Glad You Came
Tag : KurapikaKuroro , KuroroPakunoda , FFSong , Vodka , Club , One Night Stand
Glad You Came by : The Wanted
Characters by : Yoshihiro Togashi
Fanfiction by : LoveArcobaleno
Music Play
"Glad You Came"
The sun goes down
The stars come out
And all that counts
Is here and now
My universe will never be the same
I'm glad you came
-Bali , 2014 –
Flashback
Kuroro Point Of View
"Honey , kamu dimana ?"
"Aku masih di bandara . Pakunoda . Kenapa ? Kamu sudah booking hotel ?"
"Done , I've booked the hotel , hurry up , I miss you ! "
"Ah , I miss you , too , Pakunoda ."
Aku-pun memencet tombol off di handphone-ku dengan perasaan bingung . Baru kali ini Pakunoda mendadak sekali memesan tiket ke Bali untuk kami berdua .
" Ada yang ingin aku bicarakan denganmu , honey /"
"Baiklah , nanti siang aku akan segera ke Bandara , see you soon ."
Percakapan itu masih terekam jelas di memori-ku . Tapi , ah . Mungkin Pakunoda hanya ingin quality time denganku .
"Pak , sudah sampai di hotel Executive , silahkan turun . Untuk koper dan perlengkapan anda akan saya antarkan ke kamar anda ."
Aku tersenyum kecil sembari memberikan beberapa lembar uang ke tangan Leo , asisten-ku
" Terima-kasih , Leo ."
You cast a spell on me, spell on me
You hit me like the sky fell on me, fell on me
And I decided you look well on me, well on me
So let's go somewhere no one else can see, you and me
Aku berjalan menyusuri hotel tersebut , dan akhirnya aku menemukan gadis yang aku cari .
Pakunoda , kekasihku .
Dia mengenakan dress backless ketat berwarna hitam yang memamerkan punggung dan leher jenjangnya . Ia sedang menghadap ke arah kolam renang .
"I'm here now . Pakunoda"
Aku tersenyum kecil sambil mendekap tubuhnya , ia tertawa lalu mendaratkan kecupan di pipi-ku.
"Ah,kamu lama sekali , sih . Yuk , kita ke kamar."
"Anything for you , babe ."
Turn the lights out now
Now I'll take you by the hand
Hand you another drink
Drink it if you can
"Kuroro."
Aku membuka sebelah mataku sambil memandang Pakunoda yang sedang merebahkan kepalanya di dada-ku.
"Ya ?"
"Ada yang ingin aku bicarakan denganmu."
Aku segera membenarkan posisi-ku sambil meraihnya ke dalam pangkuanku.
"Okay , Apa itu , sayang ?"
Pakunoda meletakan tangannya di kedua pipi-ku
"Janji , jangan marah ya ?"
Aku tidak menjawabnya , namun aku mengecup bibirnya dengan lembut .
"Pernah-kah aku memarahi-mu ?"
Gadis itu tertawa pelan sambil menunduk.
"Aku harus pergi ke Beijing untuk melanjutkan studi-ku."
Can you spend a little time,
Time is slipping away,
Away from us so stay,
Stay with me I can make,
Make you glad you came
-York Shin , Arabello Club –
"Bro , just let her go ! " Ucap Killua sambil meneguk segelas bir
Aku tertawa lesu sambil meraih gelas yang berisi bir tersebut . "Thanks guys , kalian memang yang terbaik."
Elios menarik nafas panjang sambil menepuk bahuku . "Seorang Kuroro Lucifer , dapat membuat puluhan bahkan ratusan gadis bertekuk lutut demi bersanding bersamanya."
Aku tertawa sambil memberi kode kepada sang bartender untuk mengisi gelasku lagi.
"Tequila , satu ."
"Gosh , itu sudah gelas ke-berapa , sayang ?" Suara Arabelle , pemilik club itu membuatku mengalihkan pandangan ke arahnya.
" I guess sudah yang ke 7 , Belle."
Gadis cantik itu menggeleng-gelengkan kepalanya lalu duduk di pangkuanku.
"Sudahlah , Kuroro . Kau bisa dapatkan gadis lain."
Aku tersenyum sambil mengecup pipi Belle , "Thankyou , Belle."
"Bahkan , sudah ada 15 gadis yang ingin berkenalan denganmu."Ucap Belle sambil tertawa . Sudah ada 15 gadis yang mengirimkan pesan ke Belle untuk mengenalkannya dengan Kuroro. Bagaimana tidak ? Kuroro tampak sangat menggiurkan untuk gadis club disana.
Aku meringis kecil sambil melempar senyum kea rah sekelompok gadis yang tempat duduknya tidak terlalu jauh dari tempatku dengan Killua dan Elios,
Aku tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya , "Astaga , kau pasti bercanda , Belle"
Arabelle menarik nafas pelan sambil bangun dari pangkuan Kuroro , "Terserah kau , sayang . Tapi aku sudah memberimu saran ."
Aku mengangguk sambil mengecup punggung tangan Belle , lalu gadis itu berlalu dari-ku ."Kau mengenalnya , Kuroro ?"
Aku berbalik menghadap Elios Valentine , sahabatku .
"Ya , Arabelle Sandres , dia pernah menjadi salah satu incaranku dahulu . Sebelum aku bertemu dengan Pakunoda"
Tanpa sadar aku menghela nafas , Pakunoda sudah ke Beijing sebulan yang lalu dan sampai saat ini aku masih sangat merindukannya.
The sun goes down
The stars come out
And all that counts
Is here and now
My universe will never be the same
I'm glad you came
I'm glad you came
"Hai , Hisoka."
Aku terkejut mendengar suara perempuan tepat di belakangku , suara yang serak namun terdengar lembut , aku segera membalikan tubuhku untuk gadis bersurai pirang
"Ah , Kurapika . Aku pikir kau tidak akan datang hari ini."
Gadis itu tertawa , dia sangat manis sambil memberi kecupan ringan di pipi bartender itu .
"Maaf , aku terlambat . Seperti biasa , Neon sangat sibuk dengan makeupnya . Jadi kami terlambat karena bulu matanya lepas."
Bartender itu tertawa . Lalu ia memberikan segelas minuman berisi Vodka di hadapan gadis itu .
"Ah , ijinkan aku mentraktirmu , cantik ."
"Terima-kasih , Hisoka"
Tanpa sadar aku memperhatikan gadis itu , aku memandangi bibir mungilnya yang berwarna merah meneguk vodka merah itu , dan aku mendapat gambaran bagaimana rasanya melakukan makeout dengannya.
Aku meneguk ludahku , mataku beralih ke tubuhnya . Ia mengenakan dress bertali spaghetti yang pendek , aku dapat menikmati kedua kaki jenjangnya yang dibalut oleh stiletto merah darah yang membuatnya tampak begitu
Menggoda
Tiba-tiba saja , ada yang menepuk bahu-ku ringan .
"Sayang , kenalkan itu Kurapika Kuruta ."
Gadis berambut pirang itu berhenti menikmati segelas Vodka tersebut dan memandangku.
"Ah , jadi kau yang bernama Kuroro Lucifer ?"
You cast a spell on me, spell on me
You hit me like the sky fell on me, fell on me
And I decided you look well on me, well on me
So let's go somewhere no one else can see, you and me
Mendadak aku merasa kerongkonganku kering dan aku seperti kehabisan kata-kata.
"Y-ya , aku Kuroro Lucifer"
Gadis itu berjalan ke arahku dan mendadak menduduki pangkuanku.
"Jadi , kau adalah lelaki yang dipuja oleh sahabatku ini?"
Belle tertawa sambil memeluk leherku , "Benar , sebelum aku bertemu dengan Leorio."
Aku merasa sangat sesak saat merasakan tangan Kurapika menarik dasiku. Wangi parfum Yves Saint Laurent , Opium sudah memenuhi indra penciumanku.
"Aku sampai rela datang jauh-jauh dari New York untuk bertemu denganmu , loh , Kuroro"
Aku memandangi mata birunya yang bersinar nakal .
"Aku sangat tersanjung , Kurapika."
Gadis itu tertawa sambil bangun dari pangkuanku , rasanya sesak saat ia bangun dari sana.
Turn the lights out now
Now I'll take you by the hand
Hand you another drink
Drink it if you can
"Kurapika Kuruta , seorang fashion designer dan blogger terkenal di New York , Kuroro ." Jelas Arabelle sambil menggamit tangan Kurapika."And she is single ."
Kurapika mengedipkan matanya sambil memandangku . Gosh .
"Aku sangat penasaran dengan lelaki bernama Kuroro Lucifer , pujaan sahabatku ini ." Ucap Kurapika sambil menyenggol bahu Arabelle.
Arabelle tersenyum sambil berkata , "Silahkan , kau pasti akan jatuh hati padanya juga , Kurapika."
Gadis bersurai pirang itu menaikan sebelah alisnya sambil memandangku dengan intens .
"Let we see , Belle."
Can you spend a little time,
Time is slipping away,
Away from us so stay,
Stay with me I can make,
Make you glad you came
Miahahaah X"D Gimana gimana cerita Love kali ini ? Maaf yaa kalo OOC abis karena ga mungkin Kurapika seperti itu kan .
Oiaa untuk reviewsnya makasih bangett X"D
For Macherry : Uwahahaha X"D kasian dong kuroronya nanti pingsaann
Kuro : ….
For Rianthi Risma : Kyaaa X"D kuroro jd diocehin yaa :"D okee udah lanjut nih makasih banyaak ^w^
Ada yang kira-kira mau request fic song maybe ? ^^
