Beautiful
Tag : Beautiful,KurapikaxKuroro,Date,Shopping,Romance,Explicit
Beautiful by : Akon (feat. Colby O'Donis, Kardinal Offishall)
Characters by : Yoshihiro Togashi
Fanfiction by : LoveArcobaleno
Music Play
"Beautiful"
(feat. Colby O'Donis, Kardinal Offishall)
[Akon]
When I see you
I run out of words to say (oh, oh)
I wouldn't leave you
'Cause you're that type of girl to make me stay (oh, oh)
Normal Point Of View
Kurapika menarik nafas panjang sambil memandangi pesan yang baru saja diterimanya.
Pesan yang dikirim oleh Ayahnya , Vlaodoks Kuruta.
Ayahnya memberi kabar bahwa ia sudah mengurus semua perabotan yang akan di tempatkan di apartemennya .
Sebetulnya , Kurapika merasa lega sekaligus kebingungan di saat yang sama .
Di satu sisi ia lega karena dapat segera pindah ke apartemennya . Namun di satu sisi ia juga sudah membuat janji dengan Kuroro untuk menemaninya membeli perabotan.
Bagaimana mungkin ia membatalkan pertemuannya dengan Kuroro,bukan?
Lebih tepatnya
Ia tidak mau membatalkan pertemuannya.
Tiba-tiba saja handphone milik gadis bersurai pirang itu bergetar , ada telepon masuk dari nomor yang tidak ia kenal.
"H-hallo?"
"Kurapika?"
Suara serak-serak yang memanggil namanya dengan lembut .
"Ah, Kuroro."
"Aku sudah sampai dibawah , princess."
Wajah Kurapika merona merah saat mendengar dirinya disebut princess oleh Kuroro.
"B-baiklah , aku akan segera ke bawah."
Kurapika segera menekan tombol off di handphoneya , gadis cantik itu segera meraih tas , tangannya . "Plan B , Plan B ! "Bisiknya sambil berjalan menuju ke lift , ia sama sekali tidak memiliki plan b , apa ia harus meminta Kuroro untuk pulang ? Itu bukan ide yang bagus . Denting halus lift membuat Kurapika segera berjalan keluar menuju lobby hotel itu . Matanya menangkap sebuah mobil shylock berwarna merah , dan di sanalah ia menemukan sesosok Kuroro Lucifer , sedang bersender di pintu mobilnya.
I see the guys tryna' holla
Girl I don't wanna bother you
'Cause you're independent and you got my attention
Can I be your baby father?
Girl I just wanna show you
That I love what you are doin' hun
Kuroro Point Of View
Aku menahan napasku saat memandangi Kurapika , ia tampak sangat manis dalam halterneck shoestring tanktop dan celana jeans pendek tersebut . Namun , pakaian itu sangat menyiksa karena tanktop tersebut memiliki belahan dada yang rendah.
"Maaf , sepertinya kau sudah menunggu lama?"Tanya Kurapika sambil memandangiku . Ia tampak kagum memandangi diriku dan mobil kesayanganku ini.
"Tidak , aku baru saja sampai disini."Balasku sambil membukakan pintu untuknya , "Let's go , shall we ?"
Gadis bermata biru laut itu mengangguk , tapi aku menangkap sinar kebingungan dimatanya.
Kami-pun duduk berdampingan di dalam mobil Shylock merah milikku ini .
"Kuroro , sebetulnya ada yang ingin aku sampaikan."
Aku menyalakan mesin mobilku sambil menoleh ke arahnya , menunggunya untuk melanjutkan kalimatnya yang menggantung itu.
"Apa kita bisa pergi ke pantai ?"
Aku memiringkan kepalaku , bingung . Tapi aku memilih untuk menurutinya.
"Baiklah , pantai mana , Kurapika?"
Gadis dihadapanku itu tersenyum sambil menyebutkan nama pantai yang dulu merupakan tempat favorit Pakunoda.
Deepwave Beach.
Aku mengangguk patuh sambil menjalankan mobilku . Sejujurnya , aku sudah berulang kali menjauhkan diriku dari tempat-tempat dimana aku sering menghabiskan waktuku dengan club-clubku yang memang sengaja tidak mengajak Pakunoda ke Arabello karena Belle tidak menyukai Pakunoda.
"Apa aku merepotkanmu , Kuroro?"
Aku tersentak kaget saat Kurapika meletakan tangannya di atas pangkuanku , padahal kemarin ia sudah mendaratkan tubuhnya di atas pangkuanku.
"Tidak , Kurapika . Aku hanya teringat sesuatu." Bisikku sambil meremas tangannya dengan lembut.
"Sepertinya pengalaman yang tidak mengenakkan."Balasnya sambil memandangku.
"Ya , benar . Pantai itu adalah pantai favorit mantan kekasihku."Ucapku pelan sambil tersenyum sedih.,
Aku tidak menangkap gesture kaget dari gadis cantik itu , ia tetap memandangku dengan intens.
"Aku membaca artikel mengenai pantai itu dan pantai itu memiliki penginapan yang manis."Bisikknya sambil mendadak bangun dari kursi disampingku , dan dia mendarat tepat di pangkuanku lagi. " Dan aku ingin memesan satu kamar di sana , denganmu."
Aku bisa merasakan celana jeansku ini mendadak terasa sempit . Wangi parfum Kurapika kembali mampir ke indra penciumanku . "Apa kau keberatan , Kuroro?"
Aku meneguk ludah sambil memandanginya , ia bukan gadis main-main . "Tentu tidak , Kurapika."
" I can be little devil in bed , don't worry ." Bisiknya di dekat telingaku .
Oh shit , aku bisa merasakan kejantananku menegang karena ucapannya.
"Just having fun , you don't need to date me , if you don't want too."
Aku memandangi wajah cantik itu , jadi itu yang ia tawarkan , one night stand . Jujur saja , selama Kuroro berstatus single , sudah ada puluhan gadis yang rela menjadi teman tidurnya . Namun, sampai saat ini belum ada yang menarik perhatiannya .
Tapi sekarang , ia tidak mampu menolak tawaran dari gadis ini . Lebih tepatnya ia tidak ingin menolak tawaran itu .
I see you in the club
You gettin' down good
I wanna get with you, yeah
I see you in the club
You showin' thugs love
I wanna get with you
Penginapan itu terbilang minimalis . Namun penginapan itu menawarkan pemandangan yang sangat indah . Jendela penginapan itu langsung menghadap ke arah laut . Aku tersenyum kecil saat melihat Kurapika yang tampak sangat antusias memasuki lobby tempat pemesanan kamar.
"Selamat siang , ada yang bisa saya bantu?" Sapa seorang resepsionis yang tersenyum ramah.
Kurapika menggamit tanganku sambil membalas sapaan resepsionis tersebut."Selamat siang , bisa saya pesan 1 cottage ?"
Resepsionis itu mengangguk sambil memberikan Kurapika sebuah kunci , "Cottage nomor 5 ya , Nona ! "
Kurapika mengangguk sambil mengucapkan terima kasih kepada resepsionis itu . Kami berdua-pun berjalan ke salah satu penginapan yang memiliki angka 5 .
"You know what ? Aku tidak pernah melakukan ini/"Ucapku sambil memandangi Kurapika.
Dan jawaban yang diberikan gadis itu membuatku terkejut bukan main.
"Aku juga belum pernaj melakukannya dengan siapapun , Kuroro."
Mendadak aku memberhentikan langkahku dan memandanginya dengan tatapan kebingungan.
"Lalu , mengapa kau menawarkan diri sebagai teman tidurku?"
"Karena hanya itu yang bisa ku-tawarkan . " Bisiknya lirih sambil membuka pintu cottage tersebut. "Hanya itu , karena kau belum melupakan mantan kekasihmu , bukan?"
Pintu itu-pun terbuka , Kurapika melangkah masuk . "Hanya itu yang dapat kau tawarkan sekarang? Dan apa hubungannya dengan Pakunoda?"
Mendadak aku mendengar suara pintu yang dikunci.
" Jika aku menawarkan diriku sebagai kekasih-mu . Apa kau akan menerimanya? Tentu tidak , karena kau masih merindukan Pakunoda , bukan?" Balasnya dengan nada lirih . Kurapika sudah menduduki salah satu kursi disana.
"Aku baru mengenalmu selama dua hari , Kurapika ."Balasku sambil menghampirinya , "Dan tidak menutup kemungkinan aku bisa membuka hatiku untukmu?" . Aku cukup terkejut saat mendengar kalimat terakhir itu . Bukankah aku masih ingin menunggu kembalinya Pakunoda?
Gadis beriris mata biru itu memandangku , " Sebetulnya , aku hanya berpikir untuk menjadi shallow-mu , Kuroro . Tapi aku salah , aku malah jatuh hati padamu." Ucapnya sambil menghampiriku . " Dan aku mengetahui bahwa bukan aku saja yang rela menjadi teman tidurmu. Sepertinya gadis manapun rela menjadi teman tidurmu."
Aku menangkap nada cemburu di sana , perasaan senang merayap di hatiku .
" I'm not good in one night stand , Kurapika . "Bisikku sambil meraih tangannya , "Tapi aku tertarik dengan dengan satu syarat."
You're so beautiful
So damn beautiful
Said you're so beautiful
So damn beautiful
Kurapika Point Of View
"A-apa syaratnya ?"
Aku meneguk ludah saat Kuroro mengatakan ia memiliki satu syarat untukku . " Don't leave me."
Aku terperangah saat mendengar syarat itu , jujur saja , aku sempat berpikir bahwa Kuroro akan meminta-ku untuk melakukan striptease atau bahkan BDSM . Tapi syarat itu adalah jangan meninggalkannya ?
Aku mengangguk sambil memandanginya . " Tentu , aku tidak akan meninggalkanmu."
Mendadak saja ak merasakan sesuatu yang hangat menyentuk permukaan bibirku. Kuroro menciumku.
Ciuman itu sangat lembut dan tidak memaksa . Ia menciumku dengan pelan . Aku bisa merasakan wajahku merona karenya . Perlahan ciuman itupun berubah , Kuroro menggigit bibir bawahku seolah memintaku untuk membuka mulutku.
"Hmmph." Lidah Kuroro sepertinya sangat lihai , ia menginvasi seluruh mulutku Rasanya sesak namun ada rasa cemburu yang timbul di hatiku , apa ini yang slalu dirasakan oleh Pakunoda?
Perlahan Kuroro melepas pangutannya , ia memandangku dengan intens , aku dapat merasakan kabut gairah di matanya.
" I wanna be inside you , now , Kurapika."
[Akon & Colby O'Donis]
You're so beautiful
Beautiful
Beautiful
Beautiful
You're so beautiful
Beautiful
Beautiful
Beautiful
You're so beautiful
Music Stop
SUER INI SUSAH BANGET BIKINNYAA :"D Maaf semuanya aku jadi telat setelat-telatnya update fanfic ini :"D maaf ya deadline sanasini dan banyak kerjaan yang belum selesai :"D
Mind read and review ? Thankyou .
