangis terus, aku minta Samuel pergi nih."
"HUWEEEEEE!!!"
Jinyoung sweatdrop saat mendengar tangisan sahabat seperjuangannya yang semakin hebat dari sebelumnya.
'Lelah hadapi uke aku.' Inner pemuda berwajah kecil bernama Bae Jinyoung yang hanya bisa menatap nanar Daehwi -teman seperjuangannya- yang sedang menangis.
Bae Jinyoung tidak sadarkah anda kalau anda juga seorang uke?
"Sudah jangan nangis lagi. Samuel didepan noh nungguin kamu." kata Jinyoung yang terkekeh geli saat melihat Daehwi membulatkan matanya lucu.
"Baeby kok gak bilang kalau Muel didepan? Hiks..." kata Daehwi yang menghapus air matanya dengan lucu.
Jinyoung terkekeh, "Sana samperin si Samuel."
Take Care
Samuel tersenyum kecil saat melihat Daehwi berlari mendekatinya dengan mata sembab. Hyung-nya yang satu ini memang lemah di backstage, tidak setegar saat perform.
"Muellie." kata Daehwi yang ceria. Padahal, matanya yang memerah sama seperti hidungnya. Tampak jelas kalau dia menangis hebat.
"Dae hyung~" kata Samuel yang menautkan tangan mereka. Menjauh dari backstage yang terlihat ramai karena ini episode terakhir acara survival mereka.
Samuel membawa Daehwi keluar dari studio tersebut. Daehwi tidak berkata apapun sedaritadi.
GREP
"Chukhae, Dae hyung~ Neo halsu isseoyo~" kata Samuel setelah membawa tubuh yang lebih kecil darinya kepelukan hangat darinya.
Daehwi terisak kecil membuat Samuel sukses kelimpungan. "Kenapa, Dae hyung?" tanya Samuel yang ingin melepaskan pelukan mereka untuk melihat kondisi Daehwi. Namun, Daehwi tidak mau menurutinya, malah semakin membenamkan wajahnya dibahu Samuel.
"Mianhae, Muellie. Hiks..." kata Daehwi walaupun masih dibarengi dengan isak tangis.
Samuel tersenyum kecil, ia menepuk punggung Daehwi dengan pelan, berusaha menenangkan hyung yang tampak lebih muda darinya. "Dae hyung tidak salah kok. Kenapa harus minta maaf ke Muel?" tanya Samuel.
"So... hiks... soalnya harusnya Muellie yang debut dengan Wanna One, bukan Daehwi... hiks..." kata Daehwi yang membuat Samuel tersenyum gemas.
"Dae hyung lebih pantas debut dengan Wanna One daripada Muel. Jangan bersalah begituDae hyung." kata Samuel yang mengangkat kepala Daehwi dengan pelan, dan menghapus airmata Daehwi yang tergenang dipelupuk mata.
Daehwi menggigit bibir bawahnya, "Tapi, para producer nasional kecewa. Bukan Muelli yang terpilih malah aku." kata Daehwi dengan pelan.
"Ssttt... tidak boleh berkata seperti itu. Dae hyung harus bahagia, karena para produser nasional memilih hyung yang artinya, hyung lebih pantas debut dengan Wanna One daripada Muel. Dae hyung juga harus buktikan kalau hyung itu pantas bersama Wanna One." kata Samuel yang menenangkan hati Daehwi.
Padahal siapa yang tahu kalau lelaki yang ditrainee sejak belia itu juga perlu ditenangin karena kecewa tidak kunjung debut.
"Muel pasti sedih ya?" tanya Daehwi yang membuat Samuel kaget.
"Tidak. Muel tidak sedih. Muel hanya kecewa karena tidak bisa memaksimalkan kemampuan Muel untuk tampil bersama Dae hyung. Muel kecewa pada diri sendiri." kata Samuel yang membuat Daehwi menggeleng.
"Muel sudah melakukan yang terbaik." jawab Daehwi dengan senyum lebar sehabis nangis, membuat Samuel ikut tersenyum.
Samuel tersenyum tipis, "Maaf tidak bisa mendampingi Dae hyung lebih lama lagi." kata Samuel yang membuat Daehwi menggembungkan pipinya.
CUP
Samuel mengecup dahi Daehwi dengan lembut, membuat Daehwi menghangat dan menyadari betapa sayangnya pemuda yang lebih muda terhadapnya.
"Mianhae~ Dae hyung harus jaga diri ya. Jangan sakit. Aku akan tanya pada Baejin hyung setiap hari untuk memastikan kondisi Dae hyung."
Daehwi tersenyum kecil dan mengangguk.
Malam itu mungkin malam terakhir mereka bisa bertemu, bercengkrama dan tertawa panjang seperti ini.
Mungkin tidak ada esok malam yang tersedia untuk kedua insan manusia itu untuk sekedar bertemu secara langsung.
Samuel harus membiarkan dirinya tidak bisa menjaga Daehwi seperti hari-hari sebelumnya.
Daehwi harus membiarkan dirinya merindukan Samuel setiap hari.
Karena, bukankah akan ada satu malam yang menyatukan mereka kembali?
End
AN:
# Astaga... masih ngutang 2 cerita Samhwi kan?
# Aku rencana hanya sampai 30 chapter saja. Habis itu tamat. Aku mewek sendiri pas nulis ini. Kenawhy aku bisa nulis seperti ini?
# RnR juseyoooooooo
