Heaven – Julia Michaels
Disclaimer : HunterxHunter is Yoshihiro Togashi's , however this FF is mine.
Music starts
Heaven – Julia Michaels
Ooh
Ooh
Ooh
Love's my religion but he was my faith
Something so sacred so hard to replace
Fallin' for him was like fallin' from grace
Normal POV
Baiklah, mari kita lupakan sejenak betapa hot scene kemarin. Aku lebih suka kalian membaca fanfiction ini sambil memutar lagu Heaven ini.
Setelah indahnya hari itu, Kurapika dan Kuroro menjalin sebuah hubungan tanpa status yang sangat menyiksa. Keduanya sering pergi berdua, dinner bersama dan menikmati canda satu sama lain.
Kurapika mampu menyaingi kemampuan Kuroro dalam segi apapun dan Kuroro sangat terkesan dengan pengetahuan yang dimiliki gadis cantik ini. Perbincangan mereka selalu berjalan lancar tanpa kehilangan topik, Kuroro dapat mendapat masukan banyak dari Kurapika untuk memajukan Lucifer Corp. Jika diingat kembali, Pakunoda lebih sibuk dengan dirinya ketimbang mengerti apa yang Kuroro kerjakan. Pakunoda tidak terlalu perduli dengan hobi Kuroro maupun pekerjaanya.
Berbeda dengan Kurapika yang sangat memperhatikan apapun. Gadis berambut pirang itu ingat berapa banyak gula yang diinginkan Kuroro dalam kopinya, warna kemeja setiap hari senin dan bunga apa yang selalu ia beli untuk dipajang di kantornya.
Namun, sampai kapan hubungan ini tidak bernama ?
All wrapped in one he was so many sins
Would have done anything everything for him
And if you ask me I would do it again
Kurapika's POV
Siang tadi, Kuroro mengirimkan sebuah pesan untukku. Bukan, bukan pesan singkat di telepon genggam, tapi sebuah buket bunga dengan kartu ucapan dan sebuah kartu kredit. Ya, gadis-gadis cantik , sebuah kartu kredit gold yang sangat indah.
" Selamat siang, Miss. Kurapika. Aku mengajakmu dinner malam ini. Di sebuah restoran indah dengan pemandangan cantik. Ada kartu kredit disana, berbelanjalah dan buat aku terpukau malam ini."
Kuroro Lucifer -
Aku menarik nafas panjang sambil meletakan bunga itu. Hubungan ini tidak jelas dan aku tak tahu harus bagaimana. Belle pernah meneleponku dan bertanya apa yang akan aku lakukan. Tiga bulan cukup lama untuk hubungan tanpa status ini. Belle merasa sedih karena ia tidak melihat niat Kuroro untuk meng-sahkan aku menjadi kekasihnya. Aku hanya tertawa dan menenangkan Belle dan berkata bahwa aku baik-baik saja.
Nyatanya ?
Aku tersiksa.
Pelukannya, ciumannya , perhatiannya dan caranya membuatku mendesah nikmat setiap malam.
Apa ini rasanya hanya menjadi shallow ?
Tapi, aku tidak ingin meninggalkannya sendiri.
Mungkin, aku akan kembali lagi jika aku meninggalkannya.
Sial, aku sudah jatuh hati padanya.
Aku melirik arloji ditanganku, pukul tiga sore, sebaiknya aku segera berbelanja untuk malam nanti.
Aku harus membuatnya terpukau.
You don't realize the power they have
Until they leave you and you want them back
Kuroro's POV
"Terima kasih atas perhatian kalian semua. Rapat saya tutup hari ini."ucap Killua sambil bertepuk tangan. Hari ini rapat perdana dimana aku ingin mengerluarkan pendapat Kurapika mengenai cincin berlian yang dibentuk kecil dan ditanam pada setiap sisi. Para pegawai dan petinggi mengatakan bahwa mereka sangat setuju dan akan segera meluncurkan sampel untuk cincin itu. Sebetulnya, aku sudah memiliki sepasang cincin itu untuk sampel tapi entah kenapa, aku tidak ingin memberikannya untuk perusahaan. Malam ini, aku mengajak gadis cantik itu untuk dinner di Tower B , sebuah tempat makan di rooftop yang sangat indah dan sangat mahal. Tapi menurutku itu sangat pantas untuk Kurapika.
"Kuroro, bagaimana kabarmu?"tanya Killua yang mengagetkanku. "Ah, aku baik-baik saja Killua., kau mengagetkanku bro."
Killua tertawa lalu mengambil kursi paling dekat denganku. "Hey, kudengar kau menjalin hubungan dengan si pirang yang kita temui di club ? " . Aku tertawa pelan lalu menjawab , "Ya bisa dibilang begitu. Tapi aku belum berani mengambil langkah lebih untuk itu.". Tiba-tiba saja Killua mengeluarkan telepon genggamnya dan menunjukan sebuah pesan dari Shalnark.
"Kau tahu ? Shalnark sekarang ada di Beijing dan ia tidak sengaja bertemu dengan Pakunoda. Mantanmu itu memiliki hubungan dengan seorang mafia sana.", Killua menunjukan sebuah foto dimana Pakunoda berada dalam pangkuan seorang pria dan hatiku terasa sedikit hancur.
Ah, sedikit ?
Nothing in this world prepares you for that
I'm not a sinner he wasn't the one
Had no idea what we would become
There's no regrets I just thought it was fun
"Kuroro, aku bukan mau mengguruimu. Sudahlah, baru saja berpisah sebentar darimu, ia sudah berada dalam dekapan pria lain. Jangan terlalu sibuk dengannya lalu kau membiarkan si pirang itu menunggumu."kata Killua sambil mengesampingkan rambutnya.," Jangan sampai menyesal. Kurapika gadis yang pintar dan sangat menarik. Jika ia sudah terlalu lelah menunggumu, bisa-bisa kau memohonnya kembali karena kau tidak tahu apa yang akan terjadi jika ia pergi."
Setelah berkata seperti itu, Killua langsung saja pergi dan meninggalkanku sendiri,
Aku menarik nafas panjang dan memejamkan mataku.
Memang, aku belum memberi keterangan apapun dan tidak pernah mengatakan bahwa aku menyayanginya.
Aku hanya menikmati waktu dengannya, mengajaknya dinner, dan mengecap nikmat tubuhnya.
Jujur saja, aku masih ingat benar desahan seksi Kurapika dan sial.
Sepertinya aku harus melakukan sesuatu.
No need to imagine
'Cause I know it's true
Normal POV
Mobil Kuroro berhenti tepat di depan lobby apartemen Kurapika dan disanalah Kuroro melihat sesosok cantik yang membuatnya menahan nafas.
Kurapika terlalu cantik.
Ia mengenakan dress pendek dengan off-shoulder berwarna biru muda dan ia mengenakan high-heels berwarna putih.
Kuroro meraih tubuh mungil itu dan mengecup keningnya dengan lembut. "Kau cantik sekali."ucapnya pelan sambil mengelus lengan Kurapika. "Terima kasih, kau juga sangat tampan malam ini."bisik Kurapika pelan sambil menarik dasi Kuroro dan mengecup bibirnya.
They say "all good boys go to heaven"
But bad boys bring heaven to you
Kurapika's POV
Sudah berapa kali aku berkata pada diriku untuk tenang namun rasanya sangat berat untuk bersikap tenang.
Kuroro terlalu menggoda mala mini.
Ia mengenakan tuxedo hitam dan dasi biru yang membuatnya terlihat begitu
Menggoda ?
Aku tak mampu berkonsentrasi pada indahnya lampu-lampu malam di bawah sana, aku sibuk memandangi Kuroro yang terlalu menggoda. Aku kesal melihat para pelayan wanita yang mencuri-curi pandang padanya dan sesekali bercekikikan-ria. Tapi rasa kesalku hilang saat Kuroro mengecup mesra bahuku saat sedang memelukku.
See ? Selamat bermimpi,pelayan.
" Ada yang ingin aku bicarakan denganmu."
SIAL !
Aku paling benci kata-kata itu.
"Kenapa Kuroro ?"balasku sambil memandanginya. Kuroro meraih sebuah kotak dari dalam celananya. "Kurapika, kau sudah sangat membantuku. Baru saja tadi aku membuat rapat dan cincin yang kau desain malam itu disetujui."
Aku menaikan sebelah alisku dan bingung.
"Ah ? Maksudmu saat aku tanpa sengaja mengatakan bahwa cincin seperti itu akan sangat laku untuk pasangan muda yang ingin bertunangan?"ucapku sambil tertawa."Kau betul-betul memikirkannya?"
Kuroro tersenyum, dan sial sangat tampan.
"Iya dan itu adalah ide yang sangat menarik."bisiknya lalu ia berdiri di hadapanku.
Aku tersenyum kecil, baru saja aku berharap ia akan mengatakn sesuatu tentang hubungan tak jelas ini, tapi nampaknya dia memang belum memikirkannya.
"Kurapika Kuruta."
Aku terlonjak kaget saat Kuroro sudah berlutut dihadapanku, ia membuka kotak cincin da nada dua buah cincin yang aku desain disana.
"Aku merasa sangat jahat sekarang. Aku memberimu harapan dalam bentuk sentuhan dan materil. Aku memanjamu dan mencumbumu, tapi aku tidak pernah mengatakan apa perasanku padamu."ucap Kuroro sambil tertawa kikuk.
"Sekarang, Kurapika , terima kasih sudah datang pada hidupku dan membuat diriku menjadi pria paling bahagia. Terima kasih sudah menjadi partner yang baik dan aku yakin, kau dapat bersanding di sebelahku. Aku mencintaimu dan maukah kau menjadi tunanganku?"
Aku tertegun dan mendadak saja ada kabut bahagia yang muncul di kedua mataku.
"Akhirnya, kau sadar bahwa aku mencintaimu,Kuroro."
it's automatic
It's just what they do
They say "all good boys go to heaven"
But bad boys bring heaven to you
Flashback Selesai
HAI GAIS :") sumpah ya aku bikin FF ini sambil muter lagunya mungkin ada 20 kali dan aku sampai pusing :")
Semoga kalian suka yaaa, dan ini akan langsung back ke waktu present because ini masih flashback ehehe ;) see yaaaaaa !
